2.3. Indikasi dan Kontraindikasi Indikasi pembuatan gigi tiruan jembatan adalah sebagai berikut. 1.

Kehilangan satu atau lebih gigi geligi asli 2. Gigitan dalam (deep bite) 3. Gigi penyangga memerlukan restorasi 4. Diastema abnormal, besarnya ruangan protesa kurang dari normal 5. Gigi penyangga memerlukan penanggulangan berupa stabilisasi atau splint 6. Terdapat diastema pasca perawatan. Kontraindikasi untuk embuatan gigi tiruan jembatan adalah: – OH yg tdk terpelihara – Physical handicap – Indeks karies yg tinggi – Cross-bite, malposisi, progeni – Migrasi atau ekstrusi yg parah

1. Retainer Merupakan bagian dari gigi tiruan jembatan yg menghubungkan gigi tiruan tersebut dengan gigi penyangga. Fungsinya: a. Memegang/menahan (to retain) supaya gigi tiruan tetap stabil di tempatnya. b. Menyalurkan beban kunyah (dari gigi yang diganti) ke gigi penyangga. Macam-macam retainer: a. Extra Coronal Retainer Yaitu retainer yang meliputi bagian luar mahkota gigi, dapat berupa: 1) Full Veneer Crown Retainer ➢ Indikasi: • Tekanan kunyah normal/besar • Gigi-gigi penyangga yang pendek • Intermediate abutment pasca perawatan periodontal • Untuk gigi tiruan jembatan yang pendek maupun panjang ➢ Keuntungan • Indikasi luas • Memberikan retensi dan resistensi yg terbaik • Memberikan efek splinting yg terbaik ➢ Kerugian:

5 Gambar 3. Extra Coronal Retainer 1) Partial Veneer Crown Retainer ➢ Indikasi : • Gigi tiruan jembatan yang pendek • Tekanan kunyah ringan/normal • Bentuk dan besar gigi penyangga harus normal • Salah satu gigi penyangga miring Gambar 4. Partial Veneer Crown Retainer ➢ Keuntungan • Pengambilan jaringan gigi lebih sedikit • Estetis lebih baik daripada FVC retainer

Gigi tiruan pendek c. Dowel retainer Adalah retainer yang meliputi saluran akar gigi. Tekanan kunyah ringan d. ➢ Bentuk: • Onlay • Inlay MO/DO/MOD ➢ Indikasi: • Gigi tiruan jembatan yang pendek • Tekanan kunyah ringan atau normal • Gigi penyangga dengan karies kelas II yang besar • Gigi penyangga mempunyai bentuk/besar yang normal ➢ Keuntungan: • Jaringan gigi yang diasah sedikit • Preparasi lebih mudah • Estetis cukup baik ➢Kerugian: • Indikasi terbatas • Kemampuan dlm hal retensi resistensi kurang • Mudah lepas/patah a. dengan sedikit atau tanpa jaringan mahkota gigi dengan syarat tidak sebagai retainer yang berdiri sendiri. Pontik Merupakan bagian dari gigi tiruan jembatan yang menggantikan gigi asli yang hilang dan berfungsi untuk mengembalikan: kunyah dan bicara ektrusi Berikut adalah klasifikasi pontik. Gigi penyangga yang telah mengalami perawatan syaraf b. Berdasarkan bahan Berdasarkan bahan pembuatan pontik dapat diklasifikasikan atas:3 . antara lain: a. Intra Coronal Retainer Yaitu retainer yang meliputi bagian dalam mahkota gigi penyangga. ➢ Indikasi: a.➢ Kerugian: • Indikasi terbatas • Kesejajaran preparasi antar gigi penyangga sulit • Kemampuan dalam hal retensi dan resistensi kurang • Pembuatannya sulit (dlm hal ketepatan). a. Gigi penyangga perlu perbaikan posisi/inklinasi ➢Keuntungan: • Estetis baik • Posisi dapat disesuaikan ➢Kerugian: Sering terjadi fraktur akar 1.

