You are on page 1of 90

Peter Kasenda

Pasang Surut Golongan Karya
Golongan Karya merupakan pengelompokan kecenderungan politik baru berdasarkan fungsi yang hidup dalam masyarakat, dan terdiri dari pegawai negeri, pemuda, buruh, petani, pengusaha, dan kaum professional. Golkar diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 195 untuk memperbaiki kekurangan!kekurangan sistem partai" Presiden Soekarno menyatakan bahwa golongan fungsional akan memungkinkan perwakilan masyarakat yang lebih konstruktif dibandingkan dengan apa yang dihasilkan oleh sistem multi#partai. $akil!wakil golongan fungsional ini kemudian bergabung dalam %ewan &asional yang dibentuk pada tanggal ' (ei 195 , dengan Presiden Soekarno sebagai ketua dan )oeslan *bdulgani sebagai wakil ketua. (enurut Soekarno, %ewan &asional akan berfungsi sebagai suatu pencerminan rakyat +ndonesia, sebagaimana halnya dengan kabinet yang mencerminkan Parlemen. %ewan &asional merupakan badan penasehat pemerintah, akan tetapi, karena presiden yang men,adi ketua, pada kenyatannya, nasehat!nasehatnya, tidak dapat ditolak oleh kabinet - *dnan .uyung &asution , 1995 / 019 # 002 3 Sebenarnya sebagai golongan fungsional -untuk membedakan dengan istilah Golongan Karya yang dikembangkan tahun 19593 se,arah organisasi ini dapat ditelusuri ,auh sebelum kemerdekaan. %i 4aman .elanda wakil!wakil golongan ini telah duduk dalam 5olksraad, yaitu semacam parlemen di masa itu. %i masa pendudukan 6epang wakil!wakil golongan fungsional ,uga duduk dalam badan 7huo Sangiin, semacam %ewan Penasehat Pusat yang
1

dibentuk dalam rangka menarik dukungan rakyat. Setelah kemerdekaan, terutama di dalam Komite &asional +ndonesia Pusat -K&+P3 golongan fungsional ini duduk mewakili kelompok!kelomnpok tani dan buruh. $alaupun begitu kehadiran golongan ini dalam berbagai badan dan lembaga tersebut belum sepenuhnya menentukan kesatuan peran dalam arena politik yang lebih luas. Peranan yang lebih berarti baru tampak sebagai hasil dari diterapkannya gagasan Soekarno yang mengawali suatu periode baru dalam perkembangan politik lebih lan,ut. %i awal 195 , dalam keadaan dan krisis!krisis yang melanda kabinet disusul dengan pergolakan!pergolakan di daerah!daerah, Soekarno tampil dengan 8konsepsinya9 yang dimaksudkan sebagai alternatif terhadap kesulitan! kesulitan politik yang dihadapi pada masa itu. .agi Soekarno, kesulitan! kesulitan tersebut memang disebabkan oleh sistem multi!partai yang men,adi ciri demokrasi liberal. Sistem ini seperti dikatakan :erbet ;eith, melahirkan bentuk 8pemerintahan koalisi yang terlalu lemah dan hanya punya masa hidup yang singkat.9 <agi pula sistem ini memperburuk segala bentuk konflik di dalam masyarakat dan memperpolitikkan seluruh kehidupan masyarakat. *da tiga hal pokok yang terkandung di dalam konsepsi Presiden Soekarno. Pertama, diperkenalkannya gaya kepemimpinan dan dan sistem pemerintahan baru yang kemudian dikenal sebagai sistem %emokrasi =erpimpin. Kedua, sebagai perwu,udan konsepsi baru itu diusulkannya pembentukan kabinet Gotong )oyong, yang meliputi seluruh wakil partai yang ada di parlemen, termasuk PK+. Ketiga, dibentuknya %ewan &asional yang terdiri dari sebagian besar golongan fungsional.
>

Sebenarnya sudah se,ak lama Soekarno tak begitu setu,u dengan sistem demokrasi liberal atau parlementer. %ia lebih tertarik dengan sistem demokrasi rakyat yang tidak didasarkan atas perbedaan!perbedaan kelas di dalam masyarakat. Situasi kolonial bagnya menyebabkan rakyat ,a,ahan telah tumbuh sebagai suatu kesatuan yang ditempa oleh penindasan kekuasaan kolonial. Pada tahun!tahun sebelum kemerdekaan, Soekarno mencanangkan perlunya suatu demokrasi yang sesuai dengan iklim dan kondisi +ndonesia, yaitu demokrasi yang bukan bersifat politik, tapi ,uga bersifat ekonomi atau sosio! demokrasi. Soekarno memang tidak menguraikan lebih ,auh gagasan! gagasannya tentang sosio!demokrasi. *gaknya kemerdekaan +ndonesia lebih merupakan hal yang paling mendesak. *da dua lembaga pokok yang dianggap sebagai perwu,udan dari tuntutan dan sistem demokrasi, yaitu partai dan dewan perwakilan rakyat. =api untuk men,aga agar kecenderungan yang muncul tidak mengikuti pola demokrasi parlementer atau liberal. Soekarno menawarkan suatu partai pelopor atau partai!partai tunggal.
Satu partai pelopor? @a, satu partai pelopor, dan tidak ada dua, tidak tigaA Satu partai sa,a yang ,elas paling baik dan paling sempurna, yang lain!lain tentu kurang baik dan kurang sempurna. Satu partai sa,a yang bisa men,adi pelopor.

.agi Soekarno partai tunggal ini diperlukan untuk dapat menyatukan barisan menghadapi kolonialisme dan imperialisme dan mendidik massa rakyat

1

untuk insyaf dan sadar akan cita!cita +ndonesia merdeka. Partai, karena itu bersifat machtsvorming dan machtsaanwending. %alam hubungan dengan dewan perwakilan rakyat, Soekarno sama sekali tidak melihat partai sebagai bentuk perwakilan yang absah. @ang ditekankannya adalah golongan atau kaum. Partai lebih sebagai alat per,uangan dalam mencapai +ndonesia merdeka sedangkan golongan lebih mencerminkan berbagai kepentingan yang timbul karena adanya pembagian ker,a atau fungsi dalam masyarakat. Karena itu lembaga perwakilan rakyat yang menyuarakan kepentingan rakyat terdiri dari berbagai golongan -,adi bukan partai3 yang ada dalam masyarakat. +nilah kemudian dikenal sebagai golongan fungsional. (enurut %aniel <eB, se,ak 1912 Soekarno telah memikirkan peranan dan partisipasi golongan fungsional dalam badan perwakilan rakyat. Ketika men,awab bantahan yang dia,ukan oleh kalangan +slam mengenai masalah hubungan agama dan negara, Soekarno berkata,
*ndainya tuan men,adi pemerintah disalah satu negeri yang saya sebutkan tadi, niscaya tuan, menurut kehendak asas demokrasi itu mengadakan suatu badan perwakilan rakyat, yang disitu duduk utusan!utusan dari seluruh rakyat , 4onder membeda!bedakan keyakinan. Ctusan!utusan dari kaum yang seratus persen rasa keislamannya, utusan dari kaum Kristen, dari kaum yang tiada agama, dari kaum intelektual . kaum dagang, kaum tani, kaum buruh, kaum pelayaran, pendek kata utusan! utusan dari seluruh tubuhnya bangsa, dari seluruh tubuhnya natie.

Soekarno memang tidak menggambarkan secara nyata perbedaan fungsional antara partai politik dengan golongan!golongan. *pakah golongan, atau
0

kaum merupakan bagian dari partai politik ataukah ia merupakan kategori tersendiri yang dipakai dalam sistim perwakilan di parlemen. Ketidak! ,elasan ini, pertama, mungkin karena partai masih merupakan tradisi baru bagi rakyat negeri ,a,ahan. Kedua, bahwa Soekarno melihat berbagai pengelompokan yang dicerminkan dalam badan perwakilan rakyat dapat ditampung melalui peranan suatu partai yang dapat mengeliminir berbagai kecenderungan benturan kepentingan antara berbagai golongan. Ketiga, bahwa Soekarno sendiri tidak pernah secara terperinci menguraikan sesuatu gagasan mungkin dengan maksud untuk mengu,i gagasan!gagasan tersebut dengan kenyataan dan pengalaman yang dihadapinya. Pengalaman! pengalaman berikutnya setelah +ndonesia merdeka memang telah membentuk kembali dalam benak Soekarno berbagai Bersi mengenai gagasan!gagasan tersebut. .eberapa saat setelah kemerdekaan, Soekarno pernah mengusulkan pembentukan partai tunggal yaitu Partai &asional +ndonesia -bukan P&+ Soekarno, bukan P&+ .aru :atta!S,ahrir pada masa pra kemerdekaan3. =api ternyata ide tersebut hanyalah bertahan selama beberapa hari dan kemudian dibentuklah Komite &asional +ndonesia Pusat. - *swad .ahasoan , 19D1 / 00 # 0D3 (ungkin dua kali dalam hidupnya, kata Enghokham, Soekarno diberi kesempatan untuk mendirikan partai pelopor, yaitu partai yang akan memper,uangkan cita!cita +ndonesia merdeka. @ang pertama kali adalah semasa pemerintahan kolonial .elanda. &amun pada waktu golongan! golongan politik di +ndonesia sudah terpecah!belah, perpecahan ,uga mulai

5

ter,adi di antara pemimpin partai pelopor sendiri seperti Soekarno, :atta, S,ahrir, dan lain!lain. <ebih penting lagi daripada perpecahan!perpecahan ini adalah politik penindasan pemerintah kolonial terhadap Soekarno. =ahun 1912, ia ditangkap .elanda, kemudian dibebaskan setelah beberapa tahun. *kan tetapi dalam tahun 1911, Soekarno dan pemimpin!pemimpin lain kembali ditangkap dan dibuang oleh .elanda. :al ini berlangsung sampai 6epang menduduki +ndonesia -190>3. 6adi Soekarno praktis tidak diberi kesempatan untuk merealisir machtsBorming!nya selama 4aman kolonial. Sama halnya dengan partai!partai lain yang tidak diberikan kesempatan ini oleh .elanda. Kesempatan Soekarno yang kedua datang tahun 1905, yaitu pada saat sesudah proklamasi. (emang waktu itu direncanakan berdiri partai pelopor atau partai negara )epublik +ndonesia *kan tetapi keperluan untuk berunding dengan Sekutu men,adi salah satu masalah lain yang yang mendominasi kehidupan politik +ndonesia pada waktu itu. Segala sesuatu dikorbankan demi diplomasi. %an anehnya, pada saat reBolusi berkobar, bukannya reBolusi yang men,adi masalah utama tokoh!tokoh reBolusioner pada masa itu, akan tetapi ,ustru diplomasi yang lebih dipentingkan. - Enghokham,>229 / 1 # > 3 Selama periode demokrasi liberal, Soekarno dan :atta memang hanya sebagai simbol dari persatuan bangsa, yaitu dwi!tunggal. Partai!partai dan parlemenlah yang lebih menentukan. &amun krisis yang melanda kabinet tak memungkinkan diarahkannya perhatian utama bagi kse,ahteraan hidup rakyat banyak yang selama reBolusi kemerdekaan memang telah cukup
'

menderita. &amun krisis demi krisis yang melanda kabinet tak memungkinkan diarahkannya perhatian utama bagi kese,ahteraan hidup rakyat banyak yang selama reBolusi kemerdekaan memang telah cukup menderita. Pemilihan umum tahun 1955 ,uga tak berhasil mengubah struktur lama ke arah yang lebih dinamis. .ahkan keadaan ini memuncak pada kemacetan!kemacetan di dalam dewan Konsituante yang membicarakan dasar negara. Semua keadaan dan situasi tu seakan!akan merupakan dorongan yang nyata kepada Soekarno untuk mengambil tindakan lebih ,auh. %i hadapan delegasi pemuda, Soekarno menga,ukan tuntutan pembubaran partai!partai politik. =untutan ini sebenarnya merupakan tahap pertama dari strategi Soekarno untuk mengubah sistem demokrasi liberal yang tak disenanginya ke arah demokrasi terpimpin yang diidam!idamkannya. Keinginan untuk perubahan itu sebenarnya telah dikemukakan pada tahun! tahun sebelumnya. Pada tahun 195>, setelah ter,adi peristiwa 1 Ektober, Soekarno dalam percakapan dengan )oeslan *bdulgani menyatakan,9 hubungan antara parlemen, partai dan angkatan darat tak boleh tergantung pada interplay yang tidak terkendali dari ketiga lembaga diatas. *kan tetapi harus ada pegangan. %an bahwa pegangan tersebut hanyalah dapat diberikan oleh kepemimpinan. .ukan suara. Kepemimpinan itu tercermin dalam musyawarah. %an bahwa demokrasi tanpa kepemimpinan adalah anarki. Sebenarnya dengan melemparkan tuntutan pembubaran partai!partai itu lebih dahulu, Soekarno secara bertahap dapat mengukur reaksi!reaksi yang muncul dari kalangan politisi partai dan pemimpin politik lainnya. =untutan pembubaran itu dilan,utkan kemudian dengan penga,uan alternatif oleh

Soekarno. Pertama, apakah para pemimpin partai akan membentuk partai! partai tunggal ataukah, kedua, tak memiliki partai sama sekali kecuali gerakan massa atau ketiga, membentuk partai!partai dan ,umlah yang wa,ar. Soekarno memang tidak menun,ukkan preferensi yang ,elas terhadap ketiga alternatif diatas. *gaknya dengan maksud untuk membuyarkan pandangan para pemimpin partai tentang sikap Soekarno yang bisa dianggap sebagai seorang diktaktor. 6uga memberikan waktu kepada Soekarno sendiri untuk dapat mendalami dan mengetahui dengan ,elas reaksi!reaksi yang timbul dalam masyarakat. =untutan pembubaran itu menimbulkan berbagai macam reaksi. Se,umlah partai terpecah belah dalam sikapnya menghadapi tuntutan Soekarno di atas. Partai (urba memberi dukungan terhadap tuntutan tersebut dengan mengusulkan pembentukan suatu organisasi yang luas yang didukung oleh aliran politik yang ada di +ndonesia dengan didasarkan atas program minimum. *da pula yang ragu!ragu atau menekankan koreksi diri bagi partai!partai sendiri. PK+ menyatakan antusias dengan tuntutan diatas. %ari partai (asyumi dan mereka yang menentang Soekarno datang reaksi penolakan. &atsir, menyatakan, ,ika partai dibubarkan, demokrasi pun akan terkubur dengan sendirinya. Setelah berbagai reaksi timbul dan disusul oleh ,atuhnya Kabinet *li ++, Soekarno memperoleh kesempatan untuk merealisasi konsepsinya. %engan timbul pergolakan!pergolakan daerah yang membawa akibat diumumkannya undang!undang darurat perang tampil ke permukaan peranan politik *.)+. =anggal 9 *pril 195 , berdasarkan undang!undang darurat tersebut Soekarno membentuk %ewan &asional yang merupakan lembaga ekstra
D

konsitusional dan merupakan titik sentral dari mekanisme demokrasi terpimpin. %ewan ini terdiri dari 01 anggota yang lebih separuhnya berasal dari golongan fungsional. Kelompok!kelompok yang terwakili di dalam %ewan &asional tersebut adalah sebagai berikut /

1 .uruh > =ani 1 Pemuda 0 .ekas Pe,uang 5 Pengusaha ' Seniman $artawan D $anita 9 Generasi 05 12 Clama 11 Pendeta Protestan 1> Pendeta :indu .ali 11 =urunan *sing 10 $akil %aerah 15 1' Kelompok *.)+ Ketua F$k Ketua dan Sekretaris

> orang > orang > orang > orang 1 orang 1 orang > orang > orang > orang > orang 1 orang 1 orang > orang 10 orang 5 orang 5 orang

%alam perkembangan kemudian akan tampak bahwa peranan golongan fungsional yang sepenuhnya bergantung kepada Soekarno hanyalah
9

dipergunakan sebagai alat strategi belaka untuk menembus langkah penataan sistem kepartaian dan yang lebih menon,olkan aspek kepemimpinan ketimbang demokrasi sendiri. Golongan fungsional hanyalah merupakan counter check terhadap peranan partai!partai. Partai!partai memang tak ,adi dibubarkan pada tanggal >1 6uli 195D, Soekarno menyeruhkan kepada %ewan &asional untuk memikirkan langkah!langkah menu,u %emokrasi =erpimpin. %alam sidang ke 9 %ewan &asional tanggal 10!15 *gustus 195D dibuatlah rancangan usul dari %ewan &asional kepada %ewan (enteri. )ancangan usulan ini menyangkut dua masalah utama yaitu bagaimana membentuk %P) baru yang terutama terdiri dari golongan fungsional dan bagaimana membentuk suatu sistem kepartaian baru. *ntara lain diusulkan agar (aklumat pemerintah tanggal 1 &oBember 1905 dicabut dan digantikan dengan undang!undang kepartaian baru yang memperkenankan partisipasi golongan fungsional. )ancangan usul ini kemudian ditanggapi oleh Kepala Staf *% 6endral &asution dengan beberapa perubahan, ini dapat dianggap sebagai sikap penting dari &asution terhadap konsepsi tersebut. Pandangan &asution ini merupakan sikap yang akan men,adi dasar kemudian dari power game antara *% dan PK+ dengan Soekarno sebagai pengimbang. - *swad .ahasoan, 19D1 / 00 # 0D 3 Sebagai bagian inti dari konsep dwifungsi, pidato 6alan =engah telah memberikan gambaran bagaimana bentuk paling ideal dari kedudukan dan peranan tentara di +ndonesia. Ketika rumusan itu kemudian mendapatkan dukungan, &asution memutuskan untuk ma,u selangkah lagi kearah segera diperolehnya legitimasi paling kuat bagi partisipasi politik tentara, yang sesungguhnya tentu hanya dapat dimungkinkan dengan diperolehnya landasan konsitusional. %alam pandangan &asution, landasan semacam itu
12

yang paling ideal # dan memang ,uga yang paling mungkin # adalah CC% 1905. %an walau bagaimanapun ini ,elas ikut men,adi bagian penting dari pertimbangan#pertimbangannya yang seksama dalam memprakarsai diberlakukannya kembali Konsitusi Proklamasi itu. <egitimasi konsitusionall itu akan dimungkinkan oleh sifat kekeluargaan dari CC% 1905 dan khususnya oleh apa yang disebutnya perkembangan ,iwa > CC% 1905. &asution tampaknya memperhitungkan benar bahwa proses +ndonesia memasuki demokrasi terpimpin tinggal beberapa langkah lagi. %alam skenario Soekarno ketika itu, format sistem politik demokrasi terpimpin akan ditandai dengan tumbuhnya golongan fungsional, yang akan men,adi kekuatan politik baru yang sangat menentukan. Eleh karenanya men,adi wa,ar bahwa militer memang harus masuk kedalamnya, ,ika ia ingin mengambil peran yang cukup menentukan dalam proses pembinaan negara dan menempatkan dirinya sebagai sebuah kekuatan didalam sistem, dan memang hanya dengan itulah partisipasi politik kelompok militer ketika itu akan men,adi sah dan permanen. @ang kemudian men,adi sangat menarik adalah bahwa &asution ,uga memberikan semacam interprestasi sendiri yang begitu seksama terhadap pasal > CC% 1905, suatu interprestasi yang walau bagaimanapun akan membuat gagasan!gagasannya yang memerlukan terciptanya kondisi semacam itu selain men,adi lebih 8terstruktur 8 ,uga memiliki tingkat akseptibilitas yang tinggi. %alam persepsinya, menurut 8,iwa9 pasal > CC% 1905 rakyat dapat digolongkan men,adi tiga kekuatan . Pertama berdasarkan 8aliran politiknya9, kedua, menurut Gkekaryaannya9 dan ketiga menurut 8daerahnya,9 Selan,utnya &asution men,elaskan /

