Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Terusan Arjuna No.

6, Jakarta 11510

 Sucitra Setiawan  Martiana Helena  Budiono Mulyo  Jessica Lawrence  Mellyana Fransisca  Martin Prayiggo  Silvia Veronica Cahaya  Ricco Marsel

10-2008-042 10-2009-173 10-2009-249 10-2010-227 10-2010-079 10-2010-018 10-2010-039 10-2010-198

Kelompok B 1

1

SKENARIO
Anda kebetulan sedang berdinas jaga di laboratorium di sebuah Rumah Sakit tipe B. Seorang anggota polisi membawa sebuah botol ukuran 2 liter yang disebutnya sebagai botol dari sebuah alat “suction curret” milik seorang dokter di kota anda. Masalahnya adalah bahwa dokter tersebut disangka telah melakukan pengguguran kandungan yang illegal dan didalam botol tersebut terdapat campuran darah dan jaringan hasil suction. Polisi menerangkan dalam surat keterangannya, bahwa darah dan jaringan dalam botol berasal dari tiga perempuan yang ssat ini sedang diperiksakan ke Bagian Kebidanan di Rumah Sakit anda. Penyidik membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang dapat menjelaskan apakah benar telah terjadi pengguguran kandungan dan apakah benar bahwa ketiga perempuan yang sedang diperiksa di kebidanan adalah perempuan yang kandungannya digugurkan oleh dokter tersebut. Hasil pemeriksaan tersebut penting agar dapat dilanjutkan ke proses hokum terhadap dokter tersebut. Anda tau bahwa harus ada komunikasi antara anda dengan dokter kebidanan yang memeriksa perempuan-perempuan diatas, agar pemeriksaan medis dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya bagi penyidikan dan penegakan hukum.

PENDAHULUAN
Di masyarakat, kerap terjadi peristiwa pelanggaran hukum yang menyangkut tubuh dan nyawa manusia. Untuk pengusutan dan penyidikan serta penyelesaian masalah hukum ini di tingkat lebih lanjut sampai pada akhirnya pemutusan perkara di pengadilan, di perlukan bantuan berbagai ahli di bidang terkait untuk membuat jelas jalannya peristiwa serta keterkaitan antara tindak yang satu dengan yang lain dalam rangka peristiwa tersebut. Dalam hal terdapat korban, baik yang masih hidup atau pun yang meninggal akibat peristiwa tersebut, di perlukan seorang ahli dalam bidang kedokteran untuk memberikan penjelasan bagi para pihak yang menangani kasus tersebut.1 Dalam suatu tindakan abortus, di masyarakat masih mengangap bahwa kejadian ini adalah sesuatu hal yang bertentangan dengan agama dan memiliki ketentuan-ketentuan hukum yang melarang seorang melakukan tindakan abortus tersebut. Faktor- faktor yang memungkinkan seorang perempuan melakukan tindakan abortus adalah karena ia takut ketahuan kalau sedang hamil, tidak menginginkan anak tersebut, adanya paksaan dari orang lain, atau karena indikasi medis tertentu yang mengharuskan seorang perempuan harus diaborsi. 1 Pengertian pengguguran kandungan menurut hokum adalah tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran tanpa melihat usia kandungannya dan juga tidak dipersoalkan apakah dengan pengguguran kehamilan tersebut bayi lahir hidup atau mati. Yang dianggap penting adalah ketika dilakukan pengguguran kandungan tersebut, janin masih dalam keadaan hidup. Pengertian pengguguran kandungan secara hukum berbeda pengertiannya dengan pengertian pengguguran kandungan jika dilihat dari sisi kedokteran karena mengandung unsur kesengajaan dan tidak mementingkan usia kehamilan. 2 Pengertian pengguguran kandungan kandungan atau aborsi secara kedokteran dibagi dalam beberapa bagian menurut cara terjadinya, yaitu: 1. Abortus spontanea (abortus yang berlangsung tanpa tindakan), yaitu: 2

yang ditunjuk oleh pemerintah  Prosedur tidak dirahasiakan  Dokumen medik harus lengkap  Abortus Provokatus Kriminalis Abortus yang sengaja dilakukan dengan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). yaitu: Menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar tubuh ibu. hukum. agama. 3 Kasus abortus di Indonesia jarang diajukan ke pengadilan. sehingga sukar diharapkan adanya laporan abortus. dan tanpa adanya dilatasi serviks  Abortus insipiens : Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat. dimana hasil konsepsi masih dalam uterus. walaupun terdapat kasus bahwa bayi dibawah 1000 gram dapat terus hidupAbortus provokatus dapat dibedakan menjadi:  Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu.  Abortus inkompletus : Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. 4. Abortus provokatus (abortus yang sengaja dibuat). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu. tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.Abortus kompletus : Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan 2.5 KUHAP Pasal 133 3 . karena pihak si ibu yang merupakan korban dan juga sebagai pelaku. hanya abortus provokatus kriminalislah yang termasuk dalam lingkup pengertian pengguguran kandungan menurut hukum.Abortus Imminens : Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu. atau berat badan bayi belum 1000 gram. Dalam hal ini. Syarat-syaratnya :  Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi  Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain. psikologi)  Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau keluarga terdekat  Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga / peralatan yang memadai. 1  PROSEDUR MEDIKOLEGAL Kewajiban Dokter Membantu Peradilan4. Umumnya kasus abortus di Indonesia diajukan ke pengadilan hanya bila terjadi komplikasi atau apabila ada pengaduan dari si ibu atau si ayah. Pada umumnya dianggap bayi belum dapat hidup diluar kandungan apabila kehamilan belum mencapai umur 28 minggu.

KUHAP Pasal 179 (1) Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan.5 KUHAP Pasal 120 (1) Dalam hal penyidik menganggap perlu. KUHAP Pasal 134 (1) Dalam hal sangat diperlukan dimana untuk keperluan pembuktian bedah mayat tidak mungkin lagi dihindari. maka tidak dapat didengar keterangannya dan dapat mengundurkan diri sebagai saksi: a. (2) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat. (3) Apabila dalam waktu dua hari tidak ada tanggapan apapun dari keluarga atau pihak yang perlu diberitahu tidak diketemukan. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. (2) Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli. dilak dengan diberi cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat. (1) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis. penyidik segera melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 133 ayat (3) undang-undang ini. keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. Saudara dari terdakwa atau yang bersama-sama sebagai terdakwa. penyidik wajib menerangkan sejelas-jelasnya tentang maksud dan tujuan perlu dilakukannya pembedahan tersebut. Keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai derajat ketiga dari terdakwa atau yang bersama-sama sebagai terdakwa b.Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka. dengan ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliannya. ia dapat minta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus (2) Ahli tersebut mengangkat sumpah atau mengucapkan janji di muka penyidik bahwa ia akan memberi keterangan menurut pengetahuannya yang sebaik-baiknya kecuali bila disebabkan karena harkat serta martabat. juga mereka yang mempunyai hubungan karena perkawinan dan anak-anak saudara terdakwa sampai derajat ketiga 4 . (2) Dalam hal keluarga keberatan. KUHAP Pasal 168 Kecuali ditentukan lain dalam undang-undang ini. Hak Menolak Menjadi Saksi/Ahli4. pekerjaan atau jabatannya yang mewajibkan ia menyimpan rahasia dapat menolak untuk memberikan keterangan yang diminta. saudara ibu atau saudara bapak. penyidik wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga korban.

dapat minta dibebaskan dari kewajiban untuk memberi keterangan sebagai saksi. KUHAP Pasal 186 Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan.5 KUHP Pasal 216 5 . Petunjuk e. yang memuat keterangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar. KUHAP Pasal 65 Tersangka atau terdakwa berhak untuk mengusahakan dan mengajukan saksi dan atau seseorang yang mempunyai keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya. Surat d. b.c. Sangsi Bagi Pelanggar Kewajiban Dokter4. d. Surat yang dibuat menurut ketentuan peraturan perundang-undangan atau surat yang dibuat oleh pejabat mengenai hal yang termasuk dalam tatalaksana yang menjadi tanggungjawabnya dan yang diperuntukkan bagi pembuktian sesuatu hal atau sesuatu keadaan. Berita acara dan surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang atau yang dibuat dihadapannya. dibuat atas sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah. Surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya dengan isi dari alat pembuktian yang lain. KUHAP Pasal 187 Surat sebagaimana tersebut pada pasal 184 ayat (1) huruf c. Keterangan terdakwa (2) Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan. dilihat atau dialaminya sendiri. Surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu hal atau sesuatu keadaan yang diminta secara resmi dari padanya. yaitu tentang hal yang dipercayakan kepada mereka (2) Hakim menentukan sah atau tidaknya segala alasan untuk permintaan tersebut Bentuk Bantuan Dokter bagi Peradilan dan Manfaatnya4. Keterangan saksi b. harkat martabat atau jabatannya diwajibkan menyimpan rahasia. Suami atau istri terdakwa meskipun sudah bercerai atau yang bersama-sama sebagai terdakwa KUHAP Pasal 170 (1) Mereka yang karena pekerjaan. adalah: a. disertai dengan alasan yang jelas dan tegas tentang keterangannya itu.5 KUHAP Pasal 184 (1) Alat bukti yang sah adalah: a. c. Keterangan ahli c.

demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana. Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur kedokteran. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dank arena keilmuan saya sebagai dokter…. Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 1966 tentang wajib simpan rahasia kedokteran Pasal 1 PP No 10/1966 Yang dimaksud dengan rahasia kedokteran ialah segala sesuatu yang diketahui oleh orang-orang tersebut dalam pasal 3 pada waktu atau selama melakukan pekerjaannya dalam lapangan kedokteran. sesuai dengan martabat pekerjaan saya. diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda paling banyak sembilan ribu rupiah (1) Disamakan dengan pejabat tersebut di atas. ASPEK HUKUM Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia. Yang menerima hukuman adalah:4-6 6 ..5 Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 1960 tentang lafal sumpah dokter Saya bersumpah/berjanji bahwa: Saya akan membuktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila. yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis” . KUHP Pasal 322 (1) Barangsiapa dengan sengaja membuka rahasia yang wajib disimpannya karena jabatan atau pencariannya baik yang sekarang maupun yang dahulu. (2) Jika kejahatan dilakukan terhadap seorang tertentu. atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya. maka pidananya dapat ditambah sepertiga KUHP Pasal 222 Barang siapa dengan sengaja mencegah. Rahasia Jabatan dan Pembuatan SKA/ V et R4. menghalang-halangi atau menggagalkan pemeriksaan mayat untuk pengadilan. setiap orang yang menurut undang-undang terus meneruus atau untuk sementara waktu diserahi tugas menjalankan jabatan umum (2) Jika pada waktu melakukan kejahatan belum lewat dua tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga. maka perbuatan itu hanya dapat dituntut atas pengaduan orang itu.dst. demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah. menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan.Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undangundang oleh pejabat yang tugasanya mengawasi sesuatu. aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

KUHP Pasal 349 Jika seorang tabib. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. pidananya dapat ditambah sepertiga. atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan. atau jika dia seorang tabib. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346. dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu. berbuat demikian untuk mencari keuntungan. melakukan kejahatan tersebut. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.   Ibu yang melakukan aborsi Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi Beberapa pasal yang terkait adalah: 4-6 KUHP Pasal 229 (1) Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan. UU HAM pasal 53 7 . KUHP Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. KUHP Pasal 347 (1) Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. bidan atau juru obat. (2) Jika yang bersalah. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. (3) Jika yang bersalah. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan. KUHP Pasal 348 (1) Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

UU Kesehatan Pasal 76 Aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 hanya dapat dilakukan: a. maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan. kecuali dalam hal kedaruratan medis. tanpa mengikuti standar profesi dan pelayanan yang berlaku.(1) Setiap anak sejak dalam kandungan berhak untuk hidup. yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan. diskriminatif. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan. yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tidak profesional. (3) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang. tidak aman. Dengan izin suami. sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. c. (2) Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan berdasarkan: a. Sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. b. Penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri UU Kesehatan Pasal 77 Pemerintah wajib melindungi dan mencegah perempuan dari aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dan ayat (3) yang tidak bermutu. baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin. Dalam peraturan pemerintah sebagai pelaksanaan dari pasal ini dijabarkan antara lain mengenai keadaan darurat dalam menyelamatkan jiwa 8 . atau lebih mengutamakan imbalan materi dari pada indikasi medis. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan. Namun sayangnya didalam UU Kesehatan ini belum disinggung soal masalah kehamilan akibat hubungan seks komersial yang menimpa pekerja seks komersial. dan tidak bertanggung jawab serta bertentangan dengan norma agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri. atau b. dan e. kecuali korban perkosaan. dan tidak bertanggung jawab adalah aborsi yang dilakukan dengan paksaan dan tanpa persetujuan perempuan yang bersangkutan. UU Kesehatan Pasal 75 (1) Setiap orang dilarang melakukan aborsi. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. Pada penjelasan UU Kesehatan pasal 77 dinyatakan sebagai berikut: Yang dimaksud dengan praktik aborsi yang tidak bermutu. tidak aman. d. mempertahankan hidup & meningkatkan taraf kehidupannya.

seperti melakukan gerakan fisik berlebihan. luka atau perforasi.  Manipulasi uterus dengan penyuntikan kedalam uterus. pengaliran listrik pada serviks dan sebagainya.  Pemeriksaan ginekologi7 9 . mengalami kongesti atau adanya memar. Kekerasan dari luar dapat dilakukan sendiri oleh ibu atau oleh orang lain. Lakukan pula tes emboli udara pada vena cava inferior dan jantung. Uterus diperiksa apakah ada pembesaran. Periksa alat genitalia interna apakah pucat. daerah perut bagian bawah. Penyemprotan ini dapat menyebabkan emboli udara. Kekerasan dapat pula berasal dari dalam dengan melakukan:  Manipulasi vagina dan serviks uteri. kalium permanganate pekat atau jodium tinktur. tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian & kewenangan bentuk persetujuan. Pemecahan selaput amnion dapat dilakukan dengan memasukkan alat apa saja yang cukup panjang dan kecil melalui serviks. desinfektan atau dengan air biasa/air panas. sarana kesehatan yang ditunjuk. misalnya dengan penyemprotan air sabun atau air panas pada portio.  Pemasangan laminaria stift atau kateter ke dalam serviks  Manipulasi serviks dengan jari tangan  Manipulasi uterus dengan melakukan pemecahan selaput amnion.2 TERSANGKA Pada tersangka yang masih hidup perlu diperhatikan beberapa hal seperti:  Tanda-tanda kehamilan  Perubahan pada payudara  Pigmentasi  Hormonal Tanda-tanda kekerasan2 2. krepitasi. pemijatan/pengurutan perut bagian bawah. sedangkan cairannya adalah air sabun. aplikasi asam arsenic. Perlu dibuktikan adanya usaha penghentian kehamilan. misalnya tanda kekerasan pada genitalia interna atau eksterna.7  Kekerasan mekanik local dapat dilakukan dari luar maupun dari dalam. Penyuntikan atau penyemprotan biasa dilakukan dengan menggunakan Higginson Syiringe. PEMERIKSAAN Abortus provokatus yang dilakukan menggunakan berbagai cara selalu mengundang resiko kesehatan baik bagi sang ibu maupun bagi sang janin.ibu hamil atau janinnya. Seorang dokter perlu mengenali kelainan yang dapat timbul akibat berbagai cara yang dilakukan untuk melakukan pengguguran criminal ini agar benarbenar dapat membantu secara maksimal pihak penyidik. kekerasan yang langsung pada perut atau uterus.

