You are on page 1of 7

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Mata adalah organ indera yang kompleks. Di mata terdapat reseptor khusus cahya yang disebut fotoreseptor. Setiap mata mempunyai suatu lapisan reseptor, yaitu suatu sistem lensa untuk memusatkan cahaya pada reseptor, dan sistem saraf untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke otak. Setiap individu mempunyai jarak bintik buta yang berbeda dengan individu lainnya saat melihat obyek. Saat kita tidak dapat melihat suatu obyek pada jarak tertentu, maka itulah jarak titik buta. Sebagaimana kita ketahui bersama semua impuls saraf yang dibangkitkan oleh batang dan kerucut. Sel batang dan kerucut merupakan bagian retina yang mampu menerima rangsang sinar tak berwarna (sel batang) dan mampu menerima rangsang sinar kuat dan berwarna (sel kerucut). Sel batang dan kerucut ini berjalan kembali ke otak melalui neuron dalam saraf optik, oleh karena itu obyek dapat ditebak bentuknya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kami hendak melakukan praktikum yang berjudul, “Bintik Buta”.

B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penyusunan laporan ini adalah bagaimna membuktikan adanya bintik buta?

C. Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk membuktikan adanya bintik buta.

untuk mendeteksi bentuk obyek. makin besar. Analogi antara mata vertebrata dan kamera adalah sempurna. yaitu. Pada setiap titik pada pandangan penglihatan. dan bentuk ini mempunyai orientasi ruang yang secara kasar sama seperti bayangan retina (Guyton. 1999). tempat terdapat perubahan dari gelap keterang atau dari terang kegelap. 1988). Intensitas perangsangan ditentukan oleh selisih kontras. TINJAUAN PUSTAKA Kemampuan sistem penglihatan untuk mengetahui susunan ruang pandang penglihatan. . Yaitu. Mata mempunyai lensa yang dapat difokuskan untuk jarak yang berbeda-beda. tetapi ciri-ciri utamanya sama. dan sebagainya tergantung pada fungsi korteks penglihatan primer. Jadi.II. pembuatan bayangan. Mata berbagai kelompok vertebrata berbeda dalam adaptasi untuk melihat dalam air. daerah korteks primer penglihatan yang sesuai terangsang. suatu diafragma (iris) yang mengatur lubang cahaya (pupil) dan kepekaan cahaya retina yang terletak di bagian belakang mata dan sama dengan film pada kamera (Villee. di udara dan di bawah cahaya dengan intensitas yang berbeda. bentuk kontras pada pandangan penglihatan dikesankan pada neuron korteks penglihatan. makin nyata batas kontras dan makin besar selisih intensitas antara daerah terang dan gelap. kecemerlangan masing-masing bagian obyek. Daerah ini terutama terletak pada fisura kalkarina yang secara bilateral terdapat pada permukaan medial masing-masing korteks oksipitalis.

Titik ini disebut titik buta. Mata tersebut dibalut oleh tiga lapis jaringan yang berlainan. Lapisan ini berfungsi untuk menghentikan refleksi berkas cahaya yang menyimpang di dalam mata. yaitu lapisan koroid. Alat dan kegunaan yang digunakan dalam praktikum bintik buta. Bagian yang paling peka adalah maluka yang terletak tepat eksternal terhadap diskus optik persis berhadapan dengan pusat pupil (Pearce. yaitu lapisan sklera. Retina adalah lapisan saraf pada mata. yang merupakan titik dimana saraf optik meninggalkan biji mata. Alat Fungsi . Lapisan tengah mata. yaitu batang dan kerucut (Kimbal. Dan berlangsung di Laboratorium Fisiologi Jurusan Biologi FMIPA Unhalu. B. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini dapat dilihat pada tabel berikut. yaitu sel-sel saraf. yang merupakan jaringan saraf halus yang menghantarkan impuls saraf dari luar menuju diskus optik. 1983). METODE PRAKTIKUM A. III.Mata manusia berbentuk agak bulat. 1999).00 WITA sampai selesai. Tabel 1. No. sangat kuat. Lapisan luar. oleh karena tidak mempunyai retina. yang terdiri dari sejumlah lapisan serabut. Kendari. amat berpigmen dan melanin dan sangat banyak berpembuluh darah. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada Sabtu tanggal 16 April 2011. Retina terdiri atas reseptor cahaya yang sesungguhnya. batang dan kerucut. Semuanya termaksuk dalam kontraksi retina. Lapisan dalam mata ialah retina. pukul 13.

hingga tanda lingkaran tidak terlihat lagi (penglihatan tetap fokus ketanda +). Menggeser secar perlahan-lahan kertas mendekati mata. 4. Bahan Kertas putih bertanda + dan O Fungsi Sebagai objek yang diamati. 5. kemudian menutup mata kiri. Mengulangi langkah di atas dengan menutup mata kanan. Metakkan kertas bertanda tersebut pad jarak ± 40 cm di depan mata. Bahan dan kegunaan yang digunakan dalam praktikum bintik buta. 1.1. 6. C. 3. Membuat pada sehelai kertas kuarto tulisan bertanda + dan O 2. Memfokuskan penglihatan pada tanda +. Menggeser kembali kertas mendekati mata dan tanda lingkaran akan terlihat kembali. Pulpen 2. Prosedur Kerja Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut : 1. Mistar Sebagai alat tulis Untuk mengukur jarak terjadinya bintik buta antara volunter dengan obyek. . Pada jarak ini tanda + dan O masih terlihat. Tabel 2. No.

yaitu otot dan kelenjar (baik kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin). Bintik buta yaitu merupakan suatu bagian dari mata yang berfungsi sebagai daerah tempat saraf optik meninggalkan bagian dalam bola mata dan tidak mengandung sel konus dan batang. Ketiga hal ini mempengaruhi sangat besar pada system kerja dan kordinasi mata. Sel-sel saraf ini ada yang berfungsi membawa rangsangan ke pusat saraf ada juga yang membawa pesan dari pusat saraf. Sebagaimana kita ketahui bersama semua impuls saraf yang dibangkitkan oleh batang dan kerucut. oleh karena itu obyek dapat ditebak bentuknya. Sel batang dan kerucut merupakan bagian retina yang mampu menerima rangsang sinar tak berwarna (sel batang) dan mampu menerima rangsang sinar kuat dan berwarna (sel kerucut). Pembahasan Reseptor adalah bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsangan. Efektor adalah bagian tubuh yang menanggapi rangsangan. Bintik buta ini dapat dipengaruhi karena seseorang mengkonsumsi rokok. Pada praktikum yang dilakukan terlihat bahwa bintik buta banyak terjadi pada setiap kalangan baik itu wanita maupun pria. Bagian tersebut adalah sel-sel saraf (neuron) yang membentuk system saraf. Konduktor adalah bagian tubuh yang berfungsi sebagai penghantar rangsangan. . Setiap individu mempunyai jarak bintik buta yang berbeda dengan individu lainnya saat melihat obyek. dimana seseorang tidak dapat melihat obyek pada jarak tertentu. Salah satunya ialah bertambahnya jarak bintik buta yang kita punya.B. Sel batang dan kerucut ini berjalan kembali ke otak melalui neuron dalam saraf optik. Titik inilah yang disebut titik buta. Jadi ada suatu titik dimana mata kita tidak dapat memfokuskan atau melihat benda dengan jelas sehingga benda tersebut menjadi tidak terlihat. Seperti yang kita ketahui kalau rokok bila dikonsumsi banyak menyebabkan penyakit berbahaya. Saat kita tidak dapat melihat suatu obyek pada jarak tertentu. tidak terdapat sel batang dan kerucut. Bagian yang berfungsi sebagai penerima rangsangan tersebut adalah indra. maka itulah jarak titik buta. Tidak terlihatnya obyek dengan jarak tertentu disebabkan karena pada bagian retina terdapat suatu titik tempat kira-kira satu juta neuron bertemu pada saraf optik.

V. B. PENUTUP A. 1. Selain itu bintik buta juga dipengaruhi oleh konsumsi rokok yang berlebihan. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat bintik buta baik pada mata kanan maupun pada mata kiri namun jarak bintik buta antara kedua mata ini berbeda. . Saran Saran yang diajukan pada praktikum kali ini adalah hendaknya tiap praktikan memperhatikan semua penjelasan dari asistennya agar dalam melaksanakan praktikum mengerti semua yang dikerjakan. hal ini dapat dilihat pada pengamatan praktikum ini.

.Jakarta. John W. 1988. EGC Kedokteran. Erlangga. Erlangga. Jilid 2. Kimball. Ed ke-5. Zoologi Umum.DAFTAR PUSTAKA Guyton.Jakarta. Terjemahan Siti Soetarmi Tjitrosomo & Nawangsari sugiri. Claude A. dkk. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. 1999. Terjemahan Nawangsari sugiri. . C Evelyn. PT Gramedia Pustaka Utama. 1999. Villee. Pearce. Ed ke-6. 1983.Jakarta.Jakarta. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Biologi. Jilid I.