You are on page 1of 4

Urinary disturbances Abdominal swelling One of the primary symptoms of ovarian cancer is abdominal bloating or swelling (caused by asites

) sindroma pra haid Changes in the vulva or vagina Benjolan, perubahan warna. Keputihan , ada rasa panas, pedih, gatal  tanda kanker. Ada kelainan seperti ini yg sering kali terjadi kista gardner Low back pain Tidak semua nyeri punggung akibat keganasan

Cervical Cancer Karsinoma serviks uteri Keganasan ginekologi paling sering ditemukan nomer 3 Gejala : Perdarahan pasca senggama Perdarahan intermenstrual Pasca menopause

Kasus lanjut : keputihan, nyeri panggul, gangguan miksi Tanda : umumnya baik Penyakit lanjut : Penurunan BB Pembesaran kel inguinal/supraklavikula Edema tungkai Asites Efusi leura Hepatomegaly Pemeriksaan panggul pd stadium awal : servik terlihat normal terutama bila yg terjadi adalah lesi endoservikal Inspeksi stadium lanjut : Ulseratif

non keratinizing.Eksifilik Granular Nekrotik Gejala cauliflower (bunga kol) DD : Eversi Polip Endoservisitis papiler/ papilloma TB Chancre Granuloma inguinale - Jenis karsinoma servik uteri Karsinoma sel skamosa 80% dari semua jenis karsinoma servik 3 jenis : keratinizing. small cell carcinoma Adenokarsinoma Karsinoma metastatic : di daerah serviks (metastasis) Pap Test and other screening procedurs Pelvic examination Bimanual examination. CA 125 blood test Servikal dysplasia Displasia dan karsinoma merupakan proses berkelanjutan Displasia servik dlm perjalanannya mengalami 3 kemungkinan Progreivitas ke bentuk karssinima Tetap stasioner Regresi menjadi normal . and Rectovaginal examination High risk : transvaginal Ultrasond test.

Human Papillomavirus tipe 16-18-31-33 atau 35.Usia bertambah  metaplasia  transformasi dari sel silindris menjadi pipi (squamous epitel)  lokasi squamocollmnar junction” bergeser kea rah endoservik Lokasi dysplasia serviks : berada dantara epitel pipih vagina & ektoservik dan epitel silindris dari endoservik. penggumpalan / pengelompakkan kromatin Inti besar. Zona transformasi Dengan bertambahnya usia. terjadi metapalasia sehingga terjadi transformasi dari sel silindris menjadi sel skuamosa  lokasi “squamocollumnar junction” bergeser kea rah endoserviks. CIN-cervical intraepithelial neoplasia adalah spectrum penyakit dengan rentang CIN I (penyakit ringan) sampai CIN III (dysplasia berat dan karsinoma in situ) Sekurangnya 35% penderita CIN III akan mengalami karsinoma invasive dalam rentang waktu 10 tahun Serviks orang dewasak peka terhadap stimuli yg bersifat karsinogenik Indikasi pa smear Amalisa mikroskopik pap smear Analisa sitology sediaan sel yg diambil menunjukkan adanya . sitoplasma meningkat Pap Smear menrunkan karsinoma serviks invasive 90% Klasifikasi pap smear : Modern  CIN yg menggambarkan derajat abnormalitas sel Sistem BETHESDA  SIL (squamous intra lesion) yg menggambarkan 3 hal : o Adekwasi tes pap o Derajat abnormalitas o Pap smear CIN Grade I/CIN I . (zona transformasi) Etiologi dan Epidemiologi Jarang terjadi sebelum usia 20 tahun dan tersering pada usia 47 tahun Disebabkan o/ paparan terhadap HPV.

- - o Hanya dilapisan awal o Hilang dg sendirinya o Tidak perlu penanganan khusus o = Mild dysplasia / an unusual cell growth Grade II/ CIN 2 o Moderated to marked dysplasia o Diambil dg biopsy Grade III o Displasia berat o Karsinoma in Situ adalah tipe kanker yg tidak menyebar ke organ lain. o Karsinoma in situ adalah bentuk awal tumor o Sudah sampai merusak lapisan jaringan 3 o Pembedahan. o Inti membesar BATHESDA Klasifikasi Squamous cell abnormalities (CIL) o ASC-US o ASC-H o LGSIL pr LSIL o HGSIL or HSIL --: High Grade Squamous Intraepithelial lesion o Squamous cell carcinoma Inspeksi visual dg acetic acid Kolposkopi Indikasi : [a[ smear HGSI Cone biopsy LEEP : Loop Electrosurgical Excision Procedure .