jamu perangsang kontraksi uterus dan hormone wanita yang merangsang kontraksi uterus melalui hyperemia mukosa uterus. maka perlu juga ditanyakan tanggal haid. Hasil yang diperoleh sangat bergantung pada dosis/takaran. Sitostatika (aminopterin) 10  . apakah persalinannya normal atau operasi. ataukah dengan persalinan.  Riwayat Ginekologi.  Pada pemeriksaan bimanual uterus membesar atau tidak sesuai dengan riwayat haid dan tidak mendatar. Apakah berakhir dengan keguguran.  Tindakan abortus provokatus yang dilakukan menggunakan pelbagai cara selalu mengandung resiko kesehatan baik bagi si ibu atau janin. dan menopause. Perlu juga diketahui riwayat tiap kehamilan sebelumnya. sensitivitas individu dan keadaan kandungan (usia gestasi). riwayat penyakit/kelainan ginekologi serta pengobatannya dapat memberikan keterangan penting. Inspeksi vulva : pendarahan pervagina ada atau tidak jaringan hasil konsepsi. Racun umumnya digunakan dengan harapan agar janin mati tetapi masih cukup kuat untuk tetap bertahan. dapat ketahui dari adanya 2 Pemeriksaan toksikologi Pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk mengetahui adanya obat/zat yang dapat mengakibatkan abortus. Bahan-bahan tadi ada yang biasa terdapat pada:  Jamu peluntur  Nenas muda  Bubuk beras dicampur lada hitam Ada juga bahan-bahan lain yang agak beracun dan beracun seperti:          Garam logam berat Laksan Strichnin Prostigmin Pilokarpin Dikumarol Kina Kombinasi kina atau menosilin dengan ekstrak hipofisis (oksitosin) terbukti sangat efektif. Jikalau haid terakhirnya tidak jelas normal. Pernah dilaporkan penggunakan minyaak eter tertentu yang merangsang saluran pencernaan hingga terjadi kolik abdomen. terutama operasi yang pernah dialami. tercium atau tidak bau busuk dari vulva.  Colok vagina : portio masih terbuka atau sudah tertutup tidak nyeri saat portio digoyang.  Inspekula : ostium uteri masih terbuka atau sudah tertutup ada atau tidak cairan dan jaringan berbau busuk yang keluar dari ostium. siklus haid teratur atau tidak. Untuk mengenali adanya tindakan abortus provokatus. Selalu harus ditanyakan tanggal haid terakhir yang masih normal. Perlu diketahui menarche.

luka. dijumpai adanya colostrum pada peremasan payudara. kerusakan jaringan yang merupakan jejas atau tanda usaha penghentian kehamilan.2 Untuk mengidentifikasi hubungan antara tersangka dengan barang bukti kita perlu melakukan beberapa pemeriksaan diantaranya:  Pemeriksaan Darah Pemeriksaan bercak darah merupakan salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan pada laboratorium forensik. bahan-bahan yang tidak lazim dalam liang senggama. 2. Karena darah mudah sekali tercecer pada hampir semua bentuk tindakan kekerasan. Sebelum dilakukan pemeriksaan darah yang lebih lengkap. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan guna menentukan :  Bercak tersebut benar darah  Darah dari manusia atau hewan  Golongan darahnya.  Penentuan usia kehamilan/umur janin2 Umur janin maupun usia kehamilan juga penting untuk diketahui sekalipun dalam undangundang tidak mempermasalahkan usia kehamilan. bila darah tersebut benar dari manusia Bercak yang menempel pada suatu objek dapat dikerok kemudian direndam dalam larutan fisiologis. namun penentuan usia kehamilan kadang diperlukan oleh penyidik dalam rangka penyidikan perkara secara keseluruhan. terlebih dahulu kita harus dapat memastikan apakah bercak berwarna merah itu darah. Ada banyak tes penyaring yang dapat dilakukan untuk membedakan apakah bercak tersebut berasal dari darah atau bukan. Tentukan pula umur janin atau 11 .7  Pemeriksaan mikroskopik Pemeriksaan mikroskopik meliputi adanya sel trofoblas yang merupakan tanda kehamilan. karena hanya yang hasilnya positif saja yang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. BARANG BUKTI Pemeriksaan laboratorium dapat digunakan untuk melakukan identifikasi hubungan antara tersangka dengan jaringan dan darah yang ada di dalam botol. Bila segera sesudah melahirkan mungkin masih didapati sisa plasenta yang pemastiannya perlu pemeriksaan secara histopatologi (patologi anatomi). nyeri tekan di daerah perut. peradangan. Tanda-tanda tersebut biasanya tidak mudah dijumpai karena kehamilan masih muda. penyelidikan terhadap bercak darah ini sangat berguna untuk mengungkapkan suatu tindakan kriminil. kongesti pada labia mayora. Pemeriksaan darah pada forensik sebenarnya bertujuan untuk membantu identifikasi pemilik darah tersebut. Pada masa kini bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan DNA untuk pemastian hubungan ibu dan janin.Penggunaan obat-obat abortifasien sebenarnya tidak ada yang efektif tanpa menimbulkan gangguan pada sang ibu. Pemeriksaan tes kehamilan masih bisa dilakukan beberapa hari sesudah bayi dikeluarkan dari kandungan. Ditemukannya sel radang PMN menunjukkan tanda intravitalitas. Cara yang lebih efektif adalah dengan melakukan manipulasi mekanik oleh tangan yang terampil. sisa bahan abortivum. atau langsung direndam dengan larutan garam fisiologis bila menempel pada pakaian. labia minora dan serviks.

Abortus yang dilakukan oleh ahli yang terampil mungkin tidak meninggalkan bekas dan bila telah berlangsung satu hari atau lebih. Ditemukannya metode penggandaan DNA secara enzimatik (metode Polymerase Chain Reaction atau PCR) oleh kelompok Cetus. baik menurut pandangan agama. membuka lebih banyak kemungkinan pemeriksaan DNA. maupun Etik Kedokteran. 7 ETIKA PROFESI Di Indonesia. Hormon hCG ini dapat dideteksi pada sekitar 26 hari setelah konsepsi dan peningkatan ekskresinya sebanding meningkatnya usia kehamilan di antara 30-60 hari. disini pita yang muncul hanya 2 buah saja. 2 Pemeriksaan toksikologi Pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk mengetahui adanya obat atau zat yang dapat mengakibatkan abortus. Pada metode ini analisis DNA dapat dilakukan dengan sistim dotblot yang berbentuk bulatan berwarna biru. namun penentuan usia kehamilan kadang kala diperlukan oleh penyidik dalam rangka penyidikan perkara secara keseluruhan. Beliau menemukan bahwa pita DNA dari setiap individu dapat dilacak secara simultan pada banyak lokus sekaligus dengan pelacak DNA (DNA probe) yang diciptakannya. kematian janin di dalam rahim dan pemeriksaan mikroskopik terhadap sisa-sisa jaringan. Uniknya ternyata pita-pita DNA ini bersifat spesifik individu. misalnya berupa IUFD. Perkembangan lebih lanjut pada bidang forensik adalah ditemukannya pelacak DNA yang hanya melacak satu lokus saja (single locus probe) . seorang dokter tidak diperbolehkan untuk melakukan tindakan pengguguran kandungan (abortus provokatus). Undang-Undang Negara. Bahkan sejak awal seseorang yang akan menjalani profesi dokter secara resmi disumpah dengan Sumpah Dokter Indonesia yang didasarkan atas Deklarasi Jenewa yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates. Pola DNA ini dapat divisualisasikan berupa urutan pita-pita yang berbaris membentuk susunan yang mirip dengan gambaran barcode pada barang di supermarket. di mana ia akan menyatakan diri untuk menghormati setiap hidup 12 . produksi puncaknya adalah pada usia kehamilan 60-70 hari dan kemudian menurun secara bertahap dan menetap hingga akhir kehamilan setelah usia kehamilan 100-130 hari. Dengan metode ini waktu pemeriksaan juga banyak dipersingkat.   usia kehamilan. maka komplikasi yang timbul atau penyakit yang menyertai mungkin mengaburkan tanda-tanda abortus criminal.8 Pemeriksaan DNA Pemeriksaan DNA pertama kali diperkenalkan oleh Jeffrey pada tahun 1985. 2. lebih sensitif serta lebih spesifik pula. Perlu pula dilakukan pemeriksaan terhadap hasil usaha penghentian kehamilan. sistim elektroforesis yang berbentuk pita DNA atau dengan pelacakan urutan basa dengan metode sekuensing. karena sekalipun undang-undang tidak mempermasalahkan usia kehamilan. Dengan metode ini bahan sampel yang amat minim jumlahnya tidak lagi menjadi masalah karena DNAnya dapat diperbanyak jutaan sampai milyaran kali lipat di dalam mesin yang dinamakan mesin PCR atau thermocycler. 2 hCG (human Chorionic Gonadotropin) Hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) ini disekresikan ke dalam sirkulasi ibu hamil dan diekskresikan melalui urin. Berbeda dengan tehnik Jeffreys yang menghasilkan banyak pita. sehingga tak ada orang yang memiliki pita yang sama persis dengan orang lain.

dibedakan menjadi dua yaitu terapeutik/elektif dan kriminalis. aborsi secara garis besar dibedakan menjadi dua macam. faktor janin sendiriberperanan. a. kelelahan fisik.9  KODEKI terdiri dari 4 kewajiban . Ikatan Dokter Indonesia telah merumuskannya dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia mengenai kewajiban umum. dan berupaya mengingatkan sejawatnya yang ia ketahui memiliki kerurangan dalam karakter atau kompetensi. aborsi spontan terjadi diluar campur tangan manusia. 3 Selain diatr dalam KODEKI terdapat pula beberapa pengangan etika kedokteran yang ada dan dijadikan tempat berpijak selama ini. penyakit kronik yang melemahkan ibu. yaiut kewajiban umum. c. b. Aborsi spontan penyebabnya dapat karena faktor maternal (ibu) seperti infeksi. yakni aborsi spontan dan aborsi provokatus. Bunyi pasal-pasal yang berhubungan dengan kasus ini adalah: (1) Setiap dokter harus menjunjung tinggi. atau yang melakukan penipuan atau penggelapan. memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya. kewajiban terhadap pasien. yaitu: 6 13 . setiap dokter harus bersifat jujr dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya.pengaruh hormonal ibu. kewajiban terhadap teman sejawat dan kewajiban terhadap diri sendiri. sehinggajanin tak dapat tumbuh dengan baik dan akhirnya meninggal dalamkandungan. kekurangan gizi pada ibu (malnutrisi).Aborsi provokatus adalah aborsi yang terjadi karena campur tangan manusia. yang kedua bila kelanjutan kehamilan kemungkinan besar akan menghasilkan persalinan anak dengan cacat bawaan beratatau cacat mental. kelainan sistempertahanan (sistem imun). menghayati dan mengamalkan sumpah dokter (2) Seorang dokter harus berupaya melaksanakan profesinya ssuai dengan standar yang tertinggi. Aborsi terapeutik dapat dilakukan dengan indikasi medis sebagai berikut yang pertama adalah bila kelanjutan kehamilan dapat mengancam jiwa ibu atau menjadi gangguan yang serius bagi kesehatan ibu. kelainan rahim. trauma psikologis. Selain faktor maternal. dalam menangani pasien. setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insane Dalam dunia medis. setiap dokter harus. yakni janin yang mengalami kelainan kromosom. (3) Dalam melaksanakan pekerjaan kedokterannya.insani mulai dari saat pembuahan. Aborsi provokatus selanjutnya dibedakan menjadi aborsi provokatus terapeutik dan aborsi provokatus kriminalis. 3 Pendek kata. dalam setiap praktik medisnya. disertai rasa kasih sayang (compasion) dan penghormatan atas martabat manusia. seorang tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi. Dari aspek etika.

