You are on page 1of 13

PENYAKIT HATI

(Iri, Dengki, Riya dan Sombong)

Oleh : Afifi Fauzi Abbas Email: afififauziabbas@gmail.com afauziabbas@yahoo.com Website: www.afififauziabbas.tanjabok.com

A. Mukaddimah

Hati (teknis) adalah hati spiritual. Misalnya ketika kita menyebut seseorang yang tulus, dan berniat baik, sebagai seseorang yang memiliki hati. Sedangkan seseorang yang tidak memiliki rasa belas kasihan adalah orang yang tidak memiliki hati. Dalam bahasa Arab hati disebut dengan qalb, berasal dari kata berbalik, atau berputar kembali. Hati spiritual yang sehat ia bagaikan radar, yang terus menerus berputar, tidak pernah terikat pada sesuatu apapun di dunia ini, ia terus mencari yang suci Hati kita menyimpan kecerdasan dan kearifan kita yang terdalam. Ia lokus makrifat,gnosis, atau pengetahuan spiritual. Akhlak mahmudah bertujuan untuk menumbuh kembangkan hati yang lembut dan penuh kasih sayang, dan juga menumbuhkan kecerdasan hati. Ia adalah kecerdasan yang lebih mendalam dan mendasar daripada kecerdasan abstrak akal kita. Dikatakan bahwa jika mata hati kita terbuka, maka kita mampu melihat melampaui penampilan luar segala sesua- tu yang palsu, dan jika telinga hati terbuka, kita dapat mendengar kebenaran yang tersembunyi di balik kata-kata yang diucapkan. Hati menyimpan percikan atau roh Ilahiyah di dalam diri kita, karenanya, hati adalah istana Tuhan. Al-Ghazali mengatakan :

Wahai teman, hatimu adalah cermin yang mengkilap. Kau harus membersihkan debu yang menutupinya, Kerena hati ditaqdirkan untuk memantulkan Cahaya rahasia-rahasia Ilahi

Seseorang yang hatinya terbuka akan lebih bijaksana, penuh kasih sayang, dan lebih pengertian daripada mereka yang hatinya tertutup. Hati yang dimaksud- kan adalah hakikat spiritual bathiniyah kita, bukan hati dalam arti fisik. Hati kita adalah sumber :

cahaya bathiniyah,

inspirasi,

kreativitas, dan

belas kasih

Orang yang terbuka hatinya, hatinya hidup, terjaga dan dilimpahi cahaya, sehingga, jika kata-katanya berasal dari hatinya, ia akan masuk ke dalam hati, jika ia keluar dari lisan, maka ia hanya sekedar melewati pendengaran.

Hati Jasmaniyah

Hati Bathiniyah

Terletak di titik pusat batang tubuh

Terletak di antara diri rendah dan jiwa

Mengatur fisik

Mengatur psikhis

1

Memelihara tubuh dengan mengirimkan darah segar dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Ia juga menerima darah kotor melalui pembuluh darah

Memelihara jiwa dengan memancar- kan kearifan dan cahaya, ia juga menyucikan kepribadian dari sifat- sifat buruk.

Wajahnya menghadap ke dunia diri rendah - nafs

Wajahnya menghadap ke dunia spiritual

Jika ia terluka, kita akan sakit, jika ia mengalami rusak berat kitapun akan mati

Jika terjangkit sifat-sifat buruk dari nafs, maka ia akan sakit secara spiritual, jika didominasi oleh nafs, maka kehidupan spiritual akan mati

Nafs tertarik pada kenikmatan duniawi, tidak peduli akan Tuhan

Hati tertarik pada Tuhan dan hanya mencari kenikmatan di dalam Tuhan

Rasulullah pernah bersabda : “Sesungguhnya dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, jika ia sehat maka seluruh tubuhpun akan sehat, jika ia sakit maka seluruh tubuhpun akan sakit. Itulah hati (qalb)” Hati adalah sebuah istana yang ditempatkan Tuhan di dalam diri manusia, sebuah istana yang menampung nur ilahi di dalam diri kita. Dalam sebuah hadis Qudsi dinyatakan : “Tuhan berkata, Aku yang tak cukup tertampung oleh langit dan bumi, akan tetapi tertampung di dalam hati orang yang beriman yang tulus”. Istana di dalam diri kita lebih berharga daripada istana yang megah yang ada di dunia manapun di muka bumi ini. Maka jika melukai hati manusia lainnya, dosanya lebih besar daripada menghancurkan istana yang ada di dunia manapun.

B. Iri Hati dan Dengki

1. Pengertian

Iri hati dan Dengki, persisnya memang tidaklah sama, akan tetapi keduanya adalah bagian dari akhlak madzmumah (tercela). Irihati-dengki adalah ; menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain, baik itu berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, ataupun kedudukan dengan disertai harapan agar ia mendapat nikmat tersebut atau tidak. Merasa tidak senang jika orang lain lebih dari dia. Dalam agama yang demikian itu disebut dengan hasad.

