BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dari sekian banyak bentuk sastra seperti esei, puisi, novel, cerita pendek, drama, bentuk novel, cerita pendeklah yang paling banyak dibaca oleh para pembaca. Karya– karya modern klasik dalam kesusasteraan, kebanyakan juga berisi karya – karya novel. Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri. Novel yang baik adalah novel yang isinya dapat memanusiakan para pembacanya. Sebaliknya novel hiburan hanya dibaca untuk kepentingan santai belaka. Yang penting memberikan keasyikan pada pembacanya untuk menyelesaikannya. Tradisi novel hiburan terikat dengan pola – pola. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa novel serius punya fungsi social, sedang novel hiburan Cuma berfungsi personal. Novel berfungsi social lantaran novel yang baik ikut membina orang tua masyarakat menjadi manusia. Sedang novel hiburan tidak memperdulikan apakah cerita yang dihidangkan tidak membina manusia atau tidak, yang penting adalah bahwa novel memikat dan orang mau cepat–cepat membacanya. Banyak pembaca memilih novel hiburan

karena bahasanya yang mudah dimengerti. Namun di balik itu bila kita membaca dan mengerti novel sastra kita akan lebih menikmati tinimbang membaca novel hiburan. Banyak orang menilai setelah membaca novel sastrai ia akan terasa lebih manusiawi.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Apa sajakah unsur instrinsik dalam novel salah asuhan? 2. Apa sajakah unsur ekstrinsik dalam novel salah asuhan?

1

Untuk mengetahui apa sajakah unsur ekstrinsik dalam novel salah asuhan 2 . Tujuan Sesuai dengan rumusan masalah di atas maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui apa sajakah unsur instrinsik dalam novel salah asuhan 2.C.

Untuk itu Corrie pun meninggalkan Minangkabau dan pergi ke Betawi. mungkin Hanafi menganggap bahwa Rapiah itu seperti tidak ada apabila banyak temannya orang Belanda yang datang ke rumahnya. Ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah yaitu untuk membalas budi pada ayah Rapiah yang telah membantu membiayai sekolah Hanafi. laki-laki muda asli Minangkabau. Akhirnya Corrie pun sakit hati dan pergi dari rumah menuju 3 . Sinopsis Novel Salah Asuhan Hanafi. Ibu Hanafi dan Rapiah pun sangat sedih tetapi walaupun Hanafi seperti itu Rapiah tetap sabar dan tetap tinggal dengan Ibu Hanafi. Awalnya Hanafi tidak mau karena cintanya hanya untuk Corrie saja. maka dia harus berobat ke Betawi agar sembuh. Tapi dengan bujukan ibunya walaupun terpaksa ia menikah juga dengan Rapiah. Di Betawi Hanafi dipertemukan kembali dengan Corrie. Karena Hanafi tidak mencintai Rapiah. sampai-sampai Corrie dituduh suka melayani laki-laki lain oleh Hanafi. Jika orang Bumiputera menikah dengan keturunan Belanda maka mereka akan dijauhi oleh para sahabatnya dan orang lain. Perkawinannya dengan Corrie ternyata tidak bahagia. berpendidikan tinggi dan berpandangan kebarat-baratan. Disana. gadis Indo-Belanda yang amat cantik parasnya. Akhirnya ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah. Hanafi menikah dengan Corrie dan mengirim surat pada ibunya bahwa dia menceraikan Rapiah. di rumah Rapiah hanya diperlakukan seperti babu. Dari kecil Hanafi berteman dengan Corrie du Bussee. taat pada tradisi dan adatnya. Perpindahan itu sengaja ia lakukan untuk menghindar dari Hanafi dan sekaligus untuk meneruskan sekolahnya. Tapi cinta mereka tidak dapat disatukan karena perbadaan bangsa. Karena selalu bersama-sama mereka pun saling mencintai. gadis Minangkabau sederhana yang berperangai halus. Bahkan ia cenderung memandang rendah bangsanya sendiri. Hanafi dan Rapiah dikarunia seorang anak laki-laki yaitu Syafei. Suatu hari Hanafi digigit anjing gila.BAB II PEMBAHASAN A. Rapiah adalah sepupu Hanafi.