ia berhak mengundurkan diri & menyerahkan kelangsungan pengurusan medis kepada koleganya yang kompeten. & hal ini tidak bertentangan dengan kebijaksanaan dari ikatan dokter nasional. Rumusan itu berbunyi sebagai berikut: (1) Prinsip moral dasar yang menjiwai seorang dokter ialah rasa hormat terhadap kehidupan manusia sebagaimana diungkapkan dalam sebuah pasal Pernyataan Geneva: “Saya akan menjujung tinggi rasa hormat terhadap hidup insani sejak saat pembuahan”. Pengguguran hendaklah dilakukan hanya sebagai suatu tindakan terapetis. yang terutama menyoroti hal pengguguran berdasarkan indikasi medis. maka prinsipprinsip berikut ini diakui: a. (2) Keadaan yang menimbulkan pertentangan antara kepentingan vital seorang ibu & kepentingan vital anaknya yang belum dilahirkan ini menciptakan suatu dilema & menimbulkan pertanyaan: “Apakah kehamilan ini harusnya diakhiri dengan sengaja atau tidak?” (3) Perbedaan jawaban atas keadaan ini dikarenakan adanya perbedaan sikap terhadap hidup bayi yang belum dilahirkan. Pernyataan itu juga termuat dalam sumpah dokter Indonesia yang dirumuskan dalam PP no. d. Sikap para dokter se-dunia terhadap pengguguran terutama dirumuskan dalam “Pernyataan Oslo” pada tahun 1970. (4) Bukanlah tugas profesi kedokteran untuk menentukan sikap & peraturan negara atau masyarakat manapun dalam hal ini. Jika seorang dokter merasa bahwa keyakinan hati nuraninya tidak mengizinkan dirinya menganjurkan atau melakukan pengguguran. serta dimana dewan pembuat undangundang itu ingin atau mau mendengarkan petunjuk dari profesi medis. Prosedur itu hendaklah dilakukan oleh seorang dokter yang kompeten dalam instalasi-instalasi yang disetujui oleh suatu otoritas yang sah. 14 . c. atau pembuatan UU ke arah itu sedang dipikirkan.26/1960. tetapi justru adalah kewajiban semua pihak mengusahakan perlindungan bagi pasien-pasien & melindungi hak dokter di tengah masyarakat. Suatu keputusan untuk menghentikan kehamilan seyogyanya sedapat mungkin disetujui secara tertulis oleh dua orang dokter yang dipilih berkat kompetensi profesional mereka. b.   Sejak abad 5 SM. Pernyataan Geneva yang dirumuskan pada tahun 1984 & memuat sumpah dokter antara lain menyatakan bahwa para dokter akan “menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan”. Hipokrates sudah bersumpah antara lain bahwa ia “tidak akan memberikan obat kepada seorang perempuan untuk menggugurkan kandungannya”. Sumpah itu kemudian kemudian menjadi dasar bagi sumpah dokter sampai sekarang. Perbedaan sikap ini adalah soal keyakinan pribadi & hati nurani yang harus dihormati. (5) Oleh sebab itu di mana hukum memperbolehkan pelaksanaan pengguguran terapetis.

Cina. tidak semua aborsi berdampak terhadap hukum. Suatu keputusan untuk menghentikan kehamilan. para dokter & tenaga kesehatan juga perlu meningkatkan pemahaman agama yang dianutnya. b. seorang dokter diduga melakukan pengguguran kandungan terhadap salah satu dari ketiga perempuan yang sedang diperiksa di bagian kebidanan sebuah rumah sakit. c. b. agar mengikuti program KB. Jika dokter tersebut merasa bahwa hati nuraninya tidak sanggup melakukan tindakan pengguguran. Menuntut pada pemerintah agar memberikan tindakan hukuman yang seberatberatnya bagi para pemerkosa ataupun pelaku tindakan pelecehan/kekerasan seksual lainnya. kecuali kalau hal itu diterima oleh ikatan itu. d. Pada beberapa negara seperti Singapura. Karenanya dihimbau bagi para dokter ataupun tenaga kesehatan lainnya agar: a. Inggris. Prosedur tersebut hendaknya dilakukan oleh seorang dokter yang kompeten di instansi kesehatan tertententu yang diakui oleh suatu otoritas yang sah. d. sedangkan di Jepang atas dasar sosial. & Tunisia. Untuk masyarakat agar dihimbau untuk: a. e. Negara Swedia. Pada kasus seperti ini. INTERPRETASI HASIL Pada kasus di atas. c. Bagi para suami isteri yang tidak merencanakan untuk menambah jumlah anak. Sedapat mungkin menghindari hubungan suami isteri pada pasangan yang tidak/belum menikah. namun tidak perlu dipandang sebagai mengikat ikatan-ikatan yang menjadi anggota. e. Meningkatkan pengetahuan agama agar selalu terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh agamanya. & Italia atas dasar sosiomedik. Oleh karena itu. aborsi dilegalkan oleh pemerintahnya masing-masing dengan tujuan untuk membatasi pertumbuhan guna meningkatkan kesejahteraan. harus diperhatikan dengan seksama dan dilakukan pemeriksaan yang memastikan apakah tindakan tersebut sesuai indikasi medis 15 . Selain memahami & menghayati sumpah profesi & kode etik.(6) Meskipun pernyataan ini didukung oleh “General Assembly of The World Medical Association”. agar para kriminal maupun calon pelaku kriminal ini berpikir panjang untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut. Tindakan aborsi hanya dilakukan sebagai suatu tindakan terapeutik. Bagi para pekerja seks komersial agar selalu menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan intim dengan pelanggannya. maka hendaknya ia mengundurkan diri serta menyerahkan pelaksanaan tindakan medis ini pada teman sejawat lainnya yang juga kompeten . sedapat mungkin disetujui secara tertulis oleh minimal dua orang dokter yang kompeten & berwenang.

tertanggal tujuh belas maret dua ribu tiga belas.atau termasuk dalam kasus kriminalitas.  Pada pemeriksaan toksikologi ditemukan adanya zat/obat yang digunakan untuk membantu proses aborsi  Pada pemeriksaan mikroskopik. ditemukan tanda-tanda kekerasan mekanik lokal pada organ reproduksi (uterus. serviks. NRP: delapan empat nol sembilan nol tiga enam empat. Nomor Polisi B garis miring tiga ratus dua puluh sembilan garis miring enam romawi garis miring dua ribu enam garis miring Sek. maka kami yang bertanda tangan dibawah ini dokter Budiono Mulyo. hasil pemeriksaan dapat ditemukan:  Pada pemeriksaan medis.Mgs. Jakarta 11510 PROJUSTITIA Jakarta. Pada kasus aborsi provokatus. ditemukan adanya sel trofoblas (tanda kehamilan. (021) 56942061. tanda kerusakan jaringan akibat usaha penghentian kehamilan). VISUM et REPERTUM RUMAH SAKIT KRIDA WACANA BAGIAN /INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK Telp Jl. BRIPDA. spF. 7 Telp. 19 Desember 2013 VISUM ET REPERTUM NO: UKW 24/VR/VIII/2013 Berhubung dengan surat Saudara: Sucitra Setiawan. sel PMN (tanda intravitas)  Adanya peningkatan hormon hCG (human chorionic gonadothropin)  Adanya kecocokan DNA tersangka dengan janin. dsb) sebagai tanda adanya usaha aborsi provokatus. vagina. Arjuna Utara No. dokter forensik pada Bagian Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Krida Wacana menerangkan bahwa kami pada tanggal tujuh belas maret dua ribu tiga belas pukul enam belas lewat tiga puluh menit Waktu Indonesia Bagian 16 .

Pemeriksaan perut :----------------------------------------------------------------------------------------------- 1. kedua teleng mata bundar dengan garis tengah empat milimeter. selaput kelopak mata kanan dan kiri tampak pucat. Tirai mata berwarna coklat. pernapasan delapan belas kali per menit. tampak kencang. suhu 36.5 derajat celcius------------------------------------------------------------------------------------------------------------II. b. Pemeriksaan payudara : ukuran payudara sesuai umur. Pemeriksaan umum : Selaput bening mata jernih.-------------------------------------------------III.108 HASIL PEMERIKSAAN:------------------------------------------------------------------------------------------------------------Pada pemeriksaan ditemukan :------------------------------------------------------------------------------------------------Korban datang dalam keadaan : kesadaran baik.----------------------------------------------------------------IV.------------------------------------------------------------------------- 17 . dengan keadaan umum baik. I.---------------------------------a.Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dengan nomor rekam medis nol satu nol lima tiga sembilan empat satu yang berdasarkan surat tersebut------------------------------------------- Nama Jenis kelamin Umur Kewarganegaraan Pekerjaan Alamat : Sandra Dewi : Perempuan : dua puluh lima tahun : Indonesia : Aktris : Jalan Menteng no. Hiperpigmentasi areola dan papila mamma. tidak ada benjolan. tidak tampak pembesaran. Selaput bola mata kanan dan kiri tampak pucat. pembesaran kelenjar-kelenjar montgomery dan dapat dikeluarkan kolostrum. Inspeksi : bentuk perut rata. denyut nadi depalan puluh kali per menit. terdapat striae pada kulit dan luka lecet pada kulit perut bagian bawah. Pakaian korban rapih-----------------------------------------------------------------------------------------------------Pada korban dilakukan pemeriksaan fisik :-------------------------------------------------------------------------Tanda-tanda vital : tekanan darah seratus dua puluh per delapan puluh milimeter air raksa. bentuk bulat.

Pada korban dilakukan pemeriksaan laboratorium :-----------------------------------------1. Perabaan mulut alat kelamin : terdapat rasa sakit. Pemeriksaan darah lengkap : ditemukan sel radang-------------------------------------Tes kehamilan : positif----------------------------------------------------------------------Pemeriksaan USG : uterus kosong dengan ukuran normal-----------------------------Pemeriksaan jaringan mikroskopik : adanya sel trofoblas------------------------------Pemeriksaan DNA : ditemukan kecocokan dengan DNA jaringan dalam botol.-------------------------------------------------------- g. Pada darah dan jaringan dalam botol dilakukan pemeriksaan laboratorium:---------------1. Auskultasi : tidak terdengar adanya detak jantung dan gerakan janin. tujuh dan sebelas. Inspeksi : terdapat adanya sedikit perdarahan.----------------------------------------------------------4.------------------------------------------------------------------------------------------ 18 . 2. Pemeriksaan alat kelamin dalam :--------------------------------------------------------------1.2. Pada korban dilakukan pemeriksaan kebidanan :----------------------------------------------Pemeriksaan alat kelamin luar :-----------------------------------------------------------------1. Perkusi : tidak terdapat kelainan.---------------------------------------3. 5.-------------------------------------------------------------------------------------------2.--Pemeriksaan jaringan : adanya sel trofoblas. I. terdapat robekan pada selaput dara sesuai arah jam tiga. Pemeriksaan lanjut menunjukkan tipe darah dan DNA hasil suction sesuai dengan DNA dan jenis darah pelaku. tidak nyeri saat porsio digoyang. Uterus teraba sebesar telur ayam dan kenyal.--------------------------------------II.--------------------------------------------- KESIMPULAN Pada pelaku wanita tersebut terdapat tanda pasca aborsi dan kesan dari hasil kuratase. Palpasi : tidak teraba adanya massa dalam perut. Pemeriksaan darah mikroskopis : sel darah berbentuk cakram dan tidak berinti. f. terdapat iritasi pada kulit alat kelamin luar. ostium uteri terbuka. ada jaringan keluar dari ostium. luka lecet pada dinding vagina dan tampak pucat. Inspekulo : pendarahan pada kavum uteri.----------------------------------------------------d. 2. 3. Colok vagina : porsio terdapat robekan.---------------2.----- Pada korban dilakukan pemeriksaan toksikologi : tidak terdapat adanya obat atau zat yang digunakan untuk membantu aborsi.---------------c. 4.

dan pada sarana kesehatan tertentu. dimana dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu.----------Dokter Pemeriksa dr. Para dokter dan tenaga medis lainnya. Oleh karena itu. Juga tidak dipersoalkan apakah dengan pengguguran kehamilan tersebut lahir bayi hidup atau mati.Budiono Mulyo. oleh tenaga kesehatan yang ahli dan berwenang sesuai tanggung jawab profesinya. tanpa melihat usia kandungannya. Seorang dokter dapat melakukan tindakan medis tertentu sesuai dengan pasal 15 UU Kesehatan. Apapun alasannya selain untuk tindakan medis tertentu yang dapat membahayakan nyawa ibu dan ataupun janin. KESIMPULAN Tindakan aborsi atau pengguguran kandungan sesuai dengan hukum yang berlaku adalah tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran. harus diperhatikan dan diteliti dengan seksama supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Abortus provocatus yang dilakukan menggunakan pelbagai cara selalu mengandung resiko kesehatan baik bagi si ibu atau janin. dokter dapat membantu dalam pemeriksaan medis dan laboratorium.Demikianlah saya uraikan dengan sebenar – benarnya berdasarkan keilmuan saya yang sebaik – baiknya mengingat sumpah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Tindakan pengguguran kandungan tidak semuanya berdampak pada hukum. 19 . tindakan aborsi tidak boleh dilakukan. Tindakan medis tertentu dapat dilakukan sesuai indikasi medis. spF . hendaklah selalu menjaga sumpah profesi dan kode etiknya dalam melakukan pekerjaan. Untuk membantu proses penyidikan.seorang dokter perlu mengenali kelainan yang dapat timbul akibat pelbagai macam cara yang digunakan untuk melakukan pengguguran criminal ini agar benar-benar dapat membantu secara maksimal pihak penyidik. dengan persetujuan ibu hamil atau keluarganya.

Bina pustaka. Dalam: Ilmu kebidanan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.org/English/webpage/reso/KUHP%20indo. Jakarta: PT. Peraturan Perundang-undangan Bidang Kedokteran. Aspek Hukum & Prosedur Medoco-Legal. Suprohaita. Juli 2007. Jenis aborsi.html. Setiowulan W. Syamsu. Budi. Diunduh dari: http://abortus. Aturan Utama.1997. Diunduh dari: www. Staf Pengajar Bagian Kedokteran Forensik . Tjetjep Dwidja. 3. Buku I. Desember 2010. jilid 2. Diunduh dari: http://www. 19 Desember 2013 6.jsmp.html. Hanafiah TM. Edisi 1. Adiraansz G. Ilmu kedokteran forensik. Abortus dan Undang-undangnya. 19 Desember 2013 4.aborsi. 5. 2009.. 20 . Zulhasmar. Diunduh dari: http://requestartikel. Mansjoer A.. Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP).com/2007/06/jenis-abortus. Siswaja.org. Kapita Selekta Kedokteran edisi ke tiga. Ilmu Kedokteran Forensik.. Wardhani W. Juni 2007. 2004.Cetakan ke-2. Aborsi.com/abortus-dan-undang-undangnya-201012304. Didalam: Bioetik dan Hukum Kedokteran. Tahun 1994. Diagnosis kehamilan. 2008 8. Prawirohardjo S.blogspot.pdf. 9.minihub. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: Media Aesculapius FKUI. 19 Desember 2013. Sampurna. 2. 19 Desember 2013 7.DAFTAR PUSTAKA 1.