2. Tingkatan Dengki Imam al-Ghazali membagi tingkatan al-hasad itu menjadi empat tingkatan:

1. Menginginkan secara mutlak supaya hilangnya nikmat dan keberuntungan yang ada pada orang lain, meskipun tidak pindah ke tangannya. Ini hasad yang paling buruk.

2. Menginginkan nikmat yang ada pada orang lain pindah ke tangannya, karena ia ingin pula memiliki nikmat tersebut.

3. Menginginkan supaya ia mendapat nikmat seperti yang ada pada orang lain, dan ia ingin pula hilangnya nikmat tersebut dari orang lain tersebut.

4. Menginginkan supaya ia mendapatkan nikmat seperti yang ada pada orang lain, dan ia tidak menginginkan nikmat tersebut hilang dari orang lain.

2

Hasad pada tingkat yang ke empat inilah yang disebut dengan iri hati (ghibthah). Tapi ada yang berpendapat bahwa ghibthah tidaklah termasuk ke dalam al-hasad. Nabi Muhammad saw. Bersabda :

ﻞﻴﻠﻟﺍ ﺀﺎﻧﺍ ﻪﺑ ﻡﻮﻘﻳ ﻮﻬﻓ ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ ﷲﺍ ﻩﺎﺗﺍ ﻞﺟﺭ : ﲔﺘﻨﺛﺍ ﰱ ﻻﺍ ﺪﺴﺣﻻ ﻩﺍﻭﺭ .ﺭﺎﻬﻨﻟﺍ ﺀﺎﻧﺍﻭ ﻞﻴﻠﻟﺍ ﺀﺎﻧﺍ ﻪﻘﻔﻨﻳ ﻮﻬﻓ ﻻﺎﻣ ﷲﺍ ﻩﺎﺗﺍ ﻞﺟﺭﻭ ﺭﺎﻬﻨﻟﺍ ﺀﺎﻧﺍﻭ .ﻥﺎﺨﻴﺸﻟﺍ

Artinya :

Tidak boleh ada irihati kecuali dalam dua hal. Pertama, iri kepada seseorang yang dikaruniai Allah hafal al-Quran, kemudian sepanjang siang dan malam ia selalu mengulang-ngulangnya. Kedua, iri kepada orang yang dilimpahi Allah harta kekayaan yang melimpah, kemudian ia tidak pernah berhenti berbuat amal kebajikan dengan harta itu sepanjang siang dan malam. (HR Bukhari dan Muslim).

3. Sebab Dilarangnya Dengki Hasad termasuk sifat tercela dan terlarang karena ia dapat menimbulkan sikap permusuhan, kebencian, putusnya hubungan persaudaraan dan saling melecehkan. Nabi Muhammad memperingatkan :

ﷲﺍﺩﺎﺒﻋ ﺍﻮﻧﻮﻛﻭ ﺍﻮﻌﻃﺎﻘﺗ ﻻﻭ ﺍﻭﺮﺑﺍﺪﺗ ﻻﻭ ﺍﻭﺪﺳﺎﲢ ﻻﻭ ﺍﻮﻀﻏﺎﺒﺗ ﻻ .ﻪﻴﻠﻋ ﻖﻔﺘﻣ .ﺙﻼﺛ ﻕﻮﻗ ﻩﺎﺧﺍ ﺮﺠﻬﻳ ﻥﺍ ﻢﻠﺴﳌ ﻞﳛ ﻼﻓ .ﺎﻧﺍﻮﺧﺍ

Artinya :

Janganlah kamu saling membenci, jangan saling denhgki, jangan saling melecehkan, dan jangan pula saling memutus hubungan, tetapi jadilah hamba Allah sang bersaudara. Tidak boleh antara sesama muslim bersikap tidak saling menyapa sesama muslim lebih dari tiga hari. (HR.Bukhari dan Muslim)

ﻭﺍ ﺐﻄﳊﺍ ﺭﺎﻨﻟﺍ ﻞﻛﺄﺗ ﺎﻤﻛ ﺕﺎﻨﺴﳊﺍ ﻞﻛﺄﻳ ﺪﺴﳊﺍ ﻥﺎﻓ ﺪﺴﳊﺍﻭ ﻢﻛﺎﻳﺍ .ﺩﻭﺍﺩ ﻮﺑﺍ ﻩﺍﻭﺭ .ﺐﺸﻌﻟﺍ

Artinya :

Hindarilah sifat dengki itu, karena sifat denhgki itu dapat memakan (meng-hilangkan) kebaikan sebagaimana api memakan (membakar) kayu bakar atau rerumputan. (HR.Abu Daud). Firman Allah :

tΑ#u!$oΨ÷s?#uôs)sù ( Ï&Î#ôÒsù ÏΒ ª!$# ÞΟßγ9s?#u!$tΒ 4n?tã }¨$¨Ζ9$# tβρßÝ¡øtsôΘr&

∩∈⊆∪ $VϑŠÏàtã %¸3ù=Β Μßγ≈oΨ÷s?#uuρ sπyϑõ3Ïtø:$#uρ |=tGÅ3ø9$# tΛÏδ≡tö/Î)

54. ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia [yaitu kenabian, al-Quran dan kemenangan] yang Allah telah

dan

berikan

kepadanya?

Sesungguhnya

Kami

telah

memberikan

kitab

3

Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (al-Nisa’/4 : 54).

$£ϑÏiΒ Ò=ŠÅÁtΡ ÉΑ%y`Ìh=Ïj9 4 <Ù÷èt/ 4n?tã öΝä3ŸÒ÷èt/ ϵÎ/ ª!$# ŸāÒsù $tΒ (#öθ¨ΨyϑtGs? Ÿωuρ

©!$# ¨βÎ) 3 ÿÏ&Î#ôÒsù ÏΒ ©!$# (#θè=tóuρ 4 t÷|¡tGø.$# $®ÿÊeΕ Ò=ŠÅÁtΡ Ï!$|¡ÏiΨ=Ï9uρ ( (#θç6|¡oKò2$#

∩⊂⊄∪ $VϑŠÎ=tã >ó_x« Èeä3Î/ šχ%Ÿ2

32. dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (al-Nisa’/4 : 32).

Termasuk sikap dengki ialah rasa tidak senang terhadap ketetapan Allah swt. Yang telah melebihkan sebagian hambanya dari sebagian yang lain. Firman Allah :

$u÷Ρ9$# Íο4θuŠysø9$# Îû öΝåκtJt±ŠÏè¨Β ΝæηuΖ÷t/ $oΨôϑ|¡s% ßøtwΥ 4 y7În/u|MuΗ÷qutβθßϑÅ¡ø)tƒ óΟèδr&

àMuΗ÷quuρ 3 $wƒÌ÷ß™ $VÒ÷èt/ ΝåκÝÕ÷èt/ xÏGuÏj9 ;My_uyŠ <Ù÷èt/ söθsù öΝåκ|Õ÷èt/ $uΖ÷èsùuuρ 4

∩⊂⊄∪ tβθãèyϑøgs$£ϑÏiΒ ×Žöyz y7În/u

32. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (al-Zukhruf/43 : 32).

(#ρçŽÉ9óÁs? βÎ)uρ ( $yγÎ/ (#θãmtø tƒ ×πtÍhŠyöΝä3ö7ÅÁè? βÎ)uρ öΝèδ÷σÝ¡s? ×πuΖ|¡ym öΝä3ó¡|¡øÿsC βÎ)

∩⊇⊄⊃∪ ÔÝŠÏtèΧ šχθè=yϑ÷ètƒ $yϑÎ/ ©!$# ¨βÎ) 3 $ºøx© öΝèδßøx. öΝà2ŽÛØtƒ Ÿω (#θà)Gs?uρ

120. jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (Ali Imran/3 : 120).

Demikian besar bahaya sifat dengki itu, sampai-sampai ia dapat merusak iman orang Islam yang dilakukan oleh Ahli Kitab, sebagaimana diperingatkan oleh Allah :

4

#—‘$¤ ä. öΝä3ÏΖ≈yϑƒÎ) Ï÷èt/ .ÏiΒ Νä3tΡρŠãtƒ öθs9 É=tGÅ3ø9$# È÷δr& ïÏiΒ ×ŽÏVŸ2 ¨Šuρ

4®Lym (#θßsx ô¹$#uρ (#θà ôã$$sù ( ‘,ysø9$# ãΝßγs9 t¨t6s? $tΒ Ï÷èt/ .ÏiΒ ΟÎγÅ¡à Ρr& ÏΨÏã ôÏiΒ #Y|¡ym

∩⊇⊃∪ ֍ƒÏs% &óx« Èeà2 4n?tã ©!$# ¨βÎ) 3 ÿÍνÍ÷ör'Î/ ª!$# uÎAù'tƒ

109. sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah/2 : 109).

4. I’tibar dari Sifat Dengki Banyak akibat buruk yang dapat ditimbulkan oleh sifat irihati – denki. Kita harus dapat mengambil pelajaran dari sejarah orang-orang yang suka iri – dengki, seperti contoh Qabil dan Habil (putra Adam as.) yang dijelaskan dalam surat al-Maidah/5 : 27, Iblis dan nabi Adam yang diceritakan dalam surat al-A’raf/7 : 11-27 dan nabi Yusuf dan saudara-saudaranya yang diceri- takan Allah dalam surat Yusuf/12 : 8 dst.

$yϑÏδÏtnr& ôÏΒ ŸÎm6à)çFsù $ZΡ$t/öè% $t/§s% øŒÎ) Èd,ysø9$$Î/ tΠyŠ#uóo_ö/$# r't6tΡ öΝÍκöŽn=tã ãø?$#uρ *

∩⊄∠∪ tÉ)Fßϑø9$# zÏΒ ª!$# ã¬7s)tGtƒ $yϑΡÎ) tΑ$s% ( y7¨Ψn=çFø%V{ tΑ$s% ̍yzFψ$# zÏΒ ö¬6s)tFムöΝs9uρ

27. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al-Maidah/5 : 27).

(#ÿρßyf|¡sù tΠyŠKψ (#ρßàfó$# Ïπs3Í×n=yϑù=Ï9 $uΖù=è% §ΝèO öΝä3≈tΡö§θ|¹ §ΝèO öΝà6≈oΨø)n=yz ôs)s9uρ

y7è?ó÷sr& øŒÎ) yàfó¡n@ āωr& y7yèuΖtΒ $tΒ tΑ$s% ∩⊇⊇∪ šÏÉf¡¡9$# zÏiΒ ä3tƒ óΟs9 }§ŠÎ=ö/Î) HωÎ)

$yϑsù $pκ÷]ÏΒ ñÝÎ7÷δ$$sù tΑ$s% ∩⊇⊄∪ &ÏÛ ÏΒ …çµtGø)n=yzuρ 9‘$Ρ ÏΒ Í_tFø)n=yz çµ÷ΖÏiΒ ×Žöyz O$tΡr& tΑ$s% (

ÏΘöθtƒ 4n<Î) þÎΤöÏàΡr& tΑ$s% ∩⊇⊂∪ t̍Éó¢Á9$# zÏΒ y7¨ΡÎ) ólã÷z$$sù $pκŽÏù t¬6s3tFs? βr& y7s9 ãβθä3tƒ

öΝçλm; ¨βyãèø%V{ ‘ÏΖoK÷ƒuθøîr& !$yϑÎ6sù tΑ$s% ∩⊇∈∪ t̍sàΖßϑø9$# zÏΒ y7¨ΡÎ) tΑ$s% ∩⊇⊆∪ tβθèWyèö7ãƒ

öΝÍκÈ]≈yϑ÷ƒr& ôtãuρ öΝÎγÏ ù=yz ôÏΒuρ öΝÍκ‰É÷ƒr& È÷t/ .ÏiΒ Οßγ¨ΨuÏ?Uψ §ΝèO ∩⊇∉∪ tΛÉ)tFó¡ãΚø9$# y7sÛuŽÅÀ

5

$YΒρâõtΒ $pκ÷]ÏΒ ólã÷z$# tΑ$s% ∩⊇∠∪ š̍Å3≈x© öΝèδtsVø.r& ßÅgrB Ÿωuρ ( öΝÎγÎ=Í!$oÿw¬ tãuρ

ôä3ó$# ãΠyŠ$ttƒuρ ∩⊇∇∪ tÏèuΗødr& öΝäÏΒ tΛ©yγy_ ¨βV|øΒV{ öΝåκ÷]ÏΒ y7yèÎ7s? yϑ©9 ( #Yθãmô¨Β

$tΡθä3tFsù nοtyf¤±9$# ÍνÉyδ $t/tø)s? Ÿωuρ $yϑçFøÏ© ß]øym ôÏΒ Ÿξä3sù sπ¨Ψyfø9$# y7ã_÷ρyuρ |MΡr&

ÏΒ $yϑåκ÷]tã yÍãρ $tΒ $yϑçλm; yÏö7ãŠÏ9 ß≈sÜø¤±9$# $yϑçλm; }¨uθóuθsù ∩⊇∪ tÏΗÍ>≈©à9$# zÏΒ

÷ρr& È÷s3n=tΒ $tΡθä3s? βr& HωÎ) Íοtyf¤±9$# ÍνÉyδ ôtã $yϑä3š/u‘ $yϑä38uηtΡ $tΒ tΑ$s%uρ $yϑÎγÏ?uöθy

∩⊄⊇∪ šÏÅÁ¨Ψ9$# zÏϑs9 $yϑä3s9 ’ÎoΤÎ) !$yϑßγyϑy™$s%uρ

∩⊄⊃∪ tÏ$Î#sƒø:$# zÏΒ $tΡθä3s?

Èβ$x ÅÁøƒs$s)Ï sÛuρ $yϑåκèEuöθy™ $yϑçλm; ôNyt/ nοtyf¤±9$# $s%#sŒ $£ϑn=sù 4 9ρáäóÎ/ $yϑßγ9©9ysù

è%r&uρ Íοtyf¤±9$# $yϑä3ù=Ï? tã $yϑä3pκ÷Ξr& óΟs9r& !$yϑåκ5u‘ $yϑßγ1yŠ$tΡuρ ( Ïπ¨Ψpgø:$# Éuuρ ÏΒ $yϑÍκöŽn=tã

öÏ øós? óΟ©9 βÎ)uρ $uΖ|¡à Ρr& !$oΨ÷Ηs>sß $uΖ/uŸω$s% ∩⊄⊄∪ ×Î7Β Aρßtã $yϑä3s9 z≈sÜø¤±9$# ¨βÎ) !$yϑä3©9

( Aρßtã CÙ÷èt7Ï9 ö/ä3àÒ÷èt/ (#θäÜÎ7÷δ$# tΑ$s% ∩⊄⊂∪ zƒÎŽÅ£yø9$# zÏΒ ¨sðθä3uΖs9 $oΨôϑymös?uρ $uΖs9

tβθè?θßϑs? $yγ‹Ïùuρ tβöθuøtrB $pκŽÏù tΑ$s% ∩⊄⊆∪ &Ïm 4n<Î) ììtFtΒuρ @s)tGó¡ãΒ ÇÚöF{$# Îû ö/ä3s9uρ

$W±Íuρ öΝä3Ï?uöθyÍuθム$U™$t7Ï9 ö/ä3øn=tæ $uΖø9tΡr& ôs% tΠyŠ#uûÍ_t6tƒ ∩⊄∈∪ tβθã_tøƒéB $pκ÷]ÏΒuρ

ûÍ_t6tƒ ∩⊄∉∪ tβρ㍩.¤tƒ óΟßγ=yès9 «!$# ÏMtƒ#uôÏΒ šÏ9≡sŒ 4 ׎öyz y7Ï9≡sŒ 3uθø)G9$# â¨$t7Ï9uρ (

$yϑåκ÷]tã äíÍtƒ Ïπ¨Ζyfø9$# zÏiΒ Νä3÷ƒuθt/r& ylt÷zr& !$yϑx. ß≈sÜø¤±9$# ãΝà6¨ΨtÏFø tƒ Ÿω tΠyŠ#u

$ΡÎ) 3 öΝåκtΞ÷ρts? Ÿω ß]øym ôÏΒ …çµè=‹Î6s%uρ uθèδ öΝä31ttƒ …çµΡÎ) 3 !$yϑÍκÌEuöθy™ $yϑßγtƒÎŽãÏ9 $yϑåκy $t7Ï9

∩⊄∠∪ tβθãΖÏΒ÷σムŸω tÏ%©#Ï9 u!$uÏ9÷ρr& tÏÜuŠ¤±9$# $uΖù=yèy_

11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat:

"Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. 12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih

6

baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah".

13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu

sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguh- nya kamu Termasuk orang-orang yang hina".

14. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka

dibangkitkan".

15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang

diberi tangguh."

16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat,

saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau

yang lurus,

17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari

belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang

terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti

kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".

19. (dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan

isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana

saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua Termasuk orang-orang yang zalim."

20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk

Menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka Yaitu

auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".

21. dan Dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya

saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",

22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu)

dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah

bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

23. keduanya berkata: "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri

Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.

24. Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu

menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

25. Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu

mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

7

26. Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat. 27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin- pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-A’raf/7 : 11-27)

9≅≈n=|Ê Ås9 $tΡ$t/r& ¨βÎ) îπt7óÁãã ßøtwΥuρ $¨ΨÏΒ $oΨŠÎ/r& #n<Î) =ymr& çνθäzr&uρ ß#ßθãs9 (#θä9$s% øŒÎ)

.ÏΒ (#θçΡθä3s?uρ öΝä3‹Î/r& çµô_uρ öΝä3s9 ãøƒs$ZÊör& çνθãmtôÛ$# Íρr& y#ßθム(#θè=çGø%$# ∩∇∪ AÎ7Β

ÏMt6uŠxî Îû çνθà)ø9r&uρ y#ßθム(#θè=çGø)s? Ÿω öΝåκ÷]ÏiΒ ×Í!$s% tΑ$s% ∩∪ tÅsÎ=≈|¹ $YΒöθs% ÍνÏ÷èt/

$¨Ζ0Βù's? Ÿω y7s9 $tΒ $tΡ$t/r'tƒ (#θä9$s% ∩⊇⊃∪ t,Î#Ïèsù óΟçGΨä. βÎ) Íοu‘$§¡¡9$# âÙ÷èt/ çµôÜÉ)tGù=tƒ Éb=àfø9$#

çµs9 $ΡÎ)uρ ó=yèù=tƒuρ ôìs?ötƒ #Yxî $oΨyètΒ ã&ù#Åör& ∩⊇⊇∪ tβθßsÅÁoΨs9 …ã&s! $ΡÎ)uρ y#ßθム4n?tã

Ü=ø Ïe%!$# ã&s#à2ù'tƒ βr& ß%s{r&uρ ϵÎ/ (#θç7yδõs? βr& ûÍ_çΡâósus9 ’ÎoΤÎ) tΑ$s% ∩⊇⊄∪ tβθÝàÏ yss9

#]ŒÎ) !$ΡÎ) îπt7óÁãã ßóstΡuρ Ü=ø Ïe%!$# ã&s#Ÿ2r& ÷Ès9 (#θä9$s% ∩⊇⊂∪ šχθè=Ï xî çµ÷Ψtã óΟçFΡr&uρ

!$uΖøŠym÷ρr&uρ 4 Éb=ègø:$# ÏMt6uŠxî Îû çνθè=yèøgs† βr& (#þθãèuΗødr&uρ ϵÎ/ (#θç7yδsŒ ∩⊇⊆∪$£ϑn=sù tβρçŽÅ£y©9

∩⊇∈∪ tβρáãèô±oŸω öΝèδuρ #xyδ öΝÏδ̍øΒr'Î/ Οßγ¨ΖtÎm6tçFs9 ϵøŠs9Î)

8. (yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, Padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. 9. bunuhlah Yusuf atau buanglah Dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik." 10. seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah Dia ke dasar sumur supaya Dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat." 11. mereka berkata: "Wahai ayah Kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai Kami terhadap Yusuf, Padahal Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya.

8

12. biarkanlah Dia pergi bersama Kami besok pagi, agar Dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan Sesungguhnya Kami pasti menjaganya." 13. berkata Ya'qub: "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf Amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau Dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya." 14. mereka berkata: "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang Kami golongan (yang kuat), Sesungguhnya Kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi." 15. Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu Dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi." (Yusuf/12 : 9-15)

5. Cara Menghindari Sifat Iri dan Dengki

1. Mawas diri (muhasabah), mengakui dalam diri sendiri bahwa irihati – dengki itu adalah penyakit yang merusak jiwa.

2. Banyak syukur terhadap nikmah yang telah diberikan oleh Allah, betapapun keadaannya.

3. Punya motivasi tinggi dalam bekerja, dan menghindari motif dalam melaksanakan sesuatu.

4. Yang dilakukan hari ini harus lebih baik dari kemaren, dan besok harus lebih baik dari hari ini.

5. Jika melihat orang lain memperoleh nikmat dan memiliki kelebihan, tanamkan dalam hati bahwa hal itu dia peroleh berkat usaha dan kerja keras

6. Dalam berusaha bercerminlah kepada orang yang sukses, dalam memanfa- atkan hasil yang diperoleh lihatlah kepada orang yang tak berpunya.

7. Jika dalam diri ada sifat iri – dengki, segeralah beristighfar, dan mohonlah perlindungan kepada Allah supaya dijauhi dari sifat iri – dengki

÷ρr& öΝà6Å¡à Ρr& þÎû $tΒ (#ρßö7è? βÎ)uρ 3 ÇÚöF{$# Îû $tΒuρ ÏNuθ≈yϑ¡¡9$# Îû $tΒ °!

Èeà2 4n?tã ª!$#uρ 3 â!$t±o„ tΒ Ü>Éjyèãƒuρ â!$t±o„ yϑÏ9 ãÏ øóusù ( ª!$# ϵÎ/ Νä3ö7Å™$yムçνθà ÷è?

∩⊄∇⊆∪ 퍃Ïs% &óx«

284. kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah/2 : 284).

C. Riya dan Sombong

1. Pengertian :

9

Riya : memperlihatkan yang bukan sebenarnya. Beramal karena meng- harapkan pujian orang lain, bukan untuk mencari ridla Allah semata.

ﻢﻬﻨﻴﺑ ﺓﻮﻄﳋﺍ ﻰﻠﻋ ﻝﻮﺼﺤﻠﻟ ﻞﺟﻭﺰﻋ ﺩﻮﺒﻌﳌﺍ ﺔﻋﺎﻄﻳ ﺩﺎﺒﻌﻟﺍ ﺓﺩﺍﺭﺍ ﻢﻮﻠﻗ ﰱ ﺔﻟﱰﳌﺍﻭ

Kehendak hamba untuk taat kepada Allah Azza wa Jalla, untuk mem- peroleh bagian atau kesan yang baik di hati orang lain dengan ketaatannya itu.

Sombong atau takabbur ialah membesarkan atau membanggakan diri, menganggap dirinya lebih dari orang lain. Ia merupakan suatu sikap mental yang memandang rendah terhadap orang lain, sedangkan ia memandang tinggi dan mulia dirinya sendiri.

2. Ciri Ciri

a. Ciri-ciri Riya :

1. Seseorang akan menambah ketaatannya kepada Allah jika mendapat pujian dari orang lain, sebaliknya akan mengurangi ketaatannya atau bahkan meninggalkan ketaatannya sama sekali jika mendengar celaan atas ketaatannya.

2. Seseorang akan rajin beribadah jika berada di tengah-tengah orang banyak, dan akan malas jika ia sedang sendirian.

3. Ia tidak bersedekah jika tidak dilihat oleh orang lain

4. Orang riya mengatakan suatu kebenaran dan kebaikan atau berbuat ketaatan dan kebajikan tidak semata-mata karena Allah, namun mengharapkan sanjungan dan pujian dari orang lain.

b. Ciri-ciri kesombongan/takabbur :

1. Suka memuji diri sendiri, membanggakan kemuliaan dirinya, hartanya, ilmunya dan keturunannya.

2. Meremehkan orang lain.

3. Suka mencela dan mengkritik orang lain dengan kritikan yang destruktif, kesalahan orang lain yang kecil saja diungkapkan tanpa melihat kesalahan endiri yang lebih besar.

4. Membuang muka jika bertemu dengan orang lain.

5. Berlenggang lenggok (berlebihan) ketika berjalan.

6. Suka berlagak-lagu dalam berbicara.

7. Boros dan pamer dalam harta benda.

8. Berlebih-lebihan dalam berpakaian.

3. Hikmah Dilarangnya Riya dan Sombong 1. Riya itu bertentangan dengan nilai-nilai keimanan dan ketauhidan. Allah mengancam dengan azab yang menakutkan orang-orang yang suka riya :

tÏ%©!$# ∩∈∪ tβθèδ$yöΝÍκÍEŸξ|¹ tã öΝèδ tÏ%©!$# ∩⊆∪ š,Íj#|Áßϑù=Ïj9 ×÷ƒuθsù

∩∠∪ tβθãã$yϑø9$# tβθãèuΖôϑtƒuρ ∩∉∪ šχρâ!#tãƒ öΝèδ

10

4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, 6. orang-orang yang berbuat riya, 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (al-Ma’un/107 : 4-7) Orang berbuat riya dalam Tafsir al-Thabary dijelaskan bahwa mereka ketika shalat, tak lain hanyalah ingin mempertunjukan shalatnya itu kepada manusia, bukan karena ingin mendapat ganjaran Allah dan bukan pula takut dengan siksa dan murka Allah.

2. Riya akan menyia-nyiakan shadaqah dan akan menghilangkan pahalanya. Firman Allah :

É©9$%x. 3sŒF{$#uρ Çdyϑø9$$Î/ Νä3ÏGs%y|¹ (#θè=ÏÜö7è? Ÿω (#θãΖtΒ#utÏ%©!$# $yγƒr'tƒ

ÈsVyϑx. …ã&é#sVyϑsù ( ̍ÅzFψ$# ÏΘöθuø9$#uρ «!$$Î/ ßÏΒ÷σムŸωuρ Ĩ$¨Ζ9$# u!$s Íã&s!$tΒ ß,Ï Ψãƒ

4n?tã šχρâÏø)tƒ āω ( #V$ù#|¹ 絟2uŽtIsù ×Î/#uρ …çµt/$|¹r'sù Ò>#tè? ϵøn=tã Aβ#uθø |¹

∩⊄∉⊆∪ tÍÏ s3ø9$# tΠöθs)ø9$# Ïôγtƒ Ÿω ª!$#uρ 3 (#θç7|¡Ÿ2 $£ϑÏiΒ &óx«

264. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (al-Baqarah/2 : 264). 3. Riya termasuk syirik kecil. Nanti di akhirat Allah akan menyuruh mereka untuk meminta ganjaran amal baiknya (yang dilakukan dengan riya) kepada orang tempat ia mempeerlihatkan amalnya. Dalam sebuah hadis dijelaskan :

ﻙﺮﺸﻟﺍ ﺎﻣﻭ ﺍﻮﻟﺎﻗ ،ﺮﻐﺻﻻﺍ ﻙﺮﺸﻟﺍ ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻑﺎﺧﺃ ﺎﻣ ﻑﻮﺧﺃ ﻥﺍ ﺍﺫﺍ ﺔﻣﺎﻴﻘﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻞﺟﻭ ﺰﻋ ﷲﺍ ﻝﻮﻘﻳ ﺀﺎﻳﺮﻟﺍ : ﻝﺎﻗ ؟ ﷲﺍ ﻝﻮﺳﺭﺎﻳ ﺮﻐﺻﻵﺍ ﺍﻭﺮﻈﻧﺎﻓ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ﰱ ﻥﺅﺍﺮﺗ ﻢﺘﻨﻛ ﻦﻳﺬﻟﺍ ﱃﺍ ﺍﻮﺒﻫﺫﺍ : ﻢﳍﺎﻤﻋﺄﺑ ﺩﺎﺒﻌﻟﺍ ﻯﺯﺎﺟ . ﻰﻘﻬﻴﺒﻟﺍﻭ ﱏﺍﱪﻄﻟﺍﻭ ﺪﲪﺍ ﻩﺍﻭﺭ .ﺀﺍﺰﳉﺍ ﻢﻫﺪﻨﻋ ﻥﻭﺪﲡ ﻞﻫ

Sesungguhnya aku khawatir terhadap apa yang aku khawatirkan atas diri kalian yaitu terjadi syirik kecil. Merereka bertanya apa itu syirik kecil ya Rasulallah ? Rasul menjawab : riya, nanti di hari kiamat Allah swt berkata : apabila seorang hamba mengharapkan pujian terhadap amalan yang mereka lakukan, maka Allah menyuruh mereka yang suka riya di dunia pergi untuk menemui orang tempat ia memperlihatkan amalnya

11

untuk memberikan ganjaran kepada mereka. (HR.Abu Daud, Thabrany dan Baihaqy).

4. Sombong atau takabbur dapat merusak pergaulan manusia, merenggangkan hubungan silaturrahim dan menghalangi kasih sayang dan sikap tolong menolong. Orang sombong suka dibenci orang karena kesombongannya, orang menjadi enggan bergaul dengannya.

5. Kesombongan menjadikan seseorang menjadi statis, malas berusaha dan tidak mau lagi melakukan perbaikan hidup karena merasa dirinya sudah sempurna, mulia, hebat dan terhormat.

6. Orang sombong tidak akan masuk surga, sebagaimana sabda Rasulullah :

. ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ.ﱪﻛ ﻦﻣ ﺓﺭﺫ ﻝﺎﻘﺜﻣ ﻪﺒﻠﻗ ﰱ ﻥﺎﻛ ﻦﻣ ﺔﻨﳉﺍ ﻞﺧ ﺪﻳ ﻻ

Tidak akan masuk surga siapa yang didalam hatinya ada sikap kesombongan, meskipun hanya sebesar atom. (HR.Muslim) Firman Allah :

Ÿω ©!$# ¨βÎ) ( $—mttΒ ÇÚöF{$# Îû Ä·ôϑs? Ÿωuρ Ĩ$¨Ζ=Ï9 š£s{ öÏiè|Áè? Ÿωuρ

¨βÎ) 4 y7Ï?öθ|¹ ÏΒ ôÙàÒøî$#uρ šÍô±tΒ ’Îû ôÅÁø%$#uρ ∩⊇∇∪ 9θãsù 5Α$tFøƒèΧ ¨ä. =Ïtä

∩⊇∪ ΎÏϑptø:$# ßNöθ|Ás9 ÏNuθô¹F{$# tsr&

18. dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.19. dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Luqman/31 : 18-19)

4. Cara Menghindari Riya dan Sombong

a. Meluruskan niat setiap kali akan melakukan amal kebajikan, yaitu semata mencari ridla Ilahi.

b. Menumbuh kembangkan kesadaran bahwa yang dapat memberi ganjaran itu

hanyalah Allah swt (atas dasar iman dan tauhid). c. Mengikis habis akar-akar kesombongan dalam hati (qalbu) kita, yaitu

dengan cara mengenal diri sendiri dan mengenal Tuhan. Siapa yang benar- benar mengenal dirinya maka ia akan meiliki sikap tawadlu’, dan siapa yang mengenal Tuhannya maka tidaklah patut ia menyombongkan diri.

d. Melakukan tindakan preventif terhadap faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya sifat sombong, dengan memperbanyak zikir, amal shaleh dan berbagi dengan orang lain.

D, Kesimpulan Iri, dengki, riya dan sombong itu adalah penyakit hati, ia merupakan kotoran-kotoran yang melekat di istana Tuhan. Tuhan itu Maha Bersih dan ia cinta akan kebersihan. Ketika istana-Nya kotor maka Tuhan akan malas mendekat dan berdiam di istana-Nya. Ketika Tuhan mulai menjauh dari kita, maka kearifan

12

dengan sendirinya akan hilang dari hati kita. Nur – ruh Ilahiyah tidak akan menampakan percikan sinarnya

Seseorang yang hatinya dikotori oleh debu iri, dengki, riya dan sombong maka sikap bijaksana akan jauh dari dirinya, kasih sayang akan hilang, dan hatinya menjadi tertutup. Merugilah orang yang hatinya penuh debu penyakit hati, karena ia akan kehilangan cahaya bathiniyah, kehilangan inspirasi, kehilangan kreativitas, dan kehilangan rasa belas kasih.

Untuk itu bersihkan hati kita dari debu yang menutupi, yaitu penyakit hati berupa iri, dengki, riya dan sombong, supaya Tuhan tetap menyinari istana-Nya yang ada di dalam hati kita berupa nur Ilahiyah, yang memancarkan kedamaian, keteduhan, kasih sayang antar sesama.

Wallahu a’lam bisshawab.

Cirendeu, 10 Juli 2009

13