sisa makanan masih mudah masuk ke bawah dasar pontik dan sulit untuk dibersihkan. 3) Pontik akrilik Pontik akrilik adalah pontik yang dibuat dengan memakai bahan resin akrilik. a. Alloy ini memiliki kekuatan dan kelenturan yang cukup sehingga tidak mudah menjadi patah atau berubah bentuk (deformasi) akibat tekanan pengunyahan. Pontik ini dibuat dengan cara bagian dasar pontik masuk ke dalam soket gigi yang baru dicabut kira-kira 2 mm. yaitu: 1. Pontik ini biasanya diindikasikan untuk jembatan anterior dan berfungsi hanya sebagai bahan pelapis estetis saja. Pontik porselen mudah beradaptasi dengan gingival dan memberikan nilai estetik yang baik untuk jangka waktu yang lama. Porselen pada bagian labial/bukal dapat dikombinasikan dengan logam yang bertitik lebur tinggi (lebih tinggi dari temperature porselen). sangat keras. namun lebih mementingkan faktor fungsi dan kekuatan seperti pada jembatan posterior. Pontik ini dapat digunakan pada jembatan anterior maupun posterior. akrilik hanya berfungsi sebagai bahan estetika sedangkan logam yang memberi kekuatan dan dianggap lebih dapat diterima oleh gingival sehingga permukaan lingual/palatal dan daerah yang menghadap gusi dibuat dari logam sedangkan daerah labial/bukal dilapisi dengan akrilik. 2) Pontik porselen Pontik jenis ini merupakan pontik dengan kerangka dari logam sedangkan seluruh permukaannya dilapisi dengan porselen. 5) Kombinasi Logam dan Akrilik Pada kombinasi logam dan akrilik ini. Macam-macam Gigi Tiruan Gigi tiruan jembatan terdiri dari tiga macam. sedangkan logam ditempatkan pada oklusal dan lingual. kuat dan kaku dan mempunyai pemuaian yang sama dengan porselen. Tujuan pembuatan dasar pontik ini adalah agar sisa-sisa makanan dapat dengan mudah dibersihkan. Pontik logam biasanya dibuat untuk daerah-daerah yang kurang mementingkan faktor estetis. yang setara dengan alloy emas tipe III. Berdasarkan hubungan dengan Jaringan Lunak 1) Pontik Sanitary Pada pontik ini. Dibandingkan dengan pontik lainnya. Pontik ini biasanya diindikasikan untuk jembatan anterior dimana faktor estetis menjadi hal yang utama.1) Pontik logam Logam yang digunakan untuk membuat pontik pada umumnya terdiri dari alloy. dan permukaan dasar pontik cembung dalam segala aspek. dasar pontik tidak berkontak sama sekali dengan linggir alveolus sehingga terdapat ruangan/jarak antara dasar pontik dengan linggir alveolus (1-3 mm). 3) Pontik Conical Root Pontik conical root biasanya diindikasikan untuk jembatan imediat yang dibuatkan atas permintaan pasien yang sangat mengutamakan estetis dalam kegiatan sehari-hari. Pontik jenis ini biasanya diindikasikan untuk jembatan anterior dan posterior. Walaupun demikian menurut beberapa hasil penelitian. 4) Kombinasi Logam dan Porselen Pontik ini merupakan kombinasi logam dan porselen dimana logam akan memberikan kekuatan sedangkan porselen pada jenis pontik ini memberikan estetis. Adanya bentuk pontik yang demikian mengakibatkan kekurangan dalam hal estetis sehingga hanya diindikasikan untuk pontik posterior rahang bawah 2) Pontik Ridge Lap Bagian labial/bukal dari dasar pontik berkontak dengan linggir alveolus sedangkan bagian palatal menjauhi linggir ataupun sedikit menyentuh mukosa dari linggir. Traditional Fixed Bridge . Hal ini mengakibatkan estetis pada bagian labial/bukal lebih baik. dan mudah dibersihkan pada bagian palatal. Tidak berubah warna jika dikombinasikan dengan logam. Porselen ditempatkan pada bagian labial/bukal dan daerah yang menghadap linggir. pontik akrilik lebih lunak dan tidak kaku sehingga membutuhkan bahan logam untuk kerangkanya agar mampu menahan daya kunyah / gigit. pontik ini dipasang segera setelah dilakukannya pencabutan dan pada pembuatan ini tidak menggunakan restorasi provisional.

