TUGAS RESUME PERSENTASI REVIEW JURNAL ORGANOLOGAM Puji Siswanti (11630025

)
A. Kelompok 6 Pada kelompok ini jurnal yang dibahas berjudul Katalisis Metatesis Ru dengan Ligan Carborane. Katalisis Rutenium banyak dipakai dalam kimia sintetik untuk katalisis selektif transformasi oksidatif seperti : epoksidasi alkena asimetris, generasi spesies dioksigen, dihydroxylation olefin, dan dehidrogenasi oksidatif alkohol. Aplikasi Katalisis Rutenium dapat digunakan untuk Ring-Closing Metathesis (RCM), Cross-Metathesis (CM), Enyne Metathesis, dan Ring-Opening Metathesis

Polymerization (ROMP). Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi. Katalis ruthenium juga banyak digunakan dalam reaksi metatesis, dengan katalis Grubbs' yang paling terkenal di bidang metatesis olefin. Penelitian katalisis Rutenium ini menggunakan metode Preparasi dengan Kromatografi Kolom Flash dan analisa dengan HPLC. Percobaan Preparasi Katalis Ru dicampurkan Katalis Grubbs I dan CuCl serta larutan 1-(3- isopropoksi-4-vinilfenoksi) - metil - 1 ,2 - Closo - 1 ,2 – carborane dalam CH2Cl2 kering, diaduk dan disaring hingga diperoleh filtrate. Filtrat yang diperoleh diuapkan pelarutnya dan menghasilkan residu yang kemudian dimurnikan dengan Kromatografi Kolom Flash. Percobaan Reaksi RCM dicampurkan Katalis Ruthenium dan Substrat CH2Cl2. menggunakan

Campuran dianalisis menggunakan TLC. Katalis dipisahkan

kromatografi silika gel. Dihasilkan residu Ru dianalisis dengan HPLC. Percobaan Studi recycle ruthenium karbena dilakukan dengan mencampurkan Katalis (2,5% mol Ru), BMI-PF6, dan CH2Cl2 kering dihasilkan larutan katalis yang kemudian direaksikan dengan substrat. Larutan katalis dianalisis dengan TLC dan dipisahkan pelarutnya. Campuran ditambahkan PE. Selanjutnya dipisahkan dengan sentrifuge, diuapkan pelarutnya, dimurnikan dengan Kromatografi kolom dan dianalisis dengan HPLC. Katalis ruthenium juga banyak digunakan dalam reaksi metatesis, dengan katalis Grubbs' yang paling terkenal di bidang metatesis olefin.

Kelompok 7 Bahasan utama kelompok ini adalah Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks Logam Kobalt (II) dengan 2-Feniletilamin. H dan N dalam Senyawa.TUGAS RESUME PERSENTASI REVIEW JURNAL ORGANOLOGAM Puji Siswanti (11630025) Gambar. Katalis ini memiliki keuntungan gabungan reaktivitas tinggi dan recycle tingkat tinggi dan usabilitas. B. Kompleks rutenum 8 dengan closo-1. Pengukuran Konduktivitas Larutan. Selain Ruthenium karbena 6 kompleks yang memiliki ionik [nido-7.2-C2B10H11dan kompleks 9 dengan ionik [nido-7.adalah kuat dan katalis recycle RCM untuk RCM di-dansubstrat trisubstitusi diena dalam sistem pelarut ionik. analisis dengan AAS.8-C2B9H11 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kompleks 8 yang ditandai dengan Closo-1. Penentuan Kandungan C. analisis konduktivitas. Hasil sintesis ini berupa padatan kristal berwarna biru keunguan dengan rumus molekul [Co(II)-(2- . dan Pengukuran DTA/TGA. analisis Suseptibilitas Magnetik. Kompleks yang terbentuk bersifat paramagnetik dengan nilai momen magnetik yang tinggi. analisis dengan FTIR dan analisis dengan XRD. analisis termogravimetri. Pada penilitian ini digunakan metode karakterisasi yaitu analisis unsur C. Dilakukan empat eksperimen diantaranya Penentuan Panjang Gelombang Maksimum. Penentuan Gugus Fungsi dengan Spektroskopi Inframerah. Sintesis dilakukan dengan perbandingan komposisi mol logam dan mol ligan = 1:1 sebagai kondisi optimum reaksi. Metode Variasi Kontinu. dan Karakterisasi Hasil Sintesis yang meliputi Penentuan Kadar Ion Logam. Pengukuran Suseptibilitas Magnetik pada Suhu Ruang.8-C2B9H10]. H dan N.2-C2B10H11 adalah katalis yang efisien untuk RCM di-dan substrat trisubstitusi diena. Penentuan Strukur dengan Difraksi Sinar-X Powder. Sintesis Senyawa Kompleks Logam Co(II) dengan ligan 2-feniletilamin.

Rumus ini diperoleh dari hasil penentuan kadar (%) : Co = 11.8963. Senyawa kompleks ini memiliki nilai panjang gelombang maksimum sebesar 515 nm. analisis unsur dan analisis termogravimetri disimpulkan bahwa kompleks antara Co(II) dengan 2-feniletilamin yang terbentuk memiliki rumus molekul [Co(II)-(2feniletilamin)2(H2O)4]Cl2. SSA. Berdasarkan karakterisasi UV-Vis.876.4H2O. konduktometer. spektrum IR menunjukkan serapan khas vibrasi logam Co dengan ligan 2-feniletilamin yang muncul pada bilangan gelombang di bawah 500 cm-1. XRD. H = 7.4H2O. Analisis termogravimetri menunjukkan bahwa kompleks Co(II)2-feniletilamin mengandung empat molekul H2O. Kompleks bersifat paramagnetik dengan μeff sebesar 5. C = 37. FTIR.8135 dan N = 5.13 BM dan memiliki perbandingan muatan kation : anion = 2:1. MSB.TUGAS RESUME PERSENTASI REVIEW JURNAL ORGANOLOGAM Puji Siswanti (11630025) feniletilamin)2(H2O)4]Cl2.29. .

M.Sc Disusun oleh : Puji Siswanti 11630025 PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2013 .TUGAS RESUME PERSENTASI REVIEW JURNAL ORGANOLOGAM Puji Siswanti (11630025) RESUME PRESENTASI REVIEW JURNAL KIMIA ORGANOLOGAM KELOMPOK 6-7 Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Organologam Dosen Pengampu : Endaruji Sedyadi.