SUPERVISI PEMBORAN GEOTEKNIK OVERWATER

SPT OVER WATER 1. DEVELOPMENT
       Barge loading Platform Offshore Exploration Dermaga Pelabuhan Bangunan Air Jembatan (Pier + Abutment) Diatas tanah lunak(Stock pile, haul road & conveyors)

2. LOKASI
a.
 

Sungai
Di sungai biasanya untuk jembatan(Pier head / kolom abutment) Lebar sungai dari river bank to river bank = 120 m Jumlah titik tes antara 3-5 titik Lebar sungai dari river bank to river bank = 90 m Jumlah titik tes antara 3 titik Lebar sungai dari river bank to river bank = 60 m Jumlah titik tes yang ideal = 2 titik

b.   c.

Sea ( Laut) Biasanya dipakai untuk dolphin & conveyors Jika jaraknya jauh dari pinggir laut bisa menggunakan Pontoon Rawa (daerah tergenang air/tanah gambut berair)

   

Daerah di Kalimantan seperti Sangata, Marangkayu, melak, tenggarong yang posisinya dekat dengan sungai & laut, banyak berhubungan dengan rawa/genangan air yg cukup dalam / gambut Oleh karena itu diperlukan dasar platform yang stabil, karena dikuatirkan tanahnya akan amblas Di marangkayu , daerah yang cukup parah yg pernah dilakukan investigasi adalah 0-70 m = NSPT <8 (range NSPT = 0-5) Di Senyiur , 0-45 m NSPT = < 8

3. PENENTUAN TITIK TEST
1. 2. Untuk Pile construction biasanya titik disesuaikan dengan posisi kolom dari layout perencanaan konstruksi Untuk jalan biasanya dibuat setiap 250 m, jika site visit dilakukan , kita dapat menempatkan tes tes sesuai dengan kondisi lokasi.

3. 4. 5. 6.

Contoh: CPTu di rawa, Borehole di onshore CPT dan Borehole musti berdampingan karena fungsinya saling melengkapi Untuk lokasi stock pile, disesuaikan dengan diameter lokasi Biasanya di tengah, pinggir lokasi Untuk Dolphin construction(Port), disesuaikan dengan posisi kolom struktur Untuk conveyor line, disesuaikan dengan topographynya Biasanya setiap 250 m Hal –hal lain yang bisa dijadikan pertimbangan adalah: Kondisi Topography Access menuju lokasi & tingkat kesulitannya Geologi Informasi (Untuk daerah yang depositnya cukup banyak , akan lebih banyak tes ) Homogenitas dan heterogen lapisan Laporan penyelidikan terdahulu

7.     

4. SURVEY KE LOKASI
1. a. b. c. d. 2. a. b. c. d. 3. a. b. c. Persiapan sebelum berangkat ke site: Contact client, kondisi cuaca, info rental perahu Koordinasi dengan project manager / Senior engineer yg melakukan site visit Persiapan alat-alat Alat-alat penting (GPS, kompas, meteran roll, life vest) Persiapan pada saat di lokasi : Tali tambang, jirigen 5-10 liter Kayu panjang / bamboo Jika panjang lebih dari 4 m, maka disambung Pemberat / jangkar Cek kondisi perahu dan kapasitas maksimum Pelaksanaan Survey GPS & kompas diaktifkan Lokasi diperoleh, tenggelamkan jangkar dan jangkar diikat ke tali tambang & jirigen Kayu / bamboo ditancapkan ke tanah sedalam mungkin di bagian tengah bagan dan tali tambang diikat ke bamboo dan jirigen Sebagai tanda acuan titik tengah Hal –hal penting lainnya: Tali tambang yg terikat ke jangkar diukur sesuai dengan panjang maksimum air pasang Jika panjang tali dibuat minimum, maka jika air pasang maksimum jangkar bisa terangkat

4. a. b.

5.

5. MEDIA DRILLING

1. BAGAN / PLATFORM DI SUNGAI/LAUT Hal-hal didalam pembuatan bagan adalah : a. Gambar Sketsa / Layout konstruksi Bagan dan SOP dari subcontractor Pembuat bagan b. Team Ahli Bagan c. Alat transportasi yang digunakan untuk pembuatan bagan dan pada saat drilling d. Kualitas Bahan e. Tinggi bagan diusahakan tidak banyak desimal Contoh: 1.5 , 2.0 , 3.0 , etc f.        HSE system (JSA dan SOP) Life vest dan Ban besar Jumlah tiang, score dan gelagar atas yang mencukupi Perahu pendamping standby untuk emergency situation Kualitas Bahan Team ahli 1 orang dan sisanya orang local (cek record kemampuan expert) Hati hati dengan kawat pada saat proses perkuatan struktur bagan Jika dilaut hati hati dengan wild animal seperti ubur ubur Dan binatang laut  Gunakan lampu badai untuk malam hari  Pembuatan pagar di pontoon

2.

PONTOON Hal-hal yang penting dalam pembuatan pontoon yaitu: a. Bahan pembuatnya  Untuk Hydrocore biasanya mereka fabrikasi di Jakarta dan bahannya terbuat dari bahan baja dan drum  Untuk Kim drilling biasanya bahan diperoleh dari site , menggunakan kayu dan drum b. Sketsa gambar Pontoon construction c.       3. HSE Cek record subcon skill Pagar pontoon Ban besar Life Vest Cek proses pembuatan on site Cek jumlah jangkar yg terpasang

BAGAN DI RAWA Hal-hal yang penting dalam pembuatan Bagan di rawa yaitu: a. HSE

METODA SUPERVISI 1. Wild animal (buaya. tinggi bagan ke sea bed level 3 m.kedalaman bagan ke titik tes Contoh 2: Diketahui : SPT di 6 m. ular. panjang SPT = 70 cm Yang ditanya adalah: Berapa panjang stickup rod dan panjang rod yang dibutuhkan untuk tes di kedalaman 3 m ? 3m 3m 3m 0. tinggi bagan ke sea bed 2. BAGAN Contoh 1: Diketahui : SPT di 3 m. tawon)  Yang lainnya hampir sama dengan bagan di no 1 8.5 m . panjang SPT = 65 cm Stick up ROD Ditanya: Panjang rod yang dibutuhkan danSU? 3m 6m Sea bed level 1.5 m 0m .7m 0m 3m Sea bed level Stick up ROD Jadi rod yang dibutuhkan untuk SPT= (2 rod x 3 m) + 70 cm =6.15 m m 2.7 m Sisa Stickup adalah = Rod yang dibutuhkan .

5 m Ditanya: Panjang rod yang dibutuhkan dan Stickup rod pada : Pagi hari di SPT 3 m. sore hari = 3. Jika pontoon turun.7 m Stickup yang dibutuhkan adalah : Panjang rod yang dibutuhkan – Kedalaman Pontoon ke titik tes 6.X 5.7m 0m 3m Stickup ROD Draft pontoon Sore 3. sore jam 15 2.7 m Stickup yang dibutuhkan adalah : Panjang rod yang dibutuhkan – Kedalaman Pontoon ke titik tes . Jika pasang surut air laut sangat significant berubah.5m Sea bed level Diketahui : Panjang SPT = 70 cm . lakukan pengukuran tinggi air sebelum drilling (triwing) 3.Jadi rod yang dibutuhkan untuk SPT= (3 rod x 3 m) + 65 cm = 9.65 m Sisa Stickup adalah = Rod yang dibutuhkan . Tinggi pontoon = 6 m (pagi hari) . sorehari di SPT 12 m? 1.65 m – 8. SIANG HARI di SPT 9 m Panjang rod yang dibutuhkan adalah : ((4 Rod x 3 m) + SPT) = 12. siang hari di SPT 9 m. Tinggi Pontoon = Tinggi draft pontoon ke air + tinggi dari air ke sea bed 4. Jika pontoon naik. Jika pasang surut air laut tidak significant berubah. siang hari = 2.15 m 2.kedalaman yg diincaR Sisa Stickup= 9. PAGI HARI di SPT 3 m Panjang rod yang dibutuhkan adalah : ((2 Rod x 3 m) + SPT) = 6.7 m 2. siang jam 11 . PONTON Hal –hal yang penting didalam supervise: 1. maka stickup turun Tinggi Pontoon naik sebesar X = stickup .7 m. lakukan pengukuran tinggi air dari pontoon ke sea bed level 3 x sehari Misalnya: pagi jam 8. maka stickup naik Tinggi Pontoon turun sebesar X=stickup + X Pagi 3m Siang 2.5 m = 1.7 m – 6 m = 0.

22 6. HAL –HAL PENTING LAINNYA 1. Yang paling bagus dengan CPTu Progress pemboran diatas Pontoon lebih lambat dari di onshore. karena pada saat pengambilan data naik turun. siang dan menjelang sore Ada 1 orang standby melakukan pengukuran tinggi pontoon ke seabed level Pengawas disarankan membantu juru bor untuk melakukan perhitungan pada saat drilling (triwing) dan pada saat SPT karena tinggi pontoon ke seabed tidak selalu genap angkanya Hasil UDS pada pekerjaan di atas pontoon tidak akurat. Liaoss& Whitman 2. 4. maka pengukuran tinggi pontoon ke sea bed level dilakukan pada saat sebelum drilling(triwing masuk) Jika fluktuasi air pasang dan surut tidak terlalu sering.7 m – 11. S =70 cm) 9. Karena baja memiliki titik jenuh leleh setelah sekian ribu kali ditumbuk. SORE HARI di SPT 12m Panjang rod yang dibutuhkan adalah : ((5 Rod x 3 m) + SPT) = 15. SU = S – interval tinggi pontoon Jika air laut surut.3. Titik jenuh leleh akan mengurangi berat hammer Referensi : AS 1289 Method 6.5 kg Jatuh bebas = 76 cm Perlu dikalibrasi hammernya. 2.1.7 m – 15. SUPERVISI PEMBORAN GEOTEKNIK ONSHORE SPESIFIKASI PEMBORAN GEOTEKNIK (SOIL DRILLING)      1.0 METODA DRILLING . 3. Jika fluktuasi air pasang dan surut sering sekali.12.0 DIMENSI UKURAN & REFERENSI Standard penetrometers SPT = 5 cm diameter dan sudut 60 0 Berat Hammer = 63.7 m = 1 m 3. karena dilakukan pengukuran pengukuran yang disesuaikan dengan tinggi pontoon ke seabed level Diposkan oleh Captain Piezocone di 16.7 m Stickup yang dibutuhkan adalah : Panjang rod yang dibutuhkan – Kedalaman Pontoon ke titik tes 15. Gibbs & Holtz. SU = S + interval tinggi pontoon SU= Stick up S= Stick up konstan (jika SPT =70 CM. maka pengukuran tinggi pontoon ke sea bed level dilakukan pada pagi. 5.5 m = 0.2 m PATTERN = Jika air laut pasang .

jadi no core box sample Urutannya = Open hole . supaya tidak cepat kering  Foto corebox  Tujuannya :  Untuk mendapatkan perlapisan tanah secara utuh  Hasil core biasanya banyak core loss. supaya tidak cepat kering  Foto corebox  Keuntungan Wet . SPT / UDS . SPT/UDS. Full coring Method (water) 3. karena hancur kena air  Ground water level tidak akurat  Metoda ini menggunakan air  Drilling menggunakan Core Burrel  Sample core dimasukkan ke core box  Sample core dimasukkan ke dalam plastic core (plastic diberi tulisan Depth. karena dry method akan menghasilkan sample yg recoverynya bagus  Mendapatkan data Ground water level yang akurat  Metoda ini tidak menggunakan air dan biasanya pada lapisan tanah yg tidak seragam  Drilling menggunakan core burrel  Sample core dimasukkan ke core box  Sample core dimasukkan ke dalam plastic core (plastic diberi tulisan Depth. Recovery ) Tujuannya untuk menjaga kelembaban core. Open Hole . Full Coring Method (dry) 2. pukulan SPT. Recovery )  Keuntungan Dry = -Recovery lebih bagus Kelemahan Dry = Alat tungsten cepat patah / Aus dan lambat progress Tujuannya untuk menjaga kelembaban core.Recovery lebih jelek sedikit dari dry Keuntungan Wet -Jika air terlalu banyak (recovery menyusut) FULL CORING METHOD(DRY) FULL CORING METHOD(WET)        OPEN HOLE / WASH BORING METHOD (WET) Metoda ini menggunakan air dan tidak ada sample core karena dihancurkan oleh air Drilling dan flushing menggunakan Triwing Flushing adalah aktivitas pembersihan lubang bor menggunakan air Biasanya digunakan untuk mempercepat progress pemboran dan mendapatkan hasil SPT/ UDS Pada tanah yang seragam Sample tidak ada. pukulan SPT. Wash boring Method (Open Hole)  Tujuannya :  mendapatkan perlapisan tanah secara utuh.Progres cepat .Ada 3 metoda yg biasa digunakan: 1.

5 . Tidak dapat GWL yang akurat 3. 10. biasanya flexible berdasarkan UDS& jenis tanah Contoh : 1. 5. jika dituntut cepat progressnya pengumpulan datanya.62 m) 0m 2. 3.5.0. 6.62m 0. 4. 10.0. 2.5. 7. 6.0. 4. butuh rod 1 biji (3 m an) + SPT spoon sampler (0.0 . 7.5 m.62m .5 m (tidak kaku. 8. biasanya dibuat interval antara 2 – 3 m Misalnya: posisi di laut or di daerah yg longsorannya cukup significant  Detail pengawasan a) Jika kita SPT di 2. 3. 4.5.0. 9.5. 2. dst Atau 1. 9. dst Atau 1. Dilakukan pada interval 1.0. 16 .0.5.5. 7. Disesuaikan dengan situasi di site.5. 13.5.5. 14.5 m 3m 0.0 SPT  Interval SPT a. dst b. 11.5.

12 m 0m 8.1.12m = Stickup 9m  Sampling & photography SPT .62 m) Kalkulasi =( (3 x 3 )+0.5 m butuh 3 rod(3 m an ) + SPT (0.62 ) – 8.5 m 0.62) – 2.12m = STICKUP Kalkulasi = (3 + 0.12 m b) Jika kita SPT di 8.62m 1.5 m = 1.12 m Jadi Stickup rod yg dibutuhkan adalah 1.5 = 1.

sampel dikeluarkan dari split SPT dan dikuliti /disayat selimutnya secara menyeluruh. ditaruh di tempat dingin & lembab(AC) h) Jika disimpan di AC. Tujuannya untuk mendapatkan tanah aslinya dan membuang kotoran. maka sampel ini bertahan 1 bulan. f) Jika lapisannya berbeda . Tujuan dipisahkan adalah untuk uji lab SPT pada pasir / gravel : Sieve analysis SPT pada cohesif / clay &silt:Water content. supaya warna asli terlihat Colour symbol dan sticker diposisikan seperti pada gambar diatas Meteran sisi kanan makin besar = sisi bottom Foto tegak lurus dengan sample & tidak boleh ada bayangan Sebelum dimasukkan ke plastik.35 – 7. maka kemungkinan hanya bertahan 1 minggu ( water content sudah berubah) . atterberg limit. hydrometer a) b) c) d) e) P ASIR LEMPUNG 15 cm 10 cm  Depth disesuaikan dengan dalamnya penetrasi pada saat SPT  Misalnya: diatas adalah hasil SPT sample dengan Recovery 25 cm  SPT dilakukan pada kedalaman 7 -7.45 m Maka sample pasir = 7.45 m g) Sample tidak boleh kena panas.20 – 7. dipisahkan plastiknya & diberi depth yang berbeda.35 m Sample lempung =7. Tetapi jika disimpan pada tempat yang kurang dingin dan lembab.Hal-hal penting : Sampel dipotong pada arah horizontal.

Setelah penetrasi . After that diangkat . spindelnya dilebihkan 2 kali (biasanya 1 spindel =50 cm)  Pada contoh sample clay yg sangat lunak.0 UDS Dilakukan jika nilai pukulan SPT antara 0-8 Hanya untuk tanah Cohesive (Silty CLAY & Clayey SILT) Uji ini khusus untuk tanah very soft – firm  Panjang penetrasi pada saat test UDS Jika panjang tabung = 85 cm UDS tabung 85 cm Kepala tabung 16 cm 78 cm 7 cm 9 cm 85 cm Panjang penetrasi UDS ke dalam hole = 70 cm = 90% x 78 cm = 70 cm  Sebelum penetrasi / setelah dibor pake triwing: Flushing dengan air supaya lubang bersih dari cutting  Proses penetrasi:  Perhatikan penetrasi spindle.Tujuannya untyuk ngelengketin sample di tube. apakah sesuai dengan depth yg diinginkan / tidak  Kadang jurubor suka takut.   4. juru bor yg experience akan smoking 1 rokok. kalau recovery sangat kecil  Juru bor yg tingkat kekuatirannya tinggi.

cutting dihilangkan & lakukan pocket penetrometers & torvane a) Hilangkan cutting dari pangkal UDS b) Bersihkan Tip Sample sekitar 1 cm dan ratakan c) Lakukan tes pocket penetrometers pada ujung tanah di UDS  Tekan PP sampai batas dibawah ini  Satuannya adalah kg/cm2 .Jika panjang tabung =75 cm UDS tabung 75 cm Kepala tabung 16 cm 68 cm 7 cm 9 cm 75 cm Panjang Penetrasi UDS ke dalam hole=60 = 90% x 68 cm = 60 m Kepala tabung 16 cm  Interval UDS bebas yang penting tanah kohesif yg very soft to firm  Sampling dan insitu testing di site Setelah sample dikeluarkan dari lubang.  Lakukan tes PP 3 X dan hasilnya dirata rata  Tes ini sama dengan PP = qu  Setelah selesai bersihkan alatnya . Jika dijadikan KPa dikali 100.

0 TOLERANSI STICK UP. bisa ditempatkan di bagian karpet. gunakan drat sedang dan hasilnya dikali 1 f) Tutup 2 lubang pake plastic & lakban g) Pasang sticker & lakban  Sample UDS tidak boleh kena panas. karena kuat geser tanah sudah cukup kuat.5  Jika very soft clay. lubang harus dibersihkan dahulu Jika stickup < 5 cm. diletakkan di tempat lembab & tidak boleh terbentur / terjatuh  Sample UDS jika di mobil dipangku (jumlah nya < 3).          5. gunakan yang besardan hasilnya dikali 0.2  Jika soft clay. ikuti putaran alat sampai berhenti  Catat nilainya  Nilai torvane max pada alat = 1 revolusi  Jadi misalnya nilai = 0.  Putar torvane searah jarum jam sampai alat tidak bisa menahan tanah  Alat akan berputar sendiri. gunakan drat yang kecil dan hasilnya dikali 2.8 kg/cm2 Maka dikali 100 = 80 KPa  Bersihkan alat menggunakan sikat gigi  Ujung drat yg kotor akan mempengaruhi hasil tes  Jika firm clay . TES SPT & UDS Jika stickup > 5 cm.d) Bersihkan ujung sample & ratakan e) Lakukan Torvane pada tanah di ujung UDS. langsung tes SPT/UDS Balok kayu bisa dijadikan acuan memberikan coretan pada rod Casing sebaiknya tidak dijadikan acuan .0 TERMINASI KEDALAMAN DRILLING Tergantung dari budget client (Permintaan client) Untuk design paku bumi/ tiang pancang pada konstruksi bangunan. kita harus mendapatkan data untuk memastikan tidak ada tanah lunak dibawah BED ROCK 6. Tetapi jika jumlahnya lebih dari 3 . jembatan biasanya drilling harus mencapai 4-5 x NSPT > 50 (HB) Nspt > 50 = HARD or VERY DENSE Untuk Jalan raya 3X4 X NSPT > 30 NSPT > 30 = Very stiff –Hard or Dense – Very Dense Untuk Waste Dump Conveyor line 3 x NSPT>50 atau sekurang kurangnya 3 m di dalam very low rock Mengapa drilling dilakukan sampai tanah keras? Karena sebagai consultant.

0 HAMMER BOUNCING OR NSPT >50 Jika N2 + N3 = 50.  7. STOP Jika SPT Bouncing dengan sangat sedikit tidak ada penetrasi. UDS. pastikan driller sebelum SPT. 73 Panjang casing (HQ. hammer Tenggelam 600 mm(berat rod) = RW/600 mm Tenggelam 450 mm(berat hammer)=HW/450 mm Tenggelam 300 mm(berat hammer) dan dipukul 150 mm = HW/300 mm. 1 m . NQ) HQ = 89 NQ =114 2) Pada saat pemboran menggunakan triwing & core burrel. bisa distop setelah 5-10 kali pukulan dan diukur masuknya penetrasi Tujuannya diambil range 5-10: supaya dapat sampel  Jika REFUSAL 30 pukulan per 15 cm. SPT spoon tenggelam karena berat dari rod.5 m) Single tungsten core burrel Triple Tungsten coreburrel Pipa UDS & headnya SPT spoon sampler Panjang triwing / windbit Tipe triwing 89 . UCS /DS Diberi label photography corebox menggunakan spidol non permanent Diberi colour symbol di dekat label photography 10. 30/110 mm(refusal di interval terakhir)  24. 16.0 IMPORTANT NOTES 1)        Sebelum Mulai drilling Field engineer harus check panjang : Pipa bor (yang 3 m.0 CORE BOX Tidak boleh ada bayangan Ada meteran Diberi tanda kayu / pipa pvc / reng Untuk SPT. 30/140 mm(refusal di interval ke 2)  30/70 mm(refusal di interval 1          8.0 TANAH KOHESIF VERY SOFT Pada tanah kohesif yang sangat lunak. core loss. 1. 2 9. 0. melakukan drilling sesuai depth test yg diminta . bisa distop  18.5 m .

5 m. wajib menggunakan casing & bentonite / clay. ada kemungkinan stick upnya sesuai dengan yg diminta (jebakan. Jadi kita harus perhatikan jumlah rodnya pada saat ngebor.13m =STICK UP 4. rod kosong. maka usahakan casing 10 m) Depth Casing tidak boleh melebihi depth SPT yang diminta. kemungkinan test SPT diatas cutting) Misalnya: kita akan test SPT di 10. wajib menyediakan klep & menggunakan bentonite / clay. supaya kita tidak dapat data SPT dan UDS yang penuh cutting Untuk pemboran di lapisan pasir. Casing dipasang sampai kedalaman tanah pasiran tertutup (misalnya SPT di 10 m. single coreburrel (flushing dengan air) Pastikan kedalaman test sebelum UDS dan SPT sesuai dengan permintaan consultant or client Misalnya : kedalaman UDS yang diminta adalah 4. Bentonite / clay untuk mencegah terjepitnya casing oleh lapisan pasir Sebelum SPT dan UDS.3 m UDS tabung 85 cm 3)   4) 5) 6) Kepala tabung 16 cm 78 cm 7 cm 9 cm 85 cm Panjang UDS & head = 93 cm 1. maka pada saat SPT atau UDS. stickupnya pas. Jika Depthnya lebih. Jika tidak sesuai depth drillingnya . bila drilling di pasir.3m . maka drilling wash boring menggunakan triwing dilakukan sampai 10.5 m. maka kita dapat hasil SPT yang tidak valid Untuk pemboran di lapisan pasir menggunakan core burrel . kotoran / cutting wajib dibersihkan terlebih dahulu dengan triwing. Tetapi kadang kadang driller kelebihan / dilebihkan drillingnya supaya pada saat SPT .

pada saat asisten driller menempatkan core pada corebox. 8)Tugas SUBKONTRAKTOR DRILLING KOORDINATOR DRILLING Komunikasi dengan client Komunikasi dengan local helper dan coordinator local. e. g. etc) . UDS+ head =(3 + 1. b. f.93 ).0.5 m Jadi Rod yang dibutuhkan = =1 rod 3 m . d. c. solar.93m 0m 4.5 + 0.4.13 m 7) Untuk Sample core box. humas local Komunikasi dengan owner Memastikan HSE crew baik disite or rumah Bertanggunjawab seluruh jalannya operasional Mengirimkan daily report ke Jakarta Logistik (kebutuhan alat.3 =1.5 m. 1 rod 1. perhatikan penempatan sample  Tanya ke driller ujung sample RUN di depth berapa?  Ambil sample yang paling bottom dan tempatkan diposisi terakhir run akhir sampai run awal. a.

h. Melaporkan kepada atasan jika ada alat yang rusak, orang sakit, masalah pekerjaan dan solusinya i. Mekanik j. Mengurus akomodasi (kontrakan, makanan,etc) DRILLER a. Memimpin pemboran & menghasilkan kualitas data yang baik b. Memastikan kedalaman tes SPT/UDS c. HSE crew di site d.Mendistribusikan tugas kepada asisten utama dan asisten e. Memastikan alat dalam keadaan baik f. Lapor kepada coordinator jika ada alat yg rusak atau kurang g. Membuat daily report untuk coordinator h. Melapor kepada coordinator jika ada yang kurang sehat, accident, keadaan tidak layak kerja i. Memimpin perpindahan alat ke tujuan

a. b. c. d. e. f. g. h.

ASISTEN UTAMA Merakit spoon SPT Membersihkan alat SPT spoon Membuat kayu untuk acuan SPT, sendok SPT, dan sendok UDS Mengukur 45 cm dan Menghitung NSPT Membuat catatan SPT, rec , depth, casing, GWL, open hole, coring, masalah di buku Membantu jurubor membuat daily report Membantu mekanik merakit alat Set-up rig dan tenda

Diposkan oleh Captain Piezocone di 16.19 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Captain Piezocone
Sabtu, 25 Februari 2012
GROUND ANCHOR

Jangkar Tanah

3.1.

Teori Jangkar Tanah

3.1.1 Definisi Jangkar Tanah Jangkar merupakan bagian penting dari struktur yang mengirimkan gaya tarik (tensile force) dari struktur utama ke tanah disekitar jangkar. Kekuatan geser dari tanah disekitarnya digunakan untuk melawan gaya tarik jangkar itu dan, untuk mengikat jangkar pada tanah yang cocok. Kebanyakan dari jangkar biasanya terdiri dari baja tendon dengan kekuatan tinggi yang dipasang pada sudut kemiringan (inklinasi) tertentu dan pada kedalaman yang diperlukan untuk melawan beban yang ada. Gaya tarik pada jangkar adalah gaya yang penting untuk keseimbangan antara jangkar, struktur yang dijangkar dan pada tanah sehingga pergerakan dari struktur dan tanah disekitarnya tetap dapat diterima. Keistimewaannya adalah selain dapat memindahkan beban permukaan ke jangkar, juga dapat menjawab respon dari struktur berupa gaya interaksi antara tanah / batuan dengan struktur yang dijangkar. Metoda penjangkaran ini sudah lama digunakan oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika, yang digunakan pada konstruksi-konstruksi besar seperti dam, pondasi bangunan besar, terowongan, jembatan dan lain-lain. Metoda penjangkaran ini tidak hanya digunakan untuk perencanaan, tetapi juga untuk construction improvement (perbaikan konstruksi) karena perkembangan teknologi di bidang teknik sipil.

3.1.2

Prinsip dan Fungsi Jangkar Tanah Penggunaan jangkar tanah pada teknik sipil adalah salah satu pengembangan

terbaru dalam ilmu sipil yang sangat diperlukan dalam pembangunan yang berhubungan dengan batuan dan tanah sebagai materi pondasi struktur. Kapasitas menerima beban pada jangkar dihasilkan ketika terjadi gaya tahan pada saat stressing sepanjang zona penjangkaran dibentuk. Pengaturan ini ditunjukkan secara skematis pada gambar 3.1.

Gbr 3.1. Komponen-komponen Ground Anchor ( Xanthakos, 1990)

Komponen pada gambar diatas meliputi head anchor, free length anchor, bond length anchor. Bond length untuk membungkus material tanah dalam rangka memindahkan beban dari struktur ke tanah yang dijangkar, dimana free length tidak terikat dan bebas bergerak di dalam tanah.Didalam tendon terdapat bagian yang terbuat dari baja berkekuatan tinggi (bar, wire atau strand) yang dikelilingi cement grout (material semen untuk grouting). Fixed length anchor /

. suatu jangkar tanah berperan pada keseluruhan stabilitas dan interaksi antara sistem struktur dengan tanah. ground anchor digunakan untuk membuat kestabilan lereng tetap terjaga dari bahaya pergerakan tanah (misalnya gempa) dan longsoran yang mungkin terjadi. seperti abutment pada jembatan sehingga abutment tidak patah. faktor kondisi geologis juga sangat menentukan seperti batuan dan tanah tempat jangkar dipasang. Jangkar dimasukkan ke dalam lubang hasil pengeboran dan dijepit ujungnya. Menimbulkan gaya-gaya yang merupakan interaksi antara struktur dengan tanah. Penjangkaran pada tanah memiliki 3 fungsi dasar yaitu: 1. Free anchor length adalah bagian dari tendon antara bagian atas fixed anchor length dan struktur dimana tidak ada gaya tarik yang dipindahkan ke tanah di sekitarnya.bond length adalah bagian dari tendon yang terjauh dari struktur dimana gaya tarik (tensile force) dipindahkan ke tanah disekitar jangkar. Didalam penjangkaran. Menimbulkan tegangan pada dasar tanah. Setelah di jepit jangkar biasanya diberi gaya prategang dan bagian atasnya ditahan oleh kepala jangkar. Prinsip penjangkaran pada tanah merupakan proses konstruksi dimana jangkar dimasukkan ke dalam tanah. Di daerah lereng. Tendon pada jangkar dipasang pada lubang bor pada berbagai jenis tanah atau batuan. Peningkatan teknik konstruksi pada teknologi bahan material membuat material grout (semen) yang digrouting dapat mencapai kekuatan tinggi dalam beberapa jam setelah injeksi. Sebagai bagian dari struktur. Ground Anchor dapat berfungsi untuk menahan beban lateral dari timbunan tanah di belakang dinding penahan tanah. Hal ini membutuhkan perakitan dan pembuatan tendon secara seksama. 2.

Jangkar laut. Menyediakan reaksi untuk tes pembebanan pada tiang . Mendukung sistem pada penggalian dalam. dimana ketidakstabilannya disebabkan air tanah atau dorongan. adalah sebagai berikut ini: a. Melindungi dan menstabilkan susunan batuan dan lereng. Prekonsolidasi tanah yang tidak stabil untuk meningkatkan kapasitas pikulan / angkatan (bearing capacity). c. 3. 5. Pada kajian lainnya. 3. penjangkaran dapat dikategorikan menjadi tiga kategori utama yang berkaitan dengan istilah tanah dan menurut kondisi geologi dan topografi suatu tempat: a.3 Klasifikasi Jangkar Dalam hal hubungan antara jangkar dengan pembebanan. b. . Membuat gaya prategang (prestress) pada struktur jangkar tersebut. Jangkar pada tanah 1. Jangkar tanah. 4. Jangkar batuan. Memberikan kestabilan pada pondasi dengan tarikan jangkar. metoda penjangkaran merupakan aplikasi khusus dari prestressing pada pondasi dan pekerjaan tanah.3. Penggunaan yang paling sering dan umum. Jangkar pada batuan 1. apakah sementara atau permanen. 2. b. Memberikan dorongan lateral dinding terowongan pada pemotongan dan penutupan penggalian.1.

Penjangkaran tetap memiliki daya tahan yang tinggi. ukuran dimensi dan pengujian kekuatan jangkar dan tegangan yang timbul di daerah yang dijangkar untuk . 2 tipe penjangkaran tersebut memiliki beberapa perbedaan. 3. Penjangkaran pada pangkal jembatan dimana gaya tegangan yang besar dapat diteruskan ke tanah. dan terdapat juga jangkar yang digunakan sementara. Memperkuat laut dan fasilitas fasilitas yang berhubungan dengan sungai (fluvial facilities) 5. Melindungi pangkalan minyak di pelabuhan. 2. dan digunakan dalam waktu yang tidak lama. Jangkar ada yang harus digunakan permanen / terus menerus. Stabilisasi daerah reklamasi. direncanakan untuk waktu yang lama. dapat mempertahankan stabilitas dari struktur. Memelihara dan memperkuat bendungan besar 3. Penggunaan jangkar pada struktur yang dijangkar tergantung pada jenis jangkar yang digunakan. Perencanaan dari instalasi penjangkaran sementara biasanya melibatkan analisis dan desain struktur. Jangkar di lautan 1. 4. c. Klasifikasi jangkar dapat dilihat pada uraian berikut ini: Jangkar Tetap ( Permanent ) dan Jangkar Sementara ( Temporary ) Penjangkaran sementara adalah penjangkaran yang memiliki daya tahan yang terbatas. Melindungi tanggul sungai. Melindungi struktur pantai dan mempertahankannya.2.

Untuk penjangkaran permanen. dan perpindahan relatif. Konsep dari penjangkaran aktif dan pasif ditunjukkan secara skematik pada gambar 3.akibat penggalian . dan akan terus muncul kecuali struktur mengalami perpindahan terhadap jangkar itu sendiri. dibutuhkan pengaturan dan perlindungan terhadap komponen sistem.memastikan daya dukung beban. Gaya ini ditimbulkan dengan alat jacking. A. Penjangkaran pasif. Penjangkaran berfungsi lebih lama dari 18 bulan. disebut juga dead. menerapkan gaya awal pada struktur yang didukung. 2. Penjangkaran semi permanen Penjangkaran dapat digunakan selama 6-18 bulan. Berikut ini merupakan spesifikasi pada jangkar untuk lebih mengetahui perbedaannya: 1. dimana gaya yang bereaksi terhadap pembebanan ketika struktur yang didukung mulai bergerak. Penjangkaran dapat digunakan kurang dari 6 bulan. Penjangkaran tetap (permanen). gaya tersebut menahan interaksi antara tanah dan struktur.2 sebagai fungsi antara tensile forced (gaya tarik). Jangkar Aktif dan Jangkar Pasif Penjangkaran aktif disebut prestressed. Penjangkaran sementara. 3.

Tipe ini cocok digunakan pada batuan. Tipe A. Dalam hal ini kapasitas tarik dari sebuah jangkar tidak hanya tergantung pada bentukjangkar (anchor geometry) pada beberapa kondisi tanah tetapi juga dipengaruhi oleh konfigurasi dan ukuran dari dareah penjangkaran. yang menggunakan a lining tube atau in situ packer. Ada 4 jenis penjangkaran yang karakteristiknya berdasarkan mekanisme pemindahan tegangan dari fixed anchor zone ke tanah.Gbr 3. Pemindahan beban melalui tahanan geser yang bergerak sepanjang batas antara hasil grouting dan tanah. yang memperlihatkan macam-macam jangkar yang disesuaikan dengan kondisi tanahnya.2 Sketsa grafik hubungan antara perpindahan ( displacement ) dan gaya tarik dari anchor ( tensile forces ) (Xanthakos.3. tanah kohesif keras dn kaku ( stiff ). 1990) Jenis-jenis Penjangkaran Berdasarkan Metoda Pemindahan Beban Kebanyakan instalasi penjangkaran dilengkapi dengan grouting semen.. dengan tipe ini daerah penjangkaran dibuat dengan berbentuk silinder yang membesar pada lubang bor untuk grouting dengan tekanan injeksi yang rendah (biasanya < 1 N/mm2 atau 145 psi). 4 tipe ditunjukkan pada gambar 3. merupakan jenis penjangkaran dengan lubang grout berbentuk batang silinder lurus berdiameter sama besar. Pada proses ini . Tipe B.

Kapasitas tarik yang paling utama diperoleh dari gaya geser antara tanah dan jangkar (side shear). tipe ini juga digunakan di fine grained soils (tanah yang berbutiran halus). tetapi banyak kontaraktor menggunakan tipe ini. Kekuatan dari material grout ini dihasilkan dengan mengguanakan inti dari lubang bor. pada kasus ini material grout diinjeksi dengan tekanan tinggi ( > 2 N/mm2 atau 290 psi ). tipe ini hampir sama dengan tipe A. Tipe C.diameter efektif dari fixed zone membesar dengan beberapa hambatan minimum ke material tanah di sekitarnya ketika bahan grout menyebar ke seluruh bagian melalui pori-pori tanah atau fragture (retak pada tanah) dengan tekanan injeksi yang secara normal kurang dari total overburden pressure. . menurut littlejohn 1980). menekan partikel semen sehingga material grout tersebut dapat berpenetrasi dengan tanah yang tidak rata dan membesarnya zona jangkar karena hidrofracturing dari massa tanah. lubang bor adalah tremie-grouted ( berbentuk seperti corong). Jangkar ini cocok untuk tanah kohesif. Tipe dengan silinder yang membesar ini cocok untuk daerah retakan batuan yang lunak dan coarse alluvium (jenis batuan kasar). Tipe D. Tipe ini biasanya digunakan pada lapisan tanah kohesif yang kaku sampai keras. dan bagus digunakan pada tanah stiff cohesive ( tanah halus yang kaku. tetapi ini termasuk rangkaian pembesaran yang dibentuk mekanis pada fixed anchor zone (daerah di ujung jangkar yang sering disebut tubuh jangkar).

4 Pemilihan Jangkar Pemilihan untuk mencari jangkar yang sesuai bagi kebutuhan suatu proyek memerlukan pengetahuan dan pemahaman berbagai macam sistem jangkar . Berdasarkan lokasi jangkar dan penggunaan dari penjangkaran. Kegagalan dalam memilih sistem penjangkaran jangkar yang cocok dapat berdampak pada potensi struktur yang didukung jangkar dan kerusakan (damage). . Beberapa ditemukan cocok untuk aplikasi tertentu.1. 1990) 3.Gambar 3.Jenis jangkar menurut metoda pemindahan beban ( 4 tipe dari zona fixed anchor untuk injeksi material grout ) ( Xanthakos.3 . dan beberapa dipertimbangkan praktis dalam batas kondisi tanah tertentu dan kombinasi pembebanan. untuk menghadapi konstruksi yang lebih kompleks dan untuk mencapai hasil yang lebih baik dan mengurangi harga. masalah dalam pemilihan jangkar tidak semudah itu dan terlalu kompleks dengan banyak faktor yang mempengaruhi hasil penjangkaran. Jenis baru jangkar terus dikembangkan dan diperkenalkan ke pasar.

. Konstruksi serba guna pada jangkar tanah dapat dilihat berdasarkan beberapa hal berikut ini: a. Jarak yang diminta untuk pemasangan adalah minimum di lokasi penggalian. kondisi yang tidak terduga selama konstruksi Pertimbangan dalam memilih penjangkaran harus disesuaikan dengan berbagai kondisi yang dapat mempengaruhi pekerjaan di bawah tanah. Sebagai solusi dari masalah dari berlangsung. Kekurangan pengetahuan mengenai kondisi tanah dapat menghambat perkiraan perancang proyek dalam menentukan kekuatn jangkar. 2. dapat memberikan beberapa keuntungan pada teknik tanah. Selain itu konstruksi ground anchor memiliki bebrapa keistimewaan sebagai berikut: 1. dimana tegangan yang timbul memberikan informasi tambahan menyangkut kondisi material itu. c.Jangkar tanah merupakan sistem konstruksi serba guna. tidak ada gangguan menuju proses penggalian berikutnya. Jangkar tanah melengkapi pengunaan tanah dan batuan sebagai materi pondasi untuk mendukung struktur dan lereng. Sebagai bagian pelengkap dari konsep desain sebuah proyek. Jangkar tanah dapat menyesuaikan dengan berbagai jenis tanah dan dapat dipasang sesuai dengan kondisi lokasi setempat. Sebagai usaha untuk memperbaiki atau merehabilitasi struktur yang memburuk. 3. jika digunakan dengan tepat. b. Faktor penting dari efisiensi desain jangkar dan konstruksi adalah banyak mengetahui tentang kondisi tanah di lapangan. dan ketika jangkar sudah ditempatkan dan stressing (menegang).

. khususnya tanah lunak (soft materials) karena daya penjangkaran melebihi batas kekuatan tanah. Pada umumnya. stabitilitas keseluruhan. atau endapan lumpur padat. desain menyeluruh akan dilakukan mencakup pembebanan statik dan dinamik. kapasitas jangkar dan panjang perpindahan beban. Pada banyak hal. dan dikembangkan bersama dengan ukuran tendon. Pada sisi lain. dan batu kerikil). Ketika penyelidikan tanah sudah selesai. 3. dan dari kelompok batuan ke lapisan yang lebih lunak.2 Sistem Penjangkaran Pada umumnya. pemasangan sudah cukup tanpa merubah karakteristik tanah. dari sungai es ke endapan tanah (sediment fills). sands. penjangkaran dapat menghadapi berbagai kondisi yang ada. atau dense silts. dari lapisan tektonik ke lembah dan hutan. khususnya adalah metoda untuk memperbaiki bonding zone ( zona dimana terdapat ikatan setelah tendon digrouting) c. terutama kekuatan geser. desain. jangkar tanah menawarkan solusi yang baik untuk masalah teknik jika mereka dipasang pada stiff clay. Rincian utama untuk setiap tipe ditentukan oleh kebutuhan desain proyek. Teknik instalasi. b.Pada konteks geologi. and gravels (tanah lempung kaku. Karakteristik tanah . Pada analisis perencanaan dan studi tentang pemasangan jangkar. rencana penjangkaran . dan bentuk dari hasil grouting. pengeboran (driling) dan metoda grouting. dan konstruksi harus diberikan ke ahli teknik yang sesuai karena banyak hal khusus dan masalah yang harus diatasi sesuai dengan proyek yang diberikan. faktor pertama yang harus diperhatikan adalah kondisi geologi dan kekuatan dari pondasi struktur. Beberapa jenis tanah tidak dapat digunakan untuk penjangkaran. kapasitas jangkar dan bentuk fisik dipengaruhi oleh 3 faktor berikut ini: a. jarak pada jangkar dan lokasinya. Pekerjaan di lapangan.

menurut salah satu mekanisme yang ditunjukkan oleh gambar 3. 1990) .3.1 Pemasangan Jangkar dan Bagian Utama Jangkar Skema pemasangan jangkar ditunjukkan pada gambar 3.2.1 yang dibedakan menjadi 3 bagian utama dan komponen. dan hal ini juga berlaku untuk penjangkaran pada batuan dan tanah. Pada tubuh jangkar. Merupakan bagian ujung jangkar yang direkatkan pada tanah atau batuan (tergantung tipe jangkarnya). Bagian dari tubuh jangkar ditunjukkan pada gambar (a) dan (b) untuk jangkar sementara dan permanen. Panjang jangkar tetap ( fixed anchor length) Ini sering disebut sebagai bonded length atau sederhananya adalah tubuh jangkar. 1. Panjang jangkar bebas (free anchor length) .4 (a) dan (b) untuk jangkar sementara dan permanent (Xanthakos. gaya tarik pada jangkar (tensile force) diteruskan oleh bond (ikatan jangkar setelah digrouting) ke tanah disekitarnya. 3. Pada umumnya fixed length dihasilkan oleh injeksi dari grouting semen. Pemindahan beban (transfer of load) terjadi tendon baja ke material grout dan lalu ke tanah.3. 2.

Kepala jangkar harus dipasang dengan tepat pada tendon. normalnya diberi toleransi minimum. Panjang efektif jangkar bebas yaitu panjang jangkar bebas ditambah perpanjangan elastis tendon. Ini mewakili bagian dari jangkar antara ujung fixed length dan anchor head. Hal utama pada free length anchor ini adalah terjadi perpanjangan jangkar ( elongation ) pada saat prestressing. . bersama dengan mekanisme stressing. dengan tidak melebihi 5 mm. kepala jangkar merupakan ciri utama dari sistem penjangkaran ini. Tidak ada perpindahan beban yang dialami free length anchor ini. Penyimpangan sudut antara tendon dan kepala jangkar dengan lebih dari 3% akan berpengaruh pada efisiensi pemindahan beban. Kepala jangkar (anchor head) Ini disebut sebagai end anchorage atau stressing anchorage. merupakan komponen jangkar yang dapat memindahkan beban tarik dari jangkar (loaded anchor) ke permukaan tanah atau struktur.Ini disebut sebagai free tendon length yaitu panjang bagian jangkar yang tidak di grout. Pada konteks ini. 3. dan bebas bergerak selama interaksi tanah dan jangkar terjadi.

8 mm ) dengan tambahan sekitar 3. dan memperkuat ikatan mekanis (mechanical bond). Sedangkan batang majemuk digunakan untuk kapasitas penjangkaran yang lebih besar.25 inch. Batang (bar) Tendon jenis ini memiliki ukuran diameter antara 1/4 inch (6.2 mm. Ukuran diameter biasadalah 1 inch.1990) 3.2 Tendon Tendon pada jangkar terdiri dari batang ( bar ).Gambar 3.5 Toleransi penyimpangan pada kepala jangkar (Xanthakos.4 mm) sampai 11/8 inch ( 35. batas elastis. Kekuatan baja jenis ini pada kondisi normal adalah 835/1030 dan 1080/1230. Jenis-jenis tendon akan dibahas di bawah ini: 1.2. atau 121/149 dan 157/176 ksi ( kilopounds per square inch). dan relaksasi. Pemilihan jenis tendon didasari atas ukuran. kumpulan kabel ( strand ) yang digunakan baik secara tunggal atau grup. 1. Kebanyakan kontraktor setuju bahwa diameter tendon yang lebih kecil menghasilkan harga material untuk setiap unit tegangan prestress ( prategang) lebih rendah. Supaya jangkar dapat bekerja dengan . Kekuatan tarik tendon berkisar antara 1200 N/mm2 sampai 2000 N/mm2. 11/8 inch. Batang tunggal lebih sering digunakan untuk kapasitas penjangkaran yang relatif rendah ( low to medium ). kabel baja ( wire ). kekuatan batas.

8 mm. tidak ada batas jumlah kabel yang dikelompokkan pada suatu jangkar.6in). 25.2. 15 mm (0. ukuran yang tersedia 13 mm (0.6.7 mm dan 152 mm. dan mempunyai kekuatan tarik ultimate 1670 N/Mm2. 1977). 28. yang diatur dalam bentuk ulir di sekitar suatu sumbu dari kabel lurus. 3. atau 242 ksi ( menurut Littlejohn Dan Bruce. tetapi untuk kondisi tertentu kekuatannya dapat dinaikkan menjadi 2000 N/mm2 . dan 18 mm ( 0. dan 31. dan dengan diameter masing masing 12. Tipe 7 kabel strand ditunjukkan pada gambar untuk normal dan bentuk padat. Kumpulan kabel (strand) Jenis tendon ini terdiri dari kelompok yang berisi 4 sampai 20 kabel. Kabel ( Wires ) Kabel Prestressing ( prategang ) biasanya diproduksi dari baja karbon.baik empat dan lima ulir batang pada kelompok tersebut memerlukan lubang jangkar yang relatif lebih besar.5in). Kekuatan tarik ultimate tendon jenis ini adalah dari 1570 sampai 1765 N/mm2 ( 228-256 ksi). Pada aplikasi umum. ukuran umum berkisar antara 5 sampai 8 mm. 2. ini perbedaannya dengan batang dalam sekali penjangkaran. Kabel tendon memiliki macam-macam diameter. Umumnya terdiri dari 7 kabel strand.4. . 19 kabel strand juga umum dan tersedia dalam ukuran 22.7in).

000-179. dan tidak ada uf yang kekuatan karakteristiknya kurang dari 95 %. Batasnya adalah jika tidak lebih dari 5 % dari pengujian berarti gagal. Gambar 3. sifat elastis.000 N/mm2 Etendon = 171. dan perilaku relaksasi.3 Karakteristik Tendon Pemilihan beban yang bekerja dan tingkat tegangan ijin biasanya dibuat berdasarkan kekuatan mekanis.000 N/mm2 Ini jelas bahwa E tendon lebih rendah dari E strand. Tegangan Uji (proof stress) Tegangan uji untuk menentukan stressing pada tendon yang dalam kaitannya dengan batas elastis.000-195. 1. 4. yang mana notasi fpu biasa digunakan. stressing.2. Kekuatan Karakteristik Secara umum. reaksi terhadap perubahan regangan tendon (creep). Perbedaan nilai-nilai E terlihat jelas antar uji panjang di laboratorium dan panjang relatif di lapangan. 2. Creep Response .2 % proof stress. tingkat tegangan ijin dan beban yang bekerja untuk beberapa jenis jangkar dikaitkan dengan kekuatan karakteristik. Tipe 7 kabel strand jangkar cross section menunjukkan normal dan bentuk padat 3. tetapi tidak ada hubungan umum yang dapat dibentuk jika menghubungkan 2 nilai itu. pengujian. 3.1 dan 0. pemindahan beban. sebesar 0.2 % . Karakteristik tendon akan dijelaskan dan dibahas pada bagian ini dalam kaitan dengan pengaruh kapasitas jangkar dalam memikul beban.6 Beberapa ulir batang untuk jangkar pada satu pelat untuk stressing pada waktu bersamaan (b).1 dan 0. dan pengawasan jangka panjang. Tegangan uji dididefinisikan sebagai suatu yang tegangan dimana pembebanannya menyebabkan elongasi tetap sebesar 0. Littlejohn Dan Bruce ( 1977) sudah memperoleh nilai-nilai E untuk prestressing baja menggunakan Stasiun pembangkit nuklir Wylfa: Estrand = 183. Modulus Elastis Nilai-nilai ini digambarkan bahwa terdapat kesalahan sebesar 5 % yang tidak dapat dihindari pada pengujian dan prosedur perekaman.(b) .

khusus untuk tanah dan air tanah harus diamati.dan dengan demikian pada lingkungan geologi yang panas. 3. dan waktu.3 Pengeboran Lubang Jangkar Konstruksi jangkar seharusnya dilakukan oleh kontraktor yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi di bidang ini. Diameter Lubang yang Dibor . kondisi temperaturnya.Creep adalah perubahan regangan pada tendon terhadap waktu selama tegangan konstan. water testing. Perilaku Relaksasi Relaksasi Tekanan adalah suatu pengurangan tegangan. Relaksasi tegangan meningkat dengan cepat pada temperatur di atas 20°C. pengeboran yang tidak baik. yang memungkinkan penjangkaran pada berbagai kondisi tanah dan menghasilkan teknik yang cocok untuk penerapan yang lebih kompleks. 5. Ini terjadi pada jangkar yang dipasang pada tanah kohesif dan tanah halus non kohesif . deformasi plastis dapat terjadi perlahan-lahan pada tingkat tegangan di bawah batas elastis. Ketika tendon diregangkan dengan pembebanan yang konstan. stressing dan pengujian. namun ditunjukkan bahwa jangkar sangat berbahaya jika dibuat dengan tidak benar. dan berhubungan dengan hilangnya beban pada tendon. dan tingkatnya terutama tergantung pada perawatan baja selama pembuatannya. pembuatan tendon dan pemasangannya. Perilaku ini ditunjukkan oleh penggantian regangan elastis secara bertahap oleh regangan plastis yang menyebabkan relaksasi tegangan elastis. Seperti creep. Tahap tahap urutan konstruksi jangkar adalah pengeboran lubang jangkar dan flushing ( pembersihan lubang jangkar). relaksasi adalah suatu fungsi logaritma waktu.. tetapi kegagalan jangkar dapat dikaitkan dengan pembuatan tendon yang buruk. Kemajuan pada konstruksi penjangkaran. Kebanyakan dari masalah terkait dengan tahap grouting.. dan flushing yang buruk. pada waktu tendon berada di bawah regangan konstan. perlindungan terhadap korosi.

3. . Pada kasus ini material grout diinjeksikan setelah tendon dipasang.3. Proses grouting juga menambah kekuatan dan karakteristik tanah atau batuan. pengaturan waktu. diperlukan casing yang fungsinya untuk mencegah runtuhnya tanah diatas casing sehingga dapat memperlancar proses pengeboran. yang dilakukan oleh panjang jangkar tetap. tetapi digunakan dengan sukses di negara-negara tertentu seperti Perancis untuk pengeboran lubang terbuka pada lanau dan pasir yang melapisi batu karang. Pilihan dan desain dari sistem grouting tergantung pada kondisi tanah dimana sistem grouting itu ditempatkan. selain itu juga dapat megikat dan melindungi jangkar dari bahaya korosi. Media Pembilasan yang paling umum adalah air dan udara atau suatu bentonit slurry. Grouting pada umumnya memiliki beberapa fungsi berikut ini: a. retakan-retakan. Pada ruang terbatas. celah-celah pada tanah atau batuan. Tindakan pembersihan ini dapat membersihkan sisi-sisi lubang supaya ikatannya lebih kuat pada batas antara tanah dan material grout. Pada tanah yang mudah runtuh. karena bahaya kesehatan dari partikel debu. sebelum proses stressing dilakukan (primary grout)..Untuk aplikasi umum. 3. baik digunakan pada tanah lempung yang lengket. penggunaan udara harus diperhatikan.1 Flushing Semua partikel dan material yang dihasilkan dari hasil sisa pengeboran harus dibersihkan semuanya dengan cepat.4 Grouting Definisi grouting adalah proses injeksi bahan cairan kedalam tanah untuk mengisi pori- pori. Mempertahankan tendon jangkar pada tanah dengan pembentukan daerah pemindahan beban.Membilas dengan Bentonit Slurry bukanlah cara umum. diameter lubang berkisar antar 75 sampai 150 mm (3-6 inch). kekuatan dan fungsi dari material grout. Air membilas dapat memperbaiki kondisi tanah.

Mengisi pori atau celah pada tanah sebelum pemasangan tendon dimana proses pregrouting sangat diperlukan dalam mencegah runtuhnya tanah. Mengisi ruang pori di dalam dan di sekitar tendon untuk menambah perlindungan terhadap korosi dan pemadatan pada tanah . dapat dilakukan dengan grouting tahap kedua setelah stressing (secondary grout).4.b. Gambar 3.7 primary grout dan secondary grout (Haussman. . 1996)) 3. Menambah kuat geser tanah c. d. Manfred R.1 Komposisi dan Material Semen Ini sangat penting untuk menentukan semen yang baik dan menciptakan kondisi penyimpanan semen yang ideal.

atau a rapid hardening variety (tipe 3) dapat digunakan. Gambar 3.Portland cement tipe 1 dapat memenuhi kasus tertentu. adalah zat yang berbahaya dan tidak cocok. 1990) . khususnya untuk aplikasi yang terkait dengan prestressing baja dengan kekuatan tinggi.5 %). Perbandingan harus cukup tinggi untuk kemudahan pelaksanaan dan melancarkan aliran ketika material grout dipompa ke lubang bor. Perbandingan kadar air dan semen adalah hal penting yang berpengaruh pada material dan karakteristik grout.1%). atau ketika baja tendon berhubungan langsung dengan grout. gula.8 Efek kadar air pada material grout (Xanthakos. Air Air yang mengandung sulfate (belerang) ( >0. Untuk antisipasi a sulfate resisting (tipe 2). chloride( >0. tapi memiliki daya tahan yang rendah dalam melawan serangan kimia.

40 – 0. perbandingan pori dari pengaturan bahan grout. Variabel yang mempengaruhi kekuatan bahan grout.35 -0. dan untuk mengontrol shrinkage (susut) dan mengatur waktu.55. Persetujuan umum untuk rasio tersebut berkisar 0. memastikan fluidity ( kelancaran aliran grout kedalam lubang). Ukuran diperoleh dari uji unconfined compressive strength Fu pada hari ke 7 dan 28. Kekuatan grouting pada Unconfined Compressive strength dapat diperkirakan dari persamaan Abram.4. yaitu: (3. rangkaian penting seperti perbandingan W/C.2 Kekuatan Material Grout Kekuatan bahan grout harus dapat mengikat tendon dengan tanah atau batuan. Admixture (campuran) Ini untuk menghasilkan campuran grout dengan bleeding (tanda bahwa grout sudah cukup karena bahan grout sudah keluar dari pipa ) yang rendah ( < 0.Berdasarkan survey internasional.5 %). rasio air/semen berkisar pada 0. Untuk mengukur kekuatan tanah yang diinjeksi biasanya digunakan alat Uncofined Compression Test. dan adanya admixture. 3.45.1) dimana : Fu = Kekuatan grouting A = Konstanta kekuatan = 14.000 lb/in2 B = Konstanta dimensi yang tergantung pada jenis semen dan umur pengujian w = Perbandingan W/C . jelasnya harga terbesar digunakan pada sandy alluvium deposit ( lapisan tanah alluvium). tipe semen.

Semen dengan tingkat kekerasan yang rendah memiliki kecenderungan untuk untuk mencapai kekuatan ultimate yang lebih tinggi karena pembentukan gel-gel yang lambat selama pengaturan awal (littlejohn.Kurva peningkatan kekuatan sebagai fungsi dari perbandingan W/C ditunjukkan dalam gambar di bawah ini untuk bahan grout tipe 1 dan 3. B = 5.6.. 1982).7. Persamaan diatas berlaku jika w > 0. ini berarti bahwa tipe 1 dan tipe 3 keduanya mencapai peningkatan kekuatan ekivalen.Untuk semen jenis 1 pada umur 28 hari. tetapi untuk bahan grout tipe 3 proporsi yang sama dengan tipe 1 dari kekuatan batas dicapai dalam 7 hari. kedua kurva tersebut hampir berhimpit. Gambar 3. Ada suatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa perbandingan W/C mencapai 0.9 Kurva .3 dan pada bahan grout untuk bleeding minimal. Bahan grout tipe 1 mencapai kekuatan kira kira 60-70 % dari kekuatan batas pada 28 hari. Kekuatan penuh ditunjukkan dibawah hydration kompleks. w< 0.

peningkatan kekuatan sebagai fungsi dari w/c (Xanthakos.4. dan setelah stressing tendon. gunanya untuk melindungi tendon dari korosi. 3. 2.4. Mencampur dengan tangan tidak dipebolehkan 5. Beban dipindahkan ke kepala jangkar sebagai prestresing . Two Stage Grouting Penyuntikan bahan grout untuk pertama kali untuk menciptkan zona ikatan pada fixed anchor length. Menggabungkan waktu pada setiap tumpukan harus menjadi cukup lama untuk menghasilkan campuran dari komposisi yang tidak seragam.1990) 3. Bagaimanapun juga. Perlengkapan pencampur dan pompa harus dibersihkan dan dirawat. oleh sebab itu hasil dari pekerjaan grouting dicapai bersama. Air dan admixture harus ditambahkan ke pencampur sebelum semen 3. 2. Single Stage Grouting Pada proses ini borehole diisi dengan bahan grout yang disuntikan terus menerus.3 Mixing Pekerjaan ini berpengaruh pada kualitas dan kekuatan material grout.4 Metoda Grouting Pekerjaan grouting dapat dikerjakan dengan 2 cara yaitu satu kali penyuntikan dan 2 kali penyuntikan. Semen dan admixture harus diukur beratnya secara akurat. walaupun zona free anchor length dibungkus dengan bahan grout. Mencampur yang baik harus mengikuti petunjuk berikut ini: 1. grouting tahap 2 dilakukan pada zona free length. 1. 4.

 tekanan air 2. Pembebanan Vertikal Ini mencakup berat dari anchored structure (struktur yang dijangkar) dan reaksi dari interaksi antar beban pada jangkar secara tidak langsung. Pembebanan konstruksi . yang biasanya bergantung pada besarnya strain(regangan) yang terjadi pada tanah. dan uplift(angkat). 3. Beban yang yang bekerja pada struktur yang dijangkar meliputi hal berikut ini: 1.tidak seluruhnya ditransmisikan ke daerah fixed anchor karena kemungkinan terjadi friksi pada daerah free length anchor 3. Pembebanan Lateral ini terdiri dari :  tegangan lateral tanah ( lateral earth stresses).   tekanan lateral disebabkan oleh beban tambahan yang bekerja pada permukaan tanah. tegangan lateral (lateral stresses) disebabkan oleh pembebanan terpusat seperti footing (pijakan). dorong. suatu struktur didasari oleh upward gaya seperti reaksi tanah.5 Beban Pada Jangkar Pembebanan dibagi menjadi 2 tipe yang bekerja pada struktur yang dijangkar dan pembebanan statis yang disebabkan oleh uji tarik atau pada tahap lockoff (kuncian). yang bekerja di dalam massa tanah. Disamping kekuatan dan pembebanan yang dikirim dari atas. Kelompok kedua dari pembebanan adalah yang dinyatakan dengan prestressing jangkar ke tingkatan yang diinginkan.

5% fpu Faktor keamanan akhir (Ultimate factor of safety) = 1. 4. dan berupa intensitas yang harus dimasukkan dalam desain.Ini terdiri dari 2 cara :  Dengan mengubah tegangan tanah (earth pressures) yang ada sesuai dengan batas yang ditetapkan. 3. Untuk jangkar tetap    Tegangan yang bekerja (Working Stress) = 50% fpu Faktor keamanan akhir (Ultimate factor of safety) = 2.5 Untuk jangkar sementara :   Tegangan yang bekerja (Working Stress) = 62.  Dengan beban induksi (inducing loads) yang disebabkan oleh kegiatan konstruksi dan peralatan.6 Faktor Keamanan Tendon Baja Faktor keamanan yang direkomendasikan untuk tendon baja diperoleh dari desain tegangan dan beban untuk jangkar tetap (permanent) dan jangkar sementara (temporary).0 Faktor keamanan yang diukur (Measured factor of safety) =1.6 . Pembebanan Dinamik Ini mencakup pengaruh getaran dari aktivitas gempa bumi atau pengaruh yang kuat dari beban berat terdekat dari struktur yang bergerak.

Faktor keamanan tersebut harus diberlakukan pada semua komponen pada jangkar dimana karakteristik kekuatan dan mekanis sudah tersedia.material grout dan material grout –batas tendon dengan material grout itu (tendon interface). Penggunaan torque pada umumnya dibatasi untuk kapasitas tendon jangkar yang rendah dan terutama untuk macam-macam tipe rockbolts. Tanah-Material Grout dan Material Grout – Tendon interface Faktor keamanan minimum paling sedikit 2. 3. menetapkan faktor keamanan yang sesuai dengan desain yang diterapkan.5 dan paling baik 3. sampai 150 Kn ( 40 kips ).5. 3. Kerugian . Faktor keamanan yang diukur/dicari (Measured factor of safety) =1. yang lebih baik FKnya diambil 3 untuk pembebanan tetap akhir yang diterapkan ke tanah. Hal ini menyatakan bahwa uji pembebanan harus paling sedikit 1. dan memastikan hasil kerja sesuai dengan desain dan rencana.7.7 Tegangan Jangkar (stressing) Stressing dapat diukur dengan pengujian yang dapat menentukan kapasitas beban pada jangkar dan perilakunya. Banyak kesalahan dibuat pada saat desain konstruksi yang ditemukan selama stressing dan pengujian. kecuali hasil uji lapangan total memastikan bahwa nilai terendah adalah memuaskan. Ground Mass (Massa Tanah) Untuk mencegah keruntuhan dipastikan dengan faktor keamanan tidak kurang dari 2.25 kali desain lapangan beban pada jangkar untuk jangkar permanen dan jangkar sementara.1 Torsi (Torque) dan Tarikan Langsung (Direct Pull) Stressing pada tendon biasanya dilakukan dengan cara memutar baut dengan memberikan tegangan pada tendon dengan menggunakan torque wrench ke locking nut yang diteruskan ke batang tendon yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Cara lain dengan menggunakan cara penekanan langsung (direct pull) dengan menggunakan alat hydraulic jack. sehingga situasi bahaya dapat dihindari.5 dan 1. Faktor keamanan ini diharapkan dapat menghubungkan desain dengan pembebanan tetap akhir.25 Faktor keamanan yang diukur adalah uji pembebanan yang dipisahkan oleh beban yang bekerja.

padat. Pada hubungan itu beban tarik dinyatakan dalam kilonewton dan torque dalam kilonewtonmeter. mudah untuk dikendalikan. dan harga murah. terutama peralatan yang digunakan adalah ringan.utamanya adalah adanya kesalahan dalam penerapan beban (kadang-kadang lebih tinggi dari 25 % ) dan kadang-kadang pada pengenalan tegangan torsi (putaran) pada tendon. Untuk mengatasi kesalahan pada tegangan torsi ini. penempatan bahan untuk mereduksi friksi dari minyak pelumas yang dioleskan pada lock-nut (baut) supaya pemutaran baut dan stressing pada tendon berjalan dengan baik. (a) . Torsi Tq. Metoda torque ini paling populer. diperlukan untuk menghasilkan suatu beban tarik Tt yang dapat dinilai dengan hubungan empiris sebagai berikut : TT= C.2) Dimana: C = Koefisien torsi Tt =beban tarik yang dihasilkan Tq =beban torsi koefisien C diperoleh dari batas-batas yang layak di bawah kontrol laboratorium.Tq (3.

Jika digunakan tendon jenis multistrand.10 Jenis-jenis metoda stressing dan peralatannya . dimana semua strand pada unit ditegangkan bersamaan. . (b) stressing dengan direct pull (Xanthakos.atau tarikan pada monostrand (monojacking) pada setiap strands ditegangkan dengan putaran. maka hidrolikjack harus digunakan jenis multistrand jack. pada metoda directpull diperkenalkan menggunakan multistrand jacks.(b) Gambar 3. 1990) Direct pull adalah metoda yang biasa digunakan oleh kontraktor jangkar karena cocok untuk sebagian besar jenis tendon dan kapasitas pembebanan. Direct pull digunakan pada penjangkaran yang menggunakan tendon dan kapasitas beban yang besar. Ketika strand digunakan sebagai tendon. (a)stressing dengan torque wrench.

hal utama yang harus diuji adalah menguji beban dimana beban yang diuji harus lebih besar dari beban kerja sehingga diperoleh .7. (a)jack untuk single strand stressing . 1990) 3. (b)solid ramjack untuk multistrand stressing (Xanthakos.11 Tipe alat jacking untuk penegangan jangkar tanah .2 Pengujian Stressing Pada Jangkar Pada pengujian stressing untuk menghasilkan jangkar.Gambar 3.

Harga maksimum pada pengujian gaya biasanya berbeda-beda sesuai dengan standar pengujian tersebut.faktor keamanan yang digunakan untuk mendesain besarnya beban kerja atau untuk mengetahui kesalahan dalam desain jangkar. Ini merupakan pengujian pada jangkar yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan jangkar dalam menahan beban yang lebih besar dari beban rencana dan mengetahui efisensi pemindahan beban pada daerah penjangkaran. Untuk jangkar tetap (permanent anchor) pengujian gaya biasanya lebih besar dari jangkar sementara (temporary anchor).3) dimana : = Unit kuat tarik jangkar tanah (t/m2) Kf = Koefisien Tekanan (Berkisar antara 1-3 untuk tanah padat) . 3. Uji ini terdiri dari satu pembebanan (single load) yang mengalami tambahan 1.8 Proof Test Proof test untuk membuktikan hasil dari setiap produksi jangkar tanah.5 kali desain pembebanan. unit kuat tarik dari jangkar tanah dapat dihitung sebagai berikut: (3.9 Perkiraan Kapasitas Tarik Jangkar Untuk primary grout yang berada dalam lapisan pasir. 3. Selain itu juga termasuk pemeliharaan jangkar beserta komponennya sebagai system penyangga untuk memastikan bahwa jangkar sudah sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pada pengujian itu pengukuran pergerakan kepala jangkar disesuaikan dengan kenaikan beban tarik dan perubahan yang terjadi dicatat selama pengujian. Diagram pergerakan kepala jangkar terhadap gaya memberikan informasi mengenai karakteristik dan parameter dari jangkar. Diagram hubungan antara pergerakan kepala jangkar terhadap waktu memberikan petunjuk mengenai kekuatan jangkar yang dijepit pada tanah / batuan.3 sampai 1.

2. 19 Sc .(t/m2) Sudut Geser antara material grout dengan tanah Persamaan dibawah ini untuk menghitung kuat tarik ultimit untuk primary grout: Tult = Tall =Tult/FK = primary grout (3.4) (3.  PE wrapping dengan diameter ID/OD 14/16 mm digunakan pada free length dan difungsikan untuk membungkus tiap strand yang dilapisi dengan pelumas.  PE grout tube (pipa)dengan diameter ID/OD 16/20 mm disediakan untuk grouting c.5 “ Spesifikasi :ASTM A 416 -90a ( Grade 270 ) – relaksasi rendah b.VSL memberikan spesifikasi setiap material yang diperlukan dalam pembuatan dan pemasangan anchor secara detail pada Jembatan Cimeta.5) .1. Strand Spesifikasi strand yang digunakan sebagai berikut: Material : 7 wire strand untuk beton prategang Tipe dan grade : diameter 0. 12 Sc. Anchor Block Jenis anchor block dari PT.1. Polyethylene (PE) Pipa dibuat dari polyethylene yang terdiri atas :  PE corrugated dengan diameter ID/OD 60/70 mm digunakan untuk membungkus tendon sepanjang keseluruhan panjang jangkar. PROSES PEMASANGAN GROUND ANCHOR 5.2 Data Teknis Ground Anchor 3.1 Spesifikasi Material PT. a. 5.VSL yang digunakan adalah Live anchor : 7 Sc.

g.7 mm. 5. Perlindungan terhadap korosi. Komposisi dari material untuk grouting adalah berikut ini:  Semen : PC semen tipe 1 berisi tidak lebih dari 0.2.5 sampai 25 liter untuk setiap karung semen yang beratnya 50 kg. pipa PE corrugated dan pipa grout.1. Spacer Spacer juga dibuat dari polyethylene dan digunakan sebagai ruang penyalur bagi material grout. Kemampuan aliran akan diukur dengan VSL Standard funnel (flow cone) yang mempunyai diameter inlet 178 mm dan diameter outlet sebesar 12. Spreader Spreader dibuat oleh polyethylene dan digunakan untuk strands e.45 % atau 225 gram untuk setiap bungkus semen yang beratnya 50 kg.45 – 0. Grease ( minyak pelumas) Minyak pelumas diketahui sebagai SGLM 2 dan diproduksi dari pertamina. d.5  Tambahan : Cebex 100 adalah pengembangan campuran material grout dan material yang tidak mengalami susut.1 % sulfat. Waktu outflow harus antara 14 dan 18 detik.2 Spesifikasi Grouting a.02 % klorida dan 0.3 Studi Lapangan .  Air : Air mengandung tidak lebih dari 300 mg ion klorida volume air berkisar antar 22. b. End Cap End cap adalah bagian system jangkar yang terbuat dari baja atau PE yang terletak di bottom end (akhir dasar). Uji kemampuan aliran Test akan dilaksanakan segera setelah mixing dengan seketika setelah pencampuran. Semen dibungkus dengan berat 50 kg setiap karung. Tes penghancuran (crushing test) Sampel akan diuji pada hari ke 28 dan harus mencapai kekuatan kepadatan minimumnya 30 Mpa. Ada 3 lapis yang diberikan perlindungan terhadap serangan korosi pada ground anchor yaitu: grease. Ini akan dicampur dengan material grout dengan berat semen 0.  Perbandingan Air / semen : 0. 3. trial mix dilakukan dan minimum 5 sample dengan dimensi 5x5x5 cm akan dibuat untuk pengujian. Hal ini dapat memudahkan aliran material grout tanpa pemisahan. bagaimanana pun juga jumlah strand yang ada pada tendon. f.2. 5. Trial Mix Test Sebelum memulai proses grouting. Jika nilai nilai tersebut ada di atas atau dibawah batas. Pengujian terdiri dari penghancuran (crushing) dan kemampuan mengalirnya material grout (flow ability test). c.Ukuran dari jangkar yang dipilih. material grout harus dikoreksi. Ini menutup dasar dan mempermudah pemasangan.

Pemadatan di bagian yang digali dengan timbunan yang didalamnya berisi campuran gravel. Sebelum pemasangan ground anchor terdapat beberapa tahap konstruksi yang terjadi di sekitar konstruksi : 1. Tahap pemasangan ground anchor sebagai berikut: 1.3 penggalian dan pembuatan abutment Gambar 5.Pengeboran. Gambar 5. Alat bor yang ada di lapangan terdiri dari 3 macam: . boulder. 4. dan lain-lain. 5.Skripsi ini membahas mengenai proses sebelum pemasangan anchor dan proses pemasangan anchor. Penggalian di sekitar abutment 3. Pemasangan tiang pancang di bawah tempat abutment akan dibangun. Pembuatan box di sebelah abutment 2. Pembuatan konstruksi abutment. Di Abutment 1 sudah ada 4 lubang yang sudah siap dibor dengan alat bor.4 Proses pemadatan di bagian yang digali Setelah penimbunan selesai. terdapat beberapa tahap beserta kendala-kendala dalam pemasangan ground anchor.

Dari 3 lubang tersebut. 3. sehingga abutment tersebut tetap kokoh.Alat bor yang hanya pakai listrik saja. yang sudah dibor sampai kedalaman 43 m hanya lubang ke-4. beban jalan dan beban lateral yang diakibatkan oleh timbunan.Alat bor yang menggunakan Hand Wind (untuk menginjeksi bor) dan dinamo listrik. diharapkan Ground Anchors tersebut mampu menahan beban yang diakibatkan oleh beban lalu lintas. Pada saat dilakukan pengeboran. Kendala yang dihadapi pada saat pengeboran menggunakan terot adalah: . pada ujung mata bor yang dimasukkan disemprot air agar mata bor tidak aus (rusak) dan lumpur/kotoran yang ada di dalam keluar. 2. sehingga kalau untuk 4 lubang dibor selama 8 hari.Alat bor yang menggunakan hidroliks (dari PT Wiraatman).1.5 Pekerjaan pengeboran dengan alat drilling ( pakai dynamo dan wings) Pekerjaa n ini dilakukan oleh PT. Gambar 5.. Proses pengeboran sewajarnya memakan waktu untuk 1 lubang diselesaikan dalam waktu 2 hari. untuk lubang 3 dan 2 dibor sampai kedalaman 20 m.Trireka. yang artinya dengan batas aman kedalaman 43 m. Pengeboran dilakukan dengan target mencapai kedalaman 43 m. lubang 1 belum di bor sama sekali (Pekerjaan ini sudah menghabiskan waktu 16 hari).

1. Pada lubang 2. Gambar 5. Hal ini terjadi karena pada kedalaman 6 m terdapat gravel dan boulder. . Pengelasan mata bor yang rusak bagian drat.7.6 Terot dimasukkan ke dalam lubang bor dengan alat pengeboran Gambar 5. 3. mata bor dan terot tertinggal di dalam lubang.

untuk mengatasi longsor di dalam lubang. PT Trireka mendatangkan alat bor lain yang menggunakan alat pengeboran yang lebih kecil tapi dinamonya lebih besar. Casing itu memiliki diameter 6 inch ( sekitar 6 cm). kendala yang dihadapi setelah casing dipasang adalah pada kedalaman 20-37 m mata bor rusak. setelah dibor mengalami longsor sehingga menghambat Gambar 5. 2. yang artinya melakukan grouting di dalam lubang sehingga sisi lubang menjadi padat. Pada saat pregrout terjadi longsor disekitar lubang akhirnya semen naik ke atas. Trireka mencoba mengatasi masalah ini dengan cara pregrout. casing mulai aus pada drat ( ulirnya ) sehingga tidak dapat bekerja dengan baik. Karena gagal terus. terlepas dari drat (ulir) tetapi akhirnya dapat dicabut dengan Hidraulik dan Jack Chasing. Hal ini disebabkan karena waktu pregrouting terlalu banyak semen dimasukkan ke lubang sehingga semen itu naik 5 m dari depan lalu mengeras dan menekan chasing.8 Casing yang akan dimasukkan ke dalam lubang Setelah itu PT.Trireka mendatangkan casing yang memiliki panjang 3. Masalah yang terjadi adalah chasing dengan panjang 5 tertanam pada kedalaman 20 m. Pada lubang ke 4.5 m. . maka dicabut casingnya karena terdapat batu keras (boulder dan cadas). PT. Setelah itu hasil grouting dihancurkan dan ternyata pada saat dibor lagi tanah di dalamnya masih longsor.sampai kedalaman 17 m tanah dan batu pergerakan terot.

casingnya patah. Gambar 5. Kemungkinan mata bor berhenti karena gravel atau mata bor yang sebelumnya tertinggal di dalamnya. Untuk lubang 1 dan 2 setelah tendon pada lubang 3 dan 4 di masukkan karena proses pengeboran pada lubang 1 dan 2 mengalami hambatan. Di lapangan pemasangan akan dilakukan dengan beberapa langkah-langkah berikut ini:  Menurunkan tendon dengan hati-hati ke dalam lubang.Soilend. Pemasangan Tendon Pemasangan tendon di lapangan berjalan dengan baik pada lubang 3 & 4. Lubang 3 dan 4 sudah dibor sampai kedalaman 47 m.VSL selaku pelaksana pekerjaan Ground Anchor mendatangkan PT. mata bor rusak.Gambar 5. Sebelum pemasangan tendon harus dipastikan bahwa lubang sudah dibersihkan dengan air dan kedalaman lubang sudah dicek. PT.  Memastikan bahwa strand sudah dimasukkan ke lubang sampai kedalaman tertentu sehingga diperbolehkan stressing.10 Alat bor PT Soilend 2. PT. lalu PT. .Trireka tidak sanggup meneruskan pekerjaan ini.soilend mampu mengerjakan pekerjaan ini karena alat mereka lebih canggih.9 Alat bor dengan dynamo yang lebih besar Cara ini juga gagal karena alat bor berhenti pada kedalaman 16 m.

Dibawah ini merupakan gambar bagian-bagian tendon: Gambar 5. Memastikan tendon lebih dahulu sebelum pemasangan bracket dan kepala jangkar.11 End Cap pada ujung PE Smooth Gambar 5.12 PE Smooth .

Material grout akan dipompa melalui PE grout tube yang mempunyai tekanan dari kira-kira 5 batang (=5 kg/cm2). Gambar 5.14 PE Grout . Grouting Grouting segera dilakukan setelah pemasangan tendon ke lubang yang dibor.13 PE gorogoted 3.Gambar 5.

lubang 3(47m). Untuk pekerjaan stressing dilaksanakan oleh PT. Strength Length 2m. VSL Indonesia. Free Length 25 m. tahapan proses stressing yang terjadi di lapangan 1.Pompa grouting diperlihatkan pada gambar di bawah ini: Gambar 5. Pada Lubang 3 dan 4 total panjang tendon yang dimasukkan adalah 43 m dengan Bone length 18 m. 4.15 Pompa untuk grouting Kedalaman masing-masing lubang adalah lubang 1(37 m). Stressing Tujuan prestress / stressing adalah pemberian tegangan awal agar beban yang akan terjadi lebih kecil dari beban yang diberi pada kabel strand (pada saat awal). pada saat struktur mengalami kelongsoran yang menahan adalah bone length itu sendiri. Memasang steel bracket. bearing plate dan anchor block . lubang 2(47m). lubang 4(47m). Bahwa penempatan Bone Length harus di luar bidang longsor.

Pindahkan hydraulic jack dan pasang wedges pada setiap strand . Melakukan proofing test tanpa wedges hingga proofing load =100.18 Pekerja mau melakukan pekerjaan stressing 4.17 Hidraulick jack dipasang 3.0 Tf. bearing plate dan anchor block 2.Gambar 5.16 Pasang steel bracket. Gambar 5. Catat elongation strand pada setiap tahap pembebanan. Memposisikan hydraulic jack (longt stroke jack) Gambar 5. Lakukan release secara perlahan setelah dicapai proof load di atas. 5.

catat elongation. 8. 7.19 Pemasangan wedges pada strand 6.0 Tf) Lakukan re-stressing dan lift off test 24 jam bila lebih kecil dari angka tersebut.Gambar 5. Potong ujung strand 2-3 cm. Catat elongation strand pada setiap tahap pembebanan. Lanjutkan stressing hingga lock-off load = 55 Tf (beban akhir). Titik pertama sampai 110 ton (prove load). t = 1.20 Lift-off setelah 24 jam dilakukan 9. Evaluasi hasil stressing:  Buat grafik elongation strand vs gaya. Lakukan stressing awal sebesar 10 % x DL ( = 5. Gunakan chair detension dan steel plate dengan tebal maksimal. lakuakan finishing akhir oleh kontraktor utama 11.0 mm. Gambar 5.0 Tf). Bandingkan dengan batas atas dan batas bawah. Grafik tersebut terdapat di halaman lampiran 10. Lakukan lift-off test 24 jam ( setelah 24 jam) untuk mengetahui residual load. lalu dilakukan pengcekan setelah 30 hari (lift off tahap 2) .  Residual load > = 90 % x DL (min 45.

.Diposkan oleh Captain Piezocone di 16.. Diberdayakan oleh Blogger.28 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Pengikut Arsip Blog  ▼ 2012 (5) o ▼ Februari (5)  GROUND ANCHOR  SOIL LOGGING TP3  SUPERVISI PEMBORAN GEOTEKNIK OVERWATER  SUPERVISI PEMBORAN GEOTEKNIK ONSHORE  Dinding Penahan Tanah dan Tekanan Tanah Lateral Mengenai Saya Captain Piezocone Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful