You are on page 1of 2

Spirometer Metode sederhana untuk mempelajari ventilasi paru adalah dengan mencatat volume udara yang keluar masuk

paru, suatu proses yang disebut spirometri. Spirometer ini terdiri atas sebuah drum yang dibalikkan di atas bak air, dan drum tersebut diimbangi oleh suatu beban. Dalam drum terdapat gas untuk bernapas, biasanya udara atau oksigen; dan sebuah pipa yang menghubungkan mulut dengan ruang gas. Apabila seseorang bernapas dari dan ke dalam ruang ini, drum akan naik turun dan akan terjadi perekaman yang sesuai di atas gulungan kertas yang berputar (Guyton Arthur C & Hall John E. 2001). Spirometri merekam secara grafis atau digital volume ekspirasi paksa dan kapasitas vital paksa. Volume Ekspirasi Paksa (VEP) atau Forced Expiratory Volume (FEV) adalah volume dari udara yang dihembuskan dari paru-paru setelah inspirasi maksimum dengan usaha paksa minimum, diukur pada jangka waktu tertentu. Biasanya diukur dalam 1 detik (VEP1).Kapasitas Vital paksa atau Forced Vital Capacity (FVC) adalah volume total dari udara yg dihembuskan dari paru-paru setelah inspirasi maksimum yang diikuti oleh ekspirasi paksa minimum. Water tied spirometer dibagi menjadi berbagai jenis,yaitu : a. Spirometer Collin b. Spirometer Chest c. Spirometer Harvard d. Spirometer Palmer Spirometer ini juga dilengkapi dengan drum yang menyatu dengan silinder yang berisi air.Drum ini mempunyai empat kecepatan :  Amat rendah(very slow) 25mm/menit  Rendah(low) 2,5mm/detik  Sedang(medium) 20mm/detik  Tinggi(high) 300ml/cm vertikal Pemeriksaan dengan spirometer ini penting untuk pengkajian fungsi ventilasi paru secara lebih mendalam. Jenis gangguan fungsi paru dapat digolongkan menjadi dua yaitu gangguan fungsi paru obstruktif (hambatan aliran udara) dan restriktif (hambatan pengembangan paru). Seseorang dianggap mempunyai gangguan fungsi paru obstruktif bila nilai VEP1/KVP kurang dari 70% dan menderita gangguan fungsi paru restriktif bila nilai kapasitas vital kurang dari 80% dibanding dengan nilai standar (Alsagaff, dkk, 2005). Spirometer menggunakan prinsip salah satu hukum dalam fisika yaitu hukum Archimedes. Hal ini tercermin pada saat spirometer ditiup, ketika itu tabung yang berisi udara akan naik turun karena adanya gaya dorong ke atas akibat adanya tekanan dari udara yang masuk ke spirometer. Spirometer juga

B.C. PA. .2000 ) Ref : Guyton. Bandul ini kemudian dihubungkan lagi dengan alat pencatat yang bergerak diatas silinder berputar. 11th ed.A. and J. Fink..menggunakan hukum newton yang diterapkan dalam sebuah katrol. 2006. Textbook of Medical Physiology.C. January 2000 "Spirometry: Asthma and COPD Guidelines Creating Opportunities for RTs.4th Guyton.Melalui spirometri ini. Philadelphia. Pemeriksaan dengan spirometer ini penting untuk pengkajian fungsi ventilasi paru secara lebih mendalam.E. J. USA: Elsevier Saunders. and Hall.sumbatan dan restriksi atau pengembangan paru." AARC Times: 43-7. bisa diketahui gangguan obstruksi . (Blondshine. A.Text Book of Medical Physiology. S. Blonshine.