You are on page 1of 19

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Kolesterol merupakan komponen struktural esensial yang membentuk membran sel serta lapisan eksternal lipoprotein. Selain itu dari sudut biokimia kolesterol memiliki makna penting karena menjadi prekusor sejumlah besar senyawa steroid yang sama pentingnya seperti asam empedu, hormon korteks adrenal, hormon seks, vitamin D, glikosida jantung. Kolesterol merupakan steroid yang banyak dikenal karena hubungannya dengan arterosklerosis.

Kolesterol menjadi komponen struktural penting yang membentuk membran sel dan lapisan eksternal lipoprotein plasma. Lipoprotein mengangkut kolesterol bebas dalam darah. Ester kolesteril yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh merupakan bentuk simpanan kolesterol. Dalam jaringan tubuh LDL berperan sebagai perantara dalam pengambilan kolesterol dan ester kolesteril. Kolesterol bebas dikeluarkan dari jaringan oleh HDL untuk diangkut ke dalam hati dan diubah menjadi asam empedu. Kolesterol pula yang menjadi unsur utama pembentukan batu empedu. Regulasi sintesis kolesterol dilakukan di dekat awal lintasan, yaitu pada tahap HMG KoA reduktase. Selain itu terdapat mekanisme HMG KoA reduktase di hati dihambat oleh mevalonat melalui mekanisme umpan balik. Sintesis kolesterol juga dihambat oleh LDL-kolesterol yang diambil oleh reseptor LDL.

1|Page

Sintesis Kolesterol 4. Memahami ekskresi dari kolesterol 2|Page . Ekskresi Koleterol 1.3 Tujuan Pembahasan 1. Mengetahui definisi atau penjelasan mengenai kolesterol 2.1. Struktur Kolesterol 3.2 Ruang Lingkup Bahasan 1. Definisi dari kolesterol 2. Transfer Kolesterol 5. Memahami transfer kolesterol 3.

kolesterol merupakan prekursor asam empadu. Hati berperan sentral dalam pengaturan homeostatis kolesterol dalam tubuh. Untuk memenuhi kebutuhannya. Pada manusia. dan dijaringan tertentu. dan juga kolesterol yang disintesis secara de novo oleh jaringan ekstrahepatik serta oleh hati sendiri. kolesterol merupakan bagian structural semua membrane sel. menjalankan sejumlah fungsi yang penting ditubuh. Misalnya kolesterol akan masuk kedalam simpanan kolesterol didalam hati. Keadaan tresebut dapat mengancam nyawa bila penimbunan lemak menyebabkan pembentukan plak. Karena itu. biosintesis. telah berkembang serangkaian mekanisme transport. sehingga mempersempit pembuluh darah (aterosklerosis) dan peningkatan resiko penyakit arteri koroner (CAD. coronary artery disease) 3|Page . Kolesterol dieliminasi dari hati sebagai koleterol yang tidak termodifikasi di dalam empedu. terutama pada endotel yang melapisi pembuluh darah. yang berasal dari sejumlah sumbar. dan vitamin D. yang menyebabkan penimbunan kolestreol secara bertahap dijaringan.BAB II PEMBAHASAN 2. dan pengaturan. keseimbangan antara masukan kolestreol dan pengeluarannya tidak selalu tepat. mengatur alirannya. hormone steroid. atau dapat diubah menjadi garam empedu yang disekresikan ke dalam lumen usus. Misalnya. Sudah diketahui bahwa keadaan kolesterol di dalam tubuh sangat esensial untuk kebutuhan sel. Kolesterol juga dapat berperan sebagai komponen lipoprotein plasmayang dikirim kejaringan perifer. terjaminnya suplai kolesterol yang terus menerus akan sangat penting bagi sel tubuh. seperti makanan yang mengandung kolesterol. Kolestrol merupakan alkhohol steroid yang unik dalam jaringan.1 Pegertian Kolesterol kolesterol merupakan substansi lemak hasil metabolisme yang banyak ditemukan dalam struktur tubuh manusia maupun hewan.

ester koleteril Sebagian besar kolesterol plasma terdapat dalam bentuk ester (dengan asam lemak yang melekat pada C-3). 4|Page . kolesterol dan esternya harus dibawa bersama dengan protein sebagai komponen partikel lipoprotein atau dilarutkan oleh posfolipid dan garam empedu didalam empedu. (catatan: sterol dari tumbuhan. yang disebut “inti steroid”). seperti. dan normalnya hanya terdapat dalam jumlah yang sedikit disebagian besar sel. sterol akan di angkut kembali secara aktif dalam lumen usus karena beberapa kolesterol juga ikut terangkut. B. Hal ini secara klinis bermanfaat dalam penatalaksanaan diet untuk kasus hiperkolesterolemia. Setelah memasuki enterosit. Kolesterol adalah sterol utama dijaringan hewan. Sterol Steroid dengan delapan hingga sepuluh atom karbon di rantai C-17 dan gugus hidroksil pada C-3 digolongkan sebagai sterol.2 Struktur kolesterol Kolesterol merupakan senyawa yang sangat hidrofobik. yang membuat strukturnya bahkan lebih hidrofobik ketimbang kolesterol bebas ester kolestril tidak ditemukan didalam membrane.C. cincin A memiliki gugus hidroksil pada C-3. dan D.B. Kolesterol trediri atas empat cincin hidrokarbon yang bersatu (A. seperti sitosterol sukar diabsorbsi oleh manusia. dan merupakan rantai hidrokarbon bercabang yang terdiri dari 8 karbon yang melekat pada C17 cincin D. sterol dari tumbuhan sepertinya menghambat penyerapan kolestreol yang berasal dari makanan. Asupan ester steroid dari makanan setiap harinya (dalam bentuk komersil berupa margarine bebas-asam lemak trans) merupakan satu strategi pola makan untuk mengurangi peningkatan kadar kolestreol plasma. Karena hidrofobiknya.2. dan cincin B memiliki ikatan rangkap antara C-5 dan C-6 A.

meskipun hati. korteks adrenal. dan NADPH memberikan akuivalen pereduksi. testis.2. dua molekul asetil KoA memadat menjadi asetoasetil KoA. Jalur ini tangggap trehadap perubahan konsentrasi kolesterol. dan jaringan reproduktif. yang berpotensi menyebabkan CAD A. dan adanya mekanisme pengaturan ini berperan untuk menyeimbanngkan laju sintesis kolesterol dialam tubuh terhadap laju ekskresi kolesterol. Enzim di sitosol berperan dalam sintesis kolesterol. Seperti pada asam lemak. sehingga menghasilkan HMG KoA. KoA reduktase merupakan protein membran intrinsik reticulum endoplasma. Jalur ini dikendalikan melalui hidrolisis ikatan tioester asetil KoA berenergi tinggi dan ikatan fosfat terminal ATP. dan merupakan tahapan yang membatasi laju sintesis kolesterol. 5|Page . yang membuat reaksi menjadi ireversibel. sementara enzim di mitokondria berfungsi pada jalur untuk sintesis badan keton) B. termasuk ovarium. dikatalisis oleh HMG KoA reduktase. (catatan: sel parenkin hati mengandung dua isoenzim HMG KoA sintase. Proses ini terjadi didalam sitosol. dengan enzim yang berasal dari sitosol dan membran reticulum endoplasma. memberikan sumbangan kolesterol terbesar didalam tubuh. usus. Kemudian molekul asetil KoA yang ketiga ditambahkan. yakni reduksi HMG KoA menjadi asam mevalonat. Ketidakseimbangan pengaturan ini dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol plasma yang bersirkulasi. dan plasenta. Sintesis 3-hidroksi-3 metilglutaril KoA (HMG KoA) Dua reaksi pertama dalam jalur sintesis kolesterol sama seperti reaksi pada jalir yang menghasilkan badan keton. yakni senyawa dengan enam karbon. dengan domain enzim katalitik yang mengarah kedalam sitosol.3 Sintesis Kolesterol Pada manusia. Jalur ini menghasilkan 3-hidroksi-3 metilglutaril KoA (HMG KoA). Sintesis asam mevalonat Tahap selanjutnya. Pertama-tama. kolesterol disintesis dihampir semua jaringan. semua atom karbon didalam kolesterol disediakan oleh asetat. dan melepaskan KoA. Sintesis kolesterol terjadi dalam sitoplasma.

(skualen dibentu dari enam unit isoprenoid. secara keseluruhan delapan belas ATP dibutuhkan untuk menghasilkan poliisoprenoid skualen. Asam mevalonat diubah menjadi 5-pirofosfomevalonat dalam dua tahap. suatu proses yang dikenal dengan “prenilasi”. 2. Isoprenoid non-sterol mencakup dolikol dan ubikuinon 3. Dua molekul farnesil pirofosfat bergabung. 6. Molekul IPP kedua kemudian berkondensasi dengan GPP untuk membentuk farnesil pirofosfat (FPP) 15-karbon. Reaksi ini membutuhkan ATP. yang melepaskan pirofosfat. merupakan salah satu mekanisme untuk menjangkarkan protein pada membran plasma. Kolesterol adalah sterol isoprenoid. (IPP adalah prukursor kelompok molekul dengan fungsi yang beragam.C. (ikatan kovalen farnesil dengan protein. 1. IPP diisomerisasi menjadi 3.dibentuk melalui dekarboksilasi 5-pirofosfomevalonat. IPP dan DPP berkondensasi untuk membentuk geranil pirofosfat (GPP) sepuluhkabon 5. yakni isoprenoid.) 7.3-dimetilalil pirofosfat (DPP) 4. dan tereduksi membentuk senyawa skualen dengan 30-karbon. Skualen diubah menjadi sterol lanosterol melalui serangkaian reaksi yang menggunakan molekul oksigen dan NADPH. Karena tiga ATP dihidrolisis di setiap residu molekul asam mevalonik yang diubah menjadi IPP. setiap tahap akan memindahakan gugus fosfat dari ATP. Unit isoprene lima-karbon-isopentenil pirofosfat (IPP) . 6|Page . Hidroksilasi skualen memicu siklisasi struktur menjadi lanosterol. Sintesis kolesterol Berbagai reaksi dan enzim yang terlibat dalam sintesis kolesterol dari mevalonat.

(5) Kolesterol dibentuk dari lanosterol. (3) Enam unit isoprenoid berkondensasi membentuk intermediet skualen. yang menghasilkan pemendekan rantai karbon dari 30 menjadi 27.8. yaitu lanosterol. SLOS ditandai dengan anomaly diberbagai system. tetapi sampai sekarang masih belum sepenuhnya dapat dipecahkan. Pengubahan lanosterol menjadi kolesterol merupakan multitahap. Sindrom-Lemli-Opits (SLOS) merupakan kelainan biosintesis kolesterol yang relative sering ditemukan dan diturunkan secara autosomal resesif.yang kemudian dengan bantuan enzim HMG KoA reduktase membentuk mevalonat (2) Pembentukan unit isoprenoid dari mevalonat dengan menghilangkan CO2. dan hal ini menggambarkan pentingnya kolesterol pada perkembangan embrionik. Síntesis kolesterol dikendalikan oleh pengaturan enzim HMG-KoA Reduktase (HMG=3-hidroksi-3-metil-glutaril) 7|Page . Singkatnya biosintesis kolesterol terdiri dari 5 tahap yakni (1) Sintesis HMG KoA dari asetil-KoA. dan reduksi ikatan rangkap antara C-24 dan C-25. (jalur ini telah diduga melibatkan lebih dari 18 reaksi enzimatik yang berbeda. Penyebab sindrom ini adalah defisiensi parsial pada 7-dehidrokolesterol7-reduktase. enzim yang terlibat dalam pemindahan ikatan rangkap. (4) Siklisasi skualen untuk menghasilkan senyawa induk. pembuangan dua gugus metil pada C-4. migrasi ikatan rangkap dari C-8 ke C-5.

Pengangkutan dan Ekskresi Kolesterol in Biokimia Harper edisi 25.Gambar 2. Sintesis. 2000) 8|Page .1 Sintesis kolesterol (Mayes PeterA .

Dalam sel. yang kemudian disimpan dalam sitoplasma. Bila kondisi tertentu jumlah kolesterol melebihi keadaan normal. katabolisme kolesterol serta proses pengangkutan ke luarnya akan berkurang. Bila jumlah kolesterol lebih sedikit daripada yang diperlukan dalam keadaan normal. laju metabolisme kolesterol akan naik karena adanya rangsangan terhadap kegiatan enzim 7α-hidroksilase. Keenam. biosintesis reseptor lipoprotein ditahan. Sebagian lainnya dipakai sebagai prekursor untuk biosintesis hormon steroid. kegiatan HMG-CoA reduktase mikrosom dan HMG-CoA sintase sitosol dihambat secara terkoordinasi atau secara sendiri-sendiri.Mekanisme pengaturan biosintesis kolesterol dapat dijelaskan sebagai berikut. lipid. jadi produksi molekul reseptor berkurang sehingga pengambilan LDL oleh sel menjadi berkurang. 9|Page . asil CoA-kolesterol asiltranferase dirangsang sehingga kolesterol yang berlebih diubah oleh asam lemak bebas menjadi senyawa esternya. berbagai proses akan diaktifkan untuk mengimbangi kelebihan kolesterol ini. LDL mengalami perombakan menghasilkan kolesterol bebas. proses pengeluaran kolesterol melalui pengikatannya dengan VLDL (very low density lipoprotein) dari sel hati atau dengan HDL dari sel tepi naik. dan proses pengambilan dari luar (melalui pengikatannya dengan lipoprotein) akan naik. Kedua. Sebagian dari kolesterol diangkut ke dalam membran untuk bergabung dengan lapis ganda fosfolipid membentuk komponen penting dalam struktur membran. Dalam keadaan tertentu LDL (low density lipoprotein) yang dibawa aliran darah dari hati berinteraksi dengan sel sasarannya melalui reseptor lipoprotein yang terdapat dalam membran sel. Keempat. kolesterogenesis akan dirangsang. menyebabkan naiknya keteraliran derajat keteraturan lapis lipid berganda dari membran akan bertambah besar sehingga kelulusan membran naik dan proes perasukan lipoprotein (LDL) naik. asam empedu. makin banyak kolesterol diangkut ke dalam membran. Pertama. dan komponen apoprotein. bergantung pada persediaan asam lemak bebas di dalam sel. Ketiga. Kelima. dan senyawa steroid lainnya.

(2005) tingginya total kadar kolesterol didalam serum darah disebabkan perubahan dinding pembuluh darah. Biosintesis reseptor lipoprotein dari luar sel akan naik karena bertambahnya jumlah molekul reseptor pada membran. dann asam empedu akan menghambat enzim kolesterol 7α-hidroksilase melalui mekanisme penghambatbalikan. umur. heriditas. Kelima. Pertama. polusi lingkungan. sehingga menurunkan laju reaksi perubahan kolesterol menjadi 7βhidroksikolesterol (reaksi 10 terhambat). < 35 mg/dl HDL kolesterol rendah 10 | P a g e . Hiperkolesteromelemia merupakan suatu keadaan kadar kolesterol di dalam darah melebihi batas yang diperlukan.Semua proses tersebut di atas berlangsung secara sendiri-sendiri atau terkoordinasi. mengakibatkan penurunan keteraliran membran dan turunnya kelulusan sedemikian rupa sehingga proses pemasukan lipoprotein berkurang. peningkatan hipoksia pada jaringan usus besar. 1997) sebagai berikut : Indikator klasifikasi berdasarkan total kolesterol dan HDL kolesterol Level Klasifikasi Total kolesterol < 200 mg/dl Kolesterol darah normal 200-239 mg/dl Batas atas normal kolesterol darah. proses pemasukan kolesterol ke dalam membran akan berkurang. Keempat. reaksi pembentukan ester kolesterol dengan asiltranferase akan berjalan ke kiri sehingga lebih banyak kolesterol terbentuk daripada persediaannya. Kedua. Pedoman yang menjadi acuan kadar kolesterol di dalam tubuh telah dibuat oleh suatu komite internasional yaitu The National Education Program Coordinating Committee (Simatupang. jumlah kolesterol yang rendah akan merangsang kolesterogenesis dengan mekanisme meniadakan penekanan sistesis enzim HMG-CoA reduktase dan HMG-CoA sintase. melalui mekanisme berikut. et al. perubahan homeostasis sel-sel. 7β-hidroksikolesterol. ≥ 240 mg/dl Kolesterol darah tinggi HDL kolesterol. kesalahan pola makan. Menurut Herbey. Ketiga. gaya hidup. penggunaan alkohol dan rokok dalam waktu lama. hasil reaksi katabolisme kolesterol.

Pengaturan Sintesis Kolesterol HMG KoA Reduktase. tetapi pemecahan secara proteolitik melepaskan bentuk aktifnya.saat SREBP berikatan. dan merupakan pokok untuk biosintesis kolesterol. adalah titik pengaturan utama untuk biosintesis kolesterol. diet makanan rendah lemak.dan mRNA-nya. sterol regulatory element) yang terletak di bagian hulu gen reduktase. sehingga akan menyebabkan peningkatan HMG KoA reduktase. aktivittas SREBP akan terjadi. Apabila dengan terapi pengaturan makanan tidak memberikan respon positif. SREBP awalnya berhubungan dengan membrane reticulum endoplasma. serta entrapping kolesterol dengan serat. ekspresi gen reduktase akan meningkat. menghambat pembentukan kolesterol melalui regulasi fungsi garam empedu. 1. Rata-rata pengurangan kadar kolesterol dengan terapi pengaturan makanan hanya 12%. serta pencegahan dan penurunan terjadinya penumpukan kolesterol dengan pangan fungsional penurun kolesterol. yang akan berjalan ke nucleus. kadar kolesterol yang tinggi akan mencegah aktivasi factor transkripsi. 1997) D. Sebaliknya. atau SREBP) yang berikatan dengan DNA pada elemen pengaturan sterol (SRE. Mekanisme penurunan kolesterol oleh obat maupun pangan fungsional ada tiga yaitu melalui penghambatan terhadap aktivitas enzim pembentuk kolestrol. penggunaan obat penurun kolesterol. maka diperlukan bantuan dengan terapi obat (Simatupang. sehingga akan lebih banyak kolesterol yang disintesis. Pengaturan ekspresi gen yang bergantung-sterol Ekspresi gen HMG KoA reduktase dikendalikan oleh factor transkripsi (sterol regulatory element-binding protein.Pada penderita hiperkolesterolemia upaya menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh harus dilakukan secara sinergis melalui aktivitas olah raga. sehingga peningkatan kadar kolesterol akan menyebabkan penurunan stabilitas (dan karena itu. Jika kadar kolesterol rendah. Kandungan kolesterol juga mempengaruhi stabilitas protein HMG KoA reduktase. 11 | P a g e . enzim yang membatasi laju. dan merupakan pokok untuk bebagai pengendalian metbolisme. meningkatkan degradasi) keduanya.

dan metastatin merupakan analog steruktural HMG KoA. 2. Peningkatan sintesis kolesterol. Pengambilan kolesterol bebas dari lipoprotein kaya kolesterol oleh membran sel.2. kolesteril oleh enzim ester kolesteril hidrolase. sementara bentuk yang terdefosforilasi berada dalam bentuk aktif. termasuk simvastatin. Fosforilasi/defosforilasi yang tidak bergantung-sterol Aktivitas HMG KoA reduktase dikendalikan secara kovalen melalu kerja protein kinase dan fosfoprotein fosfatase. dan inhibitor HMG KoA reduktase yang kompetitif dan reversible. Peningkatan hidrolisis ester. lovastatin. Obat-obatan ini digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol plasma pada pasien hiperkolesterolemia. Glukagon memiliki efek yang berlawanan 4.) 3.4 Keseimbangan dan Kadar Normal Kolesterol  Peningkatan kadar kolesterol dapat disebabkan karena berbagai faktor yaitu pengambilan lipoprotein yang mengandung kolesterol oleh reseptor LDL atau reseptor pemangsa HDL. Pengaturan hormonal Jumlah (dan aktivas) HMG KoA reduktase diatur secara hormonal. sehingga sintesis kolesterol akan berkurang bila persediaan ATP menurun. Bentuk enzim yang terfosforilasi berada dalam bentuk tidak aktif. (catatan: protein kinase diaktivasi oleh AMP. Pengambilan lipoprotein yang mengandung kolesterol oleh proses yang tidak melalui reseptor. 12 | P a g e . Penghambatan oleh obat-obatan: Obat-obat golongan statin. Peningkata insulin membantu meningkatkan pengaturan ekspresi gen HMG KoA reduktase.

dan penggunaan kolesterol untuk sistesis steroida lainnya.10 Nilai normal secara laboratoris dari kolesterol adalah 150-220mg/dL. tetapi hepatosit dan enterosit saja efektif dapat mengeluarkan kolesterol dari tubuh. ester kolesteril 65-75% dari total kolesterol. LDL < 180 mg/dL. Adapun penurunan kolesterol dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu penurunan aliran keluar kolesterol dari membran sel ke lipoprotein oleh HDL karena adanya enzim Lesitin Colesterol Asil Transferase (LCAT). 2.2 Metabolisme HDL dan Transpor Kolesterol Terbalik 13 | P a g e . Dalam hati. HDL > 40 mg/dL. baik di empedu maupun lumen usus.5 Metabolisme HDL Dan Transfer Kolesterol Terbalik Semua sel berinti mensintesis kolesterol. aktivitas proses esterifikasi kolesterol oleh enzim AsilKoA Colesterol Asil Transferase (ACAT). misal hormon tertentu dan asam empedu dalam hati. kolesterol disekresi ke empedu. VLDL < 40 mg/dL. Kolesterol dalam sel perifer diangkut dari membran plasma pada sel perifer ke hati dan usus oleh proses yang disebut "kolesterol transportasi terbalik" yang difasilitasi oleh HDL Gambar 2. baik secara langsung atau setelah konversi ke asam empedu.

Dalam partikel HDL. Ester kolesterol kemudian dihilangkan dari peredaran sistemik oleh reseptor LDL yang mediasi endositosis. dan ester kolesterol yang hidrofobik pada inti dari partikel HDL. yaitu asam kholat dan chenodeoxy cholic yang berkaitan dengan glisin atau taurin membentuk garam empedu. kemudian diekskresikan oleh empedu ke dalam duodenum.6 Ekskresi Kolesterol Dalam Tubuh Secara singkat jalur utama pembuangan kolesterol tubuh terjadi di hati melalui konversinya menjadi asam empedu.Partikel HDL yang baru disintesis oleh usus dan hati. 2. kolesterol yang diesterifikasi dengan enzim lesitin-kolesterol acyltransferase (LCAT). Kolesterol HDL diangkut ke hepatosit oleh baik dengan jalur langsung maupun tidak langsung. Karena HDL memperoleh banyak ester kolesterol sehingga bentuknya lebih bulat dari lipoprotein yang lain dan apolipoproteins dan lipid tambahan akan ditransfer ke partikel dari permukaan kilomikron dan VLDL selama lipolisis. plasma terkait dengan HDL. Kolesterol HDL juga dapat diambil langsung oleh hepatosit melalui reseptor scavenger B1 (SR-B1). reseptor pada permukaan sel yang memediasi transfer selektif lipid ke sel. Asam empedu yang tidak diserap akan didegradasi oleh mikroba usus besar dan diekskresikan ke dalam feses. 14 | P a g e . Sebagian asam empedu akan direabsorpsi oleh hati melalui sirkulasi dan selanjutnya disekresikan kembali ke dalam empedu. Kolesterol ester pada HDL dapat ditransfer ke apoB yang mengandung lipoprotein dalam pertukaran dengan trigliserida oleh protein transfer kolesterol ester (CETP). Segera setelah disekresikan apoA-I dengan cepat memperoleh fosfolipid dan kolesterol tanpa esterifikasi dari tempat sintesisnya (usus atau hati). Proses ini menghasilkan pembentukan partikel HDL discoidal. yang kemudian merekrut kolesterol tanpa esterifikasi tambahan dari perifer.

Pada umumnya semua faktor tersebut dapat dibagi menjadi dua macam. Lebih lanjut dinyatakan pula bahwa dalam mengatur biosintesis kolesterol. dan adanya hormon tertentu. Absorpsi kolesterol kebanyakan terjadi dalam jejenum. sedangkan usus halus mengeluarkan enzim lesitinase yang bertindak merombak lesitin menjadi gliserol. atau sebaliknya. dan skualen sebagai prekursor untuk sintesis kolesterol. Hidrolisis ester kolesterol oleh esterase kolesterol terjadi pada atau di dalam misel. seperti kegiatan sistem enzim yang berperan dalam katabolisme kolesterol. jumlah hasil metabolisme kolesterol. dan pengaruh viskositas membran. senyawa ini membentuk masa sterol feses yang netral. yang akan diangkut keusus untuk dieliminasi. Jumlah kolesterol dalam sel di dalam tubuh manusia dan hewan diatur oleh banyak faktor. Senyawa utama yang dihasilkan adalah isomer koprostamol dan kolesterol. lanosterol. 1985). Bersama dengan kolesterol. Esterase kolesterol adalah enzim dari pankreas dan bersama-sama dengan garam empedu mengkatalisis pembentukan ester kolesterol. 15 | P a g e . Selanjutnya. Kolesterol diabsorpsi dengan difusi dari misel ke dalam sel mukosa kemudian diubah menjadi ester kolesterol. persediaan asam lemak bebas. Faktor pertama adalah luar sel. yaitu esterase kolesterol. Dan melalui sekresi kolesterol kedalam empedu. adanya kegiatan pengangkutan kolesterol atau derivatnya keluar dari sel dengan mekanisme pengangkutan aktif melalui membran sel.Tiap kolesterol yang diesterkan dihidrolisis di dalam rongga usus oleh enzim yang disekresikan oleh pankreas. Perubahan yang terjadi pada faktor yang satu akan mempengaruhi faktor yang lainnya. 1973). asam fosfat. yang merupakan derifat reduksi kolestreol. sementara beberapa sisa lemak dikeluarkan ke dalam usus besar dan dibuang melaui feses (Williams. asam lemak. ester kolesterol bergabung dengan kolesterol yang tidak diesterkan ke dalam partikel-partikel lipid protein besar yang lepas ke dalam limfe (kilomikron). Beberapa kolesterol diusus dimodifikasi oleh bakteri sebelum diekskresi. yang kemudian menghasilkan perubahan dalam laju biosintesis kolesterol (kolesterogenesis) (Wirahadikusumah. seperti jumlah kolesterol bebas atau yang terikat dalam lipoprotein di luar sel. Faktor kedua adalah dalam sel. kedua macam faktor tersebut bekerja saling berhubungan. jumlah persediaan terpenoida. dan kolin.

Selanjutnya dikemukakan bahwa selulosa yang merupakan serat tidak larut ternyata tidak hanya berpengaruh pada metabolisme lipid. et al. diantaranya efektif untuk menurunkan kadar kolesterol darah.2. tetapi dapat menurunkan kadar gliserol dan kadar kolesterol dalam plasma. Mengingat fungsi senyawa kolesterol sangat besar dan banyak pula penyakit yang berkaitan dengan kelebihan kolesterol. Mekanisme aksi sintesis kolesterol endogen untuk mensintesis asam empedu dipengaruhi oleh substrat. Hal tersebut didasarkan pada hasil penelitian bahwa tupai yang diberi bahan pakan berserat selama mencapai umur empat minggu mempunyai konsentrasi kolesterol plasma dan kolesterol HDL plasma yang lebih tinggi dan konsentrasi VLDL dan LDL plasma yang lebih rendah dibandingkan dengan tupai yang mendapatkan ransum kontrol. (1993) telah membuktikan bahwa bahan pakan berserat dalam ransum secara efektif menyebabkan hipokolesterolemia. et al. Selanjutnya Jonnalagadda. Serat merupakan bahan dalam makanan yang telah banyak digunakan dan direkomendasikan untuk mencegah peningkatan kolesterol.7 Peranan Serat Dalam Absorpsi Kolesterol Kandungan serat yang tinggi dalam makanan menurut berbagai penelitian memberikan banyak manfaat. Ekskresi kolesterol total feses pada tupai yang mendapat pakan berserat menjadi tinggi. 16 | P a g e . maka perlu dicari alternatif makanan atau produk makanan yang dapat menurunkan kolesterol. Ransum yang mengandung serat kasar yang mudah larut dan yang tidak larut mempengaruhi nilai kolesterol dalam serum dan hati. (1994) menunjukkan bahwa serat kasar ransum menurunkan konsentrasi kolesterol dalam serum dan hati tikus dibandingkan dengan selulosa. 1990). Sumber serat dapat diperoleh dari bahan pangan nabati. Hasil penelitian Anderson. Diperkirakan bahwa serat kasar yang terlarut mempunyai pengaruh pada asam lemak berantai pendek yang merupakan hasil fermentasi dari serat kasar di dalam kolon tikus (Nishima dan Freedland.

Sudah diketahui bahwa keadaan kolesterol di dalam tubuh sangat esensial untuk kebutuhan sel. Kolesterol dieliminasi dari hati sebagai koleterol yang tidak termodifikasi di dalam empedu. atau dapat diubah menjadi garam empedu yang disekresikan ke dalam lumen usus. 17 | P a g e . kemudian diekskresikan oleh empedu ke dalam duodenum.1 Kesimpulan Kolesterol merupakan substansi lemak hasil metabolisme yang banyak ditemukan dalam struktur tubuh manusia maupun hewan. menjalankan sejumlah fungsi yang penting ditubuh.BAB III PENUTUP 3. Misalnya kolesterol akan masuk kedalam simpanan kolesterol didalam hati. Asam empedu yang tidak diserap akan didegradasi oleh mikroba usus besar dan diekskresikan ke dalam feses. Secara singkat jalur utama pembuangan kolesterol tubuh terjadi di hati melalui konversinya menjadi asam empedu. hormone steroid. Hati berperan sentral dalam pengaturan homeostatis kolesterol dalam tubuh. Untuk memenuhi kebutuhannya. Karena itu. dan juga kolesterol yang disintesis secara de novo oleh jaringan ekstrahepatik serta oleh hati sendiri. dan vitamin D. biosintesis. dan pengaturan. telah berkembang serangkaian mekanisme transport. dan dijaringan tertentu. kolesterol merupakan prekursor asam empadu. kolesterol merupakan bagian structural semua membrane sel. Sebagian asam empedu akan direabsorpsi oleh hati melalui sirkulasi dan selanjutnya disekresikan kembali ke dalam empedu. yaitu asam kholat dan chenodeoxy cholic yang berkaitan dengan glisin atau taurin membentuk garam empedu. yang berasal dari sejumlah sumbar. Misalnya. Kolestrol merupakan alkhohol steroid yang unik dalam jaringan hewan. terjaminnya suplai kolesterol yang terus menerus akan sangat penting bagi sel tubuh. seperti makanan yang mengandung kolesterol. mengatur alirannya.

Dan semoga makalah ini dapat dimanfaatkan sebik-baiknya untuk menjadi suatu acuan untuk kedepannya mengenai biokimia dengan pembahasan Tiada manusia yang sempurna seperti makalah ini tak luput dari kesalahan dan kata sempurna. dapat berguna bagi rekan-rekan dan seluruh mahasiswa. maka dari itu.3. 18 | P a g e .1 Kritik Dan Saran Semoga makalah ini. untuk kritik dan saran akan saya terima untuk membentuk makalah yang lebih baik kedepannya yang dapat di manfaatkan dengan sebaik mungkin.

2000.doc.Buku ajar fisiologi kedokteran.Edisi: 25. Pamela C. Dan Ekskresi Kolesterol. EGC. Pengangkutan.Jakarta http://www.Jakarta Ganong WF. Edisi 3.Biokimia/MetabolismeKolesterol.DAFTAR PUSTAKA Champe.Jakarta Mayes PA.html 19 | P a g e .Biokimia Harper. Edisi: 20. EGC.Biokimia: Ulasan bergambar.Sintesis.EGC.2001.