PERAN K3 DALAM EKSPLORASI TAMBANG BAWAH LAUT

Disusun Oleh

1. SUSANTO 2. SYLVESTER SARAGIH 3. BINSAR REZEKI SINAGA 4. SYAICHU ROZIN A 5. UDIN MUHRUDIN 6. MEY TRISONI SILALAHI 7. RAJIKIN NOOR 8. E PERIKO 9. WENDRA BANGSAWAN 10. EDDY S MANURUNG 11. IRVAN W SITANGGANG 12. FRANS GANDA UJUNG

DBD 111 0106 DBD 111 0105 DBD 111 0119 DBD 111 0011 DBD 111 0067 DBD 111 0123 DBD 111 0054 DBD 111 0101 DBD 111 0107 DBD 111 0137 DBD 111 0078 DBD 111 0129

Universitas Palangkaraya Fakultas Teknik Pertambangan 2013
1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas. Dalam penjelasan undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan telah mengamanatkan antara lain, setiap tempat kerja harus melaksanakan upaya kesehatan kerja, agar tidak terjadi gangguan kesehatan pada pekerja, keluarga, masyarakat dan lingkungan disekitarnya. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahap eksplorasi tambang bawah laut. Salah satu metode yang digunakan adalah eksplorasi seismik. Eksplorasi seismik adalah istilah yang dipakai di dalam bidang geofisika untuk menerangkan aktivitas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. Hasil rekaman yang diperoleh dari survei ini disebut dengan penampang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan

2

adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya. Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu: 1. Metode seismik pantul 2. Metode seismik bias 1.2 Permasalahan

Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana perlunya manajemen K3 untuk mencegah kecelakaan kerja guna meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja pada kegiatan eksplorasi tambang bawah air menggunakan metoda seismik.

1.3 Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui peran dan fungsi K3 dalam proses kegiatan eksplorasi tambang bawah laut dalam mengatasi kecelakaan, serta meningkatkan kesehatan dan keselamatan para pekerja.

3

Situs penambangan samudra biasanya berada di sekitar kawasan nodul polimetalik atau celah hidrotermal aktif dan punah pada kedalaman 1. lalu dipilih daerah yang akan disurvei.BAB II PEMBAHASAN 2. yang berisikan logam mulia seperti perak.1 Eksplorasi Pendahuluan Tambang Bawah Laut Penambangan bawah laut adalah proses pengambilan mineral yang relatif baru yang dilakukan di lantai samudra. karena pembentukan endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang pernah terjadi. sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan studi terhadap data dan peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu). 2. mangan. Deposit tersebut ditambang menggunakan pompa hidraulik atau sistem ember yang mengangkut bijih ke permukaan untuk diproses. tembaga. studi faktor-faktor geologi regional dan provinsi metalografi dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi. kobalt. penambangan bawah laut memunculkan pertanyaan mengenai kerusakan lingkungan terhadap daerah sekitar.2 Studi Literatur Dalam tahap ini. Setelah pemilihan lokasi ditentukan langkah berikutnya. emas.3. Mengenai operasi penambangan. catatan-catatan lama. dan seng. 4 . Celah tersebut menciptakan deposit sulfida. dan tandatandanya dapat dilihat di lapangan. laporan-laporan temuan dan lain-lain.400 .700 meter di bawah permukaan laut.

Sedangkan eksplorasi seismik dangkal (shallow seismic reflection) biasa digunakan untuk eksplorasi batubara dan bahan tambang lainnya. Sumber seismik adalah sebuah alat yang menggenerate kontrol energi seismik yang digunakan untuk melakukan survey seismik baik itu refleksi maupun refraksi. yang perjalanan 5 .3 Survei dan Pemetaan Dalam kegiatan ekplorasi penambangan bawah laut ada 2 metode yang dapat digunakan untuk survei dan pemetaan diantaranya metode seismik dan sonar. Akuisisi Data Seismik Secara garis besar eksplorasi seismik dibagi menjadi eksplorasi seismik dangkal dan eksplorasi seismik dalam. rekayasa refraksi geoteknik dan geofisika ( garis seismik ) eksplorasi. Metode Seismik A.2.Akuisisi data adalah untuk memperoleh data seismik dari area yang disurvey. atau dapat merupakan teknologi yang lebih canggih seperti Airgun. Metode refraksi seismik refraksi memanfaatkan gelombang seismik pada lapisan geologi dan batuan / unit tanah untuk mencirikan kondisi geologi bawah permukaan dan struktur geologi . Refraksi Seismologi (Pembiasan seismik) adalah prinsip geofisika yang diatur oleh hukum Snell.Sebuah sumber seismik dapat merupakan alat yang sederhana seperti bahan peledak (dinamit). dilakukan Transverse dengan seismik menggunakan seismograf atau geopone dalam array dan sumber energi.Digunakan dalam bidang geologi teknik . Sumber seismik dapat menyediakan pulsa tunggal atau sweep energi yang terus menerus menghasilkan gelombang seismik. Eksplorasi seismik yang digunakan untuk eksplorasi hidrokarbon (minyak dan gas bumi) adalah eksplorasi seismik dalam.

source signature diukur dengan meletakkan perekam (hydrophone) pada kedalaman tertentu yang biasanya 90 meter di bawah sumber gelombang (air gun).1 Arsitektur marine source signaturedalam domain waktu dan domain frekuensi. Marine source signature memiliki tiga elemen penting yakni direct arrival atau gelombang yang merambat dari sumber langsung ke penerima.melalui media seperti air atau lapisan batuan. source ghost yang terefleksikan oleh batas air udara dan bubble pulse yang dihasilkan oleh gelembung udara akibat ledakan.Pada akusisi seismik marine.Gambar di bawah ini adalah arsitektur marine source signaturedalam domain waktu dan domain frekuensi. Source signature adalah karakteristik pulsa akustik (acoustic pulse) yang dihasilkan oleh sumber gelombang seismik. Gambar 2. Hubungan antara frekuensi ghost dengan kedalaman dapat digambarkan dengan persamaan sebagai berikut : 6 . Beberapa gelombang kemudian mencerminkan dan membiaskan.

Sehingga. rangkaian sumber dengan perbedaan volume tersebut akan memberikan efek destructive interference antara satu bubble dengan bubble yang lainnya. Hal ini disebabkan karena waktu munculnya bubble merupakan fungsi dari dari volume. 1. 2. jika rentang frekuensi seismik yang umumnya 3-85Hz akan terhindar dari interferensi ghost notch. dst = kecepatan gelombang seismik pada air(~1485m/s) = kedalaman hydrophone (biasanya 7 meter) = sudut arah penjalaran gelombang terhadap garis 7 . Pada kondisi ini. untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini: = integer 0. K Vair dperekam θ vertikal Jika diasumsikan θ=70o maka akan diperoleh fghost pertama=0 dan fghost berikutnya ~110Hz. 3. Pengaruh intereferensi bubbles dapat dihindari dengan mendesain volume airgun yang berbeda-beda.Dimana. selain memiliki keuntungan jumlah energi yang besar.

Weight drop 2.Analog .Round tape . receiver.Digital 4.Cartridge . array) . SEG-B) 8 . peralatan perekaman. dan media penyimpanan data. Format data : . sumber getar.Hexabyte 5. Jenis source : . array) 3. Jenis receiver : . array) .Hidrophone (single.Air gun . Parameter akusisi data seismik terdiri dari lintasan seismik.Dinamit .Geophone (single.Multiplex (SEG-A. Instrument perekaman : .Gambar 2. maka parameter akusisi seismik dibagi atas : 1. Ditinjau dari jenis survei yang sering dilakukan.2 Rangkaian sumber dengan perbedaan volume tersebut dalam memberikan efek destructive interference antara satu bubble dengan bubble yang lainnya.Vibrator .Geophone 3-C (single. Media penyimpanan data : .

yaitu jarak antar sumber getar Jumlah chanel. 3. Sample rate. 9 . Pembuatan Lintasan Seismik a. Offset maksimum. 8. hal ini disesuaikan dengan kondisi permukaan (daratan. Record length. 2. yaitu peralatan yang akan digunakan pada perekaman data C. yaitu panjang bentangan perekaman Offset minimum. Desain Parameter Akusisi Seismik Parameter awal yang pertama kali ditentukan adalah jenis sumber getar dan penerima. Pengukuran Lintasan Merupakan pembuatan lintasan berupa garis lurus dengan lebar lintasan ± 2 meter yang dapat dilalui oleh orang berjalan guna mengangkut peralatan. b. transisi atau laut).Pembuatan Kerangka Horizontal GPS Pembuatan Kerangka GPS adalah pembuatan kerangka yang berisi titik-titik ikat yang akan dijadikan ikatan pengukuran lintasan seismik. yaitu jumlah sambungan titik rekam pada setiap perekaman 6.Split spread (Simetri. SEG-Y) 6. yaitu arak antar receiver Shot interval. 4. Pada tahap berikutnya. yaitu panjang perekaman Instrument. Geometri : .Pengukuran stake B. Tahapan Akusisi Data (Darat) 1. Navigasi : .Off-end (double.. alternating) 7. Asymetri) .Demultiplex (SEG-D. adalah menentukan atau menghitung parameter perekaman yang terdiri atas : 1. yaitu jarak terdekat antara sumber Grup interval. yaitu laju pencuplikan data. rawa. 5. 7.

Tes Parameter Beberapa pengujian yang harus dilakukan sebelum perekaman antara lain : a) Cap undershoot.c. 3. 4. Tes Instrumen Merupakan pengujian alat rekam agar spesifikasi alat tersebut sesuai dengan standar spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik. 2. karenaseluruh tahapan pekerjaan seismik dapat mempengaruhi kualitas data seismik. pemilihan bentuk array geopon untuk meningkatkan S/N. Pada titik tembak yang telah dibor dilakukan penanaman dinamit yang ukurannya telah ditentukan. Seismic Data Processing CDP (Common Deep Point) Method CDP (Common Deep Point) adalah istilah dalam pengambilan data seismik untuk konfigurasi sumber-penerima dimana terdapat satu titik tetap dibawah permukaan bumi. b) Charge size. Pembuatan lubang bor ditentukan dari patok yang sudah ditentukan sebagai titik tembak ( SP / shot point). 2. b) Melakukan pengamatan / analisis terhadap hasil perekaman data. c) Secara umum kendali mutu dilakukan pada seluruh pekerjaan seismik.. maka peralatan tersebut dibuat memiliki karakter yang sama. 10 . yaitu pengujian terhadap ketepatan waktu peledakan dinamit dan perekaman. c) Array. Pembuatan lubang bor sedalam 20 – 40 meter yang akan digunakan untuk menanam dinamit sebagai sumber getar. Pemboran dan Penanaman Dinamit 1. Mengingat setiap perekaman menggunakan Alat tembak (blaster) lebih dari satu. Perekaman dan Kendali Mutu a) Melakukan perekaman seluruh lintasan sesuai dengan parameter yang telahditentukan. pengujian besarnya charge dinamit yang akan digunakan. D.

Zero lag spike (spiking deconvolution)2.3 CDP (Common Deep Point) 1. Output yang dikehendaki terbagi [Yilmaz. Spike pada lag tertentu. Wavelet dengan bentuk tertentu (Wiener Shaping Filters) 11 .Gambar 2. Deconvolusi dilakukan dengan melakukan konvolusi antara data filter yang dikenal dengan Wiener Filter .1987]: 1. Filter Wiener diperoleh melalui permasaan matriks berikut: seismik dengan sebuah axb=c    a adalah hasil autokorelasi wavelet input (wavelet input diperoleh dengan mengekstrak dari data seismik) b adalah Filter Wiener c adalah kros korelasi antara wavelet input dengan output yang menjadi beberapa jenis dikehendaki. Zero phase wavelet5. 2. time advanced form of input series (predictive deconvolution) 3. Deconvolution Dekonvolusi adalah proses pengolahan data seismik yang bertujuan untuk meningkatkan resolusi temporal (baca: vertikal) dengan cara mengkompres wavelet seismik.

0.Dalam bentuk matrix. 0] maka disebut spike pada lag 2 (amplitudo bukan nol terletak para urutan ketiga) dan seterusnya.. 0. 2. Interpretation a. 0.. ii. Interpretasi Struktur Geologi i. Jika Output yang dikehendaki memiliki bentuk [0 . 1.. 0] yakni amplitudo bukan nol terletak para urutan pertama. Matriks a diatas merupakan matriks dengan bentuk spesial yakni matriks Toeplitz.. . Persamaan Filter Wiener dituliskan sbb: dimana n adalah jumlah elemen..Zero lag spike memiliki bentuk [1 . . 0. Lipatan Adanya pelengkungan horison seismik yang membentuk suatu antiklin maupun sinklin 12 . Sesar • Adanya ketidakmenerusan pada pola refleksi (offset pada horison) • Penyebaran kemiringan yang tidak sesuai dengan atau tidak berhubungan dengan stratigrafi • Adanya pola difraksi pada zona patahan • Adanya perbedaan karakter refleksi pada kedua zona dekat sesar. dimana solusi persamaan diatas secara efisien dapat dipecahkan dengan solusi Levinson.. 0.

iii. • Adanya penipisan lapisan batuan diatas tubuh diaper • Dapat terjadi pergeseran sumbu lipatan akibat dragging effect iv. Interpretasi Stratigrafi c. frekuensi. e. Analisis sekuen seismic • Stratigrafi sekuen : pembagian sedimen berdasarkan kesamaan genetik yang dibatasi dari satuan genetik lain oleh suatu ketidakselarasan atau bidang non deposisi dan keselarasan padanannya.Analisa yang dapat secara langsung dilakukan pada sayatan seismik adalah konfigurasi pantulan. kontinuitas pantulan. Analisis fasies seismik Deskripsi dan interpretasi geologi berdasarkan parameter – parameter konfigurasi pantulan. Analisis muka air laut Penafsiran perubahan muka air laut relatif berdasarkan analisa sekuen dan fasies seismik f. downlap. Analisis sekuen seismik Sekuen seismik dibatasi oleh terminasi horizon seismik (toplap. Langkah interpretasi stratigrafi seismik d. amplitudo. Intrusi • dragging effect tidak jelas / sangat kecil. Satu sekuen seismik dapat terdiri dari beberapa fasies seismik e. • Penampang seismik dibagi menjadi unit-unit sekuen pengendapan 13 . dan lain-lain) yang membatasi sekuen pada bagian atas dan bawahnya. kecepatan interval dan geometri. • batuan sedimen yang tererobos intrusi mengalami melting sehingga struktur perlapisannya menjadi tidak jelas / cenderung chaotic di kanankiri intrusi. Diapir (kubah garam) • Adanya dragging effect yang kuat pada refleksi horison di kanan atau di kiri tubuh diapir sehingga membentuk flank di kedua sisi. b.

Dari seismik dapat terlihat sebagai permukaan downlap. Gambar 2. secara stratigrafi merupakan pengendapan dengan laju yang rendah berupa sedimen pelagic – hemipelagic yang membentuk condensed section. namun tidak semua permukaan downlap merupakan MFS 14 . Unit-unit sekuen pengendapan dapat diketahui dengan melihat batas sikuen datau pola pengakhiran seismik. merupakan batas sekuen yang paling reliable •Toplap : pengakhiran updip lapisan pada permukaan yang menutupinya (karena non deposisi atau erosi minor) • Downlap : lapisan miring yang berakhir secara downdip pada permukaan horisontal/miring (dominan karena non deposisi) • Onlap : lapisan yang relatif horisontal berakhir pada permukaan miring atau pengakhiran updip lapisan miring pada permukaan yang lebih miring (dominan karena non deposisi)downlap dan onlap yang kurang dapat dibedakan satusama lain sering dinamakan sebagai baselap. Seismic Stratigraphic Surfaces • Maximum Flooding Surface (MFS) : permukaan yang mencerminkan keadaan maximum transgression (kolom air tinggi maksimum).4 Analisis sekuen seismic 3. • Erotional truncation : pengakhiran suatu seismik oleh lapisan erosi.

misalkan LST tidak dijumpai dan diatas TST langsung didapati HST. TS sukar dikaitkan dengan terminasi horizon. Gambar 2.  Highstand System Tract (HST) : berada diatas TST.3 Keadaan sealevel stand still dan low sedimentation 15 .  Transgresive System Tract (TST) : berada diatas LST dan dibawah HST. • Lowstand System Tract (LST) : dibatasi SB dibagian bawah dan TS dibagian atas. dibatas TS dibagian bawah dan MFS dibagian atas. Menunjukkan keadaan sealevel stand still dan low sedimentation. memiliki stacking patern progradasiTidak semua system tract dapat dijumpai. dibawah LST. Merupakan keadaan rising sea level dan high sedimentation sehingga memiliki stacking patern agradasi atau slightly prograde. dibatasi SB dibagian atas dan MFS dibagian bawah.• Transgresive Surface (TS): merupakan awal dari transgresive system track yang memiliki bentuk stacking patern retrogradasi. Menunjukkan keadaan rapid sea level rise dan low sedimentation sehingga menunjukkan stacking patern retrogradasi.

Konfigurasi pantulan seismik dalam analisis stratigrafi seismic PARAREL & SUBPARAREL. elektronika dan microprocessor. Berikut adalah penerapan teknologi akustik bawah air untuk eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya non-hayati laut.Variasi : even dan wavy c. kecepatan internal. Analisis fasies seismic Analisis fasies seismik : deskripsi dan interpretasi geologi dari parameterparameter pantulan seismik yang meliputi konfigurasi pantulan. Divergen .Kecepatan pengendapan yang seragam pada paparan yang menurun secara seragam atau dalam cekungan sedimen yang stabil . frekuensi. terutama teknologi sensor. kontinuitas pantulan.Variasi lateral kecepatan pengendapan atau pengangkatan/pemiringan secara progresif bidang pengendapan Metode sonar Sonar (Sound Navigation and Ranging) adalah sistem penginderaan bawah air dengan menggunakan gelombang suara air (akustik). amplitudo.4. b. . dan geometri eksternal. Parameter seismik yang dapat dianalisis secara visual/langsung di sayatan seismik terutama adalah konfigurasi pantulan seismik a.Dalam sangat banyak perkembangannya teknologi penginderaan bawah dipengaruhi oleh kemajuan teknologi lainnya.Berbentuk membaji dimana penebalan lateral dari seluruh unit disebabkan oleh penebalan dari pantulan itu sendiri . perikanan dan sebagainya.Relatif sejajar . berikut ini merupakan bagian dari peranan sonar yaitu : 16 .Dengan kemajuan teknik pemrosesan sinyal maka penerapan dalam bidang non-militer mulai dikembangkan untuk berbagai aplikasi misalnya untuk pemetaan dasar laut.

Dengan pertimbangan sistim Side-Scan Sonar pada saat ini. dapat menghasilkan tampilan peta dasar laut dalam tiga dimensi. 3) Pemetaan Dasar Laut (Sea bed Mapping) Dengan teknologi side-scan sonar dalam pemetaan dasar laut. 2) Pengidentifikasian Jenis-jenis Lapisan Sedimen Dasar Laut (Subbottom Profilers) Seperti telah disebutkan diatas bahwa dengan teknologi akustik bawah air. pengukuran kedalaman dasar laut (bathymetry) dapat dilaksanakan bersama-sama dengan pemetaan dasar laut (Sea Bed Mapping) dan pengidentifikasian jenis-jenis lapisan sedimen dibawah dasar laut (subbottom profilers). 17 .Dengan demikian teknologi akustik bawah air dapat menunjang esplorasi sumberdaya non hayati laut. akan diperoleh peta dasar laut yang lengkap dan rinci. Peta dasar laut yang lengkap dan rinci ini dapat digunakan untuk menunjang penginterpretasian struktur geologi bawah dasar laut dan kemudian dapat digunakan untuk mencari mineral bawah dasar laut.1) Pengukuran Kedalaman Dasar Laut (Bathymetry) Pengukuran kedalaman dasar laut dapat dilakukan dengan Conventional Depth Echo Sounder dimana kedalaman dasar laut dapat dihitung dari perbedaan waktu antara pengiriman dan penerimaan pulsa suara. peralatan side-scan sonar yang mutahir dilengkapi dengan subbottom profilers dengan menggunakan prekuensi yang lebih rendah dan sinyal impulsif yang bertenaga tinggi yang digunakan untuk penetrasi kedalam lapisan-lapisan sedimen dibawah dasar laut. Dengan adanya klasifikasi lapisan sedimen dasar laut dapat menunjang dalam menentukkan kandungan mineral dasar laut dalam. Dengan teknologi akustik bawah air yang canggih ini dan dikombinasikan dengan data dari subbottom profilers.

Orentasi/survey lapangan berdasarkan penafsiran dari pemetaan geologi fisik bawah permukaan air. peta topografi ataupun peta geomorfologi yang ada. dapat menunjang analisa dampak lingkungan yang telah terjadi yang akan terjadi. Dengan diperolehnya peta dasar laut secara tiga dimensi dan ditunjang dengan data subbottom profiler. pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya peledakan (blow aut) di sumur minyak.4) Penentuan jalur pipa dan kabel dibawah dasar laut. 18 . Ekplorasi Detail Pada umumnya. 1. jalur pipa dan kabel sebagai sarana utama atau penunjang dapat ditentrukan dengan optimal dengan mengacu kepada peta geologi dasar laut. karena sarana-sarana tersebut sebagai penunjang dalam eksplorasi dan eksploitasi di Laut. Pemetaan dasar laut yang dilakukan setelah eksplorasi sumber daya non-hayati tersebut. 5) Analisa Dampak Lingkungan di Dasar Laut Teknologi akustik bawah air Side-Scan Sonar ini dapat juga menunjang analisa dampak lingkungan di dasar laut. Side-Scan Sonar dapat digunakan untuk memonitor perubahanperubahan yang terjadi disekitar daerah eksplorasi tersebut. Ledakan ini mengakibatkan terjadi kecelekaan pada saat melakukan pengeboran. Tahapan Kegiatan Pemboran Eksplorasi Tahapan-tahapan secara umum yang dilakukan sebelum kegiatan pemboran eksplorasi adalah sebagai berikut :   Kajian Peta Geologi dan Struktur Geologi daerah rencana pemboran. Sebagai contoh adalah setelah eksplorasi dan ekploitasi sumber daya hayati di dasar laut dapat dilakukan. Jalur pipa dan kabel tersebut harus melalui jalur yang secara geologi stabil.

2. 5. Kecelakaan terjadi ketika sedang mengeluarkan drill colar dari dalam box penyimpanan dengan bantuan alat angkat (crane). Drill Colar (DC) adalah salah satu rangkaian pipa bor yang dipasang di atas pahat. Untuk mengeluarkan drill colar dari dalam kotak tidak mungkin diangkat oleh manusia. sehingga digunakan pesawat angkat. 6. a) Kronologi kecelakaan : 1. kemudian diangkat dengan pesawat angkat (crane).   Melakukan pemasangan titik-titik pemboran dengan GPS. karena drill colar sangat berat. Gunanya sebagai pemberat. 4. 3. Menentukan titik lokasi rencana pemboran dengan cara membuat estimasi kedalaman bahan galian. PERUT TERPUKUL DRILL COLAR Telah terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang Roustabout meninggal dunia. sehingga pemboran lebih mudah untuk menembus lapisan tanah. Cara mengangkatnya dengan kawat baja (sling) yang diujungnya dipasang pengait. 2. Biasanya drill colar diletakkan di atas rak pipa atau disimpan dalam sebuah kotak. Pada instalasi pemboran di lepas pantai yang tempatnya serba terbatas.4 Contoh Studi Kasus: 1. dilakukan baik pada Open Hole maupun Coring dan hasil pemeriannya dibuat pada Log Bor. Pengawasan pemboran. 19 . Pengait dicantolkan di kedua ujung pipa (dc). drill colar disimpan di dalam kotak.

2. Korban kurang paham atas aspek keselamatan kerja pada pengangkatan barang dengan crane. dimana posisi sling tidak center dengan pipa. sehingga bergeser pada titik imbangnya. sehingga pipa terayun dan ujungnya menumbur perut seorang Roustabout yang berada di dekatnya. 4. 3. 3. Semua pekerja harus dilengkapi dengan Personal Protection Equipment dan dipakai saat bekerja. SURGE TANK TUMBANG MENIMPA COMPANYMAN Terjadi peristiwa kecelakaan yang menimpa seorang Companyman di lokasi pemboran minyak dan gas bumi. sehingga terbentur oleh drill colar yang terayun. 2.7. Semua pekerja yang terlibat dalam pekerjaan harus diberikan petunjuk keselamatan (safety talk) termasuk bahaya-bahaya yang mungkin terjadi. Pada saat pengangkatan inilah terjadi kecelakaan. 20 . yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Korban tidak paham pada aspek keselamatan kerja karena kurangnya sosialisasi prosedur pengangkatan dengan crane. b) Sebab-sebab kecelakaan : 1. Posisi sling tidak center dengan drill colar yang diangkat. Prosedur kerja dalam hal ini mengangkat barang dengan crane harus disosialisasikan kepada para pekerja yang terlibat. 2. c) Saran-saran : 1. Posisi korban yang tidak tepat.

tangki goyang dan kaki surge tank bergeser meleset dari ganjalan. Posisi korban kurang beruntung. Penggunaan surge tank di darat tidak sesuai dengan peruntukannya 2. 3. Karena kebutuhan. Kronologi: 1. Saat proses mixing cement di surge tank independent (kaki 3). Sebagai informasi surge tank tersebut didesign untuk dipasang di anjungan lepas pantai. berada pada jangkauan jatuhnya surge tank 3. tidak dilas pada alas yang terbuat dari plat. 2. Korban berada di sekitar surge tank yang roboh sedang mengawasi pekerjaan mud boy yang sedang menimbang berat sampel cement.1. 3. Gunakan alat yang sesuai dengan peruntukannya 3. Melengkapi surge tank dengan guy line 4. 2. sehingga surge tank roboh menimpa korban. Melengkapi surge tank dengan alas yang memadai 21 . Kaki surge tank terbuat dari besi pipa. kemudian amblas. Surge tank tidak dimodifikasi untuk digunakan di darat. Pengawasan lebih ketat terhadap alat-alat yang akan digunakan di lapangan 2. surge tank tidak mempunyai skit dan diganjal dengan kayu eks palet. Saran-saran : 1. Penyebab kecelakaan : 1. surge tank dibawa ke sebuah lokasi pemboran darat dan hanya diganjal dengan kayu. dimana kaki-kakinya dilas pada sebuah deck.

termasuk alat penguncinya. Pekerjaan yang dilakukan adalah perawatan sumur 2. Penyebab kecelakaan : 1.3. 2. Ketika mencabut tubing bowl. PEKERJA TERTIMPA TUBING BOWL Terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang pekerja perawatan sumur luka berat dan akhirnya meninggal dunia setelah dirawat secara intensif selama 10 hari di rumah sakit. Membuat prosedur kerja dan disosialisasikan kepada seluruh pekerja 3. Kurangnya pemeriksaan teknis terhadap elevator. 3. Lock elevator tidak berfungsi dengan baik 2. Posisi korban berada di sekitar rak pipa 2. 1. Kronologi : 1. Memeriksa secara teknis terhadap peralatan elevator. Meningkatkan safety meeting kepada seluruh pekerja 22 . Saran-saran 1. tiba-tiba tubing terlepas dari elevator dan menimpa korban 3.

2. semua crew menolong mengangkat kelima orang yang pingsan di dalam tangki. Korban pertama yang berhasil diangkat adalah orang yang terakhir masuk ke dalam tangki. Tangki berbentuk persegi panjang dan lobang tangki berukuran 40 cm X 40 cm terletak di bagian sudut atas tangki.00 seorang pekerja kontraktor berlari ke arah portacamp sambil minta tolong bahwa ada lima orang pingsan di dalam tangki amblasan. Pekerjaan yang dilakukan adalah fracturing sumur minyak. 5. TERPERANGKAP DALAM TANGKI UNLOADING NITROGEN Terjadi kecelakaan yang sangat tragis. Sekitar pukul 15. Pekerjaan dihentikan. 4. Orang yang pertama masuk ke dalam tangki diduga mengambil sesuatu barang miliknya yang terjatuh ke dalam tangki. dimana lima orang terperangkap di dalam sebuah tangki undloading nitrogen. Empat orang diantaranya meninggal dunia dan satu orang dapat diselamatkan.4. Tangki tersebut untuk menampung unloading nitrogen dan cairan yang keluar dari dalam sumur. 1. 4. Empat orang yang lain dalam kondisi kritis. 23 . 3. 2. namun akhirnya semua meninggal dunia. Kronologi : 1. 3. Korban-korban berikutnya adalah orang-orang yang berusaha untuk menolong korban pertama. akhirnya dapat diselamatkan. segera dievakuasi ke Puskesma/Rumah sakit terdekat. Sebab-sebab kecelakaan : 1. 2.

Mengawasi dan memeriksa semua permesinan dan kelistrikan dalam ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya. Menjamin bahwa selalu dilaksanakan penyelidikan. Para korban diduga kekurangan oksigen. b.K/26/M. 555. dan pengujian dari pekerjaan permesinan dan kelistrikan serta peralatan. Melakukan pelatihan dan pemahaman mengenai prosedur masuk kedalam ruang terbatas (confined space). dimana di dalam tangki tersebut banyak berisi nitrogen. 6. Ketidaktahuan korban tentang bahaya gas nitrogen dan tidak mengerti prosedur memasuki ruang terbatas. Memberitahukan kepada seluruh pekerja tentang bahaya bahan kimia.5. c. 2. 24 .PE/1995 TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PERTAMBANGAN UMUM Pasal 13 Kewajiban pengawas teknis Pengawas teknik wajib: a. pemeriksaan. Saran-saran : 1. 3.5 Undang-Undang Yang Mengatur K3 KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI No. Bertanggung jawab kepada Kepala Teknik Tambang untuk keselamatan pemasangan dan pekerjaan serta pemeriharan yang benar dari semua peralatan yang menjadi tugasnya. 2.

Membuat dan menandatangani laporan dari penyelidikan. menganalisis kecelakaan. Melaksanakan penyelidikan dan pengujian pada semua permesinan dan peralatan sebelum digunakan. Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang dapat mewajibkan pengusaha untuk membentuk unit organisasi yang menangani Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang berada di bawah pengawasan Kepala Teknik Tambang.d. setelah dipasang. pemeriksaan. pengangkutan. Merencanakan dan menekankan dilaksanakannya jadwal pemeliharaan yang telah direncanakan serta semua perbaikan permesinan tambang. dan semua mesin-mesin lainnya yang dipergunakan. pembuat jalan. Mengumpulkan data mengenai daerah-daerah dan kegiatan-kegiatan yang memerlukan pengawasan yang lebih ketat dengan maksud untuk memberi saran 25 . e. Pasal 23 Bagian Keenam Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Setiap kegiatan usaha pertambangan berdasarkan pertimbangan jumlah pekerja serta sifat atau luasnya pekerjaan. b. penyebab kecelakaan. kembali atau diperbaiki dan f. Mengumpulkan data dan mencatat rincian dari setiap kecelakaan atau kejadian yang berbahaya. dan pengujian. Pasal 24 Tugas Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai tanggung jawab sebagai berikut: a. dan pencegahan kecelakaan. kejadian sebelum terjadinya kecelakaan.

Mengatur inspeksi terpadu seperlunya ke tempat-tempat kerja di Tambang dalam melaksanakan fungsinya. dan lain sebagainya. Memberikan penerangan dan petunjuk-petunjuk mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada semua pekerja tambang dengan jalan mengadakan ceramah-ceramah. alat-alat penambangan. 26 . membentuk dan melatih anggota-anggota Tim Penyelamat Tambang. publikasi. diskusi-diskusi.kepada Kepala Teknik Tambang tentang tatacara kerja. Pasal 25 Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Untuk melengkapi tugas-tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 23. d. Secara teratur melakukan pemeriksaan bersama-sama mengenai setiap aspek keselamatan dan kesehatan kerja serta masala-masalah yang ada kaitannya yang telah ditemukan di Tambang dan mengusulkan tindakan-tindakan untuk mengatasi masalah tersebut dan b. dalam pelaksanaannya dapat membentuk kelompok kerja (komite) pada setiap jenjang struktural yang mempunyai tugas: a. Menyusun statistik kecelakaan dan f. pertemuan-pertemuan. dan penggunaan alat-alat deteksi serta alat-alat pelindung diri. e. c. Apabila diperlukan. pemutaran film. Melakukan evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

kaca pelindung atau kacamata yang digunakan untuk perlindungan mata. Bahkan beberapa menit paparan dapat menyebabkan sakit kepala. Safety Shoes: maksimum dari ruang internal kapal digunakan oleh kargo dan mesin. Sarung tangan (Hand safety): Berbagai jenis sarung tangan yang disediakan Di Kapal. Pakaian pelindung: pakaian pelindung adalah COVERALL yang melindungi tubuh anggota awak dari bahan berbahaya 2. kapas sarung tangan untuk operasi normal. iritasi dan gangguan pendengaran kadang-kadang sebagian atau penuh. 5. Sebuah tali dagu juga disediakan dengan helm yang menjaga helm di tempat ketika ada perjalanan atau jatuh. 6. Goggles: Mata adalah bagian paling sensitif dari tubuh manusia dan dalam operasi sehari-hari pada kemungkinan kapal sangat tinggi untuk memiliki cedera mata. Plug: Di Ruang Mesin kapal menghasilkan suara 110-120 db ini merupakan frekuensi suara yang sangat tinggi untuk telinga manusia. yang terbuat dari logam keras dan yang membuatnya canggung untuk awak untuk berjalan di sekitar. sarung tangan las. Beberapa sarung tangan yang diberikan sarung tangan tahan panas untuk bekerja pada permukaan yang panas. 3. Perlu perlindungan terbaik yang disediakan oleh helm plastik keras di atas kapal. Helmet: Bagian yang paling penting dari tubuh manusia adalah kepala. sarung tangan bahan kimia dan lain-lain.2. Safety Shoes memastikan bahwa tidak ada luka yang terjadi di kaki para pekerja atau crew di atas Kapal 4. sarung tangan ini digunakan dalam operasi dimana hal ini menjadi keharusan untuk melindungi tangan orang-orang.6 Perlakuan K3 Terhadap Kegiatan Tambang bawah laut Berikut ini adalah peralatan dasar pelindung diri yang harus ada di sebuah pengeboran minyak lepas pantai untuk menjamin keselamatan para pekerja: 1. Sebuah penutup telinga 27 . sedangkan kacamata las digunakan untuk operasi pengelasan yang melindungi mata dari percikan intensitas tinggi.

maka menggunakan Safety harness. Chemical suit dipakai untuk menghindari situasi seperti itu. Safety harness: operasi kapal rutin mencakup perbaikan dan pengecatan permukaan yang tinggi yang memerlukan anggota kru untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak mudah diakses.atau steker telinga digunakan pada kapal yang mengimbangi suara yang dapat di dengar oleh manusia dengan aman. masker wajah diberikan hal ini di gunakan sebagai perisai muka dari partikel berbahaya. 10. Chemical suit: Penggunaan bahan kimia di atas kapal sangat sering dan beberapa bahan kimia yang sangat berbahaya bila berkontak langsung dengan kulit manusia. Untuk menghindari hal ini. Welding perisai: Welding adalah kegiatan yang sangat umum di atas kapal untuk perbaikan struktural. Safety harness adalah di kenakan oleh operator di satu ujung dan diikat pada titik kuat di ujunglainnya. pengecetan atau membersih 8. Kan karbon yang melibatkan partikel berbahaya dan minor yang berbahaya bagi tubuh manusia jika dihirup langsung. 7. Face mask: Baik yang Bekerja di permukaan insulasi. Untuk menghindari jatuh dari daerah tinggi seperti itu. 28 . 9.

sehat. Alat-alat yang perlu diperhatikan untuk menjamin keselamatan para pekerjadiantaranya :Pakaian pelindung. Plugs. Welding perisai.Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Safety harness.Safety Shoes. sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Kan karbon. Sarung tangan. dikarenakan keterbatasan reverensi dan bahan yang diperoleh. Alat Pelindung Diri ini merupakan pilihan terakhir untuk mengendalikan bahaya sebab APD bukan untuk mencegah kecelakaan namun hanya sekedar mengurangi efek atau keparahan kecelakaan. Helmet.1 KESIMPULAN Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman. Sonar (Sound Navigation and Ranging) adalah sistem penginderaan bawah air dengan menggunakan gelombang suara (akustik). 29 . 3.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. Untuk menjamin keselamatan kerja pada kegiatan eksplorasi tambang bawah air adalah dengan menggunakan APD (Alat pelindung Diri). Chemical suit.2 SARAN Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurang didalamnya dalam mengembangkan materinya. Dalam kegiatan ekplorasi penambangan bawah laut ada 2 metode yang dapat digunakan diantaranya metode seismik dan sonar. bebas dari pencemaran lingkungan. Goggles.

30 .