BAB I ASSESSMENT A. ANAMNESIS 1. Identitas pasien Nama Umur Sex Pekerjaan Ny.

Kainem No RM 64 th P Ruang Tanggal masuk 536542 Flamboyan 9 B 21/4/2010 24/4/2010

Ibu Rumah Tanggal kasus Tangga

Pendidikan SD Agama Islam

Alamat

Binangun

Diagnosis medis Pleuropneumonia, CHF ef III ec IHD/HHD, DMNO, susp. ISK

2. Berkaitan dengan riwayat penyakit Keluhan utama Lemas, bengkak seluruh tubuh sejak 5 HSMRS, batuk berdahak, lemah Riwayat penyakit sekarang Bengkak seluruh tubuh 5 hsmrs + batuk berdahak Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit keluarga DM, HT Hipertensi

Berkaitan dengan riwayat gizi Data sosio ekonomi Penghasilan : menengah Jumlah anggota keluarga : 7 Suku : jawa Aktifitas fisik Jumlah jam kerja : Jenis olahraga : Jumlah jam tidur sehari : 8-9 jam sehari Frekuensi : -

apel merah. bening Buah : pisang.Alergi makanan Masalah gastrointestinal Makanan : . jeruk manis 1x/hari @ 1 potong Susu : fullcream 2x/minggu @ 1 . apel hijau.minuman : Nyeri ulu hati (tidak) Mual (ya) Muntah (tidak) Diare (tidak) Konstipasi (tidak) Anoreksia (ya) Perubahan (tidak) pengecapan/penciuman Penyakit kronik Jenis penyakit : DM dan HT Modifikasi diet : mengurangi gula murni Kesehatan mulut Sulit menelan (tidak) Stomatitis (tidak) Gigi lengkap (tidak) Pengobatan Perubahan berat badan Mempersiapkan makanan Obat DM (keluarga lupa jenisnya) Fasilitas memasak : menyiapkan sendiri/disiapkan Fasilitas menympan makanan : - Riwayat / pola makan Nasi 1 centong 3x/hari Hewani : ikan. bayam. tempe goreng 3x/hari @ 1 potong Sayur : wortel. daun katuk 2x/hari @ 3sdm : santan. ayam 1x/minggu @ 1 potong Nabati : tahu.

    Os sudah dirawat selama 4 hari Os mengeluhkan Lemas dan lemah. sintesis AGES.Infeksi saluran kemih. dengan cara mengkonsumsi gula diet rendah kalori. 2009). pada keadaan hiperglikemia terjadi aktivasi jalur poliol. Os mengalami masalah gastrointestinal yakni mual dan anoreksia. dan pembuluh darah. Congesive Heart Dissease ef III ec Iscemic Heart dissease. pembentukan radikal bebas. jantung.serta batuk berdahak.. yaitu pleuropnemonia yang disebabkan oleh bakteri Pneumocystis jiroveci dan Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri (E. Aktivasi berbagai jalur tersebut berujung pada kurangnya . Pembahasan : Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakterisrtik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. dan aktivasi protein kinase C. kerja insulin atau keduanya. dan susp. Hiperglikemia kornis pada Os berhubungan dengan kerusakan jangka panjang. Diabetes Myonecrosis. 2010). bengkak.gelas. Selain itu. disfungsi beberapa organ tubuh terutama saraf. Penurunan imunitas ini terjadi karena peningkatan sitokin proinflamasi yang diikuti dengan penurunan fungsi sel termasuk fungsi sel B pankreas (Winarsi et al. teh manis 3x/minggu @ 1 gelas Snack : gorengan 3x/minggu @ 1-2 potong sedang Vetsin +++ Gula ++ (gula diet) Minyak ++ Kesimpulan:  Os terdiagnosis Pleuropneumonia. Hipertensi Heart Dissease. (Sudoyo et al.coli). Selain itu. Os telah melakukan modifikasi diet mengurangi gula murni.. os mengalami penurunan imunitas yang ditandai dengan terjangkitnya beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

