Rasa suka tidak perlu diumbar, apalagi kau pamer-pamerkan.

Semakin sering kau me ngatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu . Kita tidak bisa memilih orang tua, tidak bisa memilih terlahir dari keluarga kay a raya, raja2, orang tua ganteng-cantik dan sebagainya. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memilih mensyukuri keluarga kita saat ini. S elalu ada alasan kenapa hidup kita begini atau begitu. Dan kalau kita tidak paha m, bukan berarti lantas Tuhan tidak adil. Bukan ketika diomeli, dimarahi, dicereweti yang menyakitkan. Itu sih tandanya or ang lain masih sayang. Yang lebih menyakitkan adalah: saat orang lain memutuskan sudah tidak peduli la gi. Ditegur tidak, disapa juga tidak, didiamkan saja. Dianggap tidak ada. Maka berkata jujur, terus terang meski itu menyakitkan jauh lebih baik dibanding manis di depan di belakang menusuk. Maka tampil adanya meski itu tidak bisa menyenangkan orang lain jauh lebih baik dibanding memakai topeng dan semua orang suka. Tidak ada itu yang disebut dengan sekolah/universitas paling keren, fakultas pal ing elit, jurusan paling hebat. Kalaupun ada, biarin saja orang lain sibuk memba ngga2kannya, membicarakannya. Bagi kita, yang membuat keren, elit atau hebat proses belajar itu adalah kita s endiri. Lakukan yang terbaik, terus belajar sungguh2, mencintai prosesnya, maka semua akan dengan sendirinya keren, elit dan hebat. Jadi jangan cemas memilih pe ndidikan masa depan. --Tere Liye