MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

'

SALINAN

PERATURANMENTERI KEUANGAN REPUBLIKINDONESIA NOMOR
7/PMK.02/2014

TENTANG TATACARAREVISI ANGGARAN TAHUNANGGARAN2014 DENGAN RAHMAT TUHANYANGMAHAESA MENTERI KEUANGANREPUBLIKINDONESIA, Menimbang bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal : 17 ayat (6), Pasal 27, Pasal 30 ayat (3), Pasal 31 ayat (4), dan Pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014 jo. Pasal 2 Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2013 tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2014, dan Pasal 15 ayat (5) Peraturan Pernerintah Nomor 90 . Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Kementerian NegarajLembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014; 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara [Lembaran Negara Republik Indonesia. Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tarnbahari Lernbarari Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 23' Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5462); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405); 5. Pe.raturan Pernerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Kementerian Negare./Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5178); 6. Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2013 tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2014;

Mengingat

'--

_.

MENTERI KEUANGAN HEPUBLIK INPONESIA

-2-. 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94jPMK.02/2013 ten tang Petunjuk Penyusunan Dan Penelaahan .Rencana Kerja Dan ..Anggaran Kementerian Negara/Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194 /PMK.02/20 13; 8. "Peraturan .. Menteri Keuangan Norrior 171/PMK.02/2013 . tentang Petunjuk Penyusunan Dan Pengesahan Daftar Isian ,Pelaksanaan Anggaran; MEMUTUSKAN: Menetapkan PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUNANGGARAN2014. BAB I KETENTUANUMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan:
, .

1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, yang selanjutnya disingkat APBN' adalah rencana keuangan tahunan '. pemeriritahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan , Rakyat.··· .'. . 2·.' Revisi .Anggaran adalah perubahan 'rmClan' anggaran yang .telah ditetapkan berdasarkan APBN' Tahun Anggaran 2014 'dan disahkan 'dalain Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2014. . ' . 3. ' Kernenterian Negara, yang selanjutnya ad'alah, perangkat Pemerintah yang .tertentu dalam pemerintahan. disebut Kemerrterian membidangi urusan

"

,'a

:4.: Lembaga adalah organisasi non Kementerian dan instansi -lain
pengguna anggaran yang dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara , Republik 'Indonesia Tahun 1945 atau peraturan perundangundanganlainnya. ' 5: Bagian Anggaran Bendahara UmumNegara, yang selanjutnya disingkat BA BUN adalah bagian anggaran yang tidak dikelompokkan dalam Bagian Anggaran Kementerian/ Lembaga (BAK/L). 6. Pernbantu Pengguna Anggaran Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat PPA BUN adalah unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran yang berasal dari BA BUN.

MENTEHI f(EUANGAN F~EPUBLlI< INDONESIA

-37. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disingkat DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran /Kuasa Pengguna Anggaran. 8. Pagu Anggaran adalah alokasi anggaran yang ditetapkan untuk mendanai 'belanja pemerintah pusat dany atau perribiayaan anggaran dalam APBNTahun Anggaran 2014 .
.,

. 9. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian .Negare./Lembaga, yang selanjutnya disingkat RKA-K/L adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian/Lembaga yang disusun menurut bagian anggaran Kementeriarr/Lembaga. 10. Satuan Kerja, yang selanjutnya disebut Satker adalah bagian dari suatu unit organisasi pada Kementerian/Lembaga yang . melaksanakan 1 (satu) atau beberapa program/kegiatan dan membebani dana APBN. 11. Daftar Basil Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementeriarr/Lembaga, yang .selanjutnya disingkat DHP RKA-K/L adalah alokasi anggaran yang ditetapkan menurut unit organisasi dan program yang dirinci ke dalam Satker-Satker berdasarkan hasil penelaahan RKA-K/L. 12. Daftar Hasil Penelaahan Rencana Dana Pengeluaran Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat DHP RDP BUN adalah dokumen hasil penelaahan RDP BUN yang memuat alokasi anggaran menurut program dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Anggaran. 13. Program adalah penjabaran dari kebijakan sesuai dengan visi dan rrnsi Kementerian/Lembaga' yang rumusannya mencerminkan tugas dan fungsi unit eselon I atau unit Kementerian/Lembaga yang berisi kegiatan untuk mencapai Hasil dengan indikator Kinerja yang terukur. 14. Basil (Outcome) adalah kinerja atau sasaran yang. akan dicapai dari suatu pengerahan sumber daya dan anggaran pada suatu program. ' 15. Kegiatan adalah penjabaran dari Program yang rumusannya mencerminkan tugas dan fungsi unit eselon II/ Satuan Kerja atau penugasan tertentu Kementerian/Lembaga yang. berisi komponen kegiatan untuk mencapai Keluaran dengan indikator Kinerja yang terukur. 16. Keluaran adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program serta kebijakan.

MENTEI~I f(EUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4 ·17. Kegiatan Prioritas Nasional adalah kegiatan yang ditetapkan di dalam Buku I Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2014 yang menjadi tanggung jawab Kementerian/Lembaga yang bersangkutan. 18. Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan adalah Program/Kegiatarr/Keluaran yang ditetapkan oleh Pemerintah setelah Rencana Kerja Pemerintah Tahun. 2014 ditetapkan darr/ atau ditetapkan pada tahun anggaran berjalan. 19. Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga adalah kegiatankegiatan selain. kegiatan prioritas . nasional darr/ atau Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan. 20. Biaya Operasional adalah anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan sebuah Satker dalam melaksanakan. tugas dan fungsinya meliputi pembayaran. gaji, tunjangan yang melekat pada gaji, uang makan, dan pembayarari yang terkait dengan belanja pegawai (Komponen 001). dan kebutuhan sehari-hari perkantoran, langganan daya dan jasa, pemeliharaan kantor, dan pembayaran. yang terkait dengan pelaksariaan operasional kantor (Komponen 002), terrnasuk tunjangan profesi guru Zdcsen,. tunjangan· kehormatan profesor, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan dukungan operasional pertahanan dan keamanan (Komponen 003). 21. Komponen Input, yang selanjutnya disebut Komponen adalah bagian atau tahapan Kegiatan yang dilaksanakan untuk menghasilkan sebuah Keluaran. 22. Hasil Optimalisasi adalah hasil lebih atau sisa dana yang diperoleh setelah pelaksanaan dan/ atau penandatanganan kontrak dari suatu pekerjaan yang .target sasarannya telah dicapai. 23. Sisa Anggaran Swakelola adalah hasil lebih atau sisa dana yang berasal dari pekerjaan swakelola yang tidak mengurangi volume Keluaran yang direncanakan. 24. Penerusan Pinjaman adalah pinjaman luar negeri atau pinjaman dalam negeri yangditerima oleh Pemerintah Pusat yang diteruspinjamkan kepada ·pemerintah daerah dany atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang harus dibayar kernbali dengan ketentuan dan persyaratan tertentu. 25. Perubahan Anggaran Belanja Yang Bersumber Dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah perubahan pagu PNBPdari target yang direncanakan dalam APBN.

,.fr

dan subsidi listrik. 33. . yang selanjutnya disingkat APIP K/L adalah unit pada Kementerian /Lembaga yang mempunyai tugas fungsi rrielaksanakan pemeriksaan atau pengawasan. 32. 31. 27". termasuk lanjutan dalam rangka pelaksanaan kegiatan penerusan hibah dan Penerusan Pinjaman. bencana non alam. 28. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah Kementeriarr/ Lembaga. meliputi bencana alam. kebakaran. 29. 34. danv atau gangguan industri lainnya sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Menteri/ Pimpinan Lembaga teknis terkait. yang selanjutnya disingkat SBSN PBS adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Pernerintah untuk mendanai sebuah -proyek tertentu yang berbasis syariah. 30.Percepatan Penarikan PHLN/PHDN adalah tambahan alokasi anggaran yang berasal dari sisa pagu PHLN/PHDN untuk memenuhi kebutuhan pendanaan kegiatan dalam rangka percepatan penyelesaian pekerjaan dan/ atau memenuhi kebutuhan anggaran yang belum tersedia pada tahun 2014. kembali sisa alokasi anggaran yang bersumber dari PHLN/PHDN yang tidak terserap. Perubahan Kebijakan Pemerintah adalah perubahan atas kebijakan yang sudah ada dan mengakibatkan perubahan rincian anggaran dan/ atau volume Keluaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. termasuk percepatan dalam rangka pelaksanaan kegiatan penerusan hibah dan Penerusan Pinjaman. Keadaan Kahar adalah kondisiy keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya.MENTERII<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5 26. Subsidi Energi adalah subsidi dalam bentuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis tertentu dan bahan bakar gas cair (Liquefied Petroleum Gas/LPG tabung 3 (tiga) kilogram dan Liquefied Gas for Vehicle/LGV). Surat Berharga Syariah Negara Project Based Sukuk. pemogokan. Perubahan Pricritas Penggunaan Anggaran adalah perubahan atas rincian anggaran dan/ atau volume Keluaran yang telah ditetapkan dalam DIPA karena adanya perubahan prioritas yang ditetapkn oleh Menteri/ Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran. penanggung jawab Program yang memiliki alokasi anggaran (portofolio)pada Bagian Anggaran I~ementerian/Lembaga. Lanjutan Pinjarnan Proyek/Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Pinjaman/Hibah Dalam Negeri (PHDN) adalah penggunaan . Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementerian / Lembaga adalah Eselon I selaku .

darr/atau e. dan indikator kinerja kegiatan. Program. Instruksi dan /utau c. perubahan atas APBNTahun Anggaran 2014. perubaharr/ ralat karen a kesalahan administrasi. Kegiatan. mengenai penghematan Yang Telah anggaran. Inlcracht adalah putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan bersifat final. APBN. Hasil (Outcome). c. b. indikator kinerja utama. d. perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran termasuk pergeseran rincian anggarannya. Kementerian/Lembaga. Satker. 36. BAB II RUANGLINGKUPDANBATASAN REVISIANGGARAN Bagian Kesatu Ruang Lingkup Revisi Anggaran Pasal2 (1) Ruang lingkup Revisi Anggaran meliputi perubahan anggaran pada BA K/L dan BA BU!'J"yangterdiri atas: rmcian a. Kegiatan. dan ' atau c. Pasa13 Revisi Anggaran sebagaimana dilakukan dalam hal terjadi: b. perubahan atau pergeseran rincian anggaran pagu anggaran tetap. Keluaran (Output). Rumusan Kinerja adalah rumusan yang ditetapkan sebagai acuan dalam pelaksanaan Program dan Kegiatan termasuk sasaran kinerja yang akan dicapai serta indikator sebagai alat ukur pencapaian kinerja meliputi rumusan Program. (2) Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan perubahan alokasi anggaran dan ' atau perubahan jenis belanja darr/ atau volume Keluaran pada: a.MENTERI I<EUANGAN REPUBLlf( INDONESIA -6 35. Ditetapkan Prioritas Pemerintah . b. Presiden dimaksud dalam Pasal 2 Juga dalam hal a. Kebijakan lainnya.

s. percepatan penarikan PHLNdanj atau PHDN. Nasional ]. MENTERII<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA -7 Pasa14 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran termasuk pergeseran '. percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka penerusan hibah. danj atau t. (PMN). g.pBS. r. lanjutan pelaksanaan Pinjaman. f. d. penerimaan Hibah Luar Negeri (HLN)jHibah Dalam Negeri (HDN) . perubahan pagu anggaran pembayaran bunga utang. m. berikut: a. o. e. proyek yang dananya cicilan Modal pokok Negara p. perubahan pembayaran Penyertaan dalam rangka pagu anggaran pagu anggaran penyesuaian kurs. b. ..setelah Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan.ayat (1) huruf a sebagai akibat dari adanya hal-hal sebagai . lanjutan pelaksahaan ProgramjKegiatan Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)..rincian anggarannya sebagaimana dimaksud . pengurangan alokasi hibah luar negeri. k. Kegiatan dalam rangka penerusan n. lanjutan pelaksanaan hibah. c. perubahan pagu anggaran utang.dalam Pasal 2 . Kegiatan dalam rangka Penerusan 1. lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari PHLNdanjatau PHDN. perubahan pagu anggaran pembayaran Subsidi Energi. pengurangan alokasi pinjaman proyek luar negeri.. h. percepatan realisasi· pelaksanaan hjhjh bersumber dari SBSN. penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBNuntuk Satker BLU. perubahan pagu anggaran transfer ke daerah . perubahan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP. perubahan . q. 1. penerimaan hibah langsung dalam bentuk uang. percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Penerusan Pinjaman.

Pasal5 (1) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b sebagai akibat dari adanya hal-hal sebagai berikut: a. Sisa Anggaran Swakelola. b. b. Basil Optimalisasi. penambahan alokasi anggaran pada. Perubahan Prioritas Penggunaan Anggaran. b. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. atau . . Perubahan Kebijakan Pemerintah. anggarari pada Keluararr/Kegiatan/ Program/ Satker / KementerianJ Lembaga/ APBN dan volume Keluaran tetap. pengurangan alokasi anggaran pada Keluararr/Kegiatarr/ Program/ Satker /Kemcntcriarr/Lembagay APBN dan volume Keluaran tetap. pagu anggaran tetap 1 (satu) Program. c. . pergeser~n dalam 1 (satu) Keluaran. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) . pergeseran dalam Keluaran yang sarna. Kegiatari yang sarna dan an tar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Satker. pada a. c. Keluaran/ Kegiatan/ Program/ Satker / Kementeriarr/Lembaga.' . d. (2) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b dibedakan dalam: a. c. penambahan alokasi. (3) Pagu anggaran tetap pada level. pergeseran antar Keluaran. . kekurangan Biaya Operasional. Keadaan Kahar. Program atau dalam 1 (satu) Program sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi: a. e./ APBN dan penambahan volume Keluaran. dan Zatau f.1 . ~~ / . pagu anggaran tetap pada level APBN atau an tar Program. dan pada level Program atau dalam b.MENTERII<EUANGAN I~EPU8L1K INDONESIA -8(2) Perubahan rincian anggaran sebagaimana dimaksud ayat (1) mengakibatkan perubahan berupa: '.

. anggaran p. (4) Pagu anggaran tetap pada "level APBN . m. pergeseran antar subbagian Anggaran 999 (BABUN). pergeseran antar Keluaran. g. k. anggaran dalam Belanja Bagian ~. 1. . penar:nbahan cara penarikan PHLN/PHDN. pergeseran dalam Keluaran yang sarna. pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian dany atau d.. pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN. Kegiatan.atau antar Program sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b meliputi: a. h. : e.Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. . pergeseran anggaran dalam 1 (satu) subbagian BA BUN. I.. inlcracht... yang sama dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pergeseran anggaran dari BA BUN Perigelolaan Lainnya (BA999." . Kegiatan yang sarna dan antar. pergeseran an tar Kegiatari dalam 1 (satu) Satker. pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian inkrachi. " " Direktorat pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . penambahan Zperubahan rumusan kinerja. pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . " . penghapusan Zperubahan catatan dalam halaman IV DIPA. b."". f.Jerideral Perberidaharaan. n. ]. pergeseran antar Keluaran. perubahan dan Zatau komposisi instrumen pembiayaan utang. Kegiatan yang sarna dart antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. penggunaan dana Output Cadangan. o.08) ke BA K/ L. Satker dalam wilayah" kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.MENTERIKEUANGAN REPUBLlI< INDONESIA -9 d..

c. g.kode KPPN dalam wilayah kerja Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. Wilayah . bagian anggaran darr/ atau Satker .. sebagaimana . pergeseran dalam satu provinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan dalam rangka tugas perribantuan dan 'urusa»: bersama. d. b. d. perubahan nomenklatur sepanjang kode tetap. ' pergeseran anggaran bencana. pergeseran anggaran dalam rangka percepatan pencapaian Keluaran prioritas nasional darr/ atau prioritas K/L. pergeseran anggaran dalam ' tunggakan tahun yang lalu. pergeseran antarjenis belanja. rangka Satker penyelesaian BLU yang' ..dengan huruf 1. ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . b. pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan biaya operasional.t. pergeseran anggaran dan penambahan volume Keluaran. c. Pasa16 Perubahan Zralat karen a kesalahan administrasi dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)huruf c meliputi: . k. pergeseran anggaran dalam rangkapenyelesaian kegiatankegiatan pembangunan infrastruktur serta rehabilitasi dan rekonstruksi bencana alam tahun 2013. pergeseran rmcian anggaran untuk sumber dananya berasal dari PNBP. i. pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan selisih kurs.Jenderal Perbendaharaan. f. . ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang dalam peruntukan dan sasaran yang sama.MENTERI I<EUANGAN REPUBLlf< INDONESIA . . pergeseran baru. e. h. pergeseran anggaran dan volume Keluaran tetap. dan/atau dalam rangka tanggap darurat 1. ralat . atau dalam satu provinsi untuk kegiatan dalam rangka dekonsentrasi.10 (5) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a sampai . anggaran dalam rangka pembukaan kantor ). terdiri atas: -a. a.

ralat kode Satker. 1. ralat pencantuman volume. 1. dana atau rencana -penerimaan' ralat pencantuman volume Keluaran dalam DIPA. ralat kode lokasi dan lokasi KPPNdalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. kebutuhan tahanan memenuhi perawatan lain. perubahan pejabat perbendaharaan.MENTERI I(EUANGAN REPUBLIK INqONESIA . . ralat cara penarikan PHLNjPHDN. . f. c.Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengadaan bahan makanan danj atau perawatan untuk tahananjnarapidana kecuali untuk kebutuhan pengadaan bahan makanan danjatau tahanan untuk tahananjnarapidana pada Satker b. ralat kode lokasi dalam 'wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . J. kebutuhan Biaya Operasional Satker kecuali untuk memerruhi Biaya Operasional pada Satker lain dan dalam peruntukan yang sarna. dan satuan Keluaran yang berbeda antara RKA-KjL dan RKP atau hasil kesepakatan DPR-RI dengan Pemerintah. ralat rencana penarikan dalam halaman III DIPA. alokasi tunjangan profesi guruj dosen dan tunjangan kehormatan profesor kecuali untuk memenuhi tunjangan profesi guruj dosen dan tunjangan kehormatan profesor pada Satker lain. d.danj atau o. '. n.. jenis. pembayaran berbagai tunggakan. h. .ralat kode nomor register PHLN jPHDN.Jenderal Perbendaharaan yang berbeda dan lokasi KPPN dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat .11 e. ralat kode kewenangan. ralat kodelokasi dan lokasi KPPNdalam 1 (satu) wilayah kerja . . g. k. m. Bagian Kedua Batasan Revisi Anggaran . Pasal7 Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan pengurangan alokasi anggaran terhadap: a.Jenderal Perbendaharaan.