Corrie sakit Kholera dan meninggal dunia. Hanafi sangat menyesal telah menyakiti hati Corrie dan sangat sedih atas kematian Corrie. 2. Tema Adapun tema yang terkandung dalam novel Salah Asuhan adalah perbedaan adat istiadat. paragraf 3) 4 . dan tinggallah ia bersma-sama dengan Hanafi di Solok. B. Hanafi pun pulang kembali ke kampung halamannya dan menemui ibunya. dan selamanya tinggal di kampung saja. Alur Alur yang digunakan dalam novel Salah Asuhan adalah alur maju karna pengarang menceritakan kisahnya kemasa selanjutnya. Seakan-akan hidupnya sudah tidak ada artinya lagi. disna Hanafi hanya diam saja. Analisis Novel Salah Asuhan Analisis Unsur Intrinsik 1. Hanafi sakit.Semarang. Pusat Pengisahan/Sudut Pandang Dalam novel Salah Asuhan. 4. 3. dan akhirnya dia meninggal dunia. pengarang bertindak sebagai orang ketiga yaitu menceritakan kehidupan tokoh-tokoh pada novel. “Tempat bermain tennis.” (halaman 23. kata dokter ia minum sublimat (racun) untuk mengakiri hidupnya. ditinggalkannyalah rumah gedang di Koto Anau. yang dilindungi oleh pohon-pohon kelepa disekitarnya. masih sunyi” (hal. Latar/setting Latar atau tempat terjadinya yaitu : 1) Lapangan tennis. tapi sebabkasihan kepada anak.1. paragraf 1) 2) Minangkabau “Sesungguhnya ibunya orang kampung.

wataknya keras kepala.23.“Maka tiadalah ia segan-segan mengeluarkan uang buat mengisi rumah sewaan di Solok itu secara yang dikehendaki oleh anaknya. paragraf 4) 3) Betawi “Dari kecil Hanafi sudah di sekolahkan di Betawi”(hal.” (halaman 80. paragraf 8) 5) Surabaya “Di Surabaya mereka menumpang semalam di suatu pension kecil.” (halaman 144. paragraf 8) 5 . sigaret tante boleh habiskan satu dos. paragraf 1) 5.kasihan! Ah ibuku…aku pengecut tapi hidupku kosong…habis cita-cita baik…enyah!. demikian mendengar bahwa Corrie sudah berangkat. Sudah tentu enak. mudah bergaul a) baik “O. dan bukan buatan sedih hatinya. paragraf 8) b) kasar “ Hai Buyung! Antarkan anak itu dahulu kebelakang!” kata Hanafi dengan suara bengis dari jauh. Corrie!” (halaman 103. Jembatan Merah Jakarta.” Halaman 259. Tokoh 1) Hanafi. Seketika itu ia berkata hendak menurutkan ke Semarang. ayoh coba!” (halaman 164.” (halaman 23. paragraph 1) “Sekarang kita ambil jalan Gunung Sari. paragraf 2) 2) Corrie. Paragraf 2) 4) Semarang “Pada keesokan harinya Hanafi sudah dating pula ke rumah tumpangan itu. kasar a) keras kapala “Memang….mengaku nama Tuan dan Nona Han.” (halaman 186. wataknya baik.

Angkat teh ke dapurl 6 . ruangan di jantung tuan Hanafi amat luas. Syafei. paragraf 4) 5) Tuan Du Busse.Diam! Bawa anak itu ke belakang.” kata Corrie sambil tertawa. airmatanya saja berhamburan.” (halaman 119. lalu mengganti tangisnya dengan beriba-iba. paragraf 2) 3) Rapiah. paragraf 5) 4) Ibu Hanafi. paragraf 4) b) baik “Sekarang sudah setengah tujuh. Hanafi! Turutilah ibumu mengucap menyebut nama Allah bagimu dan tidak akan bertutur lagi dengan sejauh itu tersesatnya” (halaman 85. Seakan-akan tahulah anak kecil itu. dalam dukungan ibunya yang tadinya menangis keras.” (halaman 7.” (halaman 83. paragraf 5) 6) Si Buyung. Kata ibuku tidak adalah orang yang sebaik ayahku itu. wataknya sabar dan baik a) sabar “Astagfirullah. wataknya penurut “Kau kugaji buat kesenanganku dan bukan buat bermalas-malas. paragraf 4) b) baik “Apakah ayahmu orang baik? Uah sungguh-sungguh orang baik. baik a) sabar “Rapiah tunduk. “buat dua tuga orang perempuan saja masih berlapang-lapang. wataknya tegas “Tapi Corrie mesti bersekolah yang sepatut-patutnya” (halaman 10. sudah jauh terlampau waktu berbuka.b) mudah bergaul “Oh. bahwa ibunya yang tdak berdaya. wataknya sabar. Hamba disuruh kejalan. Piah! Sebaik-baiknya hendaklah engkau pergi makan dahulu. tidak menyahut. sedang menempuh azab dunia dan menanggung aib di muka-muka orang.” (halaman 238.

