You are on page 1of 11

KETERAMPILAN PROSES SAINS

Untuk memenuhi tugas matakuliah Belajar dan Pembelajaran Yang dibina oleh Bapak Pudyo Susanto

Oleh : Ana Fatkhur Rohmah Anita Dwi Suprapti Ervan Dwi Ristiawan Gilda Ayu Ross Pitaloka Mia Iqlimah Silfia Dwi Ananda ( ( ( ( ( ( ) ) ) ) ) )

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PRODI PENDIDIKAN IPA Oktober, 2013

2002:139). tidak hanya menceritakan. Pendekatan Keterampilan Proses sains memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara nyata bertindak sebagai seorang ilmuwan (Dimyati dan Mudjino. Selain itu juga mengembangkan sikap- . Mukminan (2003:2) menyatakan bahwa pendekatan yang sekarang dikenal dengan keterampilan proses dan cara belajar siswa aktif (CBSA) masih belum banyak terwujud. Keterampilan proses dapat digunakan oleh siswa untuk belajar proses dan sekaligus produk ilmu pengetahuan. dan atau mendengarkan sejarah ilmu pengetahuan. serta pembelajaran kurang memperhatikan ketuntasan belajar secara individual. Pengertian Pembelajaran Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan–keterampilan intelektual.A . Pembelajaran melalui keterampilan proses akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja dengan ilmu pengetahuan. Pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran sains lebih menekankan pembentukan keterampilan untuk memperoleh pengetahuan dan mengkomunikaskan hasilnya. Hal ini dapat digunakan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan intelektual atau kemampuan berfikir siswa. Pendekatan keterampilan proses dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh individu siswa. Siswa terdorong untuk memperoleh ilmu pengetahuan dengan baik karena lebih memahami fakta dan konsep ilmu pengetahuan. Dari uraian di atas dapat diutarakan bahwa dengan penerapan pendekatan keterampilan proses menuntut adanya keterlibatan fisik dan mental-intelektual siswa. c. b. Pendekatan keterampilan proses dapat mengembangkan hakikat ilmu pengetahuan siswa. Dimyati dan Mudjiono (2002:138) memuat ulasan pendekatan keterampilan proses yang diambil dari pendapat Funk (1985) sebagai berikut: a. sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa.

Oleh karena itu. Pembentukan gagasan dan pengetahuan siswa ini tidak hanya bergantung pada karakteristik objek. penilaian dalam pendidikan merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan ketercapaian tujuan pendidikan. Menurut Arikunto (2009).sikap ilmiah dan kemampuan siswa untuk menemukan dan mengembangkan fakta. bahkan aktivitas penilaian dapat pula digunakan untuk mengambil keputusan. metode dan sistem pengukuran dapat disesuaikan sesuai dengan tingkat perkembangan siswi. Dalam pembelajaran sains. tetapi juga bergantung pada bagaimana siswa memahami objek atau memproses informasi sehingga diperoleh dan dibangun suatu gagasan baru. maka keterampilan proses yang sama seperti yang dimiliki ilmuwan . dan prinsip ilmu atau pengetahuan. tetapi proses untuk mendapatkan konsep tersebut juga sangat penting dalam membangun pengetahuan siswa. B . proses ilmiah tersebut harus dikembangkan pada siswa sebagai pengalaman yang bermakna. Keterampilan proses ialah keterampilan intelektual / keterampilan berpikir yang membuat siswa kreatif dan dapat menolong siswa bagaimana belajar. pengajaran dan pengukuran keterampilan proses dapat dilakukan pada seluruh tingkatan kelas. merumuskan permasalahan. Siswa dapat membangun gagasan baru sewaktu mereka berinteraksi dengan suatu gejala. dan menemukan jawaban tentang berbagai gejala alam. Perbedaan materi dan tingkat kerumitan. Bagaimanapun pemahaman konsep sains tidak hanya mengutamakan hasil (produk) saja. konsep. Menurut Rezba (1999). Sains adalah upaya untuk mempelajari. Pengertian Pembelajaran Keterampilan Proses Sains Keterampilan proses sains adalah pendekatan yang didasarkan pada anggapan bahwa sains itu terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah. Keterampilan ilmiah dan sikap ilmiah memiliki peran yang penting dalam menemukan konsep sains. Penilaian dilakukan dengan berbagai cara dan menggunakan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang kemajuan atau pencapaian kompetensi siswa.

meskipun mungkin siswa termuda akan menggunakan semua keterampilan secara bersama di berbagai waktu.) Komunikasi (Communication) c.) Pengelompokan (Classification) d.) Pengukuran (Measurement) e. Ada enam karakterteristik dasar keterampilan proses sains. Klasifikasi dan pengukuran cenderung digunakan di seluruh tingkatan kelas secara lebih merata. Prinsip dan Karakteristik Pembelajaran Keterampilan Proses Sains. Dalam tahap awal siswa akan menghabiskan lebih besar waktunya menggunakan keterampilan seperti observasi dan komunikasi.) Ramalan (Prediction) Enam karakteristik dari keterampilan dasar tersebut sangat penting baik secara individu maupun ketika berkelompok. Enam keterampilan dasar tersebut sangat penting baik secara individu maupun ketika berkelompok. Ketika kita mengajar siswa untuk menggunakan keterampilan proses dalam memahami sains.harus kita milikidalam memecahkan berbagai permasalahan kehidupan seharihari. kita juga mengajarkan pada mereka keterampilan yang akan mereka gunakan dalam masa depan di setiap area kehidupan mereka. Klasifikasi dan pengukuran perlu diperkenalkan kepada anak-anak secara bertahap dari waktu ke waktu. Keterampilan dasar tersebut terintegrasi serentak ketika ilmuwan merancang dan melaksanakan eksperimen atau dalam kehidupan sehari-hari ketika kita semua melakukan tes percobaan. C. karena ada perbedaan dalam .) Kesimpulan (Inference) f. Dengan bertambahnya usia mereka akan mulai menghabiskan lebih banyak waktunya menggunakan keterampilan inferensi dan prediksi. Enam keterampilan dasar dapat digunakan dalam urutan peningkatan kemampuan. diantarnya: a.) Pengamatan (Observation) b.

yang biasanya menghasilkan pengamatan kualitatif (misalnya: daun berwarna hijau. nula lilin lemah.melakukan pengelompokan. Pengamatan Mengamati adalah keterampilan proses sains yang paling awal.dll). yaitu: berkomunikasi. Jika siswa mengamati dengan panca indera mereka atau dengan instrumen. Mengintegrasikan dasar keterampilan proses secara bersama meliputi: menciptakan hipotesis. yang berarti kita belajar tentang dunia di sekitar kita. metode dan sistem pengukurannya. Pengamatan baik jika hasil pengamatan rinci dan akurat. Kita dapat melakukan ini dengan mendengarkan pengamatan . Tidak mengherankan. jika siswa terutama yang masih kecil. mengidentifikasi dan memanipulasi variabel dalam percobaan sederhana. membutuhkan bantuan untuk membuat pengamatan yang baik. Selanjutnya merancang percobaan dan menganalisis data eksperimen akan fokus pada penggunaan keterampilan proses sains terpadu dalam merancang eksperimen dan mencapai kesimpulan. kompleksitasnya. Kita mengamati benda-benda dan peristiwa menggunakan semua panca indera kita. dilatihkan kepada siswa secara bertahap Pada tingkat ini. Siswa harus diminta untuk mendeskripsikan pengamatan berupa tulisan atau gambar selengkap mungkin. dan memprediksi. a. para siswa mulai untuk benar-benar bertanya dan menjawab pertanyaan ilmiah mereka sendiri. menyimpulkan. Pengamatan yang melibatkan angka atau kuantitas adalah pengamatan kuantitatif misalnya: massa satu daun adalah lima gram.Informasi hasil pengamatan siswa harus dibuat dengan penuh rincian karena akan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep yang sedang dipelajari. Mengembangkan kemampuan untuk merancang semakin ditekankan seiring bertambahnya tingkat kelas.Pengamatan sederhana dibuat hanya menggunakan indera. Kemampuan untuk membuat pengamatan yang baik sangat penting untuk perkembangan keterampilan proses sains lainnya. mengukur. jumlah daun bergerombol dalam kelompok adalah lima). mengklasifikasi. kita dapat membimbing mereka agar membuat deskripsi lebih baik dan lebih rinci. Pengamatan kuantitatif memberikan informasi yang lebih tepat dibandingkan informasi dari indera kita saja.

mungkin pendengar mempunyai gagasan yang berbeda tentang bagaimana panas atau kasar. dan komunikasi harus jelas dan efektif agar orang lain dapat memahami informasi tersebut. Komunikasi Komunikasi adalah keterampilan proses sains yang ke dua. Siswa harus berkomunikasi dalam rangka membagikan hasil pengamatan kepada orang lain. rumput hijau. atau kuning. Misalnya. Siswa dapatmengkomunikasikan hasil pengamatan mereka secara lisan. kita telah membuka pintu kesalahpahaman. c. mereka mungkin hanya menggambarkan warna suatu objek tetapi tidak ukuran atau bentuknya. .awal siswa dan kemudian mendorong mereka untuk menjelaskan. jika seorang siswa menjelaskan apa yang dia lihat. Jika siswa mencoba untuk menjelaskan ukuran diameter kelereng mereka mungkin menggunakan ukuran sepatunya sebagai suatu rujukan. dan nama satuan untuk memberitahu kita berapa banyak dengan rujukan apa. b. Kita dapat mendorong siswa untuk menambahkan rincian deskripsi mereka dan tidak hanya dari lima indera yang mereka gunakan. secara tertulis. Jika kita hanya mengatakan panas atau kasar. atau dengan gambar. bergandengan dengan pengamatan. Sebuah informasi hasil pengukuran berisi dua bagian yaitu angka untuk memberitahu berapa banyak. kita membandingkan benda tersebut untuk didefinisikan dengan rujukan yang disebut satuan. Pengukuran Proses tambahan keterampilan mengukur menjadi kasus khusus dari mengamati dan berkomunikasi. Tanpa rujukan. Ketika kita mengukur beberapa benda. Seorang siswa mungkin menggambarkan volume suara namun tidak pitch atau iramanya. Kita mungkin mengatakan langit biru. Idenya adalah untuk berkomunikasi menggunakan deskripsi kata-kata yang baik untuk berbagi pemahaman dengan orang-orang pada umumnya. hijau. Salah satu kunci untuk berkomunikasi efektif adalah dengan menggunakan rujukan (referensi). atau lemon kuning untuk menggambarkan nuansa biru. Diameter kelereng bisa lebih besar atau lebih kecil dari sepatu siswa tersebut.

Dua metode lainnya adalah klasifikasi biner dan klasifikasi bertingkat. misalnya siswa dikelompokkan berdasarkantingginya. dan demonstrasi visual. Siswa perlu diajarkan bagaimana membedakan antara pengamatan dan kesimpulan. dan hubungan. Ini merupakan langkah penting menuju pemahaman yang lebih baik tentang objek yang berbeda dari gejala alam. jika tidak mereka akan menjadi milik kelompok lain. Objek dalam satu kelompok harus memiliki semua sifat-sifat yang diperlukan. Mereka harus mampu membedakan dengan bukti yang mereka kumpulkanmengenai alam . Ketika kita mampu membuat kesimpulan. peta. Metode lain untuk mengkomunikasikan hasil pengamatan yang sering digunakan adalah grafik. Objek ditempatkan dalam urutan peringkat didasarkan pada beberapa persyaratan. Dalam sistem klasifikasi biner.menggambar. e. Hal ini biasanya dilakukan atas dasar apakah setiap objek memiliki atau tidak memiliki syarat tertentu. Misalnya. d. Metode yang paling sederhana adalah klasifikasi serial. hewan dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu hewan dengan tulang punggung dan hewan dengan tanpa tulang punggung. perbedaan. satu set objek yang sederhana dibagi menjadi dua himpunan bagian. Ada beberapa metode yang berbeda dalam melakukan klasifikasi. Pengelompokan Siswa di kelas-kelas awal diharapkan dapat memilah benda-benda atau fenomena ke dalam kelompok berdasarkan pengamatan mereka. didasarkan pada kesimpulannya tentang hasil penyelidikan (investigasi). Kesimpulan Tidak seperti pengamatan yang buktinya langsung terkumpul disekitar obyek.kesimpulan adalah penjelasan atau tafsiran (interpretasi) yang dibuat berdasarkan pengamatan. kita memiliki apresiasi yang lebih baik terhadaplingkungan di sekitar kita. diagram. Pengelompokan obyek atau peristiwa adalah cara memilah objek berdasarkan kesamaan. menafsirkan dan menjelaskan peristiwa-peristiwa di sekitar kita. Para ilmuwan mengemukakan hipotesis tentang mengapa suatuperistiwa dapat terjadi. Sebuah klasifikasi biner juga dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu persyaratan.

dan bahkan ditolak berdasarkan pengamatan baru. mereka sering harus kembali dan membuat pengamatan tambahan agar menjadi lebih percaya diri dalam mengambil kesimpulan kesimpulan. Guru menggunakan pengalaman masa lalu untuk membantu menafsirkan hasil pengamatan. Ramalan Membuat ramalan (prediksi) adalah membuat dugaan secara logis tentang hasil dari kejadian masa depan. Seringkali kesimpulan yang berbeda dapat dibuat berdasarkan pengamatan yang sama. Kemudian. Ramalan ini didasarkan pada pengamatan yang baik dan kesimpulan yang dibuat tentang kejadian yang diamati. Seperti kesimpulan.antara pengamatan dengan tafsiran mereka berdasarkan pengamatan atau kesimpulan. Ketika siswa mencoba untuk membuat kesimpulan. ramalan didasarkan pada apa yang kita amati dan masa lalu kita sehingga . Guru dapat membantu siswa membuat perbedaan ini dengan terlebih dahulu mendorongmereka untuk mendeskripsikan pengamatan mereka menjadi rinci. Dalam ilmu pengetahuan. tapi kadang-kadang informasi tambahan akan menyebabkan kita untuk memodifikasi atau bahkan menolak kesimpulan sebelumnya. Kemampuan untuk membuat ramalan tentang kejadian di masa depan memungkinkan kita untuk berhasil berinteraksi dengan lingkungan sekitar kita.Pada umumnya kita lebih percaya diri tentang kesimpulan kita ketika pengamatan yang diperoleh cocok dengan pengalaman masa lalu. diubah. kesimpulan tentang bagaimana segala sesuatu bekerja secara terus menerus dibangun. Kita juga lebih percaya diri tentang kesimpulan saat mengumpulkan lebih banyak bukti pendukung. Kadang-kadang membuat pengamatan tambahan akan memperkuat kesimpulan. dengan memberi pertanyaan pada siswa tentang pengamatan mereka guru dapat mendorong siswa untuk berpikir tentang makna dari pengamatan. Kesimpulan kita juga bisa berubah seiring dengan hasil pengamatan tambahan. f. Berpikir untuk membuat kesimpulan dengan cara ini mengingatkan guru untuk mengkaitkan kesimpulan apa yang telah diamati dengan apa yang sudah diketahui dari pengalaman sebelumnya.

Jika ramalan tersebut ternyata benar. Pertama. Singkatnya.Dimensi kedua sains adalah proses dalam melakukan aktivitas ilmiah dan sikap ilmiah dari aktivis sains. adalah muatan sains (content of science) yang berisi berbagai fakta. Keterampilan proses dasar sains dan pembelajaran sains tidak hanya sekedar pengetahuan yang bersifat ilmiah saja. mengajarkan keterampilan proses sains pada . Proses dalam melakukan aktivitas-aktivitas yangterkait dengan sains biasa disebut dengan keterampilan proses sains (science proccess skills). hukum. Ini adalah dasar dari proses ilmiah yang digunakan oleh para ilmuwan yang bertanya dan menjawab pertanyaan dengan mengintegrasikan bersama-sama enam keterampilan ilmu dasar proses. dan dengan demikian dapat mencapai pemahaman yang lebih dalam. dan secara aktif terlibat dengan sainsyang mereka pelajari . maka kita memiliki keyakinan lebih besar pada inferensi /hipotesis. keterlibatan aktif dengan sains kemungkinan akan menyebabkan siswa menjadi lebih tertarik dan memiliki sikap lebih positif terhadap sains.mengalami model mental yang terbangun dari pengalaman-pengalaman. Sikap ilmiah adalah bagaimana para ilmuwan bersikap ketika melakukan proses dalam mendapatkan sains tersebut. Dimensi inilah yang menjadi obyek kajian ilmiah manusia. Karena sains adalah tentang mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. melainkan terdapat dimensidimensi ilmiah penting yang menjadi bagian sains. Akhirnya. Jadi. Jadi meramal tidak hanya sekedar menebak. tetapi harus berdasarkan kesimpulan kita atau hipotesis tentang peristiwa yang memberi kita cara untuk menguji kesimpulan atau hipotesis. dan teori-teori. Siswa akan belajar keterampilan sains serta isi sains. keberhasilan dalam mengintegrasikan keterampilan proses sains dalam pelajaran di kelas dan penyelidikan (investigasi) lapangan akan membuat pembelajaran memberikan pengalaman yang lebih kaya dan lebih bermakna bagi siswa. konsep. maka keterampilan ini dapat juga diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari ketika kita menemukan persoalan-persoalan keseharian dan kita harusmencari jawabannya. Dimensi ketiga adalah sikap ilmiah.

. Membaca secara mendalam merupkan salah satu indikator akan ketertarikan terhadap suatu hal. beberapa kunci pertanyaan dibuat dalam rencana pembelajaran dan ide sementara ketika mereka bertanya selama di kelas. Waktu ini untuk memberikan umpan balik yang bersifat nonverbal pada siswa. Mengatur kembali meja dan kursi jika kondisi tersebut memungkinkan. Rekam beberapa pelajaran yang digunakan untuk menganalisa pertanyaan dan interaksi verbal. Ada beberapa langkah yang harus dikuti jika ingin meningkatkan kemampuan bertanya sehingga dapat diperoleh umpan balik dan kemampuan berpikir konstrutivistik dalam proses pembelajaran. Peningkatan pola pikir harus diupayakan dalam sebuah tindakan. Gunakan kelompok diskusi kecil sehingga waktu dapat berjalan dengan baik dari total kelas. Membandingkan kunci pertanyaan dengan kategori pertanyaan dan mengidentifikasi setiap pertanyaan apakah bersifat terbuka atau tertutup dengan menggunakan sistem klasifikasi pertanyaan IPA. Sebelumnya diperlukan suatu ketertarikan untuk meningkatkan kebiasan bertanya. Berupaya untuk memberikan waktu untuk berhenti sejenak setelah mengajukan pertanyaan khususnya jika itu adalah pertanyaan terbuka. Mengembangkan beberapa pendapat dan pertanyaan yang dapat digunakan agar siswa tetap memberikan respons dan menjelaskan jawaban mereka. Menurut Blosser (1973) bahwa ada beberapa saran dari setiap fase pembelajaran yang harus diikuti: 1. 2. Perencanaan dalam pembelajaran Menganalisis materi yang akan dilakukan untuk mencakup dan menetapkan pembelajaran untuk menggunakan pertanyaan tertutup atau pertanyaan terbuka Pra-rencana. Selama proses pembelajaran Jika guru tidak siap berusahalah untuk membangun kondisi atau atmosfer pembelajaran untuk mendorong interaksi siswa tentang pembelajaran dan partisispasi siswa.siswa sama artinya dengan mengajarkan keterampilan yang nantinya akan mereka gunakan dalamkehidupan keseharian mereka. Jika didominasi oleh pertanyaan tertutup makakita dapat memodifikasi kondisi tersebut dan menghasilkan pertanyaan terbuka yang masih relevan dan tetap bersifat objektif khususnya pada pembelajaran.

Menguji hipotesis melalui percobaan 5. waktu yang gunakan hanya pada satu siswa untuk merespon pertanyaan dari kemungkinan berbagai respon. yaitu: 1. waktu yang gunakan untuk mengulang respon siswa. terdapat enam langkah-langkah metode ilmiah. Menganalisa data dan membuat kesimpulan 6. Menurut Hess (2007). . Keterampilan proses sains dikelompokkan menjadi keterampilan proses dasar dan keterampilan proses terpadu. Rekam setiap tipe pertanyaan sesuai dengan lembar observasi. Berusaha untuk memaknai kebiasaaan yang terjadi diatas. Metode ilmiah dapat diartikan sebagai cara untuk bertanya dan menjawab pertanyaan ilmiah dengan membuat obsevasi dan melakukan eksperimen. Menyusun hipotesis 4. Ketika mendengarkan dan menganalisa rekaman. Setelah pembelajaran Untuk menggambarkan seluruh pertanyaan tersebut kita dapat menggunakan sistem kategori pertanyaan untuk sains dalam mengidentifikasi pertanyaan. keterampilan proses sains merupakan dasar dari pemecahan masalah dalam sains dan metode ilmiah. Mengkomunikasikan hasil Dalam pembelajaran sains. berusahalah untuk mengidentifikasi dan merekam khususnya mengenai: waktu yang gunakan untuk mengulang pertanyaan. waktu untuk meminta respon siswa dalam mengungkapkan tanggapannya dengan cara yang berbeda agar tetap sesuai pada tujuan pembelajaran. waktu yang gunakan untuk menjawab pertanyaan. Menurut Wetzel (2008). Membuat latar belakang penelitian atau melakukan observasi 3. keenam langkah-langkah metode ilmiah tersebut dikembangkan dan dijabarkan menjadi sebuah keterampilan proses sains yang dapat diajarkan dan dilatihkan kepada siswa. Komponen Penilaian Keterampilan Proses Sains dimana Metode ilmiah merupakan dasar dari pembentukan pengetahuan dalam sains.3. waktu ketika berhenti dan tidak melakukan apa-apa. Mengajukan pertanyaan atau merumuskan masalah 2.