(3) Sekretaris . ~A/ . paket pekerjaan yang telah dikontrakkan ·direalisasikan dananya sehingga menjadi minus . atau Keadaan Kahar . atau yang tidak dapat ditunda. usul pengurangan volume Keluaran disampaikan kepada Kementerian Perencanaarr/Bapperias sebagai acuan perubahan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga dan RKP 2014. Perubahari Prioritas Penggunaan Anggaran.12 e. mendesak. Pasal9 (1) dan/ atau Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi . . dan Zatau b. yang mengakibatkan volume Keluaran dalam ·DIPA berkurang. dalam hal volume Keluaran yang berkurang merupakan volume Keluaran dari Kegiatan Prioritas Nasional. Pasa18 Revisi Anggaran dilakukan dengan memperhatikan ketentuan mengenai penyusunan dan penelaahan RKA-K/L sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai petunjuk penyusunan dan penelaahan RKA-K/L. kedaruratan.f. dany atau.'volume Keluaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. Perubahan Kebijakan Pemerintah. usul pengurangan volume Keluaran disampaikan kepada Menteri/Pimpinan Lernbaga selaku Pengguna Angg~ran. (2) Dalam hal terdapat. dalam hal volume Keluaran yang berkurang merupakan volume Keluaran dari Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga.Jerideral/Bekretaris Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementeriany Lembaga mengajukan usul Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran berdasarkan persetujuan dari Kementerian Perencanaan/ Bappenas dan/ atau Menterr/Pimpinan Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (2).MENTEF~IKEUANGAN REPUBLII< INDONESIA . Pasal 10 (1) Pergeseran anggaran an tar Kegiatan dapat dilakukan ·sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran yang telah dietapkan dalam DIPA dan digunakan untuk hal-hal yang bersifat prioritas..I . usul perigurangan volume Keluaran diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. Rupiah Murni Pendamping (RMP)sepanjang paket pekerjaan masih berlanjut (on-going).

terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. c.MENTERIKEUANGAN REPUBLlI( INQONESIA .13 - (2) Hal-hal yang bersifat prioritas. dan/atau e. adanya pencabutan status pada suatu satuan kerja. kelebihan realisasi atas target yang direricanakan APBNatau APBNPerubahan. diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan tentang persetujuan penggunaan sebagian dana PNBP. Pasa112 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari .. PNBP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a merupakan tambahan alokasi anggaran yang dapat digunakan oleh Kementeriarr/Lembaga . kedaruratan. PNBP dalam b.Rincian Anggaran Yang Disebabkan Penambahan Atau Pengurangan Pagu Anggaran Termasuk Pergeseran Rincian Anggarannya Pasal 11 (1) Perubahan anggaran belanja yang bersumber dari . . PHLN darr/atau PHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. d. pengelolaan keuangan BLU . Lampiran I yang merupakan bagian tidak . Bagian Ketiga Perubahan . mendesak. (3) Pergeseran anggaran an tar Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus 'dilengkapi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan surat persetujuan dari pejabat Eselon I sebagai penanggung jawab Program. kesepahaman atau dokumen yang dipersamakan. (2) Perubahan anggaran belanja yang bersumber dari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai akibat: a.dan/ atau kebijakan pemerintah yang ditetapkan dalam Tahun Anggaran 2014. adanya satuan kerja PNBPbaru. (4) Format surat persetujuan dari pejabat Eselon I sebagai penanggung jawab Program sebagaimana dimaksud pada ayat (S) tercantum dalam. adanya PNBP yang berasal dari kcntrakykerjasamay nota . atau yang tidak dapat ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan-kegiatan Kemeriterian /Lembaga yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Kementerian/Lembaga .

q. optimalisasi pemanfaatan dana yang bersumber dari PHLN danj atau PHDN dan bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014.APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) rincian peruntukannya dituangkan dalam dokumen RKA-KjL dan diajukan oleh Kernenterian j Lembaga.' . AFBN Tahun Anggaran 2014 serta pinjaman luar negerijpinjaman dalam negeri yang bukan merupakan kelanjutan dari proyek tahun jamak. (3) . Lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN danjatau PHDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak termasuk pinjarnan proyek baru yang belum dialokasikan dalam. . (2) Percepatan Penarikan PHLN danj atau PHDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak termasuk pinjaman proyek baru yang belum dialokasikan dalam APBN'I'ahun Anggaran 2014 . Kementerian Keuangan dan dilaksariakan oleh KementerianjLembaga dan bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. Pasa113 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya Percepatan Penarikan PHLN danj atau PHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c merupakan . . . . .1 .. (2) Penerimaan HLNjHDN setelah Undang-Undang mengenai . (3) Penerimaan HLNjHDN setelah Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan· sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk HLNjHDN yang diterushibahkan dan pinjaman yang diterushibahkan . ./ ••.' ... Pasal 14 (1) Perubahan rmcian anggaran yang disebabkan adanya penenmaan HLNjHDN setelah Undang-Undang inengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf ·d merupakan HLNjHDN yang diterima oleh Pemerintah c. .MENTEI~I I<EUAI'JGAN REPUBLIl( INDONESIA .14 (2) Perubahan rincian anggaran y~ng disebabkan adanya lanjutan sebagaimana dimaksud pada -ayat (1) dapat dilakukan sepanjang PHLNjPHDN belum closing date.

dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai mekanisme pengelolaan hibah. b. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Revisi Anggaran untuk penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN untuk Satker BLU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan. HLN/HDN dalam bentuk uang yang diterima setelah . (2) Pengurangan alokasi pmjaman proyek luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: . di atas pagu APBNuntuk Satker BLU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf f merupakan tambahan alokasi anggaran yang dapat digunakan oleh Satker BLU dan bersifat meriambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014.dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) . Pasal 16 (1) Perubahan rmcian anggaran yang' disebabkan adanya penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP.' realisasi danj'atau PNBP di atas target yang .15 Pasal 15 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya penerimaan hibah langsung dalam ben tuk uang se bagaimana . (2) Tambahan alokasi anggaran yang dapat digunakan oleh Satker BLU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersumber dari: a.direncanakan. (2) Tata cara pencatatan dan pelaporan untuk penerimaan hibah langsung dalarn bentuk uang sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penggunaan saldo BLU dari tahun sebelumnya. Pasal 17 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya pengurangan alokasi pinjaman proyek luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g bersifat mengurangi pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014.MENTERII<EUANGAN REPUBLlI< INDONESIA .huruf e merupakan _.Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan dan dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian/Lembaga dan bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014.

16 paket Kegiatan Zproyek yang didanai dari pinjaman luar negeri telah selesai dilaksanakan. huruf c. (cost table) b. dan mendapat persetujuan Menteri c. atau sudah dibebankan pada DIPAtahun sebelumnya. (2) Tambahan alokasi anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan DPR RI dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. tata cara pembayaran subsidi dilakaanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai tata cara pembayaran subsidi di 'bidang energi. adanya pembatalan alokasi pinjaman luar negeri. (3) Tambahan alokasi anggaran yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. c. diberikan setelah Keuangan.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA a. . d. terjadi perubahan penjadwalan pembiayaan yang disetujui oleh pernberi pinjaman. . target kinerjanya telah tercapai dan sisa alokasi anggarannya tidak diperlukan lagi. proyek luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b. b. dan huruf d dapat mengakibatkan berkurangnya volume Keluaran dalam DIPA. pagu anggaran perribayaran Subsidi Energi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf h merupakan tambahan alokasi anggaran yang diberikan untuk memenuhi pembayaran Subsidi Energi dan bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. (4) Dana Rupiah Murni Pendamping (RMP) yang telah dialokasikan untuk paket Kegiatan Zproyek sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat digunakan/ direalokasi untuk mendanai Rupiah Murni Pendamping (RMP) pada paket Kegiatan/proyek yang lain atau diubah menjadi Rupiah Murni untuk mendanai kegiatan prioritas lain dan menambah volume Keluaran. Pasal 18 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya perubahan. (3) Pengurangan alokasi pinjamari . merupakan selisih antara alokasi yang telah ditetapkan dalam APBN dengan hasil perhitungan sesuai perubahan parameter.

Pengembangan (PISEW).sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disam paikan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat . PNPMMandiri Perdesaan.J enderal Perbendaharaan dalam bentuk Revisi Anggaran paling lambat tanggal 31 Januari 2014. .'" . PNPMMandiri Perkotaan. (5) Pengajuan usulan Revisi Anggaran untuk ·perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Program/ Kegiatan Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a . ~r /" . Wilayah Pemberdayaan pada ayat (1)... perubahan kurs termasuk pemenuhan kewajiban yang tirnbul dB!i transaksi lindung nilai. Pasa120 (1) Perubahan rmcian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Program/ Kegiatan Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf j bersifat menambah pagu . Infrastruktur Sosial Perdesaan Ekonomi (PPIP). (4) Pengajuan usulan lanjutan Program /Kegiatan Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).17 Pasal19 Perubahan rincian anggaran yang disebabkan perubahan pagu .MENTERI I(EUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Program Pembangunan ..anggaran pembayaran bunga utang sebagaimana dimaksud dalam Pasal ·4 ayat (1) huruf i merupakan tambahan alokasi anggaran dalam rangka pembayaran bunga utang karena adanya tambahan kewajiban. d. (2) Lanjutan Program/Kegiatan Nasional Masyarakat (PNPM) sebagaimana dimaksud terdiri atas: a. dan . Kuasa Pengguna Anggaran Satker melakukan rekonsiliasi sisa dana PNPM dengan KPPN yang dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi paling lamb at tanggal 15 Januari 2014. b. anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. Infrastruktur lanjutan ProgramyKegiatan : Nasional (3) Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan sampai dengan akhir April 2014. c.

KPPN menandatangani Daftar Rincian Kegiatan dan Realisasi Anggaran dan disampaikan kepada PPA BUN Penerusan Pinjaman dan Direktorat .18 .Jenderal Anggaran dalam bentuk Revisi Anggaran paling lambat tanggal 31 Januari 2014.dirnakaud pada ayat (1) tidak termasuk pmjaman proyek baru yang belum dialokaeikan dalam APBN Tahun Anggaran 2014 serta pinjaman 'luar negeri Zpinjaman dalam negeri yang bukan merupakan kelanjutan dari proyek tahun jamak." . c. (4) Pengajuan usulan lanjutan Kegiatan Penerusan Pinjaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Menteri Keuangan c.b.' atau PHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf k bersifat menambah pagu anggaran pembiayaan Tahun Anggaran 2014. KPA mengajukan usul Revisi Anggaran kepada Kantor Wilayah Direktorat .' berdasarkan hasil pencocokan. dan ~~ . b.MENTERI I<EUANGAN REPUBLlf( INDONESIA ./ .. Direktur . Pasa121 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Kegiatan Penerusan Pinjaman yang dananya bersumber dari PHLNdan. (5) Pengajuan usulan Revisi Anggaran untuk perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Kegiatan Penerusan Pinjaman yang' dananya bersumber dari PHLN danl atau PHDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. KPPN menyampaikan Berita Acara Rekonsiliasi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbedalraraan paling lambat tanggal 22 Januari 2014. (3) Lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN'dan Zatau PHDN sebagaimana .Jenderal Anggaran paling lambat tanggal 22 Januari 2014. Kuasa Pengguna Anggaran Penerusan Pinjaman membuat Daftar 'Rincian Kegiatan dan Realisasi Anggaran berdasarkan data realisasi per tanggal 10 Januari 2014 dan menyarnpaikan kepada KPPNpaling lambat tanggal 15 Januari 2014 untuk dicocokkan dengan data realisasi pada KPPN.q. berdasarkan Berita Acara Rekonsiliasi.Jenderal Perbedaharaan paling lambat tanggal 31 Januari 2014:. dan . (2)"Perubahan rincian· anggaran yang disebabkan adanya lanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang PHLN/PHDNbelum closing date.

Pasal23 (1) Perubahan rincian anggaran· yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Kegiatan penerusan hibah yang dananya bersumber dari PHLN dany atau PHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf m bersifat menambah pagu anggaran belanja hibah Tahun Anggaran 2014. (2) Perubahan rmcian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang PHLN/PHDNbelum closing date. danj' atau PHDN yang bukan merupakan . (2) Percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka penerusan hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (I) tidak termasuk pinjarnan yang diterushibahkan yang belum dialokasikan .19 .sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf n merupakan optimalisasi pemanfaatan dana penerusan hibah dari ·PHLN'dan/ atau PHDN dan bersifat menambah pagu anggaran belanja hibah Tahun Anggaran 2014. Pasa122 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Penerusan Pinjaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf 1merupakan optimalisasi pemanfaatan dana Penerusan Pinjaman dari PHLNdan Zatau PHDN dan bersifat menambah pagu anggaran pembiayaan Tahun Anggaran 2014. . berdasarkan Daftar Rincian Kegiatan dan Realisasi Anggaran yang telah ditandatangani oleh XPPN. Pasal24 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka penerusan hibah . (3) Lanjutan pelaksanaan Kegiatan penerusan hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak termasuk PHLN .kelanjutan dari proyek tahunjamak.MENTERI KEUANGAN REPUBLII< II\jDONESIA .c. (2) Percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Penerusan Pinjaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak . PPA BUN mengajukan usul Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran paling lamb at tanggal 31 Jarruari 2014. dalarn APBNTahun Anggaran 2014. termasuk Penerusan Pinjaman yang belum dialokasikan dalam APBNTahun Anggaran 2014.

yang dananya . . (1) Perubahan rmcian anggaran yang disebabkan adanya percepatan -realisasi pelaksanaan proyek. dananya bersumber dari SBSN PBS kepada Menteri Keuangan c. Pasa127 Perubahan pagu anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf q merupakan tambahan alokasi anggaran dalam rangka Penyertaan Modal Negara (PMN)sebagai akibat selisih kurs.J .MENTERIKEUANGAN I~EPUBLIK It'-lOONESIA .:' ..ayat (1) huruf 0 rnerupakan tambah an pagu SBSN PBS Tahun Anggaran 2014. unit eselon I mengajukan usul RevisiAnggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran. Pasal26 Perubahan rincian anggaran yang disebabkan perubahan pagu anggaran pembayaran cicilan pokok utang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf p merupakan tambahan alokasi anggaran dalam rangka pembayaran cicilan pokok utang karena adanya tambahan kewajiban. perubahan kurs termasuk pemenuhan kewajiban yang timbul dari transaksi Iindung nilai.q Direktur Jenderal Pengelolaan Utang. (3) Pengajuan usulan Revisi Anggaran untuk perubahan rincian anggaran yang disebabkan . b. ~Ir I' b.adanya percepatan realisasi pelaksanaan proyek yang dananya bersumber dari SBSN PBS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang melakukan penilaian atas usul percepatari realisasi pelaksanaan proyek yang dananya bersumber dari SBSN PBS derigan mernperhatikan kinerja proyek dan total defisit yang dituangkan dalam persetujuan. berdasarkan persetujuan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.20Pasa125 . Kementerian/Lembaga c. dan c. proyek yang darianya bersumber dari SBSN PBS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat menambah pagu pembiayaan anggaran dalam APBNTahun Anggaran 2014.q unit cselon I mengajukan usulan percepatan realisasi pelaksanaan proyek yang.bersumber dari SBSN PBS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 . (2) Percepatan realisasi pelaksanaan.