11

8H..CC% 1905 yang menurut pelaksanaannya bersifat kekeluargaan, memberikan kesempatan pengintegrasian matra politik dan matra militer dan matra lainnya pada kepemimpinan negara, yakni memberi kesempatan partisipasi tentara dan golongan lainnya dalam mermuskan haluan serta politik negara. Khususnya pasal > CC% 1905, yang menentukan ikut sertanya wakil!wakil 8seluruh rakyat,seluruh golongan seluruh daerah9 dalam pelaksanaan kedaulatan politis rakyat, tapi tegas pula tanpa bahwa dalam prakteknya dominasi golongan manapun. *dalah wa,ar

mengenai pasang surut, namun selalulah idealisme mendorong upaya harmonisasi

(enyadari benar bahwa pemberlakuan kembali CC% 1905 tidak sa,a akan memakan waktu namun ,uga menuntut perhatian dan memerlukan suatu proses tersendiri, &asution memutuskan untuk mendahulukan proses dengan menciptakan kondisi!kondisi dan perkembangan!perkembangan yang menentukan bagi diakuinya secepat mungkin militer sebagai golongan fungsional. Segera sa,a ia mengambil kesempatan dalam negoisasi!negoisasi di %ewan &asional yang tengah membahas persoalan itu, dimana ia kini telah mempunyai bargaining position yang cukup kuat. %an boleh dipastikan ia pun tentu tidak menyia!nyiakan hubungannya yang begitu dekat dengan Soekarno dan pengaruhnya yang cukup kuat terhadap Kabinet Karya. *kan tetapi, yang harus tetap diminati dan men,adi femomena yang menarik adalah bahwa golongan fungsional dan ide mengenainya sendiri ,uga mengalami perkembangan, terutama yang menyangkut status militer. %ewan &asional, sampai dengan bulan Ektober 195D, sebenarnya belum berhasil memperoleh kesepakatan atau setidak!tidaknya belum memberikan rumusan dan statement yang tegas dan ,elas mengenai status militer sebagai golongan fungsional. Kalangan partai politik, yang tentu merasa dirugikan dengan
1>

adanya golongan fungsional, bukan sa,a mempertanyakan masuknya militer, namun sampai dengan bulan Ektober sebagaian dari mereka menolak masuknya militer dalam ,a,aran golongan fungsional. Cntuk sebagian penolakan mereka disebabkan karena kehadiran militer di %P) yang nantinya hanya bersifat tun,ukan. Sebagian yang lain hanya berkisar pada ,umlah golongan fungsional militer dalam lembaga perwakilan. *kan tetapi yang tampaknya paling mencolok adalah kekhawatiran mereka menengai follow up selan,utnya dari status golongan fungsional yang diperoleh tentara dan kemungkinan!kemungkinan tentang akan semakin naiknya militer sebagai kekuatan yang ikut memegang dominasi. *kan tetapi pemikiran Soekarno sendiri, orang yang pertama kali mencetuskan gagasan golongan fungsional, sebenarnya ,uga mengalami perkembangan dalam memandang status militer. Ketika pertama kali melontarkan konsepsinya, setelah menyebutkan keanggotaan golongan # golongan fungsional, ia kemudian menambahkan / 8H dan disamping itu saudara!saudara, saya menghendaki duduk di dalam %ewan &asional ini Kepala Staf *ngkatan %arat, Kepala Staf *ngkatan <aut, Kepala Staf *ngkatan Cdara, Kepala Kepolisian &egara H.9 Keanggotaan personil militer di dalam %ewan &asional dengan demikian pada awalnya sebenarnya lebih bersifat sebagai anggota ex-officio, dan memegang keanggotaan golongan fungsional itu sendiri saat itu belum dirumuskan secara ,elas dan pasti # untuk sebagian hal ini tentu adalah karena alasan!alasan yang sangat bersifat politis. Status militer yang secara yuridis #formil masih ditempatkan di luar golongan fungsional sebenarnya ,uga diper,elas dengan Cndang!Cndang %arurat &o =ahun 195 yang
11

mengatur %ewan &asional. %alam pasal 1 ayat 0 dinyatakan bahwa anggota! anggota %ewan &asional diangkat dari / -13 golongan fungsional di dalam masyarakat, ->3 orang!orang yang dapat mengemukakan persoalan!persoalan daerah, -13 pe,abat!pe,abat militer dan sipil yang dianggap perlu,-03 menteri! menteri yang dipandang perlu. (eskipun demikian, dengan mengamati konstelasi politik yang ada, sebenarnya boleh dikatakan militer telah secara de facto masuk kedalam kelompok golongan fungsional. :arus diakui keadaan yang demikian sedikit banyak ,uga dipengaruhi oleh statemen Soekarno kemudian, yang banyak ditafsirkan mulainya diperhitungkan secara sungguh!sungguh militer sebagai golongan fungsional. Sehingga seorang master politik yang senantiasa bertindak taktis, Soekarno selalu mempertimbangkan pula kondisi#kondisi yang sering disebutnya sebagai das sollen dan das sein. %engan mengingat pula belum seluruh ide!idenya dapat terrealisasi, dan ,uga setelah memahami benar bahwa partai!partai tidak dimungkinkan untuk 8dikubur 8 atau / mengubur dirinya G, Soekarno pun meletakkan harapan yang kuat pada golongan fungsional. Golongan fungsional harus dapat bediri tegak sebagai sebuah kekuatan politik yang mampu menyaingi partai!partai, dan Soekarno menyadari benar bahwa tanda adanya militer didalamnya, golongan fungsional tentu akan mengalami kesulitan yang sangat serius dalam membentuk dirinya sebagai kekuatan yang dapat memenuhi harapan semacam itu. Selain itu kini Soekarno # bahkan boleh dibilang begitu berbeda dengan sementara negarawan dan politisi yang 8 seangkatan 8 dengannya # memang telah sangat serius dengan gagasannya untuk memberi kesempatan yang cukup luas kepada golongan militer untuk ikut mengambil peran dalam proses!prosers pengambilan keputusan politik sampai ketingkat
10

yang paling tinggi. Pemikiran dan perkembangan pemikiran, Soekarno mengenai golongan fungsional itu dengan demikian ,elas ikut men,adi faktor kuat yang mempersempit diterimanya militer secara penuh sebagai golongan fungsional. &amun demikian yang tetap menarik adalah bahwa &asution sendiri ,uga telah memberikan warna atau memberi kontribusi yang ikut mengembangkan gagasan golongan fungsional. 6ika suatu penelahaan kategoris dapat dibenarkan, maka paling tidak terdapat tiga hal yang terkandung dalam gagasannya yang walau bagaimanapun ikut memberi warna baru terhadap perkembangan golongan fusngsional selan,utnya. Pertama, golongan fungsional harus tetap dapat eksis dan berkembang tanpa perlu menggilas atau mengubur partai!partai politik. Golongan fungsional dengan demikian harus men,adi sebuah kekuatan politik yang tangguh tanpa perlu men,adi satu!satunya kekuatan politik yang tangguh tanpa perlu men,adi satu!satunya kekuatan politik di +ndonesia. Kedua, ke dalam golongan fungsional harus dimasukkan pada kelompok militer sebagai salah satu kekuatan politik, bukan sa,a untuk kepentingan militer, namun ,uga untuk untuk kepentingan golongan fungsional pada umumnya. Golongan fungsional bahkan haruslah men,adi status ideal bagi militer saat itu untuk memberikan dasar kepadanya dalam segala partisipasinya yang menyangkut kehidupan politik kenegaraan. Ketiga, walau bagaimanapun kepada golongan fungsional harus diberikan landasan konsitusional, dan hal itu paling *khirnya satu faktor lain yang ternyata memang telah begitu berpengaruh dan ikut mempercepat pengkuan de jure militer sebagai salah satu golongan
15

fungsional, adalah posisi tawar &asution yang kini semakin kuat dan sikap tegas yang ditun,ukkannya kemudian. =idak dapat dipungkiri bahwa, disadari atau tidak, pidato # 6alan =engah # yang diucapkan &asution telah secara khusus berpengaruh dan men,adi faktor pemicu yang kuat. Eleh karena kecuali merupakan perumusan dwifungsi dan menawarkan sebuah konsep politik militer yang kompromistis, yang memang kemudian diterima oleh berbagai kalangan, bagian lain dari pidato!pidato itu memberikan isyarat yang cukup ta,am tentang kemungkinan yang dapat ter,adi seandainya konsepsi dan tawaran baik tentara itu tidak memperoleh perhatian yang semestinya dan dikotomi sipil!militer atau perlakuan diskriminatif terhadap kelompok militer tetap diberlakukan. %an hal ini lantas banyak diinterprestasikan sebagai sebuah pressure tersendiri. .eberapa kalangan bahkan, dengan agak berlebihan, menganggap hal itu sebagai ancaman &asution bahwa ,ika konsep kompromistisnya, ditolak, maka ia tidak akan dapat men,amin militer bisa men,auhkan diri dari kekerasan untuk menghindari diskriminasi perlakuan politik yang diterimanya. &amun terlepas dari anggapan yang demikian, fakta menun,ukkan bahwa memang kemudian segera ter,adi perkembangan yang begitu cepat dalam proses negoisasi di %ewan &asional. :anya berselang satu minggu setelah &asution menyampaikan pidatonya, %ewan &asional segera mengadakan sidang kembali yang berlangsung tanggal 19,>2 dan >1 &oBember 195D. %alam sidang inilah akhirnya dirumuskan golongan fungsional dan perincian golongan!golongan fungsional dalam masyarakat +ndonesia. Perincian golongan!golongan fungsional ini telah membuat semakin ,elas, dan pasti, status militer dalam pentas politik, yaitu sebagai bagian atau salah
1'

satu golongan fumngsional. (iliter dikategorikan sebagai Golongan Fungsional Angkatan Bersenjata, yang terdiri dari *ngkatan %arat, *ngkatan <aut, *ngkatan Cdara dan Kepolisian, dengan menasukan pula di dalamnya EK% -Erganisasi Keamanan %esa3 dan EP) -Erganisasi Pertahanan )akyat 3. :asil sidang %ewan &asional yang diselenggarakan satu minggu setelah pidato 6alan =engah itu men,adi sangat penting artinya bagi kedudukan dan peranan politik golongan tentara dalam waktu!waktu berikutnya. %an walau bagaimanapun hal itu harus dipandang pula sebagai bagian dari serangkaian kemenangan &asution sebagai pemimpin militer dalam negoisasi!negoisasi yang berlangsung di %ewan &asional. Pertama, militerlah mendapat pengakuan secara de ,ure sebagai golongan fungsional, sebagaimana gagasan &asution, tanpa ia harus melakukan sesuatu tindakan kekerasan sebagai pressure sebagaimana dikhawatirkan banyak kalangan ketika itu Kedua, sidang telah menyetu,i usulan &asution untuk memperpan,ang berlakunya keadaan perang dan memutuskan untuk mengusulkannya kabinet dan parlemen. Ketiga, dan ini ,uga sangat penting, sidang telah menyet,ui rumusan kompromis &asution mengenai ,umlah wakil militer dalam komposisi %P) yang akan dibentuk, yaitu ber,umlah 15 orang atau 11,5 persen dari seluruh ,umlah anggota. Sebagai institusi yang telah melibatkan diri dalam setiap pembicaraan politik tingkat tinggi dan merupakan berkumpulnya kekuatan!kekuatan yang semakin membesar, terutama tentu Soekarno dan militer, maka pengaruh %ewan &asional men,adi semakin menentukan, baik terhadap parlemen maupun terutama terhadap kabinet. :anya berselang sekitar kurang dari tiga
1

bulan setelah %ewan &asional mengambil keputusan!keputusan penting yang telah dihasilkan %ewan &asional. =anggal 19 ;ebruari 1959 kabinet akhirnya berhasil merumuskan keputusan!keputusan penting . Kabinet telah sampai pada rumusan!rumusan mendasar mengenai sistem politik %emokrasi =erpimpin, dengan sebuah keinginan untuk kembali ke CC% 1905. Sementara itu status militer dal"am pentas politik telah pula mendapatkan perhatian yang besar. Pembahasan kabinet tentang golongan fungsional bahkan boleh dibilang secara khusus lebih ditekankan pada kedudukan dan peranan politik militer. Keputusan final kabinet alkhirnya menyebutkan # sebagaimana sebagai salah satu golongan fungsional, yaitu Golongan ;ungsional *ngkatan .ersen,ata. Golongan fungsional ini akan terdiri dari *ngkatan %arat, *ngkatan <aut, *ngkatan Cdara, Kepolisian serta PK% dan EP). .ersama golongan fungsional lain, Golongan ;ungsional *ngkatan .ersen,ata akan dimasukkan dalam komposisi keanggotaan %P), %P*, dan (P). Keanggotaan golongan fungsional *ngkatan .ersen,ata di %P) dilakukan melalui mekanisme pengangkatan oleh presiden dan akan ber,umlah 15 orang atau 11,5 persen dari keseluruhan ,umlah anggota %P). Kabinet akhirnya memutuskan bahwa # sebagaimana pula gagasan &asution # kesemuanya itu akan diletakkan dalam kerangka CC% 1905. :asil akhir sidang Kabinet Karya itu kemudian oleh %,uanda disampaikan dalam rapay pleno %P) tanggal > (aret 1959. (enarik sekali adalah bahwa ketika berdiri di hadapan parlemen, %,uanda memberikan ulasan yang cukup luas mengenai militer. %engan pan,ang lebar di,elaskan bahwa militer harus diakui sebagai sebuah kekuatan politik, dan status paling tepat untuk itu setelah sebagai golongan fungsional. Sebagai golongan fungsional, militer
1D

akan mempunyai hak untuk duduk di lembaga!lembaga kenegaraan seperti %P),%P* dan (P). Secara tegas %,uanda ,uga menyebutkan bahwa militer sebagai kekuatan sosial politik bahkan telah melontarkan ide kembali ke CC% 1905. Serangkaian keputusan %ewan &asional dan kabinet mengenai golongan fungsional, dan bahkan mulai diadakannya pembahasan mengenai hal itu di parlemen, tentu merupakan perkembangan yang sangat cepat dan menarik. =ampaknya tidak begitu berlebihan ,ika dikatakan bahwa perkembangan! perkembangan itu tentu tidak dapat dilepaskan sepenuhnya dan telah memperlihatkan semakin kuatnya, katakanlah, bargaining position &asution dan terutama, diterimanya beberapa gagasan politikinya yang pengaruhnya telah begitu menguat. .agian penting diantaranya yang perlu diperhatikan, misalnya, tentu menyangkut perkembangan gagasan mengenai golongan fungsional. :arus diingat bahwa pada perkembangan awalnya golongan fungsional belum sepenuhnya dalam suatu kerangka dasar konsitusional yang ,elas dan pasti. %an sebagai sebuah kekuatan politik, ia ketika itu belum sepenuhnya dimasudkan sebagai wadah bagi militer dalam memperikan partisipasi politiknya. Sementara sekarang ini golongan fungsional secara ,elas dan pasti diletakkan dalam kerangka konsitusional CC% 1905. Kemudian didalamnya tercakup pula militer, dan bahkan status ini telah men,adi dasar yang tepat bagi partisipasi yang luas dari golongan tentara dalam melakukan peranan!peranan non!militernya. Penempatan militer dalam insitusi!insitusi kenegaraan bahkan ,uga telah disebutkan seperti yang diamanatkan oleh CC% 1905.

19

&asution dengan demikian bahkan tidak sa,a telah berhasil meletakkan legitimasi konsitusional bagi keterlibatan militer dalam kehidupan politik, namun bahkan ,uga berhasil menempatkan posisi dan fungsi politik golongan tentara dalam kerangka mainstream politik yang ada, dan dengan demikian militer akan men,adi kekuatan politik yang masuk kedalam sistem, sehingga partisipasi politiknya men,adi legal. %alam sebuah pidatonya &asution menyebutkan bahwa keberadaan militer sebagai Golongan ;ungsional *ngkatan .ersen,ata akan dapat disesuaikan dalam sistem politik %emokrasi =erpimpin, dan setelah berlakunya kembali CC% 1905, maka militer telah diakui dan disahkan secara resmi sebagai golongan fungsional atau golongan karya. :asil ini merupakan puncak kema,uan yang dicapai militer ketika itu atas serangkaian proses per,uangannya untuk memperoleh kedudukan dan peranan yang paling ideal dalam kehidupan politik negara. Proses itu sendiri tidak terlepas dari per,alanan bangsa ini menu,u diterapkannya bangunan sistem politik baru, demokrasi terpimpin, dan di mana dwifungsi *.)+ yang telah diformulasikan, ketika itu mau tidak mau memang harus bisa akomodatif dan men,adi bagian integral didalamnya. &amun demikian memang kedudukannya yang lantas terlihat men,adi semacam subsistem demopkrasi terpimpin itu men,adikan partisipasi politik kelompok militer ketika itu legal!konsitusional dan ia merupakan kekuatan politik yang masuk kedalam sistem, sehingga ia tidak lagi mendapat cap, misalnya sa,a sebagai interest group yang berada diluar sistem. Perkembangan yang demikian ,elas dipahami benar oleh &asution dan para perwira yang memiliki kesadaran politik yang tinggi, yang sungguh!sungguh menyadari rpolitik yang ada dan

>2

menempatkan kearifan dan kedewasaan berpolitik diatas pertimbangan! pertimbangan mereka. - :endri Supriyatmono, 1990 / 11D # 1> 3 Se,ak Ektober 19'5 Soeharto menghadapi legitimasi, bagi bagi dirinya sendiri maupun untuk kalangan militer sebagai suatu kekuatan politik yang makin lama makin menan,ak. Cntuk menangkis tuduhan sebagai seorang perampas kekuasaan, se,ak awalnya Soeharto menyatakan dirinya terikat pada Cndang Cndang %asar 1905, dan dengan demikian Presiden diIpilih dan bertanggung ,awab kepada (P) -sebuah lembaga yang terdiri dari semua anggota %P) ditambah dengan se,umlah wakil dalam ,umlah yang sama yang dipilih oleh daerah dan kelompok masyarakat yang tidak secara langsung terwakili di parlemen3. Se,ak memegang kekuasaan, untuk setiap keputusannya yang penting Soeharto selalu mencari persetu,uan dari (P). 6ika pada tahun 19'' dan 19' hal ini bisa diru,ukan pada keadaan darurat dan kebutuhan untuk menunda sementara prosedur!prosedur normal -dan untuk mendasarkan legitimasi pemerintah atas pemberian wewenang eksekutif yang luas dari Presiden Soekarno3, men,elang 19'D dan 19'9 segala pembenaran dan cara!cara semacam itu ,elas tidak sesuai lagi bagi suatu re4im yang secara terbuka terikat untuk memegang teguh prosedur # prosedur konsitusional . <ebih dari itu, meskipun hak Soeharto atas ,abatan kepresidenan -ia terpilih secara resmi oleh (P) pada (aret 19'D3 tidak tersaingi, seringnya perwira!perwira militer memaerkan kekuasaan semena! menena dan berlan,utnya 8proses penghi,auan8 - penempatan perwira militer pada ,abatan!,abatan nonmiliter di pemerintahan3 merupakan sumber ketidakpuasan rakyat dan telah meletuslah se,umlah demontrasi mahasiswa. Sikap menentang tindakan!tindakan tertentu para perwira dan tentara, sikap menentang dwifungsi *.)+ yang dipakai sebagai pembenaran ideologis
>1

utama bagi keterlibatan militer di dalam politik, dan sikap menentang seorang ,endral men,adi presiden merupakan serangkaian langkah!langkah pendek, setidak!tidaknya dalam waktu dekat, barangkali tidak akan menyebabkan tumbangnya re4im itu, tetapi pasti akan menimbulkan kesulitan lebih besar dalam mempertahankan citra positif mengenai kewenangan Presiden dan pemerintah yang dimpimpinnya, baik di kalangan elite politik +ndonesia maupun di mata pemerintah dan inBestor .arat. Sebaliknya, sebagai seorang presiden yang dipilih oleh (P) hasil pilihan rakyat untuk suatu masa ,abatan penuh, kedudukan Soeharto dalam menghadapi kelompok oposisi di masa mendatang, dari mana pun datangnya, akan sangat kukuh. (eskipun dilingkupi ras was!was dan keraguan bagi Presiden Soeharto ada logika yang tidak dapat dielakkan mengenai pendapat untuk menyelenggarakan pemilkihan umum 19 1 adalah motiBasi yang ada dibelakangnya, yang pada dasarnya antipartai. %i kalangan militer, di mana keputusan!keputusan semacam itu dibuat, gagasan antipartai sudah lebih dari satu dasawrasa mendapat dukungan luas. Partai!partai adalah pesaing dalam memperoleh kekuasaan, pemberi pandangan dunia yang lain, dan penggerak keresahan rakyat. %alam pandangan kaum militer, kelompok 8ekstrim 8 kanan -+slam3 yang berafiliasi dengan partai dan kelompok ekstrim 8kiri9 - komunisme3 sudah berkali!kali mengancam keamanan dan kestabilan )epublik dan merusak integritas *.)+. :al itu memaksa militer bertindak untuk memulihkan ketenangan baik di tubuh militer sendiri maupun di dalam negeri secara keseluruhan.

