Porcelain Fused To Metal (PFM

)
Porselen Porselen adalah material yang sewarna dengan gigi, material porselen tersusun atas kristal, alumunia dan silica yang dileburkan secara bersama pada high temperatures, untuk membentuk kekuatan, keseragaman, dan material glass-like ( Hatrick, 2010 dan Anusavice, 2003 ). Dalam laboratorium kedokteran gigi, porselen untuk restorasi menggunakan bentuk sediaan fine powder (serbuk halus). Pembuatan dari powder porselen sangat kompleks. Porselen terbuat dari bahanbahan dasar berupa: silika (SiO2), feldspar (K2O.Al2O3.6SiO2), dan alumina (Al2O3). Bahanbahan crystalline ini dipanaskan bersamaan dengan fluxed diantaranya sodium carbonate atau lithium carbonate. Material crytalline yang baru terbentuk disebut “leucite” juga berbentuk kaca pada kondisi tertentu. Dental porselen ini merupakan matriks dari kaca bertitik leleh rendah berikatan dengan “leucite crystals”. Porselen selanjutnya dibakar kembali dengan metal oksida untuk menambahkan warna yang sesuai dengan gigi. Setelah porselen dingin, porselen ini menjadi bahan dasar untuk fine powder, bentuk inilah yang digunakan dalam dental laboratorium. Klasifikasi porselen berdasarkan temperatus fusinya diantaranya: 1. 1288°- 1371° Care high fusing 2. 1093°-1260° Care medium fusing 3. 871°-1066° Care low fusing Kebanyakan dalam dental restorasi dibuat dengan low-fusing porcelains. Sifat-sifat Dental Porcelain o Kekuatan Transverse Merupakan kemampuan porselen untuk bertahan terhadap fraktur ketika terjadi tekanan. Transverse strength merupakan kombinasi dari kekuatan tekan dan kekuatan regangan. Rata-rata kekuatan transverse dari dental porselen berkisar antara 56-446 Mpa tergantung pada tipe dari porselen. o Koefisien dari ekspansi termal Merupakan jumlah ekspansi yang dimiliki oleh porselen dipanaskan atau jumlah pengkerutan ketika porselen didinginkan. Koefisien dari ekspansi termal dari porselen berkisar 12×10-6/°C pada kebanyakan porselen. Koefisien dari ekspansi termal sangat penting pada saat porselen berikatan dengan metal atau porselen lainnya. o Warna dental porselen Sifat ini sangat penting untuk menentukan kesesuaian material dengan struktur gigi. Warna dapat diekspresikan dalam tiga bentuk; hue, value, and chroma. Hue merupakan warna dasar seperti: biru, hijau, kuning, atau merah. Chroma  merupakan intensitas atau saturasi dari warna, pengukuran tingkat kemurnian seperti biru menjadi biru terang.

-

3 tahun. ( Schmalz dan bindslev. Dalam bidang kedokteran gigi aplikasi metal atau logam biasanya digunakan dalam bentuk alloy.nikel. ( Craig. nikel-titanium. restorasi terdiri dari sub-struktur logam campur yang berikatan dengan vinir porcelain. Beberapa tahun yang lalu material alloy berkembang dengan emas sebagai bahan utama. nikel sebagai bahan dasar. Minimal kekuatan flexural yang . Value yang tinggi menunjukan warna keabua-abuannya berkurang (warna menuju putih). cobalt chromium. crown and bridge menggunakan emas. Secara umum. Metal yang digunakan sebagai bahan alloy biasanya dipilih berdasarkan aplikasinya. Adanya leucite juga membantu menguatkan porselen. Alloy adalah material yang memilki bahan dasar dua atau lebih metal. alloy titanium. menjadikan sulit untuk mengidentifikasi biokompatibilitas dari alloy. beta titanium 3. 2003 ). stainless steel. Feldspathic porcelain yang digunakan untuk PFM biasanya mengandung jumlah leucite yang spesifik. perak. orthodontic / endodontic mengunakan alloy titanium-valadium. saat ini banyak bahan yang berkembang sebagai bahan dasar alloy diantaranya adalah paladium. Restorasi ini digunakan lebih dari 60 persen pada kasus restorasi mahkota dan jembatan ( Anusavice. Hal ini dapat mencegah perkembangan tegangan termal selama pendinginan setelah pembakaran. Schwartz et al (1970) melaporkan mahkota dengan bahan metal penuh mempunyai lifetime 10. Restorasi logam-keramik telah berhasil digunakan untuk mahkota dan jembatan multiunit (multiunit bridge) selama 30 tahun. implant biasanya menggunakan titanium. 2009 ) Porcelain Fused to Metal Restorasi porcelain fused to metal melibatkan penggabungan dari kebaikan sifat mekanik logam dengan sifat estetik porcelain yang baik. Kershbaum dan Voss (1977) memperkirakan bahwa hanya 3 persen dari restorasi PFM yang gagal dalam kurung waktu 10 tahun. cobalt. cobalt-chromium-nikel.- Value  jumlah dari warna abu-abu. 2. Dengan campuran banyak metal dalam material alloy dan material yang digunakan dapat berpengaruh terhadap jaringan. diantaranya adalah : 1. biasanya menggunakan sedikitnya empat atau enam hingga delapan bahan metal. paladium. Syarat utama bahan yang digunakan dalam restorasi PFM adalah kompatibilitas logam dan porcelain. stainless steel. Karies sekunder merupakan penyebab utama kegagalan untuk 58 persen dari mahkota. Sebaliknya value rendah maka warna akan lebih kehitam-hitaman. 2000 ) Metal Metal atau logam adalah suatu bahan material yang bersifat opaq dan memilki densitas yang tinggi. cobalt dan emas. Hal ini dapat menaikkan koefisien ekspansi termal dari porcelain yang hampir sama dengan logam. Kesesuaian antara warna porselen dengan warna gigi merupakan titik terpenting dalam keberhasilan restorasi menggunakan dental porselen. perak. titanium. Bahan alloy dalam bidang kedokteran gigi terus berkembang hingga saat ini.

telah dikasting pada bentuk yang diinginkan sebelumnya. Syarat-syarat logam campur untuk membentuk substruktur yang mirip dengan bahan pada ikatan nonporcelain antara lain: 1. 2007 ). 4. ( Chandra S. II. 3. Aloi harus rigid untuk dapat menyokong vinir porcelain yang getas jika tidak fraktur tidak dapat terhindarkan 3. 2008 ) Porcelain dan logam campur yang digunakan dalam restorasi ini harus memenuhi syarat-syarat. porselen dan logam harus membentuk ikatan kuat (beberapa kegagalan disebabkan karena ikatan yang kurang adekuat) 2. dan juga untuk mempertahankan . porselen fusi pada suhu leleh yang lebih rendah dari suhu leleh logam. harus tahan dengan pembakaran porcelain berdiri tanpa meleleh atau terkena creep. 2. Logam tidak boleh leleh pada suhu fusi porselen. PFM dan cast metal restorations hanya digunakan pada gigi permanen pada orang dewasa.. aloi harus mempunyai suhu fusi yang tinggi.2 Pembahasan Porcelain Fused to Metal Aplikasi .. Aloi harus dapat membentuk ikatan dengan vinir porcelain sehingga nantinya tidak akan terlepas. Biokompatibilitas. Aloi harus punya ekspansi koefisien termal yang hamper sama dengan porcelain yang terlibat ( McCabe & Walls. Logam harus mempunyai modulus elastisitas yang tinggi sehingga dapat menyalurkan tegangan yang baik dari porselen. sama seperti seperti pada restorasi all-ceramic pada dentin/enamel. restorasi dengan bahan tersebut mempunyai biaya hampir delapan kali lipat dari bahan amalgam. Keuntungan. sehingga porselen tidak akan pecah atau terlepas dari alloy saat proses pendinginan.dibutuhkan untuk porselen pada PFM seperti yang telah ditentukan pada standar ISO adalah 50 MPa. 4. porselen dan logam harus memiliki koefisien ekspansi termal yang sesuai. Terlebih lagi. Terdapat beberapa batasan pada penggunaan PFM dan cast metal restorations. Kebanyakan. Aloi logam. Crown PFM digunakan untuk mengembalikan gigi yang rusak sangat parah untuk melindungi struktur gigi yang tersisa. Oleh karena itu. et al. antara lain: 1. kekuatan diperoleh dari substruktur metal dan estetik didapatkan dari veneer porcelain. dan Kerugian Porcelain Fused to Metal Dalam Bidang Kedokteran Gigi Aplikasi Porcelain Fused to Metal ( PFM ) dalam Bidang Kedokteran Gigi Crown Pada crown dengan bahan porcelain fused to metal (PFM). karena penghilangan dari struktur gigi untuk fabrikasi yang baik akan merusak vitalitas pulpa pada anak-anak dan remaja.

disebut juga sebagai dentin. regular felspathic porcelain (temperatur tinggi 1200-1400 oC) 2. baik logam maupun keramik akan mengalami kontraksi yang akan menimbulkan retak atau bahkan terlepasnya keramik dari logam. d. adalah sebagai berikut: a. aluminous porcelain (temperatur sedang 1050-1200 oC) 3. 2009) Restorasi PFM adalah tipe porselen gigi yang paling umum digunakan. Pada saat mendingin. Crown PFM dapat diaplikasikan pada gigi anterior maupun gigi posterior (Sadaf dan Ahmad. Lapisan intermediate. Restorasi metal keramik harus memenuhi syarat–syarat. Metal dan keramik mempunyai thermal expansi yang sesuai. adalah lapisan paling translusen yang disebut sebagai porselen email atau insisal. Substruktur metal mendukung keramik dan membuat keramik bertahan lama terhadap beban dari kekuatan mulut. Metal dan keramik mempunyai ikatan yang kuat.oklusi dan menawarkan estetik. metal bonding porcelain (temperatur rendah 800-1050 oC). Bila didapati ikatan yang rapat antara metal dengan keramik maka akan terjadi penurunan energi bebas yang dapat memisahkan kedua komponen atau sebaliknya. sifat–sifat restorasi metal keramik ditentukan oleh keadaan interfacenya. Keramik yang dipakai relatif mempunyai low fusing. antara lain. Lapisan pertama merupakan lapisan opaque yang digunakan untuk menutupi substrat metal yang gelap. Berdasarkan perbedaan temperatur ada tiga tipe porselen gigi yaitu 1. 2011). . b. keramik harus dapat bersatu dengan logam dan berikatan tanpa merubah bentuk logam. Pada prinsipnya. PFM terdiri atas beberapa lapisan yang difusikan secara kimia pada dasar kerangka metal. Lapisan paling atas atau superfisial. (Mrazova dan Klouzkova. Setiap lapisan difusikan dalam electric atau vacuum furnace pada sekitar 10000 C untuk memperoleh sifat yang optimal. e. Metal harus tahan terhadap deformasi pada saat keramik mencapai fusing. Pada saat fusing. Bahan–bahan yang dipakai harus bersifat biokompatibel terhadap jaringan. Lapisan-lapisan ini memiliki tiga tingkatan translusensi yang berbeda. adalah konstruksi utama dari struktur gigi artifisial dan juga digunakan untuk menyediakan translusensi pada porselen. melalui pembakaran (firing). c. PFM merupakan metal bonding porcelain. Pada crown PFM terdiri dari beberapa lapis bubuk porselen dalam air yang kemudian difusikan dengan kerangka dari metal.

Bracket SE. untuk alasan estetik. bahan dan fungsi yang diharapkan dari material. Hal ini mengimpilkasikan bahwa ada interaksi antara host.( Shillingburg HT. ( Ghavamnasiri. 2006 ) Pada penggunaannya. . sedangkan permukaan labial ditutup oleh porselen. pada gigi anterior kerangka logam hanya menutupi permukaan lingual dan incisal edge. Pada pembuatannya. karena PFM konvensional memerlukan pengurangan jaringan yang banyak. ( Pahlevan. RBFPD ini dapat dilakukan pada gigi yang masih vital. Metal mencapai hingga area proksimal tetapi harus diperhatikan bahwa metal pada bagian lingual tidak mencapai hingga ruang proksimal lebih dari yang diperlukan untuk kekuatan. 2010 ) Biokompatibilitas Porcelain Fused to Metal ( PFM ) dalam Bidang Kedokteran Gigi Definisi biokompatibilitas secara luas adalah "kemampuan suatu material untuk memberikan respon yang tepat pada aplikasi tertentu". Jacobi R. Seperti dalam kasus misalnya ingin menggantikan gigi premolar dua yang hilang namun gigi molar pertama sudah memakai crown yang terbuat dari PFM.. Jika ketiga faktor ini selaras maka material dapat dikatakan biokompatibel. sehingga menghasilkan Metal-Ceramic Resin Bonded Fixed-Partial Denture (RBFPD). untuk menggantikan satu atau dua gigi yang hilang. GTC dari PFM juga dapat dimodifikasi dengan resin-bonded. yang dapat digunakan pada gigi anterior dan posterior. dkk. sementara gigi premolar pertama masih vital namun terdapat karies kecil pada bagian proksimal sebelah distal. maka gigi abutment dari RBFPD ini dapat diaplikasikan. 1987 ) Gigi tiruan cekat/bridge GTC dari PFM dapat digunakan pada gigi anterior maupun posterior. tapi tidak menutupi permukaan labial. Kerangka metal lingual juga sampai area insisal sehingga mencapai incisal edge. Pemanjangan proksimal dari kerangka logam hanya sampai area kontak.

Ion ini kemudian dapat menyebabkan aktivasi gen dalam sel endotel. Namun. tahan terhadap tekanan mastikasi dan resisten terhadap fraktur 3. 2008 ) Keuntungaan PFM sebagai bahan crown adalah 1. Kasus yang sangat ekstrim adalah ketika ion logam memasuki sistem peredaran darah dan didistribusikan secara sistemik oleh protein seperti albumin. Kekuatan pemakaian baik 3. tahan lama di dalam rongga mulut : . Tahan lama 4. Walaupun logam pada restotasi PFM ditutupi oleh veneer porselen. Studi lain menemukan bahwa tidak lebih dari 10% pasien yang mengalami alergi. Pelepasan kation dapat memberikan reaksi inflamasi dan dapat memodulasi respon imun dengan aktivasi atau inhibisi T-dan B-sel. Dilaporkan bahwa di Inggris menunjukkan bahwa reaksi terhadap logam mulia terjadi sekitar 5% dari reaksi yang disebabkan oleh logam dan jumlah penyebab alergi dikaitkan dengan logam tampaknya kecil. Fe. Sn. ( Johnson et al. Namun. biasanya bagian small collar dibiarkan tidak tertutup memungkinkan terjadinya reaksi yang merugikan dengan jaringan biologis disekitarnya Pada tingkat yang cukup tinggi ion logam dapat menonaktifkan metabolisme sel dan menurunan proliferasi sel. Unggul sebagai bahan langsung pada daerah yang memerlukan tekanan tinggi 2. Ion-ion logam yang dilepaskan dari alloy gigi berinteraksi dengan jalur metabolisme dan struktur sel menyebabkan kerusakan. Fase pembentukan memainkan peran yang cukup besar dalam menentukan biokompatibilitas alloy gigi. dengan multi-phase Ag-Pd-Cu multi-fase menunjukkan sitotoksisitas lebih daripada bahan-single phase. 2011 ) Keuntungan Porcelain Fused to Metal ( PFM ) dalam Bidang Kedokteran Gigi Adapun keuntungan dari PFM dalam bidang kedokteran gigi adalah : 1. Ketika menempatkan restorasi gigi yang berdekatan dengan gingiva dan periodontal. Elemen pembentuk oksida (In. Respon ini bisa dalam bentuk mukositis oral. Zn) yang tergabung dalam precious alloys untuk restorasi PFM adalah elemen logam dasar (base metal elements) dan umumnya cenderung lebih mudah larut dibandingkan dengan elemen logam mulia. Estetis ( Elvira Sinabutar. Dilaporkan bahwa pajanan dalam waktu yang cukup panjang meskipun dengan dosis rendah. komponen logam dari hampir semua cast dental alloys dapat dideteksi dalam jaringan terdekat. paduan nonmulia ditemukan hampir sepenuhnya menghambat kelangsungan hidup sel sementara paduan mulia dan titanium non-alloyed menunjukkan hasil yang lebih baik. gingivitis / periodontitis dan resorpsi tulang.. kemungkinan ion logam dapat menimbulkan efek-efek yang tidak diinginkan dalam jaringan biologis. adanya metal core dapat mendukung gigi 2.Sebagian besar penelitian telah mengamati bahwa semakin rendah noble content alloys (yang mengandung lebih banyak base element) menghasilkan reaksi jaringan yang lebih kuat daripada noble content alloys yang lebih tinggi dan gold alloys.

membuat kualitas akhir dari restorasi yang sangat sensitif. Pada noble alloy yang digunakan untuk PFM seperti emas. Teknis lab yang lebih sulit. Prosedur teknis dari pola wax investing dan casting alloi metal yang mahal meliputi banyak variabel teknis dan pertimbangan banyaknya langkah operatif dan siklus firing. Sebagai contoh cairan palladium dapat mengabsorbsi gas dalam jumlah banyak yang kemudian dapat dilepaskan selama casting dan menyebabkan banyak mikroporositas. dan dapat menyebabkan shrinkage pada casting yang lebih besar. karena inti metal yang menghalangi cahaya untuk masuk. sehingga jika ikatan adhesif antara keramik dan logam sudah cukup. 5. Tidak adanya translusensi. 2011 ) 6. tetapi dapat diatasi oleh dokter gigi dalam 20-30 menit 5. PFM tidak menyerupai aspek natural dari gigi. Metal yang di lapisi dengan porselen membuat crown yang dipakai menjadi estetis karena memiliki warna yang sama dengan gigi. terkadang menyebabkan pembentukan oksida yang besar. Harga lebih mahal karena setidaknya membutuhkan dua kali kunjungan dan juga bila menggunakan alloi metal yang mahal 3. ( Zarone. persentase kecil dari indium. 2008 ) Kekurangan Porcelain fused to Metal dalam bidang kedokteran gigi: 1. Sebagai contoh oksida Ni dan Cr dalam sistem base metal . karena faktanya restorasi PFM hanya dapat mengabsorbsi atau memantulkan cahaya. Pada base metal alloy yang digunakan untuk PFM. Chipping pada porselen ketika tekanan pada gigi yang ekstrim. palladium. 9. Warna PFM sebagai crown dapat bertahan lama (tidak dapat berubah warna) ( Elvira Sinabutar. sulit saat finishing dan polishing dikarenakan ductility yang rendah. kegagalan terjadi pada daerah yang memiliki ikatan paling lemah. Lebih banyak jaringan gigi yang harus dihilangkan (lebih banyak dibandingkan porselen) untuk substruktur metal 2. Cocok untuk digunakan pasien yang memiliki kebiasaan bruxism 7. Dari sudut pandang estetik. Dapat digunakan dengan kavitas yang luas dan besar 6.. 4. harga lebih mahal dan kurang beradaptasi dengan sistem keramik yang berbeda. 8. Pada sistem logam-keramik. 2006 ) 7. sementara jaringan gigi menunjukkan derajat translusensi yang tinggi.4. Terbentuk bayangan gelap pada bagian servikal ( Pahlevan. kegagalan akan kohesif di dalam keramik. dkk.

2011 ) Kesimpulan 1.menurunkan koefisien ekspansi porselen Vita (Vident) dan diduga dapat memicu stres interfasial sehingga menyebabkan kegagalan. Porcelain fused to metal merupakan penggabungan dari kebaikan sifat mekanik logam dengan sifat estetik porcelain. dkk. Aplikasi porcelain fused to metal dalam bidang kedokteran gigi adalah pada pembuatan mahkota gigi dan gigi tiruan cekat. 2. namun material tersebut masih memiliki kekurangan–kekurangan sehingga diperlukan penelitian perkembangan lebih lanjut atau penggantian material yang lebih baik dari segi estetis. 3. Pada crown PFM. Adanya diskrepansi pada area kontak dapat menyebabkan impaksi makanan. ( Sadaf dan Ahmad. . ( Venkatachalam. Pasien dapat merasa sangat kesulitan untuk mempertahankan area tersebut bersih yang dapat menyebabkan karies pada gigi sebelahnya. untuk kepentingan gigi sebelahnya. Meskipun pembuatan porcelain fused to metal bertujuan untuk menggabungkan sifat unggul dari masingmasing material untuk menghasilkan suatu hasil yang baik. pembentukan dan lokasi serta ukuran area kontak sangat penting. maupun biokompatibilitas.. terdiri dari sub-struktur logam campur yang berikatan dengan vinir porcelain. 2009 ) 10. kekuatan.