4/2/2014

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Pro Kontra Kebijakan JKN Oleh BPJS

Pro Kontra Kebijakan JKN Oleh BPJS
February 4th, 2014 by kafi

HTI Press. DPD II HTI Kota Banjar kembali mengadakan HIP ( Halqah Islam dan Peradaban ) yang bertema Pro Kontra Kebijakan JKN oleh BPJS yang diadakan di Gedung Dakwah Kota Banjar. Acara dimulai pada pukul 08.00 wib dengan diawali terlebih dahulu penayangan dari infokom sebagai tayangan penyambut bagi para peserta dan undangan. Kegiatan HIP ini dihadiri oleh peserta sejumlah 500 orang peserta yang terdiri dari unsur pelajar, mahasiswa, guru, dosen, praktisi kesehatan ( dokter dan perawat ), tokoh masyarakat dll. Acara secara resmi dibuka pada pukul 08.30 wib yang ditandai dengan dibukanya oleh MC Ust. Yamin, dan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ust. Dadan Ramdani dengan mengambil ayat Al-Qur-an surat Ali Imran ayat 118 dan Asy – Syu’ara ayat 80 – 86 . setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan dari DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Banjar oleh Ust. Zaenal Arifin, S.Sos. Dalam penyampaiannya Ust. Zaenal menyampaikan bahwa “HTI sudah sejak lama melakukan penolakan atas rencana kebijakan ini sejak bergulirnya UU SJSN pada tahun 2004, oleh karena itu melalui kegiatan HIP ( Halqah Islam dan Peradaban ) ini sebagai salah satu wasilah atau cara bahwa HTI secara konsisten untuk terus menolak kebijakan JKN oleh BPJS”. dr. Agus menyampaikan, bahwa “ adalah bentuk perlindunan kesehatan bagi stiap wrga negara. Bertahap dari 2014-2019 semua warga negara terjamin kesehatan, dengan bentuk kegotong royongan bahasa kerennya asuransi, yaitu dengan iuran tiap bulan. Pemerintah mendorong kemandirian masyarakat . Karena bersifat gotonng royong maka harus membayar, yang dibayar : pelayanan primer, pelayanan tingkat lanjut Peserta akan diwajibkan bayar, jika terputus maka harus membayar utang sebelumnya”. Ust. Tasudin menyampaikan, bahwa “Dalam Islam segala sesuatu ditimbang dari sudut pandang Islam, seorang pemimpin adalah penjaga yang bertanggung jawab dalam menjaga rakyatnya. Karena SJSN ini bersifat asuransi/bisnis maka yang dijamin adalah mereka yang menjadi anggota. Dan tidak semua dijamin oleh BPJS kesehatan diantaranya : wabah dan bencana alam. Frasa Miskin mestinya dikembalikan lagi pada paradigma awal yaitu bahasa arab, miskin itu pengertiannya seperti apa. Bagi warga neara yang ngotot tetap tidak ikut JKN maka akan diberikan sanksi : sanksi teguran, denda hingga pidana. Yang memberikan sangsi adalah BPJS. BPJS kedudukannya bahkan bisa lebih tinggi dari negara, pemerintah diwaibkan membayarkan jaminan masyarakatnya, bahkan BPJS bisa meminta diberikan sanksi kepada masyarakat yang menolak membayar BPJS”. Acara dilanjutkan dengan bagian tanya jawab dan diskusi :
http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/02/04/pro-kontra-kebijakan-jkn-oleh-bpjs/ 1/3

4/2/2014

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Pro Kontra Kebijakan JKN Oleh BPJS

Bapak Carwan menyampaikan, “siapa yang akan mengklasifikasi miskin dan tidak miskin di masyarakat ?” dr. Agus memberikan penjelasan bahwa, “untuk penetapan miskin dan tidak miskin, dinkes tidak melakukan klasifikasi miskin dan tidak miskin yang mendatanya adalah BPS. Sebagai dokter, saya juga didzolimi, karena gajih pns juga dipotong, meskipun saya dokter saya juga dibebani tanggung jawab yang sama harus membayar setiap bulan”. Sambil tersisak menangis Ust. Yoyo dari tokoh Persis ini menyampaikan bahwa, “sikap kita selaku kaum muslimin itu harus tetap berpegang kepada Allah, dan inilah tugas kita semua untuk menyampaikannya”. Ust. Tasudin : “sikap kita adalah melakukan perubahan dan masih punya waktu asal dengan syarat kita semua tidak boleh diam, dengan cara menjelaskan kepada masyarakat yang lain bagaimana tanggung jawab negara atau pemimpin terhadap rakyatnya dari berbagai macam bidang dalam sudut pandang Islam. Agar informasi bahwa hanya sistem Islam-lah satu – satunya yang baik dan mampu dalam mengurusi urusan kehidupan masyarakat dan sistem yang lain adalah buruk”. Samija dari kalangan pemerintahan menyampaikan, “selaku masyarakat biasa bagi kita adalah seperti buah simalakama, lalu bagaimana pandangan islam tentang asuransi ?” Ust. Tasudin menjelaskan bahwa, Undang – Undang adalah tata aturan yang dilegislasi oleh pemerintah sehingga akan menjadi sebuah kebijakan negara yang akan diterapkan kepada seluruh masyarakat, namun yang menjadi masalah adalah setiap kebijakan yang digulirkan adalah hasil dari keputusan tanpa didasarkan terhadap pandangan islam karena pada dasarnya semua hanya atas dasar kepentingan. Selanjutnya juga beliau menjelaskan bahwa, “sebagai kaum muslim semestinya setiap perbuatan haruslah terikat dengan hukum syara’ bukan dengan hukum lain yang jelas – jelas bathil dan dilarang oleh Allah SWT meskipun dengan resiko yang harus kita hadapi, karena bagi kaum muslim ketaatan kepada Allah adalah hal yang sangat dan paling utama”. Para pemateri di akhir acara memberikan closing statement, dr. Agus menyampaikan, “mudahudahan ke depan masyarakt bisa lebih sejahtera, untuk membeli motor baru” Ust. Tasudin menyampaikan bahwa, “mari kita lihat semua perkara dengan sudut pandang Islam. Apapun yang terjadi harus dilihat dari sudut pandang Islam. Yang menjadi prinsip bagi kita adalah halal dan haram. Kita harus berupaya mengubah lingkungan kita kareana membiarkan kemungkaran adalah maksiat. SJSN adalah kebijakan yang bertentangan dengan syariat Islam, maka mari membekali diri untuk mengubah kemungkaran”. Acara ditutup dan diakhiri dengan pembacaan do’a yang dibacakan oleh Ust. Heri Abu Rizky, seluruh peserta sangat khidmat dan khusuk mengaminkan lantunan do’a yang disampaikan oleh
http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/02/04/pro-kontra-kebijakan-jkn-oleh-bpjs/ 2/3

4/2/2014

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Pro Kontra Kebijakan JKN Oleh BPJS

beliau dengan lantunan yang sangat menyentuh hati dengan iringan air mata. Di akhir acara DPD II HTI Kota Banjar membekali para peserta seluruhnya dengan tulisan artikel terkait kebijakan JKN oleh BJS dan pandangan menurut Islam. []

Baca juga : 1. 2. 3. 4. 5. Diskusi Publik BPJS Kendari, Peserta Penuh Sesak Siti Fadilah: Tolak RUU BPJS [HIP-17 HTI Jawa Timur]: Telaah kritis UU SJSN dan RUU BPJS Program BPJS Mulai Berlaku,Tipu-tipu Baru ala Rezim Sekuler! SJSN dan BPJS: Memalak Rakyat Atas Nama Jaminan Sosial

http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/02/04/pro-kontra-kebijakan-jkn-oleh-bpjs/

3/3

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful