Part 2 : Making Mental Maps Mental Models Setiap orang memiliki asumsi yang berakar, strategi, dan jalan

tersendiri dalam melihat dan mengarahkan ide menjadi sesuatu yang ingin dilakukan. Hal ini dikenal dengan sebutan mental models dalam system thinking. Kenapa dinamakan mental models? Dinamakan ‘Mental’ karena hal tersebut berada dalam pemikiran dan mengarahkan aksi kita, sedangkan ‘models’ adalah karena kita membangun mereka berdasar pengalaman kita. Mental models merupakan ide besar kita yang menajamkan pemikiran dan tindakan kita serta mengarahkan kita pada hasil yang diharapkan. Mental models merupakan teori yang kita gunakan, berdasar pada observasi dan pengalaman dengan taburan kebijaksanaan dan sejumput harapan. Mental models merupakan peta yang kita gunakan dalam mengeksplorasi masa depan, ditarik dari pengalaman keberhasilan pada masa lalu. Mental models membentuk nilai keper ayaan yang kemudian kita gunakan dalam kehidupan sehari! hari yang kemudian mengarahkan setiap aksi yang kita lakukan. Dalam bahasa mudahnya, mental model adalah pola pikir kita. Mental models dibuat dari adat istiadat sosial yang ada di sekeliling kita, dari kebudayaan kita, dan dari ide!ide orang de"asa yang berpengaruh terhadap kita di masa ke il. Mental models terbangun dan bertahan dari pengalaman hidup kita yang terdiri dari # ara $ %. Deletion &penghapusan' Setiap orang memilih dalam memperhatikan apa yang ingin diperhatikan, yang kemudian indra diri se ara otomatis memilih dan menyaring berdasarkan moods, minat, dan ke"aspadaan. Kita menghapus in(ormasi dan bentuk ide dari apa yang kita perhatikan. )kan selalu ada in(ormasi lain namun in(ormasi tersebut tidak mempengaruhi kita se ara signi(ikan, sehingga seluruh tujuan kita tidak disana. Sebagai ontoh, orangtua tidak memperhatikan bah"a anaknya sudah bertumbuh, mereka terus melihat anaknya masih seperti anak!anak dan seolah!olah buta akan pertumbuhan kede"asaan dan kemandirian hingga tiba!tiba terlihat terjadi dalam satu momen. *. +onstru tion &pembangunan' +onstru tion adalah bayangan ermin dari penghapusan, kita melihat sesuatu yang tidak ada. +ontoh sederhananya adalah ketika kita melihat nama ‘,ason’, berulang kali kita salah mengintepretasikan nama tersebut dengan ‘,atson’ karena nama tersebutlah yang kita harapkan, terdengar lebih umum daripada ‘,ason’. -. Distortion &pembelokan' Distortion adalah bagaimana kita merubah pengalaman kita, menyederhanakan beberapa bagian dan mengurangi bagian yang lain. Ketika kita membelokkan suatu kejadian, kita memberi ‘beban lebih’ pada satu pengalaman dibandingkan yang lain. Hal tersebut tidaklah buruk untuk dilakukan, namun terkadang dapat membuat kita tersesat. Hal ini umum terjadi pada penjudi, dimana mereka terus memper ayai bah"a mereka dapat terus menang dibalik (akta mereka sering kalah. .ara penjudi ini menjadikan kekalahan sebagai ‘kemenangan yang tertunda’. #. /enerali0ation &generalisasi' Dengan menggeneralisasi, kita membuat mental models dengan menggunakan satu pengalaman dan menjadikannya umum untuk kejadian!kejadian lain yang sejenis. /eneralisasi ini membuat kita menyelesaikan masalah se ara lebih epat, tidak harus dari ba"ah. 1amun kekurangan dari generalisasi ini adalah melihat satu bukti yang mempengaruhi pengalaman kemudian menjadikan hal tersebut sebagai penilaian untuk semua hal sejenis. +ontohnya adalah ketika kita memiliki pengalaman buruk dengan satu jasa tv kabel, kita akan menjadikan penilaian

