Askep Hipopituitari

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung kedalam darah yang beredar dalam jaringan. Kelenjar tanpa melewati duktus atau saluran dan hasil sekresinya disebut hormon. Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon tunggal). Disamping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau hormon ganda, misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain. Berasal dari sel-sel epitel yang melakukan ploriferasi kearah pengikat sel epitel yang telah berproliferasi dan membentuk sebuah kelenjar endokrin, tumbuh dan berkembang dalam pembuluh kapiler. Zat yang dihasilkannya disebut hormone, dialirkan langsung kedalam darah. Dalam keadaan fisiologis hormone mempunyai pengaturan sendiri sehingga kadarnya selalu dalam keadaan optimum untuk menjaga keseimbangan dalam organ yang berada dibawah pengaruhnya, mekanisme pengaturan ini disebut system umpan balik negative. Misalnya, hipofise terhadap hormone seks yang dihasilkan oleh gonad, hipofise pars anterior menghasilkan gonadotropin yang merangsang kelenjar gonad menghasilkan hormone seks. Hormone yang dihasilkan kelenjar endokrin ada beberapa macam. Zat yang secara fungsional dapat dikualifikasikan sebagai hormone kimia dikategorikan sebagai hormone organik. Fungsi kelenjar endokrin, yaitu : 1. Menghasilkan hormone yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan o;eh jaringan dalam tubuh tertentu. 2. 3. 4. 5. Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh. Merangsang aktivitas kelenjar tubuh. Merangsang pertumbuhan jaringan. Mengatur metabolism, oksidasi, meningkatkan absorbs glukosa pada usus halus.

6. Mempengaruhi metabolism lemak, protein, hidratarang, vitamin, mineral, dan air. Hormone yang bermolekul besar (polipeptida dan protein) tidak dapat menembus sel dan bekerja pada permukaan sel. Hormone yang bermolekul kecil (tyroid dan steroid) mempunyai pengaruh terhadap spectrum sel-sel sasaran yang lebih luas, menembus membrane sel berkaitan dengan reseptor protein. B. Tujuan Penulisan

Tujuan Umum : 1. Memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah

dan berat sekitar 0. khususnya pembentukan protein. Hormone pertumbuhan meningkatkan pertumbuhan binatang dengan mempengaruhi banyak fungsi metabolism diseluruh tubuh. Anatomi Fisiologi Kelenjar pituitaria juga dinamakan hipofisis. yaitu : 1. . Secara fisiologis hipofisis dibagi dalam dua bagian. Hipofisis Anterior (Adenohipofisis) Hormon-hormon hipofisis anterior yang memegang peranan utama mengatur fungsi metabolisme diseluruh tubuh. 2. b. yaitu : a. merupakan kelenjar kecil garis tengah kurang dari 1 cm. 6. 7.5 – 1 gram yang terletak dalam sella tursica pada basis otak dan dihubungkan dengan hipotalamus oleh tangkai pituitaria atau infundibulum hipotalami. Adrenokortikotropin (Kortikotropin) mengatur sekresi beberapa hormone korteks adrenal. Mengetahuai tentang anatomi dan fisiologi kelenjar pituitary (hipofisis) Mengetahui tentang Hipopituitari Mengetahuai penyebab hipopituitari Mengetahui patofisiologi terjadinya hipopituitari Mengetahui tanda dan gejala terjadinya hipopituitari Mengetahui tentang asuhan keperawatan klien dengan hipopituitari Mengetahui tentang asuhan keperawatan klien dengan dwarfisme dan diabetes insipidus BAB II PEMBAHASAN A. protein. 4. 5. dan lemak. c. 3. Hormone perangsang tiroid (Tirotropin) mengatur kecepatan sekresi tiroksin oleh kelenjar tiroid. dan tiroksin selanjutnya mengatur kecepatan sebagian besar reaksi-reaksi kimia seluruh tubuh. yang selanjutnya mempengaruhi metabolism glukosa.Tujuan Khusus : 1.

Hormone anti diuretic (ADH) mengatur kecepatan ekskresi air kedalam urine dan dengan cara ini membantu mengatur konsentrasi dalam cairan tubuh.(Jonathan gleadle) C. “releasing dan inhibitory factor” ini bekerja pada sel kelenjar untuk mengatur sekresinya. (standar perawatan pasien. Sekunder dari tumor – tumor jinak atau ganas metastasik desak ruang. hal :233) Hipopituitari adalah penurunan atau tidak ada sekresi satu atau lebih hormone kelenjar hipofisis anterior.(keperawatan medical bedah. mengatur pertumbuhan gonad serta aktivitas reproduksinya. adrenal. Etiologi Faktor. Hipofisis Posterior (Neurohipofisis) Dua hormone yang disekresi oleh hipofisis posterior memegang peranan lain : a.Mengkontraksi alveolus payudara. b. dan hormone pertumbuhan akibat penyakit hipofisis. Jadi. Prolactin meningkatkan perkembangan kelenjar mammae dan pembentukan susu. Long) Hipopituitari adalah insufisiensi hipofisis akibat kerusakan lobus anterior kelenjar hipofise. Pada hipofisis anterior. B. Pengertian Hipopituitari Hipopituitari adalah hiposekresi satu atau lebih hormone hifopisis anterior. hipotalamus merupakan pusat himpunan informasi mengenai keadan tubuh sejahtera. e. . sekresi hipofisis anterior diatur oleh hormone yang dinamakan “releasing” dan “unhibitory hormones (atau „factor‟) hipotalamus” yang disekresi dalam hipotalamus sendiri dan kemudian dihantarkan ke hipofisis anterior melalui pembuluh darah kecil yang dinamakan pembuluh portal hipotalamik hipofisial. Oksitosin . dan dua hormone gonadotropin. . dan selanjutnya sebagian besar informasi ini digunakan untuk mengatur sekresi kelenjar hipofisis. Hormone Perangsang Folikel dan Hormone Luteinisasi. (Barbara C. Sebaliknya. sehingga membantu mengalirkan susu dari kelenjar mammae ke puting susu selama pengisapan. hal :399 ) Hipopituitari adalah defisiensi hormone tyroid. gonadal.d.Mengkontraksikan uterus jadi membantu melahirkan bayi pada akhir kehamilan Sekresi hipofisis posterior diatur oleh serabut saraf yang berasal pada hipotalamus dan berakhir pada hipofisis posterior.faktor yang dapat menyebabkan hipopituitari diantaranya adalah : 1. 2.

dan sekunder bila gangguan terdapat pada hipotalamus. 8. yaitu : . aneurisma arteri karotis. Defek perkembangan Kongenital. hemokromatosis. Hipopituitari idiopatik Defek congenital seperti pada dwarfisme pituitary atau hipogonadisme. infark post partum (sindrom seehan ). Wanita yang terserang penyakit ini tidak akan mengalami menstruasi dan pada pria akan menderita impotensi dan kehilangan libido. yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Panhipopituitarisme. intoleransi terhadap dingin. Ketika anak-anak tersebut mencapai pubertas maka tanda-tanda seksual sekunder genetalia eksternal gagal berkembang. penurunan berat badan. nafsu makan buruk. Patofisiologi Penyebab hipofungsi hipofise dapat bersifat primer dan sekunder. karena dibuat di hipotalamus lalu disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior. D. Iskemia. 3. Diagnosis insufisiensi hipofise dapat diduga secara klinik namun harus ditegakkan melalui uji biokimia yang sesuai.. Primer bila gangguannya terdapat pada kelenjar hipofise itu sendiri. Pada orang dewasa dikenal sebagai (penyakit simmons) yang ditandai dengan kelemahan umum. 5. Dwarfisme ( cebol ) merupakan ganguan pertumbuhan somatic akibat insufesiensi pelepasan Growth Hormone yang terjadi pada anak. yang akan menunjukkan defisiensi hormon. 6. pasca meningitis.2. dan hipotensi. seperti pada nekrosis postpartum (sindrom Sheehan „s). adenoma hipofise nonfungsional) atau merusak hipotalamus (mis.. 2. Perdarahan ke dalam adenoma hipofisis. kraniofaringioma atau glioma). Primer atau sekunder dari infark tumor hipofisis. 3. Setelah cedera kepala. Infiltrasi dan granuloma. Histiositosis. Penyebab tersebut termasuk diantaranya : 1. Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal. seperti pada dwarfisme pituitari atau hipogonadisme. Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin).anak yang telah mencapai usia 10 tahun mempunyai perkembangan badan anak usia 4-5 tahun. Hormon ini unik. Insufisiensi hipofise pada masa kanak-kanak akan mengakibatkan dwarfisme. sedangkan usia 20 tahun mempunyai perkembangan badan usia 7-10 tahun. 4. Traumatic. sarkoidosis. 7. Sindrom sela tursika yang kosong. Vaskuler. Tuberculosis. Infeksi. Tumor yang merusak hipofise (mis.

hilangnya libido. Defisiensi gonadotropin : laki-laki terjadi impoten. c. 5. Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan. potensial atrofi payudara. demikian pula lidah dan rahang). 6. emosi labil dan manifestasi deficit prolactin ( ibu pascapartem tidak mengeluarkan air susu dan kadar prolactin serum kurang ). 5. Defisiensi hormone pertumbuhan : gangguan pertumbuhan pada anak-anak (dwarfisme).1. gangguan ereksi. Hiperprolaktinemia : amenore atau alogomenore galaktore (30%). hipertensi dan arthralgia (nyeri sendi). dan rambut rontok. 3. Pada dewasa terjadi tubuh pendek sekali. 2. atrofi uterus dan vagina. Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon antidiuretik ke dalam aliran darah. dan pada anakanak mengalami terlambat pubertas. dan osteoporosis. Diagnosis diabetes insipidus semakin kuat jika sebagai respon terhadap hormon antidiuretik : a. E. pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti tekanan darah naik denyut jantung kembali normal. hipertensi. 3. Gambaran dari produksi hormone pertumbuhan yang berlebih. pertumbuhan otot buruk sehingga cepat lelah. jumlah sperma berkurang. infertilitas pada wanita. Sindrom Chusing : obesitas sentral. Defisiensi TSH : rasa lelah konstipasi kulit kering gambaran laboratorium dari hipertiroidisme. 7. DM. Pada wanita terjadi oligomenorea / amenorea. testis mengecil. berkeringat banyak. Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak) Tumor 6. 7. Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik 2. 4. striae. b. Tanda dan Gejala 1. impotensi pada pria. . Sakit kepala dan gangguan penglihatan atau adanya tanda-tanda tekanan intracranial yang meningkat. hirsutisme. termasuk akromegali (tangan dan kaki besar. 4.

Tidak ada pembatasan makan dan minum 2. Specimen adalah darah vena ± 5 cc. Tanpa persiapan secara khusus. gambaran lab dari penurunan fungsi adrenal. . Defisit Vasopresin : poliuria. 9. anoreksia. Kadar Adrenokortiko Tropik (ACTH) Pengukuran dilakukan dengan tes supresi dexametason. Tidak dibutuhkan persiapan fisik secara khusus. Kadar Tiroid Stimulating Hormone (TSH) Nilai normal 6-10 µg/ml. a. rasa lelah yang nyata. Persiapan khusus secara fisik tidak ada. dan tidak mampu memekatkan urine.8. nemun pendidikan kesehatan tentang tujuan dan prosedur sangatlah penting. Tidak ada persiapan fisik secara khusus. a. F. Dapat terjadi tumor atau juga atropi. Bila klien menggunakan obat-obatan sperti kortisol atau antagonisnya dihentikan lebih dahulu 24 jam sebelumnya. dehirasi. Defisit kortikotropin : malaise. polydipsia. CT Scan Otak Dilakukan untuk melihat adanya kemungkinan tumor otak pada hipofise atau hipotalamus melalui komputerisasi. Pemeriksaan Darah dan Urine Kadar Growth Hormone (GH) Nilai normal 10 µg ml baik pada anak dan orang dewasa. Pada bayi dibulan-bulan pertama kelahiran nilai ini meningkat kadarnya. lampirkan jenis obat dan dosisnya pada lembaran pengiriman specimen. 3. 1. namun diperlukan penjelasan agar klien dapat diam dan tidak bergerak selama prosedur. Dilakukan untuk menentukan apakah gangguan tiroid bersifat primer atau sekunder. gejala-gejala yang sangat hebat selama menderita penyakit sistemik ringan biasa. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Diagnostik Foto tengkorak atau kranium Dilakukan untuk melihat kondisi sella tursika. Persiapan 1. Bila obat-obatan harus diberikan. Specimen yang diperlukan adalah darah vena ± 5 cc dan urine 24 jam. c. b. b. 2. Dibutuhkan darah ± 5 cc. pucat.

4. • • ACTH menurun kadarnya dalam darah. 3. Hasil. diberikan peroral. Cegah stres fisik dan psikologis. Cairan perinfus NaCl. Nilai normal bila kadar kortisol darah kurang atau sama dengan 3 mg/dl dan ekskresi 17 OHCS dalam urine 24 jam kurang dari 2.5 mg. Penatalaksanaan Medis Kausal Bila disebabkan oleh tumor. Cara sederhana dapat juga dilakukan dengan pemberian dexametason 1 mg/oral tengah malam. baru darah diambil ± 5 cc pada pagi hari dan urine ditampung selama 5 jam. Normal bila . Specimen dikirim ke laboratorium. Kortisol darah kurang dari 5 ml/dl 17-Hydroxi-Cortiko-Steroid (17-OHCS) dalam urine 24 jam kurang dari 2. c. G. 2.5 ml/hari selama-lamanya dua hari Besok paginya darah vena diambil sekitar 5 cc Urine ditampung selama 24 jam Kirim specimen (darah dan urine) ke laboratorium. Estrogen pada wanita untuk mempertahankan siklus haid. Pembedahan pada tumor hipofisis. e. Klien diberi dexametason 4 x 0. dan vasoreses. glukosa. Pulvis tiroid atau tiroksin diberikan setelah terapi dengan hidritoksin. Pelaksanaan 1. b. Testosterone pada penderita laki-laki 200 mg IM / 2 minggu Flvoxymetron 10 mg perOs/hari.4.5 mg. H. bila gejala-gejala takanan oleh tumor progresif dilakukan operasi. 1. umumnya disesuaikan denga siklus harian sekresi steroid. 1. Hidrokortison : antara 20-30 mg selama 5 hari. Asuhan Keperawatan Pengkajian . Terapi Substitusi a. steroid. umumnya dilakukan radiasi. 2. yaitu 10-15 mg waktu pagi dan 10 mg waktu malam. d.

Adakah penyakit atau trauma pada kepala yang pernah diderita klien. perlu juga dikaji data lain sebagai data penyerta seperti bila penyebabnya adalah tumor maka perlu dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi serebrum dan fungsi nervus kranialis. penis tidak tumbuh. h. dll. c. tidak mendapat haid. ukur berat badan dan tinggi badan. d. Riwayat penyakit dahulu. e. Keluhan utama klien: . Tergantung pada penyebab hipopituitarisme. Data penunjang dari hasil pemeriksaan diagnostik seperti: . b. Apakah keluhan terjadi sejak lahir. Sejak kapan keluhan dirasakan.Ukuran otot dan tulang kecil .Pengkajian keperawatan pada klien dengan kelainan ini antara lain mencakup: a. amati bentuk dan ukuran buah badan. Palpasi kulit. g. Kaji pula dampak perubahan fisik terhadap kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. payudara tidak tumbuh. pada wanita biasanya menjadi kering dan kasar.Tanda-tanda seks sekunder tidak berkembang.Nyeri senggama pada wanita f. serta riwayat radiasi pada kepala.Amati bentuk. Infertilitas Impotensia Libido menurun . Berat dan tinggi badan saat lahir. Pemeriksaan fisik .Pertumbuhan lambat . dan adanya keluhan nyeri kepala. dan ukuran tubuh. pertumbuhan rambut axilla dan pubis dan pada klien pria amati pula pertumbuhan rambut di wajah (jenggot dan kumis). Tubuh kecil dan kerdil sejak lahir terdapat pada klien kretinisme. tidak ada rambut pubis dan axilla. Dampak defisiensi GH mulai tampak pada masa balita sedang defisiensi gonadotropin nyata pada masa praremaja.

perubahan pada respons seperti individu biasanya. Diskusikan tanda/ gejala depresi dengan klien/ orang terdekat. kortisol.Pemeriksaan serum darah. GH. Kolaborasi : Rujuk ke konselor/ ahli seksual sesuai kebutuhan. LH dan FSH.. androgen. Intervensi : Dorong klien untuk dapat mengungkapkan perasaan dan fikirannya tentang perubahan tubuh yang dialami Perhatikan perilaku menarik diri. testosterone. test stimulasi yang mencakup uji toleransi insulin dan stimulasi tiroid realizing hormon. Jelaskan hubungan antara gejala dengan asal penyakit. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Dwarfisme 1) Diagnosa keperawatan I : Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan strukrur dan fungsi tubuh akibat defisiensi Growth Hormon. aldosteron. 3) Diagnosa Keperawatan III Harga diri rendah berhubungan dengan perubahan penampilan tubuh Intervensi : Diskusikan situasi/ dorong pernyataan masalah. .Foto cranium untuk melihat pelebaran dan atau erosi sella tursika . prolaktin. tidak efektif menggunakan pengingkaran atau perilaku yang mengindikasikan terlalu mempermasalahkan tubuh dan fungsinya Anjurkan orang terdekat memperlakukan klien secara normal dan bukan sebagai orang yang memiliki kekurangan 2) Diagnosa Keperawatan II Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan strukrur dan fungsi tubuh akibat defisiensi Growth Hormon Intervensi : Dorong klien untuk berbagi fikiran/ masalah dengan teman/ pasangan Diskusikan sensasi/ ketidaknyamanan fisik. a. 2.

800 ml selama spre hari. Prosedur operasi tersebut mencakup tindakan transpenoidal hipofisektomi dengan narkose. Insisi pada bagian dalam bibir atas dan masuk ke sella tursika melalui sinus spenoidalis. b. pada waktu yang sama dan alat ukur yang sama 2) Diagnosa Keperawatan II Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anorexia Intervensi : Timbang berat badan setiap hari atau sesuai dengan indikasi Tentukan program diet dan pola makan klien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan klien Identifikasi makanan yang disukai atau dikehendaki termasuk kebutuhan etnik/ cultural Kolaborasi : Lakukan konsultasi dengan ahli diet 3. Diabetes Insipidus 1) Diagnosa Keperawatan I Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit (kekurangan volume cairan) berhubungan dengan output urin yang berlebihan Intervensi Rencanakan tujuan pemasukan cairan untuk setiap pergantian ( misalnya 1000 ml selama siang hari. Secara umum prinsip perawtan klien dengan hipofisektomi adalah sebagai berikut : 1. Yang kedua adalah transfrontal kraniotomi yaitu dengan membuka rongga cranium melalui tulang frontal. Pantau keseimbangan cairan khususnya terhadap haluaran yang berlebihan dari masukan karena dapat terjadi diabetes insipidus transien .Kolaborasi : Rujuk ke konseling profesional sesuai kebutuhan. Pantau status neurologi klien 2. 300 ml pada malam hari) Catat pemasukan cairan dan pengeluaran urin Timbang berat badan setiap hari dengan jenis baju yang sama. Tindakan Pembedahan Hipofisektomi dalah tindakan pengangkatan adenoma hipofise melalui pembedahan.

minum air yang cukup. Pantau nasal drip terhadap jumlah dan kuantitas drainase. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang dilakukan 2. batuk.3. Jelaskan penggunaan obat-obatan dan jelaskan pula perlunya tindak lanjut secara teratur. Perawatan preoperasi 1. cukup berkumur setiap kali setelah makan. Juga jelaskan agar klien mengindahkan factor-faktor yang dapat mencegah obstipasi seperti makan-makanan tinggi serat. menggosok hidung atau bersin 5. Adanya tanda halo menunjukkan kebocoran CSF 7. Anjurkan klien untuk berkumur sampai bersih setiap kali selesai makan karena tidak diperbolehkan menyikat gigi sampai penyembuhan sempurna 6. pelunak feses bila diperlukan. hormonal. Perawatan pascaoperasi 1. perawat menjelaskan agar klien menghindari aktivitas yang dapat menghambat penyembuhan seperti mengejan. menggosok gigi. 4. Setelah tindakan transfenoidal hipofisektomi. dapat berlangsung 3-4 bulan. Amati respons neurologic klien dan catat perubahan penglihatan. 8. Klien tidak menyikat gigi 1-2 minggu sampai penyembuhan sempurna. lapang pandang. . Menjelaskan pengguanaan balut tekan yang di tempatkan dari bawah hidung. pemberian hormone diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan cairan. batuk. Setelah operasi. diorientasi. dan perubahan kesadaran serta penurunan kekuatan motoric ekstremitas. Anjurkan klien bernafas melalui mulut selama pemasangan tampon 3. Pantau fungsi kolon untuk mencegah konstipasi Ajarkan cara menggunakan obat-obatan (hormone) yang diprogramkan. Menjelaskan berbagai prosedur diagnostik yang diperlukan sebagai persiapan operasi seperti pemeriksaan neurologik. bersin. Dorong klien untuk mempertahanka ventilasi paru dengan latihan napas dalam Anjurkan klien untuk tidak batuk. setelah tindakan dilaksanakan. swab tenggorok untuk pemeriksaan kultur dan sensitivitas Pendidikan kesehatan Pendidikan kesehatan dilakukan sebelum tindakan pembedahan dilakukan. Oleh karena itu anjurkan klien memeriksakan gusinya untuk mengetahui adanya lesi dan perdarahan dengan menggunakan cermin setiap hari. Jelaskan bahwa sensasi hilang rasa pada daerah insisi adalah biasa. dll. Menjelaskan penggunaan tampon hidung selama 2-3 hari pascaoperasi. karena hal ini dapat menghambat penyembuhan luka 4.

b. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus yaitu hipofisis anterior terdiri dari hormon-hormon yaitu hormone pertumbuhan. Jika klien mengeluh nyeri kepala yang menetap waspada terhadap kemungkinan CSF masuk ke dalam sinus. terhadap kemingkinan mengandung glukosa. 6. Kolaborasi pemberian gonadotropin. 4. ajarkan klien bernafas dalam. BAB III PENUTUP A. Amati pula komplikasi pascaoperasi yang lazim terjadi seperti transient insipidus (diabetes insipidus sesaat) bila terjadi hal tersebut lakukan intervensi seperti berikut : a. Hindari batuk. Bila diperlukan lakukan pemasangan indwelling kateter untuk memudahkan pemantauan haluaran cairan e. (Barbara C. hormone perangsang tiroid (Tirotropin). Kaji drainase nasal terhadap kualitas dan kuantitas. sebagai dampak hipofisektomi. Tinggikan posisi kepala 30-45 derajat. Catat cairan yang masuk peroral maupun parenteral Tingkatkan masukan cairan bila ada rasa haur Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian vasopressin d. Long). Kaji tanda-tanda infeksi (meningitis) dengan cermat. Hipofisis posterior terdiri dari hormon-hormon yaitu hormone antidiuretik dan hormone oksitoksin. 8. . 5. Ukur berat badan setiap hari. Hipopituitari adalah hiposekresi satu atau lebih hormone hifopisis anterior. 7. Halo sign adalah warna bening jernig pada tepi cairan drain yang ditaruh di atas kain kassa merupakan tanda adanya kebocoran CSF. lakukan hygiene oral secara teratur karena pernapasan mulut dan penggunaan tampon. hormone Adrenokortikotropin.2. Kesimpulan Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung kedalam darah yang beredar dalam jaringan. prolaktin dan Hormone Perangsang Folikel dan Hormone Luteinisasi. c. kortiso. 3. Anjurkan klien untuk melaporkan pada perawat bila terjadi pengeluaran secret dari hidung ke faring (post nasal drip) yang kemungkinan mengandung CSF.

B. Jonathan. Jakarta : EGC. 3. Tumor yang merusak hipofise (mis. Kepada perawat agar dapat memberikan asuhan keperawatan terutama saat mengkaji klien haruslah dengan kenyataan atau tanda dan gejala yang klien rasakan agar tidak salah dalam melakukan diagnosa dan rencana keperawatannya. Arthur C. adenoma hipofise nonfungsional) atau merusak hipotalamus (mis. Syaifuddin. Jakarta : EGC. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit Edisi 3. Mitchell. 2005. 2009. 2007. Saran Kepada pembaca makalah ini. penulis sarankan untuk lebih memahami penyakit dwarfisme dan diabetes insipidus ini supaya dapat membedakannya dengan penyakit secara umumnya. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik. Sylvia Anderson. . Richard N.. Daftar Pustaka Gleadle. Jakarta : EGC. kraniofaringioma atau glioma).Penyebab hipofungsi hipofisis termasuk diantaranya : 1. Jakarta : Erlangga. Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit.. 2008. seperti pada dwarfisme pituitari atau hipogonadisme. Price. Defek perkembangan Kongenital. Iskemia. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit Edisi 7. 1990. Guyton. seperti pada nekrosis postpartum (sindrom Sheehan „s). 2.