You are on page 1of 5

Praktikum Pengolahan Bahan Galian

Nama Mineral Kalsiterite Hematite Kalkopirit Millerite Bauksit Sylvanite Siderite Magnetit Ilmenit Sphalerite Pyrite Zircon Galena Calaverite Azurite Malacite

Rumus Kimia SnO2 Fe2O3 CuFeS2 NiS Al2O3 (Au,Ag)Te2 FeCO3 Fe3O4 FeTiO3 ZnS FeS2 ZnSiO4 PbS (Au,Ag)Te2 Cu2CO3OH2 Cu2CO3OH2

Berat Jenis 7 5.26 4.2 5-6 2-3 9 3.96 5.17 5.18 4.7 4.79 3.9-4.2 4.95 5.1 4.6-4.7 7.2-7.6 9.1-9.3 3.773 3.8 3.6 - 4

Kekerasan

Kemagnetan

Kelistrikan

6-7 5.5 - 6.5 3.5 3 - 3.5 1-3 2.5 - 3 3.75 - 4.25 5.5 - 6.5 5-6 3.5 - 4 6 - 6.5 7.5 2.5 - 2.75 2.5 - 3 3.5 - 4 3.5 - 4

! ! -

! ! ! ! ! !

Limiting reduction ratio 2. Grade Reduction Ratio Perbandingan antara ukuran umpan (feed) dengan ukuran produk. Reduction ratio 80 . Ratio of Concentration 4. Keadaan bijih 3. Reaksi Material dengan air 6. Working reduction ratio 3.Pengolahan Bahan Galian Proses mengolah bijih menjadi konsentrat dan tailing dengan memanfaatkan sifat karakteristik mineral dengan tanpa mengubah sifat karakteristik pada mineral tersebut. % Solid Jumlah berat solid yang ada dalam pulp. Kecepatan 8. Lebar lubang bukaan 9. Grade 3. Ratio Of Concentration Jumlah feed yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu satuan. 4 Macam Reduction Ratio 1. Mengurangi ongkos peleburan 2. Memperluas permukaan partikel agar mempercepat kontak dengan yang lain Faktor yang mmpengaruhi kominusi 1. Mengurangi kehilangan mineral berharga Kriteria Keberhasilan PBG 1. Memperoleh ukuran yang seragam dengan yang diharapkan 2. Mengurangi ongkos pengangkutan 3. Material Balance > 80% Kominusi Proses yang berfungsi mengendalikan ukuran dengan mekanisme/teknologi tertentu dengan memperhatikan sifat fisik. Berat jenis umpan 7. Ukuran bijih 2. Korosi 5. Apparent reduction ratio 4. Membantu melepaskan mineral berharga dari mineral pengotornya 3. (ton/kg) Derajat Liberasi Perbandingan berat mineral berharga yang sudah bebas sempurna terhadap berat mineral keseluruhan. Tujuan Kominusi 1. Proses basah/kering Pulp Suatu campuran yang dianggap homogen antara padatan dan cairan. Ketersediaan air 4. yang dinyatakan dalam %. Recovery 2. Keuntungan PBG 1.

Reuse Produk yang dihaluskan kembali. Ke”liat”an 4. Ketika feed jatuh. Hardness 2. terdapat gaya gravitasi 6. Open Circuit Proses pengolahan feed pada crushing yang dilakukan proses crushing ulang dan secondary kembali ke primary diakibatkan oleh fragmentasi feed yang tidak sesuai.Solid Factor Perbandingan antara jumlah berat solid dan berat air yang ada dalam pulp. Recycle Produk yang diolah dari awal kembali. Close Circuit Proses crushing yang dilakukan secara bertahap dan tidak ada crushing ulang karena fragmentasi feednya sudah sesuai. Feed keluar melalui Throat Dilution Perbandingan antara jumlah berat air dan berat solid yang ada dalam pulp Loading Circulation Jumlah berat material yang dikembalikan dari classifier ke mill. Pada saat close setting terjadi impaction 4. Ketika feed mengenai dinding jaw mengalami friction 5. Jadi besarnya gape selalu berubah-ubah menurut besarnya umpan. Struktur Material 6.4%) Mekanisme Jaw Crusher 1. Sifat Permukaan 5. Gape Besar bukaan maksimal sebuah crusher (jarak maksimal antara kedua sisi crusher) atau ajark mendatar pada . Gravitasi 3. Feed masuk 2. mouth yang diukur pada bagian mouth dimana umpan yang dimasukkan bersinggungan dengan mouth. Moisture Content (3 . Gate Jarak mendatar pada mouth Faktor yang mempengaruhi Jaw Crusher 1. Moving jaw bergerak ke depan mendekati fixed jaw (close setting) 3.

Jaw Crusher: 1. Blake (heterogen) 2. Ukuran ball 2. Rotary percussive Faktor Pengayakan 1. Kekerasan 6. Sieve shaker 2. Ukuran bijih 5. Kebersihan mill 4. Ukuran partikel 3. Shaking 2. Feed masuk 2. Bentuk lubang ayakan 2. Alat berputar. Kadar air 8. Revolving 4. Hasil berupa material halus yang mengendap (gravitasi) Faktor Ball Mill: 1. Kebersihan ball 3. Vibrating 3. Dodge (homogen) Faktor Screening: 1. saat berputar (friction) 3. Rotary sieve shaker 3. Gravitasi 7. Kadar air Macam-macam screening 1. Bentuk 2. bola mengenai feed (impaction). Kapasitas & efisiensi ayakan Macam-macam Sieve 1. Celah/internal ayakan 4. Waktu 4. Grizzly Mekanisme Ball Mill 1. Ukuran 3. Kecepatan kritis .

Contoh: Mineral hematit dengan sifat fisik yang bersifat magnetit. Dengan ini kita bisa merencanakan proses pengolahan serta dapat lebih ekonomis dalam pemilihan alat. Faktor yang mempengaruhi kelolosan material dalam lubang ayak: 1.Pentingnya mengetahui sifat fisik. maka kita dapat menentukan cara pemisahannya dengan menggunakan magnetic separator. kimia. Material dengan bentuk yang tidak teratur akan lebih sulit lolos dibandingkan material yang teratur 2. kita dapat menentukan dengan metode dan alat apa yang akan digunakan untuk kita dapat memisahkan mineral tersebut dari mineral pengotornya (melakukan pengolahan bahan galian). dan mineralogi dari mineral-mineral yang akan dipisahkan pada PBG Dengan mengetahui sifat karakteristik dan mineralogi. Ukuran lubang ayak biasanya akan sangat mempengaruhi karena material dengan ukuran lebih daripada lubang ayak tidak akan dapat lolos. Ukuran dan bentuk lubang ayak Karena bentuk ayakan bisa bermacam2 tergantung tujuan penggunaannya seperti !△ !"maka aka mempengaruhi kelolosan material. . Ukuran material dan bentuk material Material dengan ukuran besar tdk akan lolos apabila ukuran lubang ayak lebih kecil daripada ukuran material.