POLYMER BERBASIS STYRENE

Polystyrene (PS) Polystyrene adalah vinyl polymer. Polystyrene memiliki rantai hydrokarbon yang panjang dengan gugus phenyl menempel di setiap atom karbon Diproduksi dengan cara free radical vinyl polymerization, dari monomer styrene. Thermoplastic material Amorphous polymer

Polimerisasi Polystyrene

sifat alir yang baik dan impact strength yang cukup tinggi Grade High molecular weight PS mempunyai kekuatan yang rendah jika berat molekulnya kurang dari 50. temperatur setting up yang tinggi.Grade yang Tersedia Grade pemakaian umum (GPPS) Grade ini diseimbangkan antara resistansi panas yang baik. Grade heat-resisting komersial biasanya titik softening sekitar 7°C diatas titik softening dari PS untuk pemakaian umum.000 dan akan meningkat dengan pesat pada berat molekul sampai dengan 100.000 tidak mempunyai efek yang merugikan terhadap kelancaran aliran. Peningkatan berat molekul lebih jauh dari 100. . dengan mengurangi kandungan monomer. kekuatan tensile akan tetapi mempunyai efek negatif pada - Grade Heat-resistant Dengan mengurangi jumlah material volatile. Sebagai contoh. titik softening pada PS dapat ditingkatkan. titik softening dapat ditingkatkan dari 70°C ke 100°C.000.

PS dianggap terlalu rapuh untuk sebuah polimer. kopolimerisasi. dsb. Produsen telah mencoba untuk memodifikasi produk-produk mereka. Penambahan Fillers seperti glass fiber. Metoda untuk mengatasi persoalan ini termasuk: Penggunaan polimer dengan berat molekul tinggi Penggunaan plasticizer.High Impact Polystyrene (HIPS) Untuk banyak penggunaan. Penggunaan additif karet. bubuk kayu. Pengorientasian molekul polimer. Faktor yang menentukan properties: . Grafting dengan Polybutadiene Rubber Pembuatan HIPS Gambar morfologi HIPS Jumlah Polybutadiene Rubber yang dicangkokkan dan teknik polimerisasi yang digunakan menentukan variasi grade HIPS dengan properties yang sangat bervariasi pula.

morfologi rubber 2.1. Kontrol terhadap Molecular Weight Distribution 3. additive Aplikasi Polystyrene Electrical Electronic Automotive Industrial films Food packaging Pemakaian HIPS Aplikasi HIPS dalam Elektronik .

Polyphenylene Ether/HIPS Blend (harga jauh lebih mahal dari HIPS) . PP (harga berimbang) Sektor elektronik: ABS.- refrigerator liner & interior Casing mesin fotocopy. fax. dll. Audio Visual Furniture Casing Camera Peralatan rumah tangga Material Pesaing HIPS Sektor packaging: HDPE. telephone.

suspensi Struktur: amorph.Styrene Acrylonitrile (SAN) Gambaran Umum: Hasil polimerisasi Styrene dengan Acrylonitrile Proses polimerisasi : emulsi. random Karakteristik: Transparan thermal properties excellent chemical resistance baik hardness baik dimensi stabil cukup rigid load bearing baik Cost category: low Rumus Molekul SAN . linier.

PMMA .Pembuatan SAN Modifikasi SAN Modifikasi SAN (lebih soft) Olefin modified: OSA Acrylic – Styrene – acrylonitriles: ASA Karakteristik: Opak ductile Gambaran Umum OSA dan ASA OSA : grafting SAN dengan elastomeric Olefin rubber ASA : grafting SAN dengan Acrylic Elastomer Backbone Karakteristik: sifat compatibilizer dengan polimer lain baik Cocok untuk blending Contoh blending dengan OSA & ASA: PVC. PC.

control panel Cosmetic case .Contoh blending dengan SAN Blending dan reinforcement dengan SAN SAN/PVC SAN/PC SAN/ABS SAN/Butyl Acrylate SAN/PVC Alloy SAN – glass fiber reinforced Aplikasi SAN SAN berdasarkan sifatnya banyak digunakan pada: Automotive: lensa instrumen. windows. probes. cases instrumen. dust cover dll Alat Rumah Tangga: washing machine. battery cao. telephone part. panel support Bangunan : Window panel Electronic : Video cassete reels.

Styrene Butadiene Rubber (SBR) Introduction Styrene butadiene atau styrene butadiene rubber merupakan kelompok karet sintetis yang terbuat dari styrene dengan butadien Perbandingan antara styrene dengan butadien akan mempengaruhi sifat produk. semakin tinggi kandungan styrene sifatnya lebih keras dan kurang kenyal E Tchunkur dan A Bock merupakan penemu campuran butadiene dan styrene pada tahun 1929 Rumus Molekul SBR Rumus Molekul SBR .

Polimerisasi dalam bentuk larutan(solution-polimerisation) atau L-SBR Emulsi polimerisasi SBR ada 2 type yaitu : 1. Cold rubber 2.5 % dibanding 23. akan berhenti sendiri setelah semua monomer bereaksi Sebelum koagulasi stabiliser ditambahkan ke latex jumlahnya tergantung kualitas yang diinginkan . Polimerisasi dalam bentuk emulsi(emulsion-polimerisation) atau E-SBR 2.Pembuatan Polimerisasi dari SBR ada 2 macam : 1. Hot rubber E-SBR (cold rubber) Emulsifier yang digunakan untuk mendispersi monomer selama polimerisasi bersifat anionik Perbandingan butadien dengan styrene biasanya 76. salah satunya menggunakan chelating agents seperti garam natrium dari Ethylene-diamine tetra acetic acid bersama-sama dengan Sodium formaldehyde sulfoxylate Ph reaksi diatur sekitar 11 – 12 Tertiary Dodecyl Mercaptan biasanya digunakan sebagai chain modifier.5 % berat Radikal bebas yang dibutuhkan pada tahap inisiasi(awal) diperoleh dari garam besi(II) dengan p-menthane hydroperoxide E-SBR (cold rubber) Sebagai aktivator redoks.

Polimerisasi OE-E-SBR Pada beberapa grade SBR. pada tahap akhir proses polimerisasi ditambahkan minyak ekstender(OE-E-SBR) dan master batch karbon black Karet dengan minyak ekstender biasanya dihasilkan sampai berat molekul yang lebih tinggi Minyak mengendap bersama karet dan berperan sebagai plasticizer selama pemrosesan E-SBR (hot rubber) Proses pembuatan cold dan hot rubber sangat mirip Emulsifier digunakan asam lemak atau alkylaryl sulfonates. Suhu polimerisasi biasanya 50 oC atau lebih tinggi Radikal bebas dibentuk untuk menginisiasi proses polimerisasi dengan menggunakan Potassium Persulfate dan Mercaptan .

yang memberikan keamanan yang lebih baik dan lebih hemat bahan bakar. Proses homogen(semua komponen terlarut). memberikan kontrol yang lebih baik dalam pembentukan polimer Senyawa organo lithium bereaksi dengan satu monomer membentuk carbanion kemudian bereaksi dengan monomer lainnya begitu seterusnya. Chain modifier 4. Koagulant 7. Monomer ratio (umumnya styrene 23.Parameter Polimerisasi Parameter penting dalam proses pembuatan SBR : 1.5%) 2. Minyak (jenis dan jumlah) 8. Dibanding dengan E-SBR. Suhu polimerisasi 3. Karbon black (jenis dan jumlah) L-SBR L-SBR dihasilkan melalui proses polimerisasi anionik Senyawa alkil lithium digunakan sebagai inisiator untuk proses polimerisasi. Polimerisasi . Emulsifier 5. L-SBR semakin disukai karena memberikan peningkatan pada wet grip dan rolling resistance. tidak boleh ada air. Stabiliser 6.

penutup roll dan produk karet teknis khusus - Thermoplastik L-SBR. terutama digunakan untuk sol sepatu yang keras. sebagai sepatu dan dot tutup botol bayi . digunakan untuk produk dengan ketahanan panas rendah.Pengenalan Umum Simbol ASTM: SBR Kategori C-MOLD: PS Sifat-sifat: Transparan. toughness dan processability. Aplikasi umum: wadah display. komponen mainan. Aplikasi SBR E-SBR terutama digunakan untuk pembuatan ban mobil dan truck ringan Kegunaan yang lain antara lain untuk : Peralatan rumah tangga Sol sepatu Conveyor belt Carpet mobil V-belt dll Random L-SBR. digunakan sebagai campuran dengan E-SBR untuk meningkatkan kemudahan dalam proses ektrusi - Block L-SBR. impact strength yang baik. relatif tidak mahal.

Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) Karakteristik & properties ABS Kontribusi masing-masing monomer penyusun ABS: Acrylonitrile: heat resistance chemical resistance surface hardness .

lnterpolimer dari polibutadiene dengan styrene dan acrylonitrile (Tipe 2) .- Styrene : processability rigidity Strength - Butadiene : Thoughness Impact resistance Sistem 2 fasa dalam ABS: SAN sebagai matriks Partikel-partkel polybutadiene terdispersi dalam matriks SAN Dua jenis ABS yang paling penting adalah: Campuran kopolimer acrylonitrile-styrene dengan butadiene-acrylonitrile rubber (Tipe 1).

Tipe 1 Minimum 20% nitrile rubber yang ter crosslinked dibutuhkan untuk memperoleh produk yang kuat.ABS . Inisiator yang larut dalam air seperti potassium persulphate ditambahkan pada polimerisasi styrene dan acrylonitrile. Kopolimer komersial mengandung 20-30% acrylonitrile cocok untuk produksi ABS Tipe 1 ABS Tipe 2 Untuk memproduksi polimer Tipe 2. acrylonitrile-styrene kopolimer harus mempunyai berat molekul yang tinggi. Untuk material high-impact . styrene dan acrylonitrile ditambahkan pada polybutadiene latex dan campurannya dipanaskan hingga 50°C untuk memudahkan absorpsi monomer. - Range polimer ABS sangat besar: Rasio dari ketiga monomer dapat bervariasi Cara penyusunan ketiga unsur dapat divariasikan .

Acrylonitrile Butadiene Styrene Gambaran umum pemakaian ABS (1992 di Eropa Barat) Sumber: Commodity plastic as Engineering Material . Contoh: Panel-panel Penutup pintu Pegangan pintu Grill radiator Komponen sistem ventilasi Rumahan alat pemanas Pegikat sabuk pengaman (seat belt) Panel console Tempat loudspeaker Trim interior Untuk penggunaan industri otomotif. ABS seperti iPP. penggunaan pada industri otomotif: persaingan antara ABS dengan iPP: .RAPRA Aplikasi ABS ABS digunakan untuk beberapa aplikasi yang diperlukan sifat toughness dan penampilan yang baik.

Koper dan bagian-bagian untuk modifikasi PVC. Lembaran refrigerator. ABS juga digunakan pada Peralatan rumah tangga. sedangkan di Eropa. Telepon. didominasi oleh PVC. Peralatan kantor. Mainan anak.Di Amerika Serikat hampir semua pipa dibuat dari ABS. Cosmetic Material pesaing ABS ABS High Impact grade: PC Filled PP ABS High Heat Resistance & High Impact: Polyphenylene Oxide (PPO) - ABS standard grade: Acrylic - ABS lower impact grade: High Impact Polystyrene (HIPS) Pemrosesan ABS Mudah diproses dengan bentuk-bentuk yang kompleks: Injeksi molding Extrusion/termoforming blow molding roto – casting compression molding coextrusion . Peralatan rekreasi. Peralatan listrik.

contoh aplikasi ABS .- profile extrusion blown film extrusion Contoh.