Otitis Media Akut Supuratif

Giovanni Gilbiyanto 10 2008 022 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wa ana !l" Ar#una Utara $o"%& !akarta 11'10

Skenario : Seorang ibu membawa anaknya laki-laki berusia 2 tahun ke poliklinik anda dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu, ibunya mengatakan anaknya tidak mau makan, hidung mengeluarkan ingus encer dan tadi malam anaknta tiba-tiba menangis dan memegang kuping kanannya. Anak tampak sakit sedang dan suhu 39 !. "ada pemeriksaan telinga kanan : membran timpani menonjol, hiperemis, re#leks cahaya negati#. $elinga kiri utuh, seperri mutiara, re#leks cahaya %.

()$*A+U,UA$

&titis media adalah salah satu in#eksi tersering pada anak-anak. "ada beberapa penelitian in#eksi ini diperkirakan terjadi pada 2' persen anak. (ebih sering pada anak-anak )ndian Amerika dan *skimo dibandingkan dengan anak kulit putih, dan paling jarang pada anak kulit hitam. )n#eksi pada umumnya terjadi pada dua tahun pertama kehidupan, sedangakan insidens puncak kedua terjadi pada tahun pertama masa sekolah. $elinga tengah adalah organ yang memiliki penghalang yang biasanya dalam keadaan steril. &titis media akut dide#inisikan sebagai peradangan di bagian telinga tengah yang menghasilkan e##usi dan berhubungan dengan gejala awal yang akut seperti otalgia +nyeri
1

telinga,, demam, irritabilitas, anore-ia atau muntah. "anduan 2 mana harus ada.

. dari American Academy o#

"ediatrics dan American Academy o# /amily "hysicians telah menspesi#ikkan tiga kriteria yang

Suatu penelitian oleh 0owie menunjukkan bahawa suatu episode in#eksi S. "neumoniae dalam tahun pertama kehidupan telah dihubungkan dengan berlanjutnya insidens episode otitis media akut berulang. 1elapan serotipe S. "neumoniae bertanggungjawab atas lebih dari 2' persen episode otitis. "ada kebanyakan kasus-kasus, in#eksi-in#eksi telinga adalah tidak serius dan hilang dengan sendirinya. 3agaimanapun,in#eksi-in#eksi bakteri tetap memerlukan perawatan dengan antibiotik. 1ibiarkan tidak terawat 4 penanganan yang lambat, in#eksi ini dapat menjurus ke komplikasi-komplikasi serius, terutama untuk anak-anak kecil. )n#eksi ini sering terjadi pada penderita alergi yang sering mengalami in#eksi berulang atau sering sakit batuk pilek hilang timbul berulang-ulang.

-S2

A$AM$)S-S1&2&. Anamnesis merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara. Anamnesis dapat dilakukan langsung kepada pasien, yang disebut autoanamnesis, atau dilakukan terhdap orangtua, wali, orang yang dekat dengan pasien, atau sumber lain, yang disebut aloanamnesis. 5ntuk pasien bayi dan anak yang belum dapat memberi keterangan, aloanamnesis paling sering digunakan. "ada pasien terutama pasien anak, sebagian terbesar data untuk menegakkan diagnosis diperoleh dari anamnesis. 0ambatan langsung yang dijumpai dalam pembuatan anamnesis pasien anak ialah pada umumnya aloanamnesis, dan bukan autoanamnesis. 1alam hal ini, pemeriksa harus waspada akan terjadinya bias oleh karena data tentang keadaan pasien yang didapat mungkin berdasarkan asumsi orang tua atau pengantar. (angkah-langkah dalam pembuatan anamnesis: • • • • • • • • • • )dentitas pasien: nama6 umur6 jenis kelamin6 nama orangtua6 alamat6 umur, pendidikan dan pekerjaan orangtua6 agama dan suku bangsa. 7iwayat penyakit: keluhan utama 7iwayat perjalanan penyakit 7iwayat penyakit yang pernah diderita 7iwayat kehamilan ibu 7iwayat kelahiran 7iwayat makanan 7iwayat imunisasi 7iwayat pertumbuhan dan perkembangan 7iwayat keluarga

3

8emudian dicari keterangan tentang keluhan dan gejala lain yang terkait. Setelah itu, pasien ditanyakan mengenai keluhan pada telinga: 8urang pendengaran: kanan4kiri, nada tinggi atau nada rendah atau seluruh nada, mengerti pembicaraan, lebih terganggu di tempat sunyi atau di tempat ramai, kelainan kongenital, masalah kehamilan, masalah perinatal, hubungan keluarga, eksposisi-suara, pemakaian obatobat ototoksik, trauma kapitis, radang telinga, meningitis, penyakit lain +gondongan, campak, in#luen9a,. :yeri telinga: kanan4kiri, dalam4sekitar telinga, rasa tertekan, gatal. !airan yang keluar: kanan4kiri, aspek +serosa, mucus, purulen, berdarah,, jumlahnya, penyebab, berbau. $elinga berdenging: kanan4kiri, nada tinggi4rendah, sinkron dengan denyut nadi. Setelah itu selalu tanyakan pula kemungkinan penyakit lain yang diderita pasien, pemakaian obat-obatan, penyakit yang lalu, pembedahan, dan riwayat keluarga.

()M)/-KSAA$

4

1"(e0eriksaan Fisik "ada inspeksi dapat diperhatikan bentuk, warna, jaringan parut, dan pembengkakan. "ada palpasi, perhatikan konsistensi dan luas pembengkakkan serta nyeri tekan. )nspeksi liangtelinga dan gendang-telinga disebut otoskopi.; "ada kasus otitis media akut +&<A, dengan otoskopi, tampak penonjolan pada kwadran belakang atas gendang telinga dengan warna merah sampai merah kebiruan dan kemudian seringkali menjadi warna agak kekuningan. $anda-tanda anatomis yang normal pada maleus dan re#leks cahaya menghilang dan seringkali terjadi per#orasi spontan gendang-telinga dengan keluarnya secret encer sampai sero-purulen.; "ada pemeriksaan dengan otoskopi pneumatik menunjukkan membrana timpani gerakannya jelek mencembung, hiperemi, keruh6 dapat ada otorrea purulen, tetapi nyeri telinga dan demam tidak selalu ada. Anak dengan mobilitas berkurang atau tidak ada, dan kekeruhan membrana timpani harus dicurigai menderita otitis media bacteria dengan e#usi. "emeriksaan $impanometri ini diperlukan untuk menilai kondisi telinga tengah. =ambaran timpanometri yang abnormal +adanya cairan atau tekanan negati# di telinga tengah, merupakan petunjuk adanya gangguan pendengaran kondukti#.

2"(e0eriksaan (enun#an1 ;. (aboratorium 8ultur spesimen Spesimen : (uka, $enggorok, darah, sputum.2 8ultur diambil untuk mengisolasi mikroorganisme yang menyebabkan in#eksi klinis. (aju *ndap darah : (aju endap darah atau yang disebut juga laju sedimentasi adalah laju sel darah merah menetap dalam darah yang belum membeku, dengan satuan milimeter per jam +mm4jam,. (*1 merupakan uji yang tidak spesi#ik. (aju dapat meningkat selama proses in#lamasi akut, in#eksi akut, dan kronis, kerusakan jaringan +nekrosis,, rematoid, penyakit kolagen, malignansi dan stres #isiologis +kehamilan,.
5

:ilai rujukan : metode wintrobe  "ria -9 mm4jam, wanita -;' mm4jam , anak .;. tahun > -; mm4jam. 2 !omplete 3lood !ount "ada pasien dengan obstruksi dan in#eksi, hitung sel darah putih +?3!, mungkin meningkat, dengan pergeseran kiri + shi#t to the le#t ,. 2 2. 7adiologi "emeriksaan radiologi merupakan alat penunjang diagnostik yang penting dalam diagnosis penyakit telinga. Setelah memperoleh riwayat lengkap dan pemeriksaan telinga tengah dan mastoid yang cermat dengan otoskop, maka dapat diputuskan perlu tidaknya pemeriksaan radiologis. . "emeriksaan radiologi pada telinga ber#ungsi untuk menentukan : a. Struktur anatomi tulang mastoid, meliputi sel udara mastoid, diploe dan sklerotik mastoid. b. <endeteksi adanya perubahan patologis seperti perselubungan pada sel mastoid, erosi pada tulang dan pembentukan ka@itas. c. 8eadaan telinga dalam, kanalis auditorius interna, kanalis semisirkularis dan ner@us #asialis. d. 8eadaan tulang-tulang pendengaran pada telinga tengah.3

"emeriksaan radiologi yang penting adalah pemeriksaan tulang temporal. &leh karena, tulang temporal mempunyai struktur anatomi yang o@erlapped dengan beberapa struktur tulang tengkorak lainnya. $ulang temporal merupakan struktur yang unik karena ukurannya yang kecil yang dikelilingi oleh sistem sel pneumatisasi yang ekstensi#. &leh karena densitas berlainan dari komponen tulangnya dan ruang yang berisi udara dan cairan disekeliling dan didalamnya, tulang temporal memperlihatkan gambaran radiogra#i yang akurat. 0al ini dapat dibuat dengan pemeriksaan radiogra#i kon@ensional 3

6

WO/K-$G *-AG$OS-S2&2&'34 &titis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba *ustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid.3 &titis media akut timbul sendiri atau bersamaan dengan in#eksi saluran napas atas atau penyakit anak-anak. "enyebab biasanya Haemophylus influenza, <oraxella catarrhalis, Strepto-, Pneumo, atau Staphylococcus.; "erubahan mukosa telinga tengah sebagai akibat in#eksi dibagi atas ' stadium: +;, stadium oklusi tuba *ustachius, +2, stadium hieremis, +3, stadium supurasi, +., stadium per#orasi, +', stadium resolusi. 8eadaan ini berdasarkan gambaran membrane timpani yang diamati melalui liang telinga luar. 1. Stadium oklusi tuba eustachius Stadium oklusi tuba *ustachius terdapat sumbatan tuba *ustachius yang ditandai oleh retraksi membrana timpani akibat tekanan negati# dalam telinga tengah karena terjadinya absorpsi udara. Selain retraksi, membrana timpani kadang-kadang tetap normal atau hanya berwarna keruh pucat atau terjadi e#usi. Stadium oklusi tuba *ustachius dari otitis media supurati# akut +&<A, sulit kita bedakan dengan tanda dari otitis media serosa yang disebabkan @irus dan alergi.3 2. Stadium hiperemis (stadium pre-supurasi "ada stadium hiperemis, tampak pembuluh darah yang melebar di membran timpani atau seluruh membran timpani tampak hiperemis serta edem. Sekret yang telah terebentuk mungkin masih bersi#at eksudat yang serosa sehingga sukar dilihat.3 !. Stadium supurasi "ada stadium supurasi terjadi edema yang sangat hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel super#icial, serta terbentuknya eksudat yang purulen di ka@um timpani, menyebabkan membran timpani menonjol +bulging, ke arah liang telinga luar. "ada keadaan ini pasien tampak
Ga0bar 1" 5a0pak 0e0bran ti0pani 6ipere0is dan bul1in1 70enon#ol8"

sangat

sakit,

nadi

dan suhu

meningkat, serta rasa nyeri di telinga bertambah hebat.3

7

Apabila tekanan nanah di ka@um timpani tidak berkurang, maka terjadi iskemia, akibat tekanan pada kapiler-kapiler, serta timbul trombo#leibitis pada @ena-@ena kecil dan nekrosis mukosa dan submukosa. :ekrosis ini pada membran timpani terlihat sebagai daerah yang lebih lembek dan berwarna kekuningan, di tempat ini akan terjadi ruptur.3 ". Stadium perforasi "ada stadium per#orasi dapat terlihat ruptur membran timpani dan nanah yang keluar mengalir dari telinga tengah ke telinga luar yang diakibatkan bisa karena terlambatnya pemberian antibiotika atau @irulensi kuman yang tinggi. Anak yang tadinya gelisah sekarang menjadi tenang, suhu badan turun dan anak dapat tertidur nyenyak. 3 #. Stadium resolusi Stadium resolusi ditandai oleh membran timpani berangsur normal hingga per#orasi membran timpani menutup kembali dan sekret purulen tidak ada lagi. Stadium ini berlangsung jika membran timpani masih utuh, daya tahan tubuh baik, dan @irulensi kuman rendah. Stadium ini didahului oleh sekret yang berkurang sampai mengering.3 Apabila stadium resolusi gagal terjadi maka akan berlanjut menjadi otitis media supurati# kronik +&<S8,. 8egagalan stadium ini berupa membran timpani tetap per#orasi dan sekret tetap keluar secara terus-menerus atau hilang timbul.3 &titis media supurati# akut +&<A, dapat menimbulkan gejala sisa +seAuele, berupa otitis media serosa. &titis media serosa terjadi jika sekret menetap di ka@um timpani tanpa mengalami per#orasi membran timpani.3 Ge#ala Klinik "ada perjalanan yang biasa, anak yang menderita in#eksi saluran pernapasan atas selama beberapa hari secara mendadak menderita otalgia, demam, tidak enak menyeluruh, dan kehilangan pendengaran. 1emam terjadi pada sepertiga sampai setengah penderita ini. "ada bayi, gejala dapat kurang berlokalisasi dan meliputi iritabilitas, diare, muntah, atau malaise.2 "asien kebanyakan anak-anak mengalami rasa penuh atau rasa tertekan di dalam telinga yang timbul pada malam hari, kadang-kadang siang hari, kadang-kadang disertai rasa nyeri yang hebat. Anak kecil yang belum dapat berbicara atau menyatakan apa yang dirasakan dengan
8

memegang tlinga atau menggerak-gerakkan kepala. 8ebanyakan anak tampak sakit, nyeri kepala dan terkadang disertai demam tinggi.;

*-F)/)$5-A, *-AG$OS-S • Otitis Media Efusi (otitis media serosa) &titis media e#usi +&<*, ialah terdapatnya cairan di dalam telinga tengah, tanpa ada tanda-tanda in#eksi akut seperti nyeri ata demam. 3anyak didapatkan pada anak-anak. )nsidennya bertambah pada usia dua tahun pertama, kemudian menurun secara berangsur. &<* merupakan penyakit yang sembuh sendiri, sebagian dalam waktu tiga bulan dan tiga perempat bagian dalam waktu enam bulan. Ada kecenderungan untuk residi# +terulang kembali,.; Adanya in#eksi saluran napas atas +seperti rhinitis dan adenoiditis, dan dis#ungsi saluran tuba eustachius mempunyai peranan penting pada timbulnya &<*. 3akteri dan hasilnya +endotoksin, dapat masuk ke telinga tengah dan menyebabkan reaksi peradangan, sehingga timbul eksudat. =ejala klinis yang penting adalah kurangnya pendengaran. 8adang-kadang terdapat rasa tekanan di dalam telinga.; $abel ;. ;
Gejala dan tanda Nyeri telinga, demam, rewel Efusi telinga tengah Gendang telinga suram Gendang yang menggembung Gerakan gendang berkurang Berkurangnya endengaran OMA
+ + + +/+ +

Otitis media dengan efusi
+ +/+ +

)5-O,OG$elinga tengah biasanya steril, meskipun terdapat mikroba di naso#aring dan #aring. Secara #isiologik terdapat mekanisme pencegahan masuknya mikroba ke dalam telinga tengah oleh silia mukosa tuba eustachius, en9im dan antibodi. &titis media akut terjadi karena #aktor
9

pertahanan tubuh ini terganggu. Sumbatan *ustachius merupakan #aktor penyebab utama dari otitis media. 8arena #ungsi tuba *ustachius terganggu, pencegahan in@asi kuman ke dalam telinga tengah juga terganggu, sehingga kuman masuk ke dalam telinga tengah dan terjadi peradangan. 3 1ikatakan juga, bahwa pencetus terjadinya &<A adalah in#eksi saluran napas atas. 3 &rganisme pengin#eksi yang paling la9im pada otitis media kaut adalah Streptococcus pneumonia. 1ua patogen utamanya adalah Haemophilus influenza tetapi yang tidak dapat ditipekan adalah $oraxella catarrhalis. 3erbagai bakteri lain menyebabkan sebagian kecil sisa in#eksi. )ni dapat meliputi bakteri gram positi# maupun gram negati#. "ada neonates di atas usia 2 minggu, S.pneumoniae dan H.influinzae terus merupakan in#eksi yang paling la9im. :amun pada bayi umur kurang dari 2 minggu atau mereka yang masih dirawat inap, bakteri gram negati#, Stahylococcus aureus, dan Streptococcus grup 3 menjadi lebih la9im.2

)(-*)M-O,OG0ampir B'C anak mempuyai paling sedikit satu episode otitis media akut pada umur 3 tahun, dan ' C anak akan mempunyai dua episode atau lebih. 3ayi dan anak kecil berisiko paling tinggi untuk otitis media, #rekuensi insiden adalah ;'-2 C dengan puncak terjadi dari umur D-3D bulan dan .-D tahun. Anak yang menderita otitis media pada umur tahun pertama mempunyai kenaikan resiko penyakit akut kumat atau kronis. Sesudah episode pertama, sekitar . C anak menderita e#usi telinga tengah yang menetap selama . minggu dan ; C menderita e#usi yang masih ada pada 3 bulan. )nsiden penyakit cenderung menurun sebagai #ungsi dari umur sesudah umur D tahun. )nsiden tinggi pada laki-laki, kelompok sosioekonomi yang lebih rendah, dan lebih tinggi pada orang kulit putih daripada orang kulit hitam. )nsiden juga bertambah pada musim dingin dan awal musim semi.2

(A5OF-S-O,OG)nsiden otitis media akut yang tinggi pada anak mungkin merupakan kombinasi beberapa #aktor, dengan dis#ungsi tuba eustachii dan kerentanan anak terhadap in#eksi saluran pernapasan ats berulang adalah sangat penting. $uba eustachii anak berbeda dengan tuba orang dewasa dalam hal tuba eustachii anak lebih hori9ontal dan lubang pembukaannya, tonus tubarius,
10

agaknya mempunyai banyak #olikel lim#oid yang mengelilinginya. Euga pada anak, adenoid dapat mengisi naso#aring, secara mekanik dapat menyekat lubang hidung dan tuba eustachii atau berperan sebagai #okus in#eksi yang dapat turut menyebabkan edema dan dis#ungsi tuba eustachii.2 &bstruksi mekanik atau #ungsional tuba eustachii dapat mengakibatkan e#usi telinga tengah. &bstruksi mekanik intrinsic dapat akibat dari in#eksi atau alergi dan obstruksi ekstrinsik dari adenoid obstrukti# atau tumor naso#aring. 8olaps menetap tuba eustachii selama menelan dapathii selama menelan dapat mengakibatkan obstruksi #ungsional akibat pengurangan kekakuan tuba, dan mekanisme pembukaan akti# yang tidak e#isien, atau keduanya.2 &bstruksi tuba eustachii mengakibatkan tekanan telinga tengah negati# dan, jika menetap, mengakibatkan e#usi telinga tengah transudati#. 3ila tuba eustachii tidak secara total terobstrruksi secaara mekanik, kontaminasi ruang telinga tengaah dari sekresi naso#aring dapath dari sekresi naso#aring dapat terjadi karena re#luks +terutama bila membrane timpani mengalami per#orasi atau bila timpanoplasti tuba,, karena aspirasi +dari tekanan telinga tengah yang terjadi karena re#luks +terutama bila membrane timpani mengalami per#orasi atau bila timpanoplasti tuba,, karena aspirasi +dari tekanan telinga tengah yang sangat negat sangat negati#,, atau karena peniupan +insu##lasi, selama menangi#,, atau karena peniupan +insu#lasi, selama menangis, peniupan hidung, bersin dan penelanan bila hidung terobstruksi. 3ayi dan anak kecil mempunyai tuba eustachii yang lebih pendek dari anak yang lebih tua dan orang dewasa, yang membuatnya lebih rentan terhadap re#luks naso#aring ke dalam ruang telinga tengah dan terhadap perkembangan otitis media akut.2 Anak kecil menderita kenaikan in#eksi @irus saluran pernapasan atas. )n#eksi ini mungkin menyebabkan edema mukosa tuba eustachii sehingga menyebabkan penambahan dis#ungsi tuba eustachii. "embesaran reakti# jaringan lim#oid, seperti adenoid atau jaringan ori#isium tuba eustachii, dapat juga secara mekanik menyekat #ungsi tuba dan memberikan reaksi radang.2 Anak kecil mempunyai perkembangan sistem imun imatur, yang mungkin merupakan #aktor lain yang menyebabkan insiden tinggi otitis pada kelompok umur ini. *tiologi: -perubahan tekanan udara tiba-tiba -alergi
11

-in#eksi -sumbatan: sekret, tampon, tumor =angguan tuba $ekanan negati# telinga tengah *#usi

:ormal4 sembuh

/ungsi tuba terganggu

)n#eksi +-, &<* sembuh

)n#eksi +%, &<* &<S8

Ga0bar 1" (ato1enesis 5er#adinya Otitis Media

()$A5A,AKSA$AA$ $erapi bergantung pada stadium penyakitnya. "engobatan pada stadium awal ditujukan untuk mengobati in#eki saluran napas dengan pemberian antibiotik, dekongestan lokal atau sistemik, dan antipiretik.' • Stadium %klusi

$erapi ditujukan untuk membuka kembali tuba *ustachius sehingga tekanan negati@e di telinga tengah hilang. 1iberikan obat tetes hidung 0!l e#edrin ,'C untuk anak F;2 tahun atau 0!l e#edrin ;C dalam larutan #isiologis untuk anak G;2 tahun dan dewasa. Sumber in#eksi lokal hrus diobati. Antibiotic diberikan bila penyebabnya kuman.' • Stadium Presupurasi
12

1iberikan antibiotik, obat tetes hidung, dan analgesic. 3ila membrane timpani sudah terlihat hiperemis di#us, sebaiknya dilakukan miringotomi. 1ianjurkan pemberian antibiotik golongan penisilin atau eritromisin. Eika terdapat resistensi, dapat diberikan dengan kombinasi asam kla@ulanat atau se#alosporin. 5ntuk terapi awal diberikan penisilin intramuskular agar konsentrasinya adekuat di dalam darah, sehingga tidak terjadi mastoiditis terselubung, gangguan pendengaran sebagai gejala sisa, dan kekambuhan. Antibiotik diberikan minimal selama 2 hari.' "ada anak diberikan ampisilin . - ' -; eritromisin . - . mg4kg334hari.' • Stadium Supurasi Selain antibiotik, pasien harus dirujuk untuk dilakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang dan tidak terjadi ruptur.' • Stadium Perforasi $erlihat sekret banyak yang keluar, kadang secara berdenyut. 1iberikan obat cuci telinga 02&2 3C selama 3-' hari serta antibiotik yang adekuat sampai 3 minggu. 3iasanya secret akan hilang dan per#orasi akan menutup sendiri dalam 2-; hari.' • Stadium &esolusi <embran timpani berangsur normal kembali, sekret tidak ada lagi, dan per#orasi menutup. 3ila tidak, antibiotik dapat dilanjutkan sampai 3 minggu. 3ila tetap, mungkin telah terjadi mastoiditis.' Semua penderita harus die@aluasi ulang sekitar 2 minggu setelah pemberian pengobatan, pada saat ini harus ada bukti penyembuhan otoskopik, seperti pengurangan radang dan pengembalian mobilitas membran timpani.2 mg4kg33, amoksisilin . - . mg4kg334hari, atau

Mirin1oto0i Selain antibiotik, pasien harus dirujuk untuk dilakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang dan tidak terjadi ruptur. <iringotomi adalah tindakan insisi pada pars tensa membran timpani agar terjadi drainase sekret dari telinga tengah ke telinga luar. "asien harus tenang dan dikuasai. (okasi insisi di kuadran posterior in#erior.
13

&perator harus memakai lampu kepala dengan sinar yang cukup terang, corong telinga yang sesuai, serta pisau : parasentesis yang kecil dan steril. 1ianjurkan dilakukan dengan narkosis umum dan memakai mikroskop. 3ila pasien mendapat terapi yang adekuat, miringotomi tidak perlu dilakukan, kecuali jika tampak jelas adanya nanah ditelinga tengah. 8omplikasi yang mungkin terjadi adalah perdarahan akibat trauma liang telinga luar, dislokasi tulang pendengaran, trauma pada #enestra rotundum, trauma ner@us #asialis, dan trauma pada bulbus jugulare. KOM(,-KAS• Otitis Media Kronis <erupakan suatu peradangan kronis selaput lendir telinga tengah dan mastoid dengan keluarnya cairan +otore, melalui kerusakan di gendang telinga sentral6 kadang-kadang sebagai akibat &<A yang tidak sembuh +lebih lama dari tiga minggu,. 8adang-kadang penyaki ini merupakan suatu gangguan tersendiri, yaitu terjadi
Ga0bar 2" Kolesteato0a"

otore akibat in#eksi dari luar melalui suatu kerusakan

gendang telinga yang sudah ada sebelumnya. =angguannya cenderung akan terus terulang kembali.; &titis media kronik dengan kolesteatoma atau benjolan mutiara disebabkan oleh pertumbuhan kulit liang-telinga atau lapisan epitel gendang telinga yang masuk ke telinga tengah atau mastoid.; • Perforasi gendang telinga Suatu bentuk otitis media dapat menyebabkan kerusakan pada gendang telinga atau rangkaian tulang-pendengaran. "er#orasi gendang telinga sering berbentuk ginjal dan letaknya di kedua kuadran bawah. Suatu per#orasi selaput gendang telinga disebut sentral bila dikeliling cacatnya masih ada gendang telinga. Suatu per#orasi disebut marginal apabila sebagian cacatnya berbatasan dengan liang telinga. <elalui per#orasi marginal, epitel kulit tumbuh ke dalam telinga tengah dan terbentuklah kolesteatoma.; Suatu per#orasi gendang telinga hanya menambah resiko untuk terulangnya radang telinga tengah. "ada umumnya pasien dengan per#orasi gendang telinga disarankan untuk mencegah

14

masuknya air ke dalam telinga. $erutama sabun dan shampoo yang menurunkan tegangan permukaan, dapat mengakibatkan otore berulang.; • Timpanosklerosis $impanosklerosis kemungkinan besar disebabkan oleh radang telinga tengah berulang berkali-kali yang kadang-kadang berlangsung tanpa gejala. Setelah sembuh dari peradangan, akan mengendap garam kapur +kalk9outen, di gendang telinga, selaput lender promontorium, atau di selaput lendir di sekitar rangkaian tulang-tulang pendengaran. *ndapan garam kapur di dalam jaringan ikat hyalin disebut timponosklerosis.; • Atrofi dan atelektasis 8arena tekanan rendah di dalam telinga tengah yang kronis, selain kolesteatoma, dapat pula stro#i gendang telinga. =endang telinga yang mengalami atro#i akan tertarik ke dalam akibat rendahnya tekanan dan lama-kelamaan timbul perlekatan ke dinding medial ka@um timpani, sehingga terjadi atelektasis. Atelektasis dapat merusak tulang pada rangkaian tulang pendengaran.; • Mastoiditis akut <astoiditis merupakan suatu osteitis pada system sel mastoid. 1i )ndonesia, mastoiditis masih sering dijumpai kalau pemeliharaan kesehatan kurang baik. 0al ini dipandang sebagai komplikasi dari otitis media kaut atau kronis. =ambaran klasik terdiri dari otitis media dengan edema perios dan kulit liang telinga, dengan akibat dinding belakang terdesak ke depan. 8arena ada edema di belakang telinga seinggi antrum, kulit setempat menjadi tebal dan merah, sehingga daun telinga terdesak ke depan bawah. Ada nyeri tekan di tempat tersebut dan sering juga di ujungum, kulit setempat menjadi tebal dan merah, sehingga daun telinga terdesak ke depan bawah. Ada nyeri tekan di tempat tersebut dan sering juga di ujung mastoid.; • Paresis dan paralisis n. fasialis1 "aresis n.#asialis kadang-kadang didapatkan karena adanya kolesteatoma di sekitar n.#asialis. saluran tulang n.#asialis rusak sehingga menekan sara#. 3eberapa kali keadaan ini tampak sebagai komplikasi &<A.;
15

(/)9)$5-9 <odi#ikasi gaya hidup untuk mencegah otitis media akut. *dukasi dan penyuluhan pendidikan kepada para penjaga dan ibu bapa memainkan peranan penting dalam menurunkan insidensi otitis media akut, dan $he :ational Association o# 1aycare "ro@iders telah menyediakan bahan-bahan edukasi berbentuk material kepada pusatnya dan juga kepada para ibu bapak. 3eberapa hal yang tampaknya dapat mengurangi risiko &<A adalah:
• • • •

pencegahan )S"A pada bayi dan anak-anak, pemberian AS) minimal selama D bulan, penghindaran pemberian susu di botol saat anak berbaring, dan penghindaran pajanan terhadap asap rokok.2

(/OG$OS-S 1ubia ad bonam. "ada kasus ini, harus segera diatasi. !egah terjadi stadium yang lebih lanjut atau per#orasi, berikan antibiotik segera dan bila perlu pasien dirujuk untuk dilakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang dan tidak terjadi ruptur. K)S-M(U,A$ $elinga tengah terdiri dari membran timpani, ka@um timpani, prosesus mastoideus, dan tuba *ustachius. &titis media akut adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba *ustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid. "enyebab otitis media akut dapat merupakan @irus maupun bakteri. 3akteri penyebab otitis media tersering adalah Streptokokkus pneumoniae, diikuti oleh 0aemophilus in#luen9ae dan <ora-ella catarrhalis. Anak lebih mudah terserang otitis media dibanding orang dewasa oleh karena tuba *ustaciusnya pendek, lebar, dan letaknya agak hori9ontal. =ejala klinis otitis media akut tergantung pada stadium penyakit dan umur pasien.
16

$erapi bergantung pada pada stadium penyakitnya. Eika diputuskan untuk memberikan antibiotik, pilihan pertama untuk sebagian besar anak adalah amo-icillin dan pemberian antibiotik adalah 3-2 hari atau ' hari.

/)F)/)$S;. 3roek "., /. 1ebruyne, (. /eenstra, 0.A.<. <arres. 3uku Saku )lmu 8esehatan $enggorok, 0idung, dan $elinga *disi ;2. Eakarta: "enerbit 3uku *=!. 2 9. 2. Adams, 3oies, 0igler. 3&)*S 3uku Ajar "enyakit $0$. Anak-Anak yang !enderung <engalami &titis. *disi D. "enerbit 3uku 8edokteran *!=, ;992 3. 3ehrman 7ichard *, 7obert 8liegman, Ann <. Ar@in. :elson )lmu 8esehatan Anak *disi ;' Holume 3. Eakarta: *=!. ;999. .. =oodman 1<. =reen $". 5nti S<. "owell *!. !urrent "rocedures "ediatrics. &toscopic *-amination. (ange <edical 3ooks4 <c =raw 0ill. 2 26 p ;22-9.

'. 3uku Ajar )lmu 8esehatan $elinga 0idung $enggorokan *disi 8eempat. Eakarta: 3alai "enerbit /85). 2 . 94 ;42B4otitis;. D. &titis <edia Supurati# Akut. 1iunduh dari http:44idmgarut.wordpress.com42 media-supurati#-akut-oma4 pada tanggal 2; <aret 2 ;;. 2. 8apita Selekta 8edokteran *disi 8etiga. Eakarta: "enerbit <edia Aesculapius /85). 2

17