BAB 7 INTEGRASI NUMERIK

Integral suatu fungsi adalah operator matematik yang dipresentasikan dalam bentuk:

I = ∫ f ( x) dx
a

b

(7.1)

dan merupakan integral suatu fungsi f (x) terhadap variabel x dengan batas-batas integrasi adalah dari x = a sampai x = b. Seperti pada ambar 7.1 dan persamaan (7.1)! yang dimaksud dengan integral adalah nilai total atau luasan yang dibatasi oleh fungsi f (x) dan sumbu-x! serta antara batas x = a dan x = b. "alam integral analitis! persamaan (7.1) dapat diselesaikan men#adi:
b a

∫ f ( x) dx = [ F ( x)] a = F (b) − F (a )
b

dengan F (x) adalah integral dari f (x) sedemikian sehingga F $ (x) = f (x). Sebagai %ontoh:
1 1 (  1 ( ( ∫ x dx =  x  =  (() − (')  = &. ( ' (  ' ( 
( ) (

Gambar 7.1. Integral suatu fungsi Integral numerik dilakukan apabila: 1) Integral tidak dapat (sukar) diselesaikan se%ara analisis. )) *ungsi yang diintegralkan tidak diberikan dalam bentuk analitis! tetapi se%ara numerik dalam bentuk angka (tabel). +etode integral numerik merupakan integral tertentu yang didasarkan pada hitungan perkiraan. ,itungan perkiraan tersebut dilakukan dengan fungsi polinomial yang diperoleh berdasar data tersedia. -entuk paling sederhana adalah apabila tersedia dua titik data yang dapat dibentuk fungsi polinomial order satu yang merupakan garis lurus (linier). Seperti pada ambar 7.)a! akan dihitung:

7.

))! sedang kesalahannya adalah sama dengan luas bidang yang tidak diarsir. 0arak antara titik data tersebut adalah sama. /pabila hanya terdapat dua data f (a) dan f (b)! maka hanya bisa dibentuk satu trapesium dan %ara ini dikenal dengan metode trapesium satu pias.asil pendekatan ini lebih baik dari pada pendekatan dengan satu pias. 1ara ini dikenal dengan metode trapesium banyak pias.I = ∫ f ( x) dx a b yang merupakan luasan antara kurve f (x) dan sumbu-x serta antara x = a dan x = b! bila nilai f (a) dan f (b) diketahui maka dapat dibentuk fungsi polinomial order satu f1(x). *ungsi yang diintegralkan dapat pula didekati oleh fungsi polinomial dengan order lebih tinggi! sehingga kurve yang terbentuk tidak lagi linier! seperti dalam metode trapesium! tetapi kurve lengkung. 0ika tersedia lebih dari dua data! maka dapat dilakukan pendekatan dengan lebih dari satu trapesium! dan luas total adalah #umlah dari trapesium-trapesium yang terbentuk. . "alam gambar tersebut fungsi f (x) didekati oleh f1(x)! sehingga integralnya dalam luasan antara garis f1(x) dan sumbu-x serta antara x = a dan x = b. +etode Simpson 12( menggunakan tiga titik data (polinomial order dua) dan Simpson (2.2. "engan pendekatan ini integral suatu fungsi adalah sama dengan luasan bidang yang diarsir ( ambar 7. +etode Simpson merupakan metode integral numerik yang menggunakan fungsi polinomial dengan order lebih tinggi. Metode integral numerik 7& . /pabila digunakan lebih banyak trapesium hasilnya akan lebih baik.)b! dengan tiga data dapat dibentuk dua trapesium! dan luas kedua trapesium (bidang yang diarsir) adalah pendekatan dari integral fungsi. Seperti pada ambar 7. Gambar 7. -idang tersebut merupakan bentuk trapesium yang luasannya dapat dihitung dengan rumus geometri! yaitu: I = (b − a) f ( a ) + f (b) ) "alam integral numerik! pendekatan tersebut dikenal dengan metode trapesium. menggunakan empat titik data (polinomial order tiga).)%! tiga data yang ada dapat digunakan untuk membentuk polinomial order tiga. Seperti pada ambar 7.

itungan integral numerik dilakukan dengan menggunakan persamaan (7.)! luasan bidang di ba3ah fungsi f (x) antara nilai x = a dan nilai x = b didekati oleh luas satu trapesium yang terbentuk oleh garis lurus yang menghubungkan f (a) dan f (b) dan sumbu-x serta antara x = a dan x = b. -esarnya kesalahan yang ter#adi dapat diperkirakan dari persamaan berikut: E =− 1 f $ $ (ξ )(b − a ) 1) (7. ' 5 Penyelesaian: -entuk integral diatas dapat diselesaikan se%ara analitis: I = ∫ e 6 dx = e 6 ' 5 [ ] 5 ' = e 5 − e ' = 7(!7&.17'.)): I ≈ (b −a) f ( a ) + f (b) e' + e5 = (5 − ' ) = 111!1&8(. Sebaliknya untuk fungsi dengan dera#at dua atau lebih! penggunaan metode trapesium akan memberikan kesalahan. Seperti pada ambar 7. "alam metode ini kurve lengkung dari fungsi f (x) digantikan oleh garis lurus. Metode trapesium 1ontoh soal: 6 unakan metode trapesium satu pias untuk menghitung! I = ∫ e dx . [ ] .(! penggunaan garis lurus untuk mendekati garis lengkung menyebabkan ter#adinya kesalahan sebesar luasan yang tidak diarsir.1 Metode Trapesium +etode trapesium merupakan metode pendekatan integral numerik dengan persamaan polinomial order satu. Gambar 7.' .3. 4endekatan dilakukan dengan satu pias (trapesium). 4ersamaan (7.)) 4ada ambar 7. .() dengan ξ adalah titik yang terletak di dalam interval a dan b. +enurut rumus geometri! luas trapesium adalah lebar kali tinggi rerata! yang berbentuk: I ≈ (b − a) f ( a) + f (b) ) (7.7.() menun#ukkan bah3a apabila fungsi yang diintegralkan adalah linier! maka metode trapesium akan memberikan nilai eksak karena turunan kedua dari fungsi linier adalah nol. ) ) 9ntuk mengetahui tingkat ketelitian dari integral numerik! hasil hitungan numerik dibandingkan dengan hitungan analitis.

5) Gambar 7.)) ke dalam persamaan (7.5! pan#ang tiap pias adalah sama yaitu ∆x.:esalahan relatif terhadap nilai eksak adalah: εt = 7(!7&.17' −111!1&8( ×1'' . + ?x ) ) ) atau I= atau n −1 ?x   f ( x ) + ) ∑ f ( xi ) + f ( xn ) '  i =1 )   (7. /pabila terdapat n pias! berarti pan#ang masing-masing pias adalah: ∆x = b −a n -atas-batas pias diberi notasi: xo = a! x1! x)! >! xn = b Integral total dapat ditulis dalam bentuk: 61 6) 61 6n I = ∫ f ( x) dx + ∫ f ( x) dx +  + ∫ f ( x) dx 6' 6n −1 (7..7) . 9ntuk mengurangi kesalahan yang ter#adi maka kurve lengkung didekati oleh se#umlah garis lurus! sehingga terbentuk banyak pias ( ambar 7..2 Metode Trapesium Dengan anyak ias "ari %ontoh soal diatas terlihat bah3a pendekatan dengan menggunakan satu pias (trapesium) menimbulkan kesalahan sangat besar. =uas bidang adalah #umlah dari luas beberapa pias tersebut. = −1'7!58 . Semakin ke%il pias yang digunakan! hasil yang didapat men#adi semakin teliti.). 7. "alam ambar 7. Metode trapesium dengan banyak pias Substitusi persamaan (7. 7(!7&.5) akan didapat: I = ?x f ( xn ) + f ( xn− 1 ) f ( x1 ) + f ( x ' ) f ( x ) ) + f ( x1 ) + ?x + .1 .!..5).17' <erlihat bah3a penggunaan metode trapesium satu pias memberikan kesalahan sangat besar (lebih dari 1'' .

1') -entuk persamaan (7. :oreksi pada u#ung-u#ungnya dapat didekati dengan mengganti diferensial f $(a) dan f $(b) dengan diferensial beda hingga.. 1ontoh soal: unakan metode trapesium empat pias dengan lebar pias adalah ∆x = 1 untuk menghitung: I = ∫ e 6 dx ' 5 Penyelesaian: +etode trapesium dengan 5 pias! sehingga pan#ang pias adalah: ?x = b −a 5 −' = = 1.1') disebut dengan persamaan trapesium dengan koreksi u#ung! karena memperhitungkan koreksi pada u#ung interval a dan b.8) -esarnya kesalahan yang ter#adi pada penggunaan banyak pias adalah: εt = − ? x) (b − a ) f $ $ ( xi ) 1) (7.I= n −1 ?x   f ( a ) + f ( b ) + ) ∑ f ( xi )  i =1 )   (7.) .)  i =1 )   1) 9ntuk kebanyakan fungsi! bentuk f $$(ξ ) dapat didekati oleh: f $ $ (ξ ) = f $ (b) − f $ ( a ) b −a (7. n 5 =uas bidang dihitung dengan persamaan (7.&) Substitusi persamaan (7.. -entuk persamaan trapesium dengan memperhitungkan koreksi adalah: ) n −1 ?x   ?x I= f (a ) + f (b) + ) ∑ f ( xi )  − (b − a ) f $ $ (ξ ) − O (? x 5 ) (7.) didapat: I= ) n −1 ?x   ?x f ( a ) + f ( b ) + ) f ( x ) − [ f $ (b) − f $ (a)] ∑ i  i =1 )    1) (7. +etode trapesium dapat digunakan untuk integral suatu fungsi yang diberikan dalam bentuk numerik pada interval diskret.8): I= = n −1 ?x   f ( a ) + f ( b ) + ) ∑ f ( xi )  i =1 )   1 ' e + e 5 + )(e1 + e ) + e ( ) = 77!&&1&7'.&) ke dalam persamaan (7.7) yang merupakan kesalahan order dua. ) [ ] :esalahan relatif terhadap nilai eksak: . /pabila kesalahan tersebut diperhitungkan dalam hitungan integral! maka akan didapat hasil yang lebih teliti.

..17' 1ontoh soal: "iberikan tabel data berikut: x f (x) ' 1 1 ( ) & ( 1& 5 (( .( . /pabila f (x) = e6! turunan pertamanya adalah f $ = e6@ sehingga: I= = ) n −1 ?x   ?x f ( a ) + f ( b ) + ) f ( x ) − [ f $ (b) − f $ (a)] ∑ i  i =1 )    1) 1 ' 1 e + e 5 + ) ( e1 + e ) + e ( ) − ( e5 − e' ) ) 1) [ ] = 77!&&1&7' − 5!58871( = 7(!7)75(7. 5 −( 1 1 [1 + (( + )(( + & +1&)] − 1 (15 − )) = 5.1').. 7(!7&.17' /pabila digunakan metode trapesium dengan koreksi u#ung! maka integral dihitung dengan persamaan (7.8): I= n −1 ?x   1 f ( a ) + f ( b ) + ) ∑ f ( xi ) = [ 1 + (( + )(( + & + 1&)] = 5.εt= 7(!7&.17' − 77!&&1&7' × 1'' . x) − x1 1−' 1 f ( xn ) − f ( xn −1 ) xn − xn −1 = f ( 5) − f (() (( −1& = =15. "alam persamaan tersebut koreksi u#ung mengandung turunan pertama dari fungsi. ) 1) . :esalahan relatif terhadap nilai eksak: εt= 7(!7&.17' − 7(!7)75(7 × 1'' . 7(!7&. = − .!) .  i =1 )   ) /pabila digunakan metode trapesium dengan koreksi u#ung! integral dihitung dengan persamaan (7.1'): I= ) n −1 ?x   ?x f ( a ) + f ( b ) + ) f ( x ) − [ f $ (b) − f $ (a)] ∑ i  i =1 )    1) <urunan pertama pada u#ung-u#ung dihitung dengan diferensial beda hingga: f $ ( x1 = a = ') = f $ ( xn = b =5) = I = f ( x) ) − f ( x1 ) f (1) − f (') ( −1 = = = ). Penyelesaian: Integral numerik dihitung dengan persamaan (7. −1 = 57.itung luasan di ba3ah fungsi f (x) dan di antara x = ' dan x = 5! dengan menggunakan metode trapesium dan trapesium dengan koreksi u#ung. = '!15 .

9ntuk itu! dipandang bentuk integral berikut ini.7b). f (xi) dan f (xi B 1) untuk mendekati fungsi.5 .8! nilai I (xi B 1) adalah luasan diba3ah fungsi f (x) antara batas a dan xi B 1. Gambar 7. Aumus Simpson dapat diturunkan berdasarkan deret <aylor. Sedangkan nilai I (xi − 1) adalah luasan antara batas a dan I (xi − 1).8.3 Metode "impson "i samping menggunakan rumus trapesium dengan interval yang lebih ke%il! %ara lain untuk mendapatkan perkiraan yang lebih teliti adalah menggunakan polinomial order lebih tinggi untuk menghubungkan titik-titik data.1)) maka persamaan deret ?x) ? x( f $ ( xi ) + f $ $ ( xi ) )C (C I ( xi +1 ) = I ( xi +? x ) =I ( xi ) +? x f ( xi ) + + ?x5 f $ $ $ ( xi ) + O ( ? x 7 ) 5C (7.7a).#.11) /pabila bentuk tersebut didiferensialkan terhadap x! akan men#adi: I $ ( x) = dI ( x) = f ( x) dx (7. $turan "impson 1) Aturan Simpson 12( "i dalam aturan Simpson 12( digunakan polinomial order dua (persamaan parabola) yang melalui titik f (xi – 1). dan persamaan (7. I ( x ) = ∫ f ( x ) dx a 6 (7.1)) "engan memperhatikan <aylor adalah: ambar 7. Aumus yang dihasilkan oleh integral di ba3ah polinomial tersebut dikenal dengan metode (aturan) Simpson.7.1() I ( xi −1 ) = I ( xi −? x ) =I ( xi ) −? x f ( xi ) + + ?x) ? x( f $ ( xi ) − f $ $ ( xi ) )C (C ?x 5 f $ $ $ ( xi ) − O ( ? x 7 ) 5C (7. +isalnya! apabila terdapat satu titik tambahan di antara f (a) dan f (b)! maka ketiga titik dapat dihubungkan dengan fungsi parabola ( ambar 7. "engan . /pabila terdapat dua titik tambahan dengan #arak yang sama antara f (a) dan f (b)! maka keempat titik tersebut dapat dihubungkan dengan polinomial order tiga ( ambar 7.15) 4ada ambar 7.

17) Gambar 7. Ai = I (xi B 1) D I (xi − 1) atau Ai = ) ? x f ( xi ) + ?x( f $ $ ( xi ) + O (? x 7 ) ( (7.17) dengan titik c adalah titik tengah antara a dan b.18) dapat ditulis dalam bentuk: Ai = b −a [ f ( a ) + 5 f (c ) + f ( b) ] 8 (7.17).1() dikurangi persamaan (7.15). 4ada pemakaian satu pias! ∆x = persamaan (7. "iberi tambahan nama 12( karena ∆x dibagi dengan (.17) men#adi: Ai = ) ? x f i + ?x ? x( ( f i −1 − ) f i + f i +1 ) + O ( ?x ) ) + O ( ?x 7 ) ( ( atau Ai = ?x ( f i −1 + 5 f i + f i +1 ) + O ( ?x 7 ) ( (7. :esalahan pemotongan yang ter#adi dari metode Simpson 12( untuk satu pias adalah: εt = − 1 ? x 7 f $ $ $ $ (ξ ) &' .7 .demikian luasan di ba3ah fungsi antara batas xi − 1 dan xi B 1 yaitu (Ai)! adalah luasan I (xi B 1) dikurangi I (xi − 1) atau persamaan (7. 9ntuk memudahkan penulisan! selan#utnya notasi f (xi) ditulis dalam bentuk fi! sehingga persamaan (7.18) dikenal dengan metode Simpson 12(.% Penurunan metode "impson Eilai f $$(xi) ditulis dalam bentuk diferensial terpusat: f $ $ ( xi ) = f ( xi −1 ) − ) f ( xi ) + f ( xi + 1 ) ?x ) + O ( ?x ) ) :emudian bentuk diatas disubstitusikan ke dalam persamaan (7.18) b −a ! sehingga ) 4ersamaan (7.

Metode "impson dengan banyak pias =uas total diperoleh dengan men#umlahkan semua pias! seperti pada ambar 7. /pabila persamaan (7..17' − 78!78&8 × 1'' .' 1ontoh soal: 6 . + An − 1 (7. dengan aturan Simpson 12(.8 ..) akan diperoleh: ..17) maka luas bidang adalah: Ai = b −a [ f (a ) + 5 f (c) + f (b)] = 5 − ' (e ' + 5e ) + e 5 ) = 78!78&8. 7(!7&.itung I = ∫ e dx.. ' 5 Penyelesaian: "engan menggunakan persamaan (7. b a ∫ f ( x) dx = A1 + A( + .18) disubstitusikan ke dalam persamaan (7.17' :esalahan terhadap nilai eksak: εt= <erlihat bah3a pada pemakaian satu pias! metode Simpson 12( memberikan hasil lebih baik dari rumus trapesium.1.1. )) Aturan Simpson 12( dengan banyak pias Seperti dalam metode trapesium! metode Simpson dapat diperbaiki dengan membagi luasan dalam se#umlah pias dengan pan#ang interval yang sama ( ambar 7.Fleh karena ∆x = εt = − b −a ! maka: ) (b − a ) 7 f $ $ $ $ (ξ ) ).7. = − 7!&17 .8): ∆x = b −a n dengan n adalah #umlah pias. 8 8 7(!7&.) "alam metode Simpson ini #umlah interval adalah genap. Gambar 7.7.

1&) Seperti pada ambar (7.)') dengan: ∆x = 4ersamaan (7.17' − 7(!.17' () Metode Simpson (2.b a ∫ f ( x) dx = ?x ?x ?x ( f ' + 5 f1 + f ) ) + ( f1 + 5 f ) + f ( ) + . .7 . +etode Simpson (2.8(. 7(!7&. +etode Simpson (2.8(.7)! dalam penggunaan metode Simpson dengan banyak pias ini #umlah interval adalah genap. dengan metode Simpson dengan ∆x = 1. diturunkan dengan menggunakan persamaan polinomial order tiga yang melalui empat titik.. + ( fn − ) + 5 fn −1 + fn ) ( ( ( n −1 n −) ?x   f ( a ) + f ( b ) + 5 f ( x ) + ) ∑ ∑ f ( xi ) i  i =1 i=) (   atau b a ∫ f ( x) dx = (7. = '!7 .. dapat #uga ditulis dalam bentuk: . I = ∫ f ( x) dx ≈ ∫ f ( ( x) dx a a b b "engan %ara yang sama pada penurunan aturan Simpson 12(! akhirnya diperoleh: I= (? x [ f ( x' ) + ( f ( x1 ) + ( f ( x) ) + f ( x( )] . ( :esalahan terhadap nilai eksak: εt = 7(!7&. b −a ( (7. 1ontoh soal: 6 .itung I = ∫ e dx .1&) maka luas bidang adalah: 1 I = H e ' + e 5 + 5(e1 + e ( ) + ) e ) G = 7(!.. ' 5 Penyelesaian: "engan menggunakan persamaan (7. karena ∆x dikalikan dengan (2.' n 5 dengan f $$$$ adalah rerata dari turunan keempat untuk setiap interval. 4erkiraan kesalahan yang ter#adi pada aturan Simpson untuk banyak pias adalah: ε a =− (b − a ) 7 f $$$$ 1.58.58 ×1'' .)') disebut dengan metode Simpson (2.

-esar kesalahan adalah: εt = 7(!7&.17 b) Apabila digunakan 7 pias! maka data untuk kelima pias tersebut adalah: f (') = e' = 1 f ()!5) = e)!5 = 11!')(1.. /pabila dikehendaki #umlah pias gan#il! maka dapat digunakan metode trapesium. .' b −a ! maka: ( (7..))a) +engingat ∆x = ε t =− (b − a ) 7 f $ $ $ $ (ξ ) 85. <etapi metode ini tidak begitu baik karena adanya kesalahan yang %ukup besar. = )!))775f ((!)) = e(!) = )5!7()7(.I = (b − a ) [ f ( x' ) + ( f ( x1 ) + ( f ( x) ) + f ( x( ) ] .17): .17. 1ontoh soal: 6 "engan aturan Simpson (2. Integral untuk ) pias pertama dihitung dengan metode Simpson 12( (persamaan 7. f (1!8) = e1!8 = 5!&7(' f (5) = e5 = 75!7&. hitung I = ∫ e dx . 9ntuk itu kedua metode dapat digabung! yaitu se#umlah genap pias digunakan metode Simpson 12( sedang ( pias sisanya digunakan metode Simpson (2. .)1): I = (b − a) I = (5 − ') [ f ( x' ) + ( f ( x1 ) + ( f ( x) ) + f ( x( ) ] . ×1'' ..)1) +etode Simpson (2. mempunyai kesalahan pemotongan sebesar: εt =− ( ? x ( f $ $ $ $ (ξ ) . (e ' + (e1!(((( + (e )! 8887 + e 5 ) = 77!'77&. .' (7. yang membutuhkan empat titik. = − )!781 ..! apabila digunakan 7 pias dengan ∆x = '!.. 7(!7&. "alam pemakaian banyak pias! metode Simpson 12( hanya berlaku untuk #umlah pias genap. .))b) +etode Simpson 12( biasanya lebih disukai karena men%apai ketelitian order tiga dan hanya memerlukan tiga titik! dibandingkan metode Simpson (2.) = e'!. f ('!. Penyelesaian: a) Metode Simpson (2.17' − 77!'77&.itung pula integral tersebut ' 5 dengan menggunakan gabungan dari metode Simpson 12( dan (2. (7. dengan satu pias Integral dihitung dengan menggunakan persamaan (7.

)8..875& = 7(!.17) = 5&!.) + (( × )5!7()7() + 75!7&. + ? xn ) ) ) (7. 4ada kurve yang melengkung dengan ta#am diperlukan #umlah pias yang lebih banyak sehingga pan#ang pias lebih ke%il dibanding dengan kurve yang relatif datar.7( ×1'' . :esalahan terhadap nilai eksak: εt = 7(!7&.. Integral dengan pan&ang pias tidak sama "i antara beberapa aturan yang telah dibi%arakan! yang dapat digunakan untuk keadaan ini adalah metode trapesium dengan banyak pias! dan bentuk persamaannya adalah: I = ? x1 f ( xn ) + f ( xn − 1 ) f ( x1 ) + f ( x' ) f ( x) ) + f ( 6 1 ) + ? x) + .& . I = )!5 (5!&7('( + (( ×11!')(1.17' − 7(!.. 8 <iga pias terakhir digunakan aturan Simpson (2.. = −'!5)7 .: I = (b − a ) [ f ( x' ) + ( f ( x1 ) + ( f ( x) ) + f ( x( ) ] .'. . Gambar 7. Integral total adalah #umlah dari kedua hasil diatas: I = (!&81(. 7(!7&..875&. + 5&!.17 7. "i dalam prakteknya sering di#umpai suatu keadaan dimana diperlukan pembagian pias dengan pan#ang tidak sama! seperti terlihat pada ambar 7.Ai = I = b −a [ f ( a ) + 5 f (c ) + f ( b) ] 8 1!8 ( 1 + (5 × )!))775 ) + 5!&7('( ) = (!&81(.! Integral Dengan Pan&ang Pias Tidak "ama -eberapa rumus diatas didasarkan pada titik data yang ber#arak sama. .)() dengan ∆xi = xi D xi D 1.)8..7(.