*. System thinking menyoroti pendapat yang salah akan sebab!akibat $ %. ketika kita melakukan hal ). Saat generalisasi digabungkan dengan prasangka buruk. kerusakan yang terjadi tergantung dari massa dan ke epatan mobil tersebut. Sedangkan ‘t"o! sided e6perien e’ adalah hal!hal yang diingat dari suatu kejadian ataupun ketidaksukaan. 2erdapat .adahal. Hal ini berarti kita memiliki ‘one!sided e6perien e’. yaitu $ %. tv kabel lain yang saat tersebut kita gunakan memiliki pelayanan jasa yang bagus. kita akan memperhatikan bukti yang menyediakan ‘rein(or ing (eedba k’ bagi hal yang kita yakini. Sederhananya. kita akan mendapat dampak besar dari input yang ke il. Hal ini akan bertambah buruk dengan hadirnya generalisasi. seperti ketika sebuah mobil menabrak mobil lain. 1amun hal ini tidak berlaku dalam me hani al systems. Mental models membentuk sebuah sistem. karena akan lebih mudah menghubungkan keduanya. Sehingga ketika kita berada di dalam sistem. hal tersebut memba"a kombinasi yang tidak berman(aat. kita harus melihat lebih jauh akan hubungan sebab dan akibat.ergi berlibur adalah salah satu ontohnya. 2ime (o us Suatu kejadian sering disalahartikan sebagai ‘rein(or ing (eedba k’ karena tidak ada batas "aktu yang ditentukan sebelumnya. segala kemungkinan mun ul dari kesamaan intensitas emosi atau dari emosi yang sama. kita akan mengkaitkannya sebagai e(ek dari ) dan membuktikan hubungan keduanya.endapat ini salah karena dalam sebuah sistem akan selalu ada penundaan dan akibat akan mun ul di bagian yang berbeda pada sistem tersebut.hal yang dapat membuat kita salah menginterpretasikan pengalaman sehingga terlihat memperkuat umpan balik yang menguatkan mental models kita. dimana yang hadir terlebih dahulu tergantung dari dimana kita memulainya. . -. Kapanpun 4 terjadi. 5ne!sided and t"o!sided e6perien es Ketika tidak memiliki ‘time (o us’. -. 3egression 3egression adalah sebuah prinsip yang dapat mengarahkan kita untuk menyamakan hubungan untuk sebuah sebab. . kita mengharapkan hal 4 terjadi. dimana sistem memiliki tujuan. 2ujuan dari sistem yang kita yakini adalah untuk memberikan arti dari setiap pengalaman yang ada. ‘ auses’ dapat diartikan dengan hubungan antara (aktor yang mempengaruhi dibandingkan dengan hubungan antar kejadian. . )kibat mengikuti sebab karena kedekatan "aktu dan ruang Kita seringkali berharap sebab dan akibat terjadi dalam "aktu yang dekat. seperti ketika kita mendapat lonjakan daya saat menginjak pedal gas mobil.roporsi akibat sama dengan sebab Hal ini memang berlaku pada hal!hal (isik. *. .tersebut sama pada tv kabel lainnya. Beyond Logic . Cause and Effect Dalam sebuah sistem. Hal tersebut terjadi karena sistem dapat menyederhanakan e(ek dengan ‘rein(or ing loops’. hanya ada satu hasil yang signi(ikan dan berharga. Sebab!akibat merupakan dua hal yang terpisah dan akibat hadir setelah adanya sebab Sebab dan akibat dilihat dari sudut pandang yang berbeda pada setiap orang.

meyakini bah"a suatu asumsi benar ketika terdapat (akta yang mendukungnya. = meyakini bah"a setiap orang memiliki potensi yang dapat dikembangkan. tetapi juga ditambahkan dari dua dimensi yang tidak dimiliki logika $ %. -. yang membuat hidup menjadi lebih sulit dengan mengarahkan pada ‘kondisi terjebak’ dan yang membuat hidup menjadi lebih mudah dengan menyelesaikan masalah. Mental models hadir dalam dua jenis. 7ist the di((i ulties *. karena akan memun ulkan kebingungan akan pemikiran bagaiman kita dapat menangani kebingung itu sendiri. : seringkali mengeluhkan hal!hal yang tidak ia sukai terhadap anak menantunya. seperti ketika kita melihat diri dalam ermin.System thinking diambil dari logika. 3e ursion dapat tidak berujung. *. Dalam setiap aktivitas organisasi. Sedangkan re ursion adalah penerapan sel(!re(eren e seperti sebuah spiral yang memba"a kita ke level yang lebih tinggi. 4eliau berasumsi anak menantunya tidak akan senang bila beliau mengatakan hal!hal tersebut &kritikan ataupun masukan'. . <a tidak akan menghiraukan asumsi!asumsi di sekelilingnya ketika ia tidak dapat menemukan (akta pendukung. 2he le(t!hand olumn -. Sel(!re(eren e dan re ursion Sel(!re(eren e adalah perbedaan yang diterapkan untuk dirinya. Di balik itu. 2aking time 7ogika tidak memiliki "aktu. seperti pernyataan 8tidak ada yang perlu dibingungkan dari kebingungan anda sendiri9. )da . ia menjadikan pemahaman tersebut sebagai a uan yang kemudian membuat dirinya memberikan kesempatan ‘tumbuh’ kepada siapa saja dan menjadikannya (okus membantu rekannya dalam mengembangkan potensi diri seiring dengan meminimalisir kekurangan yang ada. beliau memiliki masukan yang baik untuk hal!hal tersebut. 7isten to the language Contoh Mental Models Orang Terdekat %. ‘timeless’ dan berdasar pada pernyataan ‘jika’ yang diartikan dengan sebab!akibat.pemikiran yang dapat membuat kita dan orang lain berada dalam kondisi terjebak $ %. Hal ini dapat membuat kita terjebak. terlepas dari kekurangan!kekurangan yang ada. *. . 1amun beliau lebih senang men eritakan keduanya kepada saya dibandingkan dengan mengatakannya langsung kepada orang ybs.