You are on page 1of 4

Nama NPM Fakultas

: Kevin Dio Naldo : 1306377045 : Farmasi

Kolaborasi Kesehatan
2. Apa saja tipe konflik? 3. Mengapa dan bagaimana konflik bisa terjadi? 4. Apakah konflik dapat dicegah? Apakah konflik dapat dikelola? Bagaimana caranya? Jawab:
2.

Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima tipe konflik yaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antara kolompok dan konflik antar organisasi. 1. Konflik Intrapersonal Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu: 1) Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik. 2) Konflik pendekatan-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan dua pilihan yang sama menyulitkan. 3) Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.
2.

Konflik interpersonal Konflik interpersonal adalah pertentangan antara seseorang dengan orang lain karena pertentangan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak akan bisa mempengaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok Hal ini sering kali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanantekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu

3.

Perubahan h. Seringkali berakibat terjadinya konflik antar kelompok. Peran keperawatan membutuhkan seseorang untuk dapat menjadi seorang manajer.tugasnya memerlukan orientasi yang berbeda . penasihat . Alasan mengapa konflik bisa terjadi menurut Edmund (1979) ada sembilan. teknologi baru dan servis baru. Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi. Interdependensi peran . 3. Edmund ( 1979 ) menyebutkan sembilan faktor umum yang berkaitan dengan semua kemungkinan penyebab konflik.beda yang dapat menyebabkan konflik. dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan. yaitu : 4. seorang negosiator. pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antara kelompok. Setiap sub peran dengan tugas . seorang ahli dalam hubungan antar manusia. 3. 4. 8. harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. 5. Kekaburan tugas e. Masalah komunikasi Penyebab konflik. Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru. Peran yang bertugas banyak 7. Sebuah kelompok yang bertanggung jawab untuk suatu tugas tertentu atau area pelayanan tertentu memisahkan dirinya dari keompok lain. Konflik antara organisasi Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik. Peran yang bertugas banyak c. Konflik tentang Imbalan i. Kekurangan sumber daya g. 1.dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompik dimana ia berada. dan sebagainya. yaitu a. seorang pemberi asuhan yang trampil. Perbedaan f. 2. Spesialisasi b. Spesialisasi 5. Konflik antar lini dan staf. Interdependensi peran d. 6.

penyimpangan persepsi. Peran perawat pelaksana dalam praktek pribadi tidak akan serumit seperti peran perawat dalam tim kesehatan yang multidisiplin.beda. jabatan. dimana tugas seseorang perlu didiskusikan dengan orang lain yang mungkin bersaing untuk area .9. Sikap mendua. maka sering timbul konflik. Ada 6 tipe pengelolaan konflik yang dapat dipilih dalam menangani konflik yang muncul (Dawn M. 4. 6. Saat perubahan menjadi lebih tampak. kegagalan bahasa. Perbedaan 13. 9. 10. 18. dan penggunaan saluran komunikasi secara tidak benar. adalah sumber absolut dari konflik antar pribadi dan antar kelompok. Kekaburan tugas 11. 8. Ini diakibatkan oleh peran yang mendua dan kegagalan untuk memberikan tanggung jawab dan tanggung gugat untuk suatu tugas pada individu atau kelompok.area tertentu. 7. Masalah komunikasi 23. Avoiding. Bila orang mendapat imbalan secara berbeda . 16. Perubahan 19. Konflik tentang imbalan 21. Baskerville. kecuali jika mereka terlibat dalam perbuatan sistem imbalan. 22. maka kemungkinan tingkat konflik akan meningkat secara proporsional. Persaingan ekonomi. Kekurangan sumber daya 15. 12. pasien. 20. gaya seseorang atau organisasi yang cenderung untuk menghindari terjadinya konflik. 5. 17. 1993:65) yaitu : 1. semuanya akan menyebabkan konfllik. . Sekelompok orang dapat mengisi peran yang sama tetapi perilaku sikap. dan kognitif orang . Hal-hal yang sensitif dan potensial menimbulkan konflik sedapat mungkin dihindari sehingga tidak menimbulkan konflik terbuka.orang ini terhadap peran mereka bisa berbeda. 14. emosi.

5. artinya pihak-pihak yang berkonflik saling bersaing untuk memenangkan konflik. 4. dengan cara ini pihak-pihak yang saling bertentangan akan sama-sama memperoleh hasil yang memuaskan. merupakan gaya menyelesaikan konflik dengan cara melakukan negosiasi terhadap pihak-pihak yang berkonflik. Conglomeration (mixtured type). 3. kepentingan kedua pihak tercapai (menghasilkan win-win solution). Collaborating. Accomodating. dan pada akhirnya harus ada pihak yang dikorbankan (dikalahkan) kepentingannya demi tercapainya kepentingan pihak lain yang lebih kuat atau yang lebih berkuasa (win-lose solution).2. Singkatnya. Compromising. 6. gaya ini mengumpulkan dan mengakomodasikan pendapat-pendapat dan kepentingan pihak-pihak yang terlibat konflik. sehingga kemudian menghasilkan solusi (jalan tengah) atas konflik yang sama-sama memuaskan (lose-lose solution). selanjutnya dicari jalan keluarnya dengan tetap mengutamakan kepentingan pihak lain atas dasar masukan-masukan yang diperoleh. Competing. cara ini menggunakan kelima style bersama-sama dalam penyelesaian konflik. karena mereka justru bekerja sama secara sinergis dalam menyelesaikan persoalan. . dengan tetap menghargai kepentingan pihak lain.