Gambar 7.)8) dianggap harus memenuhi integral dari empat fungsi! yaitu dari nilai f ( x ) = 1! f ( x ) = x! f ( x ) = x) dan f ( x ) = x(! sehingga untuk: &' . "ari persamaan tersebut akan di%ari koefisien c1 dan c). "alam metode trapesium! persamaan integral seperti diberikan oleh persamaan (7. Seperti halnya dengan metode trapesium! dalam metode auss :uadratur #uga akan di%ari koefisien-koefisien dari persamaan yang berbentuk: I = c1 f ( x1 ) + c ) f ( x ) ) (7. 9ntuk itu persamaan (7. 4ada aturan trapesium dan Simpson! integral didasarkan pada nilai-nilai di u#ung-u#ung pias.&b. :arena metode trapesium harus melalui titik-titik u#ung! maka seperti terlihat pada ambar 7.# Metode (uadratur "i dalam metode trapesium dan Simpson! fungsi yang diintegralkan se%ara numerik terdiri dari dua bentuk yaitu tabel data atau fungsi. Aumus yang digunakan untuk menghitung luasan adalah: I = (b − a) f (a) + f (b) ) (7.)8) mengandung 5 bilangan tak diketahui! yaitu c1! c)! x1! dan x)! sehingga diperlukan 5 persamaan untuk menyelesaikannya.)5) dengan a dan b adalah batas integrasi dan (b D a) adalah lebar dari interval integrasi.)5) dapat ditulis dalam bentuk: I = c1 f (a ) + c ) f (b) (7.)8) "alam hal ini variabel x1 dan x) adalah tidak tetap! dan akan di%ari seperti pada ambar 7. Seperti pada ambar 7.).&a. entuk grafik metode trapesium dan Gauss kuadratur "i dalam metode auss kuadratur dihitung luasan di ba3ah garis lurus yang menghubungkan dua titik sembarang pada kurve. rumus trapesium memberikan kesalahan %ukup besar. "engan menetapkan posisi dari kedua titik tersebut se%ara bebas! maka akan bisa ditentukan garis lurus yang dapat menyeimbangkan antara kesalahan positif dan negatif! seperti pada ambar 7. 4ada metode kuadratur! yang akan dibahas adalah metode auss :uadratur! data yang diberikan berupa fungsi.7.&a! metode trapesium didasarkan pada luasan di ba3ah garis lurus yang menghubungkan nilai-nilai dari fungsi pada u#ung-u#ung interval integrasi. 4ersamaan (7.1'.)7) dengan c adalah konstanta.

). Integrasi Gauss kuadratur -atas-batas integral dalam persamaan (7. "engan melakukan transformasi batas-batas integrasi yang lain dapat diubah ke dalam bentuk tersebut.(1) Gambar 7.)7) hingga persamaan (7. ( ( c1 x1 + c) x) = ) ) ) @ ( c1 x1 +c) x) = ' @ 4enyelesaian dari sistem persamaan diatas adalah: c1 = c) = 1@ x1 = − 1 1 = D'!777(7')8&@ x) = = '!777(7')8&.)8) menghasilkan: I = f (− 1 1 )+f ( ) ( ( (7.(') f ( x) = x : c1 f ( x1 ) + c) f ( x) ) = ∫ x dx = ' = c1 x1 + c) x) −1 1 f ( x) = 1 : c1 f ( x1 ) + c) f ( x) ) = ∫ 1 dx = ) = c1 + c) −1 Sehingga didapat sistem persamaan: c1 x1 + c) x) = ' @ c1 + c) = ).) ( (7.f ( x) = x : c1 f ( x1 ) + c) f ( x) ) = ∫ x ( dx = ' = c1 x1 + c) x) ( −1 1 1 ( ( (7. ( ( Substitusi dari hasil tersebut ke dalam persamaan (7.)7) f ( x) = x : c1 f ( x1 ) + c) f ( x) ) = ∫ x ) dx = ) −1 1 ) ) ) = c1 x1 + c) x) (7.()) &1 .1*.)&) (7.(') adalah D1 sampai 1! sehingga lebih memudahkan hitungan dan membuat rumus yang didapat bisa digunakan se%ara umum. 9ntuk itu dianggap terdapat hubungan antara variabel baru xd dan variabel asli x se%ara linier dalam bentuk: x = a' B a1xd (7.

58 x) = − '!7(.. <abel 7.(&) 5 7 ..(8) Substitusikan persamaan (7.(7) dan a1 = (7.75.1..811(8(1) x) = − '!((&&.(7) dan (7. -entuk rumus auss :uadratur untuk dua titik dapat dikembangkan untuk lebih banyak titik! yang se%ara umum mempunyai bentuk: I = c1 f (x1) B c) f (x)) B > B cn f (xn) Eilai c dan x untuk rumus sampai dengan enam titik diberikan dalam <abel 7.8).& c5 = '!57.811(8(1) x1 = − '!&'817&.(7) (7.. Eilai c dan x pada rumus auss kuadratur +umla..7 -ariabel x x1 = − '!777(7')8& x) = '!777(7')8& x1 = − '!7757&888& x) = '!''''''''' x( = '!7757&888& x1 = − '!.(7) dan persamaan (7.1.75.87' c7 = '!)(8&)8.87' c( = '!78..58&(1' x7 = '!&'817&..(5) dapat diselesaikan se%ara simultan dan hasilnya adalah: a' = (7..(() dan (7. titik ) ( (oefisien c c1 = 1!''''''''' c) = 1!''''''''' c1 = '!777777778 c) = '!.1'55 x5 = '!.8)..7 c) = '!57.. :edua nilai tersebut disubstitusikan ke dalam persamaan (7.-ila batas ba3ah adalah x = a! untuk variabel baru batas tersebut adalah xd = D1.(.(8) ke persamaan (7.1'55 x( = '!((&&.(() (7..) 4ersamaan (7..(.(5) 4ersamaan (7..())! sehingga diperoleh: a = a' B a1(D1) dan batas baru xd = 1! memberikan: b = a' B a1(1) b+a ) b −a ) (7.) dapat disubstitusikan ke dalam persamaan yang diintegralkan.& c( = '!777777778 c1 = '!(57.()) menghasilkan: (b + a ) + (b − a ) xd ) "iferensial dari persamaan tersebut menghasilkan: x= dx = b −a dxd ) (7.58 &) (7.57 c) = '!87)157177 c( = '!87)157177 c5 = '!(57.58&(1' x( = '!''''''''' x5 = '!7(.57 c1 = '!)(8&)8..

:esalahan: εt = 7(!7&.17' 5 1ontoh soal: 6 .) . ' Penyelesaian: "engan menggunakan persamaan (7. = (!.'. dengan menggunakan metode auss :uadratur ( titik.8 x5 = '!)(.81&1.)8) men#adi: I = c1 f ( x1 ) + c ) f ( x ) ) + c( f ( x( ) (%1) &( .8 x7 = '!881)'&(. ' Penyelesaian: 9ntuk ( titik persamaan (7. 7(!7&. .' ×1'' .17' − 71!75&(.itung integral I = ∫ e dx .&)')&7 = 71!75&(. =uas total seperti diberikan oleh persamaan (7. 9ntuk x1 = D'!777(7')8& → ) e[ ) +( ) ×( −'!777(7')8&)) ] = 5!877(7'1.('): I = 5!877(7'1 B 58!.&)')&7.itung integral I = ∫ e dx.8 x( = − '!)(. 9ntuk x) = '! 777(7')8& → ) e[ ) +( ) ×'!777(7')8& ) ] = 58!.8 c1 = '!171()55&) c) = '!(8'78177( c( = '!587&1(&(7 c5 = '!587&1(&(7 c7 = '!(8'78177( c8 = '!171()55&) 5 x1 = − '!&()58&715 x) = − '!881)'&(.81&1.8 x8 = '!&()58&715 1ontoh soal: 6 . dengan menggunakan metode auss kuadratur.(7) untuk a = ' dan b = 5 didapat: x= x= (b + a ) + (b − a ) xd ) (5 + ') + ((5 − ') xd ) = ) + ) xd ) <urunan dari persamaan tersebut adalah: dx = ) dxd :edua bentuk diatas disubstitusikan ke dalam persamaan asli! sehingga didapat: 5 ' ( ) +) 6 d ) 6 ) dxd ∫ e dx = ∫ e −1 1 Auas kanan dari persamaan diatas dapat digunakan untuk menghitung luasan dengan metode auss :uadratur! dengan memasukkan nilai xd = x1 = D'!777(7')8& dan nilai xd = x) = '!777(7')8&.

. c) = '!.. → ) e ( ) + ) 6 ( ) = 8&!77'5&)7... :esalahan: εt = 7(!7&. "ari %ontoh soal sebelumnya didapat persamaan yang telah dikonversi adalah: ( ) +) 6 d ) ) dxd ∫ e dx = ∫ e − 1 9ntuk x1 = D'!7757&888& 9ntuk x) = '!''''''''' 9ntuk x( = '!7757&888& 4ersamaan (%1) men#adi: → ) e ( ) + ) 61 ) = (!1(&17758.11)). 5 ' 6 1 x1 = −'!7757&888&.8 × 1'' .Seperti terlihat dalam <abel 7.. 7(!7&. I = ('!777777778 × (!1(&17758) B ('!. = '!1( .....8. x) = '!'''''''''.. → ) e ( ) + ) 6 ) ) = 15!77..11))) B ('!777777778 × 8&!77'5&)7) = 7(!7('(5.& × 15!77.1! untuk ( titik! koefisien c dan x adalah: c1 = '!777777778.17' &5 . .&..17' −7(!7('(5. x( = '!7757&888&... c( = '!777777778.

&7 .