I. Pengertian Demokrasi Kata "demokrasi" berasal dari dua kata, demos = rakyat, dan kratos/cratein = pemerintahan.

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif). II. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dibagi menjadi beberapa periodesasi: 1. Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi ( 1945 – 1950 ). Tahun 1945 – 1950, Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia. Pada saat itu pelaksanaan demokrasi belum berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan oleh masih adanya revolusi fisik. Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR, DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. Untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan : a. Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945, KNIP berubah menjadi lembaga legislatif. b. Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik. c. Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn presidensil menjadi parlementer 2) Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama a. Masa demokrasi Liberal 1950 – 1959 Masa demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai Kepala Negara bukan sebagai kepala eksekutif. Masa demokrasi ini peranan parlemen, akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik. Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal disebabkan:

II. Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya dibubarkan oleh presiden dan presiden 3. Kebijakan politik luar negeri sudah memihak ke RRC (Blok Timur) Akhirnya terjadi peristiwa pemberontakan G 30 September 1965 oleh PKI. Jaminan Terjadi Terbatasnya membentuk HAM sentralisasi peranan DPRGR lemah kekuasaan pers 6. c. V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971. Penyimpangan Terbatasnya Berkembangnya masa demokrasi dengan berporoskan Dominasi peran partai pengaruh terpimpin antara nasakom dengan ciri: Presiden politik PKI lain: 1. Pelaksanaan demokrasi Orde Baru 1966 – 1998 Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. 1977. . Masa demokrasi Terpimpin 1959 – 1966 Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No. dan 1997. 1992. 1982. 5. IV. Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. pemimpin partai banyak yang dipenjarakan 2. III. 2. 1987. Mengaburnya sistem kepartaian. 4. VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner 1.• Dominannya partai politik • Landasan sosial ekonomi yang masih lemah • Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950 Atas dasar kegagalan itu maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 : • Bubarkan konstituante • Kembali ke UUD 1945 tidak berlaku UUD S 1950 • Pembentukan MPRS dan DPAS b. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I. 3.

legislatif dan yudikatif. dengan penyempurnaan pelaksanaannya dan perbaikan peraturan-peraturan yang tidak demokratis. wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga-lembaga eksekutif. Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain:  Keluarnya Ketetapan MPR RI No.Namun demikian perjalanan demokrasi pada masa orde baru ini dianggap gagal sebab:           Rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada Rekrutmen politik yang tertutup Pemilu yang jauh dari semangat demokratis Pengakuan HAM yang terbatas Tumbuhnya KKN yang merajalela Sebab jatuhnya Orde Baru: Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi ) Terjadinya krisis politik TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan orba Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden Pelaksanaan demokrasi pada masa Reformasi 1998 s/d sekarang. dengan meningkatkan peran lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara dengan menegaskan fungsi. Pelaksanaan demokrasi Orde Reformasi 1998 – sekarang Demokrasi yang dikembangkan pada masa reformasi pada dasarnya adalah demokrasi dengan mendasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi . Demokrasi Indonesia saat ini telah dimulai dengan terbentuknya DPR – MPR hasil Pemilu 1999 yang telah memilih presiden dan wakil presiden serta terbentuknya lembaga-lembaga tinggi yang lain. Berakhirnya masa orde baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Presiden Soeharto ke Wakil Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998.

Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat). berdasarkan kebenaran. Pemerintahan berdasarkan hukum: dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan: a. yaitu demokrasi berdasarkan Pancasila. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN Tap MPR RI No. demokrasi Pancasila memiliki beberapa pengertian sebagai berikut: 1. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referandum Tap MPR RI No. Prinsip Pokok Demokrasi Pancasila 1. II. keuniversalan cita-cita demokrasi dipadukan dengan cita-cita hidup bangsa Indonesia yang dijiwai oleh semangat kekeluargaan. Dalam demokrasi Pancasila. berkepribadian Indonesia dan berkesinambungan. b. c. . kecintaan dan budi pekerti luhur. IV. masih dalam taraf perkembangan . Kekuasaan yang tertinggi berada di tangan MPR. 2. Dalam demokrasi Pancasila kebebasan individu tidak bersifat mutlak. Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan tidak terbatas). Secara ringkas. yang mengandung unsur-unsur berkesadaran religius. Demokrasi Pancasila Demokrasi yang dianut di Indonesia. sehingga tidak ada dominasi mayoritas atau minoritas. sistem pengorganisasian negara dilakukan oleh rakyat sendiri atau dengan persetujuan rakyat. Dalam demokrasi Pancasila. 4. tetapi harus diselaraskan dengan tanggung jawab sosial. XIII/MPR/1998 tentang pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI Amandemen UUD 1945 sudah sampai amandemen I.    Ketetapan No. IV III. III. 3. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang berdasarkan kekeluargaan dan gotongroyong yang ditujukan kepada kesejahteraan rakyat.

DPR. 4. Sistem konstitusional ini lebih menegaskan bahwa pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dikendalikan atau dibatasi oleh ketentuan konstitusi. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain contoh Presiden.2. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME. 7. Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang merdeka. diri sendiri. 3. dan negara ataupun orang lain. Indonesia ialah negara yang berdasarkan hukum Negara Indonesia berdasarkan hukum (Rechsstaat). 9. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Nasional. BPK. 5. 8. Pelaksanaan Pemilihan Umum. V. 10. 2. 3. masyarakat. DPA atau lainnya. yaitu sebagai berikut: 1. Sistem Pemerintahan Demokrasi Pancasila Sistem pemerintahan demokrasi Pancasila menurut prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Batang Tubuh UUD 1945 berdasarkan tujuh sendi pokok. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi . 6. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR (pasal 1 ayat 2 UUD 1945). Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. Hal ini mengandung arti bahwa baik pemerintah maupun lembaga-lembaga negara lainnya dalam melaksanakan tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum dan tindakannya bagi rakyat harus ada landasan hukumnya. Adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi “Untuk menyalurkan aspirasi rakyat”. Indonesia menganut sistem konstitusional Pemerintah berdasarkan sistem konstitusional dan tidak bersifat absolutisme. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.

2. 9. 5. 6. 6. tetapi ia bukan diktator. Menteri Negara adalah pembantu presiden. Ia harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah yang tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 5. Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. tetapi DPR mengawasi pelaksanaan mandat (kekuasaan pemerintah).4. Kekuasaan Kepala Negara terbatas. 4. VI. 7. Ciri-ciri Demokrasi Ciri-ciri demokrasi adalah: 1. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR Presiden memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan menteri negara. Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kontrol sipil atas militer 11. 8. Kedudukan DPR kuat karena tidak dapat dibubarkan oleh presiden dan semua anggota DPR merangkap menjadi anggota MPR. 7. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan politik. 8. Pemerintah berdasarkan konstitusi Pemilihan umum yang demokratis Pembuatan undang-undang Sistem peradilan yang independen Kekuasaan lembaga kepresidenan Peran media yang bebas Peran kelompok-kelompok kepentingan Hak masyarakat untuk tahu Melindungi hak-hak minoritas 10. artinya kekuasaan terbatas. baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan). keputusan . 3.

Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah. antara lain: 1.12. 14. penghargaan. VII. adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara. agama. Ikut menyukseskan Pembangunan. Menjamin tetap tegaknya negara RI 3. adanya pemerintahan yang bertanggung jawab. Fungsi Demokrasi Pancasila Demokrasi Pancasila memiliki beberapa fungsi. Adanya pemilihan umum yang bebas. Menjamin adanya hubungan yang selaras. Presiden adalah Mandataris MPR. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang alat penegakan hukum 15. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku. dan perlindungan terhadap hakrakyat (warga negara). Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat. Menjamin Contohnya: a. dan sebagainya). 19. Ikut duduk dalam badan perwakilan/permusyawaratan. Adanya pengakuan. 13. Ikut menyukseskan Pemilu. Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila 5. . 2. 18. jujur. b. Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang mempergunakan sistem konstitusional 4. hak asasi independen sebagai 16. serasi dan seimbang antara lembaga negara 6. Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara. c. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang. 17. Contohnya: a. golongan.

belum diketahui berapa hasil akhir audit dana pemilu tersebut. dengan disaksikan sejumlah masyarakat dan pihak berwenang.2 trilyun rupiah.b. IX. Menurut perkiraan KPU. Masyarakat harus disuguhi dengan praktik-praktik jual beli politik. Di tingkat daerah. seringkali kebijakannya tidak berpihak pada rakyat. Dampak Positif Sistem Demokrasi di Indonesia • • Hal positif dari sistem demokrasi di Indonesia antara lain berlangsungnya proses pilpres secara langsung dan berjalan dengan baik. “ Indonesia saat ini dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia yang menganut sistem demokrasi. Bahkan dikatakan salah satu yang terbaik di dunia mengungguli AS karena berhasil melakukan pilpres secara langsung. Biaya yang sangat besar tersebut ternyata gagal menghasilkan pemimpin yang berkualitas. VIII. Pelaksanaan pemilu yang merupakan salah satu pilar demokrasi ini telah menelan biaya yang luar biasa besarnya. sebab masayarakat masih merasa gagal dengan pemerintahan Indonesia. Padahal notabene anggaran yang digunakan adalah mengambil uang rakyat. Namun sejujurnya ungkapan tersebut perlu dipertanyakan. Buah dari penerapan sistem demokrasi tapi sudah dijadikan sebagai model percontohan. Melahirkan pemimpin peragu dalam mengambil keputusan. Kenyataan ini telah menjadikan Indonesia sebagai sebuah model di mana Islam dan demokrasi dapat berjalan seiringan. pemilukada 2010 mencapai 4.” ujarnya sebagaimana dilansir detikcom (04/0311). pemilu 2009 menghabiskan dana sebanyak 47. . Dampak Negatif Sistem Demokrasi di Indonesia Wakil ketua DPR RI Priyo Budi Santoso (PBS) pada pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI dengan delegasi House Democracy Partnership Committee Kongres Amerika Serikat yang dipimpin oleh Anggota Kongres David Dreier (23 Februari 2011) mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia.9 triliun. Presiden bertanggung jawab kepada MPR. Terdapat penghitungan hasil pemungutan suara yang dilakukan oleh seorang petugas..

UU listrik. bahkan diakui sendiri oleh anggota Komisi IV DPR RI Siswono Yudhohusodo. Data sengketa Pilkada yang mendapat putusan Mahkamah Konstitusi pada tahun 2009 adalah sebanyak 78 kasus (57%).Banyak kepala daerah dan pejabat negara yang terjerat kasus korupsi . Namun pada kenyataannya yang berdaulat adalah para pemilik modal. Artinya rakyatlah yang membuat hukum atau Undang-Undang. kekuatan pemilik modal menjadi faktor utama dalam mengambil kebijakan. . Hal ini disebabkan mahalnya ongkos naik menjadi pejabat parleman maupun Presiden sekalipun. Jika dia bukan seorang yang meiliki modal yang sangat besar. Kemudian munculnya UU Migas. negeri ini ibarat tergadai. Fakta di Indonesia. Indonesia mudah dikontrol oleh pihak asing melalui investor pemerintah luar negri maupun lembaga-lembaga internasional seperti Word Bank. rakyat mengamanahkan para wakilnya yang duduk di parlemen yang terpilih dalam pemilu. Hasilnya. Dalam demokrasi-kapitalisme. Terkait Demokrasi sistemik. maka dia akan mencari sponsor pemodal lain. Efek moral demokrasi prosedural. maka secara otomatis dia akan mencari balik modal. sedangkan hitung-hitungan gaji yang akan di dapat tak menutupi. RUU Investasi. Sehingga muncul politik balas budi. namun lebih luas lagi pada aspek sosial budaya masyarakat. dll adalah bukti nyata adanya intervensi asing. di mana kasus money politik dan suap menyuap ini rentan terjadi di tingkat kelurahan sampai tingkat pusat yang mungkin tak terhitung lagi jumlahnya. (RM online 20/10/10). bahwa setidaknya ada 60 produk perundangan Indonesia yang dipengaruhi kepentingan perusahaan asing dan sangat merugikan kepentingan nasional. dan yang juga berada dalam proses sidang sebesar 46 kasus (34%). Begitu pula buah dari demokrasi prosedular telah berdampak negatif bagi kehidupan spiritual masyarakat. UU Air. Bagaimana kita lihat begitu banyaknya terjadi berbagai konflik di tengah-tengah masyarakat akibat pemilu. hal ini wajar terjadi dalam pemilu demokrasi disebabkan mahalnya ongkos naik menjadi pejabat. Konflik dan sengketa pada Pilkada Langsung ini bukan hanya berdampak pada aspek politik. Demokrasi memiliki asas kedaulatan di tangan rakyat.

dll. Implikasinya rakyat menjadi korban. kasus gizi buruk. serta Inco Internasional yang menguasai SDA potensial. Penegakkan hak-hak asasi manusia saat ini memang sudah diatur dalam beberapa hukum tertulis. Jika diamati dari sudut pandang yang objektif. nikel. Kemajuan selama era reformasi di Indonesia selama ini tampaknya masih belum memberikan catatan yang begitu memuaskan. negara ini juga harus menjamin konsistensi penegakkan hak asasi manusia. terutama adalah perbankan. Newmont. dan minyak bumi. Harta kekayaan alam Indonesia dikuras oleh asing. politik. berbangsa. meskipun realitasnya lebih menggantungkan keuntungan dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI). dan dampakdampak buruk lainnya. seharusnya negara ini tidak hanya menjamin kebebasan warganya dalam hukum. lebih dari itu. angka kriminalitas. dll. Begitu pula di Sektor finansial. Bila menggunakan standar bank dunia (2 dollar per hari) maka kemiskinan di Indonesia hampir 50 persen. Konsistensi penegakkan hak-hak asasi manusia di Indonesia dapat diukur secara baik dengan menilai fakta-fakta sejarah yang pernah terjadi di negara ini dari sudut pandang yang objektif. juga tak lepas dari cengkeraman pemodal asing. ExxonMobile. Demokrasi sekulerisme di Indonesia yang memisahkan agama dengan kehidupan juga telah melahirkan banyaknya premanisme. khususnya di bidang penegakkan hak-hak asasi manusia (HAM). 30 juta jiwa lebih penduduk miskin menurut data BPS. terutama karena ada banyak pihak berpendapat bahwa proses reformasi ternyata mengalami kemandekan. Bertengger nama-nama seperti Freeport. dan bernegara. Seperti: emas. gas. Indonesia merupakan negara yang berlandaskan hukum. kelahiran diluar nikah. padahal itu adalah uang negara. dan pemerintahan. termasuk bank-bank kecil. Sebagai negara hukum. itu pun menggunakan standard kemiskinan berpendapatan 7000 per hari. Pertanyaan ini memang mendesak untuk dijawab. tampaknya upaya pengusutan pelanggaran HAM berat di Indonesia selama ini masih mengalami kemacetan. Masyarakat . sehingga angka kemiskinan masih amat tinggi ditengah negri yang kaya raya. merebaknya aliran-aliran sesat yang berlindung dibalik HAM nya demokrasi. Tetapi dalam praktik kehidupan bermasyarakat. penegakkan hak asasi manusia masih dirasa belum konsisten. Sedangkan Laba triliunan rupiah yang didapat dari uang rakyat itu kembali ke kantong para investornya. Lapangan pekerjaan terus menyempit.

jaksa. Kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Peristiwa Penghilangan Orang Secara Paksa. hak atas pemeriksaan yang adil dan proses hukum yang semestinya. seperti. seperti. seperti. penculikan. dan beberapa kasus lainnya. . Peristiwa Kerusuhan 13-15 Mei 1998. dilaporkan masih terjadi kekerasan horisontal yang melibatkan unsur-unsur polisi dan militer. atau perlakuan atau hukuman lain yang kejam. Penganiayaan dilaporkan masih terus di alami oleh kelompok-kelompok masyarakat. aparat keamanan seolah-olah tidak berdaya melindungi kelompok-kelompok yang menjadi sasaran kekerasan tersebut. dan larangan atas propaganda untuk perang dan hasutan kebencian. sistem hukum dan jajaran aparaturnya. kelompok minoritas agama. buruh. dan para mahasiswa. juga Jakarta. sampai hari ini belum memperoleh penanganan yang adil. Hal yang memprihatinkan. seperti. Papua. penyiksaan masih terus terjadi di pusat-pusat penahanan di kepolisian. seperti. hak atas kemerdekaan dan keamanan pribadi. Laporan-laporan HAM yang dikeluarkan oleh LSM dan PBB menyatakan. dan tempat-tempat lain di Indonesia. petani. hak atas kebebasan dari penyiksaan. Dari berbagai daerah. masyarakat adat. Ketidakmampuan penuntasan masalah HAM dengan adanya impunitas bagi para pelakunya telah menimbulkan pertanyaan menyangkut keseriusan pemerintah. Poso. Selama hampir dua belas tahun terakhir ini. Pihak Kejaksaan Agung menyatakan tak bisa melakukan penyidikan karena belum ada penetapan pengadilan HAM ad hoc oleh parlemen. polisi. penahanan sewenang-wenang terhadap ratusan ribu orang yang disangka mempunyai kaitan dengan PKI.pun bisa menilai sendiri bagaimana upaya pengusutan Peristiwa Trisakti-Semanggi ISemanggi II. dan hakim tidak mampu menjawab secara semestinya kasus-kasus kekerasan horisontal dan vertikal yang melibatkan aparat polisi dan atau tentara. tidak manusiawi atau merendahkan martabat. Peristiwa Wamena-Wasior. Lombok. hak atas pengakuan pribadi di depan hukum. Sebagian dari mereka yang diduga kuat terlibat melakukan pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan) masih ada yang bebas berkeliaran tanpa pernah tersentuh oleh hukum. seringkali dalam peristiwa kekerasan horisontal. Kebebasan politik yang dinikmati oleh masyarakat Indonesia ternyata juga tak diimbangi dengan perlindungan hukum yang semestinya bagi hak-hak sipil. dan Peristiwa Talangsari 1989 yang berkali-kali dikembalikan oleh pihak Kejaksaan Agung kepada Komnas HAM. kasus pembunuhan.

misalnya kasus penembakan para petani oleh oknum polisi. umumnya dikenakan pasal pidana ringan. terutama ketika aparat penegak hukum harus menangani kasus-kasus pelanggaran HAM yang melibatkan polisi dan tentara. seperti polisi. . dalam kasus-kasus pelanggaran HAM di Timor-Timur pasca jajak pendapat 1999. biasanya para terdakwa itu akan dikenakan pasal pidana ringan. dan kasus Tanjung Priok 1984. dan pada gilirannya akan menghancurkan sistem demokrasi di Indonesia. 2 tahun. di Manggarai. seperti. Hal inilah yang kemudian menjadi budaya pembiaran (culture of impunity) yang terus merasuki sistem hukum dan aparaturnya. antara 1 tahun. atau bahkan dibebaskan sama sekali. Budaya pembiaran inilah yang menghambat setiap upaya penegakan hukum. dan akhirnya dikenakan hukuman ringan. jaksa dan hakim. atau beberapa bulan saja. Budaya impunity itu bila dibiarkan terus berkembang dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama akan menghancurkan kedaulatan hukum.Para pelaku pelanggaran HAM yang diajukan ke pengadilan.

Related Interests