Semakin Karismatik Semakin Katolik ?

Seminar ini seperti kata Romo Deshi SJ lebih bersifat sharing dan hasil penelitian Beliau selama sekitar 20 tahun terakhir mengenal karismatik katolik. Tentu saja kalau hanya membaca hasil slide yang aku ketikkan di awal topik mungkin terasa membingungkan, tapi nanti kalau membaca hasil rekamanna mungkin agak sedikit lebih paham buat kita-kita yang awam ini. Aku berpendapat bahwa Romo Deshi SJ itu netral nggak pro atau kontra karismatik apalagi tentu saja dengan sumbangan pemikiran Beliau tentang karismatik katolik yang katanya akan dibuatkan sebuah buku akhir tahun ini diharapkan membuat kita semua saling berefleksi diri. Bagian-1 Refleksi Historis Teologis Karismatik Katolik (Bagaimana kita bisa menjadi semakin katolik dengan menjadi semakin karismatik?) Romo Deshi Rahmadani SJ Pada dasarnya, ada beberapa tahap dalam seminar ini yang akan dibahas, yaitu: 1. Sikap terhadap karisma 2. Pembuahan Gerakan Pentakostal 3. Dari Pentakostal menuju karismatik katolik 4. Apa saja yang mungkin prrlu kita perhatikan kalau kita ingin tetap atau bahkan menjadi semakin katolik dengan mengikuti gerakan rahmat Tuhan melalui gerakan karismatik? Prakata: Orang sering bilang bahwa segala sesuatu itu terjadi pasti dengan maksud tertentu tapi seringkali baru bisa dipahami setelah lama kemudian (setelah lama suatu peristiwa itu lewat dan orang melihat kebelakang baru bisa menyadari). Romo Deshi menceriterakan bahwa ia mengenal pembaruan karismatik dan mengalami pengalaman pertobatan ketika ia masih SMA kelas 2 yaitu tahun 1983 saat retret muda-mudi karismatik di KAJ dan panggilannya diperteguh lewat pengalaman tersebut. Ia menjadi sangat berapi-api dengan pembaruan karismatik tetapi beberapa tahun kemudian menjadi berubah karena salah satunya disebabkan peristiwa lahirnya jemaat / gereja yang disebut “Sungai Yordan”. Ia merasa dikhianati dan menjadi sangat curiga dengan pembaruan karismatik. Ia kenal baik dengan oang-orang yang pindah gereja itu. Maka ia menjadi sangat kritis. Dan begitu terus sampai bertahun-tahun dan terus tarik ulur antara ia dan Tuhan. Ia ingin lebih mengenal karsmatik kembali ke pangalaman pertobatan dulu dan ia banyak sekali mengalami kekecewaan dengan kelompok-kelompok karismatik dan makin sakit hati dan macam-macam. Baru tahun 2005 lalu ia mendapat kesempatan untuk melihat kembali seluruh pengalamannya dengan karismatik selama lebih dari 20 tahun terakhir. Ia ingin berdamai dengan pengalamannya tentang karismatik kepada Tuhan. Lalu ia mulai membaca banyak buku dan membuat beberapa penelitian tentang karismatik cukup banyak dan mulai menulis beberapa bahan tentang karismatik bahkan semester lalu ia memberi kuliah di STF Driyakara pada mata kuliah pentakostalisme dan identitas katolik yang diharapkan akan menjadi sebuah buku yang akan terbit di akhir tahun ini. Yang akan dibahas dalam seminar ini adalah beberapa bagian yang diharapkan dapat menjawab beberapa pertanyaan sbb: - Apa itu karismatik? - Mengapa ada orang sakit hati? - Mengapa ada kesalahpahaman? - Mengapa ada orang yang katolik setelah dari karismatik pindah ke gereja lain atau mendirikan gereja lain? - Mengapa orang karismatik seringkali ekslusif? - Mengapa orang karismatik seringkali kurang menghargai pemimpin setempat? - dan masih banyak lagi…

1. Sikap terhadap karisma Point pertama, kita akan melhat dalam sejarah. Dengan melihat dan memahami sejarah, kita menjadi bisa memahami kenapa kita ada di sini dan mengapa seperti ini bentuknya. Kita akan melihat di dalam sejarah tentang beberapa sikap terhadap karisma-karisma yang sudah ada di dalam sejarah gereja. Kita akan kembali ke sebuah gerakan yang dikenal dengan istilah Montanisme. Tokohnya bernama Montanus yang berasal dar Frigia daerah Turki sekarang (sekitar tahun 170-an). Kenapa ini penting untuk dilihat karena Montanus yang nanti alirannya disebut Montanisme membuat klaim bahwa dalam dirinya telah kembali nabi-nabi sebagaimana dalam perjanjian lama. Ketika itu, Montanus berjalan keliling dan berkotbah sana-sini dan ia membuat klaim bahwa ia adalah nabi. Selama berkeliling itu, ada banyak ungkapan dan nubuat kenabian diungkapkan saat ia dalam keadaan trance (ekstase) yaitu ketika ia kehilangan kesadarannya. Ia punya 2 asisten, yaitu Priskila dan Maksimila. Karena tertarik dengan ajaran Montanisme, keduanya itu meninggalkan suami-suami mereka. Ketiganya berkeliling berkotbah dan bernubuat dengan klaim bahwa mereka adalah nabi yang diungkapkan dengan bahasa-bahasa yang tidak jelas dalam keadaan ekstase. Persoalan yang paling serius dengan Montanisme adalah Montanisme memberikan penekanan berlebihan pada apa yang baik, misalnya karena kesucian sampai Montanisme mengajarkan orang harus selibat maka Priskila dan Maksimila meninggalkan para suami mereka. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi para suami ketika itu terhadap gerakan Montanisme karena ditinggalkan oleh para istrinya yang keliling-keliling sebagai nabi. Tapi persoalan dengan itu, banyak hal yang muncul dalam gerakan Montanisme. Yang penting harus diingat adalah dengan munculnya gerakan Montanisme yang dibarengi dengan manifestasi yang aneh-aneh itu adalah orang menjadi curiga terhadap karisma-karisma atau curiga terhadap manifestasi-manifestasi karisma itu. Apalagi setelah Montanisme dihukum oleh GK dan memisahkan diri dari GK, orang mulai mengidentikkan kalau ada ungkapanungkapan karisma-karisma atau yang kita sebut nubuat atau yang kita sebut bahasa roh, orang akan curiga bahwa hal itu mungkin masih merupakan sisa-sisa kesesatan Montansme. Sejak saat itu karisma-karisma mulai turun dalam gereja dan mulai menghilang. MONTANISME Montanus: Frigia (Turki) , 170-an. “Nabi PL”: ekstase, nubuat kenabian. Dua asisten nabi: Priskilla, Maksimilla. Tekanan berlebihan: kontra perkawinan; pro selibat. Dalam perkembangan selanutnya, kita masuk ke dalam gerakan yang lain dan dikenal dengan istilah Enthusiasm yaitu brrbagai macam bentuk manifestasi gerakan-gerakan dimana orang merasa bahwa ia memiliki pewahyuan istimewa dari Tuhan. Pengetahuan akan Roh (saya mengalami Roh Kudus) itu menjadi ukuran yang melebihi ukuran Kitab Suci sendiri (mereka mempunyai klaim bahwa mereka mengalami Roh sehingga KS menjadi nomor 2 karena terlalu antusias) yang akibatnya adalah illuminisme ketika orang mendapat pencerahan yakni campur tangan langsung dari Allah yang masuk ke dalam hidup manusia dan ia membuat klaim bahwa saya mendapat pencerahan dari Allah. Kenangan akan Montanisme sudah membuat orang (dalam arti tertentu) “luka batin” ditambah dengan banyaknya orang yang mengalami Enthusiasm di berbagai tempat. ENTHUSIASM EN (di dalam) + THEOS (Allah). Pengetahuan akan Roh vs Pengetahuan akan Kitab Suci. Bahaya iluminisme: intervensi langsung dari Allah dalam hidup manusia. Tapi berbeda dengan Gereja Katolik yang sangat “curiga” dengan gerakan-gerakan semacam itu, tapi lain halnya dengan Gereja Ortodoks Timur. Ada perbedaan sikap

terhadap karisma antara Gereja Katolik Roma dengan Gereja Ortodoks Timur. Sikap terhadap karisma masih sangat terbuka di dalam Gereja Ortodoks Timur. Salah satu tokohnya adalah Simeon Sang Teolog Baru (949 – 1022), ia dalam tulisan-tulisannya menuliskan bahwa ia membuat klaim bahwa ia mengalami baptisan Roh Kudus, ia mengalami ekstase dan ia bisa bebahasa roh. Teolog ini diakui dan diterima oleh Gereja Ortodoks Timur. Tokoh lainnya adalah Gregory Palamas (1296 – 1359) dua tiga abad setelah itu juga dikenal karena ia mengadakan berbagai macam penyembuhan, mukjizat, bahasa roh, bahkan menafsirkan bahasa roh. Ini dua contoh yang memperlihatkan di kalangan Gereja Ortodoks Timur, karisma-karisma tidak dicurigai sebagaimana halnya di dalam Gereja barat yaitu di Gereja kita Gereja Katolik Roma. GEREJA ORTODOKS TIMUR Symeon Sang Teolog Baru (949-1022): baptisan RK, ekstase, bahasa Roh. Gregory Palamas (1296-1359): penyembuhan, mukjizat, bahasa Roh, tafsir bahasa Roh. Begitu curiganya, maka menjelang tahun 1000, GK menerbitkan apa yang disebut Rituale Romanorum yaitu semacam buku petunjuk tentang ritual-ritual dalam Gereja Katolik, dimana salah satunya mengatakan: GEREJA KATOLIK ROMA Rituale Romanorum (menjelang th 1000): “Tanda-tanda bahwa seseorang dikuasai/dirasuki [oleh setan] adalah sebagai berikut: kemampuan untuk berbicara dengan luwes dalam bahasa asing atau kemampuan untuk memahaminya ketika bahasa asing itu diucapkan oleh orang lain; kemampuan untuk meramalkan masa depan dan peristiwa-peristiwa yang tersembunyi; memperlihatkan kekuatan yang melampaui usia atau kondisi normalnya yang wajar; dan banyak tanda lain yang bila dikumpulkan bersama akan mempertegas bukti itu” Konteksnya adalah GK ingin memberi petunjuk tentang bagaimana harus berurusan tentang apa yang disebut tentang Eksorsime (pengusiran roh-roh jahat). Kalau kita lihat bahwa menjelang tahun 1000 itu, GK mengatakan bahwa salah satu manifestasi adanya roh jahat bahwa orang dirasuki oleh roh jahat adalah ketika orang bisa berbicara luwes dalam bahasa asing (kita mengatakannya itu bahasa roh), kemampuan untuk memahaminya (kita mengatakannya itu karisma menafsirkan), kemampuan meramalkan masa depan (kita mengatakannya itu karisma rnubuat). Dengan kata lain Gereja Katolik Roma saat itu sangat curiga bahkan menyamakan pertama-tama kalau ada orang mulai aneh-aneh,….nah ini tanda-tanda kerasukan roh. Itu ada dalam buku manual liturgi. Setiap imam harus tahu itu dan berpegang itu karena konteksnya adalah eksorsime. Jadi sangat berbeda dengan sikap di kalangan Gereja Ortodoks Timur. Nah bagaimana halnya dengan Gereja Reformasi / Protestan. Kita melihat bahwa Martin Luther pernah mengatakan bahwa bahasa roh sudah berhenti. Ia mengatakan bahwa orang kristen sudah tidak lagi membutuhkan itu. Bahkan ia menggunakan teks yang sama I Kor 12 - 14 untuk membuktikan bahwa yang penting itu cinta kasih tapi bahasa roh dibutuhkan ketika gereja masih berkembang namun kini sudah tidak dibutuhkan lagi. Maka ia sangat anti karisma atau curiga terhadap karisma. Sementara John Calvin mengatakan bahwa bahasa roh itu diperlukan untuk karya penginjilan pada awal gereja tetapi kini sudah tidak muncul lagi. Meskipun demikian juga ada beberapa manifestasi dari tokoh-tokoh seperti yang bernama George Fox yang menagtakan bahwa ia menerima terang batin dengan “Quackers” Society of Friends. Orang-orang yeng kembali mengatakan bahwa mereka punya sesuatu yang istimewa dari Tuhan. Bahkan sejarah mencatat adanya nabi-nabi kecil dari Cevennes Perancis yaitu anak-anak kecil para ABG yang bernubuat dalam keadaan ekstase yang kemudian menjadi gerakan yang sangat kuat sampai pada tingkat politis.

Hal-hal di atas adalah beberapa contoh yang dipilih (tidak semua tentu saja), untuk memperlihatkan bagaimana sikap gereja terhadap manifestasi karisma. Karisma karena gerakan Mobnatnisme menjadi dicurigai bahkan dicurigai sebagai tanda-tanda yang harus dilihat untuk menentukan apakah seseoang itu kerasukan setan atau tidak. Jadi itu situasinya tentang kecurigaan gereja yang menyikapi tentang karisma. GEREJA REFORMASI • Martin Luther (1483-1546): bahasa Roh sudah berhenti; orang Kristiani tidak membutuhkan itu; 1Kor 12-14. • John Calvin (1509-1564): bahasa Roh untuk karya penginjilan; sudah berhenti • George Fox (1624-1690): Quakers (Society of Friends); “Terang Batin” (Inner Light). • Nabi-nabi kecil dari Cevennes (Perancis): ekstase; jadi gerakan politis (Camisard); dihentikan 1711. Bagian-2 2. Pembuahan Gerakan Pentakostal Proses pembuahan sampai nanti lahir apa yang disebut gerakan pentakostal. Kita belum masuk ke karismatik karismatik katolik tapi untuk melihat dasarnya. Yang ingin diperlihatkan begini: orang karismatik katolik sering dicurigai sebagai bukan katolik murni lagi. Kita sering mendengar dan banyak orang menilai bahwa orang karismatik katolik tapi sudah seperti protestan mulai dari doanya, gayanya, lagunya, dll. Dan ingin dikatakan di sini dengan tegas, bahwa kalau melihat perkembangan sejarah memang yang disebut sebagai gerakan karismatik itu munculnya pertama kali di luar dari Gereja Katolik. Jadi memang musti diterima sebagai kenyataan sejarah. Untuk melihat bagaimana sebetulnya lahirnya pentakostal itu, maka kita akan melihat sebuah gerakan yang bernama The Irvingites yang merupakan para pengikut Edward Irving di Inggris. Dan peristiwa besar sebelum itu adalah penemuan Benua Amrika oleh Chrisopher Colombo yang mengubah banyak hal dan peristiwa Rrevolusi Industri di Inggris. Dan Edward Irving muncul dari Gereja Presbyterian Skotlandia. Dia dalam hidupnya dan pelayanannya, dia bernubuat dan berbahasa roh. Setelah sekian abad absen dan dicurigai, kemudian bahasa roh muncul lagi dengan membawa banyak pengikut yang begitu banyak yang disebut The Irvingites tersebut. Sangat menaik untuk kita lihat apa dasarnya? Dasarnya, Irving belajar dari tradisi Mistik Katolik (orang-orang atau tokoh-tokoh mistik katolik yang punya pengalaman istimewa bersama Allah), dari situ Irving melahirkan apa yan disebut sebagai gerakan kesalehan (pietisme). Dengan kata lain, munculnya atau titik awal yang merupakan benih paling awal untuk nanti berkembang menjadi gerakan pentakostal setelah 2 abad kemudian, tidak lain adalah sebuah usaha untuk menaruh perhatian secara lebih serius pada tradisi yang sangat-sangat katolik yaitu tradisi mistisisme katolik. Dibaca oleh orang bukan katolik, diterapkan dalam bentuk pietisme, nanti kemudian berkembang menjadi gerakan pentakostalisme,dan kembali lagi ke Gereja Katolik menjadi karismatik katolik. Jadi bisa dilahat kalau dilihat dari titik yang paling awal ketika mulai muncul pietisme Irvingites itu karena pengaruh tradisi mistik katolik. IRVINGITES [CRISTOFORO COLOMBO: Amerika; 1485? 1492?] [Revolusi Industri (1750-1830)] EDWARD IRVING (1792-1834). Gereja Presbiterian Skolandia. nubuat, bahasa Roh. MISTISISME KATOLIK à PIETISME Apa yang diajarkan dalam pietisme? Pietisme adalah usaha untuk mengusahakan kesalehan dengan mencari jawaban PASTI. Kata kuncinya adalah kepastian (jaminan

kepastian). Harus ada sesuatu yang pasti dalam hubungan saya dengan Allah. Ada assurance. Harap diingat bahwa latar belakang presbyterian salah satunya adalah doktrin pre-destinasi yang mengatakan bahwa setiap orang sudah ditentukan sejak awal untuk selamat atau tidak sehingga muncul perdebatan macam-macam teologis dengan kaitan antara rahmat, Allah, dan kebebasan manusia. Itu latar belakangnya. Sehingga orang mencari kepastian. Saya ini sudah selamat atau belum. Saya ini termasuk orang yang ditetapkan untuk selamat atau tidak, maka kepastian itu menjadi kata kunci. Karena ingin mencari sesuatu yang pasti, mereka punya idealisme keagamaan. Mereka ingin menjadi total, menyeluruh. Sehingga tegangannya adalah antara apa yang sebetulnya ada yang aktual dengan yang ideal. Oh saya ingin jadi orang suci tanpa berdosa lagi, supaya saya punya jaminan pasti untuk diselamatkan, tetapi kenyataannya saya masih berdosa, ada apa? Apakah saya sudah selamat atau belum? Itu yang dicari oleh pietisme. Kemudian, Kitab Suci juga ingin diterapkan secara praktis. KS menduduki peran penting dalam hal ini karena ingin diterapkan secara praktis untuk mencari jawabannya dalam KS untuk kembali menemukan kepastan apakah saya atau seseorang itu sudah selamat atau belum. Dan unsur yang terakhir adanya pertentangan dengan yang berbeda. Pietisme karena ingin mencari kepastian apakah saya selamat atau tidak menumbuhkan cara berpikir dimana kenyataan dilhat dari segala sesuatu yang bertentangan. Ini jahat, ini baik, ini suci, ini tidak suci, ini hitam ini putih. Segala macam ingin menghindari yang jelek-jelek (yang bertentangan) supaya semakin ada kepastian keselamatan. Ini muncul darimana akarnya, yakni dari mistik katolik. Misalnya dalam hidup membiara sebelum-sebelum itu, idealisme dalam hidup membiara katolik adalah menjadi orang yang mati raga, puasa, tidak “ngedugem” kayak saya he-he, pokoknya hidup di biara, berdoa dan itu menjadi idealisme kesalehan. PIETISME ► Doctrine of assurance: jaminan kepastian; hubungan pribadi dengan Allah. ► Religious idealism: totalitas; menyeluruh; aktual vs ideal. ► Centrality of Scripture: penerapan praktis. ► Oppositive element: pertentangan dengan yang berbeda. Pietisme dalam perkembangan selanjutnya, melahirkan gerakan Moravia. Ini penting untuk kita ketahui untuk masuk ke tokoh sebelum ini. Pietisme dengan segala idealisme dalam sejarah gereja menampilkan seorang tokoh bernama Count Nicolaus von Zinzendorf (1700-1760). Dan di tempat (salah satu pusat komunitas / gerakan itu) di Herrnhut di wilayah Moravia (1727): mereka mengalami pencurahan Roh Kudus. Jadi kita melihat kembali bahwa idealisme dari gerakan Edward Irving dan gerakan kesalehan karena pengaruh katolik, akhirnya melahirkan praktek-praktek / pengalaman-pengalaman pencurahan-pencurahan Roh Kudus. GERAKAN MORAVIA Pengaruh dari Pietisme. Count Nicolaus von Zinzendorf (1700-1760). Herrnhut (1727): pencurahan RK. Kita akhirnya bertemu dengan tokoh bernama John Wesley. Ia berasal dari Gereja Anglikan di Epworth, Lincolnshire.. Ia anak ke-15 dari seorang imam anglikan. Karena miskin dan penghasilan keluarganya terbatas, ia hampir digugurkan oleh orang tuanya, tapi ternyata tidak, akhirnya menjadi seorang tokoh pembaharu dalam sejarah gereja. Ia sekolah di Oxford dan selama ia sekolah di sana itu, ia punya sebuah kelompok orang-orang muda dengan kakaknya juga di sana diantaranya yang punya fanatisme dan idealisme untuk menjadi kudus yang dikenal dengan nama The Sacramentarian (The Holy Club), yang kumpul-kumpul untuk berdiskusi tentang iman.

Untuk jalan menjadi kudus, mereka (John Wesley dan teman-temannya) mengembangkan berbagai macam metode, sehingga gerakannya akhirnya dikenal dengan nama Methodisme (kini dikenal dengan nama Gereja Methodis). Orang diajak untuk secara lebih serius untuk masuk ke dalam suatu kekudusan dengan menaati beberapa metode yang ditawarkan. Kemudian, ia menjadi diakon dan menjadi imam dalam Gereja Anglikan lalu ia berkenalan dengan Gerakan Moravia (yang kita bahas tadi). Dan ia mengatakan dalam sebuah pertemuan (bisa dikatakan dalam sebuah upacara dari Gerakan Moravia) bernama The Aldersgate Street, London, John Wesley mengalami pertobatan yang luar biasa. Istilah kita sekarang adalah ia mengalami pencurahan roh atau ia dilahirkan kembali. Dan perlu dilihat juga bahwa John Wesley sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan dari Thomas A. Kempis. (mungkin ada yang pernah membaca karya Thomas A. Kempis yaitu Mengikuti Jejak Kristus). Sekarang tidak begitu banyak yang membacanya karena banyak hal yang memang sudah perlu disesuaikan dengan situasi jaman sekarang tapi ketika itu masih menjadi buku inspirasi untuk John Wesley pendiri Methodisme dan nanti akan melahirkan pentakostalisme. Nah ini yang penting untuk kita lihat, dalam ajarannya, John Wesley mengajarkan doktrin tentang The Second Blessing. Doktrin berkat kedua untuk seseorang itu menjadi pasti bahwa dia itu sudah selamat. Salah seorang pengikutnya adalah John Fletcher (1729-1785). Adalah orang yang akhirnya mengatakan bahwa tanda pasti bahwa seseorang sudah menerima berkat kedua adalah bahwa orang mengalami baptisan Roh Kudus. Jadi pelan-pelan kita mulai melihat bagaimana dari usaha orang yang dipengaruhi tradisi mistik katolik untuk lebih serius mengusahakan kekudusan / kesalehan dan karena begitu ingin mencapai keselamatan maka orang mencari kepastian. Dan kepastian itu ditentukan oleh apa? Akhirnya dalam perjalanannya, mereka sampai pada kepastian itu tidak lain adalah ditentukan oleh baptisan Roh Kudus. Kita melihat akar dari lahirnya gerakan pentakostal. JOHN WESLEY (1703-1791) Gereja Anglikan di Epworth, Lincolnshire. Anak ke-15 imam Anglikan. Oxford (1729): The Sacramentarians; The Holy Club. Metodisme: “metode” Diakon (1728); Imam (1735). Gerakan Moravia: Aldersgate Street, London. Pengaruh Thomas a Kempis dll. DOKTRIN SECOND BLESSING. John Fletcher (1729-1785): second blessing = baptisan RK. Di tempat lain di Amerika, ada seseorang yang penting juga bernama Jonathan Edwards yang berasal dari American Congregational Church (1703-1758) dan yang penting adalah ia berkarya di suatu masa kebangktan besar Amerika (di tanah yang baru dimana banyak orang mengalami kebangkitan spiritual mulai menyadari iman mereka dan ingin menghayati iman secara lebih serius) yang dikenal dengan nama Great Awakening 1730an-1740an, Ketika orang mulai mencari kepastian, Jonathan Edward mengajarkan bahwa kepastian itu adalah PENGALAMAN, bukan kerja otak. Jadi yang pasti kalau saya MENGALAMI bahwa saya diselamatkan bukan bahwa saya bisa berpikir (bisa memahami secara jernih) bahwa saya diselamatkan. Kata pertama KEPASTIAN dan kata kedua PENGALAMAN. Nanti kita akan melihat kembali akar munculnya gerakan karismatik. Ada berbagai proses munculnya karismatik katolik (sekali lagi), memang dari perkembangan sejarahnya muncul dari NON KATOLIK tapi kalau dilihat dari awalawalnya muncul dari TRADISI yang PALING KATOLIK. JONATHAN EDWARDS (1703-1758) American Congregational Church.

Great Awakening 1730an-1740an. Experiential assurance vs rational affirmation. 3. Dari Pentakostal menuju karismatik katolik Di Amerika kemudian pengaruh John Wesley, Jonathan Edward, dan gerakan-gerakan dari Great Awakening itu mulai berkumpul jadi satu dan disebut gerakan kekudusan Amerika (The American Holiness Movement) bisa anda lihat macam-macam campurancampuranya. AMERICAN HOLINESS MOVEMENT PURITANISME. PIETISME. GREAT AWAKENING. METODISME / WESLEYAN PERFECTIONISM. DUA SAYAP: WESLEYAN DAN REFORMED Ada sebuah proses pencarian. Pertama mulai dari sikap sangat anti karisma Roh Kudus karena ada pengalaman “luka batin” atas Montanisme, macam-macam gerakan Enthusiasme, dalam proses itu entah bagaimana Roh Allah menggerakkan lewat gerakan Mistisisme Katolik untuk menggerakkan orang-orang di luar Gereja Katolik (jadi pengaruh mistik katolik menggerakkan orang-orang di luar katolik juga untuk mencari kesempurnaan). Dalam usaha mencari kesempurnaan yang dipengaruhi oleh semangat mistik katolik itu, orang mencari jaminan pasti (ya kalau sudah capekcapek mengusahakan keselamatan, saya perlu tahu donk setelah ini saya pasti nggak sudah selamat atau belum, karena kalau nggak percuma saja saya nahan-nahan nggak berbuat dosa, mendingan dosa saja kalau toh juga tetap nggak selamat). Jadi ada orang mencari jaminan pasti. Dan yang paling akhir adalah apa tandanya yang bisa menjadi jaminan pasti bahwa saya sudah selamat dan saya sudah ada di jalan menuju kesempurnaan. PROSES PENCARIAN ANTI KARISMA ROH KUDUS MISTISISME KATOLIK PENCARIAN KESEMPURNAAN JAMINAN PASTI TANDA Kini kita masuk ke seorang tokoh perempuan yaitu Phoebe Palmer. Dia ini adalah salah satu orang yang pertama yang mencoba menjawab pertanyaan tentang KEPASTIAN dan TANDA PASTI itu. Dia berasal dari sayap Wesley dan dia mengatakan begini: “Kalau John Wesley dalam usaha mengejar kesempurnaan itu mengajarkan proses pengudusan yang berjalan sepanjang hidup, maka Phoebe Palmer mengajarkan bahwa JAMINAN PASTI dan TANDA KEPASTIAN itu terjadi pada SALAH SATU MOMENT dalam hidup manusia. Orang bisa melihat hari ini, tanggal ini, jam sekian, di tempat itu saya punya kepastian bahwa saya sudah selamat. Nah di sini kita lalu bertemu dengan asal-usul yang disebut ALTAR THEOLOGY (Teologi Altar). Orang karismatik katolik sekarang banyak yang latah. Setiap ada kegiatan, selalu ada altar call. Darimana altar call itu” Mengapa altar call itu sungguh-sungguh sesuatu yang bukan katolik? Karena Phoebe Palmer mengajarkan ada satu TITIK yang PASTI dalam hidup manusia ketika dia memutuskan untuk hidup baru dan memutuskan untuk meneima keselamatan yang dari Tuhan dan saat itu dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi saat itu. Kapan terjadinya? Yaitu ketika dalam pertemuan doa, orang dipanggil untuk maju ke depan ke ruangan seperti aula / gedung pertemuan / GSG (dalam knnsep mereka, ruangan di depan ini disebut sebagai altar sehingga altar call adalah panggilan untuk orang-orang yang ingin punya kepastian selamat, dia maju, berdiri di depan, didoakan entah bagaimana caranya, dan saat itu menjadi MOMENT ALTAR THEOLOGY (saat itu). Kenapa ini SANGAT TIDAK KATOLIK. Karena buat kita orang katolik, tidak mengajarkan bahwa ada satu titik dimana segalanya

menjadi pasti. Sementara altar call mengajarkan ketika seseorang ber-altar call yaitu ketika orang mendapat kepastian akan keselamatan, dia tidak akan tidak selamat, dia pasti selamat, meskipun sesudah altar call itu dia akan berdosa lagi, dia sudah punya jaminan keselamatan. Buat kita orang katolik, nggak dulu ya, akan dilihat dulu seluruh hidup kita harus menjadi baik. Dan buat kita, altar bukan ruangan, tapi altar adalah sebuah meja. Ini hanya ingin memperlihatkan salah saru perbedaan mendasar antara konsep pentakostal dengan konsep katolik dengan keselamatan yang dibawa oleh gerakan karismatik katolik. Phoebe Palmer meyakinkan banyak orang dan sampai sekarang ide itu dipertahankan. . Sayap yang lain, yaitu Sayap Refomed juga mengalami hal yang sama, ketika Charles Finney (1792-1876) dan Asa Mahan (Finney mengalami baptisan roh kudus) menekankan dimensi komunal sosial. PHOEBE PALMER 1835 Sayap Wesleyan (Wesleyan Perfectionism) Proses sepanjang hidup à satu momen pasti. ALTAR THEOLOGY. OBERLIN PERFECTIONISM Sayap Reformed. Charles Finney (1792-1876) dan Asa Mahan. Pada tahun 1821 Finney mengalami baptisan Roh Kudus. Dimensi komunal, sosial. Terbagi menjadi 2 sayap, yaitu: sayap Wesley (dari John Wesley) dan sayap Oberlin (dari gerakan Reformed):. Point penting yang musti kita ingat adalah Wesley mengajarkan bahwa RAHMAT MENGUBAH KODRAT MANUSIA sedangkan Oberlin mengajarkan bahwa RAHMAT MEMBANTU KODRAT MANUSIA. Posisi Oberlin ini yang lebih dekat dengan posisi katolik bahwa rahmat adalah membantu kodrat manusia. Sayap Wesley juga mengajarkan bahwa rahmat itu pada saat diterima (saat orang menjawab altar call), rahmat mengubah kodratnya maka terjadi pengudusan secara menyeluruh dan dia menjadi seseorang yang sama sekali baru dan bisa menghindari segala macam dosa. Terbagi menjadi 2 sayap (arah pandangan):, yaitu: Sayap-1 • WESLEYAN PERFECTIONISM • WESLEY • INDIVIDUAL • PENGALAMAN RK: SUBSTANSIAL • RAHMAT: MENGUBAH KODRAT MANUSIA Sayap-2 • OBERLIN PERFECTIONISM • REFORMED • KOMUNAL • PENGALAMAN RK: RELASIONAL • RAHMAT: MEMBANTU KODRAT MANUSIA Akhirnya, muncullah Keswick Soluton (1870) adalah sebuah pertemuan besar yang mencoba mendamaikan berbagai macam perbedaan konsep teologi diantara mereka yang mulai banyak khususnya antara 2 sayap tersebut. Keswick mengajarkan bahwa RAHMAT membuat DOSA tak berdaya (in-operatif), sedangkan Wesley mengajarkan RAHMAT MENGUBAH KODRAT sehingga rahmat mencabut akar dosa. Posisi REFORMED (posisi yang paling dekat dengan posisi katolik dalam arti membantu kodrat) TERSINGKIR. Sehingga semakin jauh adanya perbedaan antara katolik dengan gerakan-gerakan itu. .

KESWICK SOLUTION 1870-an. KESWICK: Rahmat membuat dosa tak berdaya (inoperative). WESLEY: Rahmat mencerabut akar dosa (eradicated). REFORMED: tersingkir. Sampai di sini kita belum bicara tentang Roh Kudus. Artinya kita belum menekankan pentingnya Roh kudus. Baru nanti ada buku yang ditulis oleh William Arthur, The Tongue of Fire (1856) dan William Boardman, The Higher Christian Life (1858) dan keyakinan Arthur dalam The Tongue of Fire akan sangat menentukan bagi perkembangan keyakian Pentekostalisme di kemudian hari. PERTOBATAN ß RK William Arthur, The Tongue of Fire (1856), William Boardman, The Higher Christian Life (1858). Keyakinan Arthur dalam The Tongue of Fire akan sangat menentukan bagi perkembangan keyakian Pentekostalisme di kemudian hari. Kesimpulan sementara sampai titik ini adalah: mari kita melihat istilah teologisnya. Ada pergeseran dari SOTERIOLOGIS (ilmu tentang keselamatan) ke PNEUMATOLOGIS (ilmu tentang roh). Artinya kalau sebelumnya orang begitu berusaha untuk mencari jawaban apakah saya sudah selamat atau belum bergeser ke pertanyaan apakah Roh Kudus sudah berperan sungguh dalam hidup saya. Jadi akar gerakan pembaruan hidup dalam roh adalah adanya pergeseran itu. . Lalu ada juga pergeseran dari cara memandang yang disebut sebagai pasca milenialisme yaitu sebuah konsep yang berdasar pada keyakinan bahwa akhir jaman berkaitan dengan masa 1000 tahun. Pasca milenialisme mengatakan bahwa akan ada masa 1000 tahun baru sesudah itu akan ada akhir jaman bergeser menjadi pramilenialisme artinya bahwa sebelum ada masa 1000 tahun itu sudah akan terjadi akhir jaman. Dari yang sebelumnya akhir jaman dipandang sebagai sesuatu yang jauh menjadi sesuatu yang dekat. Contoh : belum lama ini (beberapa tahun lalu) di Bandung ada orang yang mengatakan bahwa akhir jaman akan terjadi di Bandung lalu yang datang bukan Yesus tapi polisi. Itu satu manifestasi dari sisa-sisa / perkembangan yang masih dipertahankan bahwa ada pergeseran menjadi pra milenialisme maka kita banyak membaca buku-buku, kotbah-kotbah, yang mengatakan akhir jaman sudah dekat, lihat ada banyak gempa bumi, ada kebakaran, ada tsunami, segala macam dibaca untuk ditafsirkan sebagai tanda pra milenialisme. Yang muncul pada masa itu juga adanya kebangkitan besar-besaran tentang penyembuhan. Dimana-mana tiba-tiba menjelang akhir abad 19, yakni penyembuhanpenyembuhan dilakukan. Mungkin masing-masing kelompok bersaing, yang menyembuhkan lebih hebat, yang lebih banyak disembuhkan, dll. Wesley semakin pasti bahwa yang disebut ajaran The Scond Blessing itu adalah Baptisan Roh Kudus yaitu kepastian ketika orang menjawab altar call untuk menerima baptisan Roh Kudus untuk menerima baptisan Roh Kudus dan ia memiliki jaminan pasti. Keswick mengajarkan bahwa baptisan Roh Kudus itu dibutuhkan untuk penginjilan bukan jaminan keselamatan tapi yang lebih populer adalah ajaran dari Wesley dan sekarang kita masuk ke titik baru ketika kemudian berkembang tidak hanya konsep tentang The Second Blessing teapi juga The Third Blessing. Itu berarti baptisan api yakni bahasa roh. Di sini kita mulai melihat bahwa mengapa bahasa roh itu begitu dikejar-kejar, mengapa bahasa roh itu begitu dipromosikan, kenapa bahasa roh begitu ditawar-

tawarkan kepada orang sampai tidak jarang kita melihat ekses adanya orang-orang yang berkali-kali ikut SHB misalnya dan belum berhenti karena belum menerima bahasa roh atau ketika orang mendoakan pencurahan roh, dibentak-bentak, teriakteriak, digoncang-goncang kalau belum mendapat bahasa roh. Akarnya dimana? Akarnya adalah dalam doktrin yang terjadi pada abad 19 yang terjadi di luar Gereja Katolik, bahwa adanya Berkat Ketiga. Ini bukan Posisi Katolik. Tapi ini sangat ditekankan. Apalagi ditambah dengan adanya situasi yang mendesak, akhir jaman sudah dekat. Kalau nggak dapat bahasa roh sekarang, siapa tahu akhir jaman terjadi besok maka kita nggak selamat. Semacam itu…jadi harus dikejar. Tapi itu bukan posisi katolik (abad 19). . PARADIGM SHIFT AKHIR ABAD 19 SOTERIOLOGIS à PNEUMATOLOGIS. PASCA-MILENIALISME à PRA-MILENIALISME KAMPANYE PENYEMBUHAN. WESLEY: BAPTISAN RK = BERKAT KEDUA. KESWICK: BAPTISAN RK = PENGINJILAN BERKAT KETIGA = BAHASA ROH (BAPTIS API) Kita akan masuk ke pokok berikutnya. Bagaimana persisnya lahirnya gerakan pentakostal atau disebut pentakostalisme klasik. Tokohnya bernama Charles Fox Farham (1873-1929). Dia berasal dari Gereja Metodis berarti aliran John Wesley karena mengembangkan metode-metode. Dia disembuhkan dari sakit reamtik kemudian menjadi pengkotbah independen, keliling sana - keliling sini dan mendirikan Bethel Bible School di Topeka Texas. Pada tanggal 26 Des 1900, dia berkotbah tentang Roh Kudus. Ada perdebatan tentang tanda bahwa orang sudah menerima Roh Kudus. Pada akhir tahun itu, seluruh kelas (murid-muridnya) yakin bahwa tanda yang paling jelas adalah bahasa roh. Sekali lagi ingat, orang ingin SEMPURNA, SELAMAT, PASTI, TANDANYA APA? BAHASA ROH… itu titik awalnya. Pada akhir tahun itu mereka berdoa secara khusuk setelah membaca 4 bab petama dari Kisah Para Rasul, dengan sungguh-sungguh supaya mengalami kembali apa yang dialami pada hari Pentakosta yang pertama di Yerusalem. Dan bagi pemahaman mereka adalah agar kembali dimanifestasikan secara jelas adanya bahasa roh dan begitulah terjadi. Ada seseorang bernama Agnes Ozman.(kalau anda baca buku-buku tentang karismatik and sejarah pentakosta, nama ini mncul, Farham dan Ozman). Dia tiba-tiba berbahasa, bahasa aneh-aneh, lalu untuk beberapa hari kemudian, ini menjadi heboh di Topeka Texas bahwa di Bethel Bible School itu ada bahasa roh. Mereka mengirim banyak orang ahli untuk menyelidiki dan kesimpulannya, Agnes Ozman berbahasa sebuah dialek Chinese. Bahkan ketika dia diajak untuk menulis, Agnes Ozman menuls karakter Chinese (tidak tahu bagaimana persisnya tapi itu yang dilaporkan dalam biografinya Farham). Ada keyakinan bahasa roh. Namun karier Farham berakhir tragis, karena dia terlibat skandal yang memalukan sehingga akhirnya dia mulai kehilangan pengikut dan jatuh miskin, lalu hanya menjadi pengktbah kecil-kecilan seperti itu. Tapi sudah ada MOMENT PENTNG akan KEYAKINAN bahwa TANDA adalah BAHASA ROH. Dalam buku-buku sejarah pentakostal, seringkali dikatakan The First Person yang berbahasa roh. CHARLES FOX PARHAM (1873-1929) Gereja Metodis Sembuh dari rematik (1898); pengkotbah independen; Bethel Bible School 26 Des 1900: tentang RK 31 Des 1900: yakin akan bukti bahasa Roh

Agnes Ozman Akhir tragis ßAGNES OZMAN STONE’S FOLLY à Salah satu murid Farham adalah William Joseph Seymour seorang kulit hitam. Dia adalah keturunan budak yang dibebaskan. Saat itu situasinya, perbudakan adalah sesuatu yang masih legal / diterima. Dia murid Farham di Topeka Texas. Dan dia mulai mencoba meniti karier dengan membuka jemaat kecil-kecilan di Los Angeles, California. Dia berkotbah tentang bahasa roh tetapi ditertawakan oleh jemaatnya. Yang dia pelajari dari Farham dicoba diwartakan di LA, tapi diketawain lalu jemaatnya bubar. Salah satu dari orang yang mendengarkan kotbah Seymour dan juga menjadi teman dekat Seymour, yaitu bernama Ed Lee seorang petugas kebersihan pada 9 April 1906 saat sedang bersih-bersih tiba-tiba dia berbahasa roh. Dia tidak mengerti kenapa dia bisa berbahasa roh lalu dia cerita kepada jemaat dan ke Seymour dan ia masih berbahasa roh, baru sejak saat itu ajaran yang dibawa oleh Seymour dari Farham tersebut dipercaya oleh jemaatnya dan sejak saat saat itu bahasa roh MUNCUL terus tiap hari, tiap saat, dan dimana-mana. Orang menyelidiki, banyak peneltianpenelitian di LA lalu berkembang ke suatu tempat bernama Azusa Street yang sampai sekarang diyakini sebagai tempat lahirnya gerakan pentakostalisme klasik yang lebih global dari LA. WILLIAM JOSEPH SEYMOUR (1870-1922) Orangtua bekas budak Murid Parham di Topeka Kotbah tentang bahasa Roh à ditolak Ed Lee 9 April 1906 312 Azusa Street, AL AZUSA STREET TIM PELAYANAN SEYMOUR Yang penting bagi kita adalah melihat adanya 2 model, yaitu model Farham (Texaz, White pentakostalism) dan model Symour (LA, black pentakostalism). Dalam white pentakostalism, emosi masih dikontrol, tetapi dalam black pentakostalism, emosi meluap dan tidak dikontrol. Buat black pentakostalism, pentakostalisme adalah gerakan yang menyapa orang-orang yang tersingkir di masyarakat kelas bawah. Orang-orang bekas budak, orang-orang yang mengalami rasisme, orang-orang yang tidak punya tempat di masyarakat, orangorang yang sebelumnya tidak pernah didengarkan, dalam Azusa Street, setiap pertemuan, setiap orang bebas mengungkapkan manifestasi roh, boleh teriak-teriak, boleh lompat-lompat, boleh guling-guling, boleh nangis-nangis, dan macam-macam semuanya boleh dan buat mereka itu tempat penting, karena masing-masing punya tempat sekarang dan didengarkan dan tidak dilarang. Ritual dengan struktur jelas dan ritual tanpa struktur. Roh Kudus nggak usah distrukturin. Eh nyanyi yuk, nyanyi…eh nangis …pada nangis, berhenti ada kotbah, wah nubuat, segala macam, tiba-tiba ada yang guling-guling, dll. Kalau baca laporan dari koran-koran di Amerika saat hari-hari pertama peristiwa di Azusa Street maka akan terdengar cerita-certa semacan itu. Model Farham terhambat karena dia punya skandal. Model Seymour meluas karena ia tidak punya skandal ditambah juga memberi tempat untuk orang-orang masyarakat bawah untuk berekspresi.

Pentakostalisme yang meluas punya akar dalam spritualitas African American spiritualitas orang-orang kulit hitam dimana emosi merupakan bagian dari cara mereka berekspresi. Contoh : di kalangan Gereja Katolik di Afrika sekarang-pun menari adalah bagian dari liturgi. Dengan ucapan teriak-teriak adalah bagian dari liturgi karena itu merupakan bagian dari budaya mereka. Sehingga sesuatu yang sangat normal dan sangat wajar ketika orang-orang kulit hitam mengembangkan pentakostalisme, yang muncul juga adalah emosi yang meluap-luap. Contoh : kalau kita ikut pertemuan black Amrican atau Misa Gospel Katolik, kita akan dengar kalau romonya kotbah, ucapan-ucapan “Amen…Amen” atau umatnya bilang “Amen, yes, yes Father, go for it, dll”. Itu ciri spiritualitas black, jadi tidak membedakan katolik dan non katolik. Mereka semua seperti itu, baik katolik atau bukan, yang jelas mereka sama-sama orang kulit hitam. Lalu sekarang orang pikir, o ciri khas pentakostal / karismatik kalau sudah bisa berlaku seperti itu, kita nyahut “AMEN....AMEN”… padahal yang kita lakukan itu kita meniru gaya orang kulit hitam bukan pentakostal. Orang merasa sudah karismatik kalau sudah begitu. Padahal bukan itu pointnya. Yang terbawa keluar dan dimana-mana ada sekaang, adalah model black pentakostal. Terbagi lagi menjadi 2 model: Model-1 PARHAM WHITE PENTECOSTALISM EMOSI DIKONTROL RITUAL DENGAN STRUKTUR TERHAMBAT (SKANDAL) Model-2 SEYMOUR BLACK PENTECOSTALISM EMOSI MELUAP RITUAL TANPA STRUKTUR MELUAS (TANPA SKANDAL) 4. Lahirnya Karismatik Katolik Perkembangan pentakostalisme, banyak orang yang sudah mengalami betapa pentingnya dilahirkan kembali dalam Roh Kudus dengan karunia bahasa roh kemudian juga melahirkan begitu banyak orang para pengkotbah yang dengan penuh kuasa membawa orang kepada pertobatan. Salah satu orang yang dikenal adalah David Wilkerson. Ia berkotbah diantara para anggota gang di New York. Jadi umatnya dia itu bandarbandar narkoba, preman-preman, tukang-tukang rampok, segala macam. Dalam pewartaannya itu, ia membawa banyak pertobatan. Dan ia mengisahkan kisah pelayanannya dan kisah-kisah kesaksian pertobatan orang-orang bekas penjahat itu dalam buku yang ditulisnya dengan judul The Cross and The Switchblade (Salib dan Pisau Lipat). Buku ini menjadi buku yang paling populer kepada publik yang luas tentang dasar-dasar konsep-konsep pentakostal (keselamatan, kepastian keselamatan, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, altar call, bahasa roh, dsb yang dikemas dalam kisah-kisah nyata orang-orang bekas penjahat itu. Pada waktu itu buku ini menjadi best seller dan dibaca oleh banyak orang termasuk dibaca oleh beberapa tokoh awam dari Gereja Katolik. Nah sekarang kita akan pindah ke sebuah tempat yang disebut Duquesne University di Pitsburgh di Amerika. Ini akan menjelaskan tahap-tahap bagaimana munculnya akhirnya sampai pada kelahiran gerakan karismatik katolik. Pada tahun 1966 bulan Agustus di daerah situ diadakan konvensi dari gerakan yang disebut sebagai gerakan Cursilio yang berasal dari Spanyol yang berarti Cursilio adalah kursus-kursus kecil. Sebetulnya adalah gerakan-gerakan kader untuk pemimpin-pemimpin awam. Dan pada waktu itu hampir setiap tokoh awam pasti terlibat

dalam gerakan Cursilio. Pada waktu itu ada orang bernama Steve Clark dan Raph Martin, mereka ikut juga konvensi Cursilio itu dan bertemu dengan beberapa teman yang berbicara tentang pengalaman pentakostal dan terlebih berbicara tentang sebuah buku yang sebaiknya juga dibaca. Buku itu tidak lain adalah buku yang ditulis oleh David Wilkerson tadi yaitu The Cross dan The Switchblade. Pada waktu itu Steve Clark dan Ralph Martin adalah 2 dari sekian banyak tokoh awam yang sudah lama mendengar tentang adanya kebangkitan pentakostal di gereja-gereja lain dan sudah lama mendengar tentang adanya manifestasi-manifestasi karisma dan orangorang ini sudah selama kurang lebih setahun sebelum itu setiap hari mendoakan doa datanglah Roh Maha Kudus. Jadi ada sebuah bentuk kebaktian yang diungkapkan oleh orang-orang yang sangat-sangat katolik ini. Mereka merasa membutuhkan sesuatu dan mereka mendoakan secara tekun setiap hari doa mohon Roh Kudus. Maka setelah konvensi Cursilio itu, dua buku The Cross and The Switchblade dan ada buku lain yang berjudul They Speak With Other Tongue. Dua buku ini dibaca oleh para pemimpin awam katolik, mereka yang aktif dalam paroki mahasiswa (sebagai penggerak). Karena membaca dua buku itu, khususnya membaca bukunya David Wilkerson The Cross and The Switchblade dan ditambah juga kerinduan yang sudah dipupuk selama setahun, mereka lalu bertanya “Oke, kita rindu akan pengalaman Roh Kudus dan kita sudah setahun kurang lebih berdoa terus mohon Roh Kudus dan kita sudah baca buku ini yang menggambarkan pengalaman secara nyata orang-orang itu tentang Roh Kudus, sekarang bagaimana? Tidak mungkin kita pergi kepada orang pentakostal karena takut nanti, eh .. kita ini orang katolik lho, kalau kita minta tolong orang pentakostal, nanti jangan-jangan kita tidak katolik lagi. Maka mereka berdebat, tapi bagaimana? Akhirnya pada bulan Desember 1966, jadi 4 bulan setelah pengalaman pertama dengan Cursilio dengan buku itu, mereka akhirnya menghubungi serang imam dari gereja episkopal bernama William Lewis. Dan mereka atas bantuan orang ini, pada tanggal 13 Januari 2967 di sebuah pertemuan doa (orang-orangnya adalah orang-orang dari episkopal, persbyterian, dan mungkin juga orang-oang dari gereja lain), ORANGORANG AWAM KATOLIK INI DIDOAKAN DAN MENGALAMI SESUATU. Tetapi baru pada bulan Februari tahun 1967, tanggal 16 – 18 ketika beberapa dosen katolik (dosen teologi dan dosen macam-macam), dan beberapa mahasiswa mengadakan akhir pekan. Pada weekend itu sebagai persiapan, mereka membaca buku The Cross and The Switchblade, mereka membaca Kisah Para Rasul 1 – 4. Dan pendek kata ingin mencari sesuatu yang baru, ingin meminta kepada Tuhan untuk bisa mengalami apa yang sudah dialami di kalangan gereja-gereja lain. Nah dalam weekend itu hari Sabtu, tanggal 17 Febuari (tahun lalu 2006 genap 40 tahun peristiwa Duquesne, salah satu tokohnya yang kemudian dikenal dan saat itu masih seorang mahasiswi sebagai seorang muda Patti Mansfield setelah menikah dengan Mr. Gallagher maka namanya menjadi Patti Mansfirld Gallagher dan tahun 2006 lalu diterima oleh Paus Benediktus XI sebagai perayaan 40 tahun gerakan pembaruan karismatik katolik), ceritanya begini: Banyak cerita yang menarik di akhir pekan itu, karena mereka sendiri sebenarnya tidak tahu. Ada kerinduan tapi nggak tahu mau berbuat apa. Yang mereka tahu hanyalah kita ingin berdoa, kita ingin membaca Kitab Suci bersama-sama, kita ingin berbagi pengalaman dan mungkin saling mendoakan dan kita lihat nanti apa yang akan terjadi. Si Patti ini bercerita dalam salah satu tulisannya begini: sore itu hari Sabtu sebetulnya mau ada pesta ulang tahun untuk seorang romo yang juga hadir di sana (jadi karismatik katolik lahir gara-gara ada romo yang ulang tahun). Ada romo yang mau ulang tahun dan mereka ingin bikin pesta, tapi mungkin meeka sudah capek hari Jumat Sabtu pagi seharian berdoa dan nggak mengalami apa-apa. Lalu si Patti ini salah satu pemimpinnya mengatakan mencoba mengumpulkan anak-anak supaya kumpul di

ruang rekreasi untuk pesta ulang tahun. Dalam perjalanannya dia keliling ke rumah itu (rumah tempat mereka kumpul), dia naik ke tingkat atas mencari dimana anakanak ini kok belum pada kumpul, nanti pestanya batal. Dia lewat di depan kapel dan dia merasakan dorongan yang begitu kuat untuk masuk ke kapel dan berdoa di depan Sakramen Maha Kudus. Dan tidak lama kemudian, ia megalami dorongan yang begitu kuat untuk mengajak orang-orang lain untuk juga datang kapel itu karena apa?. Dia mengatakan “saya merasakan kehadiran Tuhan yang begitu istimewa di kapel itu”. Maka satu demi satu para dosen para mahasiswa itu datang ke kapel dan BERDOA SENDIRI-SENDIRI. Pada saat itulah mereka mengalami satu-persatu apa yang disebut sebagai pengalaman PENCURAHAN ROH KUDUS. DI DEPAN SAKRAMEN MAHA KUDUS, DALAM KEHENINGAN MASING-MASING BERDOA, TIDAK ADA ORANG YANG MENUMPANGKAN TANGAN, DAN MASING-MASING MENGALAM,I SAPAAN LANGSUNG DARI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN DALAM SAKRAMEN MAHAKUDUS, DAN MULAI ORANG-ORANG ITU ADA YANG MULAI BERBAHASA ROH, ADA YANG MULAI MENANGIS, ADA YANG MULAI MENYANYIKAN PUJI-PUJIAN DAN BEGITU SETERUSNYA SAMPAI PAGI HARI. Karismatik katolik sebagai sebuah pengalaman kelompok besar terjadi di Duquesne University. Dan bagaimana lahirnya ditentukan oleh Sakramen Maha Kudus. Jadi karismatik katolik lahir sebagai sebuah pengalaman pertobatan sebagai kelompok katolik adalah pengalaman yang sangat katolik. Lebih katolik dari itu nggak ada kan. Di depan Sakramen Maha Kudus itu katolik banget kan. Karismatik katolik lahir karena ada perjumpaan dengan Yesus yang hadir dalam Sakramen Maha Kudus. Nah itu ceritanya, mereka akhirnya nggak jadi pesta ulang tahun. Mereka akhirnya malah doa di kapel, nangis-nangis, banyak orang mengalami pertobatan dan hari-hari selanjutnya mulai banyak manifestasi, bahasa roh, nubuat, dan macam-macam dan orang mulai banyak berbondong-bondong datang sampai akhirnya ke tempat kita (Indonesia) kurang lebih 10 tahun kemudian. Ini satu hal yang dirasa penting untuk dilihat bagaimana lahirnya karismatik katolik itu. Apa yang bisa kita lihat? Karismatik katolik lahir karena adanya kerinduan (desire), ada longing mereka setahun berdoa mohon Roh Kudus sungguh-sungguh ada kerinduan berdoa. Itu berarti apa, pada saat lahirnya, kerinduan ini bukan hanya kerinduan akhir pekan, bukan hanya kerinduan beberapa pekan tapi sepanjang tahun bahkan ada kerinduan untuk mengalami Roh Kudus, sehingga lahir pengalaman itu. Kenapa dikatakan penting di sini, karena mungkin kita bisa mulai melihat bagaimana bentuknya sekarang. Akhir pekan SHB hanya 1 mnggu, bagaimana kerinduan itu bisa mncul dalam waktu yang sesingkat itu atau beberapa minggu. Ini setahun kurang lebih sangat intensif merindukan itu dan pentingnya berbagi cerita atau sharing. Mereka tidak akan membaca buku The Cross and The Switchblade kalau mereka tidak bertemu dengan teman-teman mereka di dalam Cursilio Convention tadi yang bercerita tentang buku itu. Buku itu sendiri adalah sebuah sharing dari si David Wilkerson. Jadi pentingnya berbagi cerita. Dan Patti Mansfield sendiri ketika malam itu terjadi, dia sedang berdoa tetapi dia digerakkan untuk berbagi cerita kepada orang-orang yang belum berdoa untuk masuk ke kapel dan berdoa. Jadi ada sebuah proses dimana orang saling berbagi cerita dan berbagi pengalaman. Dan kita perlu menerima dalam sejarahnya memang ada banyak peran dari orang-orang non katolik. Tadi ada imam dari gereja episkopal, presbyterian misalnya William Lewis (Episkopal), Betti Schomaker (Episkopal), Florence Dodge (Presbiterian). Buku itu ditulis oleh seorang pentakostal. Jadi memang ada peran dari pihak non katolik. Dan yang penting adalah (seperti yang sudah dikatakan tadi) adanya tradisi katolik yaitu doa (datanglah Roh Maha Kudus), terus didoakan, dan Sakramen Maha Kudus, sangat-sangat katolik. Dan in penting buat kita semua, yaitu karsimatik katolik adalah sebuah kebangkitan awam katolik, terutama pada awalnya. Jadi seharusnya yang berdiri di sini adalah seorang awam bukan imam tapi kebangkitan awam pemimpin-pemimpin katolik. Ini yang terjadi, ini secara singkat, bagaimana awalnya

sampai kita sekarang ada di sini. Kita ada dalam hubungan dengan karismatik katolik yang lahir 40 tahun lalu dalam konteks semacam itu. DAVID WILKERSON DUQUESNE UNIVERSITY Agustus 1966 Cursillo Convention Steve Clark & Ralph Martin: “buku” Doa sekuens Roh Kudus The Cross and the Switchblade & They Speak with Other Tongues Desember 1966 William Lewis (Episkopal) 13 Januari 1967 Betti Schomaker (Episkopal), Florence Dodge (Presbiterian) 16-18 Februari 1967 Duquesne BELAJAR DARI PROSES • KERINDUAN (DESIRE) • BERBAGI CERITA (SHARING) • PERAN NON-KATOLIK • TRADISI KATOLIK: DOA DAN SAKRAMEN MAHAKUDUS • KEBANGKITAN AWAM 4. Karismatik katolik dan identitas katolik Sekarang pokok berikutnya adalah beberapa hal untuk menentukan mulai mencari dimana kita perlu meyakini identitas katolik kita secara lebih lagi. Pertama gerakan pentakostal sangat menekankan pada harapan akhir jaman (harapan eskatologis) (oleh Romo Deshi hanya kasih 2 contoh saja) bisa dilihat dalam Wahyu 14 ayat 6 dan Matius 24 ayat 14. Ketika mereka tadi (masih ingat bahwa ada pergeseran dari pasca milenialisme ke pra milenialisme sehinga membuat pemahaman bahwa akhir jaman itu sudah lebih dekat), maka jangan heran kalau ada semangat begitu menggebu-gebu untuk mewartakan Injil.. ‘Injil harus segera disampaikan”. Maka orang-orang pentakostal akan sangat bersemangat, sangat agresif, karena motivasinya apa? Motivasinya adalah akhir jaman sudah dekat, orang-orang harus diselamatkan, harus menerima pewartaan Injil. Kita lalu melihat bahwa salah satu dimensi dari kemendesakan itu adalah …ada yang tahu? Adalah membawa kembali orangorang katolik dari kesesatan mereka. Maka jangan heran kalau anda bertemu dengan orang-orang yang mengaku diri sebagai Born Again Christians (orang-orang kristiani yang lahir baru, kelompok-kelompok yang sangat agresif, salah satu misi mereka adalah misi menyelamatkan orang-orang katolik). Dan anda sudah melihat ada begitu banyak di kalangan orang muda yang begitu digerakkan oleh misi ini dan berhasil membawa orang-orang muda kita untuk pindah ke gereja mereka. Mereka mungkin tidak punya maksud-maksud politis untuk sengaja menggembosi Gereja Katolik tapi yang ada adalah sebuah keyakinan bahwa akhir jaman sudah dekat, Injil kekal harus diwartakan kepada semua orang supaya selamat, dan yang paling tidak selamat adalah orang katolik. Anda tahulah situasinya, ada background semacam ini dan ada dalam sejarah gereja, pada awal abad itu juga ketika mulai lahir gerakan pentakostal, juga mulai muncul lahir gerakan fundamentalis biblis kristen yang mencoba menerapkan penafsiran secara harafiah dan salah satu bentuknya akhirnya adalah menjadi anti katolik karena orang katolik adalah orang-orang yang paling tidak menerapkan kitab Suci secara harafiah jadi paling sesat dalam arti itu. Jadi anda merasa melihat sebuah harapan eskatologis akhir jaman punya cabang anti katolik. Jadi anda masuk di situ sekarang atau kita ada di sini. Setiap kali anda baca buku-buku dari pendeta-pendeta pentakostal atau mendengarkan kotabah-kotbah dari pengkotbah-pengkotbah pentakostal mungkin anda tertarik dan diyakinkan tetapi jangan lupa bahwa di dalamnya ada misi anti katolik. Nanti tahu-tahu diyakinkan betul-betul bahwa kita sesat, akhirnya pindah ke tetangga sebelah. Tapi sekali lagi kalau anda bertemu orang-orang muda, mereka sebetulnya orang-orang baik punya misi suci karena mereka melihat “aduh bapak ini katolik bertahun-tahun bentar lagi mati, dia nanti masuk neraka, katolik dia soalnya maka harus ditarik”. Motivasinya

adalah keselamatan, motivasi yang suci. HARAPAN ESKATOLOGIS Why 14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, 7 dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” Mat 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. Ciri lain adalah yang disebut sebagai Full Gospel (Injil Sepenuh). Apa sih yang disebut sebagai Injil Sepenuh itu? Apa yang disebut Full Gospel? Apa yang penuh benar-benar? Pertama Full Giospel percaya akan Yesus sebagai Yang membenarkan kita, Yang menebus, sehingga ada Pembenaran / Justfication. Tapi tidak hanya itu, Yesus adalah Yang Menguduskan. Anda ingat bahwa sejak John Wesley, impiannya adalah pengudusan total (Entire Sanctification), seluruhnya dikuduskan dan juga mengajarkan Yesus sebagai Penyembuh maka harus ada penyembuhan / healing. Maka jangan heran ada banyak kampanye-kampanye penyembuhan di kalangan orang-orang pentakostal. Kenapa? Karena tanpa adanya penyembuhan, mereka belum mewartakan Injil secara sepenuhnya. Kalau seorang pendeta atau seorang pengkotbah, kotbah sana-sini, laris tapi dia tidak bisa membuat adanya penyembuhan dalam kebangunan rohaninya, hey dia bukan / belum mewartakan Injil secara penuh. Harus ada penyembuhan karena Yesus adalah Yesus yang menyembuhkan. Ciri lain: Kedatangan Kedua (Second Coming) sehingga banyak buku ditulis, banyak perhatian ditulis, banyak novel ditulis meramalkan kapan datangnya Yesus. Dan orang katolik juga banyak yang ikut-ikutan. “Bener ya Romo, tahun ini, iya…..hatihati makanya, ….bener ya tanggal segini, ….iya Romo bilang”.Kedatangan kedua begitu penting, kenapa? Karena kalau memang orang sudah tahu, tahun depan nih, Yesus datang kedua kalinya maka waktunya makin mendesak, harus makin kerja keras menyelamatkan orang katolik, harus mendapatkan karunia bahasa roh karena itu jaminan pasti keselamatan. Dan Yesus adalah Pembaptis, berarti baptisan Roh Kudus. Kalau dalam pewartaan tidak bisa membawa orang pada pengalaman dibaptis dalam Roh kudus, maka dia belum mewartakan Injil secara penuh. INJIL SEPENUH (FULLGOSPEL) PEMBENARAN (JUSTIFICATION) PENGUDUSAN (SANCTIFICATION) PENYEMBUHAN (HEALING) KEDATANGAN KEDUA (SECOND COMING) BAPTISAN ROH KUDUS (SPIRIT BAPTISM) Ciri lain : Hujan Akhir. Nah, ada lagunya “Curahkanlah hujanmu dari….basahilah s’karang…” Itu pentakostal ya. Baik, konsepnya apa? Konsepnya adalah berkaitan dengan akhir jaman tadi, dalam situasi musim di Tanah Suci (Yerusalem) ada hujan terakhir (setelah musim hujan akan ada hujan terakhir yang turun yang seolah-olah menjadi kesempatan terakhir untuk tanaman-tanaman yang sebelumnya sudah menerima hujan itu dan sudah mulai bertumbuh tapi belum penuh maka diberi hujan supaya bisa tumbuh secara total (penuh). Jadi bukan tanah yang kering tapi tanah yang sudah basah hanya dikasih sekali lagi supaya nanti…. tumbuh, siap dipanen. Konsep hujan akhir adalah orang-orang yang sudah menerima berkat tapi kok masih belum total, akan ada hujan akhir, dia ditumbuhkan secara istimewa, panen, akhir jaman dia selamat. Konsepnya seperti itu. Nah dalam sejarahnya, mereka mengembangkan juga adanya bentuk-bentuk hujan akhir itu yang dipenuhi secara berbeda-beda. Ada macam-macam tingkatan: HUJAN AKHIR (LATTER RAIN)

Tingkat pemenuhan “literal:” syarat-syarat yang harus dipenuhi agar benar-benar menerima hujan akhir yang dijanjikan oleh Tuhan untuk membuat panenan siap dipetik pada masa akhir. Tingkat pemenuhan “tipologis:” Gereja adalah umat Perjanjian Baru; hujan awal sebagai “pembenaran” dan hujan akhir sebagai “hidup dalam kepenuhan Roh.” Tingkat pemenuhan “profetik:” gerakan Pentekostal diyakinkan akan posisi mereka dalam seluruh kerangka sejarah keselamatan. Point yang terakhir itu penting, bahwa gerakan pentakostal atau gereja-gereja pentakostal yakin bahwa posisi mereka sangat menentukan dalam rangka pemenuhan profetis maka kalau mereka nggak bergerak, maka mereka tidak memainkan perannya karena keselamatan tergantung dari peran mereka. Jadi kalau mereka nggak maksa anda, telpon-telpon anda untuk datang ke kebaktian mereka, mereka belum menjalankan tugas mereka dengan baik sebagai pemenuhan profetik hujan akhir, kalau mereka belum kirim mobil untuk jemput anda, mereka belum memainkan peran secara total. Nah, makin panas ya… Hujan akhir lagi…Membagi sejarah dalam beebagai dispensasi (penyampaian rahmat Allah). Mereka berdebat ada 3 atau 7 dispensasi. Yang jelas adalah menurut mereka, akan ada masa yaitu masa Roh Kudus (saat ini) menurut pembagian yang ketiga atau masa pemerintahan Ilahi, jadi akan ada masa pentakostal menguasai seluruh sejarah manusia. HUJAN AKHIR - DISPENSASI Tiga Dispensasi: membagi sejarah menjadi 3 x 2000 tahun. Ketiga dispensasi itu adalah: 1) Masa “Bapa:” dari penciptaan sampai panggilan Abraham; 2) Masa “Putera:” panggilan Abraham sampai kenaikan Kristus; 3) Masa “Roh Kudus:” hari Pentekosta sampai kedatangan Kristus yang kedua kali. Tujuh Dispensasi: 1) Masa “Lugu” (Innocence): penciptaan sampai dosa pertama; 2) Masa “Suara hati” (Conscience): dosa pertama sampai air bah; 3) Masa “Pemerintahan Manusia” (Human Government): air bah sampai menara Babel; 4) Masa “Keluarga” (Family): panggilan Abraham sampai keluaran dari Mesir; 5) Masa “Hukum” (Law): keluaran dari Mesir sampai karya yang dituntaskan di atas Kalvari; 6) Masa “Rahmat” (Grace): kebangkitan Kristus sampai kedatangan-Nya yang kedua; 7) Masa “Pemerintahan Ilahi” (Divine Government): sebuah masa seribu tahun. Nah, lalu Iman Rasuli. Yang disebut Iman Rasuli, dalam pemahaman pentakostal, ada 4 tahap dalam sejarah gereja (pendirian, penyesatan, pemulihan, dan penyempurnaan). Pennyempurnaan siapa yang memainkan? Adalah orang-orang pentakostal. Mengapa dibutuhkan penyempurnaan dan pemulihan? Karena ada masa penyesatan gereja, siapa itu? Gereja Katolik, jadi kita!!!. IMAN RASULI Pendirian gereja (The establishment of the church). Penyesatan gereja (The apostasy of the church). Pemulihan gereja (The restoration of the church). Penyempurnaan (The perfecting of the church). Jadi sekali lagi kalau kita mencoba menempatkannya dalam konteksi semacam ini, kita bisa memahami mengapa mereka begitu agresif. Atau mengapa banyak orang katolik yang kehilangan imannya dan ragu-ragu akan kekatolikannya setelah begitu dicekoki oleh kotbah-kotbah semacam itu karena ada latar belakang teologi yang sangat serius, yang sangat berbeda dari cara kita memandang Pemulihan, mereka percaya bahwa tokoh pemulihan pertama adalah Martin Luther dengan Reformasi. Tokoh pemulihan kedua adalah John Wesley dengan Methodisme yang nanti akan menghasilkan American Holiness Movement yang nanti akan menjadi tempat lahirnya Pentakosta dan restorasi ketiga dilakukan oleh gereja pentakosta. Jadi

anda melihat situasi mendesak, saat yang sangat serius yang harus dikerjakan sekarang, dan siapa yang memainkan peran, MEREKA. Dan karena itu ada sikap ANTI KATOLIK. RESTORATION (PEMULIHAN) MARTIN LUTHER JOHN WESLEY PENTEKOSTALISME “ANTI KATOLIK” Nah dengan ini Romo Deshi hanya mau bilang kalau orang bilang, “Romo nggak apa-apa kan kita sekali-kali dengar-dengar kotbah ikut-ikutan ya”. Romo Deshi bilang “Nggak apa-apa, asal anda tahu saja ada sikap anti katolik yang tidak terkatakan secara eksplisit, akan muncul - akan muncul, ya tergantung dari pendetanya, tergantung dari pengkotbahnya, tergantung dari siapa. Tapi Romo Deshi mengatakan ini bukan dengan maksud untuk mengatakan siapa yang lebih baik siapa yang tidak baik siapa yang benar siapa yang salah, tapi hanya untuk mengatakan bahwa ada perbedaan semacam ini dan sama-sama menjalankan misi yang suci demi keselamatan. Katolik? Apa sih yang katolik? Beberapa hal ya, mungkin tidak semuanya tapi baik untuk dikatakan. KRISTUS AKAN KEMBALI TETAPI TIDAK DISOROTI KEMENDESAKANNYA. Romo Deshi bilang kalau mendengar ada seorang leader PD karismatik katolik mengatakan kepada anggotanya “Saudara-saudara, bertobatlah dalam waktu dekat Tuhan akan datang, mari…”.Ooww, itu bukan katolik…Katolik nggak begitu. Katolik percaya bahwa Yesus akan datang, tapi kapan? Itu bukan soal kita… Begitu anda dengan penuh keyakinan mengajak orang untuk bertobat dengan alasan bahwa akhir jaman sudah dekat, itu kotbah orang pentakostal, bukan orang katolik. Karena apa? Karena itu penting untuk meyakinkan orang untuk mewartakan Injil termasuk mewartakan keselamatan kepada orang katolik. Jadi jangan ikut-ikutan!!!. Orang dia ngotbahin supaya kita bertobat, kita ikut-ikutan kotbah supaya kita bertobat. Itu, tapi anda tahu latar belakangnya. Yang kedua GLOSSOLALIA / BAHASA ROH BUKAN JAMINAN PASTI KESELAMATAN. Tadi anda sudah lihat sejarahnya kenapa sampai dari John Wesley begitu ingin punya jaminan, lalu Phoebe Palmer mengatakan ada baptisan Roh Kudus, lalu dikembangkan kemudian sampai akhirnya bahasa roh sebagai tanda dalam perisitiwa Farham dan Seymour. Maka Romo Deshi ingin mengatakan “Ini cara pandang pentakostal, tapi ini bukan cara pandang katolik dan ini bukan cara pandang karismatik katolik”. Tadi sudah disinggung, Romo Deshi mengatakan kalau ia bertemu orang yang berkali-kali ikut SHB dengan keinginan untuk mendapatkan bahasa roh, Romo Deshi bilang “Stop ikut SHB dan stop minta karunia bahasa roh karena itu bukan jaminan keselamatan menurut teologi katolik, mungkin orang senang karena sudah bisa sama dengan kiri-kanan saya, tapi nggak lebih dari itu”. Dan kalau anda mendoakan (SHB nih), (Romo Deshi menceritakan pengalamannya minggu lalu saat mendengar pengalaman para fraternya di PD-PD yang sengaja diutus ikut ke berbagai macam pencurahan Roh Kudus, misalnya saat SHB ada satu yang bilang gini “Romo, saya didioakan, dibisikin, ikuti saya ha-la-wa-la-wa-la-wa-la, saya nggak mau ikutin suruh diikutin, satu orang datang, dua orang datang, tiga orang datang, empat orang datang, ngeroyok, ikuti sayaikuti saya, terus dia pikir, udahlah daripada saya dipaksa-paksa, saya keluarin aja, begitu saya keluarin suara, mereka pada pergi. PUAS, bahwa sudah bisa membuat seseorang mendapat karunia bahasa roh!!! Itu bukan katolik, itu pentakostal banget. Lalu pertanyaannyaa gimana kalau saya ditanya, tapi Romo boleh nggak sih kita mendoakan orang supaya menerima karunia bahasa roh ? Romo Deshi mengatakan “Tergantung dari sikap kita, kalau anda dalam SHB / pencurahan Roh berusaha sungguh-sungguh mendoakan supaya orang menerima bahasa roh seolah-olah segalanya tergantung dari itu bahwa keselamatan orang itu tergantung dari kemampuan dia berbahasa roh, anda jadi orang pentakosta. Sikap katolik gimana? Sikap katolik

adalah berpegang pada I Kor 12 yang mengatakan bahwa bahasa roh adalah karunia doa. Dan kalau saya mendoakan orang supaya menerima bahasa roh, saya akan menagtakan “Oke Tuhan, saya berterima kasih atas anugerah ini membantu saya berdoa, tidak menyulap saya menjadi orang suci / tidak menyuilap saya menjadi orang kudus santo tanpa kelemahan sedikitpun tapi saya merasa terbantu dan berdoa, dan saya ingin saudaraku ini juga terbantu dalam doanya kalau Engkau mau. Maka doakan secukupnya. Kalau memang tidak ada tanda-tanda ya sudah tinggal saja. Mungkin belum saatnya. Atau mungkin Tuhan belum atau memang Tuhan ingin memberikan karunia yang lain kepada orang ini. Keberhasilan SHB tidak ditentukan oleh banyaknya orang yang hari itu menerima karunia bahasa roh. Keberhasilan SHB ditentukan oleh perubahan hidup sesudah itu dengan atau tanpa bahasa roh. Tolong ini diingat karena sekali lagi kalau anda ingin membuat SHB yang katolik, jangan pernah sekali-kali punya keyakinan ini sangat menentukan bagi keselamatan orang ini harus bisa berbahasa roh, akhir jaman sudah dekat apalagi. Yang berikutnya, ALTAR CALL, tadi sudah dikatakan, wah demam altar call, lalu waktu Desember 2006 ya Father Fio ke sini ya, altar call, dimana-mana altar call. Padahal altar call bukan hanya model atau gaya tapi buat pentakostal ini moment membuat komitmen hidup maka persoalannya adalah kita nggak punya istilah itu. Istilah yang ada adalah hanya altar call, padahal altar adalah ruangan di depan dan ketika orang menjawab altar call itu, orang masuk dalam pengalaman penyerahan diri (komitment yang lebih ketat). Makanya kalau saya dimintai pendapat, saya katakan “sudahlah kasih saja nama “DOA” untuk berbagai kepentingan, bukan altar call karena altar call itu terjadi 1 kali dalam hidup manusia menurut pentakostal yang menentukan dia selamat. Setelah itu dia berdosa tetapi dosanya itu tidak akan mempengaruhi jaminan bahwa dia selamat. Hoy…makin bingung kan!!! Selanjutnya HUJAN AKHIR. Nah ini nih, orang-orang muda, saya sering dengar. “Hai orang-orang muda, kita adalah generasi akhir yang disiapkan Tuhan untuk nanti kita dibawa pergi diselamatkan, Tuhan akan memanen…” Eh, loe bukan katolik saya bilang! Katolik nggak begitu, katolik percaya kita ini generasi baru. Kita dilahirkan baru, pembaptisan membuat kita baru. Kenapa generasi akhir? Karena sudah dekat akhir jaman? Gimana kita bisa bilang kita generasi akhir, orang akhir jaman aja kita nggak tau, yang kita tau kita dilahirkan baru. Tapi kalau anda amati lagulagu, banyak…bahkan doa-doa aja coba anda amati. “Tuhan, kami generasi yang terakhir ini pada akhir jaman bersyukur……..macam-macam” Saya sedih sekali kalau saya dibilang generasi akhir. Kita generasi baru. RESTORASI atau PEMBARUAN…Kita adalah gerakan pembaharuan bukan restorasi karena restorasi adalah bahasa pentakostal yang ingin memulihkan gereja dari kesesatan yang dilakukan oleh Gereja Katolik. Kita adalah pembaharu dari dalam bukan orang yang ingin dari luar menjungkirbalikkan semuanya. Nah yang berikut ini yang penting. Dalam salah satu perkembangan pentakostalisme, muncul cabang yang disebut Jesus Only (Unitarian). Bahkan ada gereja Unitarian Chursh menekankan Yesus saja. Ini menjadi repot karena bedanya tipis sekali. Kalau kita membaca Kisah Para Rasul, kita percaya kita melihat bahwa Petrus dan Yohanes ketika mau ke bait Allah berdoa, ada orang lumpuh, minta uang, dia bilang “emas dan perak aku tak punya” tapi “Dalam Nama Yesus, bangkit dan berjalanlah” Dan ini kalimat favorit orang karismatik. “Dalam Nama Yesus”. Semakin dramatis semakin oke “D a l a m N a m a Y e s u s” Yesus nggak ditentukan oleh suara kita. Tapi saya hanya bisa mengingatkan kita percaya bahwa ada kuasa dalam nama Yesus. Kalau saya ingat pengalaman saya akhir tahun 1970, ketika karismatik katolik baru boomingboomingnya, Jesus Only sangat terasa, dalam cara orang menutup doa. “Dalam Nama Yesus, kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, Amin.” Waktu itu kayaknya ini sudah paket. Saya pun begitu waktu baru kenal karismatik katolik. Tapi setelah saya tahu teologi. Orang katolik nggak begitu. Maka cara saya supaya bisa semua orang senang gitu ya, saya bilang “Dalam nama Yesus, yang bersatu dengan Bapa dan

Roh Kudus, kita berdoa, Amin”. Wah katolik banget. Katolik karismatik banget. “Dalam Nama Yesus Dalam Bapa dan Roh Kudus”. Katolik karismatik banget. Trinitarian…bahkan anda tahu kan kalau orang-orang kristen yang ingin bergabung dengan Gereja Katolik, mereka akan ditanya ketika mereka dibaptis, mereka dibaptis dengan rumusan apa. Mereka yang berasal dari gereja kristen yang dalam sertifikat pembaptisannya dikatakan “Dalam Nama Yesus Sang Juruselamat, orang ini …..nama ini…..dibaptis”. Itu rumusan Unitarian, ketika dia mau masuk katolik, dia harus dibaptis kembali karena Gereja Katolik hanya menerima baptisan dengan rumusan Triniter. Makin panas kan? Nah ini Full Gospel. Yesus adalah Penebus, adalah Penyembuh, Pembaptis, Raja yang akan datang. Pembaptis dalam pentakostalisme klasik adalah Yesus yang akan membaptis dalam Roh Kudus. Yesus yang harus memberikan bahasa roh jika orang benar-benar sudah dibaptis dalam Roh Kudus. Kita menerima adanya teologi pembaptisan dalam Roh, kita memilih istilah pencurahan Roh supaya tidak bingung dengan baptis sebagai Sakramen tapi kita percaya bahwa ada pengalaman pertobatan tanpa harus tanda pasti seperti model pentakostal. Penyembuh, Yesus bisa menyembuhkan tapi penyembuhan bukan ukuran pasti bahwa kita mewartakan Yesus secara penuh. Dengan kata lain, kita percaya Yesus sebagai penyembuh yang masih hidup sampai sekarang, tetapi jangan kita dalam pewartaan-pewartaan kita, menjadikan itu sebagai sesuatu yang dikejar-kejar, karena kalau begitu kita tidak ada bedanya dengan keyakinan pentakostal akan Yesus sebagai penyembuh. Tambahan lain, beberapa hal ini hanya menambah deskripsi Di dalam pentakostalisme, dikenal adanya ORAL NARRATIVE THEOLOGY (Teologi Narrative Lisan) artinya orang pentakostal akan senang berceritera. Kapan itu dilakukan? Ketika mereka sharing. Jelas itu memberi kesaksian. Betapa pentingnya oral narrative teologi. Tetapi juga ketika mereka berdoa. Perubahan yang Romo Deshi amati ketika kenal karismatik katolik adalah orang berdoa lebih panjang. Kenapa? Karena doa adalah kesempatan untuk bercerita tentang pengalaman atau keyakinan tentang Allah. Masih ingat tadi pada awal seminar (Ini hanya contoh bukan untuk menjelek-jelekkan dan ini hanya contoh gambar deskripsi). Misalnya doa pembukaan, kita akan bercerita karena model pentakostal adalah kesempatan bercerita tentang Allah. Nggak ada masalah dengan ini asal tidak setengah jam atau satu jam. Doa makan seperapat jam ya sudah kelaparan. Atau anda melihat kapan orang bercerita? Siapa yang bertugas menjadi pencerita? Pengkotbah sudah pasti. Tapi ada yang lain, yang disebut sebagai Worship Leader (WL). Sebelum karismatik katolik, contohnya “Oke, lagu pembukaan, puji syukur no …Titik”. Tapi kalau orang karismatik katolik mimpin gimana, contoh “Saudara-saudara Allah begitu besar, Allah mengasihi kita, begitu banyak berkat yang kita terima maka mari kita ungkapkan dengan menyanyikan lagu pujian berikut ini\”. Romo Deshi ingin mengatakan bahwa itu sumbangan pentakostalisme untuk menambah isi pada liturgi kita. Doa, worship leader, sharing, pengkotbah adalah saatnya dimana cerita itu, cerita tentang iman, tentang Allah yang dialami secara nyata asal tidak berlebihan. Semua yang baik kalau berlebihan jadi nggak baik. Pasti. Yah, mau mimpin doa pembukaan, pengantarnya 10 menit, ya dah kapan mulainya misanya. Saya (Romo Deshi) sering ngalami gitu ya, udah misa sudah siap, udah mau perarakan, worship leadernya cerita dulu, macam-macam-macam baru pujian, aduh saya sudah capek, 10 menit ngomong (lebih panjang dari kotbah saya nanti). Lalu yang kedua ingat saja bahwa BLACK SPIRITUALITY. Orang Afrika itu gampang nari. Imam kalau perarakan amsuk bawa persembahan akan nari-nari. Membawa Injil untuk dibaca akan dibawa sambil nari-nari. Ini cara orang Afrika yang sangat spontan. Ketika masuk dalam Pentakostalisme, Black Spirtuality juga akan masuk. Ketika masuk ke Misa Katolik, mereka juga begitu. Pertanyaannya, “apakah itu yang paling penting dalam karismatik katolik bahwa orang itu bisa manari-nari, bisa ini-itu, dll”.Kalau saya ditanya, saya bilang “kalau orang Jawa tradisional yang

memang yah spirtitualitasnya nggak begitu” jangan lalu dipaksakan “eh dalam Mazmur 150 dikatakan bersorak-soraklah dan menarlah dengan tepuk tangan dan kecapi, kalau anda tidak ….” Ah…itu, ada kan yang begitu. Ayo, ayo harus bisa joget. Saya bilang, heh itu Black Spirituality, gue oang Jawa. It’s okay gitu lho, it’s okay, artinya “Jangan kita terpengaruh pada sesuatu yang sebetulnya tidak hakiki, seolah-olah itu identaitas katolik kita, seolah-olah itu identitas karismatik katolik kita, enggak. Ada kelompok-kelompok karismatik yang sangat hening. Percaya nggak? Ada! Ada kelompok-kelompok yang sangat karismatik, sangat katolik dan sangat mengalami pencurahan Roh dengan berbagai macam karisma tapi liturgi mereka, ritual mereka adalah hening, artinya apa…yah yang gitu-gitu bukan yang penting dalam karismatik katolik. Okelah kalau ketemu sama orang black, “amen fatther, amen father, hey father what’s up-what’s up, come-on” “Lain, kita nggak bisa, muhun-muhun gitu yah, nggak bisa” Yang ketiga, Romo Deshi mengajak kita merenungkan ini. Karismatik katolik lahir dalam perjumpaan sebuah kelompok di hadapan Sakramen Maha Kudus. Pengalaman Pencurahan Roh terjadi dalam keheningan Adorasi. Maka Romo Deshi bertanya, (saya nggak tahu bagaimana), apakah ada sesuatu yang bisa kita kerjakan untuk menumbuhkan kembali identitas katolik kita. Mungkin (saya pernah berpikir begini), dalam upacara SHB, Pencurahan Roh dilakukan dalam bentuk Adorasi ketika orang diajak untuk merasakan benar-benar Yesus hadir di situ. Dan biarkan Yesus sendiri (langsung). Team bisa berdoa di saming saja. Artinya apa? Saya hanya mau memperlihatkan, lahirnya karismatik katolik tidak ditentukan oleh adanya orang yang menumpangkan tangan kepada orang-orang ini tapi mereka mengalami karena adanya kerinduan yang ditumbuhkan selama setahun lebih, bertemu dengan Sakramen Maha Kudus, terjadilah Pencurahan Roh. Orang berbahasa roh ketika Adorasi. Nggak tahu? Tanda tanya? Mungkin kita bisa mulai merenungkan? Mungkin lalu orang tertarik menjadi katolik? Pencurahan Roh, kita henng. Oke…karena itu tidak ditentukan oleh penumpangan tangan. Yang berikutnya adalah banyak orang membaca Kisah Para Rasul bab 2 tentang pentakostal hanya berhenti pada bab-bab pertama, ketika dikatakan bahwa “Angin berhembus dan lidah-lidah api turun dan mereka mulai berbicara dalam bahasa-bahasa baru dan orang-orang lain semua mengenal mereka dalam bahasa-bahasa mereka masingmasing”. Lalu alkitab ditutup. Saudari dan saudaraku, pentakostal yang penuh coba anda baca bab 2 Kisah Para Rasul sampai akhir karena buah pentakostal adalah terciptanya jemaat yang berkumpul memecah roti dalam ketaatan dalam pengajaran para rasul dan …..Kita belum baca kitab suci sejak tadi (kita orang katolik kan). Kisah Rasul bab 2. Saya akan bilang dan saya tergoda untuk menjadikan ini ukuran kekarismatikan katolik kita. “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Pengalaman pentakostal artinya apa? MEMPERKUAT IKATAN MEREKA DALAM EKARISTI. Kalau kita mau jujur, pentakostal dalam Kitab Suci adalah SANGAT KATOLIK. Berkumpul memecah roti dalam ajaran para rasul. Heh, ini persiapan untuk mengatakan adanya HIRARKI, PAUS, USKUP, IMAM, dna EKARISTI. Sangat katolik. Maka jangan berhenti pada ayat-ayat pertama. Dan yang penting, aha BERBAGI. Tapi saya nggak mau ke sana. Kita baca bersama-sama ayat 47, kalimat yang bnyinya “DAN MEREKA DISUKAI SEMUA ORANG” Kenapa karismatik katolik dibenci? Hah, mungkin bukan karismatik katolik yang dibenci. Karena pengalaman pentakostal menurut Kisah Para Rasul, mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Aha, kalau jumlah kita malah semakin sedikit, hem mungkin ada yang tidak beres di situ yah. Maka coba kembali ke Kisah Para Rasul, jangan berhenti pada ayat-ayat pertama, tapi di ayat yang terakhir. Terakhir….kita sekarang bertanya soal model. Seringkali soal identitas tidak bisa terpisahkan dari model. Kalau saya (romo Deshi) melihat perkembangan karismatik katolik sejak awalnya di Indonesia, saya masih SMP saya belum tahu apa-apa yang saya ingat hanya bentuk formatnya. Format persekutuan doa adalah duduk melingkar.

Saya ingat benar ketika anak SMP, saya datang, “wuih baru nih, kita duduk melingkar, yang kesaksian tinggal berdiri, yang main musik tinggal berdiri, yang menyanyi juga”. Karena pengaruh pentakostalisme yang sangat dipengaruhi oleh black spirituality yang sangat menekankan adanya kampanye-kampanye penyembuhan dan penekanan pada altar theology, yang terjadi apa? LIHAT SAJA SEKARANG, gimana anda membuat pesekutuan doa. Ada bagian penonton, ada bagian yang di depan. Ada WL, ada singers, ada pemusik, ada pengkotbah. Saya hanya bertanya. Apakah karismatik katolik akan melihat itu sebagai satu-satunya model yang dikembangkan oleh pentakostalisme black spirituality atau kita ingin juga kembali menemukan bentuk lain. Ingat ide-ide kita adalah berkumpul di sekitar altar. MELINGKAR. Karena kalau nggak, keperihatinan saya adalah banyak sekali persekutuan doa menjadi sebuah pertunjukkan / sebuah performance. Yang paling repot adalah kalau WL atau singers punya pemikiran bahwa (saya sering ngasih pelatihan untuk yang di Jakarta), isilahnya apa sih “kalau nggak ngangkat”. Nah, kalau nggak ngangkat berarti malam itu anda gagal sebagai WL. Nggak ngangkat itu kalau lagunya nggak sampai membawa orang sampai pada pengalaman ….wuuuih, gitu yah, bisa nyanyi roh semakin panjang, bahasa roh semakin banyak, itu ngangkat banget. Saudari dan saudaraku, karsmatik katolik bukan itu. Kekarismatikan, kekatolikan kita tidak ditentukan oleh ngangkat atau nggak ngangkat. Tapi sekali lagi adalah pengalaman atau pertobatan perubahan hidup yang nyata di dalam hidup sehari-hari. Lalu sering juga kecenderungannya pengaruh pentakostalisme adalah MEMAKSAKAN ADANYA BAHASA ROH dalam setiap persekutuan doa ya. Kalau saya tanya (Romo Deshi0, “apa sih yang menjadi ciri khas persekutuan doa itu sebuah persekutuan doa karismatik katolik atau persekutuan doa yang bukan karismatik katolik?.Jawaban anda apa? He-he-he-he-he-he. Jawaban yang sering saya dengar adalah “Romo, kalau persekutuan doa nggak ada bahasa rohnya bukan persekutuan doa karismatik katolik”. Saya bilang “dan juga bukan persekutuan doa katolik”. Karena kalau itu menjadi ukurannya. Itu bukan karismatik katolik. Itu pentakostal. Maka ukurannya apa? Menjadi tugas kita. Setiap orang mengalami pembaharuan dalam roh secara nyata setiap hari, DENGAN ATAU TANPA BAHASA ROH, BANYAK ATAU SEDIKIT NYANYIAN ROH, PANJANG ATAU PENDEK, NGANGKAT ATAU NGGAK NGANGKAT. . IDENTITAS KATOLIK Kristus akan kembali, tetapi tidak disoroti kemendesakannya Glossolalia bukan jaminan pasti keselamatan Altar call? Filosofis “altar call” berasal dari “black spirituality” Hujan akhir: generasi akhir atau generasi baru? Ajaran katolik mengajarkan bahwa kita adalah ciptaan baru Restorasi atau pembaruan? Pembaruan harus dmulai dari dalam dan gerakan karismatik katolik harus mengikuti ajaran resmi gereja katolik Unitarian (Jesus only) vs Urinitarian Penebus, Penyembuh, Pembaptis, Raja yang akan datang Oral narrative theology (teologi naratif lisan) Diilhami dari orang-orang kulit hitam yang mempunyai kebiasaan untuk berbicara lebih panjang Black spirituality? Sakramen mahakudus Pertunjukan? Jangan terjebak dalam pelayanan untuk “show” Ini sedikit biodata pembawa seminar: Biodata Rm Deshi Rahmadani SJ. TK – SD – SMP di Jakarta Seminari Mengengah Mertoyudan di Magelang STF Driyakara di Jakarta S1 Teologi di Bacaloureaige (kalau salah nulisnys, sorry Mo) Roma Italia S2 Teologi di Roma Italia

S3 Kitab Suci di USA . Imamat : Tahun 1988 novisat Diakon 1996 di Roma Imamat 1996 Jogja Teresiat 2006 Kaul Akhir (masih belum)