You are on page 1of 21

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN A.

Pendahuluan Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk mencerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula. Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. AECT (Associationfor Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:    Pesan Orang Bahan : didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran. : didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan sebagainya. : merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan

pembelajaran, seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT (over head transparency), program slide,alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software).  Alat : yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti, hardware) untuk menyajikan

bahan pada butir 3 di atas. Di dalamnya mencakup proyektor OHP, slide, film tape recorder, dan sebagainya.  Teknik : yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam

membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup ceramah,permainan/simulasi, tanya jawab, sosiodrama (roleplay), dan sebagainya.  Latar (setting) atau lingkungan : termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya. Bahan dan alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain adalah media pendidikan.

B. Pengertian Pengembangan Pembelajaran Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.Banyak ahli yang memberikan batasan tentang media pembelajaran. AECT misalnya, mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Senada dengan itu, Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar. Bagaimana hubungan media pembelajaran dengan media pendidikan ? Media pendidikan, tentu saja media yang digunakan dalam proses dan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada hakekatnya media pendidikan juga merupakan media komunikasi, karena proses pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Apabila kita bandingkan dengan media pembelajaran, maka media pendidikan sifatnya lebih umum, sebagaimana pengertian pendidikan itu sendiri. Sedangkan media pembelajaran sifatnya lebih mengkhusus, maksudnya media pendidikan yang secara khusus digunakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan secara khusus. Tidak semua media pendidiikan adalah media pembelajaran, tetapi setiap media pembelajaran pasti termasuk media pendidikan. Apa pula bedanya dengan alat peraga, alat bantu guru ( teaching aids), alat bantu audio visual (AVA), atau alat bantu belajar yang selama ini sering juga kita dengar? Pada dasarnya, semua istilah itu dapat kita masukkan dalam konsep media, karena konsep media merupakan perkembangan lebih lanjut dari konsep-konsep tersebut. Alat peraga adalah alat (benda) yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/ konkrit. Alat bantu adalah alat (benda) yang digunakan oleh guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar. Audio-Visual Aids (AVA) mempunyai pengertian dan tujuan yang sama hanya saja penekanannya pada peralatan audio dan visual. Sedangkan alat bantu belajar penekanannya pada fihak yang

Radio kaset dan Video player. Dengan demikian. maka lahirlah peralatan audio visual pembelajaran. Bahan sering disebut perangkat lunak / software. Jadi salah satu atau kombinasi perangkat lunak (bahan) dan perangkat keras (alat) bersama-sama dinamakan media. memotivasi serta mempertinggi daya serap dan daya ingat siswa dalam belajar. jelaslah bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sumber belajar. teknik dan latar/lingkungan. Satu konsep lain yang sangat berkaitan dengan media pembelajaran adalah istilah sumber belajar. Bahan belajar tersebut hanya bisa disajikan jika ada alat. Pada masa itu kita mengenal tokoh bernama Johan Amos Comenius yang tercatat sebagai orang pertama yang menulis buku bergambar yang ditujukan untuk anak sekolah. Bagaimana kaitan antara media belajar dengan sumber belajar? Sebagaimana telah dibahas di muka. Apa yang dinamakan media sebenarnya adalah bahan dan alat belajar tersebut. Sekitar pertengahan abad 20 usaha pemanfaatan alat visual mulai dilengkapi dengan peralatan audio. program kaset audio dan program video adalah beberapa contoh bahan belajar. tanpa terlebih dahulu melalui penginderaan. Penulisan buku itu dilandasi oleh suatu konsep dasar bahwa tak ada sesuatu dalam akal pikiran manusia. dapat kita rangkum dalam satu istilah umum yaitu media pembelajaran. alat. misalnya berupa OHP. Kalau kita amati lebih cermat lagi. Sumber belajar bisa berupa pesan. Usaha-usaha untuk membuat pelajaran abstrak menjadi lebih konkrit terus dilakukan. Dalam usaha itu. Buku tersebut berjudul Orbis Sensualium Pictus (Dunia Tergambar) yang diterbitlkan pertama kali pada tahun 1657. Semua istilah tersebut. terutama indera pandang-dengar. sumber belajar itu kemudian bertambah dengan adanya buku.belajar (pebelajar). orang. sumber belajar memiliki cakupan yang lebih luas daripada media belajar. pada mulanya media pembelajaran hanyalah dianggap sebagai alat untuk membantu guru dalam kegiatan mengajar (teaching aids). Alat-alat bantu itu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman lebih konkrit. grafis atau benda nyata lain. Dalam perkembangan selanjutnya. model. Transparansi. bahan. Pada awal sejarah pendidikan. guru merupakan satu-satunya sumber untuk memperoleh pelajaran. Edgar . Dari sinilah para pendidik mulai menyadari perlunya sarana belajar yang dapat memberikan rangsangan dan pengalaman belajar secara menyeluruh bagai siswa melalui semua indera. sedangkan alat juga disebut sebagi perangkat keras / hardware. Alat bantu mengajar yang mula-mula digunakan adalah alat bantu visual seperti gambar.

