Yusuf Adi Nugroho 03311023 D3 Metrologi dan Instrumentasi – ITB

Urgensi Administrasi Dalam Kemetrologian
Metrologi merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi dan akurasi di bidang industry, ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini mencakup semua bentuk pengukuran yang ada di sekitar kita. Di dalam kehidupan ini kita tidak bisa lepas dengan pengukuran. Mulai dari kita lahir di dunia sebagai bayi yang perlu ditimbang beratnya dan diukur panjangnya sampai kita mati pun kita selalu berkutat dengan dunia pengukuran. Di dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita juga sangat membutuhkan pengukuran dan alat ukur seperti alat ukur waktu, alat ukur panjang, alat ukur suhu, alat ukur kecepatan dan lain-lain. Selain itu kita juga mebutuhkan informasi tentang besaran dan ukuran contohnya ukuran sepatu, ukuran baju, ukuran pintu, ukuran diameter ban, dan lain sebagainya masih sangat banyak lagi. Dari semua alat ukur tadi tentunya kita mengharapkan mendapat hasil yang benar. Bayangkan saja seandainya hasil yang ditunjukkan tidak sesuai yang semestinya maka kita pasti akan bingung dan semuanya akan menjadi kacau. Maka dari itulah peran metrologi diperlukan. Dibentuklah badan atau lembaga yang bertugas untuk menjamin kebenaran pengukuran yang menerapkan ilmu-ilmu metrologi. Di Indonesia lembaga metrologi tersebut berpusat di Direktorat Metrologi. Tugasnya yaitu mengelola standar satuan ukuran, melaksanakan tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP), melakukan pengawasan UTTP dan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) serta penyuluhan kemetrologian. Di dalam dunia perdagangan metrologi juga merupakan suatu hal yang sangat penting berperan sebagai salah satu pilar infrastruktur mutu bersama-sama dengan standaridisasi dan penilaian kesesuaian untuk mewujudkan ketertelusuran standar dalam system Standar Internasional (SI). Terlebih saat ini, Indonesia di hadapkan dengan kebijakan masyarakat ekonomi ASEAN / Asean Economic Community pada tahun 2015, yang mewajibkan Indonesia untuk menjalankan kesepakatan peraturan perdagangan yang sama di antara negara-negara ASEAN lainnya, termasuk di dalamnya harmonisasi standar. Harmonisasi standard hanya akan efektif apabila ketiga pilar infrastruktur mutu setara antar satu negara dengan negara lainnya di tingkat ASEAN. Untuk mewujudkan tujuan tersebut tentunya tidak bisa dilakukan dengan mudah begitu saja. Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat sampai dengan masyarakat di daerahdaerah. Semua harus paham akan pentingya pengukuran dalam hal ini yaitu bidang metrologi. Sampai saat ini banyak sekali masyarakat yang tidak tahu ataupun paham tentang metrologi. Hampir dari semua elemen masyarakat tidak mengetahui betapa pentingnya peran metrologi dalam mewujudkan majunya perekonomian negara. Maka dari itu lembaga yang berwenang akan hal ini yaitu Direktorat Metrologi harus lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi dan mengenalkan metrologi ke masyarakat. Seperti kata pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Bagaimana mau bisa sadar akan pentingnya metrologi kalau mengerti saja tidak. Perlu diakui bahwa saat ini Direktorat Metrologi belum secara totalitas mempresentasikan keberadaannya ke masyarakat. Misalnya saja sebagai contoh tentang akses

Tujuannya agar jiwa kedisiplinan dan jiwa kepatuhan bisa tertanam di setiap pegawai metrologi. media social. Website yang ada masih kurang meyakinkan baik dari segi tampilan maupun konten nya. Tidak hanya sekedar punya saja. Perbaikan sosialisasi ke masyarakat harus dibarengi dengan perbaikan kinerja pegawai-pegawainya. Dengan adanya media-media informasi tersebut maka masyarakat juga bisa melakukan pengawasan secara langsung terhadap kinerja metrologi di Indonesia. namun isinya pun harus dikelola secara professional. Semua informasi dapat ditemukan di internet dengan mudah dan cepat. iklan TV dan lain sebagainya. Metrologi di Indonesia harus lebih berani ‘jual diri’. Dengan masyarakat mengenal tentang metrologi diharapkan bisa menjadi dasar untuk mewujudkan kesadaran dalam diri masyarakat betapa pentingnya metrologi dalam kehidupan. Walaupun Direktorat Metrologi masih di bawah Dirjen SPK akan tetapi menurut penulis cakupan metrologi yang diemban Direktorat Metrologi sangatlah luas bahkan bisa dibilang bidang kerjanya bisa berpengaruh terhadap stabilitas nasional. khususnya metrologi legal. Kalau perlu rencana pembentukan Akademi Metrologi Indonesia nantinya dilengkapi dengan dasardasar kemiliteran. maupun media-media sosialisasi pendukung lainnya seperti baliho. Jika tidak mengerti mengenai suatu hal maka orang-orang akan berlari ke internet untuk mencari informasi. Direktorat Metrologi masih menginduk ke Dirjen SPK yang disana pula tidak ada informasi yg cukup menjelaskan mengenai metrologi dan keberadaannya di Indonesia. Apalagi jaman sekarang adalah jamannya internet. dan kejujuran dalam menentukan alat ukur itu benar atau salah.informasi. hal itu tidak dimiliki oleh Direktorat Metrologi dan lembaga-lembaga di bawahnya. Metrologi Indonesia harus bisa memasarkan ‘barang dagangannya’ agar lebih dikenal dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. maka dari itu Direktorat Metrologi hendaknya memiliki media informasi tersendiri seperti website. Dengan perbaikan-perbaikan tersebut diharapkan Indonesia dapat ikut serta mewujudkan harmonisasi standar baik dalam lingkup ASEAN maupun dunia Internasional. kedisiplinan. spanduk. Namun. Pegawai metrologi berperan sebagai jaksa terhadap alat ukur dimana disitu dibutuhkan ketegasan. Hal itu demi terselanggaranya kegiatan-kegiatan yang lebih baik dan berkualitas. . Metrologi di Indonesia tidak memiliki media informasi yang valid dan dapat dipercaya mengenai keadaan metrologi di Indonesia. Karena sesungguhnya bidang kerja metrologi bukanlah suatu bidang yang mudah.