Pasa130 (1) Perubahan pagu anggaran transfer ke daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf t merupakan tambahan Zpengurangan pagu anggaran transfer ke daerah antara lain dana bagi hasil yang didistribusikan kepada masing-masing daerah provinsi/kabupaten/kota sesuai realisasi penerimaan dana. sebagaimana (2) Pengurangan alokasi hibah luar negeri . target kinerjanya telah tercapai . (2) Penyesuaian besaran nilai rupiah dalam DIPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan nilai valas yang sarna dan nilai kurs mengikuti tarif kurs yang digunakan saat transaksi dan dituangkan dalam withdrawal application (W A). paket Kegiatanyproyek yang didanai dari hibah luar negeri telah selesai dilaksanakan.. . adanya pembatalan pemberian hibah luar negeri. bagi hasil pada Tahun Anggaran 2014. (4) Dana Rupiah Murni Pendamping (RMP) yang telah dialokasikan untuk paket Kegiatan Zproyek sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat digunakan/ direalokasi untuk rnendanai Rupiah Murni' Pendamping (RMP) pada paket Kegiatan /proyek yang lain atau diubah menjadi Rupiah Murni untuk mendanai kegiatan prioritas lain dan menambah volume Keluaran .dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a.21 Pasa128 (1) Perubahan pagu anggaran dalam rangka penyesuaian kurs sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat : (1) huruf r '. Pasal29 (1): Perubahan rmcian anggaran yang pengurangan alokasi hibah luar dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf pagu anggaran belanja Tahun Anggaran dise babkan adanya negeri sebagaimana s bersifat mengurangi 2014. atau b. dapat inengakibatkan berkurangnya volume Keluaran dalam DIPA. dan sisa alokasi anggaranriya tidak diperlukan lagi. .MENTERIKEUANGAN REPUBLII< INDONESIA . (3) Pengurangan alokasi hibah luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b. .merupakan penyesuaian besaran nilai rupiah dalam DIPA " terhadap . ------------------------------------------- . Kegiatan yang sumber dananya berasal dari . "pinjaman luar negeri dan tata cara penarikannya dilakukan secara direct paumeni atau Letter of Credit (L/ C).

penghapusanj perubahan catatan dalam halaman IV DIPA karen a masih memerlukan reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.anggaran transfer ke daerah. penghapusanj perubahan catatan dalam halaman IV DIPA karena masih harus didistribusikan ke masing-masing satker. .transfer ke daerah .dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf j merupakan penghapusany perubahan sebagian atau seluruh catatan ·dalam halaman IV DIPA pada alokasi yang ditetapkan untuk mendanai suatu Kegiatan. Bagian Keempat Perubahan atau Pergeseran Rincian Anggaran Dalam Hal Pagu Anggaran Tetap Pasal31 (1) Perubahan karena .(3) Penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV DIPA sebagaimana dimaksud pacla ayat (1) clapat dilakukan setelah persyaratan clipenuhi dengan lengkap.penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV OIPA sebagairnana . penelaahan danj atau persetujuan Kementerian Perencanaan zBappenas: f.sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai pelaksanaari dan pertanggungj awaban . (2) Penghapusanjperubahan catatan dalam halaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. penghapusanj perubahan catatan dalam halaman IV DIPA yang dicantumkan oleh APIP Kj L karena masih harus dilengkapi dokumen pendukung .22 (2) . danj atau g. --u . b. penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV OIPA karena harus dilengkapi dasar hukum pengalokasiannya danj atau dokumen terkait.MENTERI '<EUANGAN REPUBLIK INPONESIA . d. penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV DIPA karena masih mernerlukan . e.Tata cara Revisi Anggaran untuk perubahan pagu anggaran . . c. IV OIPA penghapusanjperubahan catatan dalarn halaman IV DIPA karena masih memerlukan persetujuan OPR RI. . penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV DIPA karena masih harus dilengkapi loan agreement atau nomor register.

dari PHLN/PHDN yang membutuhkan penarnbahan cara penarikan PHLN jPHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf k. Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian inkracht sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 5 ayat (3) huruf 1 merupakan kewajiban pengeluaran yang timbul sehubungan dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Kuasa Pengguna Anggaran mengajukan usul Revisi Anggaran berupa.23 (4) . pada ayat (1). dan Kementerian Keuangan. (2) Usul penambahan dimaksud pada KPPNPembayarnya. (1) . penambahan cara penarikan PHLNkepada unit eselon 1.Dalam hal persetujuan DPR RI sebagairnana dimaksud pada ayat (2) huruf a . · penghapusan Zperubahan catatan dalam halaman IV DIPA . cara ayat penarikan PHLN sebagaimana (1) termasuk penarnbahan (3) Berdasarkan usulan Revisi .Anggaran sebagairnana dimaksud .dapat dilakukan setelah dilakukan penelaahan antara _. anggaran dalam rangka penyelesaian irikrachi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan antarjenis belanja dan / atau antarjenis Kegiatan dalam 1 (satu) program dan/ atau antarprogram dalam 1 (satu) · Kementeriarr/Lembaga. Pasa132 (1) Dalam hal pelaksanaan Kegiatan/Keluaran yang dananya · bersumber .(2) Pergeseran anggaran dalarn rangka penyelesaian inkrachi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan tanggung jawab Kementerian/Lembaga.. Pasa133 .isinya berbeda dengan : rincian yang dituangkan dalam RKA-K/L dan DIPA. (3) .. Kernenterian Perencanaan I Bappenas. (5) Tata cara penelaahan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan rnengenai petunjuk penyusunan dan penelahaan RKA-K/L. unit eselon I menyampaikan usul Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran. Pergeseran . Kernenterian I Lembaga. . .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Pasal 5 ayat (3) huruf m merupakan pemanfaatan . Kinerja sebagaimana rumusan Keluaran. perubahan . sepanjang tidak mengubah pagu anggaran dan tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional danj atau Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan. mendanai prioritas sebelumnya. a. dan . sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukah dengan ketentuan sebagai berikut: a. I?endanai kebutuhan prioritas Kementeriarr/Lembaga. ·dan/atau kedaruratan f. kembali alokasi anggaran yang telah dialokasikan dalam RKA-KjLdan belum jelas peruntukannya.tugas fungsi unit adanya tambahan penugasan. penambahanjperubahan Keluaran. danjatau rumusan selain rumusan (3) Penambahanjperubahan rumusan Keluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dapat dilakukan: . Penggunaan dana output cadangan c.MEI\jTH~1 I<EUANGAN REPUBLlf< INDONESIA . d. sebagai akibat adanya penyempurnaan nomenklatur. Pasal 35 (1) Penambahanjperubahan· Rumusan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. rumusan danj atau b. b. e. menambah volume output prioritas nasional. (3) Pergeseran anggaran dalam rangka penggunaan output cadangan .sebagaimana dimaksud dalarri. ayat (3) huruf n dapat dilakukan dalam rangka rneriingkatkan kinerja Kernenterian j Lembaga darr/ atau menindaklanjuti adanya perubahan tugas fungsi. mendanai kegiatan yg bersifat mendesak. a. percepatan pencapaian output prioritas nasional danj atau prioritas Kementerianj Lembaga. nasional yang belum dialokasikan I (2).. penambahanjperubahan b.24 Pasa134 (1) Penggunaan dana output cadangan . mendanai kebutuhan Biaya Operasional Satker. (2) Penambahanjperubahan Rumusan dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:. atau yang tidak dapat ditunda. . dapat dilakukan dalam Kegiatan yang sarna danj atau antar Kegiatan dalam satu Program.

hasil penambaharr/perubahan rumusan selain rumusan Keluaran digunakan sebagai dasar untuk melakukan perubahan database RKA-KL/DIPA. dan b.dan rumusan melakukan Keluaran perubahan c.Perencanaan/Bappenas. Sekretaris .u$ulan penambahanyperubahan rumusan Keluaran diajukan oleh. penarribahan/perubahan rumusan selain rumusan Keluaran dapat ditetapkan sepanjang telah disepakati dalam pertemuan tiga pihak an tara Kementerian .belum tersedia dalam database RKA-K/L/DIPA2014. (5) Penambahan Zperubahan rumusan selain rumusan sebagaimana dimaksud pada ayat : (2) huruf .MENTERI I<EUANGAN REPUBUI< INQONESIA . b' hasil penambahan Zperubahan digunakan sebagai dasar untuk database RKA-K/L/DIPA. Kementerian Keuangan.(4) Tata cara. penambahan rperubahan . kegiatan.Jenderal/Bekretaris Utarna / Sekretaris. indikator kinerja program. dan Kementerian/ Lembaga yang bersangkutan. . sepanjang tidak mengubah pagu anggaran dan tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional dan Zatau Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan. rumusan Keluaran (3). b. dan ~rr- / . diatur dengan ./ Pejabat Eselon I Kementerian /Lembaga kepada Direktur Jenderal Anggaran. indikator kinerja kegiatan. sepanjang penambaharr/ perubahan rumusan Keluaran . " . usulan penambahan Zperubahan rumusan selain rumusan Keluaran diajukan oleh Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kernenteriarr/Lernbaga kepada Direktur Jenderal Anggaran dan Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas. . c. sebagaimana ' dimaksud pada ayat _ 'ketentuan sebagai berikut: . nomenklatur program. (6) Tata cara penambahanyperubahan rumusan selain rumusan Keluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a.dilakukan: Keluaran b dapat a.25 c. sebagai akibat adanya reorganisasi atau penyempurnaan perumusan nomenklatur antara lain. fungsi. perubahan database RKA-K/L/DIPA menjadi dasar pengajuan revisi RKA-K/L dan revisi DIPA kepada Direktur Jenderal Anggaran.. a. perubahan tugas fungsi unit dan/ atau adanya tambahan penugasan..

c. . perubahan database RKA-KL/DIPA menjadi pengajuan revisi RKA-KjL dan revisi -DIPA kepada Direktur . Perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam hal: a.q Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kernenterian Keuangan. berdasarkan persetujuan perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang dari Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menjadi dasar pengajuan revisi RKA-KjL dan revisi DIPA kepada Direktur Jenderal Anggaran. terdapat sumber dana lain yang biayanya lebih murah. b.Jenderal Anggaran. meliputi: a. Pasa136 _(1) Perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang -sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf 0 dapat dilakukan dalam rangka efisiensi pendanaan danj atau percepatan pencapaian kinerja sebuah Kegiatan. Pasa137 (1) (2) Pergeseran anggaran dalam 1 (satu] subbagian anggaran BA BUN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf p dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja PPA BUN darr/ atau memenuhi kewajiban Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal. danj atau d. (3) Tata cara perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a.26 dasar d. pergeseran anggaran dalam pengelolaan hibah. dan b.c. Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) subbagian anggaran BA BUN sebagaimana dimaksud pada ayat (1). anggaran dalam pengelolaan Penerusan (2) w--JIL' /-" . b. pergeseran anggaran dalam pengelolaan utang. c.MENTER1KEUANGAN REPU8L11< INDONESIA . sumber dana yang direncanakan sulit untuk dipenuhi. adanya perubahan kebijakan Pemerintah. pergeseran Pinjaman. Kegiatan yang harus segera dilaksanakan. usulan perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang diajukan oleh Sekretaris· JenderaljSekretaris Utama/Bekretaria/Pejabat Eselon I Kementeriarr/Lembaga kepada Menteri Keuangan .

MENTERI KEUAI\lGAN REPUBLIK INDONESIA .27 - d. dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume keluaran dalam DIPA.Pengelolaan Belanja Lainnya (BA999.99). Pasa138 (1) Pergeseran anggaran dari BA BUN. BA BUN Pengelolaan Penerusan Pinjaman (BA 999.07). BA BUN Pengelolaan Hibah (BA 999. pergeserananggaran dalam pengelolaan subsidi. BA BUN Pengelolaan Investasi Pemerintah (BA 999. -g. bagian anggaran bend ahara umum negara pengelolaan belanja lainnya (BA 999. Pasa139 (1) Pergeseran antar subbagian anggaran dalam Bagian Anggaran 999 -(BABUN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) huruf b merupakan pergeseran anggaran yang dilakukan dalam rangka memenuhi kewajiban Pemerintah selaku pengelola fiskal. pergeseran anggaran dalam pengelolaan belanja lainnya.03). BA BUN Pengelolaan Transfer ke Daerah (BA 999. pergeseran pemerintah.02). dan BA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (BA999. (3) Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) subbagian anggaran ~A BUN sebagaimana dimaksud pada ayat (1).anggaran belanja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara pergeseran anggaran belanja dari.04). (2) Tata cara Revisi Anggaran untuk pergeseran. (2) Pergeseran 'sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pergeseran an tar BA BUN Pengelolaan Utang Pemerintah (BA 999. pergeseran daerah. pergeseran anggaran dalam pengelolaan transaksi khusus. .01).menambah pagu anggaran belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2014 narriun tidak menjadi dasar perhiturigan untuk penetapan _ alokasi anggaran tahun berikutnya.08) ke BA KjL sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 5 ayat -(4) huruf a bersifat insidentil dan.05). e. anggaran anggaran dalam dalam pengelolaan pengelolaan investasi transfer ke f. BA BUN Pengelolaan Belanja Subsidi (BA 999.08).08) ke bagian anggaran kementerian negara/Iembaga. 'SA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999. dan/ atau h.

Kegiatan dan 1 (satu) b. g. Kegiatan yang sama dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. f. antar Keluaran. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan..karena adanya kebijakan Pemerintah atau direktif Presiden . antar Kegiatan dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. a. Pasal41 (1) Pergeseran anggaran dan penambahan volume Keluaran sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 5 ayat (5) huruf a dapat dilakukan sepanjang tidak rnengurangi volume .(1) antara lain pergeseran anggaran untuk pelaksanaan -kegiatan dalarri rangka dekonsentrasi atau tugas pernbantuan rnenjadi dana alokasi khusus.28 - Pasal40 (1) Pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 5 ayat (4) huruf d dapat dilakukan . (2) Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)' dapat dipenuhi melalui pergeseran: . c. Kegiatan yang sama dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perberidaharaan. dalam Keluaran yang sarna. dalam 1 (satu) Keluaran. . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. h. antar Kegiatan dalarn J (satu) Satker. atau 1. d . Keluaran dalam DIPA termasuk dalam rangka addendum kontrak sampai dengan 10% (sepuluh persen) dari nilai kontrak.. antar Keluaran. dalam Keluaran yang sama. e. 1 [satu] Satker. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. . (2( Pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN sebagaimana dirnaksud pada ayat . antar Keluaran.MENTERIKEUANGAN REPUBLH< INDONESIA . antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. .

Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. antar Kegiatan dan antar Satker' dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . b. 1 (sa. g. Kegiatan yarig sarna dan an tar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.Jenderal Perbendaharaan. h. dalarn 1 (satu) Keluaran. Pasa143 (1) Pergeseran antar jenis belanja sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 5 ayat (5)"huruf c dapat dilakukan sepanjang tidak rnengurangi volume Keluaran dalam DIPA. antar Keluaran.29 Pasal42 (1) Pergeseran anggaran dan volume Keluaran tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf b dapat dilakukan . Satker.:tu)Kegiatan dan 1 (satu) . (2)'" Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) \dapat dipenuhi melaluipergeseran: a. . dalam Keluaran yang sarna. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. antar Kegiatan dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. dalam 1 (satu) Keluaran. ~ /' . antar Keluaran. c. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan yang berbeda. antar Keluaran. b. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. f. antar Kegiatan dalam 1 (satu) Satker. dalam Keluaran yang sarna. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. antar Keluaran.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .:" e-: . (2) Pergeseran anggaran sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) dapat dipenuhi rnelalui pergeseran: a. . : d. atau 1. sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA. e. c. dalarn Keluaran yang sarna.