3 x 100% = 85.kemampuan vasodilatasi jantung. Underweight : < 90 % (Anggraeni. LLA 26 cm C. Didapatkan presentasi 85.. Obesitas : > 120% 2. Mual disebabkan karena tingginya kadar gula dalam darah (ketidakseimbangan gula dalam darah) (Ismi. 2010). Tetapi bila kerusakan metabolik ini berlanjut menjadi kerusakan iskemik (IHD). Kami tidak menggunakan perhitungan IMT karena Berat badan pasien tidak dapat diketahui (pasien oedema) selain itu tidak didapat data yang akurat tentang TB os. Hipertensi inilah yang lama-kelamaan menyebabkan CHF. Hal ini menyebabakan jantung berkontriksi dan mempercepat aliran darah.8% (status gizi baik) Nilai normal : 1.8% bila dibandingkan dengan standart. Normal : 90-110 % 4. B. 2013). 2012) Pembahasan : Kami menyimpulkan status gizi os baik dari perhitungan ratio LLA aktual berbanding LLA standart. akibatnya terjadilah hipetensi. sedangkan anoreksia disebabakan oleh gangguan saraf dan lemas yang dikeluhkan oleh Os. Os mengalami masalah gastrointestinal yakni mual dan anoreksia. ANTROPOMETRI TB?PB estimasi 141. PEMERIKSAAN BIOKIMIA .76 cm Kesimpulan : % LLA = %LLA = 26/30. Overweight : 110-120 % 3. maka kerusakan struktural tersebut tidak dapat diperbaiki. Hal ini sangat erat kaitannya dengan lama dan beratnya DM (Sudoyo et al.

3 - Kesimpulan :     Sel darah merah.7 358 74-121 187 174 44. dan hematokrit os rendah mengindikasikan anemia.Pemeriksaan urin/darah WBC RBC HGB HCT MCV MCH MCHC PLT Satuan/ normal 4.5-7.09 + + masuk Keterangan Dbn Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Dbn Tinggi Dbn Tinggi Dbn Dbn Tinggi Dbn Dbn Dbn Dbn Dbn Tidak Normal Tidak Normal Glukosa sewaktu 74-106 Kolesterol Trigliserida HDL-chol LDL-chol Glukosa 2 jpp Asam urat SGOT SGPT Urea Kreatinin Glukosuria Hematuria 0-200 0-150 >55 <150 <140 2.9 439 5.6-1.5 34.4 12-16 37-47 79-99 27-31 33-37 150-450 nilai Awal RS 9.3 87. Kolesterol dan LDL normal namun trigliserid tinggi Adanya glukosuria dan Hematuria Pembahasan : .8 4.4 30. hemoglobin. Glukosa darah sewaktu dan glukosa 2 jpp tinggi mengindikasikan kondisi diabetes dan pengaturan diet yang salah.85 3.8-10.3 29 19 31 1.98 10.2-5.1 1-37 10-40 0-50 0.5 85.9 26.

. Peningkatan kadar glukosa darah dapat merusak arteri sehingga dapat menganggu aliran O2 dan nutrisi. Karena kondisi DM yang sudah lama maka menyebabkan hiperglikemia yang presisten sehingga menyebabkan Glukosa darah sewaktu dan glukosa 2 jpp lebih dari normal.Anemia yang dialami Os merupakan dampak dari penyakit DM. 2004).. hal tersebut dapat meningkatkan resiko pada penyakit diabetes komplikasi bila penderita sebelumnya menderita penyakit diabetes dan menurunkan kemampuan hormon insulin dalam mengendalikan tingkat gula darah (Imam. Selain itu trigliserid yang tinggi dalam sel lemak yang merangsang pelepasan pada sel-sel inflamasi tertentu yang disebut dengan Cytokine ke dalam aliran darah. sehingga terjadi glukosuria. Trigilserid yang tinggi berkaitan dengan arterosklerosis yang dapat menimbulkan penyakit jantung. PEMERIKSAAN FISIK 1. Ro thorax : pleuropneumonia 4. maka dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal (McPhee et al. Bila keadaan ini berlangsung terus-menerus. 2010). CM 2. 2011). Hiperglikemia juga menyebabkan ketidakmampuan glomerulus dalam menyaring glukosa. Ginjal merupakan organ yang memproduksi eritropoertin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah. D. Batuk berdahak Kesimpulan: . 3. Kepala/abdomen/extremitas dll : EKG heart rate 113x/hari. Kerusakan ini juga terjadi pada pembuluh darah yang menuju ginjal. Kesan umum : KU lemah. Bila terjadi gangguan pada ginjal maka sel darah merah tidak akan terproduksi sehingga menyebabakan anemia (Forte et al. Hematuria yang terjadi pada os diindikasikan sebagai akibat dari infeksi saluran kemih yang diderita os.

25 Protein (gr) 37. namun sadar (compos mentis) Tensi tinggi.3% dari total kebutuhan yang perlu diasup oleh os.    Os lemah.18 - (NaCl - Kesimpulan:  Asupan oral baru memenuhi 61. diakibatkan oleh manifestasi klinik dari pneumonia.8% 1750 50 58. nadi normal. Batuk berdahak yang dikeluhkan os.3 256.6875 Lemak (gr) 32.52 KH (gr) 225.36% 55. E.325 Energi (kal) 1073. ASUPAN ZAT GIZI Hasil recall 24 jam diet : rumah sakit Tanggal : 22 april 2010 Diet RS : diet jantung (nasi tim) Implementasi Asupan oral Infus 0. sedangkan respirasi yang tinggi berkaitan dengan penyakit jantung dan infeksi pneumonia yang menyebabkan respirasi cepat namun pendek. Respirasi tinggi. Denyut jantung yang tinggi berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah (arteroklerosis) yang menyebabakan jantung bekerja keras memompa darah.7 % 87.9%) Asupan enteral Kebutuhan (AKG) % asupan 61. Pembahasan : . suhu normal Hasil EKG menunjukkan heart rate Os tinggi dan rongten thorax menunjukkan adanya pleuropneumonia Batuk berdahak Pembahasan : Tekanan darah yang tinggi adalah kondisi akibat HHD.3% 73.

Terapi Medis Jenis Obat/tindakan Fungsi Interaksi dengan zat gizi Cefriaxone Azitromycine Furosemid Valsartan Antibiotic Antibitoc Diuretic Vasodilator penurunan darah Ranitidin Mengurangi asam lambung Aspar K NaCl 0. . F.9% 27 tpm Antasida Masukan kalium Masukan elektrolit Menurunkan lambung sekresi dan tekanan tukak - Kesimpulan :   Adanya interaksi kuratif antara obat furosemid. dan aspar K yang mencegah hipokalemia tubuh.Selain itu pasien juga mengalami batuk berdahak yang dapat menganggu proses makan. Tidak ada interaksi obat dan zat gizi.Tidak adekuatnya aspuan oral dipengaruhi oleh masalah gastrointestinal berupa mual dan anoreksia.

lemah hanya 61. anoreksia.BAGIAN 2 DIAGNOSIS 1. . Pemenuhan batuk berdahak.3% dan lemas.2) altered nutrition-related laboratory values Etiology (E) Sign & symptoms (S) trigliserida darah serta dan diatas adanya Problem (P) Altered nutrition-related Penyakit CHF cf III dan Kadar laboratory values DM glukosa normal glukosuria.1) Inadequate oral food Etiology (E) Sign & symptoms (S) kebutuhan Problem (P) Inadequate oral food Adanya mual. 2. Domain intake  (NI-2. Domain Klinik  (NC-2.

76 – 100 – (10% (TB – 100)) = 37. 10% MUF. Mencegah komplikasi lebih parah 1. garam R. Mencapai dan mempertahankan kadar lipid serum d. 2010. Mempertahankan berat badan normal. Energi cukup b.58 kg Kebutuhan energi (Harris Benedict): .1 Terapi diet a.. Planning 1. terdiri dari 5% PUFA.3 Prinsip dan syarat diet a.4 Perhitungan Kebutuhan Energi a. Rendah garam 2-3 g/hari e. Kebutuhan energi BBI = TB – 100 – (10% (TB – 100) = 141. Lemak cukup 15%. Tidak memperparah edema f. Protein cukup (1 gram/kgBB) c. Gula : Oral : lunak 1. e. Mengendalikan kadar glukosa darah dan tekanan darah b. Memberikan makanan tanpa memberatkan kerja jantung c.2014: Almatsier.BAGIAN 3 INTERVENSI 1. Konsumsi serat 25gr/hari Sumber : (Alison et al. Jenis diet b. 5% SF d.2 Tujuan diet a. Batasi penggunaan karbohidrat sederhana f. Bentuk makanan : R. ) 1. Cara pemberian c.

41 gr MUFA 10% = 10/25 x 42.7 (64) = 655 + 360.BEE = 655 + 9.25kal/9 = 42.32 kal) 2.58 = 37.17 – 300.81 gr 3.5 Rencana Monitoring dan Evaluasi Jenis pemeriksaan Antropometri Fisik klinis LLA Edema 1x seminggu 1xsehari Kenaikan LLA Tidak ada Yang diukur Pengukuran Evaluasi .03 = 16. Protein 1gr/kgBB = 1 x 37.25) = 994.6 (37.03 = 8.6 (BB) + 1.8 (TB) – 4.3 = 1513.7 (U) = 655 + 9.8 (141.81 gr Lemak jenuh 10% = 10/25 x 42.14 x 1.32 + 368.58) + 1.76) – 4.03 = 16. Kebutuhan zat gizi : 1.42 = 1513 kal b.43 kal = 248.14 kal EEE = BEE x FA x FI = 970.77 + 255.58 gr (150.61 gr 1. Karbohidrat = 1513 – (150.2 x 1.8 = 970.03 gr PUFA 5% = 5/25 x 42. Lemak 25%  25% x 1513 = 368.

Penjelasan tentang pola makan rendah kolesterol. dan pengaturan konsumsi gula .Penjelasan tentang subtitusi bahan pangan rendah kolesterol rendah garam.6 Rencana konseling gizi      Tema : Pola makan rendah kolesterol. dan rendah gula. rendah garam. . rendah garam.Penjelasan tentang pentingnya serat . dan pengaturan konsumsi gula Media : lembar balik dan leaflet daftar bahan penukar rendah kolesterol dan rendah gula Sasaran : pasien dan keluarga pasien Waktu : 30 menit Isi materi : .edema dan asites Biokimia Kolesterol 2xseminggu Nilai normal < 200mg/dL Trigliserida 2xseminggu Nilai normal < 200mg/dL LDL 2xseminggu Nilai normal < 130 mg/dL Glukosa sewaktu 1xsehari Nilai normal 74-106 Glukosa 2 jpp 1xsehari Nilai normal <140 Asupan Jumlah makanan yang di makan Asupan dari luar rumah sakit 1xsehari 5xsehari Sesuai dengan kebutuhan Sesuai dengan konseling 1.

57 Kesimpulan : Berdasarkan diet rumah sakit yang di berikan kepada pasien. Implementasi 2.2 Rekomendasi diet .9 Protein (g) 37.2.52 42. diet hanya memenuhi 70.1 Kajian Terapi diet Rumah Sakit Energi (kkal) Standar diet RS Kebutuhan (planning) % standar kebutuhan 1073.57% dari kebutuhan.37 KH (g) 225.37% dan 90.61 90. Sedangkan protein sudah mencukupi kebutuhan.52 100. 2.6875 37. Asupan lemak dan karbohidrat memenuhi 77.03 77.25 1513 70.9% eneri dari total kebutuhan.4 Lemak (g) 32.18 248.

V. University of New York-Downstate Medical Cente. Kim. McPhee. Iman. 2010. Diunduh 28 Maret 2014. Forte. G. Edisi Kedua. Diabetes Melitus. 2004.2010.. EGC.1. PT Gramedia. Department of Medicine. 2013. http://umc. Stephen J. New York. Asad. Dengan Lemak Dan Kolesterol. M. Edisi 5. Efek Suplementasi Ekstrak Protein Kecambah Kedelai terhadap Kadar Il-1beta Penderita Diabetes Tipe-2. Hubungannya. . Winarsi. R. S dan McFarlane. Patofisiologi Penyakit Pengantar Menuju Kedokteran Klinis. Division of Endocrinology.dan Ganong. Steuber. S I. H dan Purwanto. Soeharto. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol.id.XXI No. Anemia of Chronic Kidney Disease in Diabetic Patients: Pathophysiologic Insights and Implications of Recent Clinical Trials.unej. William F.ac.Daftar Pustaka Ismi. Jakarta. Jakarta. Serangan Jantung Dan Stroke. A. 2011.

Related Interests