>>

%ilemma yang dihadapi Presiden Soeharto, yakni bagaimana memenangkan pemilihan umum yang dapat memperkuat legitimasi bagi dirinya sendiri dan memungkinkan dipertahankan doktri dwifungsi *.)+ seraya menolak legitimasi partai. =erpecahkan dengan membentuk sebuah partai semu yang didukung pemerintah, yaitu Golkar - ) $illiam <iddle, 199> / 11> # 11' 3 Seperti kita ketahui semula Golkar didirikan oleh Presiden Soekarno untuk menampung golongan yang bukan partai politik seperti pegawai negeri, pemuda, buruh, petani, pengusaha dan kaum professional - P6 Suwarno, >229 / >>5 3 Kelahiran Golkar tidak lepas dari peran dan dukungan dari militer sebagai reaksi atas meningkatnya kampanye PK+. (iliter menggalang kekuatan politik melalui unsur!unsur golongan fungsional -golongan yang tidak berafiliasi pada suatu partai, termasuk militer3. @ang kemudian disatukan dalam suatu federasi bernama Sekretariat .ersama Golongan Karya -Sekber Golkar3. Pembentukan Sekber Golkar pertama kali ditu,ukan untuk merespon PK+ dan kekuatan sayap kiri lainnya, bukan men,adikan partai politik untuk mengatur negara. :anya setelah kudeta PK+ tahun 19'5, Sekber Golkar secara berangsur!angsur berubah men,adi semacam partai politik. *palagi setelah kudeta PK+ 19'5 dapat digagalkan oleh militer, maka militer muncul men,adi satu!satunya kekuatan sosial dan politik yang sangat berpengaruh dalam pemerintahan. Ketika Erde .aru muncul, Sekber Golkar men,adi pilihan pemerintahan Erde .aru, karena menganggap tidak ada satu pun partai politik yang mewakili kepentingan militer. Partai politik lebih mementingkan dirinya dan kelompoknya, antara lain &C, (asyumi, P&+ dan Parkindo. Eleh karena itu
>1

pemerintah men,atuhkan pilihannya kepada Sekber Golkar sebagai alat untuk men,amin posisi dominan militer di dalamnya. (iliter mulai memainkan pernan politiknya dengan memberikan dukungan dan membangun mitra seper,uangan kepada Sekber Golkar sewaktu melawan PK+. Pada tanggal 12 6uli 19'', 6endral Soeharto sebagai Ketua Presedium Kabinet memberikan pidato tertulis dalam 8Pekan <atihan Sekber Golkar 8 dengan mengungkapkan bahwa Golkar harus mempunyai sense of mission. Kemudian pada tanggal 5 September 19'', dalam kedudukannya sebagai (enteri Pertahanan 6endral Soeharto mengeluarkan instruksi kepada keempat Kepala Staf *.)+ untuk menyediakan semua fasilitas yang dimungkinkan bagi pengembangan Sekber Golkar dan pelaksanaan tugas! tugasnya, baik di tingkat nasional maupun daerah. Se,ak itu dimulailah reBitalisasi Sekber Golkar yang ditu,ukan untuk melegitimasi sekaligus men,amin posisi dominan militer. (eskipun peran militer di bawah Soeharto sudah menancapkan kukunya dalam Sekber Golkar, namun masih ada beberapa masalah yaitu bahwa pe,abat!pe,abat Sekber Golkar masih dikendalikan orang!orang Soekarno seperti .rig,en %,uhartono, +mam Pratignyo -&C3 dan 6K =umakaka - eJ P&+3, yang duduk di %epan Pemipinan Pusat -%PP3 Sekber Golkar. %alam (usyawarah Ker,a &asional -(ukernas3 + tanggal 9 # 11 %esember 19'5 Sekber Golkar masih berkutat dalam masalah konsolidasi organisasi dan pembentukan pengurus baru. %uduknya orang!orang Soekarnois dalam kepengurusan %PP, masih merupakan hambatan dalam reBitalisasi Sekber Golkar. .ahkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga -*% dan
>0

*)=3 masih menggunakan istilah!istilah Soekarno. Sebagai contoh, Sekber Golkar berdasarkan 8 Pancasila dan (anifesto Politik -(anipol 3 dan tu,uan Sekber Golkar adalah 8 (asyarakat Sosialis +ndonesia8. +stilah tersebut baru dihilangkan pada tanggal 11 (aret 19'' dan elemen!elemen pro!Soekarno secara berangsur!angsur disingkirkan, baik 6K =umakaka maupun %,uhartono. &amun demikian (ukernas + setidak!tidaknya merupakan langkah ma,u bagi militer dengan duduknya dua pe,abat militer sebagai pembina Sekber Golkar, yaitu *: &asution dan Soeharto. %alam (ukernas ++ tanggal > # &oBember 19' , masalah yang dibahas

masih seputar konsolidasi dan pembentukan kepengurusan baru %PP. Kali ini militer sudah mendominasi susunan kepengurusan %PP .rig,en %,uhartono diganti (ay,en Suparto Sukowati. %alam ,a,aran wakil ketua di,abat oleh (ay,en %,amin Ginting, Komodor ).E. Soenardi -*<3, Kobes %rs Poerwoto -PE<)+3, (ay,en (as +sman -Kosgoro3, (ayor K Soewarno, S: -*C3 dan (ay,en ): Sugandhi -(KG)3. Sedangkan Sekretaris 6endralnya adalah Kolonel %r : *mino Gondohutomo -Kosgoro3 sebagai wakilnya. =okoh!tokoh di atas, selain Soetomo :onggowongso, semuanya adalah militer. %alam (ukernas ++ ini ,uga dihasilkan beberpa keputusan penting, antara lain tentang 8Panca Gagasan8 yang isi pokoknya sebagai berikut / 1 3 Konsolidasi dilakukan dengan mengadakan pengelompokan organisasi anggota!angota berdasarkan kekaryaan dalam induk organisasi " >3 Pengelompokan berdasarkan sukarela " 13 Pelaksanaan konsolidasi diserahkan kepada %PP :arian dan diberi batas waktu selambat!lambatnya ' bulan " 0 3 %PP ditugaskan pula untuk menyusun rancangan Pedoman %asar
>5

dan Pedoman )umah =angga, disesuaikan dengan konsolidasi tersebut " 53 &ama dan bentuk organisasi tetap Sekber Golkar. &amun ternyata pengelompokan anggota Sekber Golkar tidak dapat terselesaikan. Sampai saat itu, masih terdapat >21 organisasi dalam Sekber Golkar yang belum berafiliasi. .eberapa organisasi seperti SEKS+, (KG) dan Kosgoro menolak pengelompokan tersebut, karena khawatir akan kehilangan basis kekuatannya sendiri. Karena sampai awal tahun 19'9 konsolidasi dan reorganisasi Sekber Golkar yang belum ada kema,uan, maka Presiden Soeharto menugaskan .rig,en %ar,atmo, *sisten Kepala Staf =&+ *% bidang Sosial Politik, untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pada tanggal >> 6anuari 19'9, diadakan pertemuan antara pemimpin Sekber Golkar dengan personel!personel :ankam di *uditorium :ankam membahas masalah tersebut. =ernyata yang hadir dalam pertemuan tersebut hanya 1 orang dari Sekber Golkar, yaitu (ay,en Suparto Sukowati, Kol %r *mino Gondhoutomo, dan $artono dan seorang lainnya dari :ankam, yaitu Kol, *mir (urtono sebagai asisten (ay,en %ar,atmo. Pertemuan tersebut disamping membahas reorganisasi Sekber Golkar ,uga membahas persiapan dan strategi Sekber Golkar dalam Pemilu 19 1. %alam pertemuan tersebut disamping membahas reorganisasi Sekber Golkar ,uga membahas persiapan dan strategi Sekber Golkar dalam Pemilu 19 1. %alam pertemuan tersebut akhirnya diputuskan bahwa Sekber Golkar akan men,adi sebuah badan federasi, yang terdiri dari beberapa kelompok induk organisasi -Kino3, yaitu SEKS+, (KG), :ankam, dan Karya Pembangunan, Kino Karya Pembangunan -Gerakan Pembangunan3 yang kemudian sangat berpengaruh, baru dibentuk dan komposisinya belum ,elas. Sedangkan bahasan yang menyangkut strategi pemilihan umum
>'

menghasilkan dua alternatif utama, yakni / 13 setiap kino akan berpartisipasi dalam pemilu sebagai satu kesatuan aksi yang independen " >3 kino akan menggunakan satu tanda gambar pemilihan umum. Pada awalnya Kosgoro ingin berpartisipasi dalam pemilu secara independen dengan tanda gambar tersendiri. &amun keinginan tersebut ditolak karena ini berarti akan terdapat beberapa pusat kekuatan yang berbasis pada kino yang berada di luar pengawasan Soeharto dan :ankam. Pada awal 6uli 19'9, ketika batas waktu enam bulan sudah lewat dalam proses reorganisasi belum selesai, akhirnya %ewan Pimpinan :arian Sekber Golkar memberi mandat penuh kepada Ketua Cmum Sekber Golkar, (ay,en Suparto Sukowati untuk melaksanakan konsolidasi yang dituangkan dalam keputusan &omor Kep!12 FSekber F19'9, tanggal 6uli 19'9. .erdasarkan Kino, yaitu / mandat tersebut, maka dikeluarkan Keputusan &omor Kep!52 FSekber GolkarF19'9, tanggal 9 Ektober 19'9, tentang pembentukan Kino Kosgoro, Kino Soksi, Kino (KG), Kino Ermas :ankam, Kino Karya Profesi, Kino Gakari, dan Kino Karya Pembangunan. %ari pengelompokan >21 organisasi men,adi kino tersebut, organisasi besar seperti Soksi, Kosgoro dan (KG), mampu mempertahankan identitasnya. :al ini memperlihatkan bahwa ketiga organisasi tersebut mempunyai pengaruh besar dalam Sekber Golkar saat itu. %isamping terbentuknya Kino di atas, terbentuk ,uga panitia harian Sekber ketua Kino

Golkar yang baru, yang susunan panitianya terdiri dari Ketua di,abat oleh (ay,en Suparto Sukowati, Sek,en oleh Kol Supard,o dan sebagai anggota , yakni (as +man - Kosgoro3, Suhardiman -Soksi 3, (ay,en Sugandhi -(KG)3, .rig,en Gatot Suwignyo -:ankam3, .rig,en %r *mino
>

Gondhoutomo -kelompok profesi dan intelektual3, (ay,en %,amin Gintings -Gakari yang merupakan gabungan berbagai organisasi pegawai negeri 3 dan %rs Sumiskun -Gerakan Pembangunan3. %ilihat dari komposisi kepengurusan, terlihat bahwa sebagian besar pe,abat adalah militer. :al ini menun,ukkan bahwa militer benar!benar mendominasi Sekber Golkar. Cntuk kepentingan per,uangan dan dalam rangka usaha memurnikan pengertian golongan fungsional, maka timbullah pemikiran#pemikiran di kalangan pimpinan =&+!*% dan tokoh!tokoh golongan fungsional di lembaga!lembaga legislatif. Keanggotaan golongan fungsional di (P)S dan %P)G) dengan segera dimurnikan dalam arti, bahwa yang berhak duduk di (P)S dan %P)G) sebagai wakil golongan fungsional adalah wakil golongan fungsional murni, yaitu golongan fungsional yang tidak berafiliasi ke suatu partai politik -parpol3. Cntuk memurnikan golongan fungsional di %P)% + dan ++, maka Pemerintah mengeluarkan Peraturan (enteri %alam &egeri &omor 1> =ahun 19'9, yang pada waktu itu terkenal dengan Permen 1>. +si pokoknya adalah bahwa anggota %P)G) yang mewakili golongan fungsional adalah harus dari golongan fungsional murni. Ketentuan ini membantu kristalisasi Sekber Golkar. .erdasarkan Permen 1> itu, pemerintah dalam hal ini (enteri %alam &egeri melakukan kegiatan#kegiatan permurnian. Sudah tentu kegiatan pemurnian ini mendapat tantangan keras dari partai!partai politik yang merasa dirugikan, tetapi akhirnya dapat diselesaikan dengan baik. %engan adanya usaha#usaha pemurnian golongan fungsional maka Sekber Golkar melakukan usaha!usaha yang intensif dalam rangka melebarkan sayapnya ke seluruh wilayah +ndonesia. Pengurus Sekber Golkar =ingkat + yang telah ada
>D

dikonsolidasikan dan %aerah =ingkat -%ati3 + yang belum terbentuk segera dibentuk pengurus Sekber Golkar. Penyusunan Sekber =ingkat ++ dilakukan pula secara intensif, sehingga dalam waktu yang relatif singkat pengurus Sekber Golkar tingkat + dan ++ dapat berfungsi sebagaimana mestinya sebelum Pemilu 19 1. Ketua Sekber Golkar di %ati + pada umumnya di,abat oleh Purnawirawan *.)+ dan banyak pula yang di,abat oleh anggota *.)+ yang masih aktif. Ketua Sekber Golkar di %ati ++ hampir semuanya di,abat oleh anggota *.)+ yang masih aktif. %engan demikian Sekber Golkar mulai tampak sebagai kendaraan *.)+ untuk siap membawanya dalam memenangkan Pemilu guna mempertahankan kekuasaan. (unculnya Golkar sebagai kekuatan baru sering dianggap sebagai kekuatan 8boldu4er Erde .aru9 karena dalam kaitan ini, Golkar didukung oleh tiga kekuatan dominan Erde .aru, yaitu 13 *.)+ sebagai kekuatan kunci untuk melakukan 8tekanan9 atas kekuatan sipil yang mencoba mengganggu kekuatan Golkar" >3 .irokrasi, dalam hal ini dibentuknya Kokarmendagri # sebagai cikal bakal munculnya 8mono!loyalitas8 pegawai negeri kepada Golkar dan akhirnya dikukuhkan melalui Korps Pegawai )epublik +ndonesia -Kopri3 dan 13 Golkar di,adikan 8alat Erde .aru8 untuk melanggengkan kekuasaannya melalui formulasi yang dianggap demokratis dengan tata cara dan prosedur pemilihan umum, Sidang Cmum (P), dan dengan adanya %ewan Perwakilan )akyat. Semuanya unsur itu penting bagi Erde .aru, apalagi pada masa#masa awal, untuk mendapatkan kepercayaan dari dalam dan luar ngeri.

>9

Sebagai kekuatan 8buldoser Erba9, hubungan antara Golkar, *.)+ dan pemerintah dekat sedemikian rupa sehingga semua unsur itu harus mempunyai peran dalam suatu sinergi untuk memenangkan Golkar dalam pemilihan umum dan men,aga stabilisasi proses politik di parlemen maupun pelaksanaan program pembangunan. :ubungan antara *.)+ dan Golkar, oleh Erde .aru pada awalnya digunakan untuk melawan kekuatan politik warisan Erde <ama khususnya partai mayoritas, seperti dua -&C dan (asyumi3 yang merupakan representasi partai umat +slam -basis kaum santri3 dan ,uga P&+ yang merupakan representasi nasionalis kiri dan abangan :ubungan ini, terutama sekali, digunakan untuk melawan kembalinya kekuatan komunisme di +ndomesia dalam kehidupan politik. Cntuk men,aga stabilitas politik dan hubungan antara *.)+ dan Golkar, dibuatlah dua model struktur, yaitu / Pertama, pada aras elit, disusunlah suatu ,en,ang keterwakilan anggota %P) mulai dari pusat hingga %P)% ++ dengan diimbangi oleh pengawasan dan kontrol dari *.)+. %i tingkat pusat dikontrol langsung oleh (abes *.)+ sebagai penentu atas perwakilan ;raksi *.)+ di %P) dan termasuk ,uga untuk mengontrol ;raksi Golkar yang akan duduk di pusat. %i tingkat proBinsi, pengawasan dilakukan oleh Panglima %erah (iliter -Pangdam3, sementara di tingkat daerah -%P)%++3 dilakukan oleh Komando %istrik (iliter -Kodim3. Kedua, pada ras massa, dibuat kebi,aksanan masa mengambang dengan ciri utama, massa di tingkat desa dan Komando )ayon (iliter - Koramil 3 untuk tingkat kecamatan. Eleh sebab itu, secara konseptual, 8massa mengambang8 yang diberlakukan oleh Erde .aru sangat berbeda dengan pengertian 8massa mengambang8 dalam ka,ian teoritis. :al ini ter,adi karena pengertian massa mengambang
12

8 pada masa Erde .aru sangat sarat dengan rekayasa politik dalam bentuk intimidasi, teror, dan tekanan terhadap 8massa bawah8 di pedesaan dalam pelaksanaan pemilihan umum pada masa Erde .aru. )ekayasa ini dimaksudkan agar partai politik, kecuali Golkar, tidak ada yang men,alin hubungan dengan massa akar rumput, konsep 8massa mengambang8 merupakan rekayasa politik Erde .aru untuk memotong basis partai politik. Selain diatas, rapat!rapat yang dilakukan oleh kader partai politik lain harus dilaporkan, baik ke Koramil maupun .abinsa, sementara %anramil - Komandan %aerah )ayon (iliter3 merupakan Ketua Sekber di tingkat kecamatan. Keharusan setiap partai di tingkat lokal -pada tataran massa3 untuk melapor setiap kegiatannya kepada %andim maupun %anramil, merupakan upaya untuk melakukan secara ketat terhadap aktifitas partai politik non!Golkar. Sementara, keduanya adalah merupakan Ketua Sekber Golkar di tingkat cabang dan anak cabang. =idak hanya sekedar itu, diskriminasi dalam penggunaan fasilitas kantor Kodim dan Koramil, serta berbagai fasilitas lainnya ,uga ter,adi. 7eramah!cermah Golkar ,uga diisi oleh pe,abat!pe,abat *.)+ aktif baik dari Kodim maupun Koramil, bahkan ditambah lagi dengan beberapa tindakan untuk menciptakan dan menekan aras massa yang telah diambangkan sebagaimana teresbut diatas. Semua itu merupakan sinergi hubungan Golkar dengan *.)+ dalam menciptakan suatu model format politik yang menggusur lawan politiknya, untuk menciptakan mayoritas tunggal. (odel format ini dilakukan mengingat pemerintah baru masih ragu!ragu, apakah Golkar yang masih terserak oleh kepentingan politik dapat memenangkan pemilihan umum yang di,adwalkan pada tahun 19 1. Eleh karena itu, disamping memperkuat
11

posisi dan konsolidasi Golkar pemerintah Erde .aru ,uga melancarkan gagasan perombakan politik pada tahun 19'9 dan mulai menciptakan aturan! aturan dan dorongan ke arah fusi partai politik. - *rif @ulianto , >22> / >5> ! >'5 3 %alam pemilihan umum tahun 19 1 yang lalu usaha!usaha untuk men,adikan Golkar sebuah organisasi politik besar. $alaupun kadang! kadang melalui cata!cara yang dianggap berlebihan atau di luar kewa,aran. menghasilkan sebuah sukses yang sangat gemilang. Erganisasi politik itu secara sangat menyolok sekali menang mutlak dalam pemilihan umum tersebut dengan memperoleh >1' kursi %P) yang diperebutkan. %i samping itu ia masih mendapat >5 kursi dari 122 kursi yang disediakan sebagai ,atah bagi anggota %P) yang diangkat. @ang 5 lagi di,atahkan untik *.)+. %engan demikian gabungan antara Golkar ->'1 kursi 3 dan *.)+ - 5 kursi 3 sebesar 11' kursi adalah 1 L dari semua kursi yang ada di dalam %P) baru yang ,umlahnya 0'2 buah. Sulit untuk di sangkal bahwa hasil pemilihan umum di atas merupakan sebuah bukti dari suksesnya Pemerintah Soeharto di dalam bidang politik. %ari sini dapat pula dilihat perbedaan yang ,elas antara Soekarno dan Soeharto. Kalau Soekarno terutama mengandalkan kekuasaannya pada pengaruh kharismanya sebagai seorang pemimpin dan pada kepandaiannya memang kuncu keseimbangan antara kekuatan!kekuatan politik yang saling bersaing dan bertentangan, maka Soeharto terutama mengandalkan kekuasaannya sebagai kepala eksekutif pada membangun organ!organ politik yang kuat, militer dan Golkar. Eleh karena itu, kalau kekuasaan politik Soekarno yang besar tampak tidak efektif karena tidak adanya organ
1>

politik yang kuat sebagai landasannya, maka kekuasaan politik Soehartp dengan adanya militer dari Golkar yang men,adi landasan dan pendukung utamanya tampak sangat efektif. - *lfian, 19 D / 5> 3 *pabila hubungan *.)+ dengan PPP dan P%+ lebih banyak diwarnai dengan interBensi terutama menyangkut suksesi kepemimoinan partai dan masa!masa kampanye pemilihan umum, hubungan *.)+ dan Golkar lebih banyak bersifat simbiosis mutaalisme -saling mengutungkan3. .ahkan dalam pilar struktur politik yang dibangun selama masa Erde .aru dapat dikatakan bahwa hubungan *.)+ dan Golkar tak terpisahkan. :al itu dapat dipahami karena *.)+!lah yang membidani kelahirannya Golkar. *.)+ dan Golkar dapat diibaratkan sebagai mesin pelanggeng kekuasaan Erde .aru *.)+ sebagai mesin intimidasi dan represi, sedangkan Golkar merupakan mesin politik untuk memobilisasi massa dan mendapatkan legitimasi politik melalui pemilihan umum. Suksesnya Golkar dalam pemilihan umum berarti suksesnya *.)+ mempertahankan kekuasaan yang telah ia raih. Peran *.)+ pada (unas + Golkar tahun 19 1 sangatlah besar baik sebagai alat pengaman, ,uga sebagai alat dukungan politis untuk menegakkan kewibawaan Golkar di mata partai!partai lain. %ukungan lain ,uga diberikan dalam hal yang bersifat kelembagaan, yakni dengan integrasinya seluruh keluarga besar *.)+ -K.*3 kedalam ,a,aran pendukung utama Golkar dalam setiap Pemilu. .ahkan, eratnya hubungan keduanya tercemin ,uga dari ,umlah perwira aktif yang duduk di ,a,aran kepengurusan Golkar. Pada (unas + Golkar di Surabaya, 0 # 9 September 19 1, *.)+ menempatkan perwira aktif kedalam %ewan Pengurus Pusat. Selain itu
11

hampir seluruh daerah tingkat + dan daerah tingkat ++, ,abatan Ketua Golkar selalu dipegang oleh *.)+ aktif. Cntuk daerah tingkat ++ rata!rata mereka berpangkat perwira menengah setingkat kolonel, sedangkan untuk daerah tingkat +, mereka berpangkat perwira tinggi bintang satu. :al yang menon,ol dari (unas 1 Golkar ini adalah selain adanya konsentrasi kekuasaan di 6akarta dan perebutan kekuasaan antar!kelompok ,uga adanya dominasi militer dalam kepengurusan Golkar. :al tersebut terlihat nyata bahwa dari awal penyelenggaraan (unas, misalnya, dari ''2 delegasi yang hadir dalam (unas, separuh di antaranya adalah tokoh dari militer sehingga dapat diduga bahwa satu di antara dua wakil daerah -baik tingkat proBinsi maupun kabupaten3 adalah militer. Selain itu dari >9 wakil yang bertindak sebagai ,uru bicara dalam (unas tersebut, hanya dua orang yang berasal dari sipil. @akni seorang pembicara yang mewakili %PP dan seorang pembicara yang mewakili faksi sipil di %P). Struktur Erganisasi Golkar dalam (unas + ,uga mengalami perubahan. Selain menetapkan (usyawarah &asional -(unas3 sebagai lembaga pembuat keputusan yang diselenggarakan tiap lima tahun sekali, struktur organisasi baru Golkar ,uga menetapkan %ewan Pembina sebagai .adan Kksekutif. %ewan Pimpinan terdiri atas %ewan Pimpinan Pusat -%PP3 dan %ewan Pimpinan %aerah -%P%3 =ingkat + dan ++. Setiap pimpinan dilengkapi dengan satu %ewan Pembina dipimpin oleh militer. (en,elang akhir (unas ++ 19 D, dilaporkan bahwa komandan militer daerah secara otomatis men,adi Ketua %ewan Pembina %aerah. Struktur ganda ini merupakan suatu bentuk pengawasan militer atas rekan!rekan sipilnya.

10

6ika pada awal pembentukan Golkar, %ewan Pembina berada di luar struktur Golkar, maka pada (unas + ini diputuskan bahwa %ewan Pembina dimasukan sebagai 8 bagian struktur resmi Golkar9. %ewan Pembina inilah yang berfungsi sebagai badan pembuat keputusan yang sesungguhnya, meskipun menurut aturan dalam anggaran dasar, %ewan Pimpinan Pusatlah yang bertindak baik sebagai pembuat kebi,akan maupun sebagai badan pelaksana. 6ika melihat komposisinya, struktur %ewan Pembina ini dapat dikatakan bahwa militer sangat mendominasi dalam kepengurusan. :al ini terlihat dari komposisi struktur dewan yang terdiri / Presiden Soeharto -Pembina Ctama 3, .rig,en Pangabean -Ketua3, *dam (alik -$akil Ketua3, dan .rig,en Sapard,o -Sekretaris 6endral3. Sementara itu, anggotanya yang terdiri dari 1D orang, hanya tiga yang berasal dari sipil -)adius Prawiro, $id,o,o &itisanto, dan :arun Main3, sedangkan sisanya 15 orang berasal dari militer berpengaruh seperti *li (oertopo, %ar,atmo, Sidharmono, +bnu Sutowo, dan Ketua =rikarya. Cntuk men,alankan roda organisasi Golkar, militer ,uga men,adi salah satu sumber dana yang cukup penting. (eskipun tidak ada angka yang pasti, terdapat indikasi kuat bahwa +bnu Sutowo, melalui Pertamina, men,adi penyumbang terbesar Golkar, selain rekanan! rekanan Presiden Soeharto. :al ini terlihat dari pembelian yang dilakukan *li (oertopo terhadap +bnu Sutowo selama ter,adinya skandal korupsi Pertamina pada tahun 19 5. Selain mendominasi kepengurusan %PP Golkar dan sumber dana bagi Golkar dukungan militer terhadap Golkar ,uga tercermin dalam banyakanya penggunan kekerasaan politik -intimidasi3 oleh aparat militer pada
15

masyarakat dalam pelaksanaan Pemilu 19

. Kekerasaan politik yang

dilakukan oleh *.)+ pada pemilihan umum tahun 19 1 dan tahun 19 sangat menon,ol ,ika dibandingkan dengan pemilu yang dilaksanakan pada periode berikutnya. Kekerasaan yang dilakukan oleh *.)+ kepada masyarakat selalu dikaitkan dengan isu gerakan PK+. 6ika masyarakat tidak memilih dan mencoblos Golkar mereka dicurigai dan dicap oleh pihak pemerintah dan *.)+ sebagai orang PK+ apalagi ,ika orang tersebut memilih P%+. Pada waktu 6endral ( 6usuf men,abat sebagai Panglima *.)+ mulai adanya upaya menanta ,arak hubungan *.)+ dengan Golkar. Pada (unas Golkar di %enpasar 19 9 disetu,ui keputusan penting pada (unas Golkar / *.)+ aktif dilarang men,adi pengurus Golkar bahkan seorang purnawirawan *.)+ harus menunggu selama sepuluh tahun untuk bisa men,adi pengurus %PP Golkar. Selain itu, Ketua %ewan Pembina di tingkat propinsi dan kabupaten yang dahulunya secara otomatis dipegang oleh komandan militer lokal, diganti dengan kepala wilayah daerah masing!masing. Kedua kebi,aksanaan di atas dipandang oleh beberapa kalangan sebagai upaya 8sipilisasi 8 di kalangan Golkar. 6ika dicermati lebih ,auh, kebi,aksanaan tersebut hanya sebagai upaya meredam se,umlah kritik yang selama ini muncul bahwa militer terlalu banyak mengurusi persoalan sipil dengan memanfaatkan doktrin %wi ;ungsi serta sebagai usaha 6endral ( 6usuf untuk melakukan akomodasi dengan kelompok +slam. Pengalihan %ewan Pembina dan Komandan (iliter kepada wilayah, pada dasarnya tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap proses 8sipilisasi8 di tubuh Golkar. :al ini karena kebanyakan kepala
1'

wilayah baik di daerah tingkat + dan ++ dipegang oleh orang militer yang masih aktif -ditugaskaryakan3 ataupun yang sudah purnawirawan. Sementara itu, meskipun kursi %PP harus digantikan dengan ,endral purnawirawan, koordinasi antara mereka dengan ,endral!,endral aktif yang ada di lapangan tidak terputus. Selain itu, ,abatan kunci dalam %PP masih tetapi dipegang oleh militer. Pada (unas ++ 19 D, Golkar kembali mengadakan perubahan organisasi. 6abatan Pembina Ctama dan Pembina Kedua yang dipegang oleh Presiden dan $akil Presiden dihapuskan. :anya %ewan Pembina Pusat yang dipertahankan dan Soeharto dipilih sebagai Ketua .adan Pembina. 6ika pada (unas + %ewan Pembina berfungsi sebagai badan pembuat keputusan, dalam (unas ++ fungsi Ketua %ewan Pembina diperkuat, yakni berhak mengangkat dan memberhentikan anggota %PP. +a ,uga dapat membekukan %PP. Selama masa pembekuan tersebut, fungsi %PP akan diambil alih oleh Ketua %ewan Pembina yang dipegang oleh Soeharto. Kebi,aksanaan baru ini membawa implikasi yang sangat besar dan dapat dikatakan sebagai awal sentralisme kekuasaan di tangan Soeharto. .ahkan :arian Kompas, dalam salah satu ta,uknya, mengomentari 8H perombakan #perombakan itu - organisasi Golkar3 membuat semuanya men,adi sangat eksplisir bahwa Soeharto kini adalah pemimpin Golkar yang sebenarnya. Struktur baru lainnya dalam organisasi Golkar pada (unas ++ ini adalah dibentuknya %ewan Pemimpin :arian yang terdiri dari sebelas orang yang diketuai oleh 6endral ( Panggabean. *nggotanya terdiri atas enam wakil dari militer - %ar,atmo, *mir (achmud, Sudharmono, *li (oertopo dan :

1

*lamsyah )atu Prawiranegara3, dan empat teknokrat -Prof $id,o,o &itisastro, (ashuri S:, %rs )adius Prawira dan %r 6. Sumarlin 3. (asih dominannya militer di dalam ,a,aran kepengurusan Golkar itu men,adikan Golkar sebagai mesin pemilu yang sangat efektif untuk melegitimasikan kekuatan militer. Pada posisi yang demikian, tidak mengherankan ,ika militer dalam setiap penyelenggaraan pemilihan umum mempunyai kewa,iban dan tanggung ,awab untuk selalu memenangkan Golkar. (eskipun 6endral ( 6usuf mendesak militer untuk bersikap netral dalam pertarungan partai politik dan Golkar pada pemilu 19D>, kontak! kontak rahasia antara militer dengan %PP Golkar untuk memenangkan pemilu men,adi sesuatu yang tidak dapat dihindarkan. Pada tanggal 1 Ektober 19 9, di kantor (enteri Pertahanan dan Keamanan -(enhankam3 ter,adi pertemuan antara <aksmana =&+ Sudomo -kemudian men,adi Pangkopkamtib3 yang mewakili %ephankam dan *li (oertopo -Ketua %PP Golkar3 didampingi oleh empat wakil ketuanya. Kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa *.)+ adalah anggota utama keluarga besar Golkar dan bahwa pertemuan yang teratur antara Golkar dan *.)+ akan diselenggarakan, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Pertemuan tersebut ,uga menyepakati Kolonel :aris Soegiman3 mewakili :ankam3 dan Sukardi -mewakili Golkar3 sebagai pe,abat penghubung. Pertemuan!pertemuan yang dilakukan oleh pihak :ankam dan Golkar semakin mematangkan persiapan pemenangan Golkar dalam pemilihan umum itu. .eberapa strategi dilakukan untuk mempertahankan Golkar sebagai mayoritas tunggal. Pada bulan September 19D1, misalnya, *li (oertopo selaku (enteri Penerangan, mendesak Koprs Pegawai &egeri
1D

Sipil )+ - Kopri3 untuk melakukan kampanye di lingkungan mereka sendiri untuk memilih Golkar. %ia ,uga menginstruksikan para pe,abat di kalangan %epartemen Penerangan -%eppen3 untuk menggalang loyalitas pegawai negeri %eppen tersebut kepada Golkar. Strategi lain yang cukup efektif memberikan kontribusi besar dalam pemenangan Golkar adalah pembuatan keputusan baru yang menetapkan seluruh Kepala Kelurahan men,adi Pegawai &egeri melalui CC &o 5. 19 9. Pengerahan ,a,aran birokrasi, baik di tingkat desa maupun perkotaan dalam pemilu ini mampu menyumbangkan lebih dari >2 ,uta suara terhadap Golkar. Selain melakukan pengerahan birokrasi dalam meraup perolehan suara di daerah!daerah, militer masih tetap mengusung itu PK+, gerakan pengacau keamanan NGPK3 dan organisasi yang dianggap telah melakukan makar terhadap negara untuk mengintimidasi masyarakat yang tidak mau memilih Golkar. =idak ,arang intimidasi yang dilakukan aparat militer ini mengarah pada tindakan kekerasaan bahkan penganiayaan. Pengintimidasian ini dilakukan pada tingkat ,aran militer paling bawah yaitu .abinsa -.untara Pembina %esa3. .erbagai usaha tersebut akhirnya membawa hasil yang memuaskan di mana Golkar memenangkan pemilihan umum pada tahun 19D> dengan perolehan suara '0,10L. Sedangkan PPP memperoleh > , D L dan P%+ mendapatkan 1,5L . (eskipun Golkar telah mengalami kema,uan yang pesat baik dalam perolehan suara dalam pemilihan umum maupun dalam berorganisasi, namun hal itu tidak membuat Golkar puas. Peningkatan simbol keagamaan -+slam 3 dan simbol primordial yang berlangsung tahun 19D>, men,adikan Golkar harus berhitung dengan cermat untuk mempertimbangkan kedua hal
19

tersebut dalam menghadapi pemilihan umum tahun19D . Ketakutan turunnya perolehan suara dalam pemilihan umum 19D , akibat menguatnya simbol!simbol keagamaan -+slam3 dianggap merupakan ancaman serius bagi sistem politik yang lebih luas. Cntuk itu, pemerintah melakukan persiapan secara komprehensif untuk konsolidasi sistim politik melalui pengesahan CC Peratahanan Keamanan 19D> dan <ima Paket )CC Politik. Cpaya pemerintah menggembosi kekuatan +slam sangat tercermin dalam salah salah satu klausul yang mengharuskan penggunaan Pancasila sebagai satu!satunya asas bagi seluruh kekuatan sosial politik. Kebi,akan ini banyak mengundang kritik di kalangan +slam. ;raksi PPP sempat protes keras atas pencantuman klausul tersebut, namun pada akhirnya dapat menerima ,uga. .eberapa kalangan menganggap sikap PPP ini ter,adi karena adanya tekanan dari pemerintah. Sementara itu, tokoh cendikiawan (uslim, Prof %r %eliar &oer, mengatakan bahwa dengan diterimanya asas tunggal tersebut, berarti PPP menolak kebhinekaan masyarakat +ndonesia. :al ini bertentangan dengan prinsip dermokrasi dan hanya akan memisahkan +slam dari politik sebagai suatu yang bertentangan dengan a,aran agama +sl"am. %eliar ,uga mengatakan bahwa ideologi Pancasila ,ustru cenderung mendorong ke arah sekulerisasi dan sistem satu partai, yang menurut pandangannya tidak akan menguntungkan bagi perkembangan negara pada umumnya. %i tengah perdebatan penggunaan asas tunggal tersebut, ter,adi sebuah peristiwa berdarah yang dikenal sebagai Peristiwa =an,ung Priok. +nsiden bentrokan antara massa dan militer tersebut, diduga ter,adi karena adanya kekhawatiran di kalangan +slam bahwa penerapan asas tunggal Pancasila akan membuat mereka kehilangan indentitas dan semakin memperlemah
02

kekuatan +slam. =idak lama setelah ter,adinya Kasus =an,ung Priok, muncul kasus pengeboman di 6akarta dan @ogyakarta yang diyakini penguasa saat itu mempunyai kaitan dengan Peristiwa =an,ung Priok. .eberapa tokoh oposisi, seperti :) %harsono dan Sanusi diadili dan dipen,ara sehubungan dengan persitiwa ini. =indak kekerasan yang dilakukan militer dalam Peristiwa =an,ung Priok dan penangkapan tokoh!tokoh +slam dalam Kasus Pengeboman .7* -.ank 7entral *sia3 # yang sampai saat ini tidak terbukti kebenarannya!pada dasarnya merupakan upaya militer untuk mengikis kekuatan +slam yang dianggap dapat mengganggu Golkar di sisi lain. Kerusuhan!kerusahan yang ter,adi tidak mengendurkan niat pemerintah untuk meratifikasikan lima paket CC Politik yang cendeerung hanya menguntungkan Golkar. .ahkan, dengan mulus pemerintah dapat menggolkan pasal penambahan kursi dal"am %P) yang semula 5 men,adi 122 dan >5 L untuk setiap %P)% tingkat + dan ++. Penambahan kursi %P) tersebut se,alan dengan disahkannya CC% &o > tahun 19D> tentang Ketentuan!Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan )+. %alam CC tersebut ditetapkan bahwa *.)+ tetap akan memainkan peranan baik dalam bidang pertahanan keamanan maupun sosial politik. %engan CC tersebut, semakin kukuh dan legitimate posisi *.)+ dalam percaturan politik di +ndonesia. <angkah lain yang dilakukan pemerintah untuk memarginalisasikan partai! partai politik PPP dan P%+ adalah dengan memutuskan massa akar partai. Strategi ini ditempuh dengan membatasi aktiBis partai politik hanya di tingkat ibu kota kabupaten, sedangkan cabang dan ranting partai di tingkat
01

kecamatan dan desa diganti Komisaris Kecamatan -Komcat3 dan Komisaris %esa -Komdes3. Pada organisasi massa, pemerintah menghilangkan mekanisme ormas sebagai onderbouw partai dengan menyebutkan bahwa pembinaan organisasi massa dilakukan pemerintah. Selain itu, pemerintah ,uga berhak untuk membekukan dan membubarkan organisasi massa ,ika mereka melanggar salah satu ketentuan dalam pasal sebelumnya. Sementara itu, kalangan internal Golkar sendiri berusaha melakukan berbagai pembenaran untuk tetap mempertahankan kemenangannya. Setahun setelah kemenangan pemilihan umum tahun 19D>, tepatnya tanggal >2!>5 Ektober 19D1, Golkar mengadakan (unas +++ di 6akarta pada >2 # >5 Ektober 19D1. Secara pribadi Presiden Soeharto memberikan pidato sambutan. %ia menyatakan bahwa Golkar harus mereorganisasikan diri untuk menghadapi tantangan masa depan, menekankan pentingnya kaderisasi Golkar dan mendesak Golkar melan,utkannya peranan sebagai pembela Pancasila. %alam (unas ++ ini terdapat beberapa perubahan mendasar dalam *%F*)= Golkar mengenai wewenang %ewan Pembina mempunyai hak / 13 (engubah kebi,aksanaan dan keputusan yang dibuat oleh %PP Golkar" >3 %ewan Pembina berhak membekukan %PP Golkar" dan 1 3 %ewan Pembina berhak memutuskan komposisi personil %ewan Pertimbngan %aerah. %alam (unas ++ terpilih Presiden Soeharto sebagai %ewan Pembina Golkar dan Soedharmono sebagai Ketua Cmum %PP Golkar. (emang perubahan! perubahan mengenai %ewan Pembina ini telah dibahas dalam (unas ++ Golkar pada 19 D, tetapi tampaknya dewan pimpinan gagal meloloskannya. %engan perubahan!perubahan *)= ini men,adi ,elas bahwa %ewan Pembina
0>

yang diketuai oleh Presiden Soeharto men,adi sangat berkuasa. Kontrol Presiden Soeharto atas Golkar telah diformalkan. Perubahan lainnya dalam (unas ++ adalah perubahan Golkar dari partai massa ke partai kader. Sebenarnya, gagasan partai kader pernah diutarakan oleh %ar,atmo pada tahun 19 2, namun saat itu banyak ditentang oleh Kubu :ankam karena dipandang hanya akan memperkuat kekuasaan *li (oertopo yang berada di luar :ankam. Pada saat itu, selain <et,en Soemitro, Soeharto sendirilah yang menolak gagasan tersebut. .eberapa kalangan berpendapat bahwa rencananya kembali gagasan kaderisasi oleh Soeharto pada (unas ++ dipandang sebagai upaya untuk mengendalikan Golkar sepenuhnya sekaligus untuk menghadapi kerasnya kritik kalangan oposisi, baik yang berasal dari kalangan sipil maupun dari kalangan militer sendiri. Gagasan tersebut pada akhirnya diterima oleh seluruh peserta (unas tanpa ada kritikan, apalagi perlawanan. %alam (unas ++ ini ada perubahan penting lainnya dalam anggaran dasar yakni / 13 %alam pasal 1 *%, ada dua ayat baru dimasukkan. Salah satunya menyatakan bahwa Golkar adalah kekuatan sosial politik yang merekut sekelompok kader dari setiap tingkatan tanpa memperhatikan latar belakang sosial, kesukuan, ataupun keyakinan agama, se,auh mana mereka setia pada ideologi negara, Pancasila, dan program pembangunan nasional, >3 Pasal ' *% yang sudah diubah menyatakan bahwa Golkar akan semakin meningkatkan ker,a sama dengan *.)+, terutama dalam hal dwi fungsi, demi terciptanya persatuan antara *.)+ dan rakyat. 13 Pasal menyatakan

01

bahwa Golkar berdasarkan sistem keanggotaan indiBidual anggota adalah kader!kader bangsa. - *rief @ulianto, >22> / 129 # 1>5=idak ada satupun perlawanan terhadap Presiden Soeharto untuk ,abatan Ketua %ewan Pembina Golkar, maupun terhadap <et,en -purn3 Soedharmono untuk ,abatan Ketua Cmum Golkar %ia dianggap sebagai seorang tokoh berpengaruh dan orang kepercayaannya Soeharto, Sek,en Golkar Sarwono Kusumatmad,a dalam suatu wawancara menyatakan secara terus terang bahwa idealnya Soeharto harus mern,adi Ketua Cmum Golkar tetapi karena kehadirannya secara langsung tidak dimungkinkan, orang terbaik terbaik keduanya adalah Sekretaris &egara Soedharmono karena dialah yang mengetahui pemikiran Soeharto. %ikabarkan Soedharmono tidak cukup dekat dengan Sek,en Sarwono Kusumatmad,a, seorang bekas tokoh mahasiswa .andung yang mempunyai hubungan erat dengan <. (oerdani, tapi lebih dekat kepada .endahara Golkar, Marlos Maghlul yang berasal dari Sekretariat &egara dan merupakan anak buahnya. %alam (unas ++ ini, untuk pertama kalinya komposisi di %PP di dominasi oleh kalangan sipil dan lebih dari separoh anggota adalah tokoh!tokoh muda. :ampir tidak ada ,endral aktif yang duduk di ,a,aran kepengurusan %PP Golkar. &amun demikian, hapusnya militer aktif di dalam %PP Golkar bukan berarti kemenangan kelompok sipil. Kenyataannya, dilaporkan bahwa para pemimpinan muda Golkar hanya dimanfaatkan oleh tokoh!tokoh tua untuk melaksanakan keputusan!keputusan mereka. %i bawah kepemimpinan Sudharmono, sistem keanggotaan baru

diperkenalkan pada 19D0. Pendaftaran untuk men,adi anggota Golkardirybah
00

men,adi sukarela. =erserah kepada indiBidu untuk memutuskan apakah yang dia ingin masuk men,adi anggota Golkar atau tidak. =eorinya, orang boleh bergabung ke dalam Golkar ataupun parpol, tetapi pada prakteknya, banyak orang dari sektor pegawai negeri atau swasta memilih Golkar ketimbang parpol. (enurut Sudharmono, untuk bisa diakui sebagai anggota Golkar, orang diharuskan mendaftar secara resmi. *nggota!anggota organisasi lain yang berafiliasi kepada Golkar bukanlah anggota Golkar sampai mereka terdaftar secara resmi. Sudharmono ,uga mengatakan bahwa anggota Golkar harus bisa membaca dan menulis dan mengikuti Penataran P 0. =ampak bahwa kampanye rekutmen berpusat di kawasan perkotaan. Presiden Soeharto dan istrinya didaftarkan sebagai dua anggota Golkar yang pertama, Kendatipun pendaftaran sebagai anggota Golkar bersifat sukarela , banyak pengusaha dan golongan intelektual yang diharapkan bergabung dengan partai pemerintah itu. %osen!dosen uniBersitas, misalnya, merasakan tekanan untuk men,adi anggota Golkar. Sementara itu anggota %PP Kadin di 6akarta secara kolektif masuk Golkar pada 6uni 19D0. %i 6akarta sendiri, sekitar 1'9.ooo formulis disebarkan pada awal 19D0, dan hingga 6uni 19D0 sebanyak '5.222 di antaranya sudah kembali. Golkar ,uga bermaksud menarik anggota dari kawasan pedesaan, %ar,atmo, Ketua (P)F%P) mengatakan bahwadi setiap desa Golkar menarik sekitar 122 kader. 6ika 122 kader di angkat dari setiap desa, akan muncul ',5 ,uta kader di luar 0D ,uta suara Golkar yang diraih dalam pemilu 19D>. =etapi kegiatan pembentukan kader mungkin tidak akan berhasil di bawah tingkat kecamatan karena tidak ada cukup banyak patronase - dalam bentuk ,abatan! ,abatan atau kontrak!kontrak yang bisa dibagikan 3.
05

(asih terlalu dini untuk mengatakan apakah Golkar akan berkembang men,adi sebuah partai kader yang sebenarnya seperti yang direncanakan oleh pimpinan puncaknya atau tidak. =etapi satu hal ,elas se,ak 19D0 Golkar telah berhasil berekut sebagian besar tokoh masyarakat +ndonesia. =ampaknya orang boleh berpendapat bahwa masyarakat +ndonesia mengalami proses 8Golkarisasi 8. Pada 19D , Sudharmono dikutip sebagai mengatakan bahwa Golkar memiliki >D ,uta anggota, dan dari ,umlah tersebut diperkirakan 9 ,utanya adalah para kader. %engan reorganisasi Golkar dan disahkannya Cndang!undang yang berhubungan dengan Pancasila, Golkar sudah siap ma,u dalam pemilu 19D . .eberapa perkembangan yang ter,adi sebelum pemilu telah menguntungkan Golkar, Seperti disebutkan sebelumnya, PPP mengalami perpecahan segera setelah pemilu 19D> dan komponen terpenting, &C, menarik diri dari partai tersebut. +ni berarti bahwa anggota!anggota &C kini bebas memilih partai yang manapun. (en,elang akhir 19D', muncul pernyataan resmi yang dikemukakan pemimpin!pemimpin &C bahwa anggota!anggotanya tidak lagi diwa,ibkan memilih PPP. .eberapa pemimpin &C bahkan bergabung dengan Golkar untuk menggembosi PPP. %i sampaing itu, pertikaian internal PPP, antara 6ohn &aro dan Sudard,i serta antara &aro dan )idwan Saidi, membuat PK+ semakin terpecah belah. Perpecahan di tubuh PPP itu akhirnya memperlemah partai itu dalam pemilu. *da faktor lain yang cenderung memperlemah kekuatan PPP sebagaimana yang ,uga dialami P%+. Peraturan!peraturan baru menentukan bahwa seluruh pidato kampanye harus disensor lebih dulu sebelum disampaikan. Periode
0'

kampanye dibatasi hanya sampai >5 hari dan sesudah itu akan ada masa tentang selama 12 hari sebelum hari pemilihan dilakukan. Golkar mendominasi panggung politik +ndonesia, tetapi hingga pemilu 19D sudah tidak lagi berniat untuk mendirikan partai negara atau sistem dwipartai yang terdiri dari sebuah Golkar yang kuat dan PPP yang lemah. Perhatian kini lebih besar dicurahkan kepada P%+ yang memperlihatkan suara yang terus merosot dalam pemilu!pemilu sebelumnya. Cntuk pertama kalinya 6endral (oerdhani mendukung P%+. %alam sebuah sambutannya pada konferensi para pemimpin P%+, (oerdani mengatakan bahwa 8 masyarakat sedang meletakkan harapan baru kepada P%+ untuk membawa aspirasi!aspirasi mereka di bawah Pancasila dan CC% 1905 dengan lebih baik. 8 %ia ,uga mengharapkan agar partai itu akan men,adi 8 lebih segar, lebih dinamis, dan lebih bermutu9 serta bisa menyumbangkan 8 sesuatu yang berharga untuk bangsa ini.9 P%+ berusaha menarik suara dengan mencalonkan tokoh!tokoh terkemuka seperti putra!putra Soekarno, meskipun hanya (egawati Soekarnoputri dan suaminya yang berhasil mendapatlan tiket untuk bertahan di P%+. .agi pemerintah ada keprihatinan bahwa ,ika P%+, men,adi terlalu lemah dan tenggelam, tidak akan ada penyanggga antara PPP dan Golkar. =etapi ,ika Golkar memenangkan setiap kursi # sesuatu yang toidak mungkin karena +ndonesia karena +ndonesia adalah masyarakat yang sangat beragam # hal itu akan menimbulkan citra buruk bagi pemerintah +ndonesia baik di dalam maupun di luar negeri.

0

$alaupun demikian, Golkar harus dipastikan menang dalam pemilu. Sebagai partai pemerintah, Golkar sangat beruntung karena memiliki saluran!saluran dan fasilitas!fasilitas resmi. (enteri!menteri berkampanye untuk Golkar ,auh sebelum masa kampanye yang resmi dimulai. (ereka menggunakan ,abatan!,abatan resmi mereka untuk memasang listrik, dan air minum kedesa!desa, meresmikan mes,id!mes,id baru dan memberikan sumbangan ke pesatren!pensantren untuk mengesankan penduduk pedesaan di 6awa =engah dan =imur bahwa hanya pemerintah Golkar yang mampu mema,ukan pembangunan desa dan memberi mereka keuntungan. Pada mulanya PPP begitu kuat di 6awa =engah dan 6awa =imur, tetapi karena perpecahannya di daerah!daerah itu, Golkar berhasil mengambil keuntungan dari peluang tersebut. =idak seperti pemilu sebelumnya, peranan tentara tidak, mencolok selama berlangsungnya pemilu. .eberapa pengamat mengatakan bahwa itulah pemilu yang paling netral karena tentara mencoba berdiri di atas semua pihak. *bsennya tentara selama masa pemilu sangat kentara di 6akarta. $alaupun demikian, ini sama sekali tidak menun,ukkan bahwa tentara tidak berkepentingan. *gaknya, ini hanya menun,ukkan bahwa pemerintah yang didominasi militer semakin yakin diri dibandingkan pada masa!masa sebelumnya. (iliter telah merasuk begitu dalam ke birokrasi dan ini digunakan oleh Golkar untuk meraih suara. Kemenangan Golkar dalam lima pemilu dan diterapkannya Pancasila sebagai satu!satunya asas bagi semua organisasi massa telah menciptakan kesan bahwa Golkar men,adi sebuah partai negara dan bahwa +ndonesia sedeang bergeser ke arah sistem partai tunggal. Seperti dikemukakan
0D

sebelumnya, Presiden Soekarno pernah berusaha membentuk partai negara meskipun tidak berhasil. $alaupun demikian, setelah Soekarto memegang kekuasaan, beberapa tokoh pemimpin mulai menyuarakan konsep partai tunggal ini kembali. Pada 19D1, )oeslan *bdulgani yang pernah men,adi ideeolognya Soekarno dan kemudian men,adi ketua .P yang dibentuk oleh pemerintah Soeharto, pernah mengan,urkan konsep partai tunggal ini dalam ceramahnya di depan kongres K&P+. )oeslan menyatakan bahwa sistem yang ideal untuk +ndonesia adalah sistem partai tunggal yang didasarkan pada Pancasila. %i bawah sistem ini, harus ada kepemimpinan yang baik yang memiliki semangat Pancasila dan pengetahuan yang tinggi. Kepemimpinan semacam itu harus dudukung oleh kader!kader partai yang tidak hanya berdedikasi tetapi ,uga imaginatif dan mampu berkomunikasi dengan rakyat. Partai ini harus memiliki bais massa, terdiri dari orang!orang byang terlatih secara organisasi, baik dalam kelompok!kelompok fungsional maupun professional. )oeslan *bdulgani kemudian ,uga mengatakan bahwa Golkar telah memenuhi persyaratan!persyaratan organisasional dan hirarkis meskipun masih lemah dalam dalam hal ideologinya. +tulah sebabnya Golkar harus melakukan suatu 8transformasi cita!cita 8 dengan mengintegrasikan kedua partai politik lainnya agar mereka tidak menga,ukan keberatan. Csulan tentang sistim partai tunggal ini ditentang oleh banyak pemimpin Golkar dan pe,abat!pe,abat pemerintah karena dianggap tidak demokratis dan bertentangan dengan konsep Pancasila. <ebih penting lagi, ini akan mendorong kelompok!kelompok oposisi melakukan kegiatan#kegiatan esktra parlementer. Perkembangan yang ter,adi dalam arena politik adalah bahwa Golkar semakin dominan dan Pancasila telah diterima sebagai satu!
09

satunya asas oleh semua partai politik. (eskipun ada kecenderungan untuk bergeser ke arah sistim partai tunggal, akan tetapi pemerintahan Soeharto bermaksud mempertahankan sistem banyak partai seperti yang berlaku demi tercapainya cita!cita demokrasi dalam sistem politik +ndonesia yang diperlukan untuk melegitimasi kekuasaan militer. 6uga penting dicatat bahwa dengan diterimanya Pancasila sebagai asas tunggal dan Golkar sebagai representasi dari kebudayaan Pancasila ini, suatu usaha telah diciptakan untuk membentuk tradisi politik yang tinggal di +ndonesia. (eskipun belum masih belum ,elas apakah penciptaan kebudayaan politik ini akan ber,alan sukses di kemudian hari. - <eo Suryadinata, 199> / 1>2 # 1>D 3 *ffan Gafat secara ,elas mengkategorikan Golkar di era Erde .aru sebagai partai hegemonik -hegemonic party3. (enurut *ffan Gafar sistem kepartaian hegemonik ini muncul setelah Golkar secara meyakinkan dalam pemilu pertama Erde .aru tahun 19 1. %engan dukungan dan bantuan dari militer dan birokrasi. Golkar men,adi 8the hegemonic party8 dan memiliki kemampuan untuk menyuarakan dan menerapkan apa yang harus men,adi agenda politik bagi sebuah bangsa, termasuk bagaimana tatacara penyelenggaraan pemilu, yang pengorganisasian kembali partai!partai dan mana,emen organisasi!organisasi massa. (enurut <a Palombara dan $einer, sebagaimana dikutip Gafar, sistem politik hegemonik ter,adi ketika sebuah partai yang sama atau suatu koalisi yang didominasi oleh partai yang sama men,alankan kekuasaan pemerintah dalam satu periode yang pan,ang. Sistem hegemonik melibatkan satu partai yang berada dalam kontrol eksklusif mesin pemerintahan. .erangkat dari
52

definisi!definisi tentang partai hegemonik di atas, seperti yang didefinisikan dari <a Palombara dan $einer, sebagaimana dikutip Gaffar, maka dapat disimpulkan bahwa posisi partai hegemonik dengan kekuasaan adalah posisi yang menyatu. Partai hegemonik merupakan partai yang selalu berada dalam kekuasaan, baik di dikehendaki rakyat atau tidak. :ubungan antara partai hegemonik dengan partai saling menguntungkan. %i satu sisi partai bisa memperoleh dan mempertahankan posisi hegemoniknya karena bantuan total dari pemerintah, namun di sisi lain pemerintah mendapatkan legitimasi politik atas kekuasaannya dari kemenangan partai hegemonik itu. *kibat dari hubungan itu, posisi partai hegemonik tidak otonom dari kontrol kekuasaan dan cenderung di,adikan sebagai mesin penguasa sa,a. Partai hegemonik berada dalam sebuah sistem politik yang masih memungkinkan adanya kompetisi antar partai. :al inilah yang membedakannya dengan sistem satu partai. (eskipun demikian, sistem kompetisi antar partai dalam sistem politik hegemonik bersifat tidak sama dan tidak adil karena semua peraturan diarahkan untuk memenangkan satu partai yang didukung oleh pemerintah. :al inilah yang membedakan antara partai hegemonik dengan partai dominan. %i dalam sistem Partai %ominan memang ada satu partai yang memenangkan hampir seluruh suara yang diperebutkan, namun kemenangan ini bukan disebabkan karena sistem politik yang diarahkan untuk menguntungkan partai dominan itu tetapi lebih dikarenakan partai itu ditopang oleh loyalitas pemilihnya. Sebab lain munculnya sistem 8satu partai dominan8 berdasarkan Bersi *lmond dikarenakan suara partai!partai oposisi terpecah!belah sehingga tidak mungkin untuk menandingi partai yang dominan itu. Sebaliknya, kemenangan partai hegemonik tidak terkait dengan loyalitas pemilih atau
51

faktor suara partai!partai oposisi terpecah!pecah, namun lebih disebabkan oleh aturan pemilu yang didesain oleh penguasa yang didukung oleh partai hegemonik senga,a dirancang tidak kompetitif dalam pemilu. )otari kekuasaan tidak mungkin ter,adi di dalam sistem kepartaian hegemonic. Seperti dikemukakan <a Palombara dan $einer, sebagaimana dikutip Gaffar, bahwa sistem kepartaian hegemonik ter,adi ketika sebuah partai yang sama atau suatu koalisi yang didominasi oleh partai yang sama men,alankan kekuasaan pemerintah dalam suatu periode yang pan,ang. +nilah kemiripan antara sistem kepartaian hegemonik dengan sistem partai tunggal di mana dalam satu periode yang pan,ang. +nilah kemiripan antara sistem kepartaian hegemonik dengan sistem partai tunggal di mana dalam satu periode pan,ang hanya ada satu partai, yaitu partai pemerintah yang duduk dalam pemerintahan. Eleh karena itu, )anney mengkategori sistem kepartaian hegemonic sebagai sub!tipe dari sistem 8partai tunggal8 dan men,adi bagian dari modern dictatorship. ;aktor lain yang membedakan antara sistem kepartaian hegemonik dengan sistem partai tunggal sebagai diterapkan di Cni SoBiet hanyalah sebuah sistem kepartaian hegemonik, di mana pihak penguasa secara formal membolehkan adanya partai!partai lain dalam selain partai hegemonik meskipun suasana persaingan tidak kompetitif karena hegemonik didukung penuh oleh pemerintah. - )ully 7hairul *4war , >22- / >D # 1> 3 %engan kemenangan Golkar yang luar biasa dalam pemilu 19D , pengaruh Sudharmono, Ketua Cmum Golkar, ,uga mencuat secara menyolok +ni dapatdilihat dalam nominasinya sebagai calon $akil Presiden pada 19DD dan keberhasilannya kemudian. Kendati pencalonannya itu tidak mulus.
5>

=idak seperti yang dilakukan sebelumnya, Soeharto yang merupakan calon tunggal untuk ,abatan Presiden tidak menga,ukan satu namapun untuk dicalonkan sebagai $akil Presiden. utusan daerah3 itu Pada >D ;ebruari 19DD men,elang diadakannya sidang umum (P), ketua!ketua faksi -Golkar,*.)+ dan berkun,ung ke kediaman Presiden Soeharto dan menanyakan apakah dia sudah memikirkan siapa bakal calon $akil Presiden. Soeharto tidak menga,ukan satupun nama kecuali menyebutkan lima syarat untuk men,adi $apres. Syarat!syarat itu meliputi komitmen kepada Pancasila dan CC% 1905, kemampuan pribadi, punya hubungan dengan salah satu organisasi politik besar, dan bisa diterima oleh berbagai kelompo. %engan melihat persyaratan!persyaratan itu, rupanya Sudharmono adalah calon yang paling mungkin. :ari berikutnya secara resmi Golkar mencalonkan Sudharmono sebagai calonnya. +ni menyimpang dari praktek!praktek sebelumnya ketika $akil Presiden Cmar $irahadikusuma dia,ukan oleh Presiden pada 19D1, dia dicalonkan secara bersama!sama oleh ketiga faksi di (P). =ampaknya faksi *.)+ tidak mendukung pencalonan itu. Ketika ditanya tentang sikap faksi *.)+ menyangkut calon $apres, seorang pe,abat teras *.)+ dilaporkan mengatakan bahwa faksi *.)+ menyangkut calon $apres, seorang pe,abat teras *.)+ dilaporkan mengatakan bahwa faksi *.)+ akan menyatakan pandangannya pada > (aret pada saat Sidang Cmum (P). .aru setelah Soeharto mengumumkan pernyataan untuk memperlihatkan pilihannya, faksi *.)+ setu,u untuk mendukung Sudharmono . Kendati pun demikian, suatu insiden di (P) memperlihatkan beberapa keraguan mengenai pencalonan Sudharmono. Seorang ,endral dari faksi *.)+
51

menginterupsi sidang untuk menentang pencalonan $apres meskipun dia segera ditarik mundur. Kendatipun ada insiden seperti itu, Soeharto dan Sudharmono tetaIp dipilih sebagai Presiden dan $akil Presiden. Perhatian perlu diberikan pada pemilihan $akil Presiden karena adanya situasi khusus. Pada suatu saat Soeharto pernah menyatakan bahwa dia mungkin tidak menyelesaikan secara penuh masa ,abatannya 19DD # 1991. %alam kasus semacam itu $akil Presiden akan mengambil alih kekuasaan. +tulah sebabnya posisi $apres begitu penting. Kendati demikian Presiden Soeharto belakangan menyatakan bahwa dia berkeinginan untuk menyelesaikan masa ,abatannya secara penuh. Pernyataan ini barangkali meredakan kekhawatiran beberapa pemimpin militer yang menduga Sudharmono akan dengan mudah men,adi Presiden. (eskipun demikian, pemilihan Sudharmono men,adi penting dalam pengertian inilah untuk peretama kalinya selama Erde .aru, $akil Presiden ,uga sekaligus men,abat ketua organisasi politik yang besar. .eberapa orang pengamat mengatakan bahwa mungkin akan men,adi tradisi baru bahwa seorang pemimpin partai yang berpengaruh akan men,adi $akil Presiden dan berpeluang men,adi Presiden di kemudian hari. %engan dipilihnya Sudharmono men,adi $akil Presiden, timbul masalah apakah pada saat yang sama dia boleh men,abat sebagai Ketua Cmum Golkar. 6ika dibolehkan, tentunya dia akan memiliki kekuasaan yang besar, suatu persoalan yang memprihatinkan kalangan oposannya. Karena tidak adanya ketentuan yang mengatur bahwa $akil Presiden tidak boleh sekaligus memegang ,abatan sebagai Ketua Cmum Golkar, teorinya

50

Sudharmono tetap akan men,abat Ketua Cmum itu sampai (unas Golkar yang keempat yang akan diselenggarakan >2 Ektober 19DD. (unas Golkar yang keempat diadakan sekitar tu,uh bulan setelah pemilihan Presiden. %iyakini bahwa Ketua Cmum Golkar memiliki peluang untuk men,adi pemimpin +ndonesia di masa depan, terutama karena dia adalah ,uga $akil Presiden. =idak menge,utkan ,ika Sudharmono menyatakan keinginannya untuk dipilih kembali ,ika Sudharmono menyatakan keinginannya untuk dipilih kembali sebagai Ketua Cmum Golkar. Kendatipun demikian, kelompok :ankam tampaknya tidak menyukainya, Sebelum (unas, beredar desas!desus # yang sebenarnya sudah muncul se,ak pemilihan $apres # bahwa Sudharmono adalah anggota organisasi pemuda yang berhubungan dengan PK+ semasa Peristiwa (adiun -190D3. Sudharmono akhirnya dipaksa membantah di depan umum untuk menyatakan bahwa dia tidak pernah bergabung dengan PK+. Sebelum (unas, Ketua Golkar di Payakumbuh, Sumatra .arat, %atuk Syamsir *lamsyah, diketemukan terbukti pernah men,adi pemimpin P&+ sayap kiri dan pernah men,adi ketua panitia ulang tahun PK+ ke!05 di Payakumbuh pada 19'0. $alaupun Sudharmono adalah seorang pensiunan <et,en, dia tidak pernah diterima oleh kalangan militer sebagai anggota penuh. Salah satu alasannya adalah latar belakangnya. %ia adalah lulusan *kademi :ukum (iliter dan bertindak sebagai ,aksa militer. =idak seperti sebagian besar pemimpin militer yang merupakan ,endral!,endral lapangan, Sudharmono adalah seorang ,endral staf tanpa pengalaman tempur. .asis kekuatannya ada di

55

birokrasi ketimbang di lingkungan militer per se. =idak menge,utkan, militer akhirnya mencegahnya untuk dipilih sebagai $akil Presiden. Perilaku Sudharmono di Golkar ,uga men,engkelkan militer. %i bawah kepemimpinannya Golkar memasukan banyak orang sipil men,adi pemimpin!pemimpin organisasi itu. <ebih dari itu dia ,uga membuka keanggotaan Golkar bagi tokoh!tokoh (uslim yang merupakan bekas tokoh! tokoh PPP. Pembentukan basis kekuatan pribadi Soedharmono semacam itu dilihat banyak merugikan kepentingan militer. +tulah sebabnya, sebelum (unas keempat, militer men,adi sangat aktif untuk mempertahankan agar se,umlah besar militer tetap men,abat sebagai ketua!ketua Golkar daerah. Kampanye!kampanye dilancarkan dan personil!personil militer di pasang untuk men,adi ketua!ketua Golkar tingkat daerah. (en,elang dilangsungkannya (unas, militer tetap mendominasi kepemimpinan Golkar tingkat daerah. 6elaslah bahwa dominasi daerah dimaksudkan untuk menghalangi Sudharmono dipilih kembali sebagai Ketua Cmum. Seperti biasanya, nama calon untuk Ketua Cmum disarankan secara langsung atau tidak langsDung oleh Presiden Soeharto yang men,adi Ketua %ewan Pembina Golkar. Sebelum pengumuman calon, diumumkan bahwa calon haruslah seorang ,endral pensiunan dari generasi 1905 dan seorang pe,abat senior. Syarat ini sesuai dengan aspirasi para ,endral pensiunan yang ingin menggunakan Golkar sebagai basis politik mereka. &ama!nama yang beredar sebagai calon adalah )udini -(endagri3, Supard,o )ustam - (enko Kesra 3, Susilo Sudarman -(enparpostel3, dan Sudharmono.

5'

+su tentang Ketua Cmum di Golkar baru terpecahkan ketika Soeharto memberikan preferensinya kepada $ahono, soreang tokoh yang kurang terkenal yang pernah men,adi gubernur 6awa =imur. Sesuai dengan gaya Soeharto, dia menyimpan keputusannya untuk untuk dirinya sendiri dan baru diumumkannya belakangan kepada publik men,elang (unas. .anyak pengamat beranggapan bahwa $ahono dipilih karena hubungan dekatnya dengan Soeharto dan karena reputasinya sebagai sorang tokoh tanpa ambisi politik. .egitu diusulkan, ,endral pensiunan berusia '1 tahun itu didukung oleh semua wakil di (a,elis dengan suara bulat, memperlihatkan kekuasaan Soeharto atas Golkar. %engan terpilihnya $ahono sebagai Ketua Cmum Golkar, beberapa pengamat mengatakan bahwa posisi Sudharmono sebagai pengganti yang paling disukai Soeharto men,adi buyar. =erlepas dari spekulasi!spekulasi yang ditimbulkan karena pemilihan Ketua Cmum, (unas Golkar keempat itu ,uga menarik ditin,au dari aspek lain. +nilah (unas pertama yang diadakan setelah Golkar men,adi alat pribadi Presiden. %i samping itu, ada ,uga kelompok independen di Golkar yang mencoba untuk membuat Golkar lebih independen dari militer, meskipun ,elas bahwa usaha semacam itu tidak banyak berhasil. %i bawah Sudharmono, Golkar cenderung men,adi lebih demokratis dibandingkan sebelumnya dalam beberapa segi. Sebagai contoh, pemilihan ketua!ketua Golkar di tingkat daerah diputuskan oleh musyawarah daerah ketimbang oleh %PP. (unas Golkar yang keempat sekali lagi memilih Soeharto seabagai Ketua %ewan Pembina, menegaskan kembali kekuasannya atas Golkar. Sama dengan (unas!munas sebelumnya, ,abatan!,abatan strategis organisasi ini
5

masih dipegang oleh ,endral!,endral pensiunan -seperti misalnya Ketua Cmum $ahono, Ketua *K (anihuruk, Ketua Sugeng $id,a,a, dan $akil Sekretaris 6endral %r Suhardi 3. Sungguhpun begitu, banyak tokoh muda sipil yang memegang ,abatan eksekutif, seolah!olah melambangkan regenerasi parsial dari Golkar. *da kecenderungan bagi Soeharto untuk men,adikan Golkar lebih penting dibandingkan sebelumnya, tetapi bisakah Golkar berkembang men,adi sebuah partai politik sepenuhnya. - <eo Suryadinata, 1>9 # 110 3 =idak dapat disangkal bahwa Golkar sedang mempersiapkan diri untuk menyongsong Pemilu 199>. +ni bisa dilihat dari rapim Golkar yang diadakan pada bulan Ektober 1992 selama empat hari. %alam rapim tersebut, Soeharto sebagai ketua %ewan Pembina telah memberikan sambutan tertulis. +a menegaskan bahwa 8 Pemilu 199> bukanlah sekadar a,ang kegiatan untuk mendapat ,umlah dukungan suara sebesar!besarnya. Golkar harus dapat tetap melaksanakan peran utamanya sebagai kekuatan pembangunan dan modernisasi. %engan kata lain, tidaklah disangkal bahwa Golkar akan berusaha mendapat suara yang sebanyak!banyaknya. :al yang menarik ialah hubungan Golkar, *.)+ dan birokrasi. $ahono pernah dikutip oleh kantor berita *ntara bahwa 8 Golkar tidak akan mengambil ,arak dengan birokrasi dan *.)+, karena Golkar ingin mempertahankan hubungannya seperti yang selama ini. +ni berarti, *.)+ dan birokrasi sebagai tulang punggung Golkar masih bertahan hingga sekarang ini. &amun rupanya dalam beberapa tahun ini, ada perkembangan baru dalam dunia politik +ndonesia. Sikap *.)+ terhadap Golkar kurang kompak. *da sebagian pensiunan *.)+ menun,ukkan dukungan mereka kepada P%+.
5D

Kmpat puluh purnawirawan diberitakan sudah menggabungkan diri dengan P%+ baru!baru ini . 6uga dikabarkan bahwa posisi!posisi komisaris P%+ di tingkat kecamatan telah terisi 122 persen, sedangkan di desa!desa ,uga sudah mulai terisi 52 persen. =okoh P%+ -Soeryadi3 menginterpretasikan ini sebagai tanda bahwa orang sudah tidak takut lagi men,adi anggota P%+. Karena itu, ada yang berpendapat bahwa Golkar kini akan menghadapi tantangan hebat dari P%+ dalam pemilu 199>. %iperkirakan bahwa P%+ akan mendapat sokongan dari group yang tidak senang dengan Golkar dan pemilih muda yang untuk pertama kali memilih, yang ,umlahnya kira!kira 1 ,uta. (enghadapi situasi yang semacam ini, Pembina Ctama Golkar yaitu Presiden Soeharto, mengambil strategi baru dalam menyusun daftar pemilihan cal"on legislatif -caleg3 Golkar. Kabarnya daftar caleg yang selama ini dia,ukan oleh para pemimpin 8tiga ,alur 8 Golkar, yaitu Panglima *.)+, (endagri dan Ketua Cmum Golkar, diubah oleh Presiden. 7aleg yang terlampau Bokal atau yang latar belakang 8 tidak sesuai 8 telah dicoret oleh Pembina Ctama. (enurut laporan, nama!nama %P) yang selama ini 8dikenal dekat dengan kalangan *.)+ tersingkir dari nomer ,adi. %i antaranya (ar4uki %arusman dan 6usuf $anadi. .egitu pula calon dari ;raksi *.)+ yang tadinya berminat masuk Golkar, misalnya (ay,en Saiful Sulun, dan .rig,en -pol3 )oeskmini Koesomo yang sangat Bokal. @ang menarik tentang pemilu 199> ini adalah pasangnya +slam. Semua organisasi Peserta Pemilu -EPP3 ingin merebut pemilih +slam. (akin berpengaruhnya +slam dalam pemilu, ini ,uga dapat dilihat dari kampanye! kampanye Golkar, PPP, dan P%+. %alam kampanye ini, ,urkam ketiga EPP
59

sering menun,ukkan keislamannya. (isalnya, :armoko sering memekik/ 8 *llahu *kbar. Golkar (enang.9 Spanduk P%+ berbunyi 8+ndonesia negaraku, +slam agamaku, .anteng pilihanku9 Sedangkan slogan PPP berbunyi 8 %emi *llah, aku nyoblos .intang.9 =idaklah benar kalau Golkar semata!mata menon,olkan keislamannya untuk menarik pemilih. Sebagai partai pemerintah yang menguasai pelbagai mekanisme dan sumber, Golkar bisa membagi!bagi re4eki pembangunan kepada pemilih, meskipun pembagian itu tidak selalu merata. (en,elang pemilu, pembagian re4eki itu lebih kentara. Seperti biasanya, setiap EPP ber,an,i muluk!muluk. Golkar dalam kampanye itu ,uga men,an,ikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memerangi korupsi, membasmi kemiskinan, mengembangkan keterbukaan dan meningkatkan kualitas demokrasi. %i samping itu, Golkar masih tetap mendapat dukungan kuat dari birokrasi. Gubernur sampai kepala desa adalah pegawai pemerintah yang umukmnya anggota Golkar. Pegawai negeri yang masuk partai lain mendapat tekanan. .ahkan ada yang diberhentikan. .anyak guru sekolah negeri adalah anggota Golkar dan bisa mempengaruhi para murid sekolah menengah yang baru memiliki hak pilih untuk pertama kali. &amun, para mahasiswa agak kritis terhadap Golkar dan umumnya lebih condong kepada P%+ dan PPP. %alam minggu!minggu kampanye, banyak pemuda dan mahasiswa berkampanye untuk kedua partai itu. P%+ menampilkan diri sebagai partai yang membela wong cilik. Semboyannya dalam pemilu termasuk memperbaiki kehidupan rakyat ,elata dan meningkatkan demokrasi dalam politik. %alam bidang ekonomi, P%+ mengan,urkan pemerataan dalam peluang ekonomi, menghilangkan
'2

monopoli dan korupsi, khususnya memperbaiki tata niaga cengkih dan ,eruk. P%+ ,uga ingin mengubah sistem pembangunan nasional dengan menitikberatkan pada keadilan. %i samping itu, P%+ ,uga getol membicarakan pembatasan masa ,abatan presiden yang kemudian ditanggapi oleh Presiden bahwa ini merupakan 8 pengebirian CC% 1905 8 Konon, di beberapa tempat, caleg PPP dan P%+ beker,a sama dan mereka dan mereka menyeruhkan pemilih mencoblos PPP atau P%+, asal bukan Golkar. %idahului Persatuan =arbiyah +slamiyah -Perti3 yang men,adi bagian dari PPP, mengeluarkan imbauan kepada PPP, Golkar, dan P%+ supaya 8mencalonkan kembali 6endral =&+ Purnawirawan Soeharto sebagai Presiden )+ untuk masa bakti 1991!199D mendatang. Pada bulan Ektober 1991, PPP Pusat dengan tiba!tiba mencalonkan Soeharto sebagai 8satu! satunya calon presiden )epublik +ndonesia untuk periode 1995!199D. Pendirian PPP pusat rupanya tidak disokong penuh oleh anggota PPP. (isalnya Sri .intang Pamungkas, bintangnya PPP dalam kampanye, mengusulkan calon presiden lebih dari satu. %engan kata lain, ia tidak setu,u dengan pendirian PPP Pusat. =idaklah mengherankan ,ikalau ia ditegur Sangatlah menarik bahwa kali ini, PPP!lah bukan Golkar, yang se,ak dini sudah mencalonkan kembali Soeharto sebagai presiden. *kan tetapi Soeharto adalah Pembina Ctama Golkar. Soal ini diketengahkan sebelum pemilu berlangsung, sehingga membingungkan banyak pemilih. Pada tanggal 9 6uni 199> Pemilu dilaksanakan, 99.92 L pemilih telah melakukan pemilihan. Prosesnya cukup lancar, biarpun bentrokan di sana!

'1

sini masih ter,adi. *da yang berpendapat bahwa kelancaran Pemilu kali ini disebabkan oleh netralnya sikap *.)+ ketika Pemilu itu berlangsung. *da beberapa pihak dari P%+ dan PPP menuduh Golkar curang dalam Pemilu tahun 199>. =etapi ketika hasil resmi pemilu diumumkan , ketua ketiga EPP itu menerimanya. :asil pemilu 199> menun,ukkan bahwa Golkar masih tetap merupakan partai yang paling besar berhasil meraih 'D.1 L suara pemilih ->D> kursi3, PPP tetap menduduki tempat kedua dengan kemenangan 1 L -'> kursi3, sedangkan P%+ mendududki tempat ketiga dengan perolehan suara 10,9 L -50 kursi3. 6ikalau dibandingkan dengan Pemilu 19D , perolehan suara Golkar merosot 5 L, PPP hanya mendapat tambahan suara 1 L, sedangkan P%+ naik 0 L. -<eo Suryadinata, 199> / 15> # 15 3 (erosotnya peroleh suara pada pemilihan umum 199> men,adikan para anggota *.)+ berpikir ulang untuk 8melepas Golkar8. &amun pada tahun 199', 6endral ) :artono -KS*%3 ,ustru secara terbuka menyatakan bahwa *.)+ merupakan kader Golkar. .anyak kalangan yang melihat langkah 8 tidak biasa 8 yang dilakukan 6endral :artono ini, tidak terlepas dari rasa kehwatiran *.)+ akan kekalahan Golkar pada pemilihan umum 199 . *palagi pada saat itu untuk pertama kalinya Golkar dipimpin oleh seorang sipil murni, :armoko, yang belum teru,i membawa Golkar menghadapi pemilihan umum. Padahal *.)+ menghendaki Golkar tetap tampil sebagai mayoritas tunggal. %i samping itu, munculnya isu demokratisasi pada waktu itu ,uga sangat mempengaruhi penampilan Golkar pada penilihan umum 199>. +su itu
'>

diperkirakan akan lebih besar lagi memainkan peranannya pada pada pemilihan umum 199 . .agi Golkar isu demokratisasi yang makin santer, maka Golkar mengubah penampilannya dengan munculnya tokoh yang menge,utkan berbagai pihak yaitu :armoko dalam (unas ke!5 sebagai Ketua Cmum Golkar. Pada masa Ketua Cmum Golkar :armoko, muncul kesan *.)+ tidak banyak terlibat dalam proses pemilihan tersebut. Karena dalam kepengurusan %PP Golkar 1995!199D hanya ada 1 personil berlatar belakang militer, yakni *ry (ard,ono, (ochtar, dan *bdul Gafur. Sedangkan selebihnya didominasi oleh kalangan sipil. Padahal D9 L %P% Golkar berada di tangan *.)+.- *rief @ulianto, >22> / 129 # 1>5 3 =erpilihnya :armoko dalam (unas Ektober Golkar 1991 melalui proses yang cukup melelahkan. Karena masing!masing ,alur kekuatan berusaha menyodorkan calon mereka sendiri, maka sampai men,elang (unas mereka gagal memperoleh kata sepakat tentang calon tunggal Ketua Cmum Golkar periode 1991 # 199D. (aka tidaklah mengherankan , bahwa sampai dengan (unas dibuka, nama!nama yang masih beredar belum bulat, terpecah ke dalam tiga nama besar / Soesilo Soedarman, :armoko dan Eete,o Eesman. .erdasarkan tiga nama hingga (unas dibuka ini mencerminkan pertarungan pengaruh antar elemen!elemen internal kekuasaan Golkar di atas . =api ,uga dengan belum definitifnya keputusan tentang nama calon tunggal untuk periode kepengurusan mendatang itu, ,uga menun,ukkan betapa alotnya negoisasi!negoisasi dan lobi!lobi lintas ,alur ormas sebelum dan di tengah! tengah berlangsungnya (unas tersebut.

'1

%asar dari kerumitan dan ketegangan itu terletak pada situasi di mana # menurut signal!signal yang tak bersifat langsung , seperti ,uga berlaku dalam 8bahasa politik 8 Erde .aru # :armoko merupakan pilihan alternatif yang disetu,ui Soeharto. Sebab, bagaimana mungkin :armoko yang tak punya latar belakang militer serta tak punya massa bisa dengan berani dan lantang menyatakan siap untuk men,adi ketua umum Golkar # yang berarti merebut /porsi 8 yang seharusnya dimiliki kaum militer . (aka ketegangan yang ter,adi itu sesungguhnya berakar pada ketepatan interprestasi atas kecenderungan simbolis Soeharto, tentang apakah benar pimpinan nasional ini menghendaki :armoko untuk tampil. 6ika benar Soeharto menghendaki :armoko dan itu dinyatakan secara tegas, maka mungkin tidak ada persoalan. Sebab bukankah Soeharto adalah ketua %ewan Pembina %PP Golkar dengan kontrolnya yang mutlak? =api persoalannya bagaimana ,ika tidak? :aruskah tradisi yang menstrukturkan bahwa pimpinan puncak %PP Golkar berasal dari kalangan militer dirubah? .ukankah preseden semacam itu tak pernah tercipta selama hampir 12 tahun ? (aka, pertanyaan!pertanyaan yang mungkin tak pernah muncul ke permukaan inilah yang men,adi sumber ketegangan Golkar men,elang (unas. (aka pula, dalam konteks keraguan, membingungkan dan perkembangan yang tanpa arah inilah kita memahami fakta tarik!menarik yang tak berkesudahan pada acara pemandangan umum %P%!%P% dalam (unas tersebut. %i sini terlihat masih terdapat keraguan tentang ketepatan interprestasi dari isyarat!isyarat Soeharto untuk kemunculan :armoko. Kenyataan ini terbukti bahwa hanya 11 dari > %P% - %ewan Pimpinan
'0

%aerah3 Golkar yang secara terang!terangan menyampaikan dukungan kepada :armoko. Sementara 10 %P% lainya menyampaikan kriteria!kriteria calon Ketua Cmum. &amun pada akhirnya kebingunan itu men,adi sirna karena kini %ewan Pembina secara terang!terangan telah mempunyai ketetapan men,adikan :armoko men,adi calon ketua umum Golkar periode 1991#199D. %an ketetapan hati ini bukan tanpa alasan. %engan mempertimbangkan kiner,a %PP Golkar sebelumnya yang telah mendapat kritikan dari %ewan Pembina , maka %ewan Pembina dalam laporannya di forum (unas 5, menegaskan atau membimbing langkah!langkah yang harus ditempuh oleh %PP Golkar di masa depan # dengan memberikan kerangka bagi kemungkinan munculnya tokoh sipil, seperti :armoko, untuk muncul. Pernyataan (unawir S,ad4ali yang mewakili %ewan Pembina ini dengan ,elas menyebutkan dukungan %ewan Pembina bagi :armoko dan *ry (ard,ono dalam sebuah kerangka argumentasi untuk merasionalisasikan dukungannya. 7ara semacam ini tampak masih berada di luar konBensi, sebab tindakan itu segera mendapat reaksi dari $ahono .9 Secara organisatoris,9 u,arnya,9 itu tidak lumrah, karena dalam forum itu, %ewan Pembina menyebutkan nama. =etapi saya tidak menyalahkan .9 &amun 8 penyimpanga/ dari konBensi ini melahirkan dampak yang luas. %alam kenyataannya, penyebutan nama secara transparan dan terbuka ini secara otomatis menyudahi spekulasi!spekulasi yang berkembang dan membulatkan dukungan sepenuhnya pada :armoko. Se,ak saat itu, pencalonan :armoko sebagai ketua umum Golkar tak terpatahkan lagiff. :abibie yang dalam (unas itu ditun,uk sebagai Ketua %ewan ;ormatur
'5

segera menyusun kepengurusan baru %PP Golkar bersama formatur lainnya. %i sini kemudian kita lihat, :armoko muncul sebagai Ketua Cmum dan *ry (ard,ono sebagai Seken %PP Golkar untuk periode 1991 # 199D. - ;achry *li dan Kholid &oBianto, 199 / 1 > ! 1D 3 .aik pada penun,ukan anggota kabinetnya serta kemudian pada kongres Golkar yang dikoordinasi :abibie pada Ektober 1991, Soeharto dengan tegas berpaling men,auhi *.)+" satu hal yang sangat membuat para ,endral menyesal, bahkan marah. Soeharto bukan asal sa,a merangkul orang!orang sipil " ia merangkul orang!orang sipil yang dekat dengannya seperti :abibie dan ketua umum Golkar yang baru, :armoko # orang sipil yang pertama yang memegang ,abatan ini, di mana keberhasilan yang diraihnya adalah berkat negoisasi personal Soeharto di hadapan pengaruh dan oposisi marah *ngkatan %arat # ,uga mendorong ambisi!ambisi politik yang baru tumbuh dari anak!anaknya -.ambang menduduki ,abatan sebagai bendahara Golkar, sementara =utut mendapatkan salah satu dari delapan posisi wakil ketua" keduanya menduduki kursi lewat pengangkatan di (P)3. <angkah!langkah ini, serta sikap keras kepala yang ditun,ukkannya, tampaknya men,adi pertanda adanya semacam pembekuan dalam keluwesan politik. Soeharto yang tersohor itu. Pada kongres Golkar tersebut, meski ada pengaruh kuat *.)+ di kalangan delegasi, ketua Golkar $ahono, rekan lamanya, dilewati pencalonan nya untuk masa ,abatan baru, tampaknya sebagai sanksi atas kiner,a pemilihan umum yang mengecewakan di mana Soeharto menganggapnya bertanggung ,awab secara pribadi. (enurut sebuah laporan, Soeharto mengecam kiner,a $ahono karena 8 Golkar tidak berhasil memenuhi tuntutan rakyat bagi demokrasi yang lebih besar, penghormatan yang lebih baik terhadap hak asasi manusia, keadilan sosial, serta
''

perlindungan lingkungan H.-Golkar3

tidak memiliki insiiatif untuk

menebarkan gagasan!gagasan pemerintah di bidang!bidang pembaruan administratif serta perbaikan layanan masyarakat. $ahono merupakan salah satu dari orang!orang klik Soeharto yang kehilangan kebaikan hati ma,ikannya. Soeharto sudah memutuskan bahwa masa depan politik +ndonesia bukan tergantung pada dukungan *.)+. +a mengesampingkan subtansi politik serta sumbangan *.)+ terhadap kekuasaanya dan, selain itu curiga dengan kesetiaan se,ati mereka. (enurutnya, masa depan politik bergantung pada wahana politik Golkar!namun, bukan Golkar yang sudah direformasi dan terbuka, melainkan Golkar yang dikendalikan oleh orang!orang yang dekat dengannya serta yang menawarkan kesetian tanpa batas kepadanya. Soeharto dengan demikian telah memotong peluang yang tampaknya telah ia upayakan selama akhir 19D2!an untuk membangun wahana baru yang lebih populis untuk aspirasi!aspirasi politiknya. Setelah itu, nuansa persepsi inklusiBitas sosial tidak ada lagi, demikian pula tunas!tunas harapan yang ada sebelumnya tentang peredupan fokus kekuasaan kepresidenan demi terciptanya sistem yang pluralis. - )K Klson , >225 / 5>> # 5>1 3 (enurut ) $illiam <iddle, yang ter,adi dalam tubuh Golkar adalah semacam pengetatan kontrol, yang dilakukan oleh Presiden Soeharto untuk men,amin Golkar tidak akan dimanfaatkan oleh lawan politiknya untuk merongrong kekuasaannya sebelum pemilihan umum 199 dan sidang (P) 199D. Semua pengurus baru, hampir tanpa kekecualian, adalah orang yang berakar ke atas dan tidak mempunyai basis kuat di masyarakat.

'

Kalau perwira!perwira *.)+ dulu merasa bahwa mereka terwakili di setiap tingkat kepengurusan Golkar, dan oleh karena itu ikut berkuasa bersama presiden, sekarang mereka harus menerima kenyataan patuh. %i pusat, mereka tidak lagi menduduki kursi penting - ) $illiam <iddle, 199 / >1> 3 . =erpilihnya :armoko ,uga menimbulkan banyak kritik terutama datang ,ustru dari Keluarga .esar *.)+ -K.*3. Salah satu kritik paling keras muncul dari purnawirawan *.)+ yang menduduki ,abatan penting di %P). (antan Pangdam 7endrawasih, )a,a Kami Sembiring (eliala dari ;raksi *.)+ menyatakan tidak puas dengan terpilihnya :armoko sebagai Ketua Cmum Golkar. +a menuduh bahwa aliansi :armoko!:abibie memunculkan kekuatan politik baru. Suara Bokal dari gedung %P) tersebut disambut baik oleh mantan (endagri 6endral -Purn3 )udini yang mengatakan bahwa Golkar tidak bisa dilepaskan dari *.)+, bahkan ia ,uga menegaskan bahwa 8Hadalah kesalahan fatal bila Golkar memutuskan untuk meninggalkan *.)+.9 %alam keadaan seperti itu wa,ar ,ika ada kekhawatiran pihak *.)+ yang mempunyai hubungan simbiosis mutualisme dengan Golkar, ,ika sampai ter,adi perpecahan antara keduanya yang dapat berakibat dalam pemilihan umum 199 . Kehawatiran semacam itu ditanggapi oleh Ketua Cmum %PP PPP, .uya +smail :asan (etareum, pada peringatan hari lahir PPP ke!11 di Sleman, @ogyakarta, tanggal 1 (aret 199'. (enurut .uya +smail :asan (etarum, pernyataan KS*% yang mengatakan bahwa *.)+ adalah kader Golkar, dapat menyiratkan adanya kecemasa Golkar dalam sebuah kancah politik nasional.8 itu lebih merupakan pengayem!ngayem -pemenang3 bahwa Golkar tidak usah cemas karena masih ada *.)+ dibelakangnya9
'D

Sikap Kasospol *.)+, <et,en =&+ Syarwan :amid, menguatkan analisis .uya +smail. Syarwan :amud mengakui bahwa kemenangan Golkar sebagai mayoritas tunggal tetap diperlukan untuk kesinambungan pembangunan. &amun, Syarwan :amid bahwa kemenangan Golkar sebagai mayoritas tunggal tetap diperlukan untuk kesinambungan pembangunan. &amun, Syarwan :amid men,elaskan bahwa ucapan KS*% itu adalah pernyataan pribadi, dan *.)+ bukanlah sedang memasang kuda!kuda untuk menghatnm yang lain. Kehawatiran *.)+ akan bayang!bayang kekalahan Golkar men,adikan *.)+ semakin represif untuk melakukan interBensi kepada partai politik di luar Golkar, P%+ dan PPP. Golkar mengusulkan diadakan kampanye dialogis men,elang Pemilu 199 . Kampanye itu berbeda dengan kampanye! kampanye sebelumnya, yaitu kampanye terbuka di lapangan. (odel kampanye ini diusulkan oleh Golkar dengan alasan untuk lebih meningkatkan pendidikan dan komunikasi politik karena tidak berlangsung secara monolog sebagaimana pidato!pidato kampanye di lapangan terbuka yang lebih banyak berisi agitasi politik. Kampanye dialogis itu akan diarahkan untuk mendialogkan masalah!masalah pembangunan nyata yang sedang dilakukan bangsa +ndonesia. &amun usulan ini ditolak oleh PPP dan P%+ tidak mempunyai peluang dan fasilitas sebesar Golkar untuk melakukan remu kader di seluruh pen,ara tanah air. Eleh karena itu, ada hal yang membuat PPP dan P%+ berkeberatan dengan model kampanye tersebut, yakni Golkar melalui temu kader yang diselenggarakan tahun 1990 dan 1995 dianggap mencuri start kampanye. (eskipun Golkar menolak keras tuduhan tersebut, namun kenyataan bahwa dengan temu!temu kader dengan
'9

menggunakan seragam kuning tersebut secara tidak langsung dianggap sebagai kampanye terselubung. Kekhawatiran yang berlebihan ditu,ukan kepada partai yang berlambang .anteng, P%+, yang dianggap sangat potensial untuk menggusur Golkar dalam pemilihan umum 199 . Kegiatan yang paling mencolok dan sangat memalukan dalam se,arah partai politik di +ndonesia adalah ditumbangkannya P%+ pimpinan (egawati melalui insiden berdarah yang dikenal dengan +nsiden > 6uli 199'. (eskipun Golkar kembali meraih suara mayoritas dalam pemilihan umum 199 , bentrokan anti Golkar ter,adi di mana!mana. Pen,egalan terhadap kubu P%+ (egawati itu telah melahirkan fenomena 8(ega .intang8 di kota!kota besar di seluruh Pulau 6awa. Sementara itu, perlawanan terhadap birokrasi sebagai mesin politik Golkar tidak kalah kerasnya. %emontrasi 8antikuningisasi8 di kota!kota besar 6awa =engah, seperti Pekalongan, Solo, dan @ogya, yang berakhir dengan tuntutan perdata kepada Gubernur 6awa =engah saat itu, memperlihatkan bahwa rakyat tidak lagi bisa diintimidasi. - *rief @ulianto, >22> / 129 # 1>5 3 %i sisi lain, seusai )efleksi *khir =ahun 199 %PP Golkar di 6akarta, Ketua Cmum %PP Golkar :armoko mengatakan bahwa krisis moneter yang sedang berlangsung tidak memiliki target politik, apalagi berkaitan secara langsung dengan kepemimpinan nasional. =etapi, :armoko tidak menyangkal apabila krisis moneter memiliki dampak politik, maka dirinya mengingatkan agar masyarakat tidak terombang!ambing dengan isu tersebut. Pada kesempatan itu :armoko menyatakan ,uga perlunya reformasi
2

ekonomi sebagai ,alan keluar untuk mengatasi krisis. (eskipun demikian, pada saat yang bersamaan, ia menolak ,ika reformasi ekonomi harus disertai dengan reformasi politik. %alam kondisi yang tidak menentu tersebut +7(+ merekomendasikan agar pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara terbuka. &amun demikian, :armoko sebagai Ketua umum %PP Golkar tidak menanggapi hal itu. %emikian pula ketika ditanya tentang masalah perampingan kabinet dalam rangka penghematan anggaran, :armoko menyebut hal itu sebagai kewenangan dan hak presiden, apakah mau dirampingkan atau sebaliknya dimekarkan. (enurut :armoko, bagi Golkar yang penting bukan ramping atau tidaknya kabinet tetapi kepercayaan sepenuhnya terhadap mandataris (P) -Presiden3, termasuk soal kabinet. Se,alan dengan ter,adinya krisis moneter dan peningkatan suhu politik nasional, berbagai isu pun dilontarkan, dari salah satunya adalah isu tentang kondisi kesehatan Soeharto. +su ini terkait dengan pencalonannya sebagai presiden, baik oleh Golkar pada (unas bulan Ektober 199 maupun oleh partai politik, maupun organisasi kemasyarakatan. +su tersebut merupakan tanda bahwa situasi politik nasional dan kekuasaan politik Soeharto serta Golkar mulai mengalami masalah. (enanggapi hal itu, Ketua Cmum %PP Golkar :armoko mengatakan /
+su negatif yang berkembang akhir!akhir ini, terutama mengenai kondisi kesehatan presiden Soeharto, tidak musthail mempunyai motif politik tertentu yang pada gilirannya menimbulkan kekacauan politik. +su itu senga,a dihembuskan oleh pihak! pihak yang tidak bertanggung ,awab, baik dari dalam maupun luar negeriH.+su yang

1

tidak benar mengenai Pak :arto adalah fitnah. (assa, Pak :arto sehat dikatakan sudah meninggal.

(enurut :armoko, setelah Sidang Cmum (P) 199D akibat kondisi masyarakat dan krisis ekonomi Golkar dihadapkan pada situasi yang makin sulit. Krisis kemudian memang benar!benar tidak dapat dihentikan, bahkan oleh tim ekonomi +(;. *ksi!aksi mahasiswa kian merebak di berbagai tempat dan uniBersitas, menuntut pemerintah melakukan reformasi dan segera menangani krisis moneter. Keresahan semakin berkembang dalam masyarakat" harga!harga kebutuhan pokok mengalami lon,akan, bahkan tidak terbeli masyarakat. Situasi ini membuka peluang kepentingan! kepentingan politik. Krisis moneter ini kemudian berubah men,adi krisis kepercayaan terhadap pemerintah, dan selan,utnya men,adi krisis kepemimpinan dan akhirnya men,adi krisis politik yang memicu ter,adinya demontrasi besar!besaran. %i tengah ramainya perdebatan masyarakat tentang siapa yang akan men,adi presiden dan apakah akan ter,adi suksesi kepemimpinan nasional, pada *gustus 199 . (oestahid *stari, Ketua ;raksi Karya Pembangunan -;KP3 %P) )+ dan wakil Sek,en Golkar menga,ukan usulan yang dinilai masyarakat tidak popular, yakni agar %PP Golkar segera mengumumkan Soeharto sebagai calon presiden untuk periode 199D # >221. :al yang sama disampaikan oleh ketua umum %PP *ngkatan (uda Pembaruan +ndonesia -*(P+3, organisasi onderbouw Golkar, +ndra .ambang Ctoyo, dan %ewan Pimpinan Pusat -%epipus3 $ira Karya +ndonesia, .obby Soehardiman. *lasannya berdasarkan kriteria calon presiden yang dibuat pada )apim Golkar, Soeharto merupakan kader Golkar yang memenuhi kriteria tersebut.
>

Permintaan *stari ini oleh :armoko dinilai sebagai sesuatu yang benar dan konsitusional, apalagi masalah itu telah diagendakan dalam )apim Golkar yang akan dilakukan pada Ektober 199 . (enurut :armoko, organisasi! organisasi pusat dan daerah telah menyampaikan keinginan dan aspirasinya kepada %PP Golkar dan meminta kesedian Soeharto dicalonkan kembali sebagai Presiden F(andataris (P) dalam Sidang Cmum (P) 199D. Sebaliknya bagi Soemarmo %ipodisastro seorang aktiBis *ngkatan '', pernyataan (oestahid tersebut ,ustru manandakan kegeraman $akil Sek,en seolah!olah Golkar masih memiliki keraguan untuk mencalonkan kembali Soeharto sebagai presiden. *khirnya, bermodalkan kepercyaan diri yang tinggi sebagai hasil capaian Golkar pada Pemilu 199 dan harapan bahwa krisis moneter akan dapat segera diatasi pemerintah, Golkar mencalonkan kembali Soeharto sebagai presiden. +ni dilakukan pada ulang tahun Golkar ke!11 di .alai Sidang Senayan -6773, 19 Ektober 199 . :armoko sebagai Ketua Cmum %PP Golkar secara resmi mengumumkan pencalonan kembali Soeharto sebagai presiden masa bakti 199D # >221. =erhadap usulan tersebut Soeharto Soeharto menyarankan agar Golkar merenungkan kembali, apakah kepercayaan untuk memilih dirinya sebagai presiden benar!benar dapat dipertanggung,awabkan. Soeharto meminta,9Hmari kita gunakan untuk meneliti lagi sampai bulan (aret, apakah benar!benar rakyat masih mempercayai saya. .ilamana ternyata tidak, bagi saya bukanlag masalah.9 Pernyataan Soeharto tersebut sempat memunculkan berbagai penafsiran tentang kesediannya untuk dicalonkan.

1

Selan,utnya pada >2 6anuari 199D, :armoko mengemukakan bahwa Presiden Soeharto bersedia dicalonkan kembali dalam Sidang Cmum (P) (aret 199D sebagai PresidenF(andataris (P) periode 199D!>221. Kesediaan tersebut dinyatakan Soeharto saat menerima Keluarga, yang terdiri atas Ketua Cmum %PP Golkar -6alur G, Golkar3, Panglima *.)+ 6endral ;eisal =an,ung -6alur *,*.)+3 dan (endagri @ogie S (emet -6alur .,.irokrasi 3. (enurut :armoko, kesediaan tersebut dinyatakan setelah Soeharto mendapatkan pen,elasan dari Keluarga .esar Golkar bahwa pencalonannya betul!betul berasal dari rakyat. =erkait dengan hal itu :armoko mengatakan /
(en,elang Pemilu 199 , semua partai bikin rapat untuk melihat calon Presiden. Saya sendiri tidak berhak mengecek kembali dari fraksi lain, PPP dan P%+. .isa interBensi kalau begitu. Kalau Golkar sudah ,elas, berdasar )apim dan melalui struktur dan mekanisme yang ada, Golkar memutuskan untuk mendukung Pak :arto. Saya ,uga mendengar ;raksi *.)+ ,uga begitu. %i (P) semua mendukung.

Persoalannya kemudian adalah bagaimana memper,uangkan ketetapan Golkar tersebut pada Sidang Cmum (P) -SC (P)3 yang akan berlangsung pada bulan (aret 199D, sebab men,elang pelaksanaan SC (P) mulai aksi! aksi mahasiswa yang menyuarakan tuntutan agar pidato pertanggung,awaban Presiden Soeharto ditolak. &ada penolakan terus didengungkan di kalangan gerakan mahasiswa. .eberapa kampus besar di 6akarta, misalnya, C+, +S=&, CniBersitas *tmad,a,a, CK+, +S+P, dan CniBersitas &asional melihat Presiden Soeharto sama sekali tidak menyinggung krisis moneter dan bagaimana cara untuk menanggulanginya.

0

Protes!protes kalangan mahasiswa tersebut tidak menghalangi Soeharto untuk terus berkuasa, yang kemudian terpilih kembali sebagai presiden )+ secara lancar. (eskipun beberapa fraksi memberi catatan atas laporan pertanggung,awabannya, tetapi Soeharto terpilih secara aklamasi sebagai presiden untuk periode yang ketu,uh kalinya. Salah satu agenda terpenting Presiden Soeharto dalam ,angka pendek adalah mengatasi krisis moneter yang sedang dihadapi. Krisis moneter ini telah menyebabkan ,atuhnya nilai mata uang rupiah secara ta,am dan berdampak terhadap naiknya harga!harga kebutuhan pokok masyarakat. Pada 12 (aret 199D, SC (P) menetapkan Soeharto sebagai presiden dan .6 :abibie sebagai $akil Presiden. Sementara itu, komposisi anggota (P) hasil Pemilu 199 adalah 1222 orang. 6umlah tersebut terdiri atas 522 anggota %P) -terdiri atas 1>5 berasal dari Golkar, D9 PPP dan 11 P%+, 5 militer3 dan 522 anggota lainnya sebanyak 122 orang dari unsur utusan golongan, >11 orang dari utusan organisasi -terdiri 05 PPP, 1'1 orang Golkar, 5 orang P%+3 dan 1D orang Golkar!militer, serta 109 orang utusan daerah yang ditentukan oleh pemerintah. %engan demikian, sesungguhnya dari 1222 anggota (P) tersebut, D52 di antaranya, termasuk militer, diangkat, atau paling tidak penentuannya melalui campur tangan Presiden Soeharto. (engenai 152 anggota (P) yang berasal dari PPP dan P%+, 122 orang di antaranya adalah anggota %P) hasil pemilu yang telah diproses melalui tahapan penelitian khusus -litsus3, yang dilakukan oleh pemerintah. =erpilihnya kembali Soeharto men,adi presiden menun,ukkan masih kuatnya pengaruh kekuatan politik Soeharto tersebut.

5

%alam kondisi politik yang kian panas serta tidak menentu, serta krisis moneter yang belum teratasi, Soeharto dilantik ketu,uh kalinya sebagai presiden, pada 11 (aret 199D. Pelantikan itu sendiri diwarnai kritik keras dari se,umlah kalangan yang meragukan kemampuan Soeharto untuk men,alankan roda pemerintahan. %engan kondisi yang sudah lan,ut usia, Soeharto dinilai berbagai kelompok masyarakat tidak akan sanggup menyelesaikan persoalan pelik terutama krisis moneter. &amun Soeharto merasa masih mampu men,alankan amanat rakyat tersebut dan untuk itu dirinya bersedia dipilih kembali men,adi presiden. Golkar sendiri mendapat dukungan suara yang sangat besar pada pemilu 199 . *kan tetapi, Bariable lainnya seperti dukungan politik kepada Soeharto semakin tidak solid sebagaimana periode!periode sebelumnya . %i samping itu, tantangan yang dihadapi ,uga semakin berat dan ,auh berbeda dengan masa!masa sebelumnya. Karena itu, kalangan penentang Soeharto ingin agar Soeharto mundur pada saat yang dinilai tepat tersebut. &amun, Golkar dan dua partai politik lain -P%+ dan PPP3, serta sebagian besar organisasi sosial kemasyarakatan masih mendukung Soeharto kembali men,adi presiden di tengah ancaman krisis moneter dan kian menguatnya tuntutan demokratisasi. - *kbar =an,ung / >22D / 5D # '0 3 %emontrasi dan tekanan masyarakat semakin hari semakin berani. Kriminalitas mulai meningkat di dalam masyarakat dan ,umlah!,umlah aksi anti!Soehartro pun mulai bertambah baik di kampus!kampus maupun di ,alanan. Karena terus mengalami eskalasi, konflik dalam masyarakat pun mulai bermunculan antara yang pro dan kontra pada Soeharto. Kondisi ini akhirnya tidak lagi dapat dikendalikan, dan pada 1> (ei 199D ter,adi
'

penembakan oleh aparat keamanan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan un,uk rasa di CniBersitas =risakti 6akarta. +nsiden ini menewaskan empat mahasiswa dan banyak korban luka!luka. Persitiwa tersebut memicu kerusahan yang lebih luas, disertai pembakaran dan pen,arahan pada11 # 10 (ei 199D. Kerusuhan tersebut tidak hanya ter,adi di 6akarta dan sekitarnya, tetapi ,uga di Solo 6awa =engah. )atusan orang meninggal dalam kerusuhan tersebut, kerugian harta benda pun sangat berat. Pada saat kerusuhan tersebut, Presiden Soeharto sedang berada di Kairo, (esir. %i hadapan masyarakat +ndonesia di Kairo, Presiden Soeharto antara lain mengatakan bahwa kalau memang rakyat tidak menghendaki sebagai presiden ia siap mundur dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan sen,ata, namun semua itu harus dilakukan secara konsitusional. =etapi, (enteri Penerangan *lwi %ahlan, kemudian meluruskan berita tersebut, bahwa tidak ada kata!kata Presiden Soeharto yang menyatakan siap mengundurkan diri. (erespon perkembangan di tanah air Presiden Soeharto kemudian memutuskan untuk segera kembali ke +ndonesia. %alam kondisi yang penuh ketidakpastian politik dan keamanan ribuan mahasiswa dan masyarakat pun berun,uk rasa di Gedung %P)F(P), menyuarakan aspirasi mereka. Pada hari!hari sebelumnya, di mana para mahasiswa biasanya sangat sulit mendekati Gedung %P)F(P), tetapi pada tanggal 1D (ei 199D itu, para mahasiswa dengan mudah dapat memasuki gedung wakil rakyat tersebut. .ahkan pada siang harinya para mahasiswa sudah tampak ber,e,al di Gedung %P)F(P) untuk secara bebas menyampaikan aspirasi mereka masing!masing yang terutama sekali terkait

dengan tuntutan reformasi total dan berhentinya Soeharto. (iliter yang biasanya bertindak tegas pada hari itu tidak tampak melakukan pencegahan terhadap para mahasiswa dan kelompok un,uk rasa. Pada 19 (ei 199D, pimpinan %P) yang terdiri dari Ketua %P) :armoko dan para wakil ketua, masing!masing *bdul Gafur, +smail :asan (etareum, Syarwan :amid dan ;atimah *cmad, mengadakan ,umpa pers di Gedung %P)F(P). :armoko membacakan keterangan pers antara lain mengatakan bahwa8 demi persatuan dan kesatuan bangsa agar Presiden secara arif dan bi,aksana sebaiknya mengundurkan diri. Keterangan pers pimpinan %P) tersebut memperoleh reaksi beragam, tidak terkecuali para demontran yang telah memadati gedung %P)F(P) dan bahkan sebagian meman,at di atas atap gedung serta masuk ke dalam ruang! ruang ker,a staf %P). (enge,utkan bahwa %P) yang didominasi Golkar, partainya Soeharto tersebut, telah membuat pernyataan yang selama ini hanya pantas dilakukan oleh para demontran dan kelompok anti!Soeharto. Pernyataan pimpinan %P)F(P) :armoko tersebut mendapat sambutan masyarakat luas terutama sekali gerakan prodemokrasi, akan tetapi tidak demikian halnya dengan kalangan pendukung Soeharto. (enteri %alam &egeri -(endagri3 6endral ) :artono mencoba membela posisi Soeharto. Setelah menemui Presiden Soeharto di 7endana. :artono membuat pernyataan yang menyatakan bahwa sesuai CC yang ada, %P) tidak dapat men,atuhkan Presiden. %i pihak lain, Pangab 6endral =&+ $iranto, didampingi KS*% 6endral Subagyo :adisiswoyo,KS*< <aksamana *rif Kusharyati, KS*C (arsekal Sutria =ubagus, Kapolri
D

6endral %ibyo $idodo, Pangkostrad <et,en Prabowo Subianto dan %an,en Kopassus (ay,en =&+ (uchdi P), segera melakukan konferensi pers yang intinya menyatakan bahwa pernyataan Pimpinan %P) sebagai pernyataan indiBidu dan tidak memiliki dasar hukum. Pernyataan pimpinan *.)+ tersebut tentu menimbulkan kekecewaan di kalangan pendukung reformasi yang sebelumnya telah menyambut gembira pernyataan pimpinan %P). *.)+ dinilai tidak melindungi kepentingan rakyat dan sebaliknya ,ustru dinilai melindungi Soeharto. *mien )ais, Ketua Cmum Pengurus Pusat -PP3 (uhammdiyah yang ,uga dikenal sebagai tokoh reformasi menyampaikan pidato yang cukup keras dan ditu,ukan pada *.)+.9 *.)+ hanya punya dua pilihan, berpihak kepada >22 ,uta rakyat +ndonesia, atau serorang kakek yang telah berusia D tahun.9 Presiden Soeharto sendiri tidak tinggal diam menghadapi krisis politik yang sedang mengancam kekuasaannya. =anggal 19 (ei 199D Presiden Soeharto melalui (ensegneg Sa9adilah (ursyid mengundang &urcholis (ad,id Soeharto dengan naOf menanyakan arti dari )eformasi dan &urchlis (ad,id men,awab dengan menyatakan bahwa reformasi berarti Presiden Soeharto mundur. Kemudian dilan,utkan dengan bertemu sembilan tokoh masyarakat pada keesokan paginya, tanggal 19 (ei 199D. Sampai pertemuan selesai, para tyokoh yang hadir di situ akhirnya memang tidak ada yang bersedia duduk dalam Komite )eformasi. -*hmad Gaus *;, >212 / > 0 # > D 3 Komite )eformasi yang direncanakan sebanyak 05 orang ternyata mengalami kegagalan karena hanya 1 orang yang menyatakan kesediaan bergabung dan yang lainnya menolak.

9

%i balik rencana Soeharto untuk membentuk Kabinet )eformasi dalam situasi yang semakin bertambah genting, ternya ada pertemuan yang digelar oleh 10 menteri di .appenas, yang diprakarsai dan dipimpin oleh (enteri Kkui Ginan,ar Kartasasmita . %ua orang menteri lainnya tidak hadir. (ereka adalah ;uad .awa4ier dan .ob :asan. 10 (enteri tersebut adalah *kabar =an,ung, *( :endropriyono, Ginand,ar Kartasasmita, Giri Suseno, :aryanto %hanutirto, 6ustika .aharsyah, Kuntoro (angunsubroto, )ahmad .ambang Sumadhio, )ahadi )amelan, Subi,akto =,akrawerda,a, San,oto Sastrowardo,o, Sumahadi, =heo < Sambuaga, dan =antri *beng. Sambil terus memantau ke,adian yang berlangsung di %P), antara lain adanya pernyataan dari Ketua ;KP +rsyad Sudiro yang mendukung permintaan supaya Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden, rapat para pembantu presiden yang berlangsung di .appenas tersebut kemudian memutuskan bahwa mereka tidak akan duduk dalam kabinet yang akan dibentuk oleh Soeharto, apabila mereka ditawari oleh Soeharto untuk duduk pada posisi kabinet. &amun, sebagai anggota Kabinet Pembangunan 5++ mereka menyatakan tetap membantu sepenuhnya pelaksanaan tugas Presiden dalam mensukseskan 7atur Krida Pembangunan 5++. Para menteri tersebut berpandangan bahwa akar masalah krisis yang berlangsung bukan semata! mata persoalan ekonomi, tetapi ,ustru masalah politik. =indakan ke!10 menteri ini banyak dinilai sebagai penarikan dukungan kepada Presiden Soeharto. *khirnya Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai presiden pada tanggal >1 (ei 199D dan dilan,utkan dengan pengambilan sumpah .6 :abibie sebagai Presiden .aru.

D2

&aiknya .6 :abibie yang nota bene adalah tokoh Golkar menggantikan posisi Soeharto ,uga merupakan blessing in disguise bagi Golkar. *rtinya , pergantian re4im tidak disertai pergantian partai yang memerintah. Karena, transisi politik lebih dapat dikelola oleh Golkar yang merupakan kekuatan politik terbesar dalam lembaga legislatif dan eksekutif. .ahkan Golkar dan orang!orang Golkar masih mendominasi kunci di pemerintahan maupun di legislatif. Perubahan politik yang berlangsung demikian ini sangat mengutungkan bagi Golkar, sebab transisi demokrasi ini tidak mengganti secara keseluruhan struktur pemerintahan yang ada, tetapi perubahan yang dilakukan secara gradual, atau yang oleh Samuel :untington disebut sebagai transplacement. 6atuhnya Presiden Soeharto dengan demikian tidak serta!merta diikuti oleh ,atuhnya struktur re4im Erde .aru yang mendukungnya. .6 :abibie yang menggantikan Soeharto masih mendapat dukungan struktur politik Erde .aru yang sampai pada Pemilu 1999. :abibie memang harus mengakomodasi berbagai tuntutan demokratisasi yang dilancarkan oleh kelompok!kelompok proreformasi, karena pemerintahan :abibie dinilai oleh sebagian pendukung reformasi sebagai tidak legitimate. - *kbar =an,ung , >22D / '0 ! > 3 )eformasi politik 199D membalikkan situasi politik di +ndonesia. Kepolitikan otoriter era Erde .aru digantikan oleh sistem politik yang demokratis pada era reformasi. (eskipun Soeharto berhasil menyerahkan ,abatan presiden kepada .6 :abibie yang ,uga dari Golkar, namun Soeharto gagal mewariskan struktur politik Erde .aru dan sistem kepartaian yang

D1

menempatkan Golkar pada posisi dominan tersebut kemudian runtuh bersama ,atuhnya kekuasaan Presiden Soeharto. .erhentinya Soeharto men,adikan Golkar, organisasi politik terbesar pendukung re4im Erde .aru, seakan kehilangan pegangan dan haluan politiknya. %alam beberapa saat lamanya, masyarakat sempat bertanya!tanya tentang keberadaan Golkar. Setelah itu berbagai tekanan politik mulai dialamatkan pada Golkar. .ahkan berbagai kesalahan dan tuduhan mulai ditimpakan terhadap Golkar, yakni dianggap sebagai penyebab utama krisis. %i internal Golkar sendiri ter,adi keretakan, dan organisasi ini seakan berada di pinggir ,urang kehancuran. *da yang membuat prediksi bahwa Golkar tidak akan mampu bertahan hidup dan akan segera menyusul runtuhnya kekuasaan Soeharto dengan re4im Erde .aru!nya. (undurnya Presiden Soeharto dan ,atuhnya re4im Erde .aru

mengakibatkan Golkar sangat terpukul. Sistem politik dan nilai!nilai yang dikembangkan oleh re4im Erde .aru dengan dukungan Golkar dibongkar dan bahkan dianggap kontra!reformasi. Golkar segera mengadakan (usyawarah &asional <uar .iasa -(unaslub3 pada tahun 199D untuk merespon perubahan politik yang ter,adi. (unaslub yang memperebutkan posisi ketua umum Golkar tersebut men,adi a,ang pertarungan politik paling keras se,ak Golkar didirikan, karena melibatkan tokoh!tokoh yang dikenal dekat dengan Soeharto. Soeharto sendiri se,ak pengunduran dirinya tampak melepaskan tanggung ,awabnya sebagai Ketua %ewan Pembina Golkar.

D>

Se,alan dengan proses reformasi, pemilihan ketua umum Golkar pada (unaslub 199D dimenangkan oleh kelompok politisi sipil yang proreformasi, yakni *kbar =an,ung dengan mengalahkan Kdi Sudra,at yang berasal dari lingkungan militer. Pilihan Golkar untuk mendukung reformasi itu sendiri bukan urusan yang mudah. Perbedaan pandangan berlangsumg sangat ta,am di antara kelompok yang pro dan kontra reformasi. *kibatnya, pasca (unaslub 199D Golkar dihadapkan pada se,umlah tantangan dan ancaman perpecahan organisasi, dengan keluarnya tokoh!tokoh dan pemisahan diri organisasi yang dikenal sebagai pendukung Golkar.-*kbar =an,ung, >22D / 9 # 113 Sementara itu, masyarakat beranggapan bahwa dukungan Golkar terhadap reformasi dinilai hanya kepura!puraan. %engan demikian Golkar dihadapkan pada tantangan keras dari berbgai kelompok masyarakat, terutama atas hegemoninya masa lalu. Karena itu, masyarakat menghendaki agar Golkar dilarang ikut Pemilu 1999. .ahkan Golkar yang telah berubah nama men,adi Partai Golkar pun dianggap sama sa,a dengan Golkar masa Erde .aru. Partai politik ini bahkan dituduh sebagai musuh reformasi yang harus dibubarkan atau dibekukan. - *kbar =an,ung , >22D / 11 3 Salah satu tuntutan gerakan reformasi adalah agar dilaksanakan pemilihan umum -Pemilu3 yang dipercepat. :al ini karena wakil!wakil rakyat yang duduk di %P)F(P) hasil Pemilu 199 dianggap tidak legitimate dan merupakan kepan,angan tangan re4im Erde .aru. %i samping itu Pemilu 199 yang dimenangkan Golkar merupakan hasil rekayasa re4im Erde .aru yang melakukan manipulasi dan intimidasi. Eleh karena hasil Pemilu 199

D1

dianggap tidak sah. Sebagai gantinya maka perlu ada Pemilu ulang yang demokratis, ,u,ur, adil dan luber - langsung, umum, bebas dan rahasia3. %ari ,umlah 0D partai politik yang ikut dalam Pemilu 1999 hanya >1 partai yang dapat menempatkan wakilnya di %P), sedangkan > partai lagi tidak memperoleh kursi. %ari ,umlah >1 partai yang memperoleh kursi, hanya ' partai yang memenuhi electoral threshold. Secara nasional yang keluar sebagai pemenang adalah P%+!P, kemudian diikuti oleh Partai Golkar, PK., PPP, P.. dan PK. Cntuk P%+!P, kebanyakan menang di 6awa sedangkan Partai Golkar umumnya menang di Sulawesi dan (aluku. Kemenangan P%+!P tidak lepas dari faktor (egawati Soekarnoputri dan kebencian rakyat terhadap )e4im Erde .aru yang melakukan penindasan. Selain itu, faktor kemenangan P%+!P tidak bisa lepas faktor historis di mana basis kekuatan nasionalis cukup kuat pada masa %emokrasi Parlementer Sebagaimana diketahui pada Pemilu 1955, P&+ merupakan kekuatan pertama. %i samping itu kemenangan P%+!P tidak ,uga bisa lepas kaitannya dengan Soekarno sebagai .apaknya kaum (arhaen dan klaim P%+!P sebagai partainya 8wong cilik.9 Kendati Partai Golkar mendapat hu,atan dari berbagai kalangan, khususnya dari mahasiswa dan gerakan pro!demokrasi sebagai partai yang harus memikul dosa Erde .aru, dan karenanya harus dibubarkan, masih mendapat dukungan yang signifikan, terutama di luar 6awa. (asih banyaknya dukungan terhadap Partai Golkar ini menurut <ili )omli diduga karena faktor money politic dan faktor :abibie, khususnya wilayah +ramasuka -+rian 6aya, (aluku, Sulawesi dan Kalimantan3. - <ili )omli, >221 / 11' # 119 3
D0

Pandangan berbeda, <eo Suryadinata, berpendapat bahwa perolehan suara yang diperoleh Partai Golkar dalam Pemilu 1999 bisa sepenuhnya dipahami bahwa +ndonesia pasca!Soeharto bukanlah hasil dari sebuah reBolusi namun merupakan proses reformasi yang dilaksanakan setengah hati. Karenanya, struktur dan personil Golkar yang disebut sebagai 8partai hegemonik9 di era Erde .aru masih bisa bertahan mengelola partai dalam era perubahan. +ntinya, Golkar tetap bertahan untuk tetap tampil sebagai aktor utama di era )eformasi karena adanya dukungan kekuatan!kekuatan politik lama dan masih kuatnya mesin politik partai itu. -)ully 7haerul *4war, >229 / 0 # 5 3 =etapi dalam per,alanan, pemilu >220 dan pemilu >22D Golkar tidak memperoleh suara sebagaimana pada masa Erde .aru, bahkan untuk mendapat suara mayoritas Golkar tidak mampu. Kendati Golkar kini berada dalam barisan partai pamerintah, tetapi Golkar bukan penentu utama.

D5

Bibliografi

*dityawan S, *ief. >22D .

ropaganda

emimpin

olitik !ndonesoa.

"engupas #emiotika $rde Baru #oeharto. 6akarta / <P1S *lfian. 19D>. olitik% &ebudayaan dan "anusia !ndonesia . 6akarta / <P1KS *li, ;achry dan Kholid &oBianto. 199 . olitik &omunikasi 'armoko.

(ari )akyat &e anggung olitik . 6akarta / P= +ntermassa. *4war, )ully 7hairul. >229. olitik &omunikasi artai Golkar di *iga +ra. 6akarta / Grasindo. .ahasoan, *wad,9 Golongan Karya. (encari ;ormat Politik .aru 8. risma, &o. 1>, =ahun P, %esember 19D1, :lm. 00 # ' , .oileau ,6ulian (.19D1 . Golkar Functional Group olitic in !ndonesia. 6akarta / 7S+S. 7rouch, :arlod. 19D' :arapan. %hakidae, %aniel,9 Partai Politik dan Sistem Kepartaian di +ndonesia,9
D'

"iliter dan

olitik di !ndonesia. 6akarta / Sinar

risma, &o. 1>, =ahun P, %esember 19D1, :lm. 1 # >1. %hakidae, %aniel. >221. ,endikiawan dan &ekuasaan (alam -egara $rde Baru. P= Gramedia Pustaka Ctama. %,afar, Mainuddin. >225 . Soeharto . "engapa &ekuasaannya (apat Bertahan #elama ./ *ahun 0 . %epok / ;+S+P C+ Press. %wipayana, G dan )amadhan K:. 19D9. #oeharto. ikiran% 1capan% dan *indakan #aya. 6akarta / P= 7itra Kharisma .unda Klson, ).K. >225. #uharto #ebuah Biografi olitik. 6akarta . 6akarta /(inda. :adi, Syamsul. >225 #trategi embangunan "ahathit 2 #oeharto. olitik !ndustrialisasi dan "odal 3epang di "alaysia dan !ndonesia. 6akarta/ Pelangi 7endikia. :eryanto, *riel dan Sumit K (ndal. "enggugat $totiterisme di Asia *enggara . erbandingan dan ertautan antara !ndonesia dan "alaysia . 6akarta / Kepustakaan Populer Gramedia. 6enkins, %aBid. >212. #oeharto 2 Barisan 3endral #oeharto. )e4im "iliter !ndonesia 5678 9 56:. . %epok / Komunitas .ambu. Karim, ( )usli. erjalanan artai olitik di !ndonesia . #ebuah potret

pasang surut . 6akarta / 1991.

D

<ane, (aJ. >22 . Bangsa ;ang Belum #elesai. !ndonesia% #ebelum dan #esudah #oeharto . )eform +nstitute. <atif, @udi. >225 . !ntelgensia "uslim dan &uasa. Geneologi !ntelgensia (uslim +ndonesia *bad ke >2 . .andung / (i4an. <eB, %aniel S. 19''. *he *ranssition to Guided (emocracy < !ndonesian olitic 5687 9 5686. +thaca, &ew @ork , 7ornell CniBersity Press. <eB, %aniel . 8 Kegagalan (enciptakan Sistem Politik,9 dalam .askara = $ardaya. >221."enuju (emokrasi. olitik !ndonesia (alam erspeltif Se,arah. 6akarta / P= Gramedia Pustaka Ctama,:lm. 1'> # >09. <iddle, ) $illiam. 199>. artisipasi 2 artai olitik . !ndonesia pada Awal $rde Baru. 6akarta / 199>. <iddle, ) $illiam. 199 . !slam% olitik dan "odernisasi. 6akarta / Sinar :arapan . &asution, *dnan .uyung .1995. Aspirasi Pustaka Ctama Grafitipers. Enghokham. >229. #ukarno% $rang &iri )evolusi 2 G.?# 56>8. %epok / Komunitas .ambu. emerintah &onstusional di

!ndonesia. #tudi #osio-=egal atas &onsituante 568> 9 5686 . 6akarta /

DD

)achman,*ulia *.>22'. ,itra khalayak tentang Golkar. eta permasalahan &emenangan emilu /??@. 6akarta / Pusat Studi *gama dan Peradaban - PS*P3 )eeBe, %aBid. 19D5. Golkar of !ndonesia% An Alernative to the #ystems, Singapore " Efford CniBersity Press. )icklefs, (7. 1991. #ejarah !ndonesia "odern. 6akarta / Gad,ah (ada CniBersity Press, 1991. Said, Salim. >22> *umbuh dan *umbangnya (wifungsi. erkembangan emikiran olitik "iliter !ndonesia 568: 9 /???. 6akarta / *ksara Karunia. Samego, +ndra et al. 199D . A Bila AB)! "enghendaki A (esakan &uat )eformasi atas &onsep (wifungsi AB)! . .andung / (i4an. Supriyanto, :endri. 1990. -asution% (wifungsi AB)! dan &ontribusi &e Arah )eformasi olitik. Surakarta # @ogyakarta / Sebelas (aret CniBersity Press dan @ayasan Pustaka &usatama. Suryadinata, <eo. Golkar dan "iliter. #tudi tentang Budaya 6akarta / <P1KS. 199>. Suwarno, P6. >229. )awajali &emusuk "enjelajah -usantara. @ogyakarta/ CniBersitas Sanata %harma.
D9

arty

olitik.

Syam, ;irdaus. >229 .Berhentinya #oeharto Fakta dan &esaksian 'armoko. 6akarta / Gria (edia. =an,ung, *kbar . >22 . *he Golkar Bay. #urvival artai Golkar di *engah *urbulensi olitik +ra *ransisi. 6akarta / P= Gramedia Pustaka Ctama @ulianto, *rif.>22>. 'ubungan #ipil "iliter di !ndonesia asca (i *engah usaran (emokrasi. 6akarta / P= )a,aGrafindo Persada.

92