Pasa144 (1) Pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan Biaya Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf d dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA.selisih kurs sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf e.·1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) f. . atau g. dalam Keluaran yang sarna. antar Keluaran. atau antar Keluaran.MENTERI I<EUANGAN RH)UBLlI< INDONESIA . antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. antar Keluaran. c.' Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . Kegiatan yang sarna dan an tar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. f. Pasa145 (1) Pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan . dalam'l Satker. antar -Keluaran. Kegiatan yang sarna dan an tar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . . merupakan pergeseran anggaran rupiah karena adanya kekurangan alokasi anggaran untuk pembayaran Biaya Operasional Satker perwakilan di luar negeri atau pembayaran sebuah kontrak dalam valuta asing sebagai akibat adanya selisih kurs. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. e. antarKegiatan dalarriI (satu) Satker. (2) Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dipenuhi melalui pergeseran: a. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan yang berbeda. Kegiatan yang sarna dan an tar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan.Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. (satu) Keluaran. antar Keluaran.30 - d. b.Jenderal Perbendaharaan. e. d. . antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

e. dan d. dalam Keluaran yang sarna.dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. dalam Keluaran yang sarna.31 (2) .. antar Keluaran. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah : Direktorat Jenderal Perbendaharaan. antar Kegiatan dalam 1 (satu] Satker.' selisih tersebut terjadi setelah kontrak ditandatangani. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. antar Kegiatan dan an tar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. b. atau h. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker.Pergeseran anggaran dalam . (3) Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud .rangka memenuhi kebutuhan selisih kurs sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: . antar Keluaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLlI< INDONESIA . merupakan selisih antara nilai kurs yang.Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian tunggakan tahun yang lalu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf f dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA. Kegiatan yang sarna dan antar Satker . antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah .a. c.kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.sebesar nilai kontrak dikalikan dengan selisih kurs sebagaimana dimaksud pada huruf a. dapat dipenuhi melalui pergeseran : pada ayat (1) a. b. g. kebutuhan anggaran untuk memenuhi selisih kurs menggunakan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga yang bersangkutan. digunakan dalam .APBNdengan nilai kurs pada saat transaksi dilakukan. pergeseran alokasi anggaran yang dilakukan 'Paling tinggi . f. . Pasa146 (1) . c. d. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. antar Keluaran. .

yang alokasi dananya tidak cukup tersedia : atau belurn dibayarkan pada tahun sebelumnya.000. /' . e. langganan daya dan jasa.. pernbayaran provisi benda rneterai. rnerupakan tagihan atas pekerjaan Zperiugasan yang alokasi anggarannya cukup tersedia pada DIPA tahun lalu. dapat dibebankan pada DIPAtahun anggaran berjalan tanpa rnelalui mekanisrne revisi DIPA sepanjang alokasi anggaran untuk peruntukan yang sarna sudah tersedia. h.000. (4) Untuk tunggakan lain dan/ atau tunggakan sebagairnana dimaksud pada ayat (3) yang alokasi anggarannya belum tersedia.b . pekerjaan/penugasannya telah diselesaikan tetapi belum dibayarkan sampai dengan akhir tahun anggaran lalu. dapat dibebankan pada DIPA tahun anggaran berjalan.0QO. harus (3) .1 . uang makan.000. harus dilampiri SPTJM dari Kuasa Pengguna Anggaran.000. dan b. rnakanan dan/ atau perawatan tahanany narapidana. c. tunjangan tambahan perighasilan guru PNS..OOO.OO (dua miliar rupiah). 1.pegawai khusus gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji. di atas Rp2.' belanja perjalanan dinas pindah. b.000. tunjangan kemahalan hakirn.OO (dua ratus juta . belanja . tunjangan hakirn adhoc.rupiah) sampai dengan. tunjangan profesi guru/ dosen.000.OO (dua miliar rupiah). irnbalanjasa layanan Bank/Pos Persepsi. g.000. f.32(2) Dalam hal jumlah seluruh tunggakan per DIPA per Satker sebagaimana dimaksud pada ayatj l ) nilainya: a. sampai dengan Rp200.MENTERI I<EUANGAN REPUBLlI< INDONESIA . turijangan kehormatan profesor." . dilampiri hasil verifikasi dari BPKP.Dalam hal tunggakan tahun ·lalu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terkait dengan: a. di atas Rp200.hasil verifikasi dari APIP K/ L. d.000. harus dilampiri . bahan 1.OO (dua ratus juta rupiah). Rp2. k. dan c.setempat. dan Zatau tahanan untuk J. . . dengan ketentuan sebagai berikut: a .

b. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. .a. f. atau .h. dalarn Keluaran yang sarna. antar Kegiatan dalarn 1 (satu) Satker. Pasa147 (1) Pergeseran rincian anggarart untuk Satker BLU yang surnber dananya 'berasal dari PNBP sebagairnana dirnaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf g dapat dilakukan dalarn rangka rnernpercepat pencapaian kinerja Satker BLU. dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jerideral Perbendaharaan. 1·(satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. d. an tar Keluaran.· antar Keluaran. .Kementerian zLernbaga. .33(5) Pergeseran anggaran sebagairnana dirnaksud dapat dipenuhi rnelalui pergeseran: pada ayat (1) . dalarn Keluaran yang sarna. c. Pasa148. ·e. (2) Ketentuan lebih lanjut rnengenai tata cara Revisi berupa pergeseran rincian anggaran untuk Satker surnber dananya berasal dari PNBP sebagairnana pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Direktur . antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. an tar Keluaran.MENTERI !<'EUANGAN REPUBLlf< INDONESIA . atau dalarn satu provinsi untuk kegiatan dalarn rangka dekonsentrasi sebagairnana dirnaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf h dapat dilakukan dalarn hal terjadi perubahan prioritas atau kebijakan dari. dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. g. dan antar Satker. antar Kegiatan :dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. .Perbendaharaan. (1) Pergeseran dalarn satu provinsi/kabupaten/kota untuk Kegiatan dalarn rangka tugas pernbantuan dan urusan bersarna. Kegiatan yang sarna. Anggaran BLU yang dirnaksud Jenderal . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. Kegiatan yang sarna dan antar Satker .

e: an tar Kegiatan dan.' an tar Keluaran. Kegiatan yang sarna dan antar. . antar Kegiatan dan an tar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah. antar Keluaran.MENTERI I<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) . Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. Kegiatan yang sarna dan an tar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.34- (2) Pergeseran sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) dapat dilakukan setelah rnendapat persetujuan dari ·unit eselon I Kernenterian/Lernbaga yang.dayagunaan Aparatur Negara dan Reforrnasi Birokrasi. (3) . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah . Pergeseran anggaran sebagairnana· dirnaksud pada ayat (1) dilakukan rnelalui pergeseran anggaran dari DIPA Petikan Satker Induk ke DIPAPetikan Satker baru. b. d. kantor baru telah rnendapat persetujuan dari Kementerian Pe:p.Ienderal Perbendaharaan. Pasal 50. rnernberi penugasan atau . (1) Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian kegiatankegiatan pernbangunan infrastruktur serta rehabilitasi dan rekonstruksi . Kegiatan yang sarna dan antar Satker . Satker dalarn 1 (satu] wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. dalam Keluaran yang sarna. antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat .pelimpahan. atau f. dalam Keluaran yang sarna. Pergeseran anggaran sebagairnana dirnaksud dapat dipenuhi rnelalui pergeseran: pada ayat (1) a.Direktorat Jenderal Perbendaharaan. . bencana alarn tahun 2013 sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf j dapat dilakukan sepanjang tidak rnengurangi volume Keluaran dalarn DIPA. Pasal49 (1) Pergeseran anggaran dalarn rangka ·pernbukaan kantor baru sebagairnana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf i dapat dilakukan dalarn hal ketentuan rnengenai pernbentukan .dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.

atau C antar Kegiatan dan an tar Satker dalarn wilayah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan . anggaran·. e. dilengkapi alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan yang sarna dan antar Satker 'dalarn wilayah kerja Karitor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.huruf k dapat digunakan untuk rnendanai pelaksanaan rnitigasi bencana.MENTERIKEUANGAN HEPUBLlI< INDONESIA . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. antar Kegiatan dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan penanganan pasca bencana. (3)" .q. kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaari. tanggap darurat. (3) Pergeseran anggaran sebagairnana dapat dipenuhi rnelalui pergeseran: dirnaksud pada ayat (1) a. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah. antar Ke1uaran. tl . dalarn Keluaran yang sarna. Direktur Jenderal Anggaran dalarn bentuk konsep Revisi Anggaran paling larnbat pada tanggal 31 Januari 2014. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.' 'sebagaimana . antar Keluaran. .Pengajuan 'usulan pergeseran . d. b..riimaksud pada ayat' (1) disarnpaikan kepada Menteri Keuangan c. Pasa151 (1) Pergeseran anggaran dalarn rangka tanggap darurat bencana sebagairnanadirnaksud dalam Pasal 5 ayat (5) . berbeda. c.35(2) Pergeseran anggaran sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) pendanaannya bersurnber dari pagu anggaran Kernenterian/Lernbaga yang bersangkutan Tahun Anggaran 2014. (2) Pergeseran anggaran dalarn rangka tanggap darurat bencana sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) diajukan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan'. dalarn Keluaran yang sarna. kerja yang / .

(2) Keluaran prioritas nasional dan/ atau prioritas Kementeriarr/ Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan Keluaran yang tercantum dalam RPJMN dan/ atau Renstra K/L. termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya. dan e. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Bagian Kedua Revisi Anggaran Pada Direktorat Jenderal Anggaran Pasa154 ..36Pasa152 . perubahan/ralat karena kesalahan administrasi. dalam hal ~. dan/ atau c. perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja . b. 'Lernbaga sebagaimana dimaksud -dalarn Pasal 5 ayat (5) huruf I dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA. memerlukan persetujuan .r/' it . perubahan atau pergeseran rincian anggaran pagu anggaran tetap. a.(1) Pergeseran anggaran dalam rangka percepatan pencapaian Keluaran prioritas nasional darr/ atau prioritas Kementerian Z.MENTERI I<EUANGAN REPUBLII< INDONESIA . b. BABIII KEWENANGAN DANTATACARAREVISIANGGARAN Bagian Kesatu Kewenangan Penyelesaian Revisi Anggaran Pasal53 Kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran dibagi dalam 5 (lima) kelompok yakni: a . meliputi: . Revisi Anggaran pada Direktorat J enderal Anggaran. Revisi Anggaran yang Kementerian/ Lembaga. Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah : Direktorat Perbendaharaan.Jenderal Eselon' I d: Revisi Anggaran pada Kuasa Pengguna Anggaran. c.. (1) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat J enderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf a DPR-RI.

c. pergeseran dalarn Keluaran yang sarna.a. perubahan anggaran belanja yang bersurnber dari PNBP.. percepatan Penarikan PHLNdan zatau PHON. percepatan pelaksanaan Kegiatan dalarn rangka Penerusan Pinjarnan. lanjutan pelaksanaan Pinjaman. . pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbenclaharaan yang berbeda. percepatan.MENTERI I(EUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penerirnaan HLN/HDN setelah Undang-Undang rnengenai APBNTahun Anggaran 2014 ditetapkan. (3) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas: a. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor . pergeseran antar Keluaran.. . perubahan utang. f. 1. pernbayaran ~. pengurangan alokasi hibah luar negeri. ' d. perubahan pagu anggaran pembayaran Subsidi Energi. J. Kegiatan dalarn rangka Penerusan g. b. pengurangan alokasi pinjarnan proyek luar negeri. hibah.. c. pagu anggaran dalarn rangka penyesuaian o. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. realisasi pelaksanaan bersurnber dari SBSN PBS. . . darr/ atau p. perubahan pagu anggaran pernbayaran bunga utang. e.berbeda. pelaksanaan Kegiatan dalarn rangka penerusan hibah. pagu anggaran proyek yang dananya cicilan pokok k.Wilayah· Direkt~rat Jenderal Perbendaharaan yang . perubahan kurs.37(2) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagairnana dirnaksud pada ayat· (1) huruf a sebagai akibat adanya: . b. lanjutan pelaksanaan . Kegiatan dalarn rangka penerusan . n. perubahan pagu anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN). perubahan pagu anggaran transfer ke daerah. h. . percepatan 1.

penambahan Zperubahan rumusan kinerja: i. jenis. ralat pencantuman volume. 1. pergeseran antar subbagian anggaran Anggaran 999 (BABUN). h. f. f. penggunaan dana Output Cadangan. Pasal55 (1) Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal memerlukan penelaahan meliputi: Anggaran yang b. a. dan/ atau e. penerimaan HLN/HDN setelah Undang-Undang mengenai APBNTahun Anggaran 2014 ditetapkan. dan satuan Keluaran yang berbeda an tara RKA-K/L. b. d. anggaran dalam satu subbagian anggaran k. e. ralat kode KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. ralat kode Satker. c. dan RKP atau hasil kesepakatan DPR-RI dengan Pernerintah. perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang. perubahan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP. ralat kode kewenangan. J. d.38 d. .MENTERIKEUANGAN REPUBLlI< INDONESIA . ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN.08) ke BA K/L. perubahan pagu anggaran pembayaran Subsidi Energi. pengurangan alokasi pinjaman proyek luar negeri. g. pergeseran anggaran dari BA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA999. percepatan Penarikan PHLNdan/ atau PHDN. c. pergeseran BA BUN.dan/ atau dalam Bagian m. perubahan pagu anggaran pembayaran bunga utang. penghapusan Zperubahan catatan dalam halaman IV DIPA. penarnbahan cara penarikan PHLN/PHDN. pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian in 7cracht. (4) Revisi Anggaran yang dilaksanakan 'pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri atas: a. e.

percepatan realisasi pelaksanaan bersumber dari SBSN PBS. pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Kegiatan dalam percepatan pelaksanaan penerusan hibah. anggaran dalam satu subbagian anggaran s. Kegiatan dalam rangka Penerusan Kegiatan dalam rangka penerusan rangka h. pergeseran antar subbagian anggaran Anggaran 999 (BABUN). . r. n. penambahan Zperubahan rumusan kinerja. penggunaan dana Output Cadangan. pergeseran dalam Keluaran yang sarna. pagu anggaran dalam rangka penyes'uaran pengurangan alokasi hibah luar negeri. ]. perubahan utang.dan/ atau dalam Bagian u. pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN. pergeseran BA BUN. m.hibah. b. pergeseran anggaran dari BA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA999. perubahan pagu anggaran transfer ke daerah. pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian inkracht. o. percepatan pelaksanaan Penerusan Pinjaman. pembayaran r. penghapusany perubahan catatan dalam halaman IV DIPA. 1. perubahan komposisi instrumen pembiayan utang. pergeseran antar Keluaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 1. perubahan kurs. q.08) ke BA K/L. perubahan pagu anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN). t. lanjutan pelaksanaan Pinjaman. q. cicilan pokok k. pagu anggaran proyek yang dananya . s. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. (2) Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal tidak memerlukan penelaahan meliputi: Anggaran yang a. p.39 g. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan yang berbeda. lanjutan . c.

Copy DIPA terakhir. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 'yang berbeda. 3. dan satuan Keluaran yang berbeda antara RKA-K/L dan RKP atau hasil kesepakatan DPR-RI dengan Pemerintah. b. jenis. Kuasa Pengguna Anggaran menyampaikan' usulan Revisi Anggaran kepada Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Bekretaris /Pejabat Eselon I. ralat kode Satker. Surat Usulan Revisi Anggaran yang dilampiri matriks perubahan (semula-menjadi). c. Berdasarkan hasil reviu.MENTERI f(EUANGAN REPUBLlI( INDONESIA . ralat kode kewenangan. ADK RKA-K/L DIPA Revisi. Kementeriarr/Lembaga yang dilampiri dokumen pendukung berupa: 1. SPfJM yang Anggaran. dan 6. ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalam wilayah kerja . Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Bekretaris /Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga menyampaikan usulan revisi yang telah diteliti kepada APIP K/L untuk dilakukan revru. ralat pencantuman volume. f. dokumen pendukung terkait. ralat kode KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan yang berbeda. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementeriarr/Lcmbaga meneliti usulan Revisi Anggaran dan kelengkapan dokumen yang disampaikan oleh Kuasa Pengguna Anggaran. d. g.40 d. 4. e. dan/ atau h. ditandatangani oleh Kuasa Pengguna 2. Pasa156 (1) Mekanisme Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Sekretaris/Pejabat Eselon I Kementerian zLembaga menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Direktur J enderal Anggaran dengan melampirkan dokumen pendukung berupa: '. \ . RKASatker. . 5.

Pasal57 (1) Mekanisrne Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (2) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. (2) Direktorat Jenderal Anggaran menelaah usulan Revisi Anggaran serta kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d.dan b. Direktorat Jenderal Anggaran mengeluarkan surat penolakan usulan Revisi Anggaran. 5. ADKRKA-K/LDIPARevisi Satker. .Revisi Anggaran kepada Sekretaris . RKASatker.Pejabat Eselon I dan dilampiri matriks perubahan (semula-menjadi). RKASatker. Revisi DRP RKA-K/L. SPTJM yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran. (3) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d. ayat (3).. ADKRKA-K/LDIPARevisi. 3. dan ayat (4) diselesaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah dokumen diterima secara lengkap. dan 4. 2. 4. Kuasa Pengguna Anggaran menyampaikan usulan . (5) Proses Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2). . Direktur Anggaran I/Direktur Anggaran II/ Direktur Anggaran III menetapkan: a.Jenderaly Sekretaris Utarnay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementeriarr/Lembaga dengan melampirkan dokumen pendukung berupa: 1.. (4) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan dapat disetujui. SPTJM yang ditandatangani oleh pejabat Eselon I. 'MENTERI KEUANGAN REPUBLlI< INDONESIA . Copy DIPAterakhir. 3. surat pengesahan Revisi Anggaran yang dilampiri notifikasi dari sistem. 2.41 1. Surat Usulan Revisi Anggaran yang ditandatangani oleh . Surat Usulan Revisi Anggaran yang dilampiri matriks perubahan [semula-menjadi].

MENTERII<EUANGAN REPUBLII< INDONESIA . Dalam hal catatan dalam halaman IV DIPA dicantumkan oleh APIP K/ L.Eselon I Kementerian /Lernbaga meneliti usulan Revisi Anggaran dan kelengkapan clokumen. penghapusan / perubahan catatan dalarn halaman IV DIPA. SPTJM yang ditandatangani oleh pejabat Eselon I. b. Revisi DHP RKA-K/L. Surat Usulan Revisi Anggaran yang dilampiri matriks perubahan (semula-menjadi). Direktur Anggaran I/Direktur Anggaran II/Direktur Anggaran III menetapkan: a. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Sekretaris/Pejabat Eselon I menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran yang dilampiri dokumen pendukung berupa: 1. c. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/SekretarisjPejaba:t . surat pengesahan Revisi Anggaran yang dilampiri notifikasi dari sistem. dan 5. (4) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan dapat disetujui. RKASatker. (2) Direktorat Jenderal Anggaran meneliti usulan Revisi Anggaran serta kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf d. 4. dokumen pendukung penghapusan/perubahan DIPA.1 . (3) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d. d.dan 7. terkait dalam rangka catatan dalam Halaman IV . pendulcung dari Kuasa Pengguna Anggaran. 2. . Direktorat Jenderal Anggaran mengeluarkan surat penolakan usulan Revisi Anggaran. dokumen pendukung terkait lainnya. . usul Revisi Anggaran yang' telah diteliti beserta dokumen pendukung disampaikan kepada APIPK/L untuk dilakukan reviu.dan b. 3. v . dokumen pendukung .42 - terkait dalam rangka 6. Berdasarkan hasil penelitian dan/ atau hasil reviu atas usulan Revisi Anggaran. ADKRKA-K/LDIPARevisi Satker.

Pasa159 (1) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Kernenteriarr/ Lembaga memuat substansi yang meliputi kewenangan Direktorat Jenderal Anggaran dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dan Pasal 57 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) .kerja setelah dokumen diterima secara lengkap dan notifikasi dari sistem telah tercetak. (2) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:. dan/ atau dalam hal c.43 - (5) Proses Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Bagian Ketiga Revisi Anggaran Pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Pasal60 (1) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf b meliputi: a. Pasal58 Mekanisme penyelesaian Revisi Anggaran pada Direktorat ·Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dan Pasal 57 tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. ayat (3) dan ayat (4) diselesaikan paling lambat 1 (satu) hari .MENTERI KEUANGAN REPUBLlI( INDONESIA .. Direktorat Jenderal Anggaran memproses Zmenyelesaikan Revisi Anggaran yang diusulkan. perubahan rmcian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya. perubahan Zralat karena kesalahan administrasi. 1:>. . perubahan atau pergeseran rincian anggaran pagu anggaran tetap.

e. ralat kode lokasi dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda dan lokasi KPPN dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan. pergeseran dalam Keluaran yang sarna. c. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. .44lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersurnber d~ri. ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang . .dalarn peruntukan dan sasaran yang sarna. lanjutan pelaksanaan PrograrnjKegiatan Pernberdayaan Masyarakat (PNPM). d.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA a. pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pergeseran an tar Keluaran. ralat kode KPPN dalarn. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah : kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. (4) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaari sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) huruf c rneliputi: . ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pergeseran danjatau antar Kegiatan dalarn 1 (satu) Satker. 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penerirnaan hibah langsung dalarri bentuk uang. pergeseran dalarn 1 (satu) Keluaran. f.PHLNdanjatau PHDN. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. d. e. ralat kode nornor register PHLN'jPHDN. c. pergeseran antar Keluaran. f. a. b. perubahan nornenklatur bagian anggaran darr/ atau Satker sepanjang kode tetap. (3) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas: a. b.danj atau Nasional d. b. penggunaan anggaran belanja yang berstimber dari PNBP di atas pagu APBNuntukSatker BLU.

darr/ atau ]. paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah dokumen diterima secara lengkap dan notifikasi dari sistem telah tercetak. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan menetapkan surat pengesahan Revisi Anggaran yang dilampiri notifikasi dari sistem. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengeluarkan surat penolakan usulan Revisi Anggaran.(3). SPTJM yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran. Surat Usulan Revisi Anggaran yang dilampiri perubahan (semula-menjadi). h. ADKRKA-K/LDIPARevisi. ralat cara.MENTERI KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA . dan ayat (4) tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. penenmaan perubahan Pejabat Perbendaharaan. ralat rencana penarikan dana atau rencana dalam halaman III DIPA. (2) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan meneliti usulan Revisi Anggaran serta kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ayat .penarikan PHLN/PHDN. Ralat pencantuman volume Keluaran dalam DIPA. Copy DIPAPetikan terakhir.45 - g. dan e. (5) Mekanisme penyelesaian Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 1. c. (3) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat '(I). . (4) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan dapat disetujui. dokumen pendukung terkait persetujuan unit eselon I. Pasa161 (1) Kuasa Pengguna Anggaran menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dilengkapi dokumen pendukung berupa: a. matriks b. d.

SPTJM yang Anggaran.46 Bagian Keernpat Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan Eselon I Kementeriarr/Lembaga Pasa162 Revisi Anggaran yang rnernerlukan Kernenterian/Lernbaga rneliputi: persetujuan Eselon I a. pergeseran antar Keluaran.Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. b. ADK RKA-K/L DIPARevisi. Copy DIPAterakhir. c. penambahan cara penarikan PHLN/PHDN. pergeseran dalarn Keluaran yang sarna. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.. e. dan ditandatangani yang oleh dilarnpiri Kuasa rnatriks .· Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.-- -_ -------- -- -- . dan/ atau h.' MENTEHIKEUANGAN REPUBLlI( INDONESIA . Kegiatan yang sama dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. . pergeseran antar Kegiatan dalam 1 (satu) Satker. pergeseran antar Keluaran. b. . pergeseran antar Kegiatan dan antar wilayah kerja Kantor Wilayah Perbendaharaan. Pasa163 (1) Kuasa Pengguna Anggaran menyarnpaikan usulan Revisi Anggaran kepada Unit Eselon I Kernenterian/Lernbaga dilengkapi dokurnen pendukung berupa: a. pergeseran dalam Keluaran yang sama. d. RKASatker. f. Surat Usulan Revisi Anggaran perubahan (semula-menjadi) . f. Satker dalam 1 (satu) Direktorat Jenderal g. e.Pengguna c. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan. dokumen pendukung terkait antara lain TOR dan RAB. d. pergeseran antar Kegiatan dan an tar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 (2) Unit Eselon T Kernenteriarr/Lernbaga meneliti usulan Revisi Anggaran dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran dokumen pendukung yang disampaikan. (3) Dalarn hal kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran merupakan kewenangan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal .Perbendaharaan, Eselon I Kementerian/Lembaga menetapkan surat persetujuan dan menyampaikan , .kepada Kuasa Pengguna -Anggaran Satker sebagai lampiran usul Revisi Anggaran ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (4) Dalam hal kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran merupakan kewenangan Direktorat JenderaL Anggaran, Eselon I Kementerian/Lembaga menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Direktcrat Jenderal Anggaran untuk mendapat pengesahan. (5) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggarari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4). (6) Mekanisme penyelesaian Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Eselon I Kernenteriarr/Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (5) tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Bagian Kelima Revisi Anggaran Pada Kuasa Pengguna Anggaran Pasa164 (1) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kuasa Pengguna Anggaran merupakan Revisi Anggaran dalam. hal pagu anggaran tetap meliputi: a. pergeseran dalam 1 [satu] Keluaran, 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker; dan/ atau b. pergeseran antar Keluaran, 1- (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. (2) Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud·. pada dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: ayat (1)

a .. dalam hal Revisi Anggaran mengakibatkan perubahan DIPA Petikan, Kuasa Pengguna Anggaran tnenyampaikan usul Revisi Anggaran kepada Kantor Wilayah Direktorat

Jenderal Perbendaharaan; dan

MENTERI I(EUANGAN REPUBLlI( INDONESIA

- 48 -

b. dalam hal Revisi Anggaran tidak mengakibatkan perubahan DIPA Petikan, Kuasa ·Pengg"l).na Anggaran mengubah ADK RKA Satker berkenaan melalui aplikasi RKA-KjL-DIPA,mencetak Petunjuk' Qperasional Kegiatan (POK), dan Kuasa Pengguna Anggaran menetapkan perubahan POK. (3) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. (4) Mekanisme penyelesaian Revisi Anggaran pada Kuasa Pengguna Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri
1n1.

. Bagian Keenam Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan DPR-RI Pasal65 (1) Revisi Anggaran meliputi: yang memerlukan persetujuan DPR-RI

a. tambahan Pinjaman Proyek Luar NegerijPinjaman Dalam Negeri baru setelah Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan; b. pergeseran anggaran an tar Program selain untuk memenuhi kebutuhan Biaya Operasional dan penyelesaian inkrachi; c. pergeseran anggaran yang rnengakibatkan perubahan Hasil Program; d. penggunaan anggaran y:;tng harus mendapat persetujuan DPR-RI terlebih dahulu; e. perubahanjpenghapusan catatan dalam halaman IV DIPA yang digunakan tidak sesuai 'dengan rencana peruntukan; danjatau . f. pergeseran antar provinsij kabupaten Zkota untuk Kegiatan dalam rangka tugas pembantuan dan urusan bersama, atau antarprovinsi untuk kegiatan dalam rangka dekonsentrasi. (2) Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan diajukan oleh Sekretaris Jenderal/ Sekretaris Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga Pimpinan DPR-RI untuk mendapat persetujuan. DPR-RI Utama.' kepada

MENTEr~1KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Sekretaris .Jenderal/ Sekretaris Utarna.' Sekretaris/Pejabat· Eselon .I Kementerian/Lembaga mengajukan usulan Revisi Anggatan kepada Direktur Jenderal Anggaran berdasarkan persetujuan dari Pimpinan DPR-RI sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4).Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Direktorat J enderal Anggaran sebagairnana dimaksud dalam Pasal 56 berlaku mutatis mutandis dalam perigajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Pasa166 Daftar rincian ruang lingkup, kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 6 serta persyaratan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57, dan Pasal 61 tercantum dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasa167 Format Surat Usulan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57,. Pasal 61, dan Pasal 63 tercantum dalam Lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pa~a!68 Format SPTJM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3), Pasal 46 ayat (2), Pasal 56, Pasal 57, Pasa! 61, dan Pasal 63 tercantum dalam Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasa169 se bagaimana Format surat pengesahan .Revisi Anggaran dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57, dan Pasal 61 tercantum dalam Lampiran IX yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Bagian Ketujuh Batas Akhir Penerimaan Usul Revisi Anggaran Pasal 70 (1) Batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014 ditetapkan sebagai berikut: a. untuk

..

,.tanggal 31 Oktober 2014, 'untuk Revisi Anggaran pad~.· Direktorat Jenderal Anggaran; dan

..

I

MENTERI I<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50b. tanggal 12 Desember 2014, untuk Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2)Dalam hal Revisi Anggaran berkenaan dengan: a. Kegiatan yang dananya bersumber dari PNBP, PLN, HLN, dan HDNserta Pinjaman Dalam Negeri;

b. Kegiatan dalam lingkup BA BUN termasuk pergeseran anggaran dari BA 999.08 ke BA K/L, pergeseran antar subbagian anggaran dalam BA BUN, dan pergeseran dalam satu subbagian anggaran dalam BABUN; danl atau c. Kegiatan-Kegiatan yang membutuhkan datal clokumen yang harus mendapat persetujuan dari unit eksternal Kementerian/Lembaga seperti persetujuan DPR, persetujuan Menteri Keuangan; hasil audit eksternal, dan seJenlsnya, .

batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran oleh Direktorat Jenderal Anggaran ditetapkan paling lambat tanggal 19 Desember 2014. (3) Dalam hal Revisi Anggaran berkenaan clengan pembayaran Subsidi Energi, pembayaran bunga utang, pembayaran cicilan pokok utang, pergeseran anggaran untuk bencana alam, clan revisi dalam rangka pengesahan, batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran dan penyelesaiannya oleh Direktorat Jenderal Anggaran ditetapkan paling lamb at tanggal 30 Desember 2014. (4) Pada saat penerimaan usul Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2),.seluruh dokumen telah diterima secara lengkap. (5) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pacla Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksucl dalam Pasal 56 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3). BABIV PENYAMPAIAN PENGESAHAN REVISIANGGARAN PasaI71 Penyampaian Pengesahan ketentuan sebagai berikut: Revisi Anggaran diatur dengan
;.f
'.

a. Pengesahan Revisi Anggaran yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dan Pasal 57, disampaikan kepacla Sekretaris .Jenderal /Bekretaris Utama/Bekretaris /Pejabat Eselon I Kementerian zLembaga yang bersangkutan dan Direktur Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktur Sistem Perbendaharaan dan tembusan kepada:

Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan dan Direktur Pelaksanaan Anggaran. Direktur Akuntansi Direktur Pelaksanaan Direktorat Jenderal 5. Gubernur. (2) Seluruh Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada DPR-RI dalam APBN-Perubahan dan zatau Laporan Keuangan Pemerintah Pus at (LKPP). 4. 3. 3. Gubernur. 2. . Direktur Jenderal Anggaran. (3) Revisi Anggaran yang dilaporkan dalam APBN-Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan· Revisi Anggaran yang dilakukan sebelum APBN-Per.51 1. Direktur Jenderal Perbendaharaan dan Pelaporan Keuangan dan Anggaran. oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat . Pengesahan Revisi Anggaran yang ditetapkan. disampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran yang bersangkutan dan Kepala KPPNterkait dan tembusan kepada: 1.q. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. b.ubahan diajukan kepada DPR-RI. 4. dan Direktur Jenderal Perbendaharaan c. Meriteriy Pimpinan Lembaga. 5. BABV PELAPORAN REVISIANGGARAN KEPADADPR-RI Pasal72 (1) Setiap Revisi Anggaran yang ditetapkan dalam perubahan DHP RKA-K/L dan DIPA Petikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dan Pasal 57 tembusannya disampaikan kepada DPR-RI oleh Direktur Jenderal Anggaran atas nama Menteri Keuangan. (4) Revisi Anggaran yang dilaporkan dalam LKPP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan seluruh Revisi Anggaran yang dilakukan sepanjang Tahun Anggaran 2014. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. dan c.Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. 2.q. Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan terkait. Menterr/Pimpinan Lembaga.MENTERI KEUANGAN HEPUBLlI( INDONESIA .

Jenderal/ Sekretaris Utama/ Sekretaris/Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga kepada Direktur Jenderal Anggaran paling lambat tanggal 4 April 2014. darr/ atau c. pergeseran anggaran antar Program. MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . . usul penggunaan dana Output Cadangan diajukan oleh Sekretaris . menjadi 'dasar penyelesaian revisi dokumen RKA-K/L DIPA Tahun Anggaran 2014. realokasi anggaran termasuk pemanfaatan kembali alokasi anggaran Output cadangan. Pasal74 (1) Revisi Anggaran yang terjadi sebagai akibat dari ditetapkannya APBN Perubahan Tahun Anggaran 2014. (3) Ketentuan mekanisme Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Usul penggunaan dana Output Cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memeriuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34.52 - BABVI . (3) Dalam hal Output Cadangan merupakan akibat dari penetapan APBN Perubahan Tahun Anggaran 2014. batas akhir pengajuan usul penggunaan dana Output Cadangan paling lambat tangga131 Oktober 2014. (2) Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi an tara lain: ' a. (4) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan -Revisi Anggaran. pergeseran anggaran antar Kegiatan yang mengakibatkan pengurangan volume keluaran.· '. pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan .Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal73 (1) Dalam hal terdapat alokasi anggaran yang dituangkan dalam OUtput Cadangan. b.

tidak tercantumnya catatan pada halaman IV DIPA. . pengesahan transaksi tersebut harus diselesaikan melalui mekanisme revisi DIPA. Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Anggaran/Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan ditemukan adanya ..53 Pasal75 (1) 'Dalam hal penyelesaian Revisi Anggaran ditemukan kesalahan berupa: a. Direktur Jenderal Anggaran atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengunggah kembali ADKRKA-K/Ldan disahkan.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Berdasarkan surat pemberitahuan dan/ atau hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b. (2) Revisi otomatis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasa176 (1)' Dalam hal terdapat Kegiatarr/Keluaran yang dananya . bersumber dari PHLN dan telah dilaksanakan pada tahun berjalan tetapi sampai berakhirnya tahun anggaran belum dapat disahkan pengeluarannya.1? kesalahan pencantuman kode lokasi. kesalahan pencantuman kantor bayar (KPPN). terlanjur memberikan appro val/ persetujuan revisi. dan reVISI DIPA Petikan yang telah disahkan belum direalisasikan.kesalahan. dilakukan oleh Direktorat Jenderal Anggaran atau Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sesuai dengan kewenangannya. kesalahan pencantuman sumber dana. c. (3) Mekanisme revisi otomatis dilaksanakan dengan ketentuan: a. Jenderal Jenderal c. d.atau b. (2) Revisi DIPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan revisi dalam rangka pengesahan. Unit Eselon I/Kuasa Pengguna Anggaran Kementerian/Lembaga menyampaikan surat pemberitahuan kesalahan kepada Direktur' Jenderal Anggaran atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dilampiri ADKRKA-K/L. (3) Mekanisme revisi DIPA dalam rangka pengesahan dengan ketentuan sebagai berikut: dilakukan . atas kesalahan tersebut dapat dilakukan revisi secara otomatis. e.

c. \fe . (2) Penyelesaian pagu minus melalui rnekanisme revisi DIPA Tahun Anggaran 2014 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyesuaian administratif..yang melekat pada gaji. dalam hal selisih minus tidak dapat dipenuhi me1alui pergeseran anggaran antar Program dalam satu bagian anggaran. selisih minus dipenuhi melalui BA 999. unit eselon I mengajukan usulan Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran. b. untuk Tahun Anggaran 2014. Direktur Jenderal Anggaran meneliti usulan kelengkapan dokumen. . dan· c. (4) Mekanisme penyelesaian pagu minus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a dan huruf b diajukan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan ketentuan mengikuti tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. pengeluaran yang akan disahkan dituangkan dalam RKAKj L dalam Output tersendiri dan diberi catatan akun "dalam rangka pengesahan".MENTEHI KEUANGAN 1~t:PUBLfK INDONESIA . dalarn hal selisih minus tidak dapat dipenuhi me1alui pergeseran anggaran antar Satker dalam satu Program. . revisi dan (4) Ketentuan mekanisme Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3).selisih minus dipenuhi melalui pergeseran anggaran antar Program dalam satu bagian anggaran. selisih minus dipenuhi melalui pergeseran anggaran antar Satker dalam satu Program. danjatau d. selisih minus dipenuhi melalui pergeseran anggaran dari sisa anggaran pada Satker yang bersangkutan dalam satu Program. dalam hal sisa anggaran pada Satker yang bersangkutan tidak mencukupi. .. Pasal77 (1) Dalam hal terdapat pagu minus terkait pembayaran gaji dan tunjangan . b.08 . pagu minus tersebut harus diselesaikan melalui mekanisme revisi DIPA. (3) Penyelesaian pagu minus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a.54 - a.

Tahun Anggaran 2013. pagu minus terkait pembayaran gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji. pengesahan belanja yang dananya bersumber dad PHLN /PHDN. MENTERII<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengesahan belanja yang bersumber dad hibah langsung dalam bentuk uang. pengesahan pendapatan/belanja/pembiayaan anggaran untuk subbagian anggaran BABUN.sebagai bahan penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/ Lembaga. Pasal79 (1) Dalam hal terdapat usul Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013 berkaitan dengan: a. pagu minus terkait non belanja pegawai. pengesahan pendapatan dan belanja untuk Satker BLU. b. (2) Pengesahan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyesuaian administratif dan digunakan .pada ayat (1) paling lambat tanggal 30 Desernber 2014. . . usul Revisi Anggaran dimaksud dapat diproses dan disahkan mengikuti batas akhir penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal78 Dalam rangka memperoleh data yang akurat. dan f. (6) Batas akhir penyelesaian pagu minus sebagaimana dimaksud .. d. Direktorat Jenderal Anggaran dan Direktorat J enderal Perbendaharaan melakukah pemutakhiran data anggaran (rekonsiliasi) berdasarkan revisi DIPAyang telah disahkan paling sedikit 2 (dua) bulan sekali.55 (5) Mekanisme penyelesaian pagu minus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c dan huruf d diajukan kepada Direktur Jenderal Anggaran dengan ketentuan mengikuti tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. (4) Pengesahan atas Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian dari pelaksanaan anggaran . e. (3) Kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran dan mekanisme pengesahannya dilakukan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013. yang diajukan setelah batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013. c.

dan c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.Jenderal Anggaran dan Direktur Jenderal Perbendaharaan secara bersarna-. sisa pekerjaan yang dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2014 tidak termasuk pekerjaan kontrak tahun jamak (multiyears contract). dapat dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a.02/2013. penyediaan alokasi anggaran dilakukan melalui mekanisme Revisi Anggaran sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini. batas akhir pengajuan usul Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada huruf a mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan . sarna maupun sendiri-sendiri sesuai dengan kewenangannya. sarnpai dengan ditetapkannya pengganti Peraturan Menteri ini.56 Pasa180 (1) Penyelesaian sisa pekerjaan tahun 2013 yang dibebankan pada DIPATahun Anggaran 2014. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK. mengenai pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran. Pasal82 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. (2) Pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian sisa pekerjaan tahun 2013 yang dibebankan pada DIPA Tahun Anggaran 2014 mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan mengenai pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran. . b. BAB VII· KETENTUAN PENUTUP Pasa181 Ketentuan teknis yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini diatur lebih lanjut oleh Direktur+. Pasal 83 Ketentuan mengenai tat a cara Revisi Anggaran yang diatur dalam Peraturan Menteri ini masih tetap berlaku sebagai acuan tata cara Revisi Anggaran untuk Tahun Anggaran 2015.MENTERIKEUANGAN REPUBLlI-( INDONESIA .02/2013 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 166/PMK.

" " ':..57-· Pasa184 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. MUHAMAD CHATIB BASRI Diundangkan padatanggal di Jakarta 13 Januari 2014 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA..'.~:. KEPA~:B~G:N. \ NIP 195\ ~12~. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Januari 2014 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. .. -". ttd. Peraturan Menteri ini dengan Negara Republik Indonesia.: •• f MENTERI KEUANGAN AEPUBLlK INDONESIA . AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM 40 ':l: b:' .: .~. setiap orang mengetahuinya.' I .~~~:~ol .~:K~~J\NTERIAN G IARTd>\ . memerintahkan penempatannya pengundangan dalam Berita Agar'. ttd.

. Satker 1) Kegiatan 2) Kegiatan d.. Revisi Anggaran melalui surat nomor.. . REPUBLIK INDONESIA.. Sekretaris J enderal/ Sekretaris Utama/Bekretaris /Pejabat Eselon I K/L ..... Kegiatan sebesar Rp .. Lingkup b... Program c.... (6) en (8) . Kepala Satker . 4.. (9) .. (10) 2. Demikian kami sampaikan... Sehubungan dengan dengan rincian: a . Kegiatan sebesar Rp . 1) Kegiatan 2) Kegiatan e.. ~ NIP/NRP (14) .. b.... Dengan ini dinyatakan bahwa Revisi Anggaran antar Satker tersebut dapat disetujui.· I LAMPIRAN I ~~~~~RA~ 7~71fR..... . Revisi Anggaran tersebut menyebabkan pengurangan pagu anggaran .... Dalam rangka penyelesaian Revisi Anggaran tersebut...... atas kerjasamanya diucapkan terima kasih. Satker-Satker yang mengalami revisi diharapkan mengajukan Revisi Anggaran kepada Kanwil DJPBN secara bersamaan.· Revisi Anggaran tersebut menyebabkan penambahan pagu anggaran pada Satker: a... 3.... 1. Kepala Satker 2... Satker... 5... : . Keluaran usulan } (5) .pada Satker: a... (13) -.. Tli:NTANG T"TA CARA REVIS! ANOOARAN TAHUN ANOOARAN 2014 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA FORMATSURAT PERSETUJUAN ESELON I LOGO (1) KEMENTERIAN/LEMBAGA UNIT ESELON 1.. Alamat (2)} (3) (4) Kop (tanggal-bulan] 2014 Nomor : S/2014 / Sifat : Segera Lampiran .. .I o'~Ey~NBi~ . Kegiatan sebesar Rp ... Hal : Persetujuan Revisi Anggaran Antar Kegiatan dan Antar Satker Yth.... Kepala Satker Di Tempat 1. } (11) b Kegiatan sebesar Rp . 3....

Diisi dengan nama Sekretaris . Diisi dengan Program yang dilaksanakan. 6. ttd. 3. Diisi dengan Satker-Satker dan Kegiatan-Kegiatan penambahan anggaran beserta nominalnya. Diisi dengan logo K/ L.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2~eteran~an : 1. Diisi dengan Keluaran-Keluaran yang mengalami Revisi Anggaran. MUHAMADCHATIBBASRI . yang yang 11. Diisi dengan Anggaran. Diisi dengan jenis Revisi Anggaran yang dilaksanakan. NIP/ NRP Sekretaris Jenderal / Sekretaris Eselon I K/L penanda tangan surat persetujuan MENTERIKEUANGANREPUBLIK INDONESIA. Diisi dengan Utamay Sekretaria/Pejabat Eselon I. rnengalami mengalami /Pejabat 13.Jenderal/Bekretaris Utama/Bekretaris Eselon I K/ L penanda tangan surat persetujuan Eselon I 14. 9. ·4. Diisi dengan' nomor surat usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Satker. 8.. Satker-Satker dan Kegiatan-kegiatan yang mengalami Revisi 10.Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM . . 5. Diisi dengan nomenklatur K/ L. Diisi dengan Satker-Satker dan Kegiatan-Kegiatan pengurangan anggaran beserta nominalnya. Diisi dengan Satker-Satker yang mengajukan Revisi Anggarali.. Diisi dengan unit eselon I pengusul Revisi Anggaran.· Diisi dengan alamat unit eselon 1. 12. 2. 7.

• Surat usulan revisi. • Surat penolakan revisi. atau 2. T"TA CARA REVISI ANOGARANTAHUN ANGGARAN 2014 7/PMK.MEKANISMEPENYELESAIAN REVISI ANGGARAN PADADIREKTORATJENDERAL ANGGARAN • Mereviu Surat usulan revisi anggaran dan • Meneliti Surat usulan revisi anggaran dan kalengkapan Dokuman pendukung: . Dalam hal: 1.. . • Pencetakan DHP RICA· K/L.-' y --< o y -. .LAMPIRAN" PERATURAN NOMOR MENTERI KEUANGAN REPUBL!l< . 5. DJA akan menetapkan Surat menyampaikannya kepada Eselon 1. surat usulan Revisi Anggaran dan kelengkapan untuk usulan dokumen revisr yang 3. DJA melakukan penelaahan dengan KjL menyebabkan pagu anggaran KjL berubah.INDONESIA TFNTANG . DJA meneliti pendukung.(_ NotiCikasidari sistem : • persatujuan revisi. penelaahan Revisi Anggaran ditolak.. Eselon I menyiapkan APIP KjL usulan perubahan anggaran direviu oleh Reviu yang dilakukan APIP Kj L yaitu dengan melakukan verifikasi atas kelengkapan dan kebenaran dokumen yang dipersyaratkan serta kepatuhan dalam penerapan kaidah-kaidah penganggaran.02/2014 MENTERI I<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA .. • . dokumen pendukung tidak lengkap. • Data dan Dakumen Psndukung kelengkapan Dokumen pandukung: " N . Setelah usulan Revisi Anggaran direviu oleh APIP Kj L. 6.-'---' • Surat persetujuan revisi. Eselon I menyiapkan usulan-usulan Revisi Anggaran dan melengkapi dokumen pendukung untuk disampaikan kepada DJA. • Kode digital stamp yg b. dilamph-i Notiflkasl. 4.J '------10 A\ I N e Penelaahan t-- 11\i. • untuk o • UpJoadke server RKA-K/L· DIPA +-_ Keterangan: 1.lru. 2. Penolakan Revisi Anggaran dan .. . 4.

Dalam hal penelaahan atau penelitian kelengkapan Revisi Anggaran disetujui. DJA akan menerbitkan DHP RKA-K/L Revisi. . DJA menerbitkan surat persetujuan Eselon I menerima persetujuan sesuai persetujuan revisi.·. ttd. Setelah database di-:upload. 11. Berdasarkan DHP RKA-K/L Revisi. 10. ADK RKA-K/L- notifikasi persetujuan revisi yang dilampiri notifikasi sistem.. DJA akan mengunggah DIPA Revisi untuk memperbarui database. MUHAMADCHATIB BASRI . server akan memberikan revisi dan rnenerbitkan kode ·digital stamp baru. 8. 9. kegiatan revisi dari DJA dan melaksanakan MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA.1 MENTERI KEUANGAN AEPU8L1K INDONESIA -27.

DJPB 8..'"'l. __J .-------------?!>- • N • Meneliti Slll'at us. SUI'at • Da[3 Usulan Revisi Anggarau. KPA menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPB).-• Swr-at.' LAMPIRAN 1Il . 10.8 r-evtat: • J<oc\e digital st3rnpyg • pengesahan bsu-u. MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA.lngj L-- -. dengan dokumen pendukung.. dilatupil·j Noctff kaet.. A. 2. Neuelttr nsu'lauRevfsi Anggar::ln dan rn errevb inke. 6. --. Dalam hal mengajukan persetujuan. ditolak. Kanwil Kanwil DJPB akan menerbitkan melakukan '·1 Dalam hal Revisi Anggaran disetujui. 5.. Kanwil DJPB menyampaikan pengesahan Revisi Anggaran. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)menyiapkan usulan Revisi Anggaran beserta data dan dokumen pendukung.02/20 1 L~ . Setelah ADK RKA-KjL DIPA divalidasi oleh -'sistem.~ .p enge sa'han s-evts t.n peo-s eculwan o .t j' • Suracl'enol"kan J·evisi. PADA KANTORWILAYAHDIREKTORATJENDERAL PERBENDAHARAAN -tE-- . Eselon I. surat persetujuan yang dilampiri notifikasi 9.. PERATURAJIjMENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/ PMK. Keterangan: 1. MUHAMADCHATIB BASRI . KPA melaksanakan berdasarkan pengesahan Revisi Anggaran dari ttd. upload ADK RKA-KjL DIPA ke server. d~n Do kurnen Pe'ncl ukru rrg I---'="=--- . TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARANTAHUN ANGGARAN2014 MENTERII<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA MEKANISME PENYELESAIANREVISI ANGGARAN I .uban r-evi s l anggaral. '. Revisi Anggaran memerlukan usulan Revisi Anggaran kepada Kantor Wilayah persetujuan Eselon I KPA Eselon I untuk mendapatkan usulan Revisi Anggaran 4. kegiatan Kanwil DJPB. KPA mengajukan DJPB meneliti usulan revisi dan kesesuaian Dalam hal Revisi Anggaran Surat Penolakan Revisi Anggaran. I . Berdasarkan persetujuan kepada Kanwil DJPB. 3. 7. secara otomatis akan diterbitkan notifikasi dan kode digital stamp baru sebagai tanda pengesahan Revisi Anggaran. dan kelengkallan rrokumeu pendUh.

' ~.BA. Dalam hal usulan Revisi Anggaran ditolak rnaka Eselon I rnenerbitkan penolakan Revisi Anggaran.W..:: :. " . Periol.: ...!.<. KEPALA . ~i1. 7. Eselon I rnenerirna usulan Revisi Anggaran rneneliti surat usulan. • Mengecek kewenanga u. ttd. NIP 19 9 ~ ..' LAMPIRANIV PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLlI( INDONESIA NOMOR 7/PMK .. kewenangan Revisi Anggaran. Eselon I menyampaikan pengesahan. Jika Revisi Anggaran merupakan kewenangan DJA.akan Estn I N Keterangan: 1. KPA menyiapkan usulan Revisi Anggaran dan rnenyarnpaikan beserta data dan dokurnen pendukung.:. 4...: ' . L .. Eselon I KPA menyampaikan kewenangan Eselon I dan ' -.."H.KEMENTERIAN _...~':'.b. .: .. TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARANTAHUN ANOGARAN 2014 MENTER I KEUANGAN REPUSUI< INDONESIA' . Dalam usulan Revisi Anggaran disetujui dan merupakan Kanwil DJPB maka Eselon I menerbitkan Surat Persetujuan disampaikan kepada KPA.:. usulan Revisi Anggaran kepada DJA untuk mendapat MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA..~ usulan Revisi surat 6.. II ~:~'~~l~\~:~p'd'i -. Berdasarkan surat persetujuan Anggaran kepada Kanwil DJPB./ '. Eselon I menyiapkan usulan Revisi Anggaran yang dilengkapi dokumen pendukung. .MEKANISME PENYELESAIANREVISI ANGGARAN YANG MEMERLUKAN PERSETUJUAN ESELON I KEMENTERIAN/LEMBAGA Mebarrrp it-a n: • Sur-at Us ulau revisii "_Data dan Do kurnen • JIolenelitiSurat usulan revisi..:.:: .. • SUI"at usulan revisij • Data dan Do ku ru en Pe n d ufcung Pondukung • Merner-ilcsakelengkapan Dokumon pendukung.~. kepada Eselon I rnengecek dokumen surat 2. MUHAMADCHATIB BASRI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM u. 3.:::..d~iANT~U. GIA~TO ... '.02/2014 . . / . . 5. r---¥' Sr t.~:. serta rnerneriksa kelengkapan pendukung.

Keterangan: 1..:'1':'. KPA menyarnpaikan pengesahan.. KPA rnelakukan Revisi Anggaran sesuai dengan ·kewenangannya. " .. usulan Revisi Anggaran kepada DJPB untuk mendapat MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA.U.6. ' "\":1' • '\\ .' r ..iQ·~6~o6'1 . • UpdateADK RKA-K/L.\ II ). . serta rnencetak dan menetapkan POl{.. MUHAMAD CHATIB BASRI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM u-.. /.J~EMENTERIAN • . . Anggaran yang dilakukan KPA rnengubah 2. • Menetapkan POIC..LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Dalarn hal DIPA Petikan tidak berubah. If NIP 195~42.' ...' • "'. • Dokumen peudukung: • S·PTJM.' .MEKANISME PENYELESAIANREVISI ANGGARAN PADA KUASA PENGGUNA ANGGARAN anggaran. b. I(1:.}) GIART&.1. -> KPAmenyiapkan: • Surat usulan revisi. KPA menyiapkan usulan Revisi Anggaran beserta dokumen pendukungnya. Dalarn hal Revisi Anggaran mengakibatkan perubahan DIPA Petikan.v. KPA meng-update ADK RKA-KjL DIPA 4. • UpdateADK RKA-K/L. ...i~'.' NOMOR 7 PMK • 02/2014 TENTANG TATA CARAREVISI ANGOARANTAHUN ANGGARAN2014 1 MENTERIKEUANGAN.':. • Download ADK RKAK/L unt 'menyusun Matriks SemulaMenjadi. KPA rneneliti apakah Revisi DIPA Petikan atau tidak. .PALA-i3ACrIAN T.. If. 5.. ttd. 3.~I~. .~~ :'I:~'·/·· '1 '."".'/ . • Cetak POK. -.~ _.I· :.. AEPU8L1K INDONESIA .

Lingkup Revi~i Anggaran dan Kewenangan ~~"" . ayat (2) tambahan harus dilampirkan yaitu: a. Persyaratan tambahan yang harus ayat (3) dilampirkan yaitu surat persetujuan Menteri Keuangan. 8. Penerimaan HLN/HDN setelah Undang-Undang Pasal14 mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan.LAMPlRAN PERATURAN NOM OR VI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 7 / PMK • 02/201 4· TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARANTABUN ANGGARAN 2014 MEJ\lTEF{J J<EU/\I\JGAN r~EF'UBLII< INDONESlil. 6. Persyaratan tambahan yang harus dilampirkan yaitu Nomor register HLN/HDN. 3. matriks perubahan target PNBP. Pasal13 Persyaratan tambahan yang harus dilampirkan yaitu Anual Work Plan yang disetujui Lender. . Persyar.y 2. 1. Penerimaan hibah langsung dalam bentuk uang. SSBP dan NTPN. ayat (3) Persyaratan tambahan yang harus dilampirkan yaitu daftar sisa PHLN dan Zatau PHDN yang ditanda tangani kepala KPPN. . 5. Perubahan pagu anggaran pembayaran bunga Pasal 19 utang. . Pasal 15 . Lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya Pasa112 bersumber dari PHLN dany atau PHDN. Persyaratan yang. ayat (1) Pengurangan negen.y 4.y Penggunaan anggaran belanja yang bersumber Pasal 16 dari PNBP di atas pagu APBN untuk Satker BLU. Percepatan penarikan PHLN dan/ atau PHDN.y 9. alokasi pinjaman proyek luar Pasal 17 Perubahan pagu anggaran pernbayaran Subsidi Pasal 18 Energi. . DAFTAR RINCIANRUANGLINGKUPDANKEWENANGAN PENYELESAIANREVISI ANGGARAN A. l(. DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG DISEBABKAN PENAMBAHAN ATAU PENGURANGAN PAGU ANGGARAN BELANJA TERMASUK PERGESERAN RINCIAN ANGGARANBELANJANY A 1.! ~~~~~~~~~--~~--~--~ 4.atan tambahan yang harus dilampirkan yaitu dokumen nilai tukar rupiah terhadap valuta asing sesuai kurs tengah Bank Indonesia.. Kelebihan realisasi PNBP di atas target yang Pasal 11 direncanakan dalam APBN. 7. b.

Percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Pasa124 penerusan hibah. Copy DIPAterakhir. '_ ~ . Perubahan pagu penyesuaian kurs.penerusan pinjaman.J 12. Percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Pasal 22 Penerusan Pinjaman.. Percepatan realisasi pelaksanaan proyek yang Pasal25 dananya bersumber dad SBSN PBS. ayat (3) 16. ADKRKA-KjLDIPA. Perubahan pagu anggaran transfer ke daerah. Kegiatan dalam rangka Pasa123 14. Perubahan pagu anggaran pembayaran cicilan Pasal26 pokok utang. Revisi RKA-KjL. SPTJM. --. dilampiri matriks perubahan . 17. Pengurangan alokasi HLN. Persyaratan Umum Revisi Anggaran a. Persyaratan tambahari ayat (4) yang harus dilampirkan yaitu Daftar Rincian Kegiatan dan Realisasi Anggaran. 15.J --.. Lanjutan pelaksanaan penerusan hibah. Lanjutan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Pasal 21 .J --.hlGAN I:~EPUBUI( INDmJESIA 10.J --. Lanjutan pelaksanaan PNPM. --.J 19.MENTEFll I<EU/l. 13. anggaran dalam Pasal27 rangka Pasal28 Pasa129 Pasal30 --. c. d. 2. Perubahan pagu anggaran PMN.J . Surat usulan Revisi Anggaran yang (semula-menjadi).dan e. b. 18. 20. Pasal20 ayat(4) 11.

hurufh Pergeseran antar Kegiatan dan an tar Pasal5 Satker dalarn wilayah kerja Kanwil ayat (3) hurufi DJPB yang berbeda. 10. 1 (satu) Pasal 5 Kegiatan dan 1 (satu) Satker. Pasal 5 ayat (3) hurufa pengesahan Pergeseran antar Keluaran. Pengesahan 7. Penghapusanj peru bahan dalam halarnan IV DIPA. pengesahan 9. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. Pergeseran dalarn Keluaran yang Pasal5 sarna.IV1E[\JTEI~1 I(EUANGAI\) HEF'UI3UI( INDONESIA -3B. . Kegiatan yang sarna dan an tar ayat (3) hurufc Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kanwil DJPB. Pergeseran dalarn 1 (satu) Keluaran. dalarn Keluaran yang Pasal5 4. Kegiatan yang sarna dan antar ayat (3) hurufd Satker dalam wilayah kerja Kanwil DJPB yang berbeda. catatan Pasal 31 perigesahan pengesahan --J Pengesahan " pengesahan 6. Pergeseran antar Keluaran. ayat (3) hurufb pengesahan 3. Kegiatan Pasal5 [yang sarna dan antar Satker dalarn ayat (3) huruff lwilayah kerja Kanwil DJPB yang berbeda. 2. Lingkup Revisi Anggaran dan Kewenangan 1. Pergeseran antar Kegiatan dalarn 1 Pasal 5 (satu) Satker. Pergeseran antar Keluaran. ayat (3) huruf g Pergeseran antar Kegiatan dan antar Pasal 5 Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja ayat (3) Kanwil DJPB. Pergeseran sarna. 5. PERUBAHAN ATAU PERGESERAN RINCIAN ANGGARANDALAM HAL PAGU ANGGARANTETAP 1. 8. Kegiatan Pasal5 lYang sarna dan antar Satker dalarn 1 ayat (3) hurufe (satu) wilayah kerja Kanwil DJPB.

pergeseran BA BUN. Penambahan Zperubahan kinerja. Pergeseran antar anggaran dalam Bagian Anggaran 999 (BABUN). Persyaratan Umum Perubahan Hal Pagu Anggaran Tetap a.08) ke BA K/L. 17. SPTJM. Usulan revisi DIPA. 19."j . Penambahan PHLN/PHDN."j ."j 2. 13. cara penarikan Pasal 32 pengesahan 12. Surat usulan (semula-rnenjadi]. Penggunaan dana Output Cadangan. 14. b. dan d. Perubahan komposisi pembiayaan utang.ME(\JTEF~I I<EUANGAN m=':PUI3L11( l(\lIJOf\!I:':SIA -4- 11. anggaran dari BA K/ L ke Pasal 40 . ADK RKA-K/L DIPA. Pergeseran anggaran dalam subbagian anggaran BA BUN. Pergeseran anggaran Pengelolaan Belanja 999."j . 15. rumusan instrumen Pasa134 Pasal35 Pasal36 ."j . satu Pasal37 dari BA BUN Pasal 38 Lainnya (BA subbagian Pasal 39 18. Revisi atau Pergeseran Rincian Anggaran Matriks Dalam Anggaran dilampiri Perubahan c."j 16. . Pergeseran anggaran dalam rangka Pasal 33 penyelesaian inkracht.

:''. ~ I. :I>r. ~ .I'"It' .. 8...Oji' ~~. ::~ "No':!" .:\<~/ .~i"':::.J.' .. Lingkup Revisi dan Kewenangan I' '. It . '.:"::. Ralat kode kewenangan.. dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. .... '.. i f .'. Ralat kode Satker II. i' i8~S'A:E.'i'\~"D::y'PB ' "f~l.~'~.-'~~. .. Pasal6 hurufc " " " " " 4.. '.:~"'>~~<"::~.' < . Ralat cara penarikan PHLN/PHDN.\. I " ~ TO' I j' '. r '" ' .j ~.' ':.'''..~. '~' ~.':~:~J ~\I~:':":'~"'~ ".'. :.t i:·~::. " " 3.. Ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) . DAFTARREVISI ANGGARAN I{ARENA KESALAHAN ADMINISTRASI 1. .'..'.l\ilEf\JTEI~1 I<EUAf\IGAf\J m::r)UI3L1I( INDO[\)HiIA -5 C... .' URAIAW{RE}~t.:: I. . 5.. Ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang dalam peruntukan dan sasaran yang sama.'r :.:' . '" ' • I. • .I~'" .oJ.t :~}." .:. I.j' A: .. jenis.' .'i . '11'. < • \ -' .]).. " .:><. '.~~.. " Pasal6 huruf i Pasa16 huruf j Pasa16 hurufk Pasal6 huruf 1 9.i\~~_.1.1~.-J!.' I:.I~ \'. r.I d~l. . Ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. ~.. + • ". •~ . Perubahan nomenklatur bagian anggaran dan/ atau Satker sepanjang kode tetap. • -.'\t.~" . Ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan. ..: ' K' -. :}'If).' . " " 12..aawr . ' .'.ji\i-. J "~ I~ .:. Ralat kode lokasi dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda dan lokasi KPPN dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda Pasal6 huruf a Pasa16 hurufb 2.. j lof li4""J ..1" . Pasal6 huruf d Pasa16 huruf e Pasa16 huruff Pasa16 huruf g Pasa16 hurufh 6.. . Ralat kode nOI~or register PHLN/PHDN. " " .'.::~\k. I~~'1J ': . .t.j ••• '-.. ...' .:'. ell. dan satuan Keluaran yang berbeda antara RKA-K/L dan RKP atau hasil kesepakatan DPR-RI dengan pemerintah. . 7.~r" . RaJat pencan tuman volume. . :N"' ~: ': ". "..' :' ' J '~ I.KEWENANGA:N ~'".-:_. ~ I I". . I". _ ~~ :~."..' -.:: )." . '::t /1(. ' :)L:'. 10..' "'. . "'1.\.

. b. 1 :. ...:. . Ralat pencantuman DIPA volume Keluaran dalam 15. . JJ . KEPALA BAG'IAN'T:U::":KEMENTERIAN " '.'. NIP 195 0... DJPBN' --J --J --J. Perubahan pejabat perbendaharaan 2..420)98402'16'01' . Ralat rencana penarikan: dana atau rencana penerimaan dalam halaman III DIPA 14. . Surat usulan menjadi). 13. :':. \.' .. '~ ~' . " u. . dan d. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM .:. . Persyaratan Umum Ralat Administrasi Revisi Anggaran dilampiri Matriks Perubahan (semula- a. . SPTJM..:'1 MENTERIKEUANGAN.~'! '1.URAIANREVISI . . /. :::. c./ .'. \":'\l'\~ ! J \.~::. ADK RKA-K/L DIPA. REPUBLIKINDONESIA -6 XEWENANGAN No..~ . '.". .. .. '.. Usulan revisi DIPA.b. MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA.> . .\ f''\'' .::. MUHAMADCHATIB BASRI ... _ f GIART&.''. ' . ~II/ .( • ..': . . . PASAL Pasal6 hurufm Pasal6 hurufn Pasal6 hurufo DJA Kanwil .".' I~ . '. ttd.. j.

. . Peraturan Menteri Keuangan Nomor tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014.. dengan ini dilampirkan a...bulan) 2014 Yth..LAMPIRAN NOMOR VI! MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESII PERATURAN 7/PMK.... data dukung berupa: daftar terlampir.... perlunya Revisi Anggaran: ".. Dasar Hukum: a... ... Matriks perubahan (semula-menjadi) sebagaimana b. SPTJM. (12) 4. Jenis revisi...... atas kerja samanya diucapkan terima kasih. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Di .IESIA FORMAT SURAT USULAN REVISI ANGGARAN A.. ADK RKA-K/L DIPA Revisi. Sebagai bahan pertimbangan.... Alasan Zpertimbangan a (9) b (10) No....... Kuasa Pengguna Anggaran . DIPA Petikan kode digital stamp 2.02/2014 c...02/2014 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2014 MENTEI~"<EUA"'GAN HEPUElLlf< II\IDOI....... Bersama ini diusulkan Revisi Anggaran dengan rincian sebagai berikut: a... b (8) /PMK.. Kategori revisi (11) b.. NIP/NRP (14) (15) .' Tanggal 3.. d (13) Dernikian kami sainpaikan... FORMAT SURAT USULAN REVISI ANGGARAN· DARI KUASA PENGGUNA ANGGARAN KEPADA KANTOR WILAYAH DJ......... (7) (6) 1...REKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN LOGO (1) KEMENTERIAN/ LEMBAGA UNIT ESELON 1 Satker Alamat : : S/2014 / : Segera : Satu Berkas : Usulan Revisi Anggaran (2) } (3) (4) (5) : Kop Nomor Sifat Larnpiran Hal (tanggal. c.

Anggaran yaitu peru bahan rincian anggaran yang. Diisi dengan Diisi dengan Diisi dengan Diisidengan Diisi dengan logo K/ L. Diisi dengan alasan/pertimbangan dari sisi tujuan Revisi Anggaran. 12. Diisi dengan alamat Kanwil DJPB. mempercepat pencapaian kinerja K/L. Diisi dengan jenis Revisi Anggaran.alamat Satker. uniteselon I pengusul Revisi Anggaran. Diisi dengan dokumen pendukung lainnya terkait dilakukan Revisi Anggaran yang dilakukan (contoh: Surat Pernyataan Penggunaan Hasil Optimalisasi/Bisa Anggaran Swakelola). disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya. Diisi dengan tujuan (Kepala Kanwil DJPB). Diisi dengan kategori Revisi. 4. 11. Diisi dengan NIP/NRP KPA. 5. 8. antara lain: antisipasi terhadap perubahan kondisi dan prioritas kebutuhan. Satker pengusul Revisi Anggaran. 10. Diisi dengan peraturan-peraturan lain sebagai dasar hukum revisi (jika ada).\f\lGAf\l r~EPUBUI< IhlDOhlESIA . Keterangan: 1.2 -. 15. kualitas belanja dan optimalisasi penggunaan anggaran yang terbatas (pilih sesuai keperluan). nomenklatur K/L.MEI'JTEI~II(EUf. 9. 6. . perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap. . . (contoh: pergeseran antar keluaran dalam satu kegiatan dan 1 (satu) Satker dalam rangka memenuhi kebutuhan biaya operasional). dan/ atau meningkatkan efektivitas. 13. Diisi dengan nama KPA. 3. . 2. 14. 7. Diisi dengan alasan/pertimbangan yang rrienjadi penyebab dilakukannya Revisi Anggaran dari sisi perubahan kebijakan atau ada penugasan baru. dany atau perubahan/ralat karena kesalahan administrasi (pilih sesuai keperluan).

7... Diisi dengan penambahanj pengurangan volume Keluaran setelah Revisi Anggaran. . (2) Kegiatan .. 4. . MATRIKSPERUBAHAN(SEMULA-MENJADI) SATKER · (1) No. 5 . 3.zzz.MENTEI~I I<J::UANGAf\1 REPUBLlI< U\lDONE. Diisi dengan alokasi anggaran awal sebelum Revisi Anggaran . (4) • Volume • Rupiah Kode Digital Stamp Semula Menjadi . 10.9. Diisi dengan penambahan/pengurangan alokasi anggaran setelah Revisi Anggaran. Diisi dengan Program yang direvisi. 1. 6. ..3 -. 2. 2. Diisi dengan alokasi anggaran akhir setelah Revisi Anggaran.yyy..9999. 1. Keluaran . + j. Diisi dengan volume Keluaran akhir setelah Revisi Anggaran.xxx (8) 9999./ .9999.zzz( 10) -- Keterangan: ..SIA .. 4. Uraian Program .. 3. Diisi dengan volume Keluaran awal sebelum Revisi Anggaran.. (3). Diisi dengan nomenklatur Satker pengusul Revisi Anggaran.yyy (9) cc.. Diisi dengan Keluaran yang direvisi (termasuk apabila terjadi perubahan jenis Keluaran). Diisi dengan Kegiatan yang direvisi. . aaa (5) Rp.xxx. 8.9999 bbb (6) Rp.c(7) Rp..

... Dasar Hukum: a.MEI\ITET\I f(EUAhICiAN nEF'UI3UI< II'JI)OI'JESIA .... b.I KEPADA DIREKTORATJENDERAL ANGGARAN LOGO (1) KEMENTERIAN/LEMBAGA UNIT ESELON 1 Alamat -.... DHP RKA-K/L Ditjen ...d (10) Demikian kami sampaikan.02/2014 .... (6) b.... c...... Peraturan Menteri Keuangan Nornor teritang rata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014.No No Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal.4 -... d.. NIP/NRP (11) (12) ... c. . b (5) /PMK.. e. f. SPTJM... FORMAT SURAT USULAN REVISI ANGGARAN DARI ESELON . Matriks perubahan (semula-menjadi) sebagaimana daftar terlampir. B.. 2.. kode Digital Stamp kode Digital Stamp kode Digital Btamp . .. Bersarna ini diusulkan Revisi Anggaran dengan rincian sebagai berikut: a. : S/2014 / : Segera : Satu Berkas . Alasan/pertirnbangan a . . Jenis revisi (9) 4.. ADK RKA~K/LDIPA Revisi.. (7) perlunya Revisi Anggaran: 3. Berkenaan dengan usulan Revisi Anggaran tersebut di atas dilampirkan dukung berupa: a. (Sekretaris Jenderal/Sekretaris Sekretaris/Pejabat Eselon I Kernenterian / Lernbaga) Utama/ data . Kategori revisi (8) b..... atas kerja sarnanya diucapkan terima kasih. .. DIPA Induk No PIPA Petikan No DIPA Petikan :. Direktur Jenderal Anggaran Di jakarta 1. (tanggal-bulan) 2014 Nomor Sifat Lampiran Hal Yth. : Usulan Revisi Anggaran (2)} (3) (4) Kop ....

9. 11. 10. 5. alamat unit eselon I. Diisi dengan nama Pejabat Eselon I K/L. . 6. kualitas belanja dan optimalisasi penggunaan anggaran yang terbatas (pilih sesuai keperluan). mempercepat pencapaian kinerja Kementeriarr/Lernbaga. dany atau meningkatkan efektivitas. 3. . Diisi dengan dasat hukum lainnya (contoh: UU. PP. 7. unit eselon I pengusul RevisiAnggaran. Diisi dengan Diisi dengan Diisi dengan Diisidengan logo K/L. Diisi dengan NIP/NRP Pejabat Eselon I K/L. Diisi dengan dokumen pendukung lainnya terkait dilakukan Revisi Anggaran yang dilakukan (contoh: Surat Pernyataan Penggunaan Hasil Optimalisasi/ Sisa Anggaran Swakelola). . perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap. 4. Perpres) atau keputusan sidang kabinet atau keputusan rapat yang dipimpin menteri koordinator. 2. (contoh: pergeseran antar keluaran dalam 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker dalam rangka merrienuhi kebutuhan biaya operasional) . Diisi dengan jenis Revisi Anggaran. darr/ atau perubaharr/ralat karena kesalahan administrasi (pilih sesuai keperluan). Diisi dengan alasany pertimbangan dari sisi tujuan Revisi Anggaran. an tara lain antisipasi terhadap perubahan kondisi dan prioritas kebutuhan. Diisi dengan kategori revisi yaitu perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya. Diisi dengan alasany pertimbangan yang menjadi penyebab dilakukannya Revisi Anggaran dari sisi perubahan kebijakan atau ada penugasan baru.I\tH~NTEI~1I<EUAJ\JGAN 11EPUBLlI( It'-IDOI\)ESIA -5Keterangan: 1. 8. 12. nomenklatur KI L. .

7.xxx (9) bbb (7) Rp. 6. 0000.(4) 3.xxx (9) (kode Digital Stamp) (12) bbb·(7) Rp. Kegiatan .00 . Uraian A.yyy. (3) 2. Satker ..• ~·I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6 MATRIKSPERUBAHAN(SEMULA-MENJADI) ESELON 1. Diisi dengan Digital stamp semula.. 10." Rupiah B. Diisi dengan Kegiatan yang direvisi. MUHAMADCHATIB BASRI ..xxx... Diisi dengan Keluaran yang direvisi (termasuk apabila terjadi perubahan jenis Keluaran). Diisi dengan Program yang direvisi.. (2) 1. 12. (4) 3. No. 00. Diisi dengan penambahan Zpengurangan volume Keluaran setelah Revisi Anggaian.(3) 2. 2. Diisi dengan penarnbahan /pengurangan alokasi anggaran setelah Revisi Anggaran.zzz(ll) aaa (6) Rp. (5) • Volume • Rupiah Keterangan: 1. 8. Program 00... (2) 1.yyy.xxx. 0000 Menjadi (1) +/- aaa (6) Rp. Keluaran 00.. 0000.zzz.. ttel. 11. Diisi dengan alokasi anggaran akhir setelah Revisi Anggaran. Diisi dengan alokasi anggaran awal sebelum Revisi Anggaran .zzzt l I] MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA. Kegiatan 00. Diisi dengan volume Keluaran akhir setelah Revisi Anggaran. Diisi dengan nomenklatur Eselon I pengusul Revisi Anggaran..yyy (10) ccc(8) Rp. 4.yyy (10) ccc(8) Rp.(5) • Volume. Keluaran . Program . 9. Diisi dengan nomenklatur Satker yang direvisi... Diisi dengan volume Keluaran awal sebelum Revisi Anggaran. .. 5..00 0000 Semula (kode Digital Stamp)(12) 00 0000. ..zzz.00. 3. Satkeroo.

dan tidak dibawah tekanan. 3. kebutuhan anggaran yang dituangkan dalam TORjRAB telah disusun mengikuti ketentuan dan merupakan harga yang paling ekonomis. Demikian surat pernyataan sadar. Alamat. Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material atas kebenaran usulan Revisi Anggaran yang diajukan.02/2014 IIi1EhlTEHII{EUANG/\N r~r:'PUEllH\ IhlDONESIA FORMAT SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK(SPTJM) A.LAM PI RAN VIII PERATURAN MENTER! NOM OR . Dalam hal Revisi Anggaran mengakibatkan permasalahan hukum.(11) *) format SPTJM KPA terkait BA BUN. . . Perhitungan 4. Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam rangka Revlsi Anggaran telah disusun dengan lengkap dan benar. FORMAT SPTJM KUASAPENGGUNAANGGARAN*) LOGO (1) KEMENTERIAN j LEMBAGA UNIT ESELON 1 : Satuan Kerja (2)} (3) (4) Kop . ) dalam keadaan (9) (10) Kuasa Pengguna Anggaran --' Materai 6000 L-. Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar dan' menimbulkan kerugian negara. . 7. rumusan pernyataan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing subbagian anggaran BA BUN. .'.: : :: (5) SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK NOMOR: (6) Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIPjNRP Jabatan : : (7) (8) : Kuasa Pengguna Anggaran Dengan ini rrienyatakan dan bertanggung jawab secara penuh atas hal-hal sebagai berikut: 1. merijadi tanggung jawab Kuasa Pengguna Ariggaran ..- NIPj NRP . .. 6. . Persetujuan dari Kementerian Perencanaarr/Bapperias dalam hal Revisi Anggaran menyebabkan pengurangan volume keluaran pada Kegiatan Prioritas Nasional sudah ditetapkan. disimpan oleh Satuan Kerja.P A BUN sebagai Pelaksana Kegiatan atau sebagai Penyalur Dana. Usulan Revisi Anggaran telah disusun sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun . 8. . baik untuk K.------. . KEUANGAN REPUBLlK INDONESI1 TENTANG TATA CARA REVIS! ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2014 7/PMK. ini dibuat dengan sebenarnya. 5. 2. saya bersedia menyetorkan kerugian negara tersebut ke Kas Negara. 2014. ..diaudit sewaktu-waktu. . . dan siapuntuk . Revisi anggaran yang dilaksanakan tidak mengurangi volume Keluaran yang telah direncanakan.

7. 8.' . 6. Diisi dengan uraian nama Satker. Diisi dengan nomor Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak. Diisi dengan uraian nama unit Eselon I. 11.II( INDONESIA -2Keterangan: 1. 10. Diisi dengan logo Kementeriarr/Lembaga. 2. 3.. 4. Diisi dengan nama Kuasa Pengguna Anggaran. Diisi dengan NIP/ NRP Kuasa Pengguna Anggaran. Diisi dengan uraian nama Kcmenteriarr/Lembaga . 5. \Mf"tr / . Diisi dengan NIP/NRP. .• rvIEt\ITFRI I<F':U/\I\jGAI\] F(EF'UElL. Diisi dengan alamat Satker. Diisi dengan nama pejabat penanda tangan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak. Diiai dengan tempat dan tanggal. 9.

.... .MENTEr'!l !(EUANGAN I:':EPUBLIK INDONESIA -3B.. Dengan ini menyatakandan bertanggung jawab secara penuh atas hal-hal sebagai berikut: ' 1.. : ) dalam keadaan '...... Usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran telah diteliti...SURATPERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK NOMOR: (5) Yang bertanda Nama NIP Jabatan : : tang an di bawah ini: (6) (7) : Sekretaris JenderaljSekretaris UtamajSekretarisjPejabat Eselon I (8) .... (10) NIP/NRP (11) **) format SPTJM Eselon I terkait BA BUN.. untuk Eselon I sebagai PPA BUN.----------.. FORMAT SPTJM ESELON I KEMENTERIANjLEMBAGA **) LOGO (1) KEMENTERIAN/LEMBAGA UNIT ESELON 1.. usul Revisi Anggaran telah dibahas dan direviu dengan unit Inspektorat terkait (APIPKj L).Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam rangka Revisi Anggaran telah disusun dengan lengkap dan benar.' .... Dalarn hal pagu anggaran berubah... dan siap untuk diaudit sewaktu-waktu. Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material atas 'uaulari Revisi Anggaran yang diajukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan... Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.. 3... dan tidak di bawah tekanan.. .. sadar. rumusan pemyataan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing subbagian anggaran BA BUN......... 4.. diperiksa :kesesuaian dan kelengkapan dokumen pendukung yang disarnpaikan. 2...... disimpan oleh Satuan Kerja dart unit Eselon I... Alamat (2)} (3) (4) Kop ... Sekretaris JenderaljSekretaris SekretarisjPejabat Eselon I Utarnaj Materai 6000 ....I (9) ..

MUHAMADCHATIBBASRI . 8. Diisi dengan nama pejabat penanda tangan SPTJM. ttd. Diisi dengan NIP/NRP pejabat penanda tangan SPTJM. MENTERIKEUANGANREPUBLIKINDONESIA. 5. 2. Diisi dengan nomor SPTJM. 6. 9.MENTERII<EUANGAN REPUBLlI< INDONESIA ° -4 Keterangan: 1. 10. Diisi dengan uraian jabatan penanda tangan SPTJM sesuai keperluan. Diisi dengan uraian nama unit Eselon 1. 7. Diisi dengan alamat unit Eselon I.. 11. Diisi dengan tempat dan tanggal. Diisi dengan NIP/NRP pejabat penanda tangan SPTJM. 3. Diisi dengan logo Kemeriteriarr/Lembaga. Diisi dengan nama pejabat penanda tangan SPTJM. 4. Diisi dengan uraian nama Kementerian/Lembaga .

1. Dengan pengesahan Revisi Anggaran ini Kode Pengaman (Digital Stamp) DIPA Petikan yang digunakan sebagai dasar transaksi berubah menjadi sebagai berikut: a. 6. Direktur Jenderal Perbendaharaan c...n.. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. . Demikian disampaikan.LAMP!RANIX PERATURAN NOM OR MENTER! KEUANGAN REPUBLIK !NDONES: 7 / PMK • 02/ 201 4 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARANTAHUN ANGGARAN 2014 lVIENTE:r~1KELJANGAN HEPUI3LlI< INDONESIA FORMAT SURAT PENGESAHAN REVISI ANGGARAN A..anggaran.. 2... 3.q Direktur Sistem Perbendaharaan 2. 4.. " 5. : : - . Direktur Jenderal Perbendaharaan C. Usulan Revisi Anggaran telah disahkan dan Database RKA-K/LDIPA pada Kementerian Keuangan telah diperbaharui. JaIan Dr. SITUS www. Gubernur (9). Direktur ... Dalam rangka rnemenuhi kebutuhan administrasi.Jenderal Anggaran Direktur Anggaran II Anggaran Anggaran III III ... untuk dilaksanakan dengan penuh tanggurig jawab. Jakarta Pusat 10710..depkeu.. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan . Eselon I (10).Wahidin No. Di 1. Kotak Pos 2435 JKP 10024 TELEPON(021) 3849315 FAKSIMILE (021) 3847157.. a. (6) NIP Tembusan: 1.id Nomor Sifat Lampiran Hal : S12014 I : Segera : Satu Berkas : Pengesahan Revisi Anggaran (tanggal-bulan) 2014 Yth. Sekretaris . Satker Kode Pengaman (Digital Stamp) Kode Pengaman (Digital Stamp) (5) (5) 3.q. (8). Kuasa Pengguna Anggaran dan Kepala KPPN agar mengunduh PDF File DIPA Petikan Revisi sebagai dasar untuk mencetak DIPAPetikan Revisi sebagaimana tercantum dalam notifikasi terlarnpir.. · (7) Menteri ZPimpinan Lembaga ..Jenderal/ Sekretans Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I K/L Temp at Sehubungan dengan surat usulan Revisi Anggaran nornor dengan ini disampaikan: (3) Tanggal (4) 1.. Satker b. (11). 2. Gedung Soetikno SIamet Lantai 4. FORMAT SURAT PENGESAHAN DIREKTORATJENDERALANGGARAN REVISI ANGGARAN PADA KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALANGGARAN . Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan dan Direktur Pelaksanaan Anggaran.go..

Anggaran I/ Anggaran II/ Anggaran I/ Anggaran II/ Anggaran III yang 3. . Diisi dengan NIP Direktur Anggaran mengesahkan Revisi Anggaran. / . 11.I. Diisi dengan nama dan kode Satker yang direvisi. 4.I\I1ENTH~1 1(I::lJAI\JGAN r~r.:PUBLlI( II\IDOI\lESIA . Diisi dengan Gubenur terkait. Diisi dengan tanggal surat Usulan Revisi Anggaran. Diisi dengan KPPNyang yang melakukan pembayaran. 9. Diisi dengan Eselon I tempat Satker. Diisi dengan kode Digital Stamp baru per masing-masing Satker. Diisi derigan nama Direktur mengesahkan Revisi Anggaran. 10.' Diisi dengan nornor surat usulan Revisi Anggaran. 7.2 -. 8. 5. Diisi dengan Kepala Kanwil DJPB terkait. 6. Keterangan: 1. III yang Diisi dengan Menteri atau Pimpinan Lembaga Satker yang direvisi. 2.

Kuasa Pengguna Anggaran Satker 2..... dan Pelaporan .MENTEI=<I I<EUN-JGAN HEPUI3L1I< INDONESIA -3B..q......... (9) NIP (10) Tembusan: 1... 2. (8) .. Direktur Jenderal Perbendaharaan c. FORMAT' SURAT PENGESAHAN REVISI ANGGARAN PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANWIL DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN " Alamat (2) Nomor Sifat Lampiran Hal (1) : s/2014 : Segera : Satu Berkas : Pengesahan Revisi Anggaran (3) (tanggal-bulan) 2014 Yth....... 5. Menteri/Pimpinan Lembaga . (6) dengan ini disarnpaikan: 1........ Direktur Akuntansi Keuangan dan Direktur Pelaksanaan Anggaran. Demikian disampaikan.. Sehubungan dengan surat usulan Revisi Anggaran nomor ..... Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.... Gubernur ....Petikan Revisi sebagaimana tercantum dalam notifikasi terlampir. Kuasa Pengguna Anggaran dan Kepala KPPN agar mengunduh PDF File DIPA Petikan Revisi sebagai dasar untuk mencetak DIPA........ Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan ....... 3. Kepala KPPN (4) 3.... 1. untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab........ Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.. (12). Kepala KPPN (4) Di Temp at . Dengan pengesahan Revisi Anggaran ini Kode Pengaman (Digital Stamp] DIPA Petikan yang digunakan sebagai dasar transaksi berubah menjadi (7) 3. 4.... Usulan Revisi Anggaran telah disahkan dan Database RKA-K/L DIPA pada Kementerian Keuangan telah diperbaharui.. 2. (11). (5) Tanggal . Dalam rangka memenuhi kebutuhan administrasi....

9. 10. 2.MENTERIKEUANGAN REPU8UK INDONESIA . Diisi dengan nama Kepala Kanwil DJPB yang mengesahkan Revisi Anggaran. Lembaga Satker yang direvisi. 8. Diisi dengan Kanwil DJPB yang mengesahkan Revisi Anggaran. Diisi dengan kode Digital Stamp baru. 11. 6. Diisi dengan nornor surat usulan Revisi Anggaran. 5. K.eterangan: 1. Diisi dengan nama dan kode Satker yang direvisi. 7. Diisi dengan Gubenur terkait. 3. j MUHAMAD CHATIBBASRI . Diisi dengan Kanwil DJPB yang melakukan Revisi Anggaran. ttd. MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA. Diisi dengan KPPN yang yang melakukan pembayaran.4 -. Diisi dengan NIP Kepala Kanwil DJPB yang mengesahkan Revisi Anggaran. 4. Diisi dengan MenterijPimpinan 12. Diisi dengan alamat Kanwil DJPB yang mengesahkan Revisi Anggaran. Diisi dengan tanggal surat usulan Revisi Anggaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful