You are on page 1of 25

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Psoriaris yang secara harfiah berarti keadaan gatal adalah gangguan peradangan hiper proliferatif rekuren yang tidak diketahui sebabnya. Psoriaris sering ditemukan mengenai pada satu sampai tiga juta orang di Amerika Serikat. Penyakit paling sering timbul pada orang muda berusia kurang dari 20 tahun, tetapi dapat terjadi pada semua golongan umur. Pria dan wanita terkena dalam jumlah yang sama. Sekitar 30% pasien mempunyai riwayat keluarga Psoriaris. Epidemiologi penyakit ini dapat ditemukan diseluruh dunia dengan angka kesakitan yang berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain. Pada bangsa yang berkulit hitam seperti di Afrika jarang ditemukan. Angka kesakitan penyakit ini di Amerika dilaporkan sebesar 1%, Jerman 1,3%, Denmark 1,7%, Inggris 1,7% dan Swedia 2,3%. Di Indonesia belum ada angka kesakitan yang jelas untuk penyakit ini. Sebagai salah satu penyakit kulit yang paling sering ditemukan, psoriasis menjangkiti kurang lebih 2% populasi (Cam, 1992). Diperkirakan bahwa keadaan ini berasal dari cacat herediter yang menyebabkan over produksi keratin. Meskipun penyebab primernya tidak diketahuii, kombinasi susunan genetic yang spesifik dan rangsangan dari lingkungan dapat memicu terjadinya penyakit tersebut. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa proliferasi sel di antarai oleh system imun. Periode stress emosional dan ansietas turut memperburuk keadaan, sementara trauma, infeksi serta perubahan musim dan hormonal merupakan faktor pemicu. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apa definisi dari penyakit kulit Psoriasis? 2. Apa macam-macam penyakit kulit Psoriasis? 3. Apa manifestasi klinis pada penyakit kulit Psoriasis? 4. Bagaimana penatalaksanaan pada Psoriasis? 5. Bagaimana Asuhan Keperawatan pada penyakit kulit Psoriasis? [ sistem integument-psoriasis ] Page 1

C. Tujuan Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan penulisan ini yaitu sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui dan memahami definisi dari Psoriasis. 2. Untuk mengetahui dan memahami macam-macam dari Psoriasis. 3. Untuk mengetahui dan memahami manifestasi klinis dari Psoriasis. 4. Untuk mengetahui dan memahami penatalaksanaan dari Psoriasis. 5. Dapat menyusun dan memahami Asuhan Keperawatan pada Psoriasis.

[ sistem integument-psoriasis ]

Page 2

Psoriasis merupakan penyakit radang kulit kronik dan rekuren / kambuhan. Psoriasis adalah masalah kulit di mana bagian kulit menjadi radang dan ditutupi sisik berwarna perak atau kelabu pada siku. berwarna putih keabu-abuan atau putih seperti perak / mika.( Price. yang disebabkan oleh proses autoimun dan kadang-kadang dapat diturunkan. lutut dan kulit kepala. ditandai dengan adanya bercak-bercak kemerahan dengan sisik putih yang kasar dan tebal. Psoriasis adalah sejenis penyakit kulit kronis yang tidak menular. bercak. Psoriasis adalah suatu penyakit radang kulit yang kronis. bersisik yang dikenal dengan nama penyakit papulosquamoas. Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau timbul/hilang. Biasanya bentuk kulit bersisik. yang dipengaruhi terutama oleh sel T (salah satu jenis sel darah putih). Psoriasis adalah penyakit inflamasi non infeksius yang kronik pada kulit dimana produksi sel-sel epidermis terjadi dengan kecepatan ± 6-9 x lebih besar daripada kecepatan sel normal. kering. Psoriasis adalah penyakit inflamasi kulit yang bersifat kronik dan rekuren. penyakit ini [ sistem integument-psoriasis ] Page 3 . 1994). Definisi Psoriasis adalah ganggguan kulit yang ditandai dengan plaque. Penyakit tersebut dianggap sebagai suatu penyakit gangguan kekebalan tubuh. Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak merah dengan sisik kasar dan tebal. sering kambuh. Psoriasis adalah sejenis penyakit kulit yang penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. yang khas ditandai dengan papula atau plak eritematosa. batas tegas dan tertutup skuama tebal berlapis-lapis. Sel T yang teraktivasi akan berinteraksi dengan sel kulit (terutama keratinosit) dan mengakibatkan pembentukan kulit yang tebal dan bersisik.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Khas pada psoriasis timbul setelah 7-14 hari terjadinya trauma.  Faktor endokrin Insiden tertinggi pada masa pubertas dan menopause. Psoriasis cenderung membaik selama kehamilan dan kambuh serta resisten terhadap pengobatan setelah melahirkan. namun menghilang setelah infeksinya sembuh. Diduga penyakit ini diwariskan secara poligenik. bekas vaksinasi. Etiologi Penyebab psoriasis sampai saat ini belum diketahui. Kadang-kadang psoriasis pustulosa generalisata timbul pada waktu hamil dan setelah pengobatan progesteron dosis tinggi. Kemungkinan hal ini merupakan mekanisme fenomena Koebner. luka bekas operasi. Walaupun sebagian besar penderita psoriasis timbul secara spontan.  Iklim Beberapa kasus cenderung menyembuh pada musim panas. namun pada beberapa penderita dijumpai adanya faktor pencetus antara lain:  Trauma Psoriasis pertama kali timbul pada tempat-tempat yang terkena trauma. dan sebagainya.secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa dan tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta mengganggu kekuatan mental seseorang bila tidak dirawat dengan baik. garukan. [ sistem integument-psoriasis ] Page 4 .  Sinar matahari Walaupun umumnya sinar matahari bermanfaat bagi penderita psoriasis namun pada beberapa penderita sinar matahari yang kuat dapat merangsang timbulnya psoriasis. Psoriasis juga timbul setelah infeksi kuman lain dan infeksi virus tertentu. sedangkan pada musim penghujan akan kambuh. Pengobatan fotokimia mempunyai efek yang serupa pada beberapa penderita. B.  Infeksi Pada anak-anak terutama infeksi Streptokokus hemolitikus sering menyebabkan psoriasis gutata.

ada beberapa hal yang diperkirakan dapat memicu timbulnya Psoriasis.Hipersensitivitas progesteron dapat menimbulkan psoriasis pustulosa generalisata. :Lesi dengan skuama tipis terletak pada muara folikel . Bila Psoriasis sudah muncul dan kemudian digaruk/dikorek. Mengoleskan obat terlalu keras bagi kulit. Macam-macam psoriasis Berdasarkan bentuk lesi. bahkan dapat menyebabkan eritrodermia.  Obat-obatan     Antimalaria seperti mepakrin dan klorokuin kadang-kadang dapat memperberat psoriasis. misalnya pada saat gatal digaruk terlalu kuat atau penekanan anggota tubuh terlalu sering pada saat     beraktivitas. Pengobatan dengan kortikosteroid topikal atau sistemik dosis tinggi dapat menimbulkan efek “withdrawal”. maka akan mengakibatkan kulit bertambah tebal. Obat telan tertentu antara lain obat anti hipertensi dan antibiotik. Berdasarkan penelitian para dokter. Alkohol dalam jumlah besar terhadap diduga nistatin. Page 5 :Lesi sebesar jarum pentul atau milier. antara lain adalah :  Garukan/gesekan dan tekanan yang berulang-ulang . C. Emosi tak terkendali. Lithium yang dipakai pada pengobatan penderita mania dan depresi telah diakui sebagai pencetus psoriasis. Makanan berkalori sangat tinggi sehingga badan terasa panas dan kulit menjadi merah . dikenal bermacam-macam psoriasis antara lain:  Psoriasis punctate  Psoriasis folikularis rambut. Metabolik Hipokalsemia dapat menimbulkan psoriasis. misalnya mengandung alkohol.  Psoriasis guttata  Psoriasis numularis  Psoriasis girata [ sistem integument-psoriasis ] :Lesi sebesar tetesan air. dapat yodium. memperburuk salisilat dan psoriasis. :Lesi sebesar uang logam :Lesi sebesar daun.

 Psoriasis artritis: penyakit ini dapat pula disertai peradangan pada sendi. sehingga penderita sulit sembuh. Jenis ini termasuk yang bandel. Timbulnya mendadak dan mengenai seluruh badan.  Psoriasis eritrodermis: dapat disebabkan oleh pengobatan topikal yang terlalu kuat atau oleh penyakitnya sendiri yang meluas. Permukaan kuku tampak lekukan-lekukan kecil. dan nafsu makan menurun. sehingga sendi terasa nyeri. membengkak dan kaku. Pada tahap ini. mudah capek. yakni lebih merah dan kulitnya lebih meninggi. mual.  Psoriasis kuku: menyerang dan merusak kuku. Kelainan kulit psoriasis yang telah ada makin merah.  Psoriasis putulosa: gejala awalnya ialah kulit yang nyeri disertai gejala umum berupa demam.  Psoriasis gutata: diameter kelainan biasanya tidak melebihi 1 cm. umumnya setelah infeksi di saluran napas bagian atas sehabis influenza atau morbili (campak). :Lesi merupakan bercak solid yang menetap. terutama pada anak dan dewasa muda. :Lesi berupa penebalan kulit yang kasar dan tertutup lembaran-lembaran skuama mirip kulit tiram. penderita harus segera ditolong agar sendi-sendinya tidak sampai keropos [ sistem integument-psoriasis ] Page 6 . Tempat predileksinya seperti yang telah diterangkan di atas. dinamakan pula tipe plak karena lesi-lesinya berbentuk plak. Psoriasis anularis  Psoriasis diskoidea  Psoriasis ostracea  Psoriasis rupioides :Lesi melingkar berbentuk seperti cincin karena adanya involusi dibagian tengahnya. Kelainankelainan semacam itu akan terus muncul dan dapat menjadi eritroderma. Biasanya kelainan kulit yang khas untuk psoriasis tidak tampak lagi karena terdapat kemerahan dan bersisik tebal yang menyeluruh. Ada kalanya kelainan kulit psoriasis masih tampak samar-samar. :Lesi berkrusta mirip rupia sifilitika Tipe-tipe psoriasis. Psoriasis terbagi atas:  Psoriasis vulgaris: bentuk ini ialah jenis yang paling umum karena itu disebut vulgaris. Setelah beberapa jam timbul agak bengkak dan bintil-bintil bernanah pada bercak merah tersebut. persis seperti gejala rematik.

Berdasarkan lokalisasi lesi maka dikenal bentuk psoriasis atipik seperti:     Psoriasis digitalis atau interdigitalis. Lesi dengan distribusi seperti sarung tangan atau kaos kaki. Psoriasis fleksural atau inversus bila lesi didapatkan di daerah fleksor atau lipatan-lipatan tubuh misalnya lipat paha.  Psoriasis seboreik bila lesi didapatkan di daerah seboreik seperti kulit kepala. Penyakit psoriasis dapat disertai dengan / tanpa rasa gatal. Psoriasis ditandai dengan hiperkeratosis dan penebalan epidermis kulit serta proses radang. sehingga timbul skuamasi (pengelupasan) dan indurasi eritematosa (kulit meradang dan kemerahan). alis mata. Tumbuhnya tidak selalu diseluruh bagian kulit tubuh kadang-kadang hanya timbul pada tempat-tempat tertentu saja. Bercakbercak ini tidak basah dan bisa terasa gatal atau tidak gatal. Kulit dapat membaik seperti kulit normal lainnya setelah warna kemerahan. Kulit penderita psoriasis awalnya tampak seperti bintik merah yang makin melebar dan ditumbuhi sisik lebar putih berlapis-lapis. putih atau kehitaman bekas psoriasis. Pada umumnya tidak membehayakan jiwa. tetapi tidak pada rambut. lipatan di bawah payudara dan lainnya. komplikasi yang [ sistem integument-psoriasis ] Page 7 . aksila. Pada beberapa jenis psoriasis. Psoriasis pada kulit kepala dapat menyerupai ketombe. Bercak-bercak bersisik tersebut terbentuk karena penumpukan kulit yang hidup dan mati akibat peningkatan kecepatan pertumbuhan serta pergantian sel-sel kulit yang sangat besar. Manifestasi klinis Lesi muncul sebagai bercak-bercak merah menonjol pada kulit yang ditutupi oleh sisik berwarna perak. maka terlihat dasar lesi yang berwarna merah gelap dengan titik-titik perdarahan. mukosa dan sendi. kecuali yang mengalami komplikasi. Jika sisik tersebut dikerok. D. Menyerang kulit. belakang telinga dan sebagainya. kuku. Lesi verukosa terutama di tungkai bawah. karena pergiliran sel-sel kulit bagian lainnya berjalan normal. sedangkan pada lempeng kuku tampak lubang-lubang kecil rapuh atau keruh. namun penyakit ini sangat mengganggu kualitas hidup.

Bentukan berwarna putih seperti tetesan lilin (atau sisik putih) merupakan campuran sel kulit yang mati. Berubahnya kadar siklik nukleotida. psoriasis bernanah (psoriasis postulosa) dan terakhir seluruh kulit akan menjadi merah disertai badan menggigil (eritoderma). Pada penderita psoriasis. 2. Bila dilakukan kerokan pada permukaan psoriasis. seperti pada psoriasis artropi yaitu psoriasis yang menyerang sendi. Patofisiologi Patogenesis terjadinya psoriasis. Disamping itu pematangan sel-sel epidermis tidak sempurna. 3.diakibatkan dapat menjadi serius. maka akan [ sistem integument-psoriasis ] Page 8 . Terjadi peningkatan “turnover” epidermis atau kecepatan pembentukannya dimana pada kulit normal memerlukan waktu 26-28 hari. Adanya faktor keturunan ditandai dengan perjalanan penyakit yang kronik dimana terdapat penyembuhan dan kekambuhan spontan serta predileksi lesinya pada tempat-tempat tertentu. Perubahan-perubahan biokimia yang terjadi pada psoriasis meliputi:     Peningkatan replikasi DNA. pada psoriasis hanya 3-4 hari sehingga gambaran klinik tampak adanya skuama dimana hiperkeratotik. sel kulit akan matur dan menuju permukaan kulit pada 3-4 hari. Gejala dari psoriasis antara lain:  Mengeluh gatal ringan  Bercak-bercak eritema yang meninggi.  Terdapat fenomena tetesan lilin  Menyebabkan kelainan kuku E. diperkirakan karena: 1. Normalnya sel kulit akan matur pada 28-30 hari dan kemudian terlepas dari permukaan kulit. Berubahnya metabolisme karbohidrat. Warna kemerahan tersebut berasal dari peningkatan suplai darah untuk nutrisi bagi sel kulit yang bersangkutan. Kelainan prostaglandin dan prekursornya. sehingga akan menonjol dan menimbulkan bentukan peninggian kumpulan plak berwarna kemerahan. skuama diatasnya.

pustular. Jumlah sel-sel basal yang bermitosis jelas meningkat. [ sistem integument-psoriasis ] Page 9 . Peningkatan kecepatan mitosis selsel epidermis ini agaknya antara lain disebabkan oleh kadar nukleotida siklik yang abnormal. dan erythrodermic psoriasis. Tetapi psoriasis dapat pula berkembang di daerah lain.timbul gejala koebner phenomenon. lutut. Sel-sel yang membelah dengan cepat itu bergerak dengan cepat ke bagian permukaan epidermis yang menebal. Postula yang timbul tersusun berkelompok atau diskret. terutama adenosin monofosfat (AMP) siklik dan guanosin monofosfat (GMP) sikli. keadaan ini dikenal dengan psoriasis postula. Komplikasi 1. merupakan bentuk sistemik dari psoriasis dengan ciri eritematosa disertai demam dan gejala penyakit sistemik yang lain. inverse. Psoriasis Pustulosa Kadang-kadang diatas makula eritematosa pada psoriasis timbul pustulapustula kecil dengan ukuran 1-2 mm. Peranan setiap kelainan tersebut dalam mempengaruhi pembentukan plak psoriatik belum dapat dimengerti secara jelas. Bentuk ini bersifat akut. siku bagian luar. termasuk pada kuku. maupun daerah penekanan lainnya. Prostaglandin dan poliamin juga abnormal pada penyakit ini. wajah. Pemeriksaan histopatologi pada biopsi kulit penderita psoriasis menunjukkan adanya penebalan epidermis dan stratum korneum dan pelebaran pembuluh-pembuluh darah dermis bagian atas. genitalia. Terdapat banyak tipe dari psoriasis. F. Proliferasi dan migrasi sel-sel epidermis yang cepat ini menyebabkan epidermis menjadi tebal dan diliputi keratin yang tebal (sisik yang berwarna seperti perak). Ada 2 bentuk psoriasis postula:  Psoriasis postulosa generalisata (bentuk Von Zumbusch). misalnya plaque. Lesi ini menyebar dengan cepat dan timbulnya bergelombang. telapak tangan. dll. guttate. Postula dapat timbul diatas lesi psoriasis atau pada kulit sehat yang mengalami eritema sebelumnya. Umumnya psoriasis akan timbul pada kulit kepala.

Kuku menebal dan pecah-pecah karena adanya nanah. Secara rotgenologik tampak sendi yang atrofi dengan permulaan osteoporosis diikuti peningkatan densitas tulang. Biasanya sulit diobati dan bila pengobatan berhasil maka erupsi eritodermia menghilang dan lesi psoriasis yang khas akan muncul kembali. Psoriasis arthritis Biasanya mengenai sendi-sendi interfalangeal distal dari jari tangan dan kaki. kemudian berubah menjadi kuning kecoklatan dan bila postula mengering berwarna coklat gelap. Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan adalah untuk memperlambat pergantian epidermis. Umumnya bentuk ini timbul akibat pemakaian obat topikal atau penyinaran yang berlebihan. 3. Pada stadium akut. 2. Biasanya menyerang telapak tangan dan telapak kaki serta distribusinya simetris. berskuama. sendi yang terserang menjadi bengkak. jari memendek dan kaku dalam posisi fleksi.  Psoriasis postulosa lokalisata (bentuk Barber) Bentuk ini bersifat kronik dan sangat resisten terhadap pengobatan. Psoriasis eritrodermia Psoriasis yang kronik dan luas dengan perjalanan penyakit yang lama dapat berkembang menjadi eritodermia. G. Lesi berupa postula diatas plak eritematosa. [ sistem integument-psoriasis ] Page 10 . keras dan sakit. Seluruh permukaan tubuh menjadi merah dan tertutup skuama putih yang halus. penyempitan rongga persendian dan erosi permukaan sendi. Bila berlangsung lama dapat menimbulkan kerusakan tulang dan synovial eusion. Postula yang masih baru berwarna kuning. Akhirnya postula yang kering ini mengelupas. Kematian terjadi karena toksik atau infeksi. Mukosa mulut dan lidah dapat mengalami kelainan. menyebabkan pemendekan tulang dan hal ini mengakibatkan pergerakan sendi menjadi sulit. meningkatkan resolusi lesi psoriatik dan mengendalikan penyakit tersebut. Kadang-kadang timbul rasa gatal tetapi lebih sering timbul keluhan seperti rasa terbakar.

Pendekatan terapeutik harus berupa pendekatan yang dapat dipahami oleh pasien. Obatobatannya mencakup preparat ter. Kenalog-10. Formulasi ter mencakup losion.  Terapi intralesi Penyuntikan triamsinolon asetonida intralesi (Aristocort. salep.  Terapi topical Preparat yang dioleskan secara topikal digunakan untuk melambatkan aktivitas epidermis yang berlebihan tanpa mempengaruhi jaringan lainnya. Trymex) dapat dilakukan langsung kedalam berck-bercak psoriasis yang terlihat nyata [ sistem integument-psoriasis ] Page 11 . Ada tiga terapi yang standar: topikal. asam salisilat dan kortikosteroid. Pasien juga diajarkan untuk menghilangkan sisik yang berlebihan dengan menggosoknya memakai sikat lunak pada waktu mandi. krim dan sampo. Terapi ter dapat dikombinasikan dengan sinar ultraviolet-B yang dosisnya ditentukan secara cermat sehingga menghasilkan radiasi dengan panjang gelombang antara 280 dan 320 nanometer (nm). Lasan) yang berguna untuk mengatasi plak psoriatik yang tebal yang resisten terhadap preparat kortikosteroid atau preparat ter lainnya. Kortikosteroid topikal dapat dioleskan untuk memberikan efek antiinflamasi. intralesi dan sistemik. Anthralin adalah preparat (Anthra-Derm. Pemakaian sampo ter setiap hari yang diikuti dengan pengolesan losion steroid dapat digunakan untuk lesi kulit kepala. Selama fase terapi ini pasien dianjurkan untuk menggunakan kacamata pelindung dan melindungi matanya. bagian kulit yang diobati ditutup dengan kasa lembaran plastik oklusif untuk menggalakkan penetrasi obat dan melunakkan plak yang bersisik. Setelah obat ini dioleskan. pasta. Terapi dengan preparat ini cenderung mensupresi epidermopoisis (pembentukan sel-sel epidermis). Rendaman ter dapat menimbulkan retardasi dan inhibisi terhadap pertumbuhan jaringan psoriatik yang cepat. pendekatan ini harus bisa diterima secara kosmetik dan tidak mempengaruhi cara hidup pasien. Terapi psoriasis akan melibatkan komitmen waktu dan upaya oleh pasien dan mungkin pula keluarganya. anthralin. Dritho-Crème.

hematopoitik dan renal pasien masih berfungsi secara adekuat. dan dengan demikian pemakaian preparat ini memberikan harapan yang besar dalam pengobatan pasien psoriasis yang berat. Terapi psoriasis yang sangat mempengaruhi keadaan umum pasien adalah psoralen dan sinar ultraviolet A (PUVA). 1994). PUVA [ sistem integument-psoriasis ] Page 12 . obat ini bisa sangat toksik. Metotreksat bersifat teratogenik (menimbulkan cacat fisik janin) pada wanita hamil. asam vitamin A) akan memodulasi pertumbuhan serta diferensiasi jaringan epiterial. Kendati demikian. Walaupun begitu. menunjukkan beberapa keberhasilan dalam pengobatan kasus-kasus psoriasis yang berat dan resisten terhadap terapi. Fotokemoterapi. Siklosporin A. Jadi. Monitoring pasien dilakukan untuk memantau tanda-tanda dan gejal depresi sumsum tulang. namun diperkirakan ketika kulit yang sudah diobati dengan psoralen itu terpajan sinar ultraviolet A. penggunaannya amat terbatas mengingat efek samping hipertensi dan nefroktoksisitas yang ditimbulkan (Stiller. Retinoid oral (derivat sintetik vitamin A dan metabolitnya. Terapi PUVA meliputi pemberian preparat fotosensitisasi (biasanya 8-metoksipsoralen) dalam dosis standar yang kemudian diikuti dengan pajanan sinar ultraviolet gelombang panjang setelah kadar obat dalam plasma mencapai puncaknya. Kita harus hatihati agar kulit yang normal tidak disuntuik dengan obat ini. pemantauan melalui pemeriksaan laboratorium harus dilakukan untuk memastikan bahwa sistem hepatik.  Terapi sistemik Metotreksat bekerja dengan cara menghambat sintesis DNA dalam sel epidermis sehingga mengurangi waktu pergantian epidermis yang psoriatik. suatu peptida siklik yang dipakai untuk mencegah rejeksi organ yang dicangkokkan.atau yang terisolasi dan resisten terhadap bentuk terapi lainnya. maka psoralen akan berkaitan dengan DNA dan menurunkan proliferasi sel. Pasien tidak boleh minum minuman alkohol selama menjalani pengobatan dengan metotreksat karena preparat ini akan memperbesar kemungkinan kerusakan hepar. Hidroksiurea menghambat replikasi sel dengan mempengaruhi sintesis DNA. Meskipun mekanisme kerjanya tidak dimengerti sepenuhnya. khususnya bagi hepar yang dapat mengalamim kerusakan yang irreversible.

yang paling efektif untuk mengobati psoriasis adalah dengan ultraviolet (fototerapi). Etretinate (Tergison) adalah obat yang relatif baru (1986). yaitu dengan menggunakan kombinasi radiasi ultraviolet dan oral psoralen (PUVA). Masa remisi fototerapi tersebut bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan pengobatan lainnya. [ sistem integument-psoriasis ] Page 13 . Terapi ini dikombinasikan dengan terapi topikal ter batubara (terapi goeckerman). Ia adalah derivat dari Vitamin A. karena dengan fototerapi penyakit psoriasis dapat lebih cepat mengalami “clearing” atau “almost clearing” (keadaan dimana kelainan / gejala psoriasis hilang atau hampir hilang). namun kelemahannya adalah untuk jangka panjang dapat menimbulkan kanker kulit. Fototerapi dengan alat Monochromatic Excimer Light 308 nm (MEL 308 nm) merupakan bentuk fototerapi UVB yang paling mutakhir dengan menggunakan sinar laser narrowband UVB dengan panjang gelombang 308 nm. Pengobatan fotokemoterapi. Dibandingkan dengan narrowband UVB. Hal ini dilakukan pada penderita yang sudah bandel dengan obat obat lainnya yang terdahulu. Terapi kurang praktis karana pasien harus masuk ke dalam light box. MEL 308 nm lebih cepat dan lebih efektif dalam mengobati psoriasis yang resisten. Di antara pengobatan tersebut diatas. Bisa diminum sendiri atau dikombinasi dengan sinar ultraviolet. Terapi PUVA mensyaratkan agar psoralen diberikan peroral dan setelah 2 jam kemudian diikuti oleh irradiasi sinar ultraviolet gelombang panjang denagn intensitas tinggi. (sinar ultraviolet merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik yang mengandung panjang gelombang yang berkisar dari 180 hingga 400 nm). Efek sampingnya serupa dengan efek samping pada terapi PUVA. Keadaan ini disebut “remisi”. Fototerapi UVB konvensional dengan menggunakan sinar UVB broadband dengan panjang gelombang 290-320 nm. katarak dan penuaan prematur kulit. terapi ini disertai dengan resiko jangka panjang terjadinya kanker kulit. Terapi sinar ultraviolet B (UVB) juga digunakan untuk mengatasi plak yang menyeluruh.bukan terapi tanpa bahaya.

Beberapa tips untuk penderita psoriasis :  Jaga kulit agar tetap berminyak. atau sabun yang bebas pembersih. Gunakan sabun yang sangat lembut. Meminimalisasi kontak dengan sabun dan bahan kimia. namun kulit terlebih dulu diolesi dengan minyak dan dilakukan lubrikasi. Penggunaan moisturizer segera setelah mandi akan berguna. dan petroleum jelly adalah moisturizer yang baik.  Mandi dengan air panas akan mengurangi sisik yang timbul. [ sistem integument-psoriasis ] Page 14 . sabun moisturizing.  Penyinaran dengan sinar matahari akan menghilangkan psoriasis pada beberapa orang. sebab cidera dapat memperparah plaque yang timbul.  Lindungi kulit dari cidera. Minyak. Gunakan pelembab bila udara terasa panas. cream.

 Psoriasis Penyakit autoimun kronik dan terjadi pada kulit dan bersifat kambuhan dengan ditandai lepuhan-lepuhan berwarna merah dengan ukuran yang [ sistem integument-psoriasis ] Page 15 .pasien mengatakan gangguan kulit seperti ini pernah muncul setahun lalu pada pancaroba.pasien mengatakan ayahnya pernah dirawat karena penyakit psoriasis. Diskusi  Skuama lapisan tanduk dari epidermis mati yang menumpuk pada kulit yang dapat berkembang sebagai akibat perubahan inflamasi.siku.tanda-tanda vital normal.BAB III PEMBAHASAN A.namun tidak pernah diobati dan dapat sembuh dalam waktu 1 minggu.lutut.disekitar skuama terdapat plak licin dan merah dengan pemukaan yang mengalami masersi.dan jari-jari tangankaki. Kasus Aku bukan dewi ular Lisa.hal pemeriksaan ditemukan skuama putih perak pada daerah punggung. B.  Maserasi Pelunakan kulit karna kelembapan kelebihan terus menerus sehingga memudahkan infeksi kulit  Lesi pustule Bulla bernanah /benjolan pada kulit atau vesikel yang berisi pus (nanah) karena mikroorganisme.hal ini terjadi sejak 3 minggu lalu.telapak tangan tedapat lesi pustule.pasien mengaku tidak mengkonsumsi jenis obat-obatan.keadaan ini ditemukan pada psoriasis.18 tahun mengeluh munculnya bercak berwarna perak seperti sisik dan sedikit gatal di daerah siku dan jari-jari.

Pengkajian 1. TTV : Normal 3. C.beragam dan dilapisi sisi-sisi kering berwarna keperakan diawali dengan bercak kecil kemudian meluas keseluruh tubuh. Persistem :  Sistem integumen  Kepala : [ sistem integument-psoriasis ] Page 16 . ASUHAN KEPERAWATAN a. Identitas penanggung jawab 3. Keadaan umum : Compos mentis 2. Pemeriksaan fisik 1. Identitas klien Nama Umur Jenis kelamin : Lisa : 18 Tahun : Perempuan 2. Riwayat kesehatan  Keluhan utama Munculnya bercak berwarna perak  Riwayat kesehatan masuk rumah sakit Sejak 3 minggu lalu muncul bercak berwarna perak seperti sisik dan sedikit gatal   Riwayat kesehatan dahulu Pasien mengatakan gangguan kulit pernah muncul setahun yang lalu Riwayat kesehatan sekarang Munculnya bercak berwarna perak seperti sisik dan sedikit gatal didaerah siku dan jari-jari dengan ditemukan skuama putih perak yang menyebabkan masersi dan lesi pustule di telapak tangan b.

dan sedikit gatal didaerah siku dan jari-jari DO :ditemukan skuama putih perak pada daerah punggung.tangan-kaki pelepasan histamine psoriasis E Perubahan suhu/kelembabab udara Gangguan integritas kulit P gatal dan ketidaknyamanan timbul keinginan untuk mengaruk terjadi kemerahan dan penebalan pada area tersebut [ sistem integument-psoriasis ] Page 17 . Analisa data S DS : klien mengeluh bercak berwarna perak seperti sisik. Telapak tangan terdapat lesi pustule.dan jarijari. Badan : skuama perak di daerah punggung  Ekstremitas Atas : Bercak berwarna perak seperti sisik dan sedikit gatal didaerah siku dan jari.siku.  Ekstremitas Bawah : lutut dan jari-jari kuku terdapat skuama putih perak c.lutut.

dan sedikit gatal didaerah siku dan jari-jari DO :ditemukan skuama putih perak pada daerah punggung.lutut.dan jarijari.siku.lutut.tangan-kaki Mengiritasi kulit Iritan primer Perubahan suhu/kelembaban Gangguan body image udara Peradangan kulit Gangguan citra tubuh DS : klien mengeluh bercak berwarna perak seperti sisik.tangan-kaki suhu/kelembaban udara Perubahan Gangguan pada kulit Kurangnya pengetahuan Infeksi pada kulit Skuama Kurangnya pengetahuan [ sistem integument-psoriasis ] Page 18 .dan jarijari.siku.dan sedikit gatal didaerah siku dan jari-jari DO :ditemukan skuama putih perak pada daerah punggung.kerusakan integritas kulit DS : klien mengeluh bercak berwarna perak seperti sisik.

warna.keadaan luka/kondisi sekitar luka.sisik dan bercak perak berkurang    Memberikan informasi dasar tentang penanganan kulit. Lakukan kompres basah dan sejuk Berikan prioritas untuk meningkatkan kenyamanan dan kehangatan pasien    Merupakan tindakan profektif yang dapat mengurangi nyeri Mempercepat rehabilitasi klien Mencegah perluasan infeksi dan mengurangi resiko terjadinya infeksi    Ajarkan keluarga kebersihan lingkungan Usahakan udara tidak lembab Terapi  Untuk menghilangkan debriment Dx II Tupen : tidak terjadi penurunan body image  Beri kesempatan pada klien untuk dapat mengungkapkan  Klien memerlukan pengalaman yang Page 19 [ sistem integument-psoriasis ] . Intervensi Keperawatan Dx Dx I Tujuan Tupen : tidak terjadi integritas kulit   Perencanaan Intervensi Lakukan Personal hygiene Kaji atau catat ukuran. Diagnosa keperawatan  Gangguan integritas kulit berhubungan dengan adanya lesi  Gangguan body image berhubungan dengan adanya sisik pada kulit  Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan penyakit psoriasis e.d.  Rasional Meningkatkan kenyamanan klien dan kebersihan diri. Tupan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam didapatkan klien kriteria hasil Ds : gatal.

 Kaji ulang prognosis dan harapan yang akan datang. Dx III Tupen : dapat memahami proses penyakit dan pengobatannya. Kesan orang lain tentang dirinya sangat berpengaruh dalam peningkatan kepercayaan diri Pendekatan dan saran yang positif dapat membantu menguatkan usaha dan kepercayaan yang dilakukan .dorong agar dapat bersosialisasi dengan orang lain dan bantu klien untu dapat menerima perubahan citra diri    dapat didengar atau dipahami dalam proses pengembangan kepercayaan diri. Memberikan kesempatan kepada perawat untuk membantu mengurangi kecemasan yang ada pada klien. Dorong kesinambungan program latihan dan Mempertahankan mobilitas dan menurunkan tingkat komplikasi dalam [ sistem integument-psoriasis ] Page 20 . Dukung klien untuk memperbaiki citra diri.Tupan :setelah dilakukan tindakan perawatan selama 2 x 24 jam Didapatkan dengan kriteria hasil Ds: penerimaan situasi diri dan dapat berbicara dengan orang disekitar tentang situasi yang dialaminya.  Memberikan dasar pengetahuan dimana klien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi.  Diskusikan perawatan kulit dalam pengunaan  Tupan :setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam  pelembab dan pelindung dari sinar matahari.    perasaan tentang perubahan citra tubuh Nilai rasa keprihatinan dan takut klien Bantu klien dalam mengembangkan kemampuan dalam menilai diri dan mengenali serta mengatasi masalah.

dan dapat melakukan perubahan pola hidup serta berpartisipasi dalam program pengobatan.  membantu proses penyembuhan. Pengulangan memungkinkan kesempatan untuk bertanya dan menyakinkan pemahaman yang akurat  Memberikan akses yang mudah bagi tim pengobatan untuk menguatkan pendidikan. Kaji ulang pengobatan.rute.Didapatkan dengan kriteria hasil Ds : klien mengerti dan paham dan paham tentang kondisi.dan menurunkan potensial komplikasi [ sistem integument-psoriasis ] Page 21 .prognosis.dosis.tindak an pengobatan dan terapi.klarifikas i kesalahan konsep.  jadwalkan periode istirahat.termasuk tujuan.dan efek samping.

meskipun masih kurang terlalu percaya diri  Berkomunikasi dengan klien dan berikan saran yang positif A: masalah teratasi sebagian [ sistem integument-psoriasis ] Page 22 .   Berikan kompres basah Memberikan atau mengajarkan keluarga klien dalam perawatan klien dan juga lingkungan sekitar klien   Mempertahankan lingkungan di sekitar klien Kolaborasi dengan tenaga kesehatan.dalam pemberiaan terapi pada klien Evaluasi S: klien mengatakan gatal dan bercak pada kulit berkurang O: kulit klien yang terinfeksi sudah mulai membaik dan kering A:masalah teratasi sebagian P: lanjutkan intervensi Dx II  Mendengarkan dan memberikan kepercayaan diri klien S: klien mengatakan saat ini ia tidak terlalu merasa cemas atau pun minder dengan perubahan tubuhnya yang sekarang. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Dx Dx I   Implementasi Personal hygiene Kaji ukuran .f.keadaan luka dan kaji juga jaringan nekrotik di kulit.warna.   Berikan tehnik relaksasi Mengajak keluarga atau kerabat klien untuk dapat menjadi berkomunikasi dengan klien O:klien terlihat dapat menerima keadaan dan dapat berkomunikasi dengan orang lain.

P: lanjutkan intervensi Dx III  Menjelaskan kepada klien dan keluarga tentang penyakit tersebut. S: klien mengatakan mengerti tentang penyakit dan pengobatan dari penyakit yang ia alami   Bantu pasien untuk dapat mobilitas dengan baik Menanyakan kepada klien tentang pemahaman penyakit A: masalah teratasi O: klien dapat menerima dan mengerti dari pemberian pendidikan kesehatan penyakit psoriasis P:lanjutkan intervensi [ sistem integument-psoriasis ] Page 23 .

B. Sel T yang teraktivasi akan berinteraksi dengan sel kulit (terutama keratinosit) dan mengakibatkan pembentukan kulit yang tebal dan bersisik. Saran Mahasiswa/i harus dapat mengetahui. Penyakit tersebut dianggap sebagai suatu penyakit gangguan kekebalan tubuh. DAFTAR PUSTAKA [ sistem integument-psoriasis ] Page 24 . yang dipengaruhi terutama oleh sel T (salah satu jenis sel darah putih). memahami. Kulit dapat membaik seperti kulit normal lainnya setelah warna kemerahan. putih atau kehitaman bekas psoriasis. sehingga timbul skuamasi (pengelupasan) dan indurasi eritematosa (kulit meradang dan kemerahan). seperti pada psoriasis artropi yaitu psoriasis yang menyerang sendi. Kesimpulan Psoriasis adalah suatu penyakit radang kulit yang kronis. Kemudian mahasiswa/i dapat melakukan pemeriksaan system integument dan dapat membuat asuhan keperawatan tentang psoriasis. psoriasis bernanah (psoriasis postulosa) dan terakhir seluruh kulit akan menjadi merah disertai badan menggigil (eritoderma).BAB IV PENUTUP A. dan menjelaskan tentang penyakit psoriasis. Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak merah dengan sisik kasar dan tebal. Pada beberapa jenis psoriasis. Penyakit psoriasis dapat disertai dengan / tanpa rasa gatal. komplikasi yang diakibatkan dapat menjadi serius. Psoriasis ditandai dengan hiperkeratosis dan penebalan epidermis kulit serta proses radang.

 Smeltzer dan bare.wordpress.keperawatan medical bedah brunner suddarth Vol.Wilson.ECG: Jakarta. “Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah”.com/2009/07/03/asuhan-keperawatan-pada-klien-denganpsoriasis/ [ sistem integument-psoriasis ] Page 25 .com/2011/11/v-behaviorurldefaultvmlo_240. EGC: Jakarta. Suzanne. (2002).blogspot.com/2012/08/psoriasis.3. Volume 3.html  http://nurse87.edisi 4.EGC :Jakarta.Marilynn.edisi 8. Edisi 8.patofisiologi.  Prince.ECG : Jakarta  Smeltzer.rencana asuhan keperawatan.  http://wwwdagul88.2000.blogspot.E.edisi 3.1995.html  http://ners-novriadi. Doengoes .