Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A

WALI SONGO
1. Sunan Kalijaga [Rd. Said]
Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak. Riwayat Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga. Kelahiran Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilwatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali. Silsilah Mengenai asal usul beliau, ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa beliau juga masih keturunan Arab. Tapi, banyak pula yang menyatakan ia orang Jawa asli. Van Den Berg menyatakan bahwa Sunan Kalijaga adalah keturunan Arab yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah Shallallahu „al aihi wa Sallam. Sementara itu menurut Babad Tuban menyatakan bahwa Aria Teja alias „Abdul Rahman berhasil mengislamkan Adipati Tuban, Aria Dikara, dan mengawini putrinya. Dari perkawinan ini ia memiliki putra bernama Aria Wilatikta. Menurut catatan Tome Pires, penguasa Tuban pada tahun 1500 M adalah cucu dari peguasa Islam pertama di Tuban. Sunan Kalijaga atau Raden Mas Said adalah putra Aria Wilatikta. Sejarawan lain seperti De Graaf membenarkan bahwa Aria Teja I („Abdul Rahman) memiliki silsilah dengan Ib nu Abbas, paman Muhammad. Sunan Kalijaga mempunyai tiga anak salah satunya adalah Umar Said atau Sunan Muria. Pernikahan Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 putra: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah. Berda‟wah Menurut cerita,Sebelum menjadi Walisongo,Raden Said menjadi seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi.Dan hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin.Suatu hari,Saat Raden Said ke hutan,ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat.Orang itu adalah Sunan Bonang.Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas,ia merampas tongkat itu.Katanya,hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin.Tetapi,Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara

1

Tiga tahun kemudian. serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah menggagas baju takwa. Kebumen.Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke Sungai. Wafat Ketika wafat. Dalam dakwah. Ia menggunakan seni ukir. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu (“Petruk Jadi Raja”). yang berkedudukan di daerah Gresik.Karena itu. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami.Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang. Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah. Raden „Ainul Yaqin dan Joko Samudra.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A itu. Paku] Sunan Giri adalah nama seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton. Makam ini hingga sekarang masih ramai diziarahi orang.Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tep sungai. ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan. yaitu Raden Paku. Banyumas. ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya.ia menjadi tertidur dalam waktu lama. wayang.Karena lamanya ia tertidur. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Kartasura.Karena itu. Ia dimakamkan di desa Giri. perayaan sekatenan.Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha. Sultan Abdul Faqih. garebeg maulud. Sunan Giri [Rd. 2. Lanskap pusat kota berupa kraton.maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang.Lalu. alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga. Sunan Bonang.Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai. 2 . dekat kota Demak (Bintara). serta Pajang. Silsilah Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Tidak mengherankan. di antaranya adalah adipati Pandanaran. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf” -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Kebomas.tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya. yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut. Sebagian babad berpendapat bahwa ia adalah anak Maulana Ishaq. Prabu Satmata.Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.Ia menasihati Raden Said bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk.Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said.Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya. Jawa Timur. gamelan.Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. beliau dimakamkan di Desa Kadilangu. seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Gresik. Ia sangat toleran pada budaya lokal. Metode dakwah tersebut sangat efektif.Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Ia lahir di Blambangan tahun 1442.maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil memengaruhi.

seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah. dengan Dewi Sekardadu. bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) dan dibawa ke Gresik. Di Gresik. Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden „Ainul Yaqin kembali ke Jawa. Di sinilah. serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung 3 . mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang. ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri. Tak berapa lama setelah mengajarnya. Karena ditemukan di laut. giri berarti gunung. Sulawesi. Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan). Dakwah dan kesenian Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya. putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. Ahmad al-Muhajir. Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal. Muhammad an-Naqib. Muhammad Sahibus Saumiah. Ubaidullah. Pangeran Giri/Sunan Giri merupakan putera dari pasangan Putri Pasai (Jeumpa?) dengan putera Raja Bali. yang ternyata bernama Raden Paku. Kalimantan. Kemudian. yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung. diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan. Sejak itulah. Ketika sudah cukup dewasa. Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Abdul Malik (Ahmad Khan). Ja‟far ash-Shadiq. bahkan pengaruhnya sampai ke Madura. Maulana Ishaq. Sunan Ampel mengirimnya beserta Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang). Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur. Lalu. Alwi Ammi al -Faqih. Kisah Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq. Mangkubumi Majapahit masa itu adalaha Patih Maudara. Abdullah (al-Azhamat) Khan. Ia kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti. Joko Samudra. Muhammad Shahib Mirbath. yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali. untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Alwi ats-Tsani. Lir-ilir dan Cublak Suweng. Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar). Nyai Gede Pinatih. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudra. Ali al-Uraidhi. Jadi Pangeran Giri saudara seibu dengan putera Raja Majapahit. Maka ia dipaksa ayahandanya (Prabu Menak Sembuyu) untuk membuang anak yang baru dilahirkannya itu. Ali Khali‟ Qasam. Dewi Sekardadu dengan rela menghanyutkan anaknya itu ke laut/selat bali sekarang ini. dan „Ainul Yaqin (Sunan Giri). Ali Zainal Abidin. dan Maluku. Dalam bahasa Jawa. Alwi Awwal. Lombok. Kemudian. Kebomas. Joko Samudra dibawa ibunya ke Ampeldenta (kini di Surabaya) untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Isa ar-Rumi. dia menamakan bayi tersebut Joko Samudra. Kemudian Putri Pasai diberikan oleh Raja Majapahit kepada putera dari Raja Bali. dan catatan nasab Sa‟adah BaAlawi Hadramaut. Putri Pasai adalah puteri Sultan Pasai yang diambil isteri oleh Raja Majapahit yang bernama Dipati Hangrok. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton. Dalam Hikayat Banjar. Pasangan Putri Pasai dengan Raja Majapahit ini telah memperoleh seorang putera. Muhammad al-Baqir.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW. Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri.

Sang murid sangat mengagumi beliau sampai ingin membawa jenazah beliau ke Madura. Pada tahun 1530. Kota Kudus. Sunan Kudus pernah menjabat sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak. Sunan Kudus [Jaffar Shadiq] Sunan Kudus dilahirkan dengan nama Jaffar Shadiq. Sunan Kudus mendirikan sebuah mesjid di desa Kerjasan. saat beliau meninggal. murid 4 . Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Sunan Kudus juga membangun Menara Kudus yang merupakan gabungan kebudayaan Islam dan Hindu yang juga terdapat Masjid yang disebut Masjid Menara Kudus. Selain sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A 3. Keturunan Sunan Kudus Di antara keturunan Sunan Kudus yang menjadi Ulama‟ dan Tokoh di Indonesia adalah: Syekh Kholil Bangkalan Azmatkhan Ba‟alawi Al-Husaini. Peninggalan lain dari Sunan Kudus adalah permintaannya kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu dengan mengganti kurban sapi dengan memotong kurban kerbau. dan dalam masa pemerintahan Sunan Prawoto dia menjadi penasihat bagi Arya Penangsang. Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550. yang sering diziarahi adalah makamnya di kota Tuban. Dia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung alias Sunan Undung (Sunan Kudus senior)[1]. adalah panglima perang Kesultanan Demak Bintoro dan Syarifah. Lokasi makam Sunan Bonang ada dua karena konon. dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dalam melakukan dakwah penyebaran Islam di Kudus. Sunan Kudus menggunakan sapi sebagai sarana penarik masyarakat untuk datang untuk mendengarkan dakwahnya. Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M. kabar wafatnya beliau sampai pada seorang muridnya yang berasal dari Madura. Sunan Kudus juga menjabat sebagai hakim pengadilan bagi Kesultanan Demak. yang kini terkenal dengan nama Masjid Agung Kudus dan masih bertahan hingga sekarang. Sunan Bonang [Rd. Namun. Syekh Bahruddin Azmatkhan Ba‟alawi Al-Husaini. dan Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan Ba‟alawi Al-Husaini. pesan untuk memotong kurban kerbau ini masih banyak ditaati oleh masyarakat Kudus hingga saat ini. Sekarang Masjid Agung Kudus berada di alun-alun kota Kudus Jawa Tengah. dan saat ini makam aslinya berada di Desa Bonang. 4. adik dari Sunan Bonang. Maulana Makdum Ibrahim] Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang. Namun.

Ali Uradhi bin 19. kemudian beliau kombinasi dengan kesimbangan pernafasan[rujukan?] yang disebut dengan rahasia Alif Lam Mim ( ‫ ) م ل ا‬yang artinya hanya Allah SWT yang tahu. 7. 9. Ahmad al-Muhajir bin 16.W. Dalam Serat Darmo Gandhul. 2.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A tersebut tak dapat membawanya dan hanya dapat membawa kain kafan dan pakaian-pakaian beliau. Tetapi oleh G. Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) bin Sunan Ampel (Raden Rahmat) Sayyid Ahmad Rahmatillah bin Maulana Malik Ibrahim bin Syekh Jumadil Qubro (Jamaluddin Akbar Khan) bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik Al-Muhajir (dari Nasrabad. Antara lain Suluk Wijil yang dipengaruhi kitab Al Shidiq karya Abu Sa‟id Al Khayr. Saat melewati Tuban. Hussain bin 23. Alawi Ats-Tsani bin 12. Ubaidullah bin 15. Ia menciptakan Gerakan fisik dari nama dan simbol huruf hijayyah adalah dengan tujuan yang sangat mendalam dan penuh dengan makna. dianggap bukan karya Sunan Bonang. Isa Ar-Rumi bin 17. Muhammad Al Baqir bin 21. 6. ada seorang murid Sunan Bonang yang berasal dari Tuban yang mendengar ada murid dari Madura yang membawa jenazah Sunan Bonang. Alawi Awwal bin 14. Mereka memperebutkannya. Sunan Bonang juga menggubah tembang Tamba Ati (dari bahasa Jawa. secara awam penulis artikan 5 . Sunan Bonang disebut Sayyid Kramat merupakan seorang Arab keturunan Nabi Muhammad. Drewes.India) bin Alawi Ammil Faqih (dari Hadramaut) bin Muhammad Sohib Mirbath (dari Hadramaut) bin 10. 5. Keilmuan Sunan Bonang juga terkenal dalam hal ilmu kebathinannya. Silsilah Terdapat silsilah yang menghubungkan Sunan Bonang dan Nabi Muhammad:[rujukan?] 1. 3. seorang pakar Belanda lainnya. 8. Ali Zainal „Abidin bin 22. Ja‟afar As-Sodiq bin 20. Muhammad An-Naqib bin 18. Sunan Bonang juga menciptakan gerakan-gerakan fisik atau jurus yang Beliau ambil dari seni bentuk huruf Hijaiyyah yang berjumlah 28 huruf dimulai dari huruf Alif dan diakhiri huruf Ya‟. Ali bin Abi Thalib (dari Fatimah az-Zahra binti Muhammad) Karya Sastra Sunan Bonang banyak menggubah sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil. Apa pula sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa yang dahulu diperkirakan merupakan karya Sunan Bonang dan oleh ilmuwan Belanda seperti Schrieke disebut Het Boek van Bonang atau buku (Sunan) Bonang.J. Ali Kholi‟ Qosam bin 11. 4. melainkan dianggapkan sebagai karyanya. Ia mengembangkan ilmu (dzikir) yang berasal dari Rasullah SAW. Muhammad Sohibus Saumi‟ah bin 13. berarti penyembuh jiwa) yang kini masih sering dinyanyikan orang.

Ia terlebih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan pemahaman tentang ajaran Islam. Sunan Drajat [Rd. Beliau sebagai Wali penyebar Islam yang terkenal berjiwa sosial. Nama kecilnya adalah Raden Qasim. namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaraan pribadi. Setelah pelajaran Islam dikuasai. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Sejarah singkat Sunan Drajat bernama kecil Raden Syarifuddin atau Raden Qosim putra Sunan Ampel yang terkenal cerdas. Penekanan keilmuan yang diciptakan Sunan Bonang adalah mengajak murid-muridnya untuk melakukan Sujud atau Salat dan dzikir. Ia memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom kerajaan Demak selama 36 tahun. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi. Qosim] Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 masehi. Ketika dewasa. Paciran. Usaha ke arah itu menjadi lebih mudah karena Sunan Drajat memperoleh kewenangan untuk mengatur wilayahnya yang mempunyai otonomi. Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut : Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain) Jroning suko kudu eling Ian waspodo (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada) Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan) Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu) Heneng – Hening – Henung (dalam keadaan diam kita akan memperoleh 6 . beliau memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah Sultan Demak pada tahun saka 1442 atau 1520 Masehi. beliau mengambil tempat di Desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya sekitar abad XV dan XVI Masehi. Kabupaten Lamongan. Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari Surabaya maupun Tuban lewat Jalan Daendels (Anyar-Panarukan). kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran. Hingga sekarang ilmu yang diciptakan oleh Sunan Bonang masih dilestarikan di Indonesia oleh generasinya dan diorganisasikan dengan nama Padepokan Ilmu Sujud Tenaga Dalam Silat Tauhid Indonesia. Dia adalah putra dari Sunan Ampel. dan bersaudara dengan Sunan Bonang. Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A yaitu mengajak murid-muridnya untuk menghafal huruf-huruf hijaiyyah dan nantinya setelah mencapai tingkatnya diharuskan bisa baca dan memahami isi Al-Qur‟an. Sebagai penghargaan atas keberhasilannya menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya. sangat memperhatikan nasib kaum fakir miskin. Filosofi Sunan Drajat Filosofi Sunan Drajat dalam pengentasan kemiskinan kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras. Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. 5.

Menehono busono marang wong kang wudo. renovasi paseban. Pemerintah Kabupaten Lamongan mendirikan Musium Daerah Sunan Drajat disebelah timur Makam.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita – cita luhur). Ada dua pendapat mengenai lokasi Champa ini. Untuk menghormati jasa – jasa Sunan Drajat sebagai seorang Wali penyebar agama Islam di wilayah Lamongan dan untuk melestarikan budaya serta benda-benda bersejarah peninggalannya Sunan Drajat. Menehono ngiyup marang wongkang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai. 98 juta dan anggaran Rp. serta beri perlindungan orang yang menderita) Penghargaan Dalam sejarahnya Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang Wali pencipta tembang Mocopat yakni Pangkur. 7 . Pada tahun 1993 sampai 1994 pembenahan dan pembangunan Situs Makam Sunan Drajat dilanjutkan dengan pembangunan pagar kayu berukir. bale rante serta Cungkup Sitinggil dengan dana APBD I Jawa Timur sebesar RP. orang tua Sunan Ampel adalah Makhdum Ibrahim (menantu raja Champa. Dalam Serat Darmo Gandhul. Dalam catatan Kronik Cina dari Klenteng Sam Po Kong. keluarga dan para sahabatnya yang berjasa pada penyiaran agama Islam. 100 juta 202 ribu untuk pembangunan kembali Masjid Sunan Drajat yang diresmikan oleh Menteri Penerangan RI tanggal 27 Juni 1993. Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan salat lima waktu) Menehono teken marang wong kang wuto. 6. Raffles menyatakan bahwa Champa terletak di Aceh yang kini bernama Jeumpa. Pendapat lain.[1][2] Puteri dari Kyai Bantong menikah dengan Prabu Brawijaya (Kertabumi) kemudian melahirkan Raden Fatah. Menurut beberapa riwayat. 131 juta yang diresmikan Gubernur Jawa Timur M. Sunan Ampel disebut Sayyid Rahmad merupakan keponakan dari Putri Champa permaisuri Prabu Brawijaya. Sunan Ampel [Raden Rahmat] Sunan Ampel pada masa kecilnya bernama Raden Rahmat. Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin. Menehono mangan marang wong kang luwe. Encyclopedia Van Nederlandesh Indie mengatakan bahwa Champa adalah satu negeri kecil yang terletak di Kamboja. Mohamad Faried. ipar Dwarawati) alias Haji Bong Tak Keng (anak buah Sam Po Bo) yang menjadi Kapten Tionghoa (suku Hui beragama Islam mazhab Hanafi) di Champa. SH untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan sejarah bangsa ini mendapat dukungan penuh Gubernur Jawa Timur dengan alokasi dana APBD I yaitu pada tahun 1992 dengan pemugaran Cungkup dan pembangunan Gapura Paduraksa senilai Rp. Upaya Bupati Lamongan R. Sunan Ampel dikenal sebagai Bong Swi Hoo. Sisa – sisa gamelan Singomengkoknya Sunan Drajat kini tersimpan di Musium Daerah. Sedangkan Yang Mulia Ma Hong Fu (Kyai Bantong) menantu Bong Tak Keng ditempatkan sebagai duta besar Tiongkok di pusat kerajaan Majapahit. Musium ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur tanggal 1 Maret 1992. Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu. dan diperkirakan lahir pada tahun 1401 di Champa. Basofi Sudirman tanggal 14 Januari 1994.

Raden Santri dan Raden Burereh (cucu raja Champa) pergi ke Majapahit mengunjungi bibi mereka bernama Dwarawati (anak raja Champa) yang menjadi permaisuri raja Brawijaya. tetapi kemudian dapat dipungut dan dipelihara oleh Nyai SutaPinatih. Raja Majapahit saat itu bernama Dipati Hangrok dengan mangkubuminya Patih Maudara. Muhammad An-Naqib bin 17. kemudian memperoleh dua orang anak. Alawi Awwal bin 13. maka ketika lahir bayi ini (cucu Putri Pasai) dihanyutkan ke laut. Putri Pasai pergi ke tempat adiknya Raja Bungsu di Ampelgading. 5. nama asli Sunan Ampel adalah Raja Bungsu. Sunan Ampel @ Raden Rahmat @ Sayyid Ahmad Rahmatillah bin Maulana Malik Ibrahim @ Ibrahim Asmoro bin Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Khan bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad. Raden Rahmat. 3. 4. Putri Pasai dengan Raja Majapahit memperoleh anak laki-laki. anak Sultan Pasai. Karena rasa sayangnya Putri Pasai melarang Raja Bungsu pulang ke Pasai. 2. 7. Kelak ketika terjadi huru-hara di ibukota Majapahit. Ja‟far ash-Shadiq bin 8 .Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A Raden Rahmat dan Raden Santri adalah anak Makhdum Ibrahim alias Haji Bong Tak Keng keturunan suku Hui dari Yunnan yang merupakan percampuran bangsa Han/Tionghoa dengan bangsa Asia Tengah (Samarkand). Putra dari Putri Pasai tersebut wafat ketika isterinya Putri dari raja Bali mengandung tiga bulan. sedang yang laki-laki digelari sebagai Pangeran Bonang. Raja Bungsu beristerikan puteri dari petinggi daerah Jipang tersebut. Raja Bungsu kemudian meminta tanah untuk menetap di wilayah pesisir yang dinamakan Ampelgading.India) bin Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut) Ali Kholi‟ Qosam bin 10. Menurut Hikayat Banjar dan Kotawaringin (= Hikayat Banjar resensi I). Alawi Ats-Tsani bin 11. Raja Bungsu sendiri disebut sebagai Pangeran Makhdum. 8. Ahmad al-Muhajir bin 15. Muhammad Sohibus Saumi‟ah bin 12. Ubaidullah bin 14. Sebagai kerajaan Islam. Karena dianggap akan membawa celaka bagi negeri tersebut. Anak laki-laki dari Putri Pasai dengan raja Majapahit tersebut kemudian dinikahkan dengan puteri raja Bali. Petinggi Jipang dan keluarga masuk Islam. Petinggi daerah Jipang menurut aturan dari Raja Majapahit secara rutin menyerahkan hasil bumi kepada Raja Bungsu. Beliau datang ke Majapahit menyusul/menengok kakaknya yang diambil isteri oleh Raja Mapajahit. kelak disebut Pangeran Giri. tetapi Raja Bungsu sendiri merasa perlu meminta izin terlebih dahulu kepada Raja Majapahit tentang proses islamisasi tersebut. Akhirnya Raja Majapahit berkenan memperbolehkan penduduk untuk beralih kepada agama Islam. Penduduk desa-desa sekitar memohon untuk dapat masuk Islam kepada Raja Bungsu. Silsilah 1. Dipati Hangrok telah memerintahkan menterinya Gagak Baning melamar Putri Pasai dengan membawa sepuluh buah perahu ke Pasai. mulanya Sultan Pasai keberatan jika Putrinya dijadikan isteri Raja Majapahit. yang tertua seorang perempuan diambil sebagai isteri oleh Sunan Kudus (tepatnya Sunan Kudus senior/Undung/Ngudung). 9. Sebagai ipar Raja Majapahit. Isa Ar-Rumi bin 16. Ali Uraidhi bin 18. 6. tetapi karena takut binasa kerajaannya akhirnya Putri tersebut diberikan juga.

Sunan Ampel menikah dengan Nyai Ageng Manila. yang merupakan isteri dari Sunan Kudus. “Mulana Ibrahim. dan lahirlah Raden Rahmat. Sejarah Dakwah Syekh Jumadil Qubro. Bermakna mereka termasuk keluarga besar Saadah BaAlawi. kota Gresik. Asal keturunan Tidak terdapat bukti sejarah yang meyakinkan mengenai asal keturunan Maulana Malik Ibrahim. pada paruh awal abad 14. Ia dimakamkan di desa Gapurosukolilo. untuk menemui bibinya. Akhirnya dia dijodohkan dengan putri raja Champa (adik Dwarawati). yang akhirnya mengubah Kerajaan Champa menjadi Kerajaan Islam. Moquette atas baris kelima tulisan pada prasasti makamnya di desa Gapura Wetan. Maulana Malik Ibrahim ke Champa. yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Di kemudian hari Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa tanpa diikuti keluarganya. Setelah itu mereka berpisah. dan sepupu raja Chermen (sebuah negara Sabrang). Pada tahun 1479. Dwarawati. Gresik. meskipun pada umumnya disepakati bahwa ia bukanlah orang Jawa asli. kemungkinan pendapat yang terkuat adalah berdasarkan pembacaan J. kemungkinan menisbatkan asal keturunannya dari wilayah Arab Maghrib di Afrika Utara. dan adiknya Maulana Ishak mengislamkan Samudra Pasai. 9 .Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A 19.J. Namun demikian. Jawa Timur. Sunan Ampel mendirikan Mesjid Agung Demak. putri seorang adipati di Tuban yang bernama Arya Teja. Syarifuddin (Sunan Drajat) dan Syarifah. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo. yaitu: Putri Nyai Ageng Maloka. Ali Zainal Abidin bin 21. suatu tempat di Iran sekarang. Dwarawati adalah seorang putri Champa yang menikah dengan raja Majapahit yang bernama Prabu Kertawijaya. Babad Tanah Jawi versi J. Sunan Gresik [Maulana Malik Ibrahim] Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. Di Kerajaan Champa. dan kedua anaknya. Sunan Ampel memiliki darah Uzbekistan dan Champa dari sebelah ibu. telah menetap bersama para Mahomedans lainnya di Desa Leran di Jang‟gala”. Tetapi dari ayah leluhur mereka adalah keturunan langsung dari Ahmad al-Muhajir.P. seorang Pandita terkenal berasal dari Arabia. Ia memperkirakan bahwa Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand. Hadhramaut. Mereka dikaruniai 4 orang anak. Sunan Ampel datang ke pulau Jawa pada tahun 1443. Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel. keturunan dari Jenal Abidin. yang mengikuti pengucapan lidah Jawa menjadi Syekh Ibrahim Asmarakandi. Meinsma menyebutnya dengan nama Makhdum Ibrahim as-Samarqandy. Muhammad al-Baqir bin 20. Vietnam Selatan. Maulana Malik Ibrahim berhasil mengislamkan Raja Champa. yang mengindikasikan bahwa ia berasal dari Kashan. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya. Maulana Malik Ibrahim (Makdum Ibrahim/Haji Bong Tak Keng) dan Maulana Ishak bersama sama datang ke pulau Jawa. Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa. Asia Tengah. Surabaya. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra bin Muhammad Jadi. Dalam keterangannya pada buku The History of Java mengenai asal mula dan perkembangan kota Gresik. 7. Imam Husain bin 22. Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Raffles menyatakan bahwa menurut penuturan para penulis lokal.

Ia tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan hidup dari penduduk asli. Perdagangan 10 . Alwi Ammi al-Faqih. Ia lalu mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur. Ahmad Syah Jalal. 3. Muhammad Sahibus Saumiah. Imam Husain bin 22. melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kabaikan yang dibawa oleh agama Islam. Jawa Timur. Ali al-Uraidhi. 4. Makam Maulana Malik Ibrahim. Ali Zainal Abidin bin 21. Sunan Ampel @ Raden Rahmat @ Sayyid Ahmad Rahmatillah bin Maulana Malik Ibrahim @ Ibrahim Asmoro bin Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Khan bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad. melalui jalur keturunan Husain bin Ali. banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dalam agama Islam. Budi bahasa yang ramah-tamah senantiasa diperlihatkannya di dalam pergaulan sehari-hari. Kecamatan Manyar. Sebagaimana yang dilakukan para wali awal lainnya. Ali Zainal Abidin. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra bin Muhammad Penyebaran agama Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Berkat keramah-tamahannya. yaitu 9 kilometer ke arah utara kota Gresik. Pertama-tama yang dilakukannya ialah mendekati masyarakat melalui pergaulan. Ubaidullah bin 14. Muhammad al-Baqir. Alwi ats-Tsani.[9] Beberapa versi babad menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang.India) bin Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut) Ali Kholi‟ Qosam bin 10. dan merupakan wali senior di antara para Walisongo lainnya. Jamaluddin Akbar al-Husain (Maulana Akbar). Daerah yang ditujunya pertama kali ialah desa Sembalo. Muhammad al-Naqib. Manyar. Ali Uraidhi bin 18. Ubaidullah. Ali Khali‟ Qasam. dengan mendirikan mesjid pertama di desa Pasucinan. Muhammad Shahib Mirbath. 8.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A Terdapat beberapa versi mengenai silsilah Maulana Malik Ibrahim. Muhammad An-Naqib bin 17. Alwi Awwal. Isa ar-Rumi. Gresik. Manyar. 2. Alawi Awwal bin 13. Ia pada umumnya dianggap merupakan keturunan Rasulullah SAW.[5][6][7][8] yang berarti ia adalah keturunan orang Hadrami yang berhijrah. Ahmad al-Muhajir bin 15. desa Gapurosukolilo. Abdul Malik (Ahmad Khan). Isa Ar-Rumi bin 16. Abdullah (al-Azhamat) Khan. Ja‟far ash-Shadiq. 6. Muhammad al-Baqir bin 20. Muhammad Sohibus Saumi‟ah bin 12. 5. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka. Ahmad al-Muhajir. Ja‟far ash-Shadiq bin 19. sekarang adalah daerah Leran. Alawi Ats-Tsani bin 11. dan Maulana Malik Ibrahim. aktivitas pertama yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim ialah berdagang. Silsilah 1. yang sekarang dinamakan desa Roomo. 7. 9.

Setiap malam Jumat Legi. Makamnya kini terdapat di desa Gapura.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak. Jawa Timur. yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel dan Sayid Ali Murtadha atau Raden Santri. Ia berkata: “Yang dinamakan Allah ialah sesungguhnya yang diperlukan ada-Nya. Demikianlah. dikatakan bahwa Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik berasal dari Persia. Setelah cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu. mengingat menurut Groeneveldt pada saat Maulana Malik Ibrahim hidup. masyarakat setempat ramai berkunjung untuk berziarah. dan dihidangkan makanan khas bubur harisah. di ibukota Majapahit telah banyak orang asing termasuk dari Asia Barat. Ia menikahi putri raja yang memberinya dua putra. Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik. Syeh Jumadil Qubro dan kedua anaknya bersama-sama datang ke pulau Jawa. Syeh Maulana Malik Ibrahim ke Champa. sesuai tanggal wafat pada prasasti makamnya. Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Syeh Maulana Ishaq disebutkan sebagai anak dari Syeh Maulana Ahmad Jumadil Kubro. mauludan (pembacaan riwayat Nabi Muhammad). Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren-pesantren yang merupakan tempat mendidik pemuka agama Islam di masa selanjutnya. Syeh Maulana Malik Ibrahim disebutkan bermukim di Champa (dalam legenda disebut sebagai negeri Chermain atau Cermin) selama tiga belas tahun. Setelah cukup mapan di masyarakat. ia juga sering mengobati masyarakat sekitar tanpa biaya. pemilik kapal atau pemodal. Hingga saat ini makamnya masih diziarahi orangorang yang menghargai usahanya menyebarkan agama Islam berabad-abad yang silam. Inskripsi dalam bahasa Arab yang tertulis pada makamnya adalah sebagai berikut: “ Ini adalah makam almarhum seorang yang dapat diharapkan mendapat pengampunan Allah dan yang 11 . Selain itu. Pada acara haul biasa dilakukan khataman Al-Quran. Ia merangkul masyarakat bawah. Filsafat Mengenai filsafat ketuhanannya. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran. Setelah itu mereka berpisah. atau Syekh Jumadil Qubro. ia hijrah ke pulau Jawa dan meninggalkan keluarganya. Gresik. dalam rangka mempersiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan menegakkan ajaran-ajaran Islam. bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. sekaligus ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri. dan adiknya Syeh Maulana Ishak mengislamkan Samudera Pasai. Syeh Maulana Ishaq disebutkan menjadi ulama terkenal di Samudera Pasai. kedua anaknya mengikuti jejaknya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa.” Wafat Setelah selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran. diceritakan bahwa ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Champa. Setelah dewasa. Sebagai tabib. Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa. Vietnam Selatan. dan berhasil dalam misinya mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Ritual ziarah tahunan atau haul juga diadakan setiap tanggal 12 Rabi‟ul Awwal. Syeh Maulana Malik Ibrahim dalam cerita rakyat kadang-kadang juga disebut dengan nama Kakek Bantal. Syeh Maulana Malik Ibrahim wafat tahun 1419. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. selain itu raja dan para bangsawan dapat pula turut serta dalam kegiatan perdagangan tersebut sebagai pelaku jual-beli. disebutkan bahwa Maulana Malik Ibrahim pernah menyatakan mengenai apa yang dinamakan Allah. Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibukota Majapahit di Trowulan. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura. Legenda Rakyat Menurut legenda rakyat.

Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Salah satu hasil dakwah beliau melalui media seni adalah tembang Sinom dan Kinanti. Di sana Sunan Muria banyak bergaul dengan rakyat jelata sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam. Nama Muria diambil dari nama tempat tinggal terakhir beliau di lereng Gunung Muria. 8.Shafira Aulia Yasmin Kelas IV-A mengharapkan kepada rahmat Tuhannya Yang Maha Luhur. Juwana hingga sekitar Kudus dan Pati. dalam berdakwah beliau menggunakan cara halus. Berbeda dengan sang ayah. kira-kira delapan belas kilometer ke utara Kota Kudus. berdagang dan melaut. Beliaulah satu-satunya wali yang tetap mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah untuk menyampaikan ajaran Islam. guru para pangeran dan sebagai tongkat sekalian para sultan dan wazir. ” Saat ini. Tempat tinggal beliau terletak di salah satu puncak Gunung Muria yang bernama Colo. Sunan Muria sering berperan sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530). Itulah cara yang ditempuh untuk menyiarkan agama Islam di sekitar Gunung Muria. Tayu. siraman bagi kaum fakir dan miskin. Beliau dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Ia wafat pada hari Senin 12 Rabi‟ul Awwal 822 Hijriah. Yang berbahagia dan syahid penguasa dan urusan agama: Malik Ibrahim yang terkenal dengan kebaikannya. Sunan Muria berdakwah dari Jepara. Seperti ayahnya. jalan yang menuju ke makam tersebut diberi nama Jalan Malik Ibrahim. SUNAN MURIA Sekilas Tentang Sunan Muria Sunan Muria yang memiliki nama asli Raden Umar Said adalah putra Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya dan semoga menempatkannya di surga. 12 . ibarat mengambil ikan tidak sampai mengeruhkan airnya. Peranan serta jasa Sunan Muria semasa hidupnya membuat makam beliau yang terletak di Gunung Muria sampai hari ini tidak pernah sepi peziarah.