sedangkan permukaan bukal/labialnya menempel. Dapat digunakan untuk gigi posterior dan anterior. Ukuran. Cantilever bridge : satu ujung bridge melekat secara kaku pada retainer sedang ujung lainnya bebas/menggantung. Tipe luar dentin (ekstra coronal retainer ) Preparasi dan bidang retensi sebagian besar ada di luar dentin atau diluar badan mahkota gigi. karena pontic tersebut menutup seluruh edentulous ridge. Fixed movable bridge : salah satu konektor bersifat rigid dan konektor lain bersifat non rigid. Keadaan ini untuk memperkecil terjadinya impaksi dan akumulasi makanan.gigi tetangga atau implant gigi. Konektor merupakan penghubung antara gigi abutment dengan pontic. Contoh : tumpatan MOD 2. tetapi tidak mengabaikan factor estetis. 3. Gigi yang akan diganti terbuat dari porselen dan terdapat sayap metal yang dapat direkatkan pada bagian belakang gigi agar tidak kelihatan dari depan. Digunakan pada kasus diastema/space yang mengutamakan estetis. Conical pontic Pontic ini hampir sama dengan hygienic pontic tetapi pada jenis ini ada bagian yang menempel pada edentulous ridge. Pontic bersifat permanen dan tidak bisa dipindahkan. Biasanya untuk gigi posterior bawah. 2. Perbandingan panjang akar dan tinggi mahkota 4.Jenis ini adalah jenis yang paling sering digunakan dan terdiri dari pontik yang dihubungkan dengan mahkota porselen pada gigi. Keadaan tulang alveolar di daerah yang kehilangan gigi 2. Dapat digunakan untuk gigi posterior dan anterior. 3. Sering juga disebut bullet atau spheroid pontic mahkota sementara. Gigi Tiruan Jembatan Resin Atau Marryland Bridges Gigi tiruan ini digunakan untuk menggantikan gigi hilang dimana gigi tersebut terdapat pada bagian depan dan pada gigi tetangga masih sehat atau tidak terdapat tambalan yang besar. Tipe dalam dentin (intra coronal retainer ) Preparasi dan badan retainer sebagian besar ada di dalam dentin atau di dalam mahkota gigi. Hygiene / sanitary pontic Pontic ini sama sekali tidak menempel pada edentulous ridge (menggantung) sehingga self clensing sangat terjamin. Berdasarkan konektornya terdapat beberapa tipe GTC. 4. 4. Pontic biasanya terbuat dari porselen-metal atau keramik. bentuk dan posisi akar . antara lain: 1. Compound bridge : adalah kombinasi dua atau lebih dari tipe bridge. Fixed-fixed bridge : kedua konektor bersifat rigid. Tipe dalam akar. Tipe – tipe retainer antara lain: 1. 2. Beberapa macam bentuk pontic antara lain : 1. Untuk pembuatan GTC diperlukan Rontgen foto untuk mengetahui : 1. Kerugian dari bentuk ini sering menyebabkan inflamasi jaringan lunak di bawah pontic tersebut. 2. Contoh : preparasi full cast crown 3. Spring bridge : pontic jauh dari retainer dan dihubungkan dengan palatal bar. 3. Gigi Tiruan Jembatan Cantilever Merupakan suatu prosthesis dimana gigi tiruan hanya didukung pada satu sisi saja oleh satu atau lebih gigi abutment (penyangga). Saddle pontic Adalah pontic yang dapat menjamin estetis karena seluruh bentuk pontic tersebut mengganti dari seluruh bentuk gigi yang hilang. 5. biasanya untuk gigi anterior. Preparasi dan bidang retensi sebagian besar ada di dalam saluran akar. Akar yang tertinggal di alveolar 3. Contoh : mahkota pasak inti. Ridge Lap pontic Pontic ini tidak menempel pada permukaan palatinal/lingual.

Gigi hipersensitif walaupun sudah dianestestesi 1. maka diagnostik dapat ditegakkan. Mempunyai kebiasaan buruk 12. Mempunyai struktur gigi yang sehat 3. Tidak terjalin kooperasi dari pasien dan operator 11. bila masih ada gigi yang masih harus dicabut untuk dibuatkan gigi tiruan. Kesehatan umum jelek 10. Gigi abutment mampu menerima tekanan pontic 9. Untuk memperkirakan berapa gigi yang akan dipakai sebagai abutment untuk suatu jembatan digunakan Hukum Ante : “Luas permukaan selaput periodontal dari gigi abutment hendaknya sama atau lebih besar dari luas selaput periodontal gigi yang akan diganti”. Mengganti gigi yang terbatas (1-4 gigi) 5. Oklusi dan jaringan periodonsium baik 10. Rencana Perawatan Setelah semua data terkumpul melalui pemeriksaan klinis obyektif. Pada penderita hipertensi yang perlu diperhatikan adalah pada wakktu pencabutan gigi. 1959) : 1. Alveolus pendukung gigi kurang dari 2/3 akar gigi 7. Gigi yang harus diganti banyak 5. Kondisi ridge dalam batas normal 6. Diagnostik biasanya dituliskan pada kolom khusus pada Kartu Status . Adanya kelainan pada apeks akar Gigi abutment harus dipersiapkan agar benar-benar dapat member dukungan yang kuat pada GTC. Perkembangan gigi baik 8. Jaringan pendukung alveolar baik 7. Kondisi daerah tak bergigi mengalami resorbsi eksisi 6. maka tekanan darahnya harus terkontrol kelainannya untuk menghindarkan terjadinya pendarahan. Untuk pasien yang menuntut penampilan 11. Gigi abutment abnormal dan jaringan periodonsium tidak sehat 8. Kesehatan umum dan sosial indikasi baik 12. Salah satu komplikasi tekanan darah tinggi adalah kemunduran faal ginjal sampai akhirnya terjadi gagal ginjal terminal.5. Hygiene mulut baik 4. Sedapat mungkin gigi abutment vital 14. Tidak mempunyai kebiasaan buruk Kontra indikasinya adalah : 1. Hentikan penggunaan anestetikum yang mengandung vasokonstriktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Tebal dan kontinuitas lapisan periodontal 6. Kebersihan mulut jelek 4. Pasien terlalu muda atau tua 2. Pada penderita ini. Struktur gigi terlalu lunak 3. Hipertensi Batasan hipertensi menurut WHO adalah bila tekanan sistoliik sama atau lebih besar dari 60 mmHg dan tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 95 mmHg. Pasien berusia 20-50 th 2. Oklusi abnormal 9. Indikasi GTC adalah (Ewing. anamnesis maupun model diagnostik. Sebaiknya gigi abutment paralel 13.

mulut pasien perlu disiapkan untuk pemasangan geligi tiruan yang akan dibuat. seperti tindakan bedah. Secara garis besar. Di sini dikemukakan semua hal yang abnormal. tidak mungkin tercapai efisiensi dan efektivitas perawatan yang diharapkan. membuat sandaran oklusal dan bila perlu menciptakan daerah-daerah untuk retensi mekanis.Penderita (Dental Record). perawatan periodontal. Gunadi. Pertama. (A. (A. Gunadi. 2. (A. Dalam tahapan ini dilakukan proses pengubahan kontur gigi untuk mengurangi hambatan. Sebelum menentukan langkah perawatab prostodontik. Gunadi. Permukaan jaringan yang akan dipreparasi ditandai pada model diagnostik. Model dipakai sebagai peta atau petunjuk untuk melaksanakan perubahan-perubahan. Haryanto dkk. mencari bidang bimbing. Tahapan pertama ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan mulut yang sehat. . 1991 : 128) Keberhasilan atau kegagalan perawatan dengan geligi tiruan sebagian lepasan langsung berkaitan dengan kecermatan Preparasi Mulut. hasilnya tidaklah selalu memuaskan. 1991 : 128) Rencana perawatan merupakan tahap yang tidak bias dilepaskan dari proses diagnostik. Haryanto dkk. yaitu : 1. 1991 : 128) Rencana perawatan kemudian disusun berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan secara tuntas. Meskipun seluruh prosedur teknis telah diselesaikan oleh dokter gigi maupun tekniker. hendaknya semua aspek ditinjau dan dipertimbangkan. konservatif termasuk endodontic. sehingga terlihat jelas tahapan-tahapan perawatan yang akan dilakukan. Tanpa rincian yang baik. menguntungkan atau merugikan proses pembuatan galigi tiruan sebagian lepasan. bila hal ini tidak ditunjang Persiapan atau Preparasi Mulut yang cermat sesuai Rencana Perawatan yang telah disusun. dalam proses ini biasanya langkah-langkah pendahuluan. Haryanto dkk. Rencana perawatan harus dirinci selengkap dan sebaik mungkin. bahkan orthodontik perlu dilaksanakan untuk mempersiapkan mulut pasien menerima geligi tiruan yang akan dipakainya. Preparasi Mulut ada dua tahapan. Kedua.