bu. wataknya berani “Itulah yang kusukai.” (halaman 196. Pada novel ini juga terdapat : a) Peribahasa “saat ini. karena akhirnya akan saling menyiksa keduanya. Karna novel ini adalah novel lama dan dilamnya juga terdapat bahasa Belanda. 8.” (halaman 80. 2) Jangan memaksakan suatu pernikahan yang tidak pernah diinginkan oleh pengantin tersebut. Oleh karena gula habis’ terpaksalah ia disuruh ke toko yang tidak berapa jauh letaknya dari rumah.alu menceritakan apa yang diperintahkan kepadanya. yaitu pilihlah adat yang layak dan baik kita terima di negeri kita. 7 . paragraf 2) 7. paragraf 2) 7) Syafei. keningmu licin. paragraf 3) b) Majas perbandingan (perumpamaan) “Sesungguhnya tiadalah berdusta apabila ia berkata sakit kepala. Sekian musuh nanti kusembelih dengan pedangku. paragraf 8) 6. Amanat Adapun amanat yang terkandung dalam novel Salah Asuhan adalah : 1) Janganlah melupakan adat istiadat negeri sendiri. bolehkah ibu menuturkan niatku itu. air mukamu jerni. supaya tidak menjadi duri dalam daging” (halaman 25. jikalau ada adat istiadat dari bangsa lain. Diksi Pemilihan kata pada novel Salah Asuhan ini cukup sulit untuk dimengerti karena banyak terdapat bahasa Belanda. karna sebenarnyalah kepalanya bagai dipalu” (halaman 47. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalan novel Salah Asuhan ini cukup sulit untuk diartikan. boleh saja kita menerima tapi harus pandai memilih.

8 . 17 Juni 1959 pada umur 75 tahun) adalah seorang sastrawan dan wartawan Indonesia. Jawa Barat. Disini juga dijelaskan bahwa adanya orang yang melupakan adat istiadatnya sendiri. sekarang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia). banyak menceritakan tentang kedurhakaan seorang anak pada ibunya. 2. Ia juga pernah menjadi anggota Volksraad yang didirikan pada tahun 1916 oleh pemerintah penjajahan Belanda. Jakarta akan tetapi tidak tamat. Pendidikan terakhirnya adalah di Stovia (sekolah kedokteran. Latar belakang penciptaan karya sastra Berasal dari luar diri pengarang.Analisis Unsur Ekstrinsik 1. Bukittinggi. Kondisi masyarakat saat karya sastra diciptakan. Yang mana pada zaman sekarang ini juga banyak anak yang durhaka pada ibunya. Pengarang menciptakan novel ini karena berdasarkan kehidupan sosial masyarakat pada masa itu yang menceritakan seseorang yang melupakan adat istiadatnya. 3. Sejarah dan latar belakang pengarang Abdoel Moeis (lahir di Sungai Puar. C. Relevansi dengan Zaman Sekarang Dalam novel Salah Asuhan ini. Bahkan sampai-sampai anak tersebut disumpahi oleh ibunya. karena pada novel ini pengarang hanya sebagai sudut pandang orang ketiga. Sebagaimana kita tahu bahwa remaja saat ini juga bersikap demikian. 3 Juli 1883 – wafat di Bandung. Sumatera Barat.

dan telah mengalami pencetakan ulang berkali-kali karena banyak peminat yang ingin memahami maknanya. Dengan demikian novel ini layak untuk dipahami. untuk lebih remaja mempertimbangkan untung ruginya ke depan akibat pernikahan tersebut. agar siswa siswi dapat memahami jelas bagaimana kehidupan campuran antara orang Timur dengan orang Barat. Saran Novel Salah asuhan ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi yang hendak mengadakan pernikahan campuran. Novel ini kerap kali menjadi bacaan yang digunakan di sekolah-sekolah. Kesimpulan Abdoel Meis adalah pengarang pembaharu dalam kesastrawan lama Indonesia. B. Abdoel Moeis adalah pengarang angkatan Balai Pustaka. 9 . Novel Salah Asuhan telah dikenal luas oleh masyarakat.BAB III PENUTUP A. Cerita yang dikarangnya ini berbentuk roman tentang kehidupan masyarakat.

html 10 .com/2011/12/analisis-novel-salahasuhan.DAFTAR PUSTAKA Moeis.blogspot. Abdoel. Salah Asuhan. http://tugasanalisisnovelsalahasuhan. Jakarta: Balai Pustaka. 2009.