Skinner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran. melainkan juga berfungsi sebagai penyalur pesan belajar. media belajar dalam hal-hal tertentu. maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru. alat audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja. Pada akhir tahun 1950. para ahli mulai memperhatikan siswa sebagai komponen utama dalam kegiatan pembelajaran. yang merupakan komponen utama dalam pembelajaran. Ketika itu. alat audio visual berfungsi sebagai alat penyalur pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Teori ini telah mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingkah laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran. Sebagai penyaji dan penyalur pesan.Dale membuat klasifikasi 11 tingkatan pengalaman belajar dari yang paling konkrit sampai yang paling abstrak. Baru pada tahun 1960-an. melainkan telah diberi wewenang untuk membawa pesan belajar. waktu itu faktor siswa. Dengan demikian. sehingga pendapat Dale tersebut banyak dianut dalam pemilihan jenis media yang paling sesuai untuk memberikan pengalaman belajar tertentu pada siswa. teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat audio visual. pendekatan sistem (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik. para pendidik sangat terpikat dengan kerucut pengalaman itu. Media. Begitupun dalam dunia pendidikan. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama “Kerucut Pengalaman” ( TheCone of Experience) dari Edgar Dale. . hendaklah kata tersebut diartikan dalam pengertiannya yang terakhir. yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). hendaklah merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar. bisa mewakili guru menyajikan informasi belajar kepada siswa. Pada saat itu teori Behaviorisme BF. Pada tahun 1965-70. Sayangnya. Pendekatan sistem ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran. yang tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu guru. Dalam pandangan teori komunikasi. kalau saat ini kita mendengar kata media. Produk media pembelajaran yang terkenal sebagai hasil terori ini adalah diciptakannya teaching machine (mesin pengajaran) dan Programmed Instruction (pembelajaran terprogram). belum mendapat perhatian khusus.

Proses kegiatan akan terjadi jika siswa dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar. maka perlu dilakukan latihan untuk ruku. motivator dan fasilitator dalam kegiatan belajar. Memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa. dan seterusnya. Contoh melakukan identifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa: Siswa MI diharapkan sudah berprilaku hidup sehat dengan rajin menggosok gigi. yaitu kegiatan perencanaan. baik menyangkut kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Sementara itu. Langkah Pengembangan Media Pembelajaran Secara garis besar kegiatan pengembangan media pembelajaran terdiri atas tiga langkah besar yang harus dilalui. Langkah ini dapat disederhanakan dengan cara mengenalisa topic-topik materi ajar yang dipandang sulit dan karenanya memerlukan bantuan media. Arief Sadiman. selalu berpakaian rapih dan tidak . gerak atau diam). dalam rangka melakukan desain atau rancangan pengembangan program media. merupakan tugas pendidik yang sesbenarnya lebih penting. maka kita juga perlu menganalisis karakteristik siswanya. memberikan urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6 (enam) langkah sebagai berikut: 1. C. Namun sebenarnya hal itu tak perlu terjadi. Pada langkah ini sekaligus pula dapat ditentukan ranah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. sementara mereka baru bisa takbir saja. produksi dan penilaian. sujud. Setelah kita menganalisis kebutuhan siswa. seandainya kita menyadari betapa masih banyak dan beratnya peran guru yang lain. Contoh jika kita mengharapkan siswa dapat melakukan sholat dengan baik dan benar. visual. Tanggungjawab utama manajer pembelajaran adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. membuang sampah pada tempatnya. Untuk itu guru bisa lebih banyak menggunakan waktunya untuk menjalankan fungsinya sebagai penasehat. pembimbing. mandi 2 kali sehari. dkk. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa Kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa yang dimiliki siswa dengan apa yang diharapkan. Cara mengetahuinya bisa dengan tes atau dengan yang lainnya. Peran guru atau pendidik akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajran. termasuk rangsangan indera mana yang diperlukan (audio.Peranan media yang semakin meningkat ini sering menimbulkan kekhawatiran bagi guru.

namun dalam kenyataannya tidak sesuai dengan harapan. b. yaitu: a. dengan demikian terjadi kebutuhan bagaimana meningkatkan sikap siswa untuk hidup bersih. dan media yang digunakan siswa. Adanya kebutuhan tersebut seyogyanya menjadi dasar pijakan dalam membuat media pembelajaran. Tujuan ini merupakan pernyataan yang menunjukkan perilaku yang harus dapat dilakukan siswa setelah ia mengikuti proses instruksional tertentu. Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional. sebab dengan dorongan kebutuhan inilah media dapat berfungsi dengan baik. Beberapa contoh dari kategori kata operasional adalah sebagai berikut: Kata Kerja Operasional Mengidentifikasikan Menyebutkan Menunjukkan Memilih Menjelaskan Menguraikan Kata Kerja tidak Operasional Mengerti Memahami Menghargai Menyukai Mempercayai Dan lain-lain . Dalam proses belajar mengajar. Merumuskan tujuan intruksional (Instructional objective) dengan operasional dan khas Tujuan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. haruslah relevan dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Artinya tujuan instruksional itu benar-benar harus menyatakan adanya prilaku siswa yang dapat dilakukan atau diperoleh setelah proses belajar dilakukan. Tujuan dapat memberikan arah kemana siswa akan pergi. Tujuan instruksional harus berorientasi kepada siswa. tujuan instruksional merupakan faktor yang sangat penting. bagaimana ia harus pergi kesana. dan bagaimana ia tahu bahwa telah sampai ke tempat tujuan. Untuk dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik. 2. Tujuan dapat memberikan arah tindakan yang kita lakukan. artinya kata kerja itu menunjukkan suatu prilaku/perbuatan yang dapat diamati atau diukur. ada beberapa ketentuan yang harus diingat.jajan sembarangan.

Behavior. dan Degree).Penjelasan dari masing-masing komponen tersebut sebagai berikut: A B Audience adalah menyebutkan sasaran/audien yang dijadikan sasaran pembelajaran Behavior adalah menyatakan prilaku spesifik yang diharapkan atau yang dapat dilakukan setelah pembelajaran berlangsung C Condition adalah menyebutkan kondisi yang bagaimana atau dimana sasaran dapat mendemonstrasikan kemampuannya atau keterampilannya D Degree adalah menyebutkan batasan tingkatan minimal yang diharapkan dapat dicapai.Kata Kerja Operasional Merumuskan Menyimpulkan Mendemostrasikan Membuat Menghitung Menunjukkan Menemukan Membedakan. Contoh Rumusan Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti praktek sholat. Condition. siswa kelas 6 MI dapat mempraktekkannya (C) (A) (B) (sholat) dengan benar (D) Siswa kelas VI SD dapat menyebutkan pulau-pulau besar yang ada di (A) (B) Indonesia dengan benar (D) . dll Kata Kerja tidak Operasional Sebuah tujuan pembelajaran hendaknya memiliki empat unsur pokok yang dapat kita akronimkan dalam ABCD (Audience.

Jika tidak maka dimanakah letak kekurangannya. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan Penyusunan rumusan butir-butir materi adalah dilihat dari sub kemampuan atau keterampilan yang dijelaskan dalam tujuan khusus pembelajaran. Kemudian dilihat bagaimana hasilnya. Contoh Rumusan Butir-butir Materi dari Rumusan Tujuan Pembelajaran di atas: 1. Bentuk alat pengukurnya bisa dengan tes. Dengan demikian. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan Alat pengukur keberhasilan seyogyanya dikembangkan terlebih dahulu sebelum naskah program ditulis. maka siswa nanti akan diminta mengerjakan materi tes tersebut.3. penugasan atau cheklist prilaku. Setelah daftar butir-butir materi dirinci maka langkah selanjutnya adalah mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit. Praktek Sholat Nama Pulau-pulau besar yang ada di Indonesia 4. ketika melakukan tes uji coba dari program media yang dikembangkannya. Dan alat pengukur ini harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang disajikan. dan dari halhal yang konkrit kepada yang abstrak. 2. pengamatan. sehingga materi yang disusun adalah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses belajar mengajar tersebut. maka siswa dimintai tanggapan tentang media tersebut. baik dari segi kemenarikan maupun efektifitas penyajiannya. Sebagai salah satu contoh tentang alat pengukur keberhasilan dari media yang dikembangkan oleh guru adalah sebagai berikut: Rumusan Tujuan Rumusan Materi Alat Pengukur (Tes) Siswa dapat Nama-nama menyebutkan minimal 5 Besar yang pulau besar yang ada di Indonesia Indonesia dengan benar pulau Sebutkan minimal 5 namaada di nama pulau besar yang ada di Indonesia . Apakah siswa menunjukkan penguasaan materi yang baik atau tidak dari efek media yang digunakannya atau dari materi yang dipelajarinya melalui sajian media. Misalkan alat pengukurnya tes. Instrumen tersebut akan digunakan oleh pengembang media.

Naskah program media terdiri dari urutan gambar. 5. selanjutnya pengumpulan data dan informasi. Supaya materi pembelajaran itu dapat disampaikan melalui media. Artinya menjadi penuntut kita dalam mengambil gambar dan merekam suara. namun pada prinsipnya mempunyai maksud yang sama. Ada beberapa macam bentuk naskah program media. Naskah program media maksudnya adalah sebagai penuntun kita dalam memproduksi media. . yaitu sebagai penuntun dan usaha memproduksi media pembelajaran. naskah tersebut dilakukan melalui tahapan-tahapan. Tahapan dalam pembuatan atau penulisan naskah adalah berawal dari adanya ide dan gagasan yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Karena naskah ini berisi urutan gambar dan grafis yang perlu diambil oleh kamera atau bunyi dan suara yang harus direkam. revisi naskah sampai naskah siap diproduksi. penulisan sinopsis dan treatment. penulisan naskah. Dalam teknis penulisannya. Sedangkan di sebelah kanan berisi narasi atau percakapan yang dibaca narator atau pelaku. Lembaran naskah tersebut dibagi menjadi dua kolom.Siswa kelas VI MI dapat Tata Cara Sholat mempraktekkan tata cara sholat dengan benar · . pengkajian naskah atau revisi naskah. maka materi tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang kita sebut naskah program media. I’tidal dan Sujud Tunjukkan gerakan ruku dan I’tidal Dari contoh di atas. di sebelah kiri terdiri dari gambar. jelaslah bahwa penyusunan alat ukur keberhasilannya harus berdasar dari rumusan tujuan dan materi pembelajaran yang akan diajarkan melalui media pembelajaran tersebut.Sebutkan bacaan ketika Ruku. caption atau grafis yang perlu diambil dengan alat kamera dan suara atau bunyi yang diambil dengan alat perekam suara. caption atau grafis. dan suara lain yang diperlukan. Menulis naskah media Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media rancangan yang merupakan penjabaran dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik seperti yang telah dijelaskan di atas.

Dalam melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran. aspek psikologis perlu dipertibangkan. maka program semacam ini tentu saja tidak dikatakan baik. diperkirakan dalam setiap kalimat memakan waktu satu tayangan visual kurang dari 10 detik h) i) setelah menulis narasi. Evalusi media pembelajaran adalah suatu tindakan proses atau kegiatan yang dilaksanakan dengan maksud untuk menentukan nilai dari segala media atau alat yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Mengadakan penilaian (evaluasi media) dan revisi Penilaian media adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas dan kesesuaian media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan dari program tersebut. Sebab aspek psikologis inilah yang membuat orang memiliki gaya belajar berbeda. pendek dan tepat. setiap evaluator untuk melihat kembali fungsi dan prinsip penggunaan media. tetapi bila program itu tidak menarik. atau sukar dipahami atau tidak merangsang proses belajar bagi siswa yang ditujunya. kecuali jika istilah itu diberi batasan atau digambarkan Tulisan dalam kalimat aktif Usahakan setiap kalimat tidak lebih dari 15 kata. pertanyaan pokok yang sering muncul adalah apa yang harus dievaluasi. Dalam melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah media yang dibuat tersebut dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan atau tidak. padat dan sederhana Tulisan seperti menulis judul berita. baca narasi itu dengan suara keras Edit dan revisi naskah narasi itu sebagaimana perlunya 6.Petunjuk praktis untuk menulis naskah narasi: a) b) Tulisan singkat. gaya belajar audiotorial (belajar dengan cara . Menurut Michael Gardner ada tiga gaya belajar yang dimiliki manusia yakni: gaya belajar visual (belajar dengan cara melihat). berirama dan mudah diingat c) d) Tulisan tidak harus berupa kalimat yang lengkap Pikirkan frase yang dapat melengkapi visual dan tuntun siswa kepada hal-hal yang penting e) f) g) Hindari istilah teknis. Sesuatu program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik. Ini berarti.

Apabila dikaitkan dengan tujuan evaluasi sebagaimana yang telah dikemukakan. evaluasi media ini terdiri dari evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Sedangkan revisi adalah kegiatan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu mendapatkan perbaikan atas hasil dari tes. b. biarkan siswa mempelajarinya. Ada 3 tahapan dalam mengevaluasi atau menilai suatu media pembelajaran diantaranya adalah : a. Evaluasi satu lawan Satu Pada tahap ini seorang designer memiilih beberapa orang siswa (tidak lebih dari tiga orang) yang dapat mewakili populasi target dari media yang dibuat. sementara pengembang (developer) mengamatinya. Dengan kata lain. maka data akan dikumpulkan untuk menentukan apakah media tersebut patut digunakan dalam situasi-situasi tertentu atau media tersebut benar-benar efektif seperti yang dilaporkan. Jenis evaluasi inilah yang kemudian disebut dengan evaluasi sumatif. Dalam bentuk finalnya. Kedua orang siswa yang telah dipilih tersebut hendaknya satu orang dari populasi target yang berkemampuan yang umumnya sedikit di bawah rata-rata dan satu orang lagi diatas rata-rata. Sajikan media tersebut kepada mereka secara individual. Berdasarkan prosesnya. setelah media tersebut diperbaiki dan disempurnakan. Data-data tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan media yang bersangkutan agar lebih efektif dan efisien. Kalau media itu didesain untuk belajar mandiri. yaitu dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya dengan menggunakan media yang dikembangkan. dalam menentukan kelompok ini variasi kemampuan akademis populasi target dipertimbangkan. Evaluasi formatif adalah proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektifitas dan efisien bahan-bahan pembelajaran (dalam hal ini medianya) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tes atau uji coba tersebut dapat dilakukan baik melalui perseorangan atau melalui kelompok kecil atau juga melalui tes lapangan. Evaluasi kelompok kecil . maka ada berbagai jenis evualuasi terhadap media pembelajaran. bekerja dan menyentuh).mendengar) dan gaya belajar kinestetik (belajar dengan cara bergerak.

Jumlah 10 merupakan jumlah minimal. sehingga para penggunanya akan mudah menerima pesan-pesan yang disampaikan melalui media tersebut.Usahakan sampel tersebut terdiri dari siswa-siswa yang kurang pandai. latar belakang. Dalam melakukan evaluasi lapangan seorang designer memilih sekitar 30 orang siswa sambil memperhatikan beragam karakteristik seperti kepandaian. Mengatasi keterbatasan ruang. usia. data atau informasi melebihi yang diperlukan. maka langkah selanjutnya adalah media tersebut siap untuk diproduksi. akan tetapi bisa saja terjadi setelah dilakukan produksi ternyata setalah disebarkan atau disajikan ada beberapa kekurangan dari aspek materi atau kualitas sajian medianya (gambar atau suara) maka dalam kasus seperti ini dapat pula dilakukan perbaikan (revisi) terhadap aspek yang dianggap kurang. Siswa yang dipilih dalam kegiatan ini hendaknya mencerminkan karakteristik populasi. Melalui evaluasi lapangan inilah. dan lain sebagainya sesuai dengan karakteristik sasaran. sedang. laki-laki dan perempuan. Setelah melalui dua tahap evaluasi di atas tentulah media yang dibuat sudah mendekatki kesempurnaan. jenis kelamin. kemajuan belajar. Namun dengan hal itu masih harus dibuktikan. akbibatnya kurang bermanfaat untuk dianalisis dalam kelompok kecil. Kegunaan Media Pembelajaran Secara umum media mempunyai kegunaan:   Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kesempurnaan dari media yang dibuat. dan pandai. Jika semua langkah-langkah tersebut telah dilakukan dan telah dianggap tidak ada lagi yang perlu direvisi. Sabaliknya jika lebih dari 12. berbagai usia dan latar belakang. kebolehan media yang kita buat itu diuji. Evaluasi lapangan diusahakan situasinya semirip mungkin dengan situasi sebenarnya. D. c. .Pada tahap ini media perlu dicobakan kepada 10-12 orang siswa yang dapat mewakili populasi target. waktu tenaga dan daya indra. kelas sosial. Evaluasi Lapangan Evaluasi lapangan adalah tahap akhir dari evaluasi formatif yang perlu dilakukan. sebab kalau kurang dari jumlah tersebut data yang diperoleh kurang dapat menggambarkan populasi target.

1976 berikut ini: Kelompok Media 1. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual. Memberi rangsangan yang sama. Sebagai contoh media kaset audio. mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.   Menimbulkan gairah belajar. auditori & kinestetiknya. merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan (pronounciation) bahasa asing. Audio Media Instruksional pita audio (rol atau kaset) . Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena bila secara langsung diberikan tanpa media sering terjadi ketidaktepatan yang akurat dalam pengucapan pengulangan dan sebagainya. Pembuatan media kaset audio ini termasuk mudah. 1985:         Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar Pembelajaran dapat lebih menarik Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan Peran guru berubahan kearah yang positif Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. hanya membutuhkan alat perekam dan narasumber yang dapat berbahasa asing. Selain itu. kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton. Untuk itu perlu dicermarti daftar kelompok media instruksional menurut Anderson. sementara itu pemanfaatannya menggunakan alat yang sama pula.

aktive Audio Vission Media yang diproyeksikan Media audio . bahan grafis. Cetak buku teks terprogram buku pegangan/manual buku tugas 3. Opaque Audio K aset.piringan audio radio (rekaman siaran) 2. Proyek Visual Diam dengan Audio Visual Gerak Visual Gerak dengan Audio Benda 6. Audio V ission. CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI (Computer Managed Instructiona 5. display OHT. Klasifikasi dan Jenis Media Adapun klasifikasi dan jenis media seperti yang telah dikemukakan di atas. Komputer media berbasis komputer. Slide. 8. 7. model. yaitu : KLASIFIKASI Media yang diproyeksikan tidak JENIS MEDIA Realia. Proyek Diam Visual film bingkai (slide) film rangkai (berisi pesan verbal) film bingkai (slide) suara film rangkai suara film bisu dengan judul (caption) film suara video/vcd/dvd benda nyata model tirual (mock up) 9. Audio – Cetak buku latihan dilengkapi kaset gambar/poster (dilengkapi audio) 4.

Poster. seperti foto. Media Berbasis Visual Visualisasi pesan. ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama. bagan. penggunaan kata harus dengan huruf yang mudah dipahami. Chart. Grafik. Kartun) Display : Medium yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu sehingga dapat dilihat informasi dan pengetahuan di dalamnya. Keterpaduan Keterpaduan mengacu pada hubungan yang terdapat di antara elemen-elemen visual. dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Elemen-elemen itu harus saling terkait dan menyatu sebagai suatu keseluruhan. Jumlah elemen yang lebih sedikit memudahkan siswa menangkap dan memahami pesan yang disajikan visual itu. Unsur-unsur visual yang harus dipertimbangkan menurut Kustandi dan Sutjipto ( 2011 : 104). sketsa/gambar garis. atau konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk. adalah : Kesederhanaan Secara umum. Jenis Pengembangan Media pembelajaran 1. E. sehingga sajian visual itu merupakan suatu bentuk meyeluruh yang dapat dikenal dan dapat membantu pemahaman pesan serta informasi yang dikandunnya.teks yang menyertai bahan visual. Pesan atau informasi. gambar/illustrasi.Media video Media berbasis komputer Multimedia kit Video Computer Assisted Instructional ( Pembelajaran Berbasis Komputer) Perangkat praktikum Media yang Tidak Diproyeksikan • • • • Realita : Benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar Model : Benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya Grafis : Gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan (Grafik. kesederhanaan itu mengacu pada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu visualisasi. . chart. informasi.

sehingga dapat menuntun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus. Sekali kita membeli tafe dan peralatan yang murah dan terjangkau mak hampir tidak perlu lagi biaya tambahan. karena tife dapat dihapus setelah digunakan dan pesan baru dapat diterima kembali. Bentuk Bentuk yang aneh atau asing bagi siswa. Tekstur dapat digunakan untuk penekanan suatu unsur seperti halnya warna. pemilihan bentuk sebagai unsur visual dalam penyajian pesan. warna. Keseimbangan Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris. hubungan-hubungan. 2. atau untuk membangun keterpaduan. dapat membangkitkan minat dan perhatian. Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur. persfektif. materi audio dapat digunakan : . Garis. penekanan dapat diberikan kepada unsur terpenting. Dengan menggunakan ukuran. Oleh karena itu. Media Berbasis Audio Visual Media audio visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Meskipun penyajian visual dirancang sesederhana mungkin. informasi atau isi pelajaran perlu diperhatikan. Tekstur Tekstur adalah unsur visual yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus. Warna digunakan untuk memberikan kesan pemisahan atau penekanan. namun seringkali konsep yang ingin disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang akan menjadi pusat perhatian siswa.Penekanan. Warna. Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak. atau ruang.

    Mengembangkan keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang telah didengar. Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:   Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman Teknologi yang sangat cepat berubah. komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan • • • • • • Praktek dan latihan (drill & practice) Tutorial Permainan (games) Simulasi (simulation) Penemuan (discovery) Pemecahan Masalah (Problem Solving) . Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program. Mengatur dan mempersiapkan diskusi dan debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi. sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman. 3. Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu poko bahasan atau sautu masalah. Media Berbasis Komputer Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual.

multimedia dan program aplikasi yang akan digunakan oleh peserta didik dalam pendidikannya. dan kalkulasi yang kompleks. sehingga seorang yang akan belajar bisa mengakses materi pelajarannya dimanapun dan kapanpun. Untuk Tujuan Psikomotor . Web Based training (WBT) Web-based training (WBT) sering juga diidentikkan dengan e-learning. sehingga proses pengajaran berbantuan komputer ini maju terus menuju kesempurnaannya. Dengan CBT. proses. yaitu computer-based training (CBT) dan Web-based training (WBT). prinsip. Computer Based Training (CBT) CBT merupakan proses pendidikan berbasiskan komputer. dengan memanfaatkan media CDROM dan disk-based sebagai media pendidikan (Horton. namun secara garis besarnya. animasi. dalam metoda ini selain menggunakan komputer sebagai sarana pendidikan.Pengajaran berbatuan komputer merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para ahli sejak beberapa dekade yang lalu. sehingga interaksi dalam proses pendidikan dapat terus berlangsung. maka metoda pendidikan juga berkembang. juga memanfaatkan jaringan Internet. 2000). langkah-langkah. Dengan perkembangan teknologi komputer ini. Pemakaian Komputer dalam Kegiatan Pembelajaran mempunyai tujuan yaitu : Untuk Tujuan Kognitif Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri. karena dengan bantuan komputer ini proses pengajaran berjalan lebih interaktif dan membantu terwujudnya pembelajaran yang mandiri. grafik. selagi terhubung dengan jaringan Internet (Rossett. yang dibantu oleh kemandirian peserta didik dalam memanfaatkan CBT. 2002). proses pendidikan melalui classroom tetap dapat terlaksana. Dengan memanfaatkan media ini. suara. sebuah CD ROM bisa terdiri dari video klip. dapat dikatergorikan menjadi dua.

Untuk Tujuan Afektif Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan. simulasi pendaratan pesawat. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran. Media yang mampu berperan sebagai tutor maupun ensiklopedia. dan merespon. media berbasis edutainment akan lebih disukai siswa dibanding software pembelajaran biasa. latihan. Siswa tidak hanya duduk dan mendengarkan secara pasif. Mereka harus berpikir. Harapannya. simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya. sebaliknya justru merangsang untuk mengetahui lebih jauh lagi. Komputer sebagai media pembelajaran pemanfaatannya meliputi penyaji informasi. dengan adanya unsur hiburan. Media pembelajaran yang sekiranya sesuai dengan era teknologi informasi adalah media berbasis edutainment yang menggabungkan prinsip hiburan dengan pendidikan. Media Pembelajaran Berbasis Edutainment Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. Sejalan dengan perkembangan teknologi. Beberapa contoh program antara lain. pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer 4. Akan tetapi media yang . Edutainment dirancang khusus untuk tujuan pendidikan yang penyajiannya diramu dengan unsur-unsur hiburan sesuai dengan materinya.Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Masuknya komputer dalam proses belajar mengajar dapat menciptakan suasana yang menyenangkan karena siswa dapat mengatur kecepatan belajar sesuai dengan kemampuannya. akan menyediakan informasi dan umpan balik kepada siswa secara cepat. Gambar dan suara yang muncul membuat siswa tidak cepat bosan. dan permainan belajar. dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. simulasi. komputer dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran.

(1996)Instructional Media and Technologies for Learning. 2009. 2003 Media Pembelajaran. kematangan. serta penguasaan materi prasyarat sehingga mampu mengantarkan siswa untuk menguasai kompetensi-kompetensi dasar. Englewood Cliffs. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum.berbasis edutainment tidak menutup kemungkinan untuk didesain bagi siswa yang kurang aktif di kelas yaitu dengan memberikan simulasi yang bermakna serta interaktivitas media yang baik. Aswan.. Jakarta: Bumi Aksara. Anung. et. Dengan demikian siswa akan belajar menganalisis. Dalam pengembangannya. New Jersey: Prentice Hall. Rineka Cipta. Djamarah. Henyat Soetomo. Di dalam penggunaan media ini. Jakarta: Bumi Aksara. R. media yang berbasis edutainment diharapkan sesuai dengan karakteristik siswa seperti tingkat kepandaian. Kurikulum Dan Pembelajaran. melihat permasalahan dan menemukan alternatif yang merupakan langkah pemecahan masalah. kemampuan siswa untuk memecahkan masalah akan meningkat. Raja Grafindo Persada. Haryono. al. 1993. Media berbasis edutaintment yang dibuat diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa belajar mandiri dan memecahkan masalah. siswa dapat menentukan sendiri apa yang hendak dilakukan. Media Pembelajaran. Depdiknas. siswa akan mampu mengontrol pembelajaran mereka sendiri. Melalui program ini siswa diharapkan dapat membuat persamaan sendiri dan menetapkan variabel yang digunakan sehingga muncullah penyelesaian dari persamaan yang dibuat oleh siswa tersebut. Hamalik Oemar. Dengan cara belajar yang demikian. Jakarta. 1999. Jakarta: PT. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Penerapan persamaan linear satu variabel di buku maupun yang diajarkan guru di kelas akan terasa lebih konkret. Syaiful B dan Zain.(2002) Strategi Belajar mengajar. Heinich. Media maupun program yang mengajarkan konsep abstrak akan sangat mendukung proses belajar mengajar. Siswa juga bisa memilih materi yang akan dipelajari dan melewati materi yang sudah dikuasi sehingga mereka tidak jenuh dengan materi yang mereka rasa mudah. . Adanya pengambilan tindakan tersebut.

D. 2003.Oetomo. Jarot. B. 7 April 2001. Jakarta: Rineka Cipta. dan Priyogutomo. Kencana Media Group. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Yusufhadi Miarso (2004). 2001. Seminar Nasional Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Slameto. Utomo. Junaedi.S. Kajian Terhadap Model e-Media dalam Pengembangan Sisstem e-Education. Makalah Seminar Nasional Informaika 2004 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada 21 Pebruari 2004. . Dampak Internet Terhadap pendidikan: Transparansi dan Evolusi. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.Jakarta.