You are on page 1of 8

1

EFEK FOTOLISTRIK ( ⁄ PHOTOELECTRIC EFFECT ( ⁄ Desi Fatimatus Zahro Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember desifatimatuszahro@gmail.com

9 Desember 2013 ABSTRACT The phenomenon of releasing electrons from the cathode to the anode of metal surface due to the collision of metal surfaces with electromagnetic waves (photons) that have a certain frequency. This phenomenon is called the photoelectric effect. From this, it can be determined the ratio of the Planck’s constant and the electron charge ( ) using the linearity of the relationship between and that obtained from the experiments. From this experiment, the obtained value of ⁄ is 1,0658 x 10-15 Js/C (1st order) and 1,4199 x 10-15 Js/C (2nd order) with 74,26% and 65,71% of discrepancy. These results demonstrate the lack of accurate measurements carried out. But, the chart of relation between and has shown the compliance that approach linear graph theory. Keywords: photoelectric effect, electron, Planck's constant. PENDAHULUAN Efek fotolistrik merupakan suatu hasil penelitian ahli fisika yaitu suatu proses pemancaran elektron dari suatu permukaan logam ketika dikenai dan menyerap radiasi elektromagnetik dengan frekuensi yang yaitu cahaya harus dipandang sebagai paketpaket energi berupa foton. Foton mampu bertumbukan dengan partikel lain ataupun sesama partikel foton. Sikap dan sifat inilah yang dimanfaatkan pada proses efek fotolistrik.[2] Dengan energi foton yang diperlukan

minimal dari

besarnya berada di atas frekuensi ambang bahan logam. Sehingga jika frekuensi

untuk melepaskan

elektron dari permukaan logam adalah: (1) dimana adalah frekuensi ambang

elektromagnetik di bawah frekuensi ambang logam, maka tidak akan pernah terjadi efek fotolistrik.[1] Albert Einstain menerangkan

(frekuensi minimum) untuk melepaskan elektron dari katoda. Energi minimal ini disebut work function (fungsi kerja) yang

hipotesanya mengenai gejala efek fotolistrik

Prosedur kerjanya meliputi persiapan. maka energi total foton dapat diperoleh dari : (2) Sehingga: (3) dimana merupakan selisih antara transmisi terhadap potensial penghenti. Sehingga intensitas sinar datang pengamatan spektrum warna orde satu dan orde dua. (4) Sehingga persamaan (3) menjadi : (5) Dengan disebut sebagai potensial fotodioda). Selain itu pada eksperimen efek fotolistrik ini akan dicari pengaruh frekuensi cahaya yang diteruskan ke frekuensi sinar datang (foton) dan frekuensi ambang permukaan logam katoda. Berikut merupakan desain alat yang . Maka dari itu dengan bantuan grafik hubungan frekuensi dan potensial penghenti yang dihasilkan dapat diketahui harga ⁄ dan harga (fungsi kerja potensial oleh dua elektroda tersebut. relative pengamatan transmission dengan dan variasi penghenti (stopping potential).[4] Salah satu fakta mengenai efek fotolistrik yaitu arus fotolistrik (jumlah elektron yang mengalir setiap detik) adalah berbanding lurus dengan intensitas sinar datang. Besar arus fotoelektron dapat diukur sebagai nilai beda potensial antara katoda dan anoda.[3] Gejala fotolistrik dapat diamati terhadap potensial penghenti pada spektrum orde satu dan orde dua. Yakni ketika perubahan energi kinetik elektron sama dengan energi (sebanding). Sedangkan arus fotolistrik dapat dilihat sebagai nilai beda potensial diantara fotodioda. Sebelum melakukan pengamatan. Jika dua elektroda tersebut diberi beda potensial dari luar.2 sering dilambangkan dengan Jika akan sebanding dengan beda potensial (potensial penghenti yang terukur diantara fotodioda). METODE EKSPERIMEN Eksperimen fotolistrik ini dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan hasil dengan mudah. maka arus fotoelektron akan terhenti. maka perlu disiapkan peralatan apa saja yang akan digunakan dan bagaimana penyusunannya. Persamaaan (5) merupakan persamaan garis linier atau hubungan dan adalah linier dengan munculnya arus fotoelektron. Filter transmisi merupakan filter yang mengatur intensitas fotodioda.[4] Maka dari itu eksperimen ini akan dicari bagaimana pengaruh filter perubahan energi kinetik elektron dapat dirumuskan sebagai .

000 14 Hijau 5.074 14 Biru 6.18672 x 10 578. Berikut ini tabel warna beserta frekuensi dan panjang gelombangnya: Warna Frekuensi (Hz) (nm) 14 Kuning 5.87858 x 10 435. 40% dan 20% untuk masing-masing spektrum warna.48996 x 10 546. Susunan eksperimen efek fotolistrik Cahaya polikromatik yang h/e apparatus dihidupkan Atur posisinya Tekan ”discharge” pada panel h/e apparatus Gambar 2. 80%.656 Tahap persiapan yakni tahap dimana peralatan sudah siap untuk digunakan sebagai alat pengamatan. Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh relative transmission terhadap potensial penghenti (stopping potential).40858 x 10 404. Pengaruh ini akan nampak ketika intensitas cahayanya divariasikan dari 100%.3 digunakan fotolistrik: dalam eksperimen efek Peralatan Eksperimen Fotolistrik disusun seperti gambar 1 Sumber cahaya merkuri dihidupkan Tunggu Amati spektrum yang dipancarkan Muncul 4 macam spektrum warna Gambar 1. Setiap spektrum warna memiliki nilai frekuensi masingmasing. intensitas cahaya yang diteruskan ke fotodioda.835 14 Ungu 7. Diagram langkah kerja ke-1 Prosedur pengamatan transmission. Dilakukan pula kalibrasi alat dengan mengosongkan muatan akumulasi pada fotodioda yakni dengan cara menekan tombol “discharge” pada panel h/e apparatus. 60%. . transmission pengatur selanjutnya menggunakan Pada memiliki dasarnya fungsi adalah relative relative sebagai akan dipancarkan oleh sumber cahaya merkuri diteruskan oleh lensa/grating blased 500 nm. sehingga cahaya yang dihasilkan terpisah berdasarkan frekuensinya.

80%. diketahui Berikut spektrum warna orde satu dan dua. 40%. Diagram langkah kerja ke-3 Setelah diperoleh harga h/e dari Gambar 3.4 Posisi h/e apparatus diatur nantinya akan digunakan untuk menentukan harga h/e dan fungsi kerja bahan Posisi h/e apparatus diatur sehingga warna kuning tepat mengenai jendela fotodioda Filter diletakkan di depan reflektif h/e apparatus Relative transmission diletakkan dan diposisikan di depan reflektif h/e apparatus Filter warna kuning diletakkan di depan h/e apparatus Pilih angka 100% . Pengamatan ini digunakan untuk membandingkan hubungan antara dengan frekuensi potensial masing-masing penghentinya warna yang merupakan perumusan nilai diskrepansi: | ( ⁄ ) ( ⁄ ) ( ⁄ ) | (6) suatu eksperimen dikatakan baik jika nilai diskrepansinya kurang dari 5%. 20% secara bergantian. Dengan keakuratan demikian hasil dapat eksperimen. Sedangkan orde dua adalah kelompok spektrum warna yang terlihat setelah orde satu. Yang dimaksud orde satu adalah kelompok spektrum warna yang pertama kali terlihat ketika menggeser h/e apparatus baik ke kanan ataupun ke kiri. 60%. maka perlu dicari seberapa besar nilai kesesuaian hasil yang diperoleh dengan menentukan nilai diskrepansinya. Diagram langkah kerja ke-2 Selanjutnya adalah pengamatan eksperimen. . tekan discharge lalu lepaskan Potensial penghentinya dicatat Tekan discharge lalu lepaskan Catat potensial penghentinya Diulangi untuk warna yang berbeda Dibuat grafik hubungan transmisi dengan Δ𝑉 Ulangi langkah di atas untuk warna yang berbeda Dibuat grafik hubungan 𝜈 dengan Δ𝑉 Gambar 4.

09 V 0.09 V 0.5 0 50 100 150 Filter Transmisi (%) Gambar 7.50 V 20 15 10 5 0 0 50 100 150 Filter Transmisi (%) 9 8. Filter transmisi versus potensial penghenti (Spektrum kuning) Gambar 8.22 V 0.16 V Ungu 0. Pengaruh filter transmisi terhadap beda potensial penghenti Table 1.10 V 0.33 V 0.26 V 0.09 V Potensial penghenti pada spektrum Hijau Biru 0. Filter transmisi versus potensial penghenti (Spektrum hijau) Gambar 10.19 V 0.25 V 0. Filter transmisi versus potensial penghenti (Spektrum ungu) .09 V 0. Data potensial penghenti keempat spektrum warna dengan intensitas yang berbeda-beda Filter transmisi 20% 40% 60% 80% 100% 9. maka didapatkan hasil sebagai berikut : 1.24 V 0.17 V 0.08 V 0.5 HASIL Setelah melakukan langkah-langkah dalam metodologi eksperimen dengan sistematis.08 V 0.13 V 0.5 Potensial Penghenti ( x10-2 V) Potensial Penghenti ( x10-2 V) Kuning 0.5 8 7.13 V 0.23 V 0.07 V 0. Filter transmisi versus potensial penghenti (Spektrum biru) Potensial Penghenti ( x10-2 V) 20 10 0 0 50 100 150 Filter Transmisi (%) Potensial Penghenti ( x10-2 V) 30 60 40 20 0 0 50 100 150 Filter Transmisi (%) Gambar 9.

Harga h/e dan Orde ke1 2 Gambar 12. Frekuensi versus potensial penghenti (orde 1) Tabel 2.086 x 10-17 transmisi yang memiliki fungsi mengatur fotolistrik dengan intensitas fotodioda. 60%.658x .017 Potensial Penghenti ( x10-2 V) 60 40 20 0 0 2 4 Frekuensi (x 1014Hz) y = 14. Di depan fotodioda juga diletakkan sebuah filter penghentinya. Pengubahan warna atau pengubahan frekuensi juga sangat mempengaruhi nilai potensial penghentinya. Dengan meletakkan salah satu spektrum tepat di jendela fotodioda. 40% dan 20%. maka semakin besar pula potensial apparatus tersebut.4199 x 10-15 PEMBAHASAN Ekseperimen menggunakan h/e apparatus dan sumber cahaya merkuri mampu menghasilkan nilai perbandingan antara konstanta Planck (h) dan muatan elektron (e).67. biru dan ungu. dilakukan cahaya Dari yang masuk ini dalam telah variasi h/e (Js/C) 1.0658 x 10-15 1.71% (J) 7. Frekuensi versus potensial penghenti (orde 2) (fungsi kerja) yang diperoleh dari eksperimen D 74. maka akan diketahui nilai potensial penghenti setiap warna.199x .522 x 10-18 1.27% 65. 80%. Pada percobaan kali ini secara umum didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa semakin besar .47. Selain itu dapat diketahui fungsi kerja (work function) fotodioda yang digunakan pada h/e percobaaan pengamatan dengan intensitas yakni 100%.867 4 Frekuensi (x 1014Hz) 6 8 6 8 Gambar 11. Ketika menghidupkan sumber cahaya akan didapatkan penampakan empat spektrum warna yakni kuning. hijau. begitu juga sebaliknya. Besarnya intensitas besarnya sangat potensial mempengaruhi penghentinya.6 2. Penentuan harga h/e dan fungsi kerja fotodioda 50 40 30 20 10 0 0 2 Potensial Penghenti ( x10-2 V) y = 10. Secara umum semakin besar intensitas cahaya yang masuk fotodioda.

Namun hal ini masih perlu diteliti lagi atas kebenaran pernyataan tersebut.71%. Kesimpulan sementara dari penentuan harga fungsi kerja adalah seiring naiknya orde spektrum warna. Penentuan harga h/e pada praktikum efek fotolistrik ini adalah dengan cara melihat hubungan frekuensi dan potensial penghenti. maka semakin besar pula diperhitungkan adalah 74. Meskipun demikian secara umum percobaan ini telah membuktikan bahwa hubungan frekuensi dan potensial penghenti adalah sebanding sehingga menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh pada percobaan kali ini belum baik dan perlu dilakukan lagi oleh orang lain demi mencapai harga h/e yang mendekati/ sesuai dengan acuan. semakin besar frekuensi maka potensial penghentinya akan semakin besar pula. dari grafik hasil ini juga dapat ditentukan harga fungsi kerja (work function) dari fotodioda yang digunakan. Dengan harga h/e acuan adalah 4.7 frekuensi gelombang cahaya yang megenai fotodioda. Namun pada pengubahan dari spektrum warna hijau ke biru terjadi penurunan nilai potensial penghenti. Dari grafik yang diperoleh. Pada orde satu dan orde dua harga fungsi kerjanya adalah 7.4199 x 10-15 Js/C. maka semakin besar pula . maka nilai diskrepansi yang KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil dan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa: 1.0658 x 10-15 Js/C dan 1.14125 x 10-15 Js/C.27% dan 65. akan didapatkan nilai gradien/kemiringan pada setiap orde. dimana setiap orde terdiri dari empat spektrum warna yang berbeda. Semakin besar intensitas cahaya yang dikenakan pada fotodioda (melalui filter transmisi). Dari hasil eksperimen ditemukan harga h/e pada orde satu dan orde dua secara berurutan adalah 1. dimana fungsi kerja dibagi muatan elektron adalah sebanding dengan nilai konstanta pada persamaan garis linier yang diperoleh dari grafik. Ketidaksesuaian ini dimungkinkan karena penampakan spektrum warna biru terlihat tidak begitu jelas bahkan intensitas sebelum mengenai filter transmisi sudah kecil. hal inilah yang menjadi ganjalan pada percobaan kali ini.522 x 10-18 J dan 1. Diskrepansi yang sangat besar ini potensial penghenti yang terukur. Untuk lebih mudah maka digunakan grafik pada excel. harga fungsi kerja akan semakin besar. Selain dapat menunjukkan harga h/e.086 x 10-17 J. begitu juga sebaliknya. Harga fungsi kerja dapat diperoleh dengan mudah dari grafik tersebut.

Fisika Modern Fisika Atom. K. Nilai h/e yang diperoleh adalah 1. Yogyakarta: Universitas Gajah adalah Sagufindo Kinarya. Fisika Modern. B. maka semakin besar pula potensial penghentinya. Karena nilai h/e sebanding dengan gradien yang dihasilkan oleh grafik. DAFTAR PUSTAKA [1] Subali. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.3 % (orde 1) dan 65. [2] Soedojo. dihasilkan yakni 74. 1992. 1986. Jakarta: Universitas Indonesia. 3.8 potensial penghentinya.4199 x 10-15 Js/C (orde 2) hal ini kurang sesuai dengan referensi yang menyebutkan bahwa nilai h/e adalah 4. Fisika.086 x 10-17 J.72 % (orde 2). P. Adapun fotolistrik saran untuk sebelum eksperimen melakukan [4] Muljono. Mada. maka setidaknya nilai gradien sekitar 41. 2003. Azas-azas Ilmu Fisika. Begitu juga dengan frekuensi yakni semakin besar frekuensi cahaya yang dikenakan pada fotodioda. Hal ini dapat dilihat dari hasil yaitu pada orde 1 berharga 7. Jakarta: [3] Krane. Harga fungsi kerja akan naik seiring naiknya orde spektrum cahaya yang mengenai fotodioda.0658 x 10-15 Js/C (orde 1) dan 1. 1998. Ketidaksesuaian ini juga dapat dilihat dari nilai diskrepansi yang benar memahami materi mengenai efek fotolistrik dan teliti dalam memfokuskan spektrum cahaya tepat di tengah jendela fotodioda. 2.41 untuk memperoleh harga h/e yang sesuai dengan referensi.1413 x 10-15 Js/C.522 x 10-18 J dan pada orde 2 berharga 1. eksperimen sebaiknya praktikan benar- .