DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................................... DAFTAR ISI ........................................................................................................................ DAFTAR TABEL ................................................................................................................. DAFTAR GAMBAR dan PETA .......................................................................................... DAFTAR ISTILAH ............................................................................................................... BAB I i ii iii iv vi vii

PENDAHULUAN .......................................................................................... I-1 1.1. Latar Belakang ...................................................................................... I-1 1.2. Wilayah Cakupan SSK ........................................................................ I-7 1.3. Maksud dan Tujuan .......................................................................... I-9 1.4. Metedologi .............................................................................................. I-10 1.5. SSK Dan Kaitannya Dengan Dokumen Perencanaan Lain ................ I-12

BAB II

KERANGKA PEMBANGUNAN SANITASI ................................................. II-1 2.1. Visi Dan Misi Sanitasi Kabupaten Maros ...................................... II-1 2.2. Tahapan Pengembangan Sanitasi ................................................. II-2 2.3. Perkiraan Pendanaan Pengembangan Sanitasi ......................... II-14

BAB III

STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI ......................... III-1 3.1. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan Air Limbah ........... III-2 3.2. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan Persampahan .... III-9 3.3. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan Drainase
Lingkungan .......................................................................................... III-15

BAB IV

PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN
SANITASI ..................................................................................................... IV-1

4.1. Ringkasan Program dan Kegiatan Sanitasi ................................. IV-1 BAB V
STRATEGI MONEV................................................................................... V-1

5.1. Strategi Monitoring dan Evaluasi Sanitasi .................................... V-1 5.2. Monitoring Terkait Pengambilan Keputusan......................................... V-5

iii

dalam pengembangan kebijakan. masing Pada kondisi saat ini realita y yang ang terlihat adalah belum optimalnya layanan dan buruknya kondisi sanitasi di daerah melingkupi sampah rumah tangga. Sanitasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam mewujudkan layanan yang terkait dengan pengentasan kemiskinan. hari. Pembangunan sektor sanitasi di Indonesia merupakan usaha bersama terkoordinir dari semua tingkatan Pemerintah. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Maros untuk membenahi sanitasi. dimana mana hal ini akan berdampak buruk terhadap kondisi kesehatanan dan lingkungan yang pada gilirannya akan berdampak pada tingkat produktifitas masyarakat. sehingga jumlah penderita penyakit terutama pada balita semakin meningkat. Dalam rangka menduku mendukung ng Millenium Development Goal’s (MDG’s) di bidang infrastruktur khususnya sanitasi. organisasi berbas berbasis is masyarakat. Menanggapi realita tersebut. Permasalahan tersebut tidak lepas dari persoalan kemiskinan yang mempunyai kaitan erat dengan persoalan sanitasi. Bantua Bantuan n teknis program disediakan untuk Pemerintah propinsi dan kota yang menunjukkan komitmen tinggi untuk pembangunan sektor Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:1 . Kemiskinan bisa menjadi penyebab buruknya akses dan layanan sanitasi yang tidak memadai. diharapkan perhatian Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kabupaten/kota meningkatkan kualitas dan kuantitas sanitasi di daerah masing-masing. LATAR BELAKANG Kabupaten Maros sebagai salah satu kota yang besar di Sulawesi Selatan dan menjadi kota tujuan wisata memiliki beberapa Permasalahan. LSM dan sektor swasta dan didukung oleh kegiatan donor.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) BAB I PENDAHULUAN 1. perencanaan serta penganggaran. telah menurunkan kualitas lingkungan hidup. tercemarnya sumber air bersih yang digunakan oleh eh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari sehari-hari. air limbah domestik. Pemerintah telah menetapkan program percepatan pembangunan sanitasi perkotaan (PPSP) menjadi salah alah satu program prioritas pembangunan nasional yang akan dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun 2011 hingga tahun 2015. serta drainase lingkungan. Salah satunya adalah permasalahan lingkungan serta sanitasi yang buruk.1.

beda. karena berkaitan dengan kesehatan. Sanitasi sebagai bagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat. Dampak tersebut notabene merupakan efek samp samping ing dari aktivitas manusia sehari-hari.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) sanitasi lokal dan penyediaan layanan sanitasi yang semakin baik khususnya bagi warga miskin perkotaan di daerah perkotaan. masih berjalan sendiri. Manfaat pengalaman nasional dalam kerangka pemberdayaan nasional adalah: memperdalam pengkajian sektor sanitasi. Sanitasi di Indonesia memerlukan perhatian khusus. perlu diperhatikan masalah drainase. meskipun masuk dalam satu bidang pembangunan bangunan yaitu sanitasi. pola hidup. sehingga masih terdapat tumpang tindih kegiatan pembangunan bidang sanitasi oleh institusi yang berbeda berbeda-beda. sehari Sanitasi seringkali dianggap ggap sebagai urusan “belakang”. semakin tingginya tingkat pencemaran lingkungan dan keterbatasan daya dukung lingkungan an itu sendiri menjadikan sanitasi menjadi salah satu aspek pembangunan yang harus diperhatikan. Monitoring dan evaluasi tidak bisa ditinggalkan dalam implementasi program sehingga a strategi monitoring dan evaluasi yang tepat perlu diolah dengan matang. sehingga peningkatan kepedulian dan penggalakanhidup bersih dan se sehat hat untuk merubah kebiasaan buruk masyarakat dalam bidang sanitasi tidak terlepas dari program ini. yaitu air limbah. yang kadang-kadang kadang membingungkan masyarakat sebagai subyek dan obyek pembangunan. Apabila kualitas lingkungan terjaga den dengan gan baik. Salah satu aspek dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan yang sehat. kondisi lingkungan permukiman serta kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Masih sering dijumpai bahwa aspek-aspek aspek pembangunan sanitasi. Oleh karena itu. namun seiring dengan tuntutan peningkatan standart kualitas hidup masyarakat. Pemerintah maupun masyarakat bertanggungjawab untuk menjaga dan mengelola lingkungannya agar tidak membawa dampak buruk bagi penghuninya. Masing-masing masing aspek tersebut ditangani secara terpisah. persampahan dan drainase. mengembangkan kapasitas pembuat kebijakan dan stakeholders. derajat kesehatan manusia akan meningkat pula. sehari sehingga permasalahan yang timbul biasanya adalah masalah sosial kesehatan masyarakat itu sendiri. serta dilengkapi dengan penyediaan air bersih. sehingga sering termarjinalkan dari urusanurusan urusan yang lain. Kegiatan Kegiatan-kegiatan kegiatan studi pasar untuk mengetahui permintaan juga dilakukan. persampahan dan air limbah. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:2 .

72 % dari jumlah KK. kepadatan penduduk sebesar 7693 jiwa per km2.136 orang.orang per 10. prosentase penduduk miskin 4. Inovatif & Kreatif)Selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maros. Akibat buruknya kualitas prasarana dan pola hidup masyarakat yang buruk terhadap sanitasi dapat meningkatkan resiko kesehatan lingkungan terutama penularan beberapa penyakit misalnya diare dan demam berdarah.56% per tahunnya. Kabupaten Maros merupakan daerah dengan dinamika yang tinggi dimana kebijakan pembangunan yang dilaksanakan haruslah merupakan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. mengembangkan dan menyebarluaskan strategi atau rencana tindak serta pedoman bagi Pemerintah daerah. Pengelolaan sanitasi saat ini harus menjad menjadii prioritas karena permasalahan yang ditimbulkan akibat dari pengelolaan yang kurang baik akan berdampak langsung kepada derajad kesehatan masyarakat. Kabupaten Maros merupakan kota yang berkembang cukup pesat. namun masih belum sepenuhnya memenuhi har harapan apan dalam mengatasi persoalan pengelolaan sanitasi. rasio PAD terhadap APBD sebesar 1.080 SR atau 54. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:3 . misalnya studi EH EHRA dan penetapan area beresiko. mengembangkan kerangka kelembagaan pada tingkat nasional. Selain itu.6 % dari 1. Pendataan tentang jumlah penderita penyakit lingkungan menjadi suatu kebutuhan dan akan ditampilkan dalam salah satu studi yang dilakukan. Hal ini dapat terlihat dari bermunculnya kantung kantung-kantung kantung permukiman kumuh di Kabupaten Maros..09 % dan SR air minum pada 2011 sebanyak 169.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) memperkuat t kebijakan dan kerangka peraturan. khususnya Sektor Swasta dan Lembaga Non Pemerintah y yang ang lain seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Koperasi.000 penduduk. Oleh karena itu masih dibutuhkan peran serta aktif dari semua elemen masyarakat dalam pembangunan sanitasi. sesuai dengan visi pembangunan daerah mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Men Daerah (RPJMD) tahun 2010 2010-2014 2014 yaitu Maros Menjadi Lebih BAIK (Bersih. diketahui masih kurangnya penanganan sanitasi perkotaan yang meliputi sektor Drainase. Amam. Persampahan dan Air Limbah. terjadi pertambahan penduduk dengan rata-rata rata kenaikan 1.352. Dari data yang ada terkait permasalahan sanitasi di Kabupaten Maros. hal ini terlihat dari data makro kondisi sanitasi Kabupaten Maros yang meliputi angka kesakitan (jumlah penderita) akibat sanitasi buruk sebesar …….

2014. SSK yang disusun oleh Pokja Sanitasi ini mengacu kepada 4 karakteristik utama yang akan tercermin dalam prosesnya maupun produknya. bersih sehat t dan nyaman. bertahap dan berkelanj berkelanjutan. Mensinkronkan pendekatan ‘top down’ dengan bottom up’ 3. Strategi Sanitasi Kota (SSK) adalah suatu rencana strategi berjangka waktu menengah (3-5 5 tahun) yang di buat khusus untuk mengarahkan pembangunan sektor sanitasi sanita suatu kota. Di sisi lain. maka pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Maros Tahun 2009 2009-2014. utan. Intersektor dan terintegrasi 2. Hal tersebut dapat dilihat dari aspek jenis kegiatannya maupun dar darii aspek kewilayahan. aspiratif. yaitu: 1.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Dalam rangka mewujudkan target Millennium Development Goals (MDGs) khususnya target ke-7 7 (menjamin lingkungan hidup yang berkelanjutan) dan ke ke-11 11 (mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidup kehidupan an 100 juta penghuni permukiman kumuh. sehingga solusi yang ditawarkan juga akan tepat. salah satu fokusnya adalah percepatan pembangunan infrastuktur kota termasuk sektor sanitasi. Juga memastikan satu program pembenahan layanan sanitasi akan bersinergi dengan program-program program lainnya guna mencapai sasaran pembangunan yang disepakati serta mensinergikan upaya-upaya upaya yang akan dilakukan sektor swasta. masih terdapat pelaksanaan pembangunan sanitasi yang berjalan secara parsial dan belum terintegrasi dalam suatu “rencana besar” yang sifatnya integratif dan memiliki sasaran secara menyeluruh serta dengan jangka waktu yang lebih panjang. sebagai kota yang menarik baik sebagai tempat usaha/kerja atau sebagai pusat kegiatan ekonomi maupun tempat tinggal yang indah. Untuk itu perlu disusun suatu perencanaan sanitasi secara lebih integratif. serta untuk menciptakan Kabupaten Maros yang berkualitas. Lembaga Swadya Masyarakat Masya atau kelompok masyarakat. Tahapan Tahapan-tahapan tahapan proses perencanaan harus dilaksanakan secara berurutan. Berdasarkan data empiris (dari studi studi-studi studi pendukung Buku Putih Sanitasi) Penyusunan strategi sanitasi kota adalah simpul awal dari iterasi proses pembangunan sanitasi yang berkesinambungan juga merupakan dokumen pembangunan pembanguna khusus tentang perencanaan sanitasi jangka menengah yang komperhensif dan bersifat Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:4 . Skala kota (city wide) 4. sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. sampai tahun 2020). inovatif dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Aspek Jender dan Kemiskinan.berkelanjutan dan partisipatif dalam mencapai target minimal layanan sanitasi yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimum (SPM) maupun peraturan perundangundangan perundangundanga serta peraturan lainnya yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah. serta kurangnya perhatian masyarakat pada perilaku hidup bersih dan sehat. (d) Keterlibatan Pelaku Bisnis. Tiap-tiap tiap strategi diterjemahkan menjadi berbagai usul usulan an kegiatan berikut komponen– komponen komponen kegiatan indikatifnya hal ini terjabarkan pada cakupan suatu Strategi Sanitasi Kota yang.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) strategis. Penyebab utama buruknya kondisi sanitasi karena lemahnya perencanaan pembangunan sanitasi: tidak terpadu. (e) Pemberdayaan Masyarakat. dan tidak berkelanjutan. (f) Monitoring dan Evaluasi. Untuk ini pemerintah mendorong kota/kabupaten untuk men menyusun Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) K) yang memiliki prinsip Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:5 . salah sasaran. • Aspek Pendukung Mencakup strategi dan usulan kegiatan pengembangan komponen (a) Kebijakan Daerah erah dan Kelembagaan. swasta maupun masyarakat juga untuk mengikat Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan semua pelaku pembangunan sanitasi untuk bersinergi dan mengikat komitmen. SSK Kabupaten Maros berisi Visi. (b) Keuangan. dan (e) Aspek Higiene/Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Misi dan Tujuan Pembangunan Sanitasi Kabupaten Maros berikut strategistrategi strategi pencapaiannya. tidak sesuai kebutuhan. (c) Layanan Sub Sektor Drainase Lingkungan. sehat Salah satu upaya memperbaiki kondisi sanitasi adalah dengan menyiapkan sebuah perencanaan pembangunan sanitasi yang responsif dan berkelanjutan. baik dari pemerintah. Dalam hal ini jelas bahwa fungsi SSK untuk pembangunan dan peningkatan askes pelayanan n sanitasi kota di samping itu juga sebagai portofolio untuk mengakses pendanaan dari beberapa sumber pendanaan yang ada. meliputi : • Aspek Teknis Mencakup startegi dan usulan kegiatan pengembangan (a) Layanan Sub Sektor Air Limbah Domestik. (b) Layan Layanan an Sub Sektor Persampahan. (d) Layanan Sektor Air Bersih. (c) Komunikasi.

Penyusunan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Maros telah dilakukan dengan baik dengan memetakan emetakan situasi sanitasi wilayah permukiman yang ada. 30 % penghasilan warga miskin hilang untuk biaya pengobatan. baik menyangkut aspek tekn teknis is maupun non teknis. Guna menghasilkan Strategi Sanitasi Kabupaten sebagaimana tersebut di atas. Studi Bank Dunia. maka diperlukan suatu kerangka kerja yang menjadi dasar dan acuan bagi penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten dengan tujuan agar strategi sanitasi tersebut memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat diimplementasikan diimplementasikan. down.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) berdasarkan erdasarkan data aktual aktual. Kerangka kerja Strategi Sanitasi anitasi Kabupaten Maros merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Strategi Sanitasi Kabupaten Maros. berskala permukiman. Maros Strategi S Sanitasi Kabupaten (SSK) Kabupaten Maros adalah suatu dokumen perencanaan yang berisi kebijakan dan strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif pada tingkat kabupaten yang dimaksudkan untuk memberikan arah yang jelas. warga miskin juga harus membayar lebih untuk fasilitas MCK yang kurang layak serta biaya PDAM untuk produksi airnya bertambah 25 %. Kerangka kerja sanitasi ini merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh kelompok kerja sanitasi. tegas dan menyeluruh bagi pembangunan sanitasi Kabupaten dengan tujuan agar pembangunan sanitasi dapat berlangsung secara sistematis. akurat dan mutakhir tentang kondisi sanitasi. yang diharapkan akan menjadi modal utama dalam melakukan penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Maros. terintegrasi.disusun sendiri dan menggabungkan enggabungkan pendekatan bottom-up dan top-down. pada tahun 2007 angka kerugian akibat sanitasi di Indonesia mencapai angka 58 triliyun rupiah. . dan berkelanjutan berkelanjutan. Pemetaan situasi dihasilkan dengan mengumpulkan dan menganalisa berbaga berbagai data dan informasi yang lengkap. Pengembangan layanan sa sanitasi kabupaten harus didasari oleh suatu rencana pembangunan sanitasi jangka menengah (5 tahunan) yang kompehensif dan bersifat strategis. Kondisi ini diharapkan dapat sinergi dengan target pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) Tahun 2015 2015Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 bidang sanitasi Rencana jangka menengah Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) itu memang dibutuhkan mengingat kota kota/kabupaten di seluruh Indonesia akan Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:6 . Akibat Sanitasi yang buruk menurut studi itu 70 % air tanah dan 75 % air sungai tercemar.

Wilayah cakupan Review SSK Kabupaten Maros adalah 14 Kecamatan dengan 143 desa/kelurahan. Drainase dan PHBS. informasi lebih rinci dari berbagai usulan usu program/kegiatan kegiatan pengembangan layanan sanitasi yang disusun sesuai tahun rencana pelaksanaannya. Isinya.. Tiap Tiap-tiap tiap strategi kemudian diterjemahkan menjadi berbagai usulan program/kegiatan kegiatan berikut komponen komponen-komponen kegiatan indikatifnya. Air Limbah. Strategi Sanitasi Kabupaten Kabupaten(SSK) Kabupaten Marosberisi visi misi kabupaten yang akhirnya dalam dijabarkan dalam visi misi dan tujuan sanitasi dan selanjutjya selanjut disusun kerangka besar untuk mencapai visi visi dan tujuan tersebut dengan menetapkan sasaran dan strategi-strategi strategi pencapaiaannya. . Strategi Sanitasi Kabupaten juga dibutuhkan sebagai pengikat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan para pelaku pembangunan sanitasi anitasi lainnya untuk dapat terus bersinergi mengembangkan layanan sanitasi wilayahnya.1. Wilayah Cakupan Strate Strategi Sanitasi Kabupaten di Kabupaten Maros dapat dilihat pada Peta 1. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:7 .Cakupan Cakupan Review SSK ini meliputi Sektor Air Bersih. Strategi Sanitasi Kabupaten akan diterjemahkan ke dalam rencana tindak tahunan (annual action plan). WILAYAH CAKUPAN SSK Wilayah cakupan perencanaan yang dilakukan dalam penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Kabupaten Maros sesuai dengan wilayah cakupan yang dilakukan dalam penyusunan Buku Putih Sanitasi yang telah dilakukan pada tahapan sebelumnya yaitu seluruh wilayah permukiman di Kabupaten Maros. Persampahan.2. Wilayah cakupan dan sektor-sektor sektor yang menjadi cakupan SSK ini disesuaikan dengan RPJMD dan Renstra SKPD Kabupaten Maros.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) memerlukan waktu bertahun bertahun-tahun tahun (multi years) untuk memiliki layanan sanitasi yang memenuhi prinsip layanan sanitasi menyeluruh. 1. Setelah disepakati.

1 Cakupan Wilayah Kajian Strategi Sanitasi Kabupaten Maros Pokja Sanitasi Kabupaten Maros MarosI. 1.BAB I Hal:8 .BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Peta.

Tujuan Umum Kerangka kerja Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) ini disusun sebagai rencana pembangunan sektor sanitasi dan dijadikan sebagai pedoman pembangunan sanitasi Kabupaten Maros mulai Tahun 2013 hingga Tahun 2017. 2) 3) Dipergunakan sebagai dasar penyusunan strategi dan langkah langkah-langkah langkah pelaksanaan kebijakan. Aspek Pendukung yang mencakup strategi dan usulan program/kegiatan kegiatan pengembangan komponen yang meliputi (a) Kebijakan Daerah dan Kelembagaan. (e) Pemberdayaan Masyarakat. Tujuan Khusus 1) Kerangka kerja Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) ini dapat memberikan gambaran gamba tentang arahkebijakan pembangunan Sanitasi Kabupaten Maros selama 5 tahun yaitu Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2017.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Sedangkan c cakupan Strategi Sanitasi Kabupaten(SSK) di Kabupaten Maros meliputi : Aspek Teknis yang mencakup strategi dan usullan kegiatan pengembangan sektor sanitasi yang terdiri dari (a) layanan sub sektor air limbah domestik. (b) layanan sub sektor persampahan. serta sektor air bersih dan aspek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (P (PHBS). b. . (f) Monitoring dan evaluasi evaluasi. Tujuan dari penyusunan dokumen kerangka kerja Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) ini adalah: a. (d) Keterlibatan Pelaku Bisnis. dan (c) sub sektor drainase lingkungan. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:9 . 1. (b) Keuangan (c) Komunikasi. Dipergunakan sebagai dasar dan pedoman bagi semua pihak (instansi.3. aspek Jender dan Kemiskinan. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) adalah tersusunnya dokumen perencanaan strategis sanitasi Kota yang dapat dijadikan rujukan perencanaan pembangunan sanitasi Kabupaten Maros dalam jangka menengah (5 tahunan). serta penyusunan program jangka menengah dan tahunan sektor sanitasi. masyarakat dan pihak swasta) yang akan melibatkan diri untuk mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan sanitasi Kabupaten Maros.

lokakarya dan konsultasi public dan pembekalan baik yang dilalukan oleh Tim Pokja sendiri yang difasilitasi dari tim pendamping yaitu City Facilitator. Merumuskan Strategi Sanitasi Kabupaten yang menjadi basis penyusunan program dan kegiatan pembangunan sanitasi k kabupaten jangka menengah (5 tahunan). 4.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) 1. Kondisi semua sub sektor layanan sanitasi yang terdiri. Renstra SKPD dan RTRW Kabupaten Maros dan dokumen perencanaan lainnya yang ada. . misi sanitasi kota. . Dengan alat analisis SWOT mengkaji kekuatan. sub sektor air limbah. Pada tahap ini Pokja mengkaji kembali Buku Putih Sanitasi kabupaten dengan memastikan kondisi yang ada saat ini sehingga diketahui potensi dan permasalahan yang ada dalam pengelolaan sanitasi K Kabupaten. 2. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:10 . kesempatan dan ancaman dan Diagram Sistem Sanitasi. kelemahan. dan tujuan dan sasaran serta indikator sasaran pembangunan sanitasi kabupaten. Serangkaian kegiatan dan metoda dilakukan oleh Pokja Sanitasi dan tim fasilitator pendamping adalah : 1..4. . Analisis kesenjangan digunakan untuk mendiskripsikan issue strategis dan kendala yang mungkin akan dihadapi dapi dalam mencapai tujuan. Menetapkan kondisi sanitasi yang diinginkan ke depan yang dituangkan kedalam visi. lingkungan sub sektor PHBS dan sektor air bersih serta aspek pendukung. 3. Melakukan penilaian dan pemetaan kondisi sanitasi kota saat ini (dari Buku Putih Sanitasi ). Metode yang digunakan dalam penyusunan SSK ini menggunakan beberapa pendekatan dan alat bantu yang secara bertahap untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang lengkap. Metoda yang digunakan adalah kajian data sekunder dan kunjungan lapangan untuk melakukan verifikasi informasi. . Dalam perumusan bagian ini tetap mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD (RPJMD). Juga bagaimana strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. sub sektor persampahan. Menilai kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan. sub sektor drainase lingkungan. METODOLOGI Penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten Maros ini disusun oleh Pokja Sanitasi kabupaten secara partisipatif dan terintegrasi lewat diskusi.

BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) 1. Alur dan Proses Kegiatan Penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten Gambar 1. Sumber : Buku Manual PPSP 2012 Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:11 .1.

15. 8. Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1989 tentang Kawasan Industri. disusun dengan proses perpaduan top down dan bottom bot up yang berfungsi sebagai dokumen sumber (source document). 9. undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 14. maka SSK perlu diinternalisasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran formal kab/kota. Undang-undang undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alami Hayati dan Ekosistemnya. Undang-undang undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. 16. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Pengaturan Air. akan tetapi sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut yakni pada pembangunan sektor sanitasi. Undang-undang undang Nomor 6 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Oleh karena itu. Undang-undang undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 2. Kegiatan Program Pengembangan Sanitasi Perkotaan di Kabupaten Maros didasarkan pada aturan aturan-aturan aturan dan produk hukum yang meliputi : 1. skala kab/kota. SSK DAN KAITANNYA DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAIN Strategi Sanitasi pada dasarnya bukan tujuan. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.5. Undang-undang undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan 13. 17.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) 1. pada waktu. Undang-undang undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Peraturan Pemerintah emerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai. Gambaran ambaran yang jelas tentang posisi dokumen strategi Sanitasi Kabupaten Maros dalam kaitannya dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Undang-undang undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 10. Didalam penyusunan Buku Didalam penyusunan Buku Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kabupaten Maros berdasar pada beberapa peraturan perundang perundang-undangan undangan yang berlaku di tingkat nasional atau pusat. Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 1990 tentang Penggunaan Tanah bagi Kawasan Industri. dengan melakukan advokasi ringkasan SSK. Undang-undang undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimb Perimbangan angan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. dan pada pihak kunci kun (aktor) yang tepat. Undang-undang undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 12. Dengan posisi demikian. 6. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:12 . propinsi maupun daerah. 19. 7. Undang-undang 4. Sampah 11. SSK disusun secara Komprehensif. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 18. Undang-undang undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Undang-undang undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 20 2001 01 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian dan pengendalian Pencemaran Air. Hidu 3.

strategi serta program dan kegiatan atau dapat dikatakan sebagai sebuah perencanaan sanitasi yang komprehensif. Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 10 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Maros Tahun 2009 – 2014. Surat Keputusan Bupati Maros Nomor 213/KPTS/050. 23. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:13 . Kerja Strategi Rencana Tindak MONEV Implementasi Evaluasi Rencana Anggaran Anggaran Tahunan Sumber : Buku Manual PPSP 2012 Strategi Sanitasi anitasi Kabupaten (SSK) Kabupaten Marosyang yang merupakan dokumen perencanaan yang berisi Visi misi. . sasaran. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Maros.BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) 20.2. tujuan.Posisi Posisi Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Profil Sanitasi Tahunan LaporanTahunan Survei “demand & supply”.13/III/2013 tentang tentan Pembentukan Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Maros Tahun Anggaran 2013. 22. Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Maros. 24. Gambar 1. EHRA & studi –studi lainnya Apakah kita menuju arah yang tepat ? Kemana tujuan kita? Dimana kita sekarang? Buku Putih Sanitasi Bagaimana mencapai tujuan? Strategi Sanitasi Kabupaten Kab Kerangka Kerja. hal ini tentunya akan ak berkaitan erat atau harus bersinergi dengan perencanaan lain yang telah ada seperti RPJP. Peraturan Daerah Kabupaten MarosNomor 17Tahun 2012 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Bela Belanja Daerah Kabupaten Maros Tahun Anggaran 2013 (Lembaran Daerah Kabupaten Maros Nomor 7 Tahun 2011). 21.

SKPD AP APBD DPA . RTRW.PPAS RENJA SKPD Nota Kesepa epakatan KDH DP DPRD Per-KDH ttg Penyusunan RKA A SKPD RKA .3. RKPD dan Renja SKPD. Posisi Dokumen SSK terhadap Rencana Kerja Pemerintah DOKUMEN RENCANA RPJPD RPJMD SSK diinte ernalisasikan ke e dalam DOKUMEN ANGGARAN RENSTRA SKPD RKPD KUA A . Gambar 1.SKPD Sumber : Buku Manual PPSP 2012 Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB I Hal:14 .BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) RPJMD. Rencana rinci lain. Renstra SKPD. Berikut ini digambarkan keterkaitan dokumen SSK terhadap dokumen perencanaan lainnya. Dan sebaliknya bila SSK ini telah disusun dan ditetapkan maka seyogjanya produk perencanaan baru b tersebut juga harus mengacu pada Dokumen SSK ini.

Memberlakukan sanksi dan penghargaan terhadap regulasi TERWUJUDNYA 1.1.Meningkatkan manajemen pengelolaan persampahan .simpul berkelanjutan PEMERINTAHAN perekonomian.Meningkatkan sarana dan prasarana air limbah yang berkualitas . 4. dan 8. dan MELALUI sungguh simpul .partisipatif DAN BERIMAN. 7. 5. secara sungguh .BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN SANITASI 2. Penataan Birokrasi dan peningkatan kualitas pelayan publik. 6.Menindaklanjutkan sarana dan prasarana persampahan . 3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.Visi dan MisiSanitasi K Kabupaten Maros Visi Misi VisiSanitasi MisiSanitasi AIR BERSIH .Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan mengelola sampah dari sumber dengan sistem 3 r .Memberlakukan sanksi dan penghargaan penghar terhadap regulasi AIR LIMBAH . Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidik pendidikan. Meningkatkan pemberdayaan perempuan. Meningkatkan pembinaan keagamaan. YANGBERSIH 2.Meningkatkan kuantitas.1. Meningkatkan Mewujudkan pelayanan MASYARAKAT pertumbuhan AMPL (Air Minum dan MAROS YANG perekonomian rakyat PenyehatanLingkungan SEJAHTERA dengan mendorong ) secara profesional.Membentuk institusi pengelola air limbah . . kontiniutas pelayanan air minum.Mewujudkan regulasi .Mewujudkan regulasi perlindungan dan dan pengelolaan air baku . Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 1 .Memberlakukan sanksi dan penghargaan terhadap regulasi PERSAMPAHAN . Mengoptimalkan DANPROFESION sumber sumber-sumber AL pendanaan dan investasi melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif. VISI DAN MISI SANITASI KABUPATEN MAROS TabeldibawahinimenggambarkanPetaVisi dan MisiSanitasi K Kabupaten Maros Tabel 2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat.Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sarana dan prasarana air limbah .Mewujudkan regulasi .

Melakukan advokasi dan kampanye penyadaran masyarakat tentang PHBS .2.Memberlakukan sanksi dan penghargaan terhadap regulasi PHBS . Pemerintahan yang berorientasipada Tata PrajaLingkungan yang berwawasanlingkungan (Good Environmental Governance). Meningkatnyaupayapengelolaansampahperkotaanterutamapadapengurangantimbunansampah (zero waste) sehinggasampah yang harusdikelol harusdikelolasemakinsedikit.Melakukan advokasi kepada pemerintahan ttg PHBS .1 BerdasarkanRPJMD BerdasarkanRencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah Kabupaten Maros makaKebijakanUmum maka Pembangunan SektorSanitasiadalah SektorSanitasiadalah. Meningkatnyasistempengelolaan dan pelayananlimbah B3 (bahanberbahayaberacun) padakegiatan-kegiatantertentu kegiatantertentu yang dianggapberpotensimenghasilkanlimbah B3 sepertirumahsakit.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) DRAINASE . laboratoriumuji dan lain lain-lain. bengkel.Mewujudkan regulasi .Melakukan penataan pada wilayah rawan banjir .2 TAHAPAN PENGEMBANGAN SANITASI 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih.Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan fungsi drainasi .Memberlakukan sanksi dan penghargaan argaan terhadap regulasi 2. Meningkatnyakesadaranmasyarakatakanpentingnyamemeliharasumberdayaalam dan lingkunganhidup. sebagaiberikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Meningkatnyakualitasudara. Tersusunnyainformasi dan pet petawilayah-wilayah wilayah yang rentanterhadapkerusakanlingkungan dan bencanaalam.Menormalisasi saluran . Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 2 .Meminimalisir luas wilayah genangan . Pelestarian dan pemanfaatankeanekaragamanhayatisecaraberkelanjutan.Mewujudkan regulasi . Berkembangnyakemampuanadaptasiterhadapperubahaniklim global.

3. Dan Program Pembangunan. 8. dan pulau. Meningkatkan upaya pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan. ProgramRehabilitasi dan PemulihanCadanganSumberDaya Alam. 4. Meningkatkan koordinasi ordinasi pengelolaan lingkungan hidup.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) SedangkanPrioritasArahKebijakan SedangkanPrioritasArahKebijakan. terutama dalam menangani permasalahan yang bersifat akumulasi. 5. Pengembangan Air LimbahDomestik Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 3 . 8. meningkatkan keselamatan bekerja. dan meminimalkan resiko terhadap bencana alam laut bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pul pulau. 7. pesisir. Program pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan. 9. 9. 10. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam. pulau dan perairan tawar. 13. ProgramPeningkatanPengendalianPolusi. fenomena alam yang bersifat musiman dan bencana. adalah : 1.2 BerdasarkanSektor SSK A. Meningkatkan upaya konservasi laut. pesisir dan pulau. ProgramPengelolaan dan RehabilitasiEkosistemPesisir dan Laut. 2. 12. 2. Ketersediaan lokasi Tempat Pembuangan Akhisr (TPA) sampah. Mengarusutamakan (mainstreaming) prinsip-prinsip prinsip pembangunan berkelanjutan ke seluruh bidang pembangunan. Mengelola dan mendayagunakanpotensis mendayagunakanpotensisumberdayalaut. ProgramPeningkatanKualitas ningkatanKualitas dan AksesInformasiSumberDayaAlam dan LingkunganHidup. Program Pembangunan Kinerja Pengelolaan Persampahan. pesisir dan pulausecaralestariberbasismasyarakat. Mengembangkan upaya mitigasi lingkungan laut dan pesisir. Membangun kesadaran masyarakat agar peduli pada isu lingkungan hidup dan berperan aktif sebagai kontrol-sosial sosial dalam memantau kualitas lingkungan hidup. 14. Membangunsistempengendalian dan pengawasandalampengelolaansumberdayalaut dan pesisir. 6. ProgramPengelolaanRuangTerbukaHijau (RTH). MeningkatkankesadaranmasyarakatakanpentingnyamemeliharaSumberDayaAlam (SDA) dan lingkunganhidupdidasarkanpada agenda 21 (nasional dan global) dalammerencanakan dan melaksanakanpembangunannasional yang berkelanjutan (sustainable development). umberdayalaut. Pengembangankawasan dan penataanruang Kota yang terpadu. 3. Meningkatkan kapasitas lembaga pengelola lingkungan hidup. laut. 11. 2. 6. Menggiatkan kemitraan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sumberdaya laut. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup. 10.2. 1. 5. 4. 7. Mengendalikan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup di wilayah pesisir. Program pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi merusak lingkungan.

Beberapa kriteria telah digunakan dalam penentuan prioritas tersebut.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Berdasarkan peta zonasi onasi sanitasi untuk air limbah limbahdi Kabupaten Maros. . merupakan area dengan tingkat resiko sangat tinggi yang memiliki kepadatan sangat tinggi.Beberapa . yaitu Kecamatan Lau dengan peta ini diberi warna biru. yaitu Kecamatan Mandai dengan peta ini diberi warna Kuning. • Zona 4. em. Dari sepuluh lokasi tersebut terdapat di kecamatan Bontoa. Bantimurung. Pembangunan fasilitas-fasilitas ini dilaksanakanmelalui laksanakanmelalui programSLBM program (sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat) Masyarakat)oleh oleh Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum bekerjasama dengan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) setempat. yaitu Kecamatan Lau dengan peta ini diberi warna biru. yaitu Kecamatan Maros Baru dengan peta ini diberi warna hijau. Simbang.Program Program ini masih akan dilanjutkan pada tahun 2013 yang direncakan akan dibangun di 10 (sepuluh) lokasi. setempat. Pada tahun 2011melalui melalui program SLBMKabupaten Marosmembangun membangun MCK Septik SeptikKomunal di 4 (empat) lokasi dan berlanjut pada tahun 2012 dengan sistem yang sama di 8 (delapan) lokasi lokasi. Rencana pengembangan tersebut diilustrasikan sebagai berikut: • Zona 1. Maros Baru. klafikasi wilayah (perkotaan dan pedesaan). serta resiko kesehatan lingkungan. • Zona 2. dimana zona tersebut sekaligus merupakan dasar bagi kota dalam merencanakan pengembangan jangka panjang pengelolaan air limbah di Kabupaten Maros Maros. • Zona 3. merupakan area dengan tingkat resiko tinggi yang memiliki kepadatan tinngi. T Tanralili. Peta tersebut terbagi dalam zonasi. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 4 . Didalam SSK ini dilakukan penentuan wilayah prioritas pengembangan sistem pengelolaan air limbah (apakah onsite maupun off site) secara umum umum.. . merupakan area dengan tingkat resiko sedang yang memiliki kepadatan sedang. karakteristik tata guna lahan. Mandai. yaitu kepadatan penduduk. dan Lau. merupakan area dengan tingkat resiko rendah yang memiliki kepadatan rendah. Berdasarkan sarkan kriteria tersebut dihas dihasilkan suatu peta yang menggambarkan kebutuhan sistem pengelolaan air limbah untuk perencanaan pengembangan sist sistem. sejak 2010 telah dikembangkan dengan sistem onsite atau pengolahan air limbah setempat dengan me membangunan mbangunan MCK dengan menggunakan tanki septik Komunal Komunal.

BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Peta 2.1TahapanPengembangan TahapanPengembangan Ai Air LimbahDomestik Pokja Sanitasi Kabup .

Pengembangan air limbah domesti domestikakanditentukanberdasarkanpenentuanZona Zona Sanitasisesuaidengan yang terteradala terteradalamBukuPutihSanitasi.3. pengembangan air limbah domesti domestik tersebut seperti yang dijelaskanpada table di bawahini : Tahapanpengembangan TahapanPengembangan PersampahanKabupaten Maros Tabel 2. dan sistem s Padatahun 2013pengembangan engembangan air limbah domesti domestik akandilakukandengan sistem stem Onsite/IndividualIndividual Onsite/Individual yang tersebar di 8 (delapan)yang akanmelayaniKawasan Permukiman. Diharapkan secara berkelanjutan.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 2.TahapanPengembangan Cakupan layanan eksisting* (%) Target cakupan layanan* (%) Jangka pendek (c) Jangka menengah (d) Jangka panjang (e) No (a) A 1 B 1 2 Sistem (b) Penaganan Langsung Kawasan komersial Penanganan tidak langsung Perkotaan Perdesaan 80% 50% 20% 10% 90% 50% 60% 20% 20% 20% 10% 20% Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 6 .2. Diharapkan dengan ditunjang oleh program tersebut di atas cakupan layanan air limbah pada jangka panjang mencapai 25%.TahapanPengembangan TahapanPengembangan Air LimbahDomestik Kabupaten Maros Cakupan layanan eksisting* (%) Target cakupan layanan* (%) Jangka pendek (c) Jangka menengah (d) Jangka panjang (e) No (a) A 1 2 B 1 2 Sistem (b) Sistem On-site Individual (tangki septik) Komunal Sistem Off-site Skala Kota Skala Wilayah 26% 3% 31% 10% 40% 15% 60% 25% 30% 10% 50% 30% 80% 50% Keterangan: *) Cakupan layanan adalah persentase penduduk terlayani oleh sistem dimaksud atas total penduduk Cakupan layanan air limbah onsite individual saat ini berkisar 26% dihitung dari kepemilikan jamban. kenaikan angka cakupan ini mencapai 5 % per tahun yang didukung oleh program SLBM. Cakupan layanan komunal saat ini sekit sekitar ar 3 % pertahun.

yang dilakukan baik pada sumbernya. ah. proses pengangkutannya maupun pengelolaannya di TPA. Pengembangan Persampahan Pengembangan sarana persampahan diarahkan untuk meminimalkan volume sampah dan pengembangan prasarana pengolahan sampah dengan teknologi yang berwawasan lingkungan hidup.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Keterangan: *) Cakupan layanan adalah persentase penduduk terlayani oleh sistem dimaksud atas total penduduk B. Pengembangan prasanara sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta pengelolaannya dilakukan dengan teknologi yang tepat. Rencana pemanfaatan ruang sistem penglolaan persampahan Kabupaten Maros Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 7 . Pengembangan prasarana persampahan ditujukan untuk mencapai target penanganan 90% dari jumlah total sampah. Pengelolaan prasarana sampah dilakukan dengan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sampah.

2 :Peta pelayanan persampahan Kabupaten Maros Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 8 .BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Peta 2.

da n Desa Laiya Dan Desa Lebbo Tengae.3. Pasar Camba.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Sedangkan pentahapan pengembangan Persampahan seperti yang dijelaskan pada tab tabel di bawah ini Tabel 2. Tanralili. Poros Ds. 3. PengembanganDrainase Arah pengembangan drainase terbagi menjadi jangka pendek menengah dan panjang. BontoTanga Kec. Dsn Sumpatu Kec. Camba.5 4. 5. 4. Sekitar Psr Amarang Kec. Camba. Pasar WatangBengo. Sebagian besar wilayah perkotaan yang belum terlayani akan dikembangkan sistem drainase untuk jangka pendek sampai jangka menengah.3 3. (b) Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan pengangkutan engangkutan persampahan permukiman Meningkatnya cakupan pelayanan pengangkutan sampah Diterapkannya teknologi pengelolaan persampahan berkelanjutan dan berbiaya rendah oleh SKPD terkait dan masyarakat Meningkatnya porsi belanja fisik sub sektor persampahan Meningkatnya kesadaran masyarakat ber. yakni yakniPembuatan Pembuatan Drainase Kamp. Marusu.PHBS dalam pengelolaan persampahan Jangka Pendek (c) 85 85 89 90 87 90 92 95 55 60 65 75 2. Pampangan Kec. Maros Sumber :Badan C. Taralili. sedangkan untuk wilayah kelurahan yang belum terjangkau dari pusat kota akan dilakukan pada program jangka menengah sampai jangka panjang. Tengae Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 9 . Cempaniga Kec.Ongkoe Kec. Camba. Desa Cenrana. Marusu. Desa Benteng Kec. 2. Tahapan Pengembangan Persampahan Kota No Sistem Cakupan Layanan eksisting (%) Cakupan Layanan (%) Jangka Jangka Menengah panjang (d) (f) (a) 1. Ada beberapa kecamatan yang mendesak untuk dibenahi sistem drainase dalam jangka pendek. Jl.5 5 59 % 62 % 65 % 70 % Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kab. Benteng Gajah.

3.PetaTahapanPengembanganDrainase Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 10 .BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SAN SANI ITASI KABUPATEN MAROS (SSK) PetaTahapanPengembanganDrainase Kabupaten Maros Peta 2.

980.988 m3 dan air terjual adalah 2.103 m3. Saat ini pelanggan PDAM Kabupaten Maros adalah 11.913. 2 (b) SR SambTidakLangsung (Master Meter/HU/Terminal Air) 24 50 .548.050 SR dan pelanggannon aktif sebanyak 722 unit dengan perbandingan jumlah air produksi sebesar 3.5. Pengembangan Air Minum Pengembangan Air Minum akan ditentukan berdasarkan wilayah pelayanan sesuai dengan ketersediaan jaringan perpipaan dan rencana seperti yang tertera dalam Buku Putih Sanitasi. air distribusi 3.4. Kabupaten Maros sampai dengan tahun 2016 merencanakan pengembangan cakupan area pelayanan air minum menggunakan 2 (dua) system yaitu Air Minum PDAM dan Air Minum berbasis masyarakat melalui program Pansimas. 49 % terlayani pada tahun 2015.90 %.TahapanPengembanganDrainase Kabupaten Maros Cakupan layanan eksisting* (%) (c) N/A N/A Cakupan layanan* (%) Jangka pendek (d) 25% 15% Jangka menengah (e) 25% 30% Jangka panjang (f) 50% 70% No (a) 1 2 Terbuka Tertutup Sistem (b) Keterangan: *) Cakupan layanan adalah persentase penduduk terlayani oleh sistem dimaksud atas total penduduk D.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SAN SANI ITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Pentahapan pengembangan Air Minumseperti yang dijelaskanpada table di bawahini Tabel 2. Tabel 2. Pentahapan Pengembangan Air Minum Kabupaten Maros seperti tergambar pada tabel di bawah ini.122 m3/ tahun itu menunjukkan kehilangan air sebesar 34. Target cakupanakses air minum yang berkelanjutan sampai dengan 2015 dari 64.TahapanPengembangan Air Minum Kota Makassar No Sistem CakupanLayananeksisting* (%) CakupanLayanan* (%) Jangka Jangka Jangka Pendek Menengah panjang (c) (d) (f) 50 75 100 50 50 50 (a) 1. 18% penduduk terlayani menjadi 65.

STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) PetaTahapanPengembangan Air Minum PETA RENCANA PENGEMBANGAN PELAYANAN PDAM KAB.5. MAROS Pokja Sanitasi Kabupa .BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI Peta 2.

Sistem (b) Sekolah TK SD 56.makaanalisis difokuskan padaaspek belanja a dalamAPBD da KabupatenMaros.4 60 80 SMP 70 80 Masyarakat TTU Tempat Kerja 3. maka pokja PPSP Kabupaten Maros melakukan proyeksi dan perhitungan tentang pendanaan sanitasi Kabupaten Maros 5 tahun kedepan.Dalam Dalam buku Buku Putih Sanitasi Kabupaten Maros.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI E.tergambar . Berdasarkan kebutuhan tuhan dan merujuk pada dokumen APBD 5 tahun terakhir. Masyarakat 56. 2.1 70 80 4. 2. 3. Pentahapanpengembangan PHBSseperti yang dijelaskanpada table di bawahini : Tabel 2.TahapanPengembanganPHBS Kota CakupanLayananeksisting* (%) CakupanLayanan* (%) Jangka Menengah (d) No (a) A 1.3 PERKIRAAN PENDANAAN PENGEMBANGAN SANITASI Faktor penting lain yang sangat menentukan penentuan sistem dan cakupan pelayanan sanitasi adalah faktor pembiayaan yang sangat tergantung pada kemampuan keuangan daerah.tergambar beberapa sumber pendanaan dan besaran nilai pendanaan yang dipergunakan dalam pembangunan sarana sanitasi. Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 13 . sanitasi Hasil analisis Pendanaan Sanitasi Kabupaten Maros secara berturut-turut turut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Puskesmas dan RS Sumber :DinasKesehatanKabupaten Kabupaten Maros Keterangan : *) Cakupanlayananadalahpresentasipendudukterlayanioleh s sistem dimaksudatas total penduduk Jangka Pendek (c) Jangka Panjang (f) 100 100 100 2.6.Untukmendapatkangambaran baranini. Pengembangan PHBS STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) PengembanganPHBS akanditentukanberdasarkanlokasiantara lain PHBS di Sekolah dan di masyarakat. B 1. Kajian ini dimaksudkan untuk uk memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan puan daerah da dalam pendanaan sanitasisebaga asisebagaimanayang dimaksudkan dalamdokumen ini.

050 1.000 13.000 3.000 3.600.750 10171.000 0 2 Dana Alokasi (2.1 2.000 11.915.1+1.026 1.909.701.476.601.040.915.464.000 13.711.2 2.956.867.635 269.5 Perhitungan Pertumbuhan Pendanaan APBD Kabupaten/Kota untuk Sanitasi RATA-RATA PERTUMBUHAN (%) BELANJA SANITASI (RP.950.428.379 - 20.274.251.764 1.000 0 Sumber: Hasil Kajian Pokja PPSP Kab.26 1.477.957.471.353.) No URAIAN 2008 2009 2010 2011 2012 1 Belanja Sanitasi (1.2 Sampah rumah tangga 2.466. Maros tahun 2012 Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 14 .000 6.905 2410400250 18.750 6.132.909.000 3.000 331.534 1.910.199.354.787.312.523.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 2.9672 1.4 DAK Sanitasi DAK Lingkungan Hidup DAK Perumahan dan Permukiman DAK PHBS - - - 5.4) 43.307.250 187.307.386.62 1.2+2.601.980.576 276.241.040.2+1.3 Drainase Lingkungan 2.711.310.3) Khusus - - - 2.225.922.095 803.202.4 PHBS 203.523.934.3+1.202.1+2.3 2.701 2.959 3.174.000 207.000.502 - 33.1 Air limbah domestic 937.533.000 8.262.000 6.000 3.600.908.000 5.213.13 28250.202.639.000 0 0 3.

635 269.6 Perkiraan erkiraan Besaran Pendanaan Sanitasi Ke Depan Perkiraan Belanja Murni Sanitasi (Rp juta) No URAIAN 2013 1 Perkiraan Langsung Perkiraan APBD Untuk sanitasi Belanja - Total 2014 - 2015 - 2016 - 2017 - 2 Murni - - - - - - 3 Perkiraan Komitmen Pendanaan Sanitasi - - - - - - Sumber: Hasil Kajian Pokja PPSP Kab. Maros tahun 2012 Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 15 RATA-RATA PERTUMBUHAN (%) .) No URAIAN 2008 1 BELANJA SANITASI 2009 2010 2011 2012 1.1 Biaya operasional/pemelihaaan Sampah rumah tangga Biaya operasional/pemelihaaan 2 2.000 11.957.466.1 Biaya operasional/pemelihaaan Sumber: Hasil Kajian Pokja PPSP Kab.787.956.534 1.428.533.312.379 20.202.639.75 0 1.959 3.174.905 2410400250 18.908.750 6.00 0 1.000.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 2.307. Maros untuk Operasional/Pemeliharaan dan InvestasiSanitasi BELANJA SANITASI (Rp. Maros tahun 2012 Tabel 2.1 Air Limbah domestik 937.1.307.095 803.274.701 2.132.476.251.7 Perhitungan Pertumbuhan umbuhan Pendanaan APBD Kab.250 1.310.353.764 1.922.1.1.1 3 Drainase lingkungan 2.910.

500.1.635 500.000 2.000 2.1 1.) No URAIAN 2013 Perkiraan Kebutuhan Operasional / Pemeliharaan Perkiraan APBD Murni untuk Sanitasi Perkiraan Komitmen Pendanaan 2014 2015 2016 2017 TOTAL PENDANAAN 1 2 3 Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 16 .9 Perkiraan an Kemampuan APBD Kabupaten Maros dalam Mendanai Program/Kegiatan SSK PENDANAAN (Rp.) No URAIAN 2013 1 1.BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 2.000.500.1.000 2.1 2 2014 2015 2016 2017 RATARATA PERTUM BUHAN (%) BELANJA SANITASI Air Limbah domestik Biaya operasional/pemelihaaan Sampah rumah tangga Biaya operasional/pemelihaaan Drainase lingkungan Biaya operasional/pemelihaaan 1.000 2.8 Perkiraan Besaran an Pendanaan APBD Kabupaten Maros untuk Kebutuhan Operasional/Pemeliharaan Aset Sanitasi Terbangun hingga Tahun 2017 PENDANAAN (Rp.000 2.1 Sumber: Hasil Kajian Pokja PPSP Kab.000. Maros tahun 2012 Tabel 2.178 3.1.898 3 1.1 1.060 2.395 4.

Maros tahun 2012 Pokja Sanitasi Kabupaten MarosIMaros BAB II 17 .BAB II KERANGKA PEMBANGUNAN NGUNAN SANITASI Sanitasi Kemampuan Mendanai SSK (APBD Murni) (2-1) Kemampuan Mendanai SSK (Komitmen) (3-1) STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) 4 5 - - - - - - Sumber: Hasil Kajian Pokja PPSP Kab.

kuadran II (Diversifikasi). Strategi khusus di bawah disebutkan sesuai tingkat kuadran hasil analisis. dankuadran IV (Turn Around). Weaknesses.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) BAB III III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI Pencapaian strategi percepatan pembangunan sanitasi dilakukan dengan pemanfaatan sistem analisis strategi yaitu Analisis SWOT (Strength.BAB III I Hal: 1 . kesempatan dan ancaman dari lingkungan seki sekitar untuk merumuskan strategi Yang tepat.Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan dan kelemahan program. Opportunities dan Threats).1 Diagram SWOT PokjaSanitasiKabupatenMaros . Strategi untuk menyukseskan program PPSP terpengaruhi oleh factor internal dan eksternal masyarakat dan lingkungan Kabupaten Maros . Strategi yang diperoleh dari hasil analisis matriks diklasifikasikan dengan metode kuadran I (Agresif). kuadran III (Defensif). Gambar 3.

4 0.1. partisipasi dunia usaha serta PMJK. Jumlah sko skor r diperoleh dari hasil kali antara kolom bobot dan kolom nilai. Setiap item ditetapkan besaran bobotnya oleh POKJA. Faktor internal yakni Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness) sedangkan Faktor eksternal adalah (Opportunity) dan ancaman (Threat).35 0.45 0. Faktor internal terdiri dari beberapa item yakni kelembagaan dan kebijakan. lalu isu tersebut dianalisa kedalam faktor internal dan faktor eksternal.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Analisis yang dilakukanakan menghasilkan strategi dengan kalsifikasi kuadran seperti pada gambar di atas.1Posisi Posisi pengelolaan sanitasi Sub Sektor Air Limbah Dometik NO URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN BOBOT NILAI SKOR LINGKUNGAN INTERNAL KEKUATAN ( STRENGTH) Kelembagaan 1 Dukungan dari SKPD / Istansi dalam rangka mensukseskan penanganan 10 program Gerbang mastra Sudah ada Jamban Komunal yang dibangun oleh Pemda melalui program demo gerbang mastra 0.2 3 0. dan Strategi Pengelolaan Air Limbah Kondisi pengelolaan Sanitasi Sekt Sektor Air limbah domestik dapat dieksplor dengan melakukan penetapkan enetapkan isu dan permasalahan yang telah teridentifikasi sebelumnya. Tujuan. Proses matriks 2 x 2 menjadi metode analisis yang dilakukan(dilampirkan). BPM dan Pemdes PokjaSanitasiKabupatenMaros . teknik dan operasional sedangkan item dari faktor eksternal antara lain Teknik dan operasional. Kelembagaan dan kebijakan. keuangan.6 Keuangan 1 Komunikasi 1 Sudah ada sosialisasi untuk tidak BABs yang dilakukan oleh Dinkes.2 3 0. Sasaran.2 Sudah ada penganggaran sektor Air Limbah domestik di beberapa SKPD terkait 0. dan besaran bobot isu yang diangkat mengikuti besaran bobot per item yang telah disepakati.6 0. Dan hasil dari kajian untuk semua sub sektoradalahsebagaiberikut : 3. selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.25 2 0. keuangan.35 4 1.BAB III I Hal: 2 .25 5 1. komunkasi.

Maros Belum ada kemitraan bidang ALD antara pemerintah dengan pihak swasta dan masyarakat 0.075 SDM 1 Masih ada penempatan SDM yang kurang tepat 0.85 JUMLAH KEKUATAN ( STRENGTH ) KELEMAHAN ( WEAKNESS ) Teknik dan Operasional 1 2 Belum memmiliki IPLT maupun IPAL Komunal Terbatasnya database Limbah (skala industri kecil.BAB III I Hal: 3 .1 0.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) NO URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN BOBOT NILAI SKOR 3.025 5 3 0.15 4 0.25 0.95 -0.5 2 3 0.25 4 1 Komunikasi 1 Kurangnya sosialisasi dari pemerintah tentang pengurasan septic tank Belum optimalnya kegiatan STBM di Kab. Limbah industri rumah tangga dan Limbah medis masih lemah 0.05 5 3 0.15 0.05 4 3 0.1 0.1 JUMLAH KELEMAHAN ( WEAKNESS ) SELISIH KEKUATAN – KELEMAHAN LINGKUNGAN EKSTERNAL PELUANG( OPPORTUNITY ) PokjaSanitasiKabupatenMaros .15 0.15 Kelembagaan dan Kebijakan 1 Belum ada regulasi yang mengatur tentang Air Limbah Domestik mulai dari User Interface ( Kloset ) hingga Pembuangan Akhir Master Plan Air Limbah domestik belum ada Koordinasi antar SKPD masih belum solid sehingga program/kegiatan kurang sinkron dan belum konsisten Sistem monitoring dan evaluasi limbah ALD.5 0.2 3.1 2 0.5 0.05 4 0.15 Keuangan 1 Alokasi anggaran belanja SKPD terkait Air Limbah Domestik (selain PU ) masih belum signifikan 0. pemukiman.2 2 1 0.3 0.1 0.2 0.05 3 0.6 0.1 5 0. hotel) 0.

05 4 0.2 0.15 0.2 0.1 2 3 0.2 PMJK dan Swasta 1 Adanya Organisasi kemasyarakatan ( BKM/KSM/UPL) yang dapat dijadikan mitra kerja dalam pegelolaan sanitasi adanya keterlibatan PKK dalam hal sosialisasi ALD pada ibu ibu-ibu rumah tangga telah ada Program Pemberdayaan ( PNPM Mandiri Perkotaan ) yang menangani masalah ALD ( User Interface dan Pengumpulan ) 0.3 0.1 5 2 1 0.05 4 0.BAB III I Hal: 4 .2 3 0.05 0. kalangan Akademisi maupun dunia usaha untuk proaktif terhadap pengelolaan air limbah domestik 0.45 PokjaSanitasiKabupatenMaros .2 5 4 1 2 3 0.1 0.6 % tangki septik yang dimiliki oleh warga terindikasi sebagai cubluk 14 % warga dalam wilayah kajian PPSP masih BABs Masih ada jamban yang tidak memiliki tangki septik 0.2 Komunikasi 1 Sudah ada radio dan siaran tv lokal yang tersebar di beberapa cakupan wilayah untuk mengisi acara kegiatan sosialisasi 0.2 3 0.5 0.75 2 0.15 5 0.3 0.15 3 0.1 4 0.4 0.05 NILAI SKOR Teknik dan Operasional 1 2 79 % warga telah memiliki jamban Pribadi Beberapa Warga telah menggunakan Sumur Resapan untuk limbah Gray Water 5 3 0.1 0.15 0.15 Kelembagaan 1 ada partisipasi perhatian dari LSM.2 0.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) NO URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN BOBOT 0.6 Partisipasi dunia Usaha 1 2 Ada potensi pendanaan dunia usaha melalui Program CSR CSR-nya Sudah ada Usaha Jasa Penyedotan Tinja swasta yang memerlukan instalasi pengelolahan lumpur tinja 0.4 JUMLAH PELUANG ( OPPORTUNITY ) ANCAMAN ( THREAT ) Teknis dan Operasional 1 50.3 Kelembagaan 1 Legislativ saat ini belum memandang sanitasi sebagai prioritas 0.

25 JUMLAH ANCAMAN ( THREAT ) SELISIH PELUANG – ANCAMAN 3. namun didukung oleh lingkungan eksternal yang mendukung sehingga arah.8 0.8 sehingga selisih antara peluang dan ancaman sebesar 0. sasaran dan strategi pemerintah daerah yang sesuai adalah pemerintah diharapkan membenahi kelemahan yang ada pada internal kelembagaan sehingga pada akhirnya disaat kelembagaan sudah mulai baik peluang yang ada dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan pengelolaan sanitasi sektor air limbah domestik.2 Dari tabel diatas diperoleh gambaran tentang pengelolaan Sektor Air Limbah domestik yang ada di Kabupaten Maros saat ini.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) NO URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN BOBOT 0.2 0.2 NILAI SKOR Komunikasi 1 Kurangnya pemahaman masyarakat tentang standar teknis sarana pengelolaan air limbah domestik (tangki septik) 3 0. PokjaSanitasiKabupatenMaros .6 PMJK 1 Minimnya kepedulian warga untuk memelihara sarana MCK (O&M ) yang dibangun oleh Pemda maupun Program Pemberdayaan 0.85 dan kelemahan (Weakness) nilai 3. Faktor internal yakni kekuatan (Strength) nilai 3. Nilai tersebut menempatkan pengelolaan sektor air limbah domestik pada posisi pemeliharaan agresif ata atau u berada pada kuadran III.1.95 sehingga selisih antara kekuatan dan kelemahan ada adalah – 0.25 0. Faktor eksternal untuk peluang (Opportunity) nilai 4 dan Ancaman (Threath) nilai 3. Mengacu pada nilai skor diatas dan berdasarkan matriks internal eksternal maka diperoleh pemahaman bahwa kekuatan internal dalam hal pengelolaan sektor limbah domestik masing kurang.25 5 1.BAB III I Hal: 5 .2 .

BAB III I Hal: 6 .2Posisi Posisi pengelolaanSanitasiSektor Air Limbahdomestik Pemeliharaan Agresif Pertumbuh an Pemeliharaan Selektif Pertumbuhan Berputar DiversifikasiBe sar- Ceruk DiversifikasiTerp usat Keterangan : = Posisi pengelolaan Air limbah Domestik PokjaSanitasiKabupatenMaros .BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Gambar 3.

namun tidak perlu khawatir karena internal Pokja sangat kuat) 50. pemeliharaan. ada ancaman dari luar di sisi lain secara internal Tim Pokja masih bany ak kelemahan) Pembangunan IPAL dengan lokasi y ang tepat dan strategis untuk melay ani seluruh wilay ah Kabupaten Maros Penanganan dan sosialisasi menyangkut Septik Tank perlu digalakkan Sistem penanganan sanitasi daerah perlu diperbaiki dari pemerintah sampai pada lapisan masyarakat 1 2 1 2 Program pembangunan sanitasi untuk sektor septik tank lebih digalakkan Sosialisasi BABs perlu diev aluasi dan dilakukan secara lebih optimal Pemanfaatan program PPSP sebagai langkah terintegrasi dalam penanganan persoalan sanitasi Kabupaten dan disepakati oleh seluruh stake holder daerah termasuk lembaga legislatif daerah sebagai program utama dan prioritas Pemanfaatan media dan sosialisasi langsung y ang optimal dalam meny ukseskan pemahaman seluruh masy arakat mengenai Pengelolaan limbah Septik Tank dll Pemeliharaan sarana sanitasi harus melibatkan seluruh masy arakat dan perlu disosialisasikan 1 2 3 3 3 4 Legislativ saat ini belum memandang sanitasi sebagai prioritas Kurangny a pemahaman masyarakat tentang standar teknis sarana pengelolaan air limbah domestik (tangki septik) Minimny a kepedulian warga untuk memelihara sarana MCK (O&M ) y ang dibangun oleh Pemda maupun Program Pemberday aan 4 4 Koordinasi dan peran aktif SKPD dalam pembangunan. pemukiman. Maros Belum ada kemitraan bidang ALD antara pemerintah dengan pihak swasta dan masyarakat Masih ada penempatan SDM yang kurang tepat 2 2 3 4 3 4 5 6 7 8 External 9 10 11 Opportunities (Peluang) : S trategi OS (Ada kekuatan dan dari eksternal ada peluang program bisa berkembang 79 % warga telah memiliki jamban Pribadi Beberapa Warga telah menggunakan Sumur Resapan untuk limbah Gray Water ada partisipasi perhatian dari LSM. pemeliharaan. Penentuan matriks anggaran untuk seluruh kegiatan dan program pembangunan sanitasi y ang disahkan dan diadvokasikan ke dalam pendanaan daerah dan nasional y ang tepat 1 1 1 2 3 2 3 4 3 4 5 4 5 6 5 6 6 7 8 9 Threats (Ancaman) S trategi TB (Ada ancaman dari luar. dan monitoring adalah seluruh masy arakat Kabupaten Maros melalui pembimbingan dan peran aktif SKPD terkait. dan Perhotelan) Sosialisasi dan penetapan regulasi yang memadai untuk pengelolaan air limbah y ang tepat. dan memonitoring sanitasi di seluruh wilayah Kabupaten Maros Program pembangunan sanitasi perlu dibarengi dengan sosialisasi fungsi dan cara pemeliharaan sarana y ang terbangun 5 5 5 6 PokjaSanitasiKabupatenMaros . Permukiman. BPM dan Pemdes W eaknesses (Kelemahan) : I nternal 1 1 Belum memmiliki IPLT maupun IPAL Komunal Terbatasnya database Limbah (skala industri kecil. namun hati-hati internal tim lemah) Pembangunan IPAL dengan lokasi y ang tepat dan strategis untuk melay ani seluruh wilay ah Kabupaten Maros Melakukan pendataan rinci database limbah untuk semua jenis lingkungan yang ada di Kabupaten Maros (Industri. Penetapan Master Plan Air Limbah Kabupaten Maros Stake holder pembangunan.6 % tangki septik y ang dimiliki oleh warga terindikasi sebagai cubluk 14 % warga dalam wilayah kajian PPSP masih BABs Masih ada jamban yang tidak memiliki tangki septik S trategi TW (Gawat. kalangan Akademisi maupun dunia usaha untuk proaktif terhadap pengelolaan air limbah domestik Ada potensi pendanaan dunia usaha melalui Program CSR-ny a Sudah ada Usaha Jasa Penyedotan Tinja swasta y ang memerlukan instalasi pengelolahan lumpur tinja Sudah ada radio dan siaran tv lokal y ang tersebar di beberapa cakupan wilay ah untuk mengisi acara kegiatan sosialisasi Adany a Organisasi kemasyarakatan ( BKM/KSM/UPL) y ang dapat dijadikan mitra kerja dalam pegelolaan sanitasi adany a keterlibatan PKK dalam hal sosialisasi ALD pada ibu-ibu rumah tangga telah ada Program Pemberday aan ( PNPM Mandiri Perkotaan ) y ang menangani masalah ALD ( User Interface dan Pengumpulan ) Pembangunan jamban komunal sebagai langkah pemenuhan kebutuhan masy arakat untuk sarana jamban yang tepat Menggali potensi dunia usaha dan organisasi kemasy arakatan dalam mendukung pembangunan sanitasi Kabupaten Maros Pembangunan sanitasi sektor air limbah lebih dikonsentrasikan pada pemenuhan sarana pengelolaan limbah/IPAL Pemanfaatan media komunikasi y ang lebih dalam kegiatan sosialisasi sanitasi Arah kegiatan PNPM Mandiri y ang lebih terarah dan terkoordinasi lebih baik dengan v isi-misi sanitasi Kabupaten Maros S trategi OW (Ada peluang besar dari luar.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) MatriksAnalisis SWOT S treghts (Kekuatan) : Dukungan dari SKPD / Istansi dalam rangka mensukseskan penanganan 10 program Gerbang mastra Sudah ada Jamban Komunal y ang dibangun oleh Pemda melalui program demo gerbang mastra Sudah ada penganggaran sektor Air Limbah domestik di beberapa SKPD terkait Sudah ada sosialisasi untuk tidak BABs yang dilakukan oleh Dinkes. Limbah industri rumah tangga dan Limbah medis masih lemah Alokasi anggaran belanja SKPD terkait Air Limbah Domestik (selain PU ) masih belum signifikanC Kurangny a sosialisasi dari pemerintah tentang pengurasan septic tank Belum optimalny a kegiatan STBM di Kab.BAB III I Hal: 7 . hotel) Belum ada regulasi yang mengatur tentang Air Limbah Domestik mulai dari User Interface ( Kloset ) hingga Pembuangan Akhir Master Plan Air Limbah domestik belum ada Koordinasi antar SKPD masih belum solid sehingga program/kegiatan kurang sinkron dan belum konsisten Sistem monitoring dan evaluasi limbah ALD.

BAB III I Hal: 8 . yang air telahdirumuskandalambab telahdirumuskanberdasarkankondisipengelolaan limbahsaatinisebagaimanaterlihatpadatabel di bawah. dan monitoring permasalahandanketersedi aansaranadanprasaranasan itasidaerah Sasaran Pernyataans Indikatorsasa asaran ran Adanyapemba 79 % wargatelahme ngunanjamban milikijambanP komunaldan ribadi program penanganansa nitasi di semua SKPD terkaitsertaper anduniausaha yang segera di galipotensinya Dukungandari AdanyaOrgani SKPD / sasikemasyara Istansidalamr katan ( angkamensuk BKM/KSM/UP L) seskanpenan danpotensibad ganan 10 program anusaha yang Gerbangmastr dapatdijadikan a mitrakerjadala mpegelolaans anitasi Sudahada Belummemmili ki IPLT Usaha JasaPenyedot maupun IPAL anTinjaswasta Komunal yang memerlukanin stalasipengelo lahanlumpurti nja Diperlukan Diperlukanreg Tersediaperat ulasi yang urandaerahme mengaturtent ngenaipenang ang Air anan air LimbahDome limbah Strategi Pembangunan jambankomunalsebagailangkahpe menuhankebutuhanmasyarakatunt uksaranajamban yang tepat t Menggalipotensiduniausahadanorg anisasikemasyarakatandalammend ukungpembangunansanitasiKabup atenMaros Sosialisasi BABs perludievaluasidandilakukansecaral ebih optimal Menggalipotensiduniausahadanorg anisasikemasyarakatandalammend ukungpembangunansanitasiKabup atenMaros Stake holder pembangunan. dan monitoring adalahseluruhmasyarakatKabupate nMarosmelaluipembimbingandanpe ranaktif SKPD terkait. Pembangunan sanitasisektor air limbahlebihdikonsentrasikanpadape menuhansaranapengelolaanlimbah/ IPAL Evaluasidanpemberlakuanr egulasisanitasi yang jelasdantepat Sosialisasidanpenetapanregulasi yang memadaiuntukpengelolaan air limbah yang tepat.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tujuan. pemeliharaan. Tabel 3. sasarandanstrategiuntukmencapaivisidanmisisanitasi 2. danTahapanPencapaianPengembangan Air LimbahDomestik Tujuan Meningkatkanperan stake holder daerahdanseluruhmasyarak atdalampembangunan. Sasaran.1.2 Tujuan. PokjaSanitasiKabupatenMaros . pemeliharaan.

kelembagaan dan kebijakan.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) stikmulaidari User Interface ( Kloset ) hinggaPembu anganAkhir Pemanfaatan media komunikasi yang lebihdalamkegiatansosialisasisanita si Ketersediaandokumenstrate gidan master plan penangananpermasalahans anitasiKabupatenMaros Master Plan Air Limbahdomes tikbelumada Perluketersedi aan master plan pembangunan sanitasi Matrikspenganggaran yang sahdanterkelola optimal dantepat Alokasianggar anbelanja SKPD terkait Air LimbahDome stik (selain PU ) masihbelumsi gnifikan Legislativsaati nibelummema ndangsanitasis ebagaiprioritas Melakukanpendataanrinci database limbahuntuksemuajenislingkungan yang ada di KabupatenMaros Ka (Industri. komunkasi. Setiap item ditetapkan besaran bobotnya oleh POKJA. Faktor internal terdiri dari beberapa item yakni Teknik dan Operasional. keuangan.2. lalu isu tersebut dianalisa kedalam faktor internal dan faktor eksternal. Kelembagaan dan kebijakan. n. Faktor internal yakni Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness) sedangkan Faktor ekternal adalah (Opportunity) pportunity) dan ancaman (Threat). Jumlah skor diperoleh dari hasil kali antara kolom bobot dan kolom lom nilai. SDM sedangkan item dari faktor eksternal antara lain Teknik dan operasional. partisipasi dunia usaha serta PMJK. selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut: PokjaSanitasiKabupatenMaros . dan Strategi Pengelolaan Persampahan Kondisi pengelolaan Sanitasi Sektor Persampahan dapat diketahui dengan menetapkan isu dan permasalahan yang telah teridentifikasi sebelumnya. Tujuan.BAB III I Hal: 9 . Sasaran. dan besaran bobot isu yang diangkat mengikuti besaran bobot per item yang telah disepakati. Permukiman. keuangan. danPerhotelan) Pemeliharaansaranasanitasiharus melibatkanseluruhmasyarakatdanp erludisosialisasikan Pemanfaatan program PPSP sebagailangkahterintegrasidalampe nangananpersoalansanitasiKabupa tendandisepakatiolehseluruh stake holder daerahtermasuklembagalegislatifda erahsebagai program utamadanprioritas 3.

4 0.15 0.3Posisi Posisi pengelolaan sanitasi Sub Sektor Persampahan NO LINGKUNGAN INTERNAL KEKUATAN ( STRENGTH ) Teknik dan Operasional 1 Sudah ada Pemilahan sampah (sampah Organik & Anorganik) di Tempat Penampungan Sementara Sudah memiliki TPA Controll Lanfill 0.4 0.1 JUMLAH KEKUATAN ( STRENGTH ) KELEMAHAN ( WEAKNESS ) Teknik dan Operasional 1 2 Frekwensi pengumpulan sampah tidak sesuai jadwal Kurangnya kegiatan pembinaan/pemantauan sarana daur ulang misalnya Komposter.075 3 0.15 4 0.6 Keuangan 1 2 sudah ada penganggaran sektor persampahan dari APBD sudah ada retribusi persampahan yang dikelola oleh Bidang Persampahan BLHK 0. jumlahnya masih kurang sehingga tidak mencakupi Pelayanan dalam Kajian wilayah PPSP Sistem Pengoperasian composter komunal belum optimal Tidak difungsikan alat incenerator yang ada dari BLHK 0.25 0.1 5 0.15 0. target dan strategi pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga TPA sudah ada istitusi yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan persampahan 2 0. TPST 80 % armada pengangkut sampah sudah beroperasi lebih dari 10 Tahun dan tidak layak operasi .4 0.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 3.25 5 1.075 3 4 0.05 0.075 4 3 0.05 2 0.1 0.05 0.25 5 1.3 0.4 0.5 4 5 0.45 URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN BOBOT NILAI SKOR 2 0.BAB III I Hal: 10 .025 4 3 4.15 3 0.175 0.3 PokjaSanitasiKabupatenMaros .075 0.25 Kelembagaan dan Kebijakan 1 Sudah ada rencana induk/masterplan.225 SDM 1 Telah memiliki tenaga teknik yang memiliki kemampuan dibidang pengelolaan persamapahan 0.

05 3 0.075 3 0.05 4 0.2 3 0.1 0.6 Komunikasi 1 Kurang sosialisasi dari pemerintah terkait pengelolaan sampah 3R lima tahun terakhir dari SKPD BLHK Kerjasama SKPD terkait dan media belum optimal dilakukan 0.25 0.15 4 0. NGO dalam penyediaan layanan Sanitasi Sub Sektor Persampahan 0.6 2 0.15 5 0.15 Kelembagaan dan Kebijakan 1 Sistem Pengelolaan persamapahan yang ada belum berjalan dengan maksimal sesuai dengan UU No 8 tahun 2008 tentang pengelolaan persamapahan dan perda no 7 tahun 2007 tentang pengelolaan persampahan Koordinasi Lintas istansi atau badan mengenai penanganan sampah medis dan industri tidak optimal Perlu dikaji ulang metode retribusi sampah disesuaikan dengan cakupan wilayah layanan persampahan 0.35 1 Peluang pembiayaan memlaui dana csr 0.225 2 0.4 Keuangan 1 PAD sektor persampahan cenderung menurun dua tahun terakhir 0.15 3 0.025 3 0.775 0.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) 6 Belum ada wadah pemilahan sampah /limbah B3 0.075 3.4 0.25 5 1.8 PMJK dan Swasta 1 adanya keterlibatan PKK dalam hal sosialisasi 3R pada ibu ibu-ibu rumah tangga Keterlibatan dunia Usaha.2 2 0.BAB III I Hal: 11 .2 4 0.2 0.4 JUMLAH KELEMAHAN ( WEAKNES ) SELISIH KEKUATAN – KELEMAHAN LINGKUNGAN EKSTERNAL PELUANG( OPPORTUNITY ) Keuangan .05 3 0.75 2 0.4 Komunikasi 1 Pilihan media cetak ( radar Maros ) untuk menjangkau masyarakat dalam sosialisasi program persampahan Adanya Organisasi kemasyarakatan (BKM/KSM/UPL) yang dapat dijadikan mitra kerja dalam pegelolaan sanitasi 0.3 0.25 PokjaSanitasiKabupatenMaros .1 4 0.35 4 1.

75 3 0.15 .25 2 0.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) JUMLAH PELUANG ( OPPORTUNITY ) ANCAMAN ( THREAT ) Teknik dan Operasional 1 Budaya / prilaku warga yang masih membuang sampah sembarangan masih banyak warga yang membakar. menimbun/menumpuk sampah Meningkatnya jumlah penduduk yang menyebabkan bertambanhya jumlah timbulan sampah 0.1 0.5 0. Mengacu pada nilai skor diatas dan berdasarkan matriks internal eksternal maka diperoleh pemahaman bahwa lingkungan internal dalam hal pengelolaan sektor persampahan sudah cukup baik namun lingkungan eksternal yang ada belum mendukung sehingga arah.15 4 4 0.775 sehingga selisih antara kekuatan dan kelemahan adalah ah 0.4 sehingga selisih antara peluang dan ancaman sebesar – 0.6 JUMLAH ANCAMAN ( THREAT ) SELISIH PELUANG – ANCAMAN 4.1 0.4 0.4 0.15 4 0. besaran. posisi difersifikasi besar-besaran.BAB III I Hal: 12 .4 Komunikasi 1 Masyarakat yang kurang memanfaatkanmedia untuk mengakses informasi sanitasi 0.25 5 4.15 5 0.4.6 3 0.175 dan kelemahan (Weakness) nilai 3. Faktor eksternal untuk peluang(Opportunity) nilai 4.4 -0.1 4 0.1 4 0. Faktor internal yakni kekuatan (Strength) nilai 4.25 dan Ancaman (Threath) nilai 4. Nilai tersebut menempatkan pengelolaan sektor persampahan pada kuadran II. sasaran dan strategi pemerintah daerah PokjaSanitasiKabupatenMaros .4 PMJK 1 2 banyaknya wilayah kumuh dalam kawasan kota Maros keder peduli Lingkungan di masyarakat masih minim dalam pegelolan persampahan kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan TPS masih rendah 0.15 Dari tabel diatas diperoleh gambaran tentang pengelolaan Sektor persampahan yang ada di Kabupaten Maros saat ini.25 1.

Gambar 3.3 PosisipengelolaanSanitasiSektorPersampahan Pemeliharaan Agresif Pertumbu hanStabil Pemeliharaan Selektif PertumbuhanCepat Berputar DiversifikasiB esar-besaran Ceruk DiversifikasiTerp usat Keterangan : = Posisi pengelolaan persampahan Tujuan. sasarandanstrategiuntukmencapaivisidanmisisanitasi 2.BAB III I Hal: 13 .1. PokjaSanitasiKabupatenMaros . yang air telahdirumuskandalambab telahdirumuskanberdasarkankondisipengelolaan limbahsaatinisebagaimanaterlihatpadatabel di bawah.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) yang sesuai adalah pemerintah cukup menggunakan kekuatan yang ada saat ini untuk menghadapi ancaman yang datang dari lingkungan luar sambil terus berbenah.

TPST Koordinasiantar SKPD terkaitmengenaipenanggungjawab monitoring dansosialisasipersampahan Sosialisasidenganpemanfaatanselu ruh media yang ada di daerahuntukcapaian optimal Penetapantenagaahlisebagai coordinator sistempengelolaansampah Telahmemilikit enagateknik yang memilikikema PokjaSanitasiKabupatenMaros . target danstrategipe ngelolaansam pahdaritingkat rumahtanggah ingga TPA Pemanfaatansi stemIncenerat or di lingkunganRu mahSakit Daerah Salewangang Maros sudahadaretrib usipersampah an yang dikelolaolehBi dangPersamp ahan BLHK Manajemenpengelolaan yang tepatdan optimal melayaniseluruhwilayahKabupaten Maros Penambahan armada dansarana TPA untukmengoptimalkanpelayanan di seluruhwilayahKabupatenMaros Sosialisasisistemdaurulangdanpen gelolaansampah Tidakdifungsik analatincener ator yang adadari BLHK Peran SKPD terkaitdalammengsosialisasi kandanmemonitoringsistem di tengahmasyarakat Kurangnyake giatanpembin aan/pemantau ansaranadaur ulangmisalnya Komposter. danTahapanPencapaianPengembangan danTahapanPencapaianPengembanganPersampahan Persampahan Tujuan SistemPengelolaansampah yang terpadudan optimal Sasaran Pernyataans Indikatorsasa asaran ran 80 % armada Sudahmemiliki pengangkutsa TPA mpahsudahbe ControllLanfill roperasilebihd ari 10 Tahundantida klayakoperasi . Sasaran.4 Tujuan. jumlahnyama sihkurangsehi nggatidakmen cakupiPelaya nandalamKaji anwilayah PPSP Strategi Program pengadaan armada pengangkutan yang memadaiuntukseluruhwilayahKabu patenMaros Penambahanlokasi TPA untukluaswilayahKabupatenMaros yang cukupbesar SosialisasisitemPenanganansampa h di seluruhwilayahKabupatenMaros Frekwensipen gumpulansam pahtidaksesu aijadwal Sudahadarenc anainduk/mas terplan.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 3.BAB III I Hal: 14 .

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) mpuandibidan gpengelolaanp ersamapahan Matrikspenganggaran yang sahdanterkelola optimal dantepat sudahadapen ganggaransek torpersampah andari APBD PAD sektorpersamp ahancenderun gmenurunduat ahunterakhir Sistempenganggarandaerah yang jelasdanmatrikulasipendanaan yang lengkapdansah di daerah. Kelembagaan dan kebijakan. dan Strategi Pengelolaan Drainase Lingkungan Kondisi pengelolaan Sanitasi Sektor drainase telah ditetapkan tapkan isu dan permasalahan yang telah teridentifikasi sebelumnya. provinsi. selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. dan besaran bobot isu yang diangkat mengikuti besaran bobot per item yang telah disepakati. keuangan. Setiap item ditetapkan besaran bobotnya oleh POKJA. danpusat 3. Tujuan. lalu isu tersebut dianalisa kedalam faktor internal dan faktor eksternal.2 2 0.3. SDM sedangkan item dari faktor eksternal antara lain Teknik dan o operasional. Faktor internal yakni Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness) sedangkan Faktor ekternal adalah (Opportunity) dan ancaman (Threat). partisipasi dunia usaha serta PMJK. Jumlah skor diperoleh dari hasil kali antara kolom bobot dan kolom nilai.4 PokjaSanitasiKabupatenMaros .BAB III I Hal: 15 . komunkasi. keuangan. Faktor internal terdiri dari beberapa item yakni Teknik dan Operasional.5 0.5 2 0.5 Posisi pengelolaan sanitasi Sub Sektor Drainase NO URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN BOBOT NILAI SKOR LINGKUNGAN INTERNAL KEKUATAN ( STRENGTH ) Teknis dan Operasional 1 Sudah ada masterplan/rencana induk drainase untuk Kota Maros Adanya pembangunan sumur retensi (perangkap lumpur ) di 0. perasional. Sasaran.3 5 1. kelembagaan dan kebijakan.

2 0.075 0.15 5 0.5 0.3 0.075 0.2 3 3 4 5 5 3.025 0.6 3 0.2 5 0.4 0.15 0.2 3 0.5 1 1 2 0.075 4 0.6 0.05 3 0.05 3 0.025 0.025 0.1 0.05 0.4 4 0.05 2 0.3 3 0.45 0.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) NO URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN empat lokasi di Kabupaten Maros yang dibuat oleh Pemkab Kelembagaan BOBOT NILAI SKOR 0.1 4 0.BAB III I Hal: 16 .3 0.9 1 Sudah ada SKPD yang mengelola drainase Keuangan 1 Sudah ada penganggaran sub sektor drainase dalam APBD Kabupaten Maros JUMLAH SKOR KEKUATAN ( STRENGTH ) KELEMAHAN ( WEAKNESS ) Teknik dan Operasional 1 2 3 4 5 Belum ada peralatan pembersihan drainase Belum ada jadwal pembersihan drainase Pembangunan drainase tidak terintegrasi Belum ada target pengelolaan drainase skala Kota Belum ada DED sistem drainase Kelembagaan dan Kebijakan 1 Belum ada Perda yang mengatur pengelolaan drainase dan DAS Masih rendahnya perhatian (political will) terhadap pembangunan drainase Belum adanya aturan dan sanksi bagi pengembang perumahan dan masyarakat dalam pembangunan dan pemeliharaan drainase Belum jelasnya pembagian tugas antar SKPD yang mengelola drainase penempatan SDM yang tidak sesuai dengan kompetensinya Komunikasi 1 Kurangnya sosialisasi dan komunikasi tentang drainase 0.15 PokjaSanitasiKabupatenMaros .

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) NO URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN melalui media BOBOT NILAI SKOR JUMLAH KELEMAHAN ( WEAKNES ) SELISIH KEKUATAN – KELEMAHAN 4.75 2 0.3 -0.05 5 0.25 PokjaSanitasiKabupatenMaros .15 5 4 0.15 0.15 4 0.1 4 0.Peluang pendanaan CSR dari perusahaan pertambangan PMJK 1 Adanya Organisasi kemasyarakatan (BKM/KSM/UPL) yang dapat dijadikan mitra kerja dalam pegelolaan sanitasi 0.BAB III I Hal: 17 .9 LINGKUNGAN EKSTERNAL PELUANG( OPPORTUNITY ) Partisipasi Dunia Usaha 1 .2 5 0.4 0.4 JUMLAH KEKUATAN ( STRENGTH ) ANCAMAN ( THREATH ) Teknis dan Operasional 1 Drainase yang dibangun melalui program pemberdayaan belum terintegrasi dengan sistem drainase -Mayoritas Mayoritas pengembang perumahan belum / tidak membangun sistem drainase yang menyesuaikan dengan rencana induk drainase kota masih terdapat area genangan Komunkasi 1 Masih kurangya peran tokoh masyarakat dalam pengelolaan drainase PMJK 1 Perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan pada drainase Perilaku masyarakat yang merusak infrastruktur drainase 0.6 0.4 0.6 4 2.45 0.4 0.6 1 2 0.6 0.2 5 1 0.4 4 1.

Faktor eksternal untu untuk k peluang (Opportunity) nilai 4 dan Ancaman (Threath) nilai 4.9 . Faktor internal yakni kekuatan (Strength) nilai 3.4 dan kelemahan (Weakness) nilai 4. PokjaSanitasiKabupatenMaros .75 Dari tabel diatas diperoleh gambaran tentang pengelolaan Sektor persampahan yang ada di Kabupaten Maros saat ini. Nilai tersebut menempatkan pengelolaan sektor persampahan pada kuadran IV. sasaran dan strategi pemerintah daerah yang sesuai adalah membenahi kelemahan kelemahan-kelemahan kelemahan yang ada pada lingkungan internal untuk mengatasi ancaman yang datang dari luar. Mengacu pada nilai skor diatas da dan n berdasarkan matriks internal eksternal maka diperoleh pemahaman bahwa lingkungan internal dalam hal pengelolaan sektor drainase masih lemah dan lingkungan eksternal yang belum mendukung sehingga arah.BAB III I Hal: 18 . atau posisi berputar.75 JUMLAH ANCAMAN ( THREAT ) SELISIH PELUANG – ANCAMAN 4.75 .75 -0.75 sehingga selisih antara peluang dan ancaman sebesar – 0.BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) NO 3 URAIAN ISU DAN PERMASALAHAN Perilaku masyarakat yang membuat bangunan tambahan di atas saluran drainase BOBOT 0.3 sehingga selisih antara kekuatan dan kelemahan adalah – 0.15 NILAI 5 SKOR 0.

Sasaran. danTahapanPencapaianPengembangan danTahapanPencapaianPengembanganDrainaseLingkungan DrainaseLingkungan Tujuan SistemPengelolaandrainase yang terpadudan optimal Sasaran Pernyataans Indikatorsasa asaran ran Sudah ada Sudahadamas SKPD yang terplan/rencan mengelola aindukdrainas drainase euntuk Kota Maros Strategi Review danevaluasi master plan yang ada.4 PosisipengelolaanSanitasiSektorDrainaselingkungan Pemeliharaan Agresif Pemeliharaan Selektif Pertumbu hanStabil PertumbuhanCepat Internal Lemah (-) Berputar DiversifikasiB esar-besaran Ceruk DiversifikasiTerp usat Internal Kuat (+) Lingkungantidak/kurangMendukung ( (-) Keterangan : = Posisi drainase lingkungan Tujuan.1. sasaran dan strategi untuk mencapai visi dan misi sanitasi yang telah dirumuskan dalam bab 2.6 Tujuan. telah dirumuskan berdasarkan kondisi pengelolaan air limbah saat ini sebagaimana terlihat pada tabel di bawah. dengankondisieksistingpengunaanl ahan di KabupatenMaros Dilakukansosialisasimengenaisiste mdrainasekota/kabupaten Sosialisasipembangunansumurrete nsi (perangkaplumpur) di empatlokasi di KabupatenMaros Optimalisasiperan SKPD terkaitdalammengelolahketersediaa nanggaranpembangunandrainase yang optimal danterarah Sudahadapen ganggaran sub sektordrainase dalam APBD KabupatenMar PokjaSanitasiKabupatenMaros .BAB III I Hal: 19 .BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) LingkunganMendukung Gambar 3. Tabel 3.

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) os Regulasipembangunandrain asedalamKabupatenMaros yang terintegrasibaikdalamsatusi stemdrainase Masihrendahn ya perhatian (political will) terhadap pembangunan drainase Masihkurangy aperantokohm asyarakatdala mpengelolaan drainase Master plan drainasekota/kabupatenmenjadidas arpembangunandrainase di semuasektor (Dalamregulasi Daerah) Tokohmasyarakatmenjadipenggera kseluruhmasyarakatdalammemperh atikandanmenjagasalurandrainase di sekitarnya Perizinanpembangunanperumahan harusmengeksplorasi master plan drainaseuntukmenjadiacuandalamp engembangandrainaseperumahan Mayoritas pengembang perumahan belum / tidak membangun sistem drainase yang menyesuaika n dengan rencana induk drainasekota Perilaku masyarakat yang merusak infrastruktur drainas drainase Perilakumasya rakat yang masihmembua ngsampahsem baranganpada drainase Perilakumasya rakat yang membuat bangunan tambahan di atas saluran drainase Sosialisasifungsionalsalurandrainas ekepadaseluruhlapisanmasyarakat Regulasibangunan di sekitarsalurandrainaseperludiperjel asdanditerapkan PokjaSanitasiKabupatenMaros .BAB III I Hal: 20 .

dan (vi) kampanye untuk sambungan rumah. Penggunaan dan Pemeliharaan).Survai. 1 . (i) menyiapkan masyarakat agar terjadi peningkatan kebutuhan (demand creation) akan sistem air limbah yang baik. serta indikasi apakah kegiatan itu dapat didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau tidak. indikasi biaya yang diperlukan. Sebagai pegangan dalam perumusan berbagai tahapan kegiatan di dalam suatu program p pembangunan embangunan infrastruktur mengacu kepada akronim SIDLACOM (Survey. Ringkasan Program dan Kegiatan Sanitasi Program adalah kumpulan beberapa kegiatan yang mengarah kepada sebuah perubahan sesuai dengan strategi yang telah disusun sebelumnya (Bab 3). (v) implementasi fisik. Pembangunan. (iv) penyiapan aturan biaya sambungan rumah dan retribusi air limbah. Contruction. Operation and Maintenance . Land Acquisition. (iii) menyiapkan rencana rinci (Detailed Engineering Design – DED). Sebagai contoh. Investigation.1. dan/atau meningkatkan kesadaran dan kebutuhan masyarakat akan sanitasi menuju ke arah yang lebih baik dan sehat. (ii) pembentukan Badan Layanan Umum Daerah untuk pengelolaan sistem jaringan dan pengolahan air limbah (diandaikan sebagai prasyarat untuk mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat).Kegiatan yang sudah disusun (sebagai bagian dari pelaksanaan sebuah Program) selanjutnya dibuat indikasi jadwal pelaksanaannya. Penelitian.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI 4. tetapi juga mencakup usaha u menjaga keberlangsungan operasi infrastruktur yang ada. Program pada umumnya termasuk juga program sanitasi tidak hanya sebatas implementasi fisik. “program peningkatan layanan air limbah di zona sanitasi X dengan sistem terpusat” bisa terdiri dari beberapa kegiatan (teknis dan non non-teknis) teknis) seperti. Pembebasan Tanah. antara lain aspek keuangan (tersedianya biaya Operasi dan Pemeliharaan – O & M yang memadai). volume kegiatan tersebut.

9 26.498 1.2 Rekapitulasi Total 2015 2.2 26.386 1.632.316 15.7 2016 2.886 9.039.2 71.230 5. Provinsi Tahun : Maros : Sulawesi Selatan : 2012 Indikasi Biaya (juta rupiah) No.2 80.465.090 1.536.117.2 22.359 2.509 70 300 2014 9.384 58.221 670 1.011.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 4.782.2 32.269 34.1a. Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya dan Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Pengembangan Sanitasi untuk 5 tahun Strategi Sanitasi Kota Rekapitulasi Rencana Program dan Kegiatan Sektor Sanitasi Kab.515. Sub Sektor 2013 1 2 3 Sub Sektor Air Limbah Sub Sektor Persampahan Sub Sektor Drainase Sub sektor PHBS dan Higiene Total Anggaran 505 12.2 Jumlah Keterangan 4 13.2 2 .850.595 32.400.604 12.9 84.585.419 10.7 2017 1.149.

539. Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya dan Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Pengembangan Sanitasi APBD Kab.402 610 613.292 200 256.900 2.147 6.1b.980 3.187 7.7 APBD Kabupaten 2015 494.2 5.863 38.307 1.047 200 253.694 6. Sub Sektor 2013 1 2 3 Sub Sektor Air Limbah Sub Sektor Persampahan Sub Sektor Drainase Sub sektor PHBS dan Higiene Total Anggaran 200 4.874 2.2 Jumlah Keterangan 4 4.2 6.2 2016 399.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 4.477 12.285.075 70 132 2014 1.543 3 .2 2017 362.5 3.150 28.2 5. Maros untuk 5 tahun Strategi Sanitasi Kota Rekapitulasi Rencana Program dan Kegiatan Sektor Sanitasi Sumber Pendanaan APBD Kota Kota Provinsi Tahun : Maros : Sulawesi Selatan : 2012 Indikasi Biaya (juta rupiah) No.119 6.

1c.970 Jumlah Keterangan 4 490 5908.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 4.701 1.5 2.325 1.105 234 451 2016 520 810 371 2017 470 750 330.5 11.5 5.375 600 115 818.730 343 1.925 3.550.974 4 . Sub Sektor 2013 1 2 3 Sub Sektor Air Limbah Sub Sektor Persampahan Sub Sektor Drainase Sub sektor PHBS dan Higiene Total Anggaran 25 465 2014 4. Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya dan Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Pengembangan Sanitasi APBD Provinsi untuk 5 tahun Strategi Sanitasi Kota Rekapitulasi Rencana Program dan Kegiatan Sektor Sanitasi Sumber Pendanaan APBD Provinsi Kota Provinsi Tahun : Maros : Sulawesi Selatan : 2012 Indikasi Biaya (juta rupiah) No.5 APBD Provinsi 2015 535 1.

969 7.668 22.215 2.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 4. Sub Sektor 2013 1 2 3 Sub Sektor Air Limbah Sub Sektor Persampahan Sub Sektor Drainase Sub sektor PHBS dan Higiene Total Anggaran 280 1.584 5 .120 19.701 9. Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya dan Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Pengembangan Sanitasi APBN untuk 5 t tahun Strategi Sanitasi Kota Rekapitulasi Rencana Program dan Kegiatan Sektor Sanitasi Sumber Pendanaan APBN Kota Provinsi Tahun : Maros : Sulawesi Selatan : 2012 Indikasi Biaya (juta rupiah) No.541 94.879 470 958.520 73.979 515 1.053.1d.428 18.755 0 168 2014 3.119 890 732 6.203 20.090 5273 Jumlah Keterangan 4 2.120 27.5 2016 1.200 7.745 30.316 APBN 2015 1.5 2017 800 16.

1e. Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya dan Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Pengembangan Sanitasi Non Pemerintah untuk 5 tahun Strategi Sanitasi Kota Rekapitulasi Rencana Program dan Kegiatan Sektor Sanitasi Sumber Pendanaan Non Pemerintah Kota Provinsi Tahun : Maros : Sulawesi Selatan : 2012 Indikasi Biaya (juta rupiah) No.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 4. Sub Sektor 2013 1 2 3 Sub Sektor Air Limbah Sub Sektor Persampahan Sub Sektor Drainase Sub sektor PHBS dan Higiene Total Anggaran 2014 Non Pemerintah 2015 2016 2017 Jumlah Keterangan 4 - - - - - - - - - - - - 6 .

619.2.2.002.017 Penyusunan Master Plan Air Limbah ( IPAL Komunal) Kawasan Kab.060 Kab.004.2 A.1. 12 Paket 1 1 100 100 Dinas PU Pembangunan IPAL Komunal INFRASTRUKTUR AIR LIMBAH SISTEM SETEMPAT DAN SISTEM KOMUNAL MCK Umum Kec.0 00 Dinas PU A.1 2414. Maros Paket 1 1 200 200 Dinas PU A. 12 1.21 2 1. Marusu Unit 1 1 1 1 1 5 70 80 80 80 80 390 Dinas PU 7 ./Desa/ Kel. Maros 322.003.2.619.73 Paket - 1 1 50 50 Dinas PU A.00 0 1.1 A.21 2 322.002./Kota IndikasisumberPembiayaan (juta rupiah) SKPD Penang gungjaw abPelak sanaan SKPD/BadanPe ngelolaPasca Konstruksi DETAIL LOKASI (Kec. Maros 322.485 1.005.112 Pembangunan MCK Umum kec. 12 53.1 2414. A.2a. Tabel Rencana Program Investasi Jangka Menengah Sektor Sanitasi Strategi Sanitasi Kota Pembiayaan APBN Kota Provinsi Tahun : Maros : Sulawesi Selatan : 2013-2017 Estimasi Outcome Jml.002.1 2 KOMPONEN AIR LIMBAH 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 19 20 21 Program pengembangan kinerja pengelolaan Air Minum dan Air Limbah A.1. SATUAN KODE NOMENKLATUR PROGRAM / KEGIATAN (Output/Sub Output/Komponen) Volume 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 Total Volume APBN 2015 2016 2017 18 Ju mla h 1 A. Pendudukterlayani Luas Wilayah terlayani KebutuhanPenanganan/volume yang dibiayai APBD Kab. Simbang 300 Paket 1 1./Kws) NO.3 2414.1.21 2 25.2 2414.1.619.005.060 Pelatihan Bimbingan Teknis Air Limbah Kajian Limbah Cair dan Padat Domestik dan Rumah Tangga Kab.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 4.2.005.

83 Unit 3 2 1 1 7 240 80 80 80 480 Dinas PU A.1.112 Pembangunan MCK Umum Kec.463 73.2. Marusu 25.002.5 2414.2 Program Pembangunan IPLT Review Detail(DED) IPLT skala kota/kawasan A.002.1.2 A. Tompobulu 17.87 Unit 1 1 1 3 80 80 80 240 Dinas PU A. Mallawa 10.112 Pembangunan MCK Umum STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kec.005.2.002.11 unit 1 1 1 1 1 5 70 80 80 80 80 390 Dinas PU A. Lau 24.2.1.005.005.4 2414.112 Pembangunan MCK Umum Program Pembangunan IPAL Komunal / Tangki Septik Komunal Kec. 12 Paket 1 1 200 200 Dinas PU A.6 2414.104 Perencanaan Teknis Pengelolaan dan Pengembangan IPLT Bontoramba Pendampingan dalam rangka Pengelolaan IPLT Bontoramba Pelatihan Teknis Operator IPLT Bontoramba kec. Mandai 35.2.2.2.002.92 Unit 1 1 1 3 80 80 80 240 Dinas PU A.485 53.002.112 Pembangunan IPAL Komunal A.2.11 unit 1 1 1 1 1 5 70 80 80 80 80 390 Dinas PU A.2.112 Rehabilitasi total IPLT Kab.214 287.2.8 2414.93 Unit 1 1 1 1 4 80 80 80 80 320 Dinas PU 8 .4 2414.7 2414.1 2414.060 Kec.002.73 Unit 1 1 1 1 1 5 70 80 80 80 80 390 Dinas PU A.5 2414. Mandai 35.820 49.2.9 2414.112 Pembangunan MCK Umum Kec.002.314 46.3 2414.2.002.619.2. Turikale 41.1.005. Moncongloe Kec. Maros 322.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI A.619.005.005.2. Maros 322.002.2.005.002.112 Pembangunan MCK Umum 14.763 235.2 2414.2.005. Turikale 41.005.002.66 Unit 2 2 1 1 6 160 80 80 80 400 Dinas PU A.060 Kec.2.2.21 2 1.112 Pembangunan MCK Umum Kec.21 2 1.2.1 2414.856 29.002.005.104 Kab.820 49. 12 Paket - 1 1 50 50 Dinas PU A.005.93 Unit 1 1 1 1 4 80 80 80 80 320 Dinas PU A.2.2.1.2.856 29.1.005.

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI
A.2.2.6 2,414,005,002,112 Operasi dan Pemeliharaan IPLT

STRATEGI SANI SANITASI
KABUPATEN MAROS (SSK)
Kec. Lau 24,463 73.83 Unit 3 2 1 1 7 240 80 80 80 480 Dinas PU

Kec. Moncongloe Kec. Tompobulu

17,314

46.87

Unit

1

1

1

3

80

80

80

240

Dinas PU

14,214

287.66

Unit

2

2

1

1

6

160

80

80

80

400

Dinas PU

A.2.2.2

Upaya Kesehatan Masyarakat

Kec. Mallawa

10,763

235.92

Unit

1

1

1

3

80

80

80

240

Dinas PU

A.2.2.2 .1

01.02.01.22

Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Jumlah Pembiayaan / Pendanaan Sub-Sektor Air Limbah perum tumalia

2,148

3.09

Paket

1

1

1.

2

100

100

100

300

Dinas PU

B.

SUB-SEKTOR PERSAMPAHAN

B.1

Program Pengembangan Kebijakan dan Kinerja Pengelolaan Persampahan Review Masterplan Persampahan Skala Kota

kec. Mandai

35,820

49.11

Paket

1

1

1

3

100

100

100

300

BLHKP

B.1.1

2414003004017

Kec. Mandai

35,820

49.11

Paket

1

1

4,00 0

4,0 00

BLHKP

B.1.2

2414007001061

Sosialisasi UU No. 18 Tahun 2008 dan Perda Pengelolaan Sampah Pengadaan Tempat Sampah Terpilah untuk Rumah Tangga. Pengadaan Tempat Sampah terpilah ditempat umum/jalan Pelatihan Daur Ulang Sampah kader warga peduli lingkungan Peningkatan Operasional dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana

Kec. Mandai

35,820

49.11

Paket

1

1

150

150

BLHKP

B.1.3

2414007001112

Kec. Mandai

35,820

49.12

Paket

1

1

500

500

BLHKP

B.1.4

2414007001112

Kec. Mandai

35,820

49.13

Paket

1

1

100

100

BLHKP

B.1.5

2414007001060

Kec. Mandai

35,820

49.13

Paket

1

1

150

150

BLHKP

B.1.6

1.03.01.34.04

9

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI
B.1.7 2414008001060 Membentuk Kelompok Pengelola Komposting di TPA

STRATEGI SANI SANITASI
KABUPATEN MAROS (SSK)

B.2

Program Pengelolaan Sampah dari Sumbernya Penyusunan, Penetapan dan Sosialisasi Perda tentang pengelolaan sampah Lomba Kreasi Sampah dan Pemilihan Putra Putri Lingkungan tkt. SD, SMP, SMA Pengadaan Tempat Sampah terpilah ditempat umum/jalan

B.2.1

2414007001060

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

5

20

25

30

80

1,10 0

4,40 0

5,50 0

6,60 0

17, 600

Dinas PU

B.2.2

2414007001061

140

2,45 0

10,0 60

6,26 0

7,00 0

25, 910

-

-

B.2.3

2414.007.001.112

B.2.4

2414008001060

Sosialisasi Bintek Bank Sampahan

B.2.5

2414.007.001.112

Sosialisasi Sekolah Adiwiyata

Kec. Turikale

41,856

29.93

Paket

1

1

500

500

BLHKP

B.2.6

2414.007.001.060

Operasional dan Pembinaan Bank Sampah

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

3

3

3

3

12

450

450

450

1,3 50

BLHKP

B.2.7

2414.007.001.114

Pengadaan Perlengkapan pakaian kerja Satgas Kebersihan Infrastruktur Station Antara dan Tempat Proses Akhir Sampah

Kec. Turikale

41,856

29.93

unit

20

20

20

20

80

28

28

28

28

112

BLHKP

B.2.8

2414.007.001.114

Kec. Turikale

41,856

29.93

Unit

20

20

20

20

80

28

28

28

28

112

BLHKP

B.2.9

2414.007.001.114

Bimbingan Teknis Pengolahan 3R

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

1

1

1

1

1

5

15

15

15

15

15

75

BLHKP

B.2.10

2414.007.001.114

Pelatihan 3R

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

paket

1

1

1

1

4

1000

1000

1000

1000

400 0

BLHKP

B.2.11

2414.007.001.114

pengadaan pick up/Operasional Satgas

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

2

2

200

200

BLHKP

B.2.12

2414.007.001.114

pengadaan Motor Roda Dua/Petugas Pengawas Satgas

10

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI
B.2.13 2414.007.001.114 Pengadaan tong sampah pemilah

STRATEGI SANI SANITASI
KABUPATEN MAROS (SSK)
Kab. Maros 322,21 2 1,619. 12 Paket 1 1 1 1 4 200 200 BLHKP

B.2.14

2414.007.001.114

Pengadaan Tempat Sampah Sekolah dan Instansi

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

1

1

1

1

1

5

100

100

100

100

100

500

BLHKP

B.2.15

2414.007.001.104

Pengadaan Bak Sampah

Kec. Turikale

41,856

29.93

Paket

1

1

2

100

50

150

BLHKP

B.2.16

2414.007.001.060

Pengadaan komposter aerobic

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

1

1

1

3

500

500

BLHKP

B.2.17

2414.007.001.112

Pengadaan komposter komunal

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

2

2

200

200

BLHKP

B.2.18

2414.007.001.106

Pengadaan TPS per kecamatan

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

1

1

1,50 0

1,50 0

1,50 0

1,50 0

6,0 00

BLHKP

B.2.19

2414.007.001.112

Pengadaan Tempat Sampah Terpilah untuk Rumah Tangga.

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Paket

20

20

500

500

BLHKP

B.2.20

2414.007.001.112

Pengadaan Tempat Sampah terpilah ditempat umum/jalan

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Unit

1

1

1,50 0

1,50 0

3,0 00

BLHKP

B.2.21

2414.007.001.112

Penyusunan DED TPST

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Unit

1

1

1,50 0

1,50 0

3,0 00

BLHKP

B.2.22

2414.007.001.112

Pembangunan TPST / Pengembangan pelayanan/stasiun antara

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Unit

1

1

1,50 0

1,50 0

3,0 00

BLHKP

B.2.23

2414007001060

Pengelolaan Biogas

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Unit

1

1

1

1

4

-

300

300

300

300

1,2 00

BLHKP

B.2.24

2414007001104

Penyusunan Studi Kelayakan TPA/FS TPA Bontoramba

Kab. Maros

322,21 2

1,619. 12

Unit

25

25

25

25

100

-

10

10

10

10

40

BLHKP

11

12 Unit 20 20 20 20 80 - 28 28 28 28 112 BLHKP C SUB SEKTOR DRAINASE Kab.619.619. Maros 322. 12 Paket 1 1 1 1 4 20 20 20 40 100 BLHKP C.1. Maros 322.26 2414007001112 pembangunan TPA Baru ( Landfiil) Kab.00 0 1.3.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI B.00 0 4.21 2 1.21 2 1.856 29.1.0 00 Dinas PU 12 . Maros 322.001. 12 unit 2 2 2 4 10 - 400 400 400 800 2. 12 Unit 9 9 18 45 45 90 BLHKP C.0 00 Dinas PU C. Maros 322.619.1 Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Primer C.25 2414007001112 Pembangunan TPST Lengkap STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab.1 2414.1.93 m 1 1 1 4.3.2.001.1 C. Maros 322. Maros 322. Maros 322.619.619.1 2414003004017 Penyusunan DED Drainase kota Maros Perencanaan Teknis Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Primer Kab.104 Perencanaan Teknis Drainase Primer Dalam Kota Kec.1 Masterplan Sistem Drainase Skala Kota/Kawasan Kab. 12 Unit 1 1 1 1 4 60 60 60 60 240 BLHKP B.1 MASTERPLAN Kab.619. 12 Paket 1 1 75 75 BLHKP C.006.21 2 1.1.2. Turikale 41.1. 12 Paket 1 1 50 50 BLHKP C.006.21 2 1.619.93 Paket 1 1 1. 12 Unit 20 20 20 20 80 - 28 28 28 28 112 BLHKP Jumlah Pembiayaan / Pendanaan Sub-Sektor Persampahan Kab.2. Maros 322.21 2 1.619.21 2 1.21 2 1. Turikale 41.856 29.104 Pembangunan Drainase primer Dalam Kota Kec.2.21 2 1.1 2414.0 00 BLHKP 2414006001104 Review Master Plan Drainase Kab.

4 2414.6 50 D D. Maros 322.21 2 1.003.040 Timbangan analitik ohaus Kab. Turikale 41.93 m 1 1 500 500 Dinas PU C. 12 SD 80 80 120 120 Dinkes D.856 29.1. 12 Paket 1 1 336 336 Dinkes D.003.003.1. 12 Paket 1 1 168 168 Dinkes D.003. Maros 322.856 29.003.106 Kec.5 2414.1 C. Maros 322.006.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI C. Maros 322.003.856 29.21 2 1. Turikale 41.1 2414.1.1.93 Paket 1 1 150 150 Dinas PU C.006.856 29.619.5.7 Monitoring dan Pelaporan Kegiatan Penanganan Drainase Primer 41.619.1.4.003.21 2 1.0 00 Dinas PU C.001.5.619.5.21 1.4.2 2414.106 Supervisi Pembangunan Drainase Primer Dalam Kota Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Sekunder STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) C.041 Advokasi Pelaksanaan STBM Kab.5.6 Monitoring Dan Evaluasi 2414.1 Supervisi Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Primer 2414.619. bh 1 1 25 25 Dinkes 13 .041 Advokasi dan kampanye STOP BBAS tingkat desa Kab.5. Kec dan Desa/Kel Pengadaan Percontohan Sarana Sanitasi dasar (cuci tangan) di Sekolah Kab.001.1.1 Kec. 12 Paket 30 25 15 10 80 210 175 105 70 560 Dinkes D.93 50 50 50 50 200 Jumlah Pembiayaan / Pendanaan Drainase ASPEK PHBS dan Promosi Higiene 700 79.041 Advokasi Penyediaan air minum berkualitas Tingkat Kab.619. Turikale Paket 1 1 1 1 4 Dinas PU C.00 0 1.93 1 1 1.3 2414.2 2414006001112 Pembangunan saluran drainase Lingkungan kota maros Kec.3 2414006001112 Pembangunan Teknis Drainase Jl Ratulangi Kec. Maros 322.041 Kab.21 2 1.003.003.5 00 50 50 50 8.003. Turikale 41.

7 36 11. Maros 322. Maros 322.001.2.5 25 200 Dinkes D.1. Maros 322.3 93 21. Maros 322.005. 68 1 14 .1 69 75.1.8 91 17.Maros Kab. 12 pkm 5 4 4 3 16 895 716 716 537 2.21 2 1.21 2 1.619.12 2414.2 73 JUMLAH TOTAL 3. 12 Paket 1 1 300 300 Dinkes D.36 1 1.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) 2 12 D.619.Pengadaan Kendaraan penerangan keliling Kab.619.619.2 2414005001114 .05 4 959 732 5.11 2414.007.619.001.2 Peningkatan Media komunikasi dan informasi D.21 2 1.21 2 1.001.1 Media luar Ruang D.112 Pengadaan water test kit InScienPro AYI‐10 Kab.8 64 Dinkes D.10 2414. 12 Des 30 25 15 10 80 75 62.21 2 1.1.005.112 Advokasi Penyediaan Sarana Air Bersih / Air Minum Tingkat Desa Kab.5 37.005.1.101 Mobil Operasional Laboratorium Air Kab. 12 Paket 4 4 4 4 16 100 100 100 100 400 Dinkes D. Maros 322.001. 12 kali 1 1 300 300 Dinkes Jumlah Pembiayaan / Pendanaan PHBS 168 2.8 2414.112 Pemeriksan Sampel Makanan di Laboratorium Air Dinkes Kab.2.19 3 93.

619.93 Unit 1 1 4.1 1. Turikale 41.2.00 0 4. 12 Paket 1 1 1 3 10 10 10 30 Dinas PU 15 . Pendudukterlayani DETAIL LOKASI (Kec.27 Advokasi dan kampanye Penyadaran Kepemilikan Jamban Sehat Kab.03.xx.1.1 MCK Umum A.21 2 1. 12 Paket 1 1 1 1 1 5 25 25 25 25 25 125 Dinas PU A.856 29.2 A./Desa/ Kel.21 2 1.01 Pembangunan MCK Kec. SATUAN KODE NOMENKLATUR PROGRAM / KEGIATAN (Output/Sub Output/Komponen) Volume 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 Total Volume APBD Propinsi 2015 2016 2017 Jumlah SKPD/BadanPe ngelolaPascaK onstruksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 A.xx. Tabel Rencana Program Investasi Jangka Menengah Sektor Sanitasi Strategi Sanitasi Kota Pembiayaan APBD Propinsi Kota Provinsi Tahun : Maros : Sulawesi Selatan : 2013-2017 Estimasi Outcome Jml.1 1.29.2b.03.2.2.xx.2 Program Pembangunan IPAL Komunal / Tangki Septik Komunal Penyuluhan masyarakat dalam pengelolaan Air Limbah Domestik IPAL Komunal) A./Kws) Luas Wilayah terlayani KebutuhanPenanganan/volume yang dibiayai APBD Kab.03./Kota IndikasisumberPembiayaan (juta rupiah) SKPD Penan ggung jawab Pelaks anaan NO.2.2.2 1.619.2.27 Kab.1.000 Dinas PU A.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 4. Maros 322. Maros 322. SUB-SEKTOR AIR LIMBAH INFRASTRUKTUR AIR LIMBAH SISTEM SETEMPAT DAN SISTEM KOMUNAL A.

2.03 Pembuatan biogas Kec.xx.148 3.925 B.01 Program Pengembangan Kebijakan dan Kinerja Pengelolaan Persampahan Lomba Kreasi Sampah dan Pemilihan Putra Putri Lingkungan tkt.619.2 1. Maros 322.3. 12 Paket 1 1 1 3 300 300 300 900 BLHKP A.11 unit 1 1 200 200 Dinas PU A.27 Sosialisasi Pembangunan IPAL Komunal STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab. Mandai 35.21 2 1.xx.06 Penyediaan sarana dan Prasarana pengolahan limbah terpadu (Biogas) Jumlah Pembiayaan / Pendanaan SubSektor Air Limbah Kec.820 49.1.2.820 49. Maros 322.148 3.xx.01.2 1.3.5.08. Mandai 35.15.1 1. 12 Paket 1 1 1 3 30 15 15 60 BLHKP A. Maros 322.15.5.13 Pengadaan Truk Tinja Kab.11 unit 10 10 10 10 40 100 100 100 100 400 Dinas PU A.619.820 49.xx.03 Kec.03.3.3.15.xx.2.08.10 Kab.5 Program Pengembangan Teknologi Pengelolaan Air Limbah Pembangunan BIOGAS Limbah Tinja/ternak A. SD. 12 Paket 1 1 1 3 15 15 15 45 Dinas PU A.2 1.xx.1 1.34 Operasi dan Pemeliharaan Truck Tinja Kab.08.11 unit 1 1 1 3 30 30 30 90 Dinas PU 25 375 535 520 470 1.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI A.xx.2.09 Paket 1 1 1 3 15 15 15 45 Dinas PU A.xx.15. SMP.08.03.2. 12 unit 3 3 3 3 12 30 30 30 30 120 BLHKP 16 .03.21 2 1. Maros 322.08.3 1. SUB-SEKTOR PERSAMPAHAN B.09 Paket 1 1 1 3 10 10 10 30 Dinas PU A.15.3 1.2.619.2.5. Mandai 35.27 Pembangunan Jaringan Perpipaan 2.2.619.xx.03.2.3 Program Pembangunan Jaringan Air Bersih perum tumalia perum tumalia A.1 1.2.2 1.2. SMA B.21 2 1.27 Pembangunan Sambungan Rumah 2.03.21 2 1.1 1.

619.15. 12 Unit 2 2 2 2 8 15 15 15 15 60 BLHKP B. 12 Paket 1 1 1 1 1 5 15 15 15 15 15 75 BLHKP B. Turikale 41.06 Pelatihan Pengelolaan Sampah 3R STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab.2.xx.03.619.856 29.27 Pengadaan TPS per Kecamatan Kab. Maros 322.2. Maros 322.15.03.2. 12 Paket 2 2 2 2 8 30 15 15 15 75 BLHKP B.03.21 2 1.xx.21 2 1.08.xx.1 1.27 Pengadaan TPS per kecamatan Kab.xx.21 2 1.4 1.7 1.02 Pengadaan Alat Komposting Untuk Kelompok masyarakat Kab. Bontoa Paket 2 2 2 3 3 12 200 200 250 250 250 1150 BLHKP Jumlah Pembiayaan / Pendanaan SubSektor Persampahan 465 600 1.27 Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan Kec.619. Turikale.000 BLHKP B.2.xx. Maros 322.21 2 1.15. Mandai.21 2 1.1.2 1.08. Maros 322.2.619.2.10 5 810 750 3.3 1.27 Pengadaan Kendaraan Roda Dua Koordinator Satgas Kebersihan Kab.03.xx.xx. 12 Unit 2 1 3 500 250 750 BLHKP B.2. Maros 322.619. Maros 322.9 1.619.5 1.03.27 Pengadaan Kendaraan Mobil Operasional Petugas Persampahan Kab.619.730 17 . 12 Unit 250 100 100 52 502 50 50 20 20 10 150 BLHKP B.15.21 2 1.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI B. Maros 322.2 1.xx.2 Program Pengelolaan Sampah dari Sumbernya B. Maros 322.06 Pelatihan Daur Ulang Sampah kader warga peduli lingkungan Kab.08.21 2 1.2.6 1.8 1. 12 Unit 9 9 18 45 45 90 BLHKP B.xx.15.08.21 2 1.619. 12 Unit 10 10 200 200 BLHKP B.08. 12 Klp 10 10 10 10 40 200 200 200 200 200 1. Lau.02 Pengadaan Tempat Sampah Sekolah dan Instansi Kab.2.93 Unit 25 25 25 25 100 - 15 15 15 15 60 BLHKP B.02 Pengadaan tong sampah pemilah Kec.xx.

3 1.2.1.xx.03.619.93 Paket 1 1 10 10 Dinas PU - 115 234 - - 349 D ASPEK PHBS dan Promosi Higiene D.Pemuda Pembangunan Saluran dan Goronggorong Drainase Sekunder pembangunan saluran drainase primer kota maros Supervisi Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Sekunder Supervisi saluran drainase primer kota maros C.1 1.4. Ma Maros 322.2 Perencanaan Teknis Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Sekunder Perencanaan Teknis Drainase Jl. Perkantoran.xx. Pondok Pesantren.1 1.4 C. Turikale 41.16.xx.2.03.856 29.856 29. Turikale 41.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI C SUB SEKTOR DRAINASE STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) C.2.2.21 2 1.xx.16.2.16. 12 Paket 3 3 200 200 Dinkes 18 .03.93 Paket 1 1 224 224 Dinas PU C.02.93 Dinas PU C.01 Kec.619.xx.2. 12 Paket 1 1 100 100 Dianas PU C.21 2 1. Turikale 41.1 1. Turikale 41.03 Kec.xx.1.1 Penyuluhan masyarakat dalam pengelolaan Air Limbah Domestik IPAL Komunal) Outlineplan Sistem Drainase Skala Kota/Kawasan C.1 MASTERPLAN C.03 Kec.03.2.856 29.03.4.03 Supervisi Teknis Drainase Jl.21.02 Roadshow Penyuluhan tentang PHBS di sekolah.2. Maros 322.93 Paket 1 1 15 15 Dinas PU C.2.1 1.16. Pemukiman dan tempattempat umum Kab.16.2 1.01 Kab.856 29.Pemuda Kec.

1.19. 12 pkm 16 16 16 16 64 40 40.1.3 1.02.21 2 1. Maros 322.0 3 3 3 12 Dinkes D.02.21 2 1.12 1.7 1.0 10 80 Dinkes 19 . 12 Paket 30 25 15 10 80 75 62.21 2 1.9 1. Maros 322.xx.1.619.619.21.5 7.1.21 2 1.14 Biaya Pengiriman Sampel Air Ke Laboratorium Kab.619.21.xx. Perkebunan.1.02.1.xx. 12 orang 225 225 40 40 Dinkes Bina Kesehatan Bagi Kelompok potensial ( Tani.4 1.5 25 200 Dinkes D.02.19.02.0 15.619.02.02.619.21 2 1.02 Pertemuan Sanitarian Puskesmas di Tingkat Kabupaten Kab.LSM dan kelompok peduli PHBS Tingkat Puskesmas Kab.xx. 12 Paket 4 4 4 4 16 10 10 10 10 40 Dinkes D.1. Maros 322.19. Maros 322.xx.02. 12 Paket 1 1 1 1 4 75 75 75 75 300 Dinkes D. 12 Paket 1 1 41 41 Dinkes D. Maros 322.21.1.21 2 1.02.21 2 1. 12 unit 6 6 15 15 Dinkes D.xx.19.619.21 2 1. Maros 322.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI D.619.16.619.619.5 37.16.1. 12 Paket 30 30 30 30 120 3.13 1.02 Pengukuran Suhu Air (Termometer) Kab.21 2 1.10 1.21 2 1.xx.1.6 1.16.1.02 Pengadaan reagen analisis kualitas Makanan Kab. Maros 322.xx.14 1.11 1.619.0 40 160 Dinkes D.0 40. Maros 322.02.14 Penyuluhan Air Minum Berkualitas Kab. Nelayan. Ma Maros 322.619. Pengangkut Sampah ) D.8 1. Desa 30 25 15 10 80 30 25.5 1. Maros 322. 12 Paket 30 30 30 30 120 7.5 7.02 Pengambilan Sampel Air Bersih dan Air Minum Kab.02 Pertemuan Pokja AMPL Desa Siaga Aktif dalam peningkatan PHBS Kab. 12 bh 17 17 17 17 Dinkes D.14 STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab.xx.01 Pengadaan reagen analisis kualitas Air Kab.21 2 1.619.02. Maros 322.xx.1.14 Promkes (Pengembangan Media Promosi dan Informasi sadar hidup sehat Kab.5 7.14 Pengadaan Percontohan Sanitasi dasar di Pondok Pesantren Kab.02. Maros 322.02 Orientasi/Peningkatan PHBS kepada PKK / Kader Kesehatan/KPM.21 1.xx.5 30 Dinkes D.xx.16.16. 12 Paket 1 1 1 1 4 40 40 40 40 160 Dinkes D.

55 1 7. Maros 322.xx.619. 12 Kali 1 1 15 15 Dinkes D.21 2 1.16.17 1.21.21.02.xx.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) 2 12 D.02. 5 1.619.02 Advokasi CLTS Tingkat Desa Kab.02 Workedshop dan Monitoring CLTS di kabupaten Kab. M Maros 322.21.15 1. 12 kali 30 25 15 10 80 60 50 30 20 160 Dinkes Jumlah Pembiayaan / Pendanaan PHBS 0 818.619.02.16. 12 kali 30 25 15 10 80 75 63 38 25 200 Dinkes D.02.1.14 Pelatihan Hygiene dan Sanitasi Guru Kab.1.21 2 1. 12 kali 4 4 4 4 16 60 60 60 60 240 Dinkes D.21 2 1.xx.21 2 1.970 JUMLAH TOTAL 490 1.619.70 1 1. 5 330.16 1. 5 450.1. 5 370.xx.21 2 1. Maros 322. Maros 322. Maros 322. 12 paket 1 1 1 1 4 15 15 15 15 60 Dinkes/Dinas Pendidikn D.19 1.02 Pemicuan CLTS di Tingkat Desa Kab.974 20 .619.18 1.14 Pelatihan CLTS tingkat Kabupaten Kab.1.xx.1.32 5 1.90 9 2.02.

8 35.820 49.2.002.1.2 INFRASTRUKTUR AIR LIMBAH SISTEM SETEMPAT DAN SISTEM KOMUNAL 1.21 2 1./Desa/ Kel.2.06 Pembentukan Unit Teknis Air Limbah Kab.1 A.1.2.060 Sosialisasi Sistem On Site Sanitation KepadaMasyarakat Kec. 12 Paket 1 1 75 75 Dinas PU A.002. Pendudukterlayani DETAIL LOKASI (Kec.05.8 2414.619./Kota IndikasisumberPembiayaan (juta rupiah) SKPD Penan ggung jawab Pelaks anaan NO. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 SUB-SEKTOR AIR LIMBAH Program pengembangan kinerja pengelolaan Air Minum dan Air Limbah 2414.02 MCK Umum A.93 Paket 1 1 20 20 Dinas PU 21 .15.11 Paket 1 1 30 30 BLHKP A. Mandai 35.2.02. SATUAN KODE NOMENKLATUR PROGRAM / KEGIATAN (Output/Sub Output/Komponen) Volume 2013 2014 2015 2016 2017 2013 Total Volume APBD Kabupaten 2014 2015 2016 2017 Jumlah SKPD/BadanPe ngelolaPascaK onstruksi 1 A.856 29.4 1. Mandai 49.2c. Turikale 41.20 Pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM ) Kec.05.106 Monitoring dan Evaluasi Kec.1 A. Tabel Rencana Program Investasi Jangka Menengah Sektor Sanitasi Strategi Sanitasi Kota Pembiayaan APBD Kabupaten Maros Kota Provinsi Tahun : Maros : Sulawesi Selatan : 2013-2017 Estimasi Outcome Jml.14 Paket 1 1 BLHKP A.005.2.005.05.820 50 50 A. Maros 322./Kws) Luas Wilayah terlayani KebutuhanPenanganan/volume yang dibiayai APBD Kab.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 4.08.1 1.2.

2.345 53.619.2.Pembangunan MCK Umum Kec.Pembangunan MCK Umum Kec.26 .9 1.2.619.05.02 Pembebasan Lahan/ Tanah STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kec.26 .93 Paket 1 1 30 30 Dinas PU A.05.53 Unit 1 1 80 80 Dinas PU A.21 2 1.583 93.2.02.1 3 A. Turikale 41.93 Paket 2 1 3 30 30 60 Dinas PU A.Pembangunan MCK Umum Kec.1 2 A. 12 Paket 1 1 1 3 5 5 5 15 Dinas PU A.2.2.1 0 A.0 Unit 1 1 80 80 Dinas PU 1.1 1 A.02.05.Perencanaan Detail DED Pembangunan MCK Umum Kec.02.1.05.Pembangunan MCK Umum Kec.05.02.711 181.05.6 1.8 1.1. Maros 322.05.02. Simbang 28.02.26 .2.2.2.1.1 1.2. Maros baru 24.1.2 1.05.20 Perencanaan Prasarana dan Sarana Air Limbah (IPAL) Komunal Kab. Maros 322.02.181 173.70 Unit 1 1 80 80 Dinas PU 1.595 89.Pembangunan MCK Umum Kec.31 Unit 1 1 2 80 80 Dinas PU 1.1. Turikale 41.02 Pembebasan Lahan/ Tanah Kec.856 29.2.26 .26 .1 4 1.Pembangunan MCK Umum 22.45 Unit 1 1 2 70 80 150 Dinas PU 1.05.575 145.05.2. Bantimurung Kec.20 Kab. Camba 12. Bontoa 26.3 1. Tanral Tanralili 24.36 Unit 1 1 80 80 Dinas PU A.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI A.02. 12 Unit 1 1 50 50 Dinas PU A.93 Paket 2 2 50 50 Dinas PU A.21 2 1.1.2.2 1. Cenrana 13.05.2.05.856 29.1.02.2. 12 Paket 1 1 1 3 7 7 7 21 Dinas PU 22 .7 1.26 .856 29.02.Pembangunan MCK Umum Kec.5 1.307 105. Turikale 41.21 2 1.26 .1.76 Unit 1 1 80 80 Dinas PU A. Maros 322.05.2.619.26 .1.2.1.26 .02.05.02.Pembangunan MCK ++ Pasar kecamatan Kab. Program Pembangunan IPAL Komunal / Tangki Septik Komunal Pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM ) pengelola IPAL komunal A.

4.08.8 1.05.08.5 1.2. 12 Paket 1 1 15 15 Dinas PU A.15. Maros 322.619.6 1.4.21 2 1. Program Penyusunan Peraturan / Perda Air Limbah STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) A.2.4.21 2 1.10 Sosialisasi peraturan daerah dan peraturan yang berlaku terkait air limbah Kab.08.4. .619.21 2 1.06 Penetapan peraturan daerah tentang Pengelolaan Kualitas Air dan pengendalian pencemaran air.06 Kab. Maros 322.21 2 1.08.2.05.08.21 2 1.2.08.08.4.08.15.2. Maros 322.4.619.619.21 2 1. 12 Paket 1 1 10 10 Dinas PU A.2 1.619.1 0 1.4.06 Kab. Maros 322. Maros 322.15. 12 Paket 1 1 15 15 Dinas PU A.619. Maros 322.5 1.2. 12 Paket 1 1 20 20 Dinas PU A.4. Kab.06 Penyelenggaraan Konsultasi Publik & Pengesahan PERDAair limbah Kab.08.06 Penyusunan Peraturan Pengelolaan B3 Kab.15.2.3 1.06 Penyusunan rencana induk sanitasi Kab.08.08. 12 Paket 1 1 20 20 Dinas PU A.05.05.2.2. 12 Paket 1 1 30 30 Dinas PU A. Maros 322.619.05.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI A.05.2.15. 23 . 12 Paket 1 1 250 250 Dinas PU A. Maros 322.05.21 2 1.15.15. 12 Paket 1 1 15 15 Dinas PU A. 12 Paket 1 1 75 75 Dinas PU A.05.10 Penetapan institusi atau unit pengelola air limbah dalam bentuk peraturan daerah Koordinasi dengan lembaga/institusi penegak hukum terkait dengan penerapan sanksi Monitoring penerapan peraturan daerah tentang pengelolaan sanitasi berupa jumlah dan sanksi yang diberlakukan Program pengembangan kinerja pengelolaan air limbah Kab.4 1.4.05.619.21 2 1.15.05.4 1.1 1.9 1. Maros 322.05.15.2.21 2 1.06 Penyusunan Naskah Akademis dan Rancangan PERDA air limbah Kab.4.08.15.7 1.2. 12 Paket 1 1 20 20 Dinas PU A.05.21 2 1.619.10 Sosialisasi peraturan daerah tentang pengelolaan sanitasi Kab. Maros 322.619.

22.21 2 1.02.2 01.2. 12 Paket 1 1 1 1 4 5.2.69 4 414 399 362 3.619.22.21 2 1.2.21 2 1.05.01. Maros 322.05. 12 unit 20 20 20 20 80 15 15 15 15 60 BLHKP A.5.619.01.6.22 Pengawasan dan pemeriksaan TPM dan TTU Kab.07 Penyusunan Data Base Air Limbah Kab.2.0 5.5.5 1.08.2 1.3 1.619. Maros Paket 1 1 1 1 5 47 47.5.08.0 5.2 47. 12 unit 20 20 20 20 80 120 120 120 120 480 BLHKP A.070 - 24 . Maros 322.619.0 20 Dinas PU A.15.0 5.2.21 2 1.25. Maros 322.03.0 5.619.7. Maros 322.7 01.619. 12 Paket 1 1 1 1 4 100 100 100 100 400 BLHKP A.2.2 189 A.0 5.02.0 20 Dinas PU A. 12 unit 2 2 2 2 8 10 10 10 10 40 BLHKP A.21 2 1.08.2.08.2.01.7.22 Pengawasan dan Pemeriksaan Air Limbah Perumahan Kab.2.15.25.02.6.4 1.01 A.03.02.1 01. Maros 322.2 Kab.2.5. Maros 322.0 5.08.7.21 2 1.2 Kab.1 1.06 Pemantauan Kualitas Air Sumur Gali/Air Tanah Kab.15. Maros 322.619.10 Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kab.21 2 1.05.06 Pengujian Kualitas Air dan Limbah STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab.05.05.2 1.05. Maros 322.15.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI A.3 01.21 2 1.6 Program kerjasama informsi dan media massa Penyebarluasan informasi Terkait Sanitasi Penyebarluasan informasi yang bersifat penyuluhan bagi masyarakat Program Upaya Kesehatan Masyarakat Dinas PU/Diskom info Dinas PU/Diskom info A.1 1.5.22 Kampanye dan penyuluhan cara hidup bersih dan sehat / CLTS Kab.5.05.15.2 47.619. 12 Paket 1 1 50 50 Dinkes Jumlah Pembiayaan / Pendanaan Sub-Sektor Air Limbah 200 1.5.2.06 Pemantauan Kualitas Air Sungai Kab. 12 Paket 1 1 350 350 BKPKP A.2. Maros Paket 1 1 1 1 5 10 10 10 10 40 A. 12 Paket 1 1 1 1 4 5.

1. 12 Paket 1 1 1 3 50 50 50 150 BLHKP B.05.01. SUB-SEKTOR PERSAMPAHAN STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) B.3 1.08.21 2 1.03.01. Maros 322. 12 Paket 1 1 1 3 50 50 BLHKP/ Dinas pendidikn 25 .04 Penyusunan Pra Studi Kelayakan investasi pengelolaan persampahan Kab.93 Paket 1 100 100 BLHKP B.03. Penetapan dan Sosialisasi Perda tentang pengelolaan sampah Kab. 12 Paket 1 1 75 75 BLHKP Optimalisasi Kinerja Persampahan B.21 2 1.21 2 1.02 Kec. Mandai Paket 1 1 500 500 BLHKP B.34.619.01.04 Penyusunan Perda tentang retribusi jasa umum kebersihan/ persampahan Kab. 12 Paket 1 1 100 100 BLHKP B.619.21 2 1.01.856 29. Maros 322.03.2.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI B.03.1.15.2.5 Inflementasi Pembinaan Program Sekolah Adiwiyata Kab.34.04 Penyusunan.2.01 Program Pengembangan Kebijakan dan Kinerja Pengelolaan Persampahan B.1.04 Sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan Kab.2 1. Turikale 41.21 2 1. 12 Paket 1 1 50 50 BLHKP B.08.1.03.21 2 1.3 1. Maros 322. 12 Paket 1 1 100 100 BLHKP B. Maros 322. 12 Paket 1 1 50 50 BLHKP B.5 Pembangunan Sumur Pantau di TPA Bontoramba Kec. Maros 322.619.21 2 1.1 1.01.4 1.1.2 Program Pengelolaan Sampah dari Sumbernya Penyediaan Lahan Bangunan Bank Sampah B.21 2 1.619.2 1.34.05.1.1 1.04 Sosialisasi kesadaran masyarakat tentang pengolahan persampahan Kab.1. 12 Paket 1 1 1 3 50 50 50 150 BLHKP B.619.08.34.34.0515.04 Kab.15.01.619.03.34. Maros 322.7 1.619.6 1.619. Maros 322. Maros 322.1 1.10 Sosialisasi Sekolah Adiwiyata Kab.03.

05.13 Pengadaan Perlengkapan pakaian kerja Satgas Kebersihan Kab.21 2 1. 12 Unit 50 50 50 50 200 50 50 50 50 200 BLHKP B.21 2 1. 12 Unit 2 3 3 3 3 14 50 75 75 75 75 350 BLHKP 26 .619.08.15.34.619.34.08.34.01.05.10 1.619.05.856 29.03.7 1.21 2 1. Turikale 41.34.08.9 1.01.619.01.619.619.12 1.21 2 1. Maros 322. Maros 322. Maros 322.03.4 Operasional dan Pembinaan Sekolah Adiwiyata Kab. Turikale 41.619.2.13 Pengadaan truck arm roll Kab.8 1. Maros 322.4 Operasional dan Pembinaan Bank Sampah STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kec.14 1. 12 Paket 1 1 1 1 1 5 15 15 15 15 60 BLHKP B. Maros 322. Maros 322.15.93 Paket 1 1 1 3 100 100 100 300 BLHKP B.93 Paket 1 1 2 15 15 30 BLHKP B.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI B.2. 12 Paket 1 1 250 250 BLHKP B.2.03.2.01.2.2.15.619. 12 Unit 10 5 5 10 10 40 200 100 100 200 200 800 BLHKP B.13 Pengadaan gerobak sampah Kab. 12 Paket 1 1 1 3 100 100 100 300 BLHKP/ Dinas pendidikn B.2.07 Maros Green And Clean Kec.13 1.6 1.2.05.4 1.21 2 1.21 2 1.21 2 1.05.08. 12 Set 178 178 178 178 178 890 47 47 47 47 189 BLHKP B.01.06 Pembuatan Peraturan Persampahan Kab.34.13 Pengadaan Bak container arm Roll Kab.21 2 1. Maros 322.2.5 1.7 Bintek Penyehatan lingkungan Kab.11 1. Maros 322.2.619.2.03. 12 Unit 1 1 1 1 4 - 400 400 400 400 1.08.15.06 Bimbingan Teknis Pengolahan 3R Kab. 12 Paket 1 1 2 15 15 30 BLHKP B.15.600 BLHKP B.15 1.34.13 Pembuatan Papan Informasi Pengolahan Sampah 3 R Kab. 12 Unit 15 20 20 20 20 95 75 100 100 100 100 475 BLHKP B.2.619.21 2 1.21 2 1.01.15.05. Maros 322.03.08.03. Maros 322.13 Pengadaan sepeda motor roda 3 (sandong) Kab.856 29.

856 29.01.34.16 1.2.03.08.21 2 1.619.13 Pengadaan Bak Sampah Kec.856 29.619.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI B.619.21 2 1.19 1.2. Maros 322.03.03.820 49.01.2.21 1.21 2 1.15.619.01.619.00 0 3.03.34.13 STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab. Mandai 35.21 2 1. Maros 322.02 Pengadaan unit Limbah Organik Menjadi Biogas Kec.2.15.11 Unit 10 10 10 10 10 50 100 100 100 100 100 500 BLHKP 27 .820 49.08.452 BLHKP B.34. Maros 322. 12 Paket 1 1 1 1 1 5 2.08.34.05.17 1.25 1.20 0 3.26 1. Turikale 41.93 ha 3 3 150 150 BLHKP B.2.619.93 Paket 1 1 1 1 1 5 100 100 100 100 100 500 BLHKP B.28 1.05.2.2.13 Penataan Lahan Bak Kontainer Sampah Kec.01.03.13 Pengadaan peralatan kerja petugas kebersihan Kab.20 1.21 2 1.15. Maros 322. Maros 322. 12 Unit 2 3 5 40 60 100 BLHKP B.13 pengadaan Motor Roda Dua/Petugas Pengawas Satgas Kab. 12 Unit 1 1 2 150 175 350 675 BLHKP pengadaan pick up/Operasional Satgas B.2.619.03.18 1.01.13 Pengadaan Bak Motor Sampah Kab. Maros 322.2. 12 Paket 1 1 1 1 1 5 48 50 55 60 65 278 BLHKP B.2.27 1. Maros 322.93 Unit 10 10 20 150 150 300 BLHKP B. Turikale 41.03.2. 12 Paket 1 1 75 75 BLHKP B.21 2 1. Maros 322.23 Pembebasan Lahan / tanah untuk TPST Kec.34.856 29.22 1.34.24 1. 12 Unit 1 1 1 1 1 5 25 25 25 25 25 125 BLHKP B.01.08.21 2 1.03 Pengadaan Alat Komposting Untuk Kelompok masyarakat Kec.21 2 1.00 0 16.04 Operasi dan pemeliharaan Persampahan Kab.02. 12 Unit 20 20 100 100 BLHKP B.2.03.000 BLHKP B.50 0 4.13 Pengadaan alat bantu kebersihan Kab.75 2 3.01. 12 Unit 1 1 1 1 1 5 50 50 20 20 20 160 BLHKP B.11 Klp 10 10 10 10 40 200 200 200 200 200 1.01.34.619. Mandai 35.34.15.02 Pengadaan Tempat sampah Masyarakat Kab.05.02 Pengadaan Alat Daur Ulang Sampah Kab. Turikale 41.2.

Turikale 41. Perencanaan Teknis Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Sekunder Perencanaan Teknis Drainase Jl.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI B.01.05.2 1. Turikale 41.04 Kontak Kader Lingkungan Kab.29 1.34. Turikale 41.04 Monitoring dan Pelaporan Kegiatan Penanganan Persampahan STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab. Maros Paket 1 1 1 3 50 50 50 50 50 2000 BLHKP Jumlah Pembiayaan / Pendanaan Sub-Sektor Persampahan 4.02.1.1 1.26 Kec. Sudirman Kec. C.93 Paket 1 1 200 200 Dinas PU 28 .3.2.1.07 5 6.2.02.03.1.05.93 Paket 1 1 10 10 Dinas PU C.1.02.1.30 Sosialisasi/ Penyuluhan masyarakat untuk TPST Kab.05.1.856 29.00 0 1.20 Kec.1 2 Paket 1 1 1 1 1 5 50 50 50 50 50 250 BLHKP B.2 1.2.02.3 1. Sudirman Perencanaan Teknis Drainase Jl Ratulangi Pembangunan Saluran dan Goronggorong Drainase Sekunder Pembangunan saluran drainase sekunder kota maros Pembangunan Teknis Drainase Jl Ratulangi C.03.20 Supervisi Teknis Drainase Jl.29 2 6.619.1 1.1.04 7 28. 12 1619.1.21 2 1.01.93 Paket 1 1 500 500 Dinas PU C.1 1.874 C SUB SEKTOR DRAINASE C.40 2 5.02. Supervisi Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Sekunder C.856 29.05.1 MASTERPLAN C. Maros 322.1. Turikale 41.2.31 1.856 29.05.93 m 1 1 1.02.05. Maros 322212 Unit 258 266 524 100 100 100 300 BLHKP B.1 1.02.000 Dinas PU C.30 7 5.34.05.856 29.20 Kec.

0 0 1.22 Pemeriksaan kadar keracunan pada yang berhubungan dg pestisida Kab.856 29.1 1.800 Dinkes D.1.01.21 2 1.80 0 1.4. Maros 322.01.02.16. Turikale 41.856 29.5.619. Maros 322.20 STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kec.2 1.21 2 1.2 1.1.02.2 1.02.1. 12 Paket 1 1 1 1 4 50 50 50 50 200 Dinas PU Jumlah Pembiayaan / Pendanaan Drainase 70.16.22 Pembinaan Kader Posyandu di Sekolah Kab.619.05.02.03.1.22 advokasi dan kampanye STOP BABS Wilayah kota Kab.19.21 2 1. Turikale 41.21 2 1.22 Pembinaan Kota Sehat Kab.1.01 1.16 Pemeliharaan Jaringan Drainase Pemeliharaan jaringan drainase Skunder wilayah kota Normalisasi Drainase Tersier dengan Pembuatan Sumur Resapan C.34.1 1.619.1.1.01 ASPEK PHBS dan Promosi Higiene Advokasi dan Kampanye PHBS D.01.856 29.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI C. 12 Paket 1 1.93 Paket 1 1 1 1 1 5 70 50 50 50 50 270 Dinas PU C.1 1.980 - D D.619.1 1. 12 Paket 1 1 150 150 Dinkes 1.03.02.13 Kec.03.4 1.01.4.1.16 Monitoring Dan Evaluasi C.01.02.21 2 1. Maros 322.03. 12 Paket 1 1 350 350 Dinkes D. 12 Paket 1 1 127 127 Dinkes D.02.02 Kec.3.22 Pembentukan/pembinaan Desa Siaga 103 Desa 322.02. Maros 322.21 2 1. 12 Paket 1 1 1 1 4 106 106 106 106 424 Dinkes 29 .93 Paket 1 1 400 400 Dinas PU Supervisi Teknis Drainase Jl Ratulangi C.619.619.93 Paket 1 1 1 1 4 100 100 100 100 400 Dinas PU C. Maros 322. Turikale 41.04 Monitoring dan Pelaporan Kegiatan Penanganan Drainase Sekunder Kab.5 1.1.4 1.3 1.1.02.90 0 610 200 200 2.

12 Paket 2 2 2 2 8 5 5 5 5 20 Dinkes D.11 1.21 2 1.1.1. 12 Paket 1 1 7 7 Dinkes D.1.22. Maros 322.21 2 1. Maros 322.01.619.2 .5. Maros 322. 12 unit 3 3 2 2 10 15 15 15 15 60 Dinkes D.01.25.619.1.5.1 1.02.02.21 2 1.22 STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab. 12 kali 15 15 15 15 60 3 3 3 3 12 Dinkes 30 . 12 bh 2.01. Maros 322.22 Biaya Operasional Incenerator Puskesmas Kab.02.02.02. 12 paket 1 1 1 1 4 15 15 15 15 60 Dinkes D.6 1.1.5 1.9 1.10 1.50 0 5000 7 7 14 Dinkes D.619. Maros 322.2 .619. 12 Paket 1 1 31 31 Dinkes D. 12 Paket 4 4 25 25 Dinkes D. Maros 322.6 15.03.21 2 1.2.22 Pertemuan Koordinasi LS/LP Program Penyehatan Lingkungan Tingkat Puskesmas Kab.619.2 1.22 Pertemuan Sanitarian Puskesmas di Tingkat Kabupaten Kab.21 2 1.02.5.21 2 1.1.6 62 Dinkes Biaya Operasional Program Penyehatan Lingkungan D.2.2.22 Inspeksi dan monitoring kualitas air sumur dan badan air Kab.01.21 2 1.02.Publikasi Keliling Kab.2 .05.01.21 2 1.01.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI D.6 15.25.6 15.619.619. Maros 322.05.03. 12 Paket 1 1 5 5 9 Dinkes D.2 1.22.1. Maros 322.22 Pemantauan Kualitas Lingkungan Kab.619.21 2 1.22 Biaya Operasional Kegiatan CLTS Kab.02.3 1. 12 Paket 1 1 1 1 4 15.03 D.Pencetakan Brosur dan Stiker Kab.12 1. Maros 322.21 2 1.25.03.619.7 1.05.2 12 14 14 3 3 Dinkes D.1.01. Maros 322.500 2.22 Pertemuan Koordinasi Program Penyehatan Lingkungan Tingkat Puskesmas Kab.619.8 1. Maros 322.21 2 Kab.Pengadaan Baliho Masing-masing Kecamatan + Rangka Kab.22.01.25. Maros Peningkatan Media komunikasi dan informasi 322.

Kegiatan Dialog Interaktif Radio Lokal Kab.7 8.5 3.22.03 Media Interpersonal D.9 2.5 2.540 JUMLAH TOTAL 4.1 1.9 2.2 1.5 1. Maros 322.5 10. 12 kali 10 10 10 10 40 3.25.619. 12 kali 90 90 90 270 2.Kegiatan Dialog Interaktif TV Lokal Kab.05.5 14.22.21 2 1.14 8 6.3 1.9 11.9 2.Pemutaran Filem Penyuluhan STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Kab.5. 12 desa 20 20 20 20 80 10 10 10 10 40 Dinkes/Diskom Info D.03.4.05.4 1.05.2 1. Maros 322. Maros 322.05.5.4.05.25.03 Pembuatan Iklan di Mess Media D.03.Pemutaran Iklan radio Kab.22.6 Dinkes/Diskom Info D.5.Penayangan Iklan di TV Kab.21 2 1.463 31 .5.05.1 Dinkes/Diskom Info D.22.05.2 . 12 Paket 5 5 5 5 20 2.47 7 12.5 Dinkes Jumlah Pembiayaan / Pendanaan PHBS 132 2.BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI D.619. 12 Paket 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 Dinkes D.25.5.4 1.4.05. 12 Paket 1 1 1.1 87 7.Sosialisasi dan Tatap Muka Kab.25.3 1.03 9 6.21 2 1.25.03.Pembuatan Web Site dan Konten Kab. Maros 322.3 1.619.7 2.2.5.25.5 2.5.21 2 1.2 .25.3.7 2.619.2 .3.Penyampaian Informasi melalui Mobil Publikasi Keliling Kab.5 3.2 .619.21 2 1. Maros 322.619.22.3. Maros 322.22.5 3.22. 12 kali 30 30 30 30 120 2.86 3 38. Maros 322.03.4.0 Dinkes D.619.03.21 2 1.25.28 5 613 256 254 3.22.5 2.03.21 2 1.25.25. 12 Paket 9 9 9 9 36 72 72 72 72 288 Dinkes D.21 2 1.4 1.03.2 .03.2 .619. Maros 322.2 .0 Dinkes D.2 .1 1.5.

BAB V STRATEGI MONEV

STRATEGI SANI SANITASI
KABUPATEN MAROS (SSK)

BAB V
STRATEGI MONEV
5.1. Strategi Monitoring dan Evaluasi Santasi
Strategi monitoring dan evaluasi merupakan salah satu strategi pendukung yang akan turut menentukan keberhasilan program pembangunan sektor sanitasi. Monitoring adalah suatu cara untuk mengetahui apakah suatu kegiatan berjalan sesuai atau sedekat mungkin dengan rencana serta menggunakan sumber daya secara tepat. Evaluasi adalah penilaian tentang bagaimana program dijalankan, dijalankan, apakah proses dan dampaknya sudah sesuai dengan yang diharapkan, menelaah faktor-faktor faktor faktor penghambat yang dihadapi dan faktor-faktor faktor pendukung yang dimiliki untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain, monitoring dan evaluasi adalah kegiatan untuk memeriksa, memeriksa, mengawasi, dan menilai jalannya program mulai dari tahap sosialisasi dan orientasi awal, perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga pada kegiatan penyelesaian pembangunan fisik dan pemeliharaannya. Sesuai dengan tujuan penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Sa Kabupaten ini, maka tujuan penyusunan strategi monitoring dan evaluasi sanitasi sanitasi ini adalah menetapkan kerangka kerja untuk mengukur dan memperbaharui kondisi dasar sanitasi, memantau dampak, hasil dan keluaran dari kegiatan sektor sanitasi kota, untuk memastikan bahwa tujuan dan sasaran sanitasi, rencana pengembangan dan targe target tertentu sanitasi kota, serta kepatuhan pada standar pelayanan minimum yang ada sudah dilaksanakan secara efektif. Strategi ini adalah alat pengendali yang dapat meningkatkan pembelajaran, transparansi dan akhirnya proses pengambilan keputusan. Strategi monitoring dan evaluasi akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembangunan sanitasi sesuai Strategi Sanitasi di Kabupaten Maros. . Dengan terlaksananya tujuan penyusunan bab ini diharapkan akan memberikan gambaran umum tentang kerangka gka kerja monitoring dan evaluasi pembangunan sanitasi Kabupaten Maros, , memberikan pedoman monitoring dan evaluasi proses perencanaan pembangunan sanitasi, memberikan pedoman monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pembangunan sanitasi dan memberikan pedoman doman monitoring dan evaluasi manfaat dan dampak pembangunan sanitasi bagi Kabupaten Maros. Monitoring dan evaluasi iniperlu u dilakukan d secara rutin oleh pokja kabupaten MarosHal ini ni d dilakukan sebagai umpan balik k bagi pengambil penga keputusan berkaitan capaian sasaran pembangun bangunan sanitasi dengan dilaksanakannyakegiatan-kegiatan pembangunan dalamkerangka kebijakan dan st trategi yang disepakati. Kegiatan dalam petunjuk uk praktis prak ini mencakup: Menilai ulang kerangka hasil/kerangka kerangka stratejik SSK. Kerangkahasil seperti tujuan, uan, sasaran, input, kegiatandan output. Menetapkan mekanisme moni onitoring dan evaluasi implementasi SSKdi tingkat pokja. Memasukkan informasi kerangka hasil kedalam sistem monev berbasis Nawasis PPSP. .

Oleh karena itu, dalam rangka untuk mencapai tujuan dan sasaran pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Kabupaten Maros, perlu ada keselarasan dan kesesuain antara pelaksanaan dan perencanaan yang telah dibuat. Pengendalian monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan program dengan evaluasi dampak yang dilakukan setelah program selesai dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1

BAB V STRATEGI MONEV

STRATEGI SANI SANITASI
KABUPATEN MAROS (SSK)

1. Waktu dan tahapan Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan secara kontinue dan berkala pada saat program/proyek sedang jalan. Evaluasi dampak dampak dilaksanakan pada status akhir program/proyek atau pelaksanaan telah selesai. selesai 2. Tingkat Hierarkhi harapan dalam kerangka kerja logis monitoring dan evaluasi lebih kearah tingkat keluaran (output) sedangkan evaluasi dampak kearah tingkat tujuan fungsional. fungsional 3. Sifat informasi yang dibutuhkan monitoring dan evaluasi selektif, tertentu dan mempunyai peringatan dini terutama pada saat penentuan penyimpangan kritis dari jadwal pelaksanaan. Sedangkan evaluasi dampak menyeluruh dan tergantung pada kegiatan pengendal pengendalian (Monev). 4. Sifat kebijakan yang dijalankan bersifat korektif dan segera dilaporkan, sedangkan evaluasi dampak memandang kedepan pada program/proyek lanjutan yang akan direncanakan selanjutnya. 5. Metode Penilaian dan analisis yaitu membandingkan antara pencapaian realisasi dengan rencana. Sedangkan Evaluasi dampak perbandingan antara yang diharapkan dengan dampak dampak, pola perubahan sebelum dan sesudah adanya program. 6. Orientasi Kegiatan monitoring dan evaluasi diarahkan pada pengelolaan program untuk memperb memperbaiki penyimpangan dalam implementasi program. Sementara Evaluasi dampak diarahkan kepada kelompok sasaran, untuk menilai keuntungan yang diperoleh dalam kelompok sasaran. Dalam kaitan dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pencapaian program dari strategi SanitasiKabupaten Maros terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan demi menjamin tercapainya tujuan kegiatan monitoring ing dan evaluasi tersebut yaitu obyektif, profesional, partisipasi, tepat waktu, transparan, akuntabel, berkesinambungan erkesinambungan dan berbasis kinerja.

2

BAB V STRATEGI MONEV
Tabel 5.1.MatriksKerangkaLogis

STRATEGI SAN SANI ITASI
KABUPATEN MAROS (SSK)

Tujuan:Meningkatkan ketersediaan tersediaan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah yang sehat
Data Dasar Sasaran Indikator Nilai Optimalisasai sarana pengelolaan air limbah yang telah terbangun Sarana pengelolaan air limbah yang telah terbangun berfungsi optimal tahun 2007 100% puskesmas memiliki sarana pengelolaan air limbah Bertambahnya akses sarana air limbah domestik baik yang bersifat program maupun swadaya masyarakat IPLT Sumber &Tahun Dinas Kbersih an tahun 2012 Dinkes 2012 Target Renc. Sarana pengelolaan lumpur tinja berfungsi dengan baik Tersedianya sarana pengelolaan limbah 100% pada tahun 2017 Desa/ Kel. Realisasi Renc. 1 IPLT Realisasi Renc. Realisasi Renc. Realisasi Renc. Realisasi Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

Tersedianya sarana pengelolaan air limbah di semua sarana kesehatan Meningkatkanketerli batanwargadalamp engelolaan air limbahdomesticdala mbentuk KSM di10lokasidalam program SLBM

14 Puskes mas

3 puskes mas

3 puskes mas

4 puskes mas

4 puske smas

10Desa/ Kel.

Dinas kesehat an 2012

5Desa/K el.

-

05 desa/Kel.

Desa/ Kel.

Desa/ Kel.

-

3

Lau.44% Realisasi Renc.08% Realisasi Renc. 2012 100 % pada tahun 2017 1 kec - 2 kec - 3 kec - 4 kec - 4 .72% Realisasi Renc.%menjadi 80. 80 % Realisasi Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Mendorong dan memfasilitasipengelolaansampahskalakawasan dan pengembanganmanfaathasilpengelolaansampah Sasaran Indikator Nilai Sumber &Tahun 2012 Meningkatcakupanp elayanansampahda ri 42. 76.% padatahun 2017 diwilayahperkotaan Tersedianya Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan Berkurangnya timbunan sampah di Kota Maros 42 % 8 kecamatan memiliki sarana prasarana pengelolaan sampah Terbangunnya TPST Lengkap pada 4 kecamatan 2 kec Dinas kebersih an 2012 100 % pada 8 kec 50 % 60% 80% 100% Meningkatnya pengolahan dan pemanfaatan sampah sebelum sampai TPA Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah 3R Penguatan kelembagaan masy Dinas kebersih an 2012 Kec.36% Realisasi Renc. 69. Mandai dan Maros Baru 20% 40% 80% 100% Terbentuknya kader Pengelolaan Sampah 3R di desa/kelurahan 14 Kecamatan Adanya organisasi masyarakat dalam 4 kec. 80% padatahun 80 201 2017 65.BAB V STRATEGI MONEV Tujuan: STRATEGI SAN SANI ITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Data Dasar Tahun 2013 Target Renc. Turikale. 72.

Realisasi Renc. Realisasi Renc. Realisasi Renc.BAB V STRATEGI MONEV dalam pengelola persampahanan pengelolaan persampahandi kec STRATEGI SAN SANI ITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tujuan: Meningkatkankegiatan yang berbasismasyarakat untuk pembangunan dan pengelolaandrainasepermukiman Data Dasar Tahun 2013 Target Renc. Realisasi Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Sasaran Indikator Nilai Sumber &Tahun Meningkatkanjumla hcakupan/desadala mpenataandrainase Berkurangnya luas genangan akibat banjir Berkurangnya permasalahan drainase/ genangan pada musim hujan Terbangunnya saluran pembuangan air pada daerah genangan Dinas PU Daerah genangan pada kawasan kumuh perkotaan 5 . Realisasi Renc.

Realisasi Renc. Realisasi Renc. Realisasi Meningkatnya promosi kesehatan di dinas kesehatan kab. Realisasi Renc. Data Dasar Sasaran Indikator Nilai Sumber &Tahun Dinas kesehat an Peningkatan dan dana promosi kesehatan Target Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Renc. Seluruh sekolah di Kab. sehat melalui perubahan perilaku dan pembangunan sarana sanitasi dan air bersih. Hasil Pengolahan pokja Sanitasi 6 . dan pengelolaan persampahan 100% Dinas pendidik an. Realisasi Renc.BAB V STRATEGI MONEV Tujuan: STRATEGI SAN SANI ITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Meningkatkankehidupanmasyarakat yang bersih. Maros 50 % 70% 80% 905 100% Sumber . Maros Presentasi PHBS di sekolah Meningkatnya anggaran promosi kesehatan sebesar 25% pertahun 100 % sekolah memiliki jamban sehat. tempat cuci tangan. dinas kesehat an.

Penjelasan untuk masing-masing sub sektor dapat di lihat pada tabel di bawah ini: 7 . maka dapat diasumsikan bahwa proses perencanaan dan pengambilan keputusan adalah efektif. Jika tidak. Hal in iakan dilakukan melalui: Teridentifikasinya tingkat kepedulian para pengambil keputusan terhadap rekomendasi program dan kegiatandalamSSK.5. MonitoringTerkaitPengambilanKeputusan Tujuan monitoring/pemantauan ini adalah untuk memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten memilikikerangka yang sesua iuntuk melakukan pemantauan proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Pemantauan ini berfokus pada pemantauan perencanaan sanitasi Kota dan proses pengambilan keputusan .Tujuannya adalah untuk menyiapkan perangkat bagi pokja untuk menentukan tingkat kesuksesan proses perencanaan dan penetapan strategi dalam usaha pencapaian sasaran sanitasi.2. Apabila rekomendasi program dan kegiatan SSK dijalankan keseluruhan.maka perlu diidentifikasi langkah perbaikan melalui system yang berjalan (Musrenbang atau penetapan keputusan alokasi anggaran tahunan).

BLH BLH Peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah 3 R Penguatan kelembagaan masy dalam pengelola persampahanan Dinas Kebersihan.BAB V STRATEGI MONEV STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Tabel 5. Dinas Kebersihan BPMPD BLH. BLH BLH. Dinas Kebersihan Bappeda. Dinas Kebersihan BPMPD Dinas Kebersihan BLH BLH. Bappeda 2013 – 2014 Bappeda. Dinas Kebersihan BPMPD BPMPD 8 . BLH BLH Format Dinas Kesehatan. BLH. Dinas Kebersihan Penanggung Jawab Pengumpul Data dan Dokumentasi Dinas PU. Dinas PU BPMPD. Dinas Kebersihan BPMPD. Dinas Kebersihan Bappeda. Bappeda 2013 – 2017 Bappeda. Bappeda 2013 – 2017 Bappeda. BLH BLH BPMPD BPMPD BPMPD . BLH BLH BPMPD .2. BLH Pengolah Data/Pemantau BLH. Bappeda BPMPD . Bappeda 2013 – 2017 2013 – 2017 Bappeda. Bappeda Waktu Pelaksanaan 2013 – 2017 Pelaporan Penerima Laporan Bappeda.MekanismeMonevImplementasi SSK Obyek Pemantauan Sub Sektor Air Limbah Peningkatan sarana prasaran pengelolaan air limbah Penyediaan sarana pengelolaan air limbah di semua sarana kesehatan Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengolahan air limbah domestic Sub Sektor Persampahan Peningkatan cakupanpelayanansampah diwilayahperkotaan Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan Penanggung Jawab Utama Dinas Kebersihan Dinas Kesehatan BPMPD. Bappeda 2013 – 2017 Bappeda.

dinas kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Sumber : Hasil pengolahan Pokja Sanitasi Kab Maros 9 .BAB V STRATEGI MONEV STRATEGI SANI SANITASI KABUPATEN MAROS (SSK) Penanggung Jawab Utama Penanggung Jawab Pengumpul Data dan Dokumentasi Pengolah Data/Pemantau Waktu Pelaksanaan Pelaporan Penerima Laporan Format Obyek Pemantauan Sub Sektor Drainase Peningkatan cakupandesadalampenataandrainase Penataan kawasan rawan genangan dan banjir Sub Sektor PHBS Peningkatan promosi kesehatan Peningkatan Presentasi PHBS di sekolah Dinas PU Dinas PU Dinas PU Bappeda 2013 – 2017 Bappeda Dinas PU Dinas PU Dinas PU Dinas PU Bappeda 2013 – 2017 Bappeda Dinas PU Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Bappeda Bappeda 2013 – 2017 2013 – 2017 Bappeda Bappeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful