GANGGUAN PSIKOTIK NON ORGANIK YTT (F29

)

IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Umur Agama Status penikahan Pendidikan Pekerjaan Alamat Masuk UGD RSKD : Tn. Ramli : Laki-laki : 23 tahun : Islam : Belum menikah : SD : Tidak bekerja : Halimping DS Saotanre Kec Sinjai Tengah : Rabu, 30 Oktober 2013

LAPORAN PSIKIATRIK Diperoleh dari allonamnesis tanggal 30 Oktober 2013 di UGD Rumah Sakit Khusus Dadi oleh Tn. Arfa, kakak kandung pasien . I. RIWAYAT PENYAKIT A. B.  Keluhan utama : Mengamuk

Riwayat gangguan sekarang : Keluhan dan gejala Dialami ± 7 bulan yang lalu, memberat ± 1 minggu yang lalu. Awalnya pasien menyanyi, berteriak-teriak, lalu menghancurkn barang-barang disekitarnya, memecahkan kaca, dan susah tidur. Mengamuk tiba-tiba. Sebelum dibawa kerumah sakit pasien

pasien sering berbicara sendiri. hanya berobat ke dukun tapi tidak ada perubahan. infeksi (-). pasien juga pernah mengamuk sampai lari ke jalanan tanpa memakai pakaian (info yang didapat keluarga tentang itu tidak lengkap). Gangguan medik Trauma (-). merokok (+) sebanyak ± 1 bungkus rokok per hari . Pasien tidak pernah berobat di rumah sakit. apabila diajak bicara oleh keluarganya pasien hanya diam jarang menjawab apabila ditanya. dan sering juga berbicara dengan benda mati seperti kayu. setelah pulang dari Kalimantan pasien banyak diam. Dari pengakuan keluarga. keluarga pasien juga mendapat info bahwa sewaktu di Kalimantan. Perubahan perilaku ini dialami sejak pasien pulang dari Kalimantan. pasien masuk rumah sakit 3. Pasien sering mengejar orang yang ditemui dengan parang.  Hendaya/disfungsi   Hendaya pekerjaan Hendaya sosial : (+) : (+) Hendaya waktu senggang : (+) : tidak jelas Faktor stressor psikososial Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat penyakit fisik dan psikis sebelumnya: tidak ada C. parang. Gangguan zat psikoaktif Alkohol (+). Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Gangguan psikiatrik Tidak ada 2. Pernah alami kecelakaan 3 tahun yang lalu sewaktu di kalimantan. Pasien mengaku pernah berkelahi dengan orang dayak. kejang (-). sehingga di ikat di rumah.melempari tetangga dengan batu.

F. Pasien tinggal bersama orang tua. pasien tidak menyelesaikan SD. tidak bekerja hanya tinggal dirumah. . Riwayat Kehidupan Keluarga Pasien merupakan anak kedua dari lima bersaudara (♂. Riwayat keluarga mengalami gangguan jiwa yang sama sebelumnya tidak ada. Pasien tinggal bersama kedua orang tua. RSKD DM (Dokter Muda). hanya sampai kelas 3 SD E. ibu pasien dalam keadaan sehat. Situasi Sekarang Pasien belum menikah. Riwayat Kehidupan Pribadi  Riwayat prenatal dan perinatal (0-1 tahun) Pasien lahir spontan. AUTOANAMNESIS. ♂. 6 NOVEMBER 2013 DI BANGSAL NYIUR.D. Persepsi pasien tentang diri dan kehidupannya Pasien menyangkal bahwa dirinya sakit dan butuh pertolongan. G. ♂. Selama masa kehamilan. ♂. P (Pasien) DM : Assalamualaikum.  Masa kanak pertengahan (4-11 tahun) Prestasi pasien disekolah biasa-biasa saja. cukup bulan.). dan ditolong oleh dukun. Pasien tumbuh dan berkembang dengan baik. pak. Hubungan dengan keluarga baik.  Riwayat kanak awal (1-3 tahun) Pasien termasuk anak yang sehat dengan proses tumbuh kembang dan tingkah laku normal seperti anak seusianya.

dok. nyenyak atau tidak ? : Nyenyak. : Bagaimana perasaannya hari ini pak ? : Hari ini saya merasa baik-baik dok. : Bapak tau sekarang ada dimana ? : Tau dok. dok. : Siapa yang membawa bapak ke sini? . dok.P DM : Waalaikumsalam. namanya bapak siapa? P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM : Ramli dok. : Kapan masuk di sini? : Sejak seminggu yang lalu. nama saya Anita. : Berapa umur bapak sekarang? : 22 tahun. : Apa yang bapak lakukan tadi di dalam ? : Tidur dok : Bagaimana tidurnya pak. : Perkenalkan pak. saya dokter muda yang bertugas hari ini. sekarang saya ada di rumah sakit jiwa. : Bapak tinggal dimana sekarang? : Di sinjai. dok. : Sudah berapa kali bapak masuk disini ? : Baru pertama kali ini. dok.

setahun : Tapi kan mengamuknya baru bulan yang lalu? : Iya dok : Waktu tahun lalu dengar bisikan itu apa yang dikatakan bisikan itu? . dok. pak ? : Karena saya mengamuk memecahkan botol-botol : Sejak kapan pertama kali mengamuk? : Saya kurang tau juga hari apa. tangan dan kaki saya di ikat dirumah. : Ada yang suruh bapak melakukan itu atau ada bapak dengar bisikanbisikan? P DM P DM P DM : Ada dengar bisikan. bulan berapa? : Tahun ini dok. : Kapan muncul bisikan itu pak? : Sudah lama. : Tahun ini atau tahun lalu. : Kenapa bisa dibawa masuk kesini? : Saya kurang tau juga kenapa dok.P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM : Kakak saya sama kepala desa. : Kenapa bisa tangan dan kakinya di ikat. bulan 10 : Kalau sedang mengamuk bapak bikin apa? : Itu saja memecahkan botol-botol sama bikin kayu. : Kenapa bisa tiba-tiba mengamuk begitu? : Ada pikiran kacau.

DM P : Kenapa ditinggal sendiri ? : Mama saya lagi sakit. : Kapan itu mau diambil sama polisi? : Bulan lalu : kenapa mau diambil sama polisi? . DM P DM P DM P DM P DM : Bukan mengamuk karena bisikan ? : Bukan : Tapi memang pernah dengar bisikan? : Iya : kapan terakhir dengar bisikan? : Waktu mau diambil sama polisi tapi tidak jadi. jadi saya mengamuk sendiri dirumah. kadang dia bagus kadang dia jelek/ : Bisikannya itu biasanya bilang apa? : Biasa disuruh pungut. tidak mau pulang kerumah.P DM P : kadang dia bilang jangan lakukan itu. karena sering ditinggal dirumah sendiri. mama saya dibawa oleh saudara. kadang makanan itu disuruh buang karena sudah kadarluarsa DM P DM P : Terus kenapa mengamuk ? bukan karena disuruh bisikan itu ? : Saya mengamuk karena kemauan sendiri : Kenapa mau mengamuk ? : Saya mengamuk karena sendiri dirumah. saya ditinggal sendiri.

pernah melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain? : Pernah kayak angin : Angin bisa dilihat? Seperti apa wujudnya ? : iya. di kebun.P : karena saya mengamuk. memecahkan botol-botol disangka mau dihambur kejalanan padahal tidak DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM : Selain mengamuk. atau Cuma manusia yang bapak lihat? . kentara seperti orang diangkat : Dimana biasa lihat itu? : Diatas rumah saja. Bau kemenyan : dimana itu bapak cium bau kemenyan? : didalam rumah saya : orang lain bisa cium juga bau itu? : bisa : pernah tidak bicara dengan makhluk gaib? : iya pernah : yakin yang dilihat itu makhluk gaib. : Diatas kebun ? : Bukan itu kebun ada didekat rumahku : Sejak kapan liat seperti itu? : Sejak muncul bisikan : Pernah cium bau-bau aneh sebelumnya? : Iya.

: kapan anda dirasuki? : pada saat latihan-latihan kungfu dirumah : bapak merokok? : iya. kalau dirasuki saya merasa jago. karena memang dia kebal. atau ada orang yang bisa baca pikiran anda? P DM P DM P : Ada orang-orang yang bisa baca pikiran saya : Siapa itu? : tetanggaku : apa yang mereka bilang : misalnya dirumah sakit ini. tapi sekarang tidak ada rokok : Bapak pernah minum obat-obatan? : iya.P DM P DM : iya. mereka bisa tau saya disini padahal mereka di desa DM P DM P DM P DM P DM P DM : Selain itu ada tidak kekuatan lain yang bapak punya? : tidak ada. paling kerasukan tapak suci : tapak suci? : iya. : Sekarang bapak liat tidak makhluk gaib itu? : Tidak bisa. selama disini dikasih minum obat : Pernah kecelakaan sebelumnya? . makhluk gaib. kalau ada keributan begini atau lagi cerita begini tidak bisa : Menurut anda apakah bapak bisa membaca pikiran orang.

sama-sama dok II. terima kasih buat waktunya : iye. : iya pak. kalau begitu sekian dulu pak. STATUS MENTAL A. saya merasa sehat-sehat saja. Saya mau pulang kerumah. sekarang ini bapak sakit atau tidak ? : Tidak. Deskripsi umun . pencuri : Kalau bapak liat ada kebakaran apa yang bapak bikin ? : Saya berteriak minta tolong.P DM P DM P DM P DM P DM p DM P DM P DM P : iya waktu dikalimantan 3 tahun yang lalu pernah kecelakaan motor : Waktu itu dibawa kerumah sakit? : iya : Bapak pernah kejar orang pakai parang? : Saya tidak kejar. sama ambil air untuk siram : Menurut bapak. saya cuma main kungfu pakai parang : Bapak pernah berkelahi dengan orang? : tidak pernah : Bapak tau kalau 100-7 ? : 93 : Bapak tau pribahasa panjang tangan : iya.

orang) 4. Taraf pendidikan. Perilaku dan aktivitas psikomotor : Tenang 4. Fungsi intelektual (kognitif) 1. Kemampuan menolong diri sendiri D. 2. Produktivitas b. lancar. dan kecerdasan : Sesuai 2. Afek 3.1. Depersonalisasi 4. Penampilan : Seorang laki-laki. Pembicaraan 5. Kontinuitas : Cukup : Relevan : tidak ada : tidak ada : tidak ada . Daya konsentrasi 3. Auditorik : Pasien bisa mendengar makhluk halus yang berbicara kepadanya 2. dan perhatian 1. Bakat kreatif 7. Gangguan persepsi 1. Derealisasi E. Ilusi 3. Arus pikiran : a. perawakan sedang. tempat. perasaan. dan celana pendek berwarna hitam. Kesadaran : Berubah 3. Keadaan afektif (mood). Mood 2. intonasi biasa : Kooperatif B. Halusinasi a. memakai baju berwarna hijau. wajah umur 30an tahun. Visual : : Pasien bisa melihat makhluk halus : Cukup : Baik : Baik : Terganggu : Tidak ada : Baik b. Proses berpikir 1. Sikap terhadap pemeriksa : Spontan. Empati : Baik : Tumpul : tidak dapat dirabarasakan C. Daya ingat 5. pengetahuan umum. empati. Pikiran abstrak 6. Orientasi (waktu. perawatan diri cukup baik.

5 mm Konjungtiva tidak pucat Sklera tidak ikterus  Thoraks : Cor dalam batas normal . Uji daya nilai 3. F. Isi pikiran : a. Preokupasi : Tidak ada : Tidak ada b.c. Gangguan isi pikiran : thought of withdrawl (+) Pasien merasa orang bisa membaca pikirannya. Status internus    Keadaan umum Kesadaran Tanda vital :  Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu : 110/80 mmHg : 76 x/menit : 18 x/menit : 36. Pengendalian impuls G. Hendaya berbahasa 2.70C : Baik : Compos mentis Mata : Pupil bulat isokor 2. yaitu penyangkalan penuh : Terganggu III. Taraf dapat dipercaya : Tidak dapat dipercaya : Terganggu : Terganggu : Terganggu : Derajat 1. Normo sosial 2.5 mm/ 2. Tilikan (insight) bahwa dirinya sakit I. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT Pemeriksaan fisik : A. Daya nilai 1. Penilaian realitas H.

sehingga di ikat di rumah. berteriak-teriak. Pasien tidak pernah berobat di rumah sakit. memberat ± 1 minggu yang lalu. dan sering juga berbicara dengan benda mati seperti kayu. lalu menghancurkn barang-barang disekitarnya. Awalnya pasien menyanyi. memecahkan kaca. Mengamuk tiba-tiba. Pasien mengaku pernah berkelahi dengan orang dayak. Pasien sering mengejar orang yang ditemui dengan parang. hanya berobat ke dukun tapi tidak ada perubahan. dan susah tidur. Status neurologik GCS Fungsi Kortikal Luhur Rangsang meninges RCT/RCTL Motorik Sensorik Refleks patologis : E4M6V5 : dalam batas normal : Kaku kuduk (-). masuk rumah sakit dengan keluhan mengamuk sejak ± 7 bulan yang lalu.         Pulmo dalam batas normal Abdomen : dalam batas normal Ekstremitas atas dan bawah : tidak ada kelainan B. apabila diajak bicara oleh keluarganya pasien hanya diam jarang menjawab apabila ditanya. Dari pengakuan keluarga. Sebelum dibawa kerumah sakit pasien melempari tetangga dengan batu. pasien juga pernah mengamuk sampai lari ke jalanan tanpa memakai pakaian (info yang didapat keluarga tentang itu tidak lengkap). Kernig Sign (-/-) : (+/+) : Normal : Normal : tidak ada IV. parang. keluarga pasien juga mendapat info bahwa sewaktu di Kalimantan. pasien sering berbicara sendiri. Perubahan perilaku ini dialami sejak pasien pulang dari Kalimantan. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Seorang laki-laki umur 23 tahun. setelah pulang dari Kalimantan pasien banyak diam. .

menghancurkan barang-barang disekitarnya. dan hendaya waktu senggang sehingga digolongkan dalam gangguan jiwa. mood baik. terdapat gangguan persepsi visual (sering melihat makhluk gaib) dan audiotorik (mendengar suara makhluk gaib).Pada pemeriksaan status mental didapatkan penampilan wajah umur 30an tahun. hendaya social. mengejar orang dengar parang. V. Pada pemeriksaan internus. intonasi biasa. verbalisasi spontan. taraf pendidikan sesuai. hendaya merawat diri disertai gangguan persepsi (terdapat halusinasi auditorik dan visual) sehingga dimasukkan dalam gangguan jiwa psikotik. hendaya berat fungsi seharihari (hendaya sosial. perawatan diri cukup baik. empati dapat dirabarasakan. EVALUASI MULTIAKSIAL  Aksis I Berdasarkan autoanamnesis dan alloanamnesis didapatkan gejala klinis yang bermakna berupa mengamuk. Sehingga berdasarkan Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ- . serta berbicara sendiri. afek inappropriate. Pada pemeriksaan status mental pasien didapatkan hendaya berat dalam menilai realita (kesadaran berubah). kesadaran berubah. aktivitas psikomotor tenang. pikiran abstrak terganggu. Keadaan ini menimbulkan penderitaan (distress) dan terdapat pula hendaya pekerjaan. lancar. terdapat gangguan isi pikiran waham (merasa ada orang lain yang bisa baca pikirannya). Pada alloanamnesis dan autoanamnesis ditemukan adanya halusinasi visual dan audiotorik serta waham yang bersifat sementara dan tidak terus menerus. hendaya waktu senggang. dan pemeriksaan neurologis pasien tidak ditemukan adanya gannguan medis umum yang dapat menimbulkan gangguan otak sehingga digolongkan gangguan psikotik non-organik. hendaya pekerjaan. Tidak didapatkan gangguan isi fikir.

Faktor pendukung :    Dukungan dari keluarga Tidak ada kelainan organobiologik 2. 3. Aksis III Tidak ada diagnosis Aksis IV Faktor stressor psikososial tidak jelas Aksis V GAF Scale 50-41: yaitu gejala berat (serius). Sosiologik Ditemukan adanya hendaya dalam bidang sosial.III) pasien didiagnosis sebagai Gannguan Psikotik Non Organik YTT (F29)     Aksis II Ciri kepribadian tidak khas. PROGNOSIS Dubia et bonam 1. VI. Psikologik Ditemukan adanya hendaya berat dalammenilai realita sehingga pasien memerlukan psikoterapi. disabilitas berat. DAFTAR PROBLEM 1. tetapi karena terdapat ketidakseimbangan neurotransmitter. maka dari itu pasien ini membutuhkan psikofarmakoterapi. VII. Faktor penghambat Stressor Psikososial tidak jelas . Organobiologik Tidak ditemukan kelainan fisik bermakna. pekerjaan dan hendaya dalam penggunaan waktu senggang sehingga pasien memerlukan sosioterapi. 2.

Adanya gejala klinis yang bermakna. atau “thought insertion or withdrawl” : isi pikiran yang asing dari luar kedalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawl). tidak tentram.VIII. tidak nyaman. Berdasarkan PPDGJ-III untuk mendiagnosis skizofrenia (F. PEMBAHASAN / TINJAUAN PUSTAKA Berdasarkan ditemukan : 1. dll). Gejala klinis tersebut menimbulkan “disabilitas” (disability) dalam aktivitas kehidupan sehari-hari yang biasa dan diperlukan untuk perawatan diri dan kelangsungan hidup (mandi. “thought echo” : isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras). namun kualitasnya yang berbeda. 3. disfungsi organ tubuh. Gejala klinis tersebut menimbulkan “ penderitaan “ (distress). Dikatakan gangguan jiwa psikotik apabila terdapat hendaya berat dalam menilai realita berupa waham. dan isi pikiran ulangan. halusinasi.20) jika memenuhi criteria berikut :  Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas : a. dll. ilusi. walaupun isinya sama. berpakaian. bicara yang kacau. berupa :   Sindrom atau Pola Perilaku Sindrom atau Pola Psikologik PPDGJ-III dikatakan gangguan jiwa apabila 2. makan. dan “thought broadcasting : isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. terganggu. antara lain dapat berupa : rasa nyeri. mengamuk. kebersihan diri. .

Waham-waham menetap jenis lainnya.  Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas : a. c. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus. yang bermakna sangat khas bagi dirinya. atau “delusion of influence” : waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. biasanya bersifat mistik atau mukjizat. Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja. . atau berkomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain).b. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca. ataupun disertai ole hide-ide berlebihan (Over Valued Ideas) yang menetap. atau Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh d. misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu. atau “delusion of passivity” : waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar “delusion perception” : pengalaman indrawi yang tidak wajar. “delusion of control” : waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. Halusinasi audiotorik :    Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien. atau Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara).

dan respon emosional yang menumpul atau tidak wajar. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolatin). atau fleksibilitas cerea. tidak berbuat sesuatu. IX. Psikofarmaka :    Haloperidol 1.b. Psikoterapi :   Ventilasi: Memberikan kesempatan kepada pasien untuk menceritakan keluhan dan isi hati sehingga pasien menjadi lega. Gejala-geajala “negatif” seperti sikap sangat apatis. sikap larut dalam diri sendiri (self absorbed attitude). bicara yang jarang.  Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal). dan stupor. posisi tubuh tertentu (posturing). negativism. dan penarikan diri secara sosial. mutisme. Perilaku katatonik. c. Sosioterapi . 3. seperti keadaan gaduh gelisah ( excitement). Konseling penyakitnya memberikan dan pengertian kepada pasien lebih tentang dan memahami kondisinya baik menganjurkan untuk berobat teratur. atau neologisme. RENCANA TERAPI 1.5 mg 2x½ Carbamazepin 200 mg 2x½ Psikoterapi suportif 2. d. yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan. hidup tak betujuan.  Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (over all quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior) bermanifestasi sebagai hilangnya minat.

X. .Memberikan penjelasan pada keluarga pasien dan orang sekitar pasien untuk memberikan dorongan dan menciptakan lingkungan yang kondusif. FOLLOW UP : Memantau keadaan umum pasien dan perkembangan penyakitnya serta efektivitas terapi dan kemungkinan terjadinya efek samping dari obat yang diberikan.