Tipe semen dan beton

Macam-macam Tipe Semen
1. Semen Portland Type I Dipakai untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Cocok dipakai pada tanah dan air yang mengandung sulfat 0, 0% – 0, 10 % dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung bertingkat, perkerasan jalan, struktur rel, dan lain-lain 2. Semen PortLand type II. Dipakai untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat ( Pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0, 10 – 0, 20 % ) dan panas hidrasi sedang, misalnya bangunan dipinggir laut, bangunan dibekas tanah rawa, saluran irigasi, beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan. 3. Semen Portland type III Dipakai untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi, misalnya untuk pembuatan jalan beton, bangunanbangunan tingkat tinggi, bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat. 4. Semen Portland type IV Adalah tipe semen dengan panas hidrasi rendah. Semen tipe ini digunakan untuk keperluan konstruksi yang memerlukan jumlah dan kenaikan panas harus diminimalkan. Oleh karena itu semen jenis ini akan memperoleh tingkat kuat beton dengan lebih lambat ketimbang Portland tipe I. Tipe semen seperti ini digunakan untuk struktur beton masif seperti dam gravitasi besar yang mana kenaikan temperatur akibat panas yang dihasilkan selama proses curing merupakan faktor kritis. 5. Semen Portland type V Dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/ air yang mengandung sulfat melebihi 0, 20 % dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir. 6. Super Masonry Cement Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K 225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, Paving Block, tegel dan bahan bangunan lainnya. 7. Oil Well Cement, Class G-HSR ( High Sulfate Resistance) . Merupakan semen Khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi, OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR ( High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai ” BASIC OWC” . adaptif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur.

genteng. Plesteran dan acian. bahan bangunan.Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat ( Bangunan tepi pantai. suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak. 9. Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton.8. lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus. potongan ubin.Bangunan / instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi. panel beton.Pekerjaan pasangan dan plesteran. Struktur bangunan bertingkat. Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 s. . paving block. struktur jembatan.konstruksi beton massa ( bendungan. tanah rawa) . batako. Dapat digunakan secara luas seperti : . . hollow brick. lebih mudah dikerjakan. . pasangan bata. lebih tahan terhadap sulfat. dam dan irigasi) . struktur jalan beton. Super ” Portland Pozzolan Cement” ( PPC) . Portland Composite Cement ( PCC) Semen memnuhi persyratan mutu portland COmposite Cement SNI 15-7064-2004. beton pra tekan dan pra cetak.

dan air. Ukuran agregat kasar mencapai 20 cm. Serat dalam beton ini berfungsi mencegah retak-retak sehingga menjadikan beton lebih daktail daripada beton biasa. Kemudahan pengerjaan (workability). bahan perekat. Ferrosemen Ferrosemen adalah suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan suatu tulangan yang berupa anyaman kawat baja sebagai pemberi kekuatan tarik dan daktilitas pada mortar semen. e. mortar kapur. Beton Siklop Beton siklop adalah beton normal / beton biasa.3. air sisa reaksi disedot dengan cara khusus.3 Sifat – Sifat Beton 1. c.1 Beton Segar Hal-hal penting yang berkaitan dengan sifat-sifat beton segar. yaitu: 1.1. Tidak adanya agregat halus dalam campuran menghasilkan suatu sistem berupa keseragaman rongga yang terdistribusi di dalam massa beton. Air yang tertinggal hanya air yang dipakai untuk reaksi dengan semen sehingga beton yang diperoleh sangat kuat. Beton Serat (Fibre Concrete) Beton serat (Fibre Concrete) adalah bahan komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat. . yang menggunakan ukuran agregat yang relatif besar.a.1. f. Mortar dapat dibedakan menjadi tiga macam. 1. serta berkurangnya berat jenis beton. namun proporsi agregat yang lebih besar ini sebaiknya tidak lebih dari 20 persen agregat seluruhnya. Beton Non Pasir (No-Fines Concrete) Beton non pasir (No-Fines Concrete) adalah bentuk sederhana dari jenis beton ringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan bagian halus agregat pada pembuatan beton. b. Beton Mortar Beton Mortar adalah adukan yang terdiri dari pasir. disebut cara vakum (vacuum method). yaitu : mortar lumpur. d. dan mortar semen. Beton Hampa Beton hampa adalah beton yang setelah diaduk dan dituang serta dipadatkan sebagaimana beton biasa.

Terlalu banyak air. Adukan beton jangan dijatuhkan dengan ketinggian terlalu besar. d. c. Air yang diberikan sesedikit mungkin 2.Semakin kasar permukaan kerikil. Pemisahan kerikil. Semakin besar butir kerikil. Pemisahan air . 3. Pemakaian butir-butir batuan yang bulat. b. Pemakaian butir maksimum kerikil yang dipakai. Untuk mengurangi kecenderungan pemisahan kerikil tersebut maka diusahakan halhal sebagai berikut: 1. Penambahan semen kedalam campuran karena pasti diikuti dengan bertambahnya air campuran untuk memperoleh nilai fas tetap. Cara pemadatan adukan beton menentukan sifat pengerjaan yang berbeda. e. c. penuangan maupun pemadatan harus mengikuti cara. b. 2. 3. Unsur-unsur yang mempengaruhi sifat kemudahan pengerjaan beton segar: a.Sifat ini merupakan ukuran dari tingkat kemudahan adukan untuk diaduk. dituang dan dipadatkan. f. Campuran yang kurus (kurang semen). d. Kecenderungan butir-butir kerikil untuk memisahkan diri dari campuran adukan beton disebut segregation.cara yang betul. Makin banyak air yang dipakai makin mudah beton segar dikerjakan. diangkut. Cara pengangkutan. Jumlah air yang dipakai dalam campuran adukan beton. Pemisahan kerikil dari adukan beton berakibat kurang baik terhadap betonnya setelah mengeras. Kecenderungan pemisahan kerikil ini diperbesar dengan: a. Gradasi campuran pasir dan kerikil.

1. Memberi lebih banyak semen.1. Menggunakan air sesedikit mungkin. Kekuatan geser . 6.Kecenderungan air campuran untuk naik ke atas (memisahkan diri) pada beton segar yang baru saja dipadatkan disebut bleeding. 4. Umur (pada keadaan normal kekuatan bertambah sesuai dengan umurnya) 5. Kuat tarik merupakan bagian penting di dalam menahan retak-retak akibat perubahan kadar air dan suhu. 2.2 Beton Keras Sifat mekanis beton keras diklasifikasikan: 1. Perbandingan air–semen dan tingkat pemadatannya. b. Jenis semen dan kualitasnya (mempengaruhi kekuatan rata-rata dan kuat batas beton). 3. Jenis dan lekak-lekuk bidang permukaan agregat.3. Kekuatan tarik Kekuatan tarik beton berkisar seper-delapan belas kuat desak beton pada waktu murnya masih muda dan berkisar seper-duapuluh sesudahnya. Sifat jangka pendek atau sesaat. c. c. Menggunakan pasir lebih banyak. Biasanya tidak diperhitungkan di dalam perencanaan bangunan beton. Suhu (kecepatan pengerasan beton bertambah dengan bertambahnya suhu). yang terdiri dari: a. Kekuatan tekan Kuat tekan beton dipengaruhi oleh: 1. Pemisahan air dapat dikurangi dengan cara-cara berikut: a. b. Efisiensi dan perawatan.

ukuran elemen beton (kelajuan dan besarnya susut akan berkurang bila volume elemen betonnya semakin besar). faktor air semen (semakin besar fas semakin besar pula efek susut). Rangkak Rangkak adalah penambahan terhadap waktu akibat beton yang bekerja. 1. bahan tambahan. serta mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh kondisi alam.1. 4. Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi. Kekurangan beton . Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk apapun dan ukuran seberapapun tergantung keinginan. Faktor-faktor yang mempengaruhi rangkak adalah: kekuatan (rangkak dikurangi bila kenaikan kekuatan semakin besar). perawatan. banyaknya penulangan.4 Kelebihan dan Kekurangan Beton 1. semen. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya susut adalah: agregat (sebagai penahan susut pasta semen). b. 2. Susut Susut adalah berkurangnya volume elemen beton jika terjadi kehilangan uap air karena penguapan. agregat (rangkak bertambah bila agregat makin halus). yang terdiri dari: a. Ukuran lebih kecil jika dibanding dengan pasangan batu 5.1 Kelebihan Beton Kelebihan beton dibanding dengan bahan bangunan lain adalah: 1. Harga relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar dari bahan lokal 2. umur (kecepatan rangkak berkurang sejalan dengan umur beton). kondisi lingkungan. Beton termasuk bahan aus dan tahan terhadap kebakaran.1. geser dalam beton selalu diikuti oleh desak dan tarik oleh lenturan dan bahkan di dalam pengujian tidak mungkin menghilangkan elemen lentur. perbandingan campuran (bila fas dan volume pasta semen berkurang maka rangkak berkurang).Di dalam praktek. Sifat jangka panjang. sehingga biaya perawatan termasuk rendah 3.4.

1. lunak. gerakan ombak. Ditinjau dari aksinya. Beton dapat mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu. limbah. dan lain-lain.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah : a. b. lalu lintas. seperti air laut (garam). 4. sehingga perlu dibuat dilatasi untuk mencegah terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu. . kemudahan pekerjaan.1.1. alkali. Zat yang melapisi agregat sehingga mengganggu terbentuknya lekatan yang baik antara agregat dan pasta semen. dan air yang membawa garam dapat merusak beton. Bahan-bahan ini dianggap tidak diperlukan sebagai bahan tambah karena lemah. Pengaruh cuaca berupa pengembangan dan penyusutan yang diakibatkan oleh pergantian panas dan dingin. atau sifat fisik dan sifat kimiawi yang merusak sifat-sifat beton. zat-zat yang berpengaruh buruk tersebut pada beton dibedakan menjadi 3 macam yaitu : 1. Beton bersifat getas sehingga harus dihitung dan didetail secara seksama agar setelah dikombinasikan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail. asam sulfat. 3. Daya tahan terhadap aus (abrasi) yang disebabkan ole gesekan orang berjalan kaki. 5. Beton mempunyai kuat tarik yang rendah sehingga mudah retak. 1. Daya perusak kimiawi.6 Zat-zat yang dapat mengurangi kekuatan tekan beton. dan lain-lain. Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah sehingga dilatasi (construction joint) perlu diadakan pada beton yang berdimensi besar untuk memberi tempat bagi susut pengerasan dan pengembangan beton. Bahan-bahan yang keberadaannya mungkin memberikan pengaruh yang merugikan terhadap kekuatan. sehingga selalu dapat dimasuki air. Beton sulit untuk kedap air secara sempurna. dan kenampaan jangka panjang disebut zat pengganggu.Kekurangan beton dibanding dengan bahan bangunan lain adalah: 1. c. 2. oleh karena itu diperlukan baja tulangan untuk menahannya. Zat yang mengganggu proses hidrasi semen 2.

b. lempung.82 Sc) b. dan lain-lain.beton bertulangan Sulfat. Stabilitas pekerja Pengawasan terhadap mutu beton yang dibuat di lapangan dilakukan dengan cara membuat diagram hasil uji kuat tekan beton dari benda-benda uji yang diambil selama pelaksanaan. kayu. Na2O + 0.3. Besarnya variasi itu tergantung pada berbagai faktor antara lain : a.85 fc’.7 Evaluasi Pekerjaan Beton Kekuatan beton yang diproduksi dilapangan mempunyai kecenderungan untuk bervariasi dari adukan ke adukan. arang. Zat-zat pengganggu ini dapat berupa kendungan organik. Variasi cara pengadukan c.1. yang bersifat lemah dan menimbulkan reaksi kimia antara agregat dan pastanya. Dalam buku “Perencanaan Campuran dan Pengendalian Mutu Beton” (1994) tercantum bahwa beton yang dibuat dinyatakan memenuhi syarat (mutunya tercapai) jika kedua persyaratan berikut terpenuhi : a. shale lempung. pyrites. Cl : . Butiran-butiran yang kurang tahan cuaca. SO4 Alkali.658 K2O) Total solids Konsentrasi maksimum ppm 500 ppm 1000 ppm 1000 ppm 600 ppm 50000 ppm Sumber : bahan kuliah tekton 1. Tabel 1. misalnya silt atau debu pecahan batu. Berikut ini berbagai macam zat yang dapat mengurangi kuat tekan beton dan kadar konsentrasinya dalam campuran seperti yang tercantum dalam tabel berikut ini. garam. . (tanah tambang yang mengandung belerang). Variasi mutu bahan dari satu adukan ke adukan berikutnya.beton pratekan . atau bahan-bahan halus lainnya.1 Zat-zat yang dapat mengurangi kekutan beton Kandungan unsur kimiawi Clorida. Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil uji (yang masing-masing pasangan terdiri dari empat hasil uji kuat tekan) tidak kurang dari (fc’ + 0. Tidak satupun dari hasil uji tekan (rata-rata dari dua silinder) kurang dari 0.

2 Susunan Unsur semen biasa Oksida Kapur (CaO) Silika (SiO2) Persen (%) 60 – 65 17 – 25 . Meskipun definisi ini dapat diterapkan untuk banyak jenis bahan. yaitu uji bor inti. dan sebagainya.2. Analisis ulang struktur berdasarkan kuat tekan beton sesungguhnya (actual) b. Pull-out test.1 Susunan Kimia Semen Bahan dasar penyusun semen terdiri dari bahan-bahan yang terutama mengandung kapur. Langkah-langkah itu antara lain : a. maka untuk adukan berikutnya harus diambil langkah-langkah untuk meningkatkan kuat tekan rata-rata betonnya.2. Hidraulis berarti semen bereaksi dengan air dan membentuk suatu bahan massa. 1. Sifat-Sifat Semen 1. maka bahan-bahan itu menjadi unsur-unsur pokok semennya. Uji yang merusak (non-destructive test).2. Khusus jika persyaratan kedua yang tidak terpenuhi maka selain memperbaiki adukan beton berikutnya harus pula diambil langkah-langkah untuk memastikakn bahwa daya dukung struktur beton yang sudah dibuat masih tidak membahayakan terhadap beban yang akan ditahan. atau Semi destructive test.2. misalnya dengan Schmidt Rebound Hammer (hamer test).2. Tabel 1.Jika salah satu dari dua persyaratan tersebut diatas tidak terpenuhi. semen yang dimaksudkan untuk konstruksi beton adalah bahan jadi dan mengeras dengan adanya air yang dinamakan semen hidraulis. Ultrasonic Pulse Velocity Test. silika dan oksida besi.2. Semen 1.1. 1. Pengertian semen Semen adalah suatu jenis bahan yang memiliki sifat adhesif dan kohesif yang memungkinkan melekatnya fragmen-fragmen mineral menjadi satu massa yang padat.

5 Nama senyawa Rumus empiris Ca3SiO5 Ca2SiO4 Ca3Al2O6 Ca2AlFeO3 Rumus oksida 3CaO. Na2O dan K2O.3 Senyawa utama semen portland Notasi pendek C3S C2S C3A C4AF CSH2 Ratarata (%) 50 25 12 8 3. yang merupakan oksida dominan. Tabel 1. dengan mempunyai perbandingan tertentu pada setiap produk semen. Keempat oksida utam tersebut diatas didalam semen berupa senyawa C3S.5 – 6 0. tergantung pada komposisi bahan bakunya.5 – 1 Komposisi kimia semen portland pada umumnya terdiri dari CaO. SO3.Al2O3Fe2O3 CaSO4. 1994 1. C3A dan C4AF.2H2O Tricalsium silikat Dicalsium silikat Tricalsium aluminat Tetracalcium aluminoferrit Calsium sulfat dihidrat Sumber : Teknologi Beton.5 – 4 1–2 0.SiO2 2CaO.Alumina (Al2O3) Besi (Fe2O3) Magnesia (MgO) Sulfur (SO3) Potash (Na2O + K2O) 3–8 0. Kardiyono Tjokrodimulyoo. SiO2.2 Hidrasi semen .Al2O3 4CaO.SiO2 3CaO.2.2. C2S. Sedangkan oksida lain yang jumlahnya hanya beberapa persen dari berat semen adalah MgO. Al2O3 dan Fe2O3.

Fe2O3.2.12 H2O Mekanisme hidrasi tetracalsium aluminoferrit (C4AF) 4CaO.Al2O3.CaSO4 + 12 H2O (gypsum) 3CaO.Al2O3.s ini akan berpengaruh terhadap kekuatan beton.Al2O3. 3CaO. Mekanisme hidrasi silicate (C3S dan C2S) 2(3CaO. Oleh karena itu sangat perlu diperhatikan perbandingan antara air dan semen atau faktor air semennya.SiO2) + 4 H2O 3CaO. sehingga volume mengecil. 1. maka proses hidrasi berlangsung dalam arah keluar dan arah ke dalam.Al2O3.12 H2O (tetracalsium aluminoferrat) 1.4 Sifat fisik semen .s Semen bila terkena air akan berubah menjadi keras seperti batu.Al2O3 + Ca(OH)2 + 12 H2O 3CaO. Bila kurang semen dan terlalu banyak air akan menyebabkan segregration dan bleeding.SiO2.Ca(OH)2.a.3 H2O + 3Ca(OH)2 2(2CaO.Bila semen bersentuhan dengan air.3 H2O + Ca(OH)2 Mekanisme hidrasi Aluminat (C3A) Adanya gipsum di dalam semen menyebabkan reaksi calsium aluminat menghasilkan calsium sulfo aluminat hidrat.3 Kekuatan semen dan f.SiO2) + 6 H2O 3CaO.Al2O3 + CaSO4.2H2O + 10 H2O 3CaO. selain itu perbandingan yang tepat antara semen dan air akan berpengaruh dalam kemudahan pekerjaan.Fe2O3 + 2Ca(OH)2 + 10H2O 64CaO.2.2. karena faktor f.2.SiO2.a. maksudnya hasil hidrasi mengendap di bagian luar dan inti semen yang belum terhidrasi dibagian dalam secara bertahap akan terhidrasi.

1. C4AF kurang begitu besar pengaruhnya terhadap pengerasan beton.unsur ini merupakan unsur paling dominan dalam memberikan sifat semen. Tabel 1. Membutuhkan air 24 % dari beratnya. Jenis-Jenis Semen Dalam pedoman beto 1989 disyaratkan bahwa semen portland untuk pembuatan beton harus merupakan jenis-jenis yang memenuhi syarat-syarat SII 0013-81”Mutu dan uji semen” yang klasifikasinya tertera pada tabel dibawah ini.3.5 Sifat kimia semen Semen mengandung C3S dan C2S sebesar 70% sampai dengan 80%. Kardiyono Tjokrodimulyoo. Semen portland yang penggunaannya memerlukan persyaratan awal yang tinggi setelah pengikatan terjadi. 1. Membutuhkan air 21% dari beratnya.4 Jenis-jenis Semen Portland Jenis Semen Jenis I Jenis II Jenis III Jenis IV Jenis V Karateristik Umum Semen portland yang digunakan untuk tujuan umum. Semen yang mengandung unsur ini lebih dari 10% kurang tahan terhadap serangan sulfat. Berpengaruh besar terhadap pengerasan semen terutama sebelum mencapai umur 14 hari.15 gr/cm3.4 Pembuatan semen .2. Membutuhkan air 40% dari beratnya. Sumber : Teknologi Beton. Semen portland yang dalam penggunaannya menuntut panas hidrasi yang rendah Semen portland yang dalam penggunaannya menuntut ketahanan yang kuat terhadap sulfat.Sifat fisik dari semen adalah bahan berbutir halus yang lolos ayakan 2 µm dan mempunyai berat jenis antara 3 sampai 3. C3S segera mulai berhidrasi bila semen terkena air secara eksotermis. 1994 1. C2S bereaksi dengan air lebih lambat dan hanya berpengaruh terhadap pengerasan semen setelah 7 hari dan memberikan kekuatan akhir.2. bereaksi secara cepat dan memberikan kekuatan sesudah 24 jam. Unsur ini membuat semen tahan terhadap serangan kimia dan mengurangi penyusutan karena pengeringan. Unsur.2. C3A berhidrasi secara eksotermis.2. Semen portland yang penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang.

Semen portland abu terbang 3. Batu kapur : CaO + CO2 kapur karbondioksida Lempung : SiO22 + Al2O3 + Fe2O3 + H2O silika alumina oksida besi air b. Aluminium semen 2. Semen portland tras/puzzolan 5.SiO2 dikalsium silikat (C2S) .Semen dibedakan dalam dua kelompok utama. 3CaO + SiO2 3CaO.SiO2 trikalsium silikat (C3S) 2CaO + SiO2 2CaO. Semen-semen lain: 1. Semen bersulfat Reaksi-reaksi yang terjadi pada waktu proses pembuatan semen adalah sebagai berikut: a. yaitu: a. Semen dari bahan klinker-semen-portland 1. Semen tanur tinggi 4. Semen portland putih b. Semen portland 2.

oleh karena itu pemakaian pasir sebagai pembentuk beton harus dilakukan secara selektif.3.. 1.  Sisa diatas ayakan 1 mm harus minimum 10% berat. seperti terik matahari atau hujan. Pengertian agregat halus Agregat halus dalam beton adalah pasir alam sebagai hasil disintegrasi alami dari batu-batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh pemecah batu.3. . Butir-butir agregat halus harus bersifat kekal artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca.2. Agregat halus berperan penting sebagai pembentuk beton dalam pengendalian workability. Agregat halus atau pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras.Al2O3. Syarat agregat halus Syarat agregat halus yang dipakai sebagai campuran beton menurut Peraturan Beton Indonesia 1971 SNI–2 : a.1. c.Al2O3 trikalsium aluminat (C3A) 3CaO + Al2O3 + Fe2O3 3CaO. kekuatan dan keawetan beton.3. Apabila kadar lumpur melampaui 5% (ditentukan terhadap berat kering) maka agregat halus harus dicuci. Agregat Halus 1. Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (ditentukan terhadap berat kering).3CaO + Al2O3 3CaO.Al2O3. Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam besarnya dan apabila diayak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:  Sisa diatas ayakan 4 mm harus minimum 2% berat. b.Fe2O3 tetrakalsium aluminoferit (C4AF) 1.

Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu beton.80 2.5 Persyaratan gradasi agregat halus SK-SNI-T-15-1990-03 Ukuran saringan (mm) 10.60 0.40 1. kecuali dengan petunjuk-petunjuk dari lembaga pemeriksaan bahan yang diakui. 1994 Keterangan: Daerah I : pasir kasar Daerah II : pasir agak kasar Daerah III : pasir agak halus Daerah IV : pasir halus Beberapa pemeriksaan untuk mendapatkan kondisi agregat halus yang memenuhi standar antara lain : 1. Pemeriksaan kadar lumpur sesuai dengan British Standard dengan kadar lumpur maksimum 5%.30 0. d. Sisa diatas ayakan 0.00 4. e. 2. Kardiyono Tjokrodimulyoo.25 mm harus berkisar 80%-95% berat.20 0. . Pemeriksaan kadar kotoran organik sesuai dengan British Standard dengan ketentuan warna larutan harus lebih muda no 3 standar organik plate. Persyaratan gradasi untuk agregat halus Tabel 1.15 Prosentase lolos saringan Daerah 2 Daerah 3 100 100 90-100 75-100 55-90 35-59 8-30 0-10 90-100 85-100 75-100 60-79 12-40 0-10 Daerah 1 100 90-100 60-95 30-70 15-34 5-20 0-10 Daerah 4 100 95-100 95-100 90-100 80-100 15-50 0-15 Sumber : Teknologi Beton.

Agregat Kasar 1.1. 1.3. Untuk memilih agregat yang digunakan sebagai campuran beton ditentukan dari mutu. Syarat agregat kasar Menurut PBI 1971 (NI-2) pasal 3.063.4 Syarat agregat kasar yang akan dipakai sebagai bahan campuran beton : a. Pada umumnya yang dimaksud dengan agregat kasar adalah agregat dengan butiran lebih dari 5 mm. b. Yang dimaksud dengan lumpur adalah bagian-bagian yang dapat melampaui ayakan 0. Pemeriksaan specific gravity dan absorbsi air pada pasir sesuai dengan standar British Standard. 1. Pemeriksaan analisa saringan sesuai dengan British Standard. Agregat kasar yang mengandung butiran-butiran pipih hanya boleh dipakai apabila jumlah butiran-butiran pipih tidak melampaui 20% dari berat agregat seluruhnya. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% (ditentukan terhadap berat kering).2.4. Pengertian agregat kasar Agregat kasar dalam beton dapat berupa kerikil sebagai hasil disintegrasi alam dari batuan atau batuan pecah yang diperoleh dari pemecahan batu. Apabila kadar lumpur melampaui dari 1% (ditentukan terhadap berat keri .4.4. Butiran-butiran agregat kasar harus bersifat kekal. jenis konstruksi dan ketersediaan bahan. Agregat kasar harus terdiri dari butiran-butiran yang keras dan tidak berpori. artinya tidak pecah atau hancur oleh cuaca seperti terik matahari atau hujan. 4.