TAHAP PENENTUAN DESAIN GTSL Gigi tiruan sebagian adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengembalikan beberapa

gigi asli yang hilang dengan dukungan utama adalah jaringan lunak di bawah plat dasar dan dukungan tambahan dari gigi asli yang masih tertinggal dan terpilih sebagai gigi pegangan / abutment. 1. Tahap I : Menentukan kelas dari masing-masing daerah tak bergigi. 2. Tahap II : Menentukan macam-macam dukungan dari setiap sadel. 3. Tahap III : Menentukan macam retainer / penahan. 4. Tahap IV : Menentukan macam konektor. I. Tahap I Menentukan kelas dari masing-masing daerah tak bergigi untuk setiap rahang. Klasifikasi yang umum digunakan adalah Klasifikasi Kennedy (1923) berdasarkan letak daerah tak bergigi/sadel dan free end : a) Kelas I Daerah tidak bergigi terletak dibagian posterior dari gigi yang masih ada dan berada pada kedua sisi rahang / Bilateral Free End b) Kelas II Daerah yang tidak bergigi terletak dibagian posterior gigi yg ada, pada 1 sisi rahang/unilateral free end. c) Kelas III Daerah yang tidak bergigi terletak diantara gigi yang masih ada dibagian posterior. d) Kelas IV Daerah yang tidak bergigi terletak dibagian anterior dan melewati garis tengah rahang/median line. Untuk kelas ini tidak ada modifikasi II. Tahap II Menentukan macam-macam dukungan dari setiap sadel. Terdapat 3 (tiga) macam jenis dukungan gigi tiruan, yaitu: a. Tooth borne Dukungan gigi tiruan diperoleh dari gigi tetangga / gigi yang masih dapat dijadikan sebagai pendukung. b. Mucose/tissue borne Dukungan gigi tiruan diperoleh dari mukosa. c. Mucosa and tooth Dukungan gigi tiruan diperoleh dari gigi dan mukosa. Dukungan terbaik untuk protesa sebagian lepasan hanya dapat diperoleh bila factor-faktor berikut ini diperhatikan dan dipertimbangkan. Faktor-faktor tersebut adalah kejadian jaringan , pendukung, panjang sadel, jumlah sadel, dan keadaan rahang yang akan dipasangi geligi tiruan. Apabila jaringan gigi sehat, dukungan sebaiknya berasal dari gigi, tetapi bila keadaan gigi sudah meragukan, sebaiknya dukungan dipilih dari mukosa dengan memperhatikan bahwa: (a) Jaringan mukosa di bawah sadel sehat dan cukup tebal, (b) Bagian plat kortikal dari tulang alveolar di bawah sadel padat dan terletak di atas tulang trabekula dan kanselus yang sehat,

Indirect Retainer Indirect Retainer adalah bagian dari GTS yang berguna untuk menahan terlepasnya gigi tiruan secara tidak langsung. yaitu: 1. I clasp 9.(c) Pasien tidak pernah menderita penyakit atau kelainan yang berkaitan dengan resorpsi tulang secara cepat. dukungan. Syarat konektor utama adalah: 1. stabilisasi. Ciri khas cangkolan tuang oklusal adalah lengan-lengannya berasal dari permukaan oklusal gigi dan merupakan cangkolan yang paling sesuai untuk kasus-kasus gigi tiruan dukungan gigi karena konstruksinya sederhana dan efektif. Compound clasp / Embrasure clasp. Tahap III Menentukan macam retainer / penahan yang digunakan dalam pemakaian gigi tiruan. Kombinasi Akers-Roach 4. Akers clasp 2. IV. Roach clasp 3. III.Fungsi konektor utama adalah menyalurkan daya kunyah yang diterima dari satu sisi kepada sisi yang lain. a. Direct retainer ini dapat berupa klamer/cengkeram dan presisi yang berkontak langsung dengan permukaan gigi pegangan. Back Action clasp 5. Tidak mengganggu gerak jaringan . Macam-macam cangkolan menurut Ney. T clasp 8. Retensi itu dapat berupa lingual bar atau lingual plate bar. Reverse back Action clasp 6. Konektor Utama Merupakan bagian dari GTSL yang menghubungkan komponen-komponen yang terdapat pada satu sisi rahang dengan sisi yang lain atau bagian yang menghubungkan basis dengan retainer. Rigid 2. Terdapat 2 (dua) jenis konektor yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan desain: a. Retensi tak langsung diperoleh dengan cara memberikan retensi pada sisi berlawanan dari garis fulkrum tempat gaya tadi bekerja. Fungsi direct retainer adalah untuk mencegah terlepasnya gigi tiruan ke arah oklusal. Ring clasp 7. retensi. Prinsip desain cangkolan yaitu pemelukan. Tahap IV Menentukan macam konektor yang akan digunakan sesuai desain dan kebutuhan bagi pasien pemakai gigi tiruan. dan pasifitas. Terdapat 2 (dua) macam jenis yang retainer yang dapat digunakan sesuai kebutuhan desain gigi tiruan. Direct Retainer Merupakan bagian dari cangkolan GTS yang berguna untuk menahan terlepasnya gigi tiruan secara langsung. pengimbangan. b.

Tidak menyebabkan tergeseknya mukosa dan gingiva 4. menghubungkan bagian-bagian GTS dengan konektor utama. b. Dalam pembun hal ini harus mudatan deasain perlu dipikirkan kemungkinan perlunya pelapisan atau penggantian basis di kemudian hari dan hal ini harus mudah dilakukan. Pada rahang atas dapat berupa single palatal bar. Desain cengkram harus dibuat sedemikian sehingga tekanan kunyah yang bekerja pada gigi penahan jadi seminimal mungkin 3. Konektor minor Konektor minor merupakan bagian GTSL yang menghubungkan konektor utama dengan bagian lain. antero-posterior palatal bar dan palatal palate. Biasanya diletakkan pada daerah embrasur gigi dan harus berbentuk melancip ke arah gigi penyangganya. U-shaped palatal connector. Konektor utama dapat berupa bar atau plate tergantung lokasi. menyalurkan efek penahan. Perlu dilakukan pencetakan ganda agar keseimbngan penerimaan beban kunyah antara gigi dan mukosa dapat dicapai 4. Bahan geligi tiruan Khusus untuk kasus berujung bebas. Tepi konektor utama cukup jauh dari margin gingiva 5. sandaran dan bagian pengimbangan kepada sandaran serta mentransfer efek retainer/klamer serta komponen gigi lain ke gigi tiruan. Sandaran oklusal hendaknya diletakkan menjauhi daerah tak bergigi 5. Dasar pertimbangan pemilihan konektor adalah : 1. misalnya sandaran oklusal. Fungsi konektor minor adalah meneruskan tekanan oklusal / beban oklusi ke gigi peganggan. Tepi dibentuk membulat dan tidak tajam supaya tidak menganggu lidah dan pipi. Pengalaman pasien 2. Pada rahang bawah dapat berupa lingual bar dan lingual plate. hal-hal berikut ini perlu diperhatikan : 1. jumlah gigi yang hilang. Perlu adanya penahan tak langsung 2.3. Stabilisasi 3. membantu stabilisasi dengan menahan gaya pelepasan. dan rahang mana yang dibuatkan. Berdasarkan skenario .

Pertama. konektor. 1991). Sandaran (rest) Sandaran merupakan bagian geligi tiruan yang bersandar pada permukaan gigi penyangga dan dibuat dengan tujuan memberikan dukungan vertikal pada protesa. sesuai dengan fungsinya masing-masing.. sandaran oklusal. dukungan rugae.II. Konektor (connector) Konektor pada tiap rahang dapat dibagi menjadi konektor utama (major connector) dan konektor minor (minor connector). perluasan basis/ plat (Suryatenggara et al. Penahan dapat dibagi menjadi dua kelompok. Penahan (retainer) Penahan merupakan bagian geligi tiruan sebagian lepasan yang berfungsi memberi retensi dan karenanya mampu menahan protesa tetap pada tempatnya. 1991). Kedua. 1991). Macam-macam bentuk penahan tak langsung antara lain.. terdiri dari bagian-bagian penahan. penahan langsung (direct retainer) yang berkontak langsung dengan permukaan gigi penyangga dan dapat berupa cengkeram atau kaitan presisi (Suryatenggara et al. Sandaran dapat ditempatkan pada permukaan oklusal gigi posterior atau pada permukaan lingual gigi anterior (Suryatenggara et al. penahan tak langsung (indirect retainer) yang memberikan retensi untuk melawan gaya yang cenderung melepas protesa ke arah oklusal dan bekerja pada basis. sandaran dan elemen gigi tiruan. basis.. Konektor utama merupakan bagian geligi tiruan sebagian lepasan yang menghubungkan bagian protesa yang terletak pada . Retensi tak langsung ini diperoleh dengan cara memberikan retensi pada sisi berlawanan dari garis fulkrum dimana gaya tadi bekerja. Komponen Protesa Sebagian Lepasan Pada umumnya geligi tiruan yang konvensional baik yang terbuat dari plastik maupun dari kerangka logam.

warna dan bahan elemen (Suryatenggara et al. Seleksi gigi tiruan kadang-kadang merupakan tahap yang cukup sulit dalam proses pembuatan protesa. tekstur permukaan. Basis dukungan jaringan Dukungan jaringan ini penting. Basis Geligi Tiruan (saddle) Basis geligi tiruan merupakan bagian yang menggantikan tulang alveolar yang sudah hilang dan berfungsi mendukung gigi (elemen) tiruan. yang semata-mata merupakan span yang dibatasi gigi asli pada kedua sisinya. Elemen Gigi Tiruan Elemen gigi merupakan bagian geligi tiruan sebagian lepasan yang berfungsi menggantikan gigi asli yang hilang. bukal. agar tekanan kunyah dapat disalurkan ke permukaan yang lebih luas. b. Konektor minor atau tambahan merupakan bagian geligi tiruan sebagian lepasan yang menghubungkan konektor utam dengan bagian lain (Suryatenggara et al.. Basis geligi tiruan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu. Basis dukungan gigi Pada basis dukungan gigi.Penderita yang hipersensitif terhadap resin . basis bersama-sama elemen gigi tiruan berfungsi pula mencegah migrasi horisontal gigi tetangga. GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN TERDIRI DARI KOMPONEN-KOMPONEN: 1. Dalam seleksi elemen ada metode untuk pemilihan gigi anterior dan posterior serta faktor-faktor yang harus diperhatikan yaitu ukuran. tekanan oklusal secara langsung disalurkan kepada gigi penyangga melalui kedua sandaran oklusal. Suatu bagian GTS yang terbuat dari akrilik untuk mendukung gigi tiruan dan memindahkan tekanan oklusal ke jaringan di bawahnya. serta migrasi vertikal gigi antagonis..Sebagai basis resin menunjukkan kelebihan . sehingga tekanan persatuan luas menjadi lebih kecil Macam-macam bahan basis: a. 1991).Permintaan penderita .Resin Indikasi basis resin .Kasus basis dukungan gigi dengan desain unilateral . 1991). (1) basis dukungan gigi atau basis tertutup (bounded saddle) dan (2) basis dukungan jaringan atau kombinasi atau berujung bebas (free end) (Suryatenggra et al.Penderita dengan gaya kunyah abnormal . Metal Indikasi pemakaian basis metal . lingual. Selain fungsi tadi.Resin merupakan bahan terpilih untuk basis protesa .Ruang intermaksiller kecil .  Macam-macam basis geligi tiruan: a. Basis Disebut juga plat protesa adalah bagian dari gigi tiruan yang menutupi mukosa mulut di daerah palatum labial.. kecuali pada kasus masih ada gigi asli yang bisa dijadikan panduan.Warnanya harmonis dengan jaringan sekitarnya  .salah satu sisi rahang dengan yang ada pada sisi lainnya. 1991). bentuk.

 Elemen gigi tiruan logam: a. Mudah aus. alur c. Menggantikan jaringan yang hilang serta memberikan dukungan kepada bibir dan pipi(estetik) 2. karena adanya gaya adhesif antara basis dengan mukosa yang dibatasi dengan media air ludah c. Untuk meneruskan tekanan kunyah ke mukosa dan tulang alveolar di bawahnya. Tidak berubah warna d. Mudah tergores e. Biasanya dibuat sendiri sesuai dengan ruang protesa yang ada. Logam. Luas/lebar. Menyerap air. Tidak dapat. Sadel Adalah bagian dari gigi tiruan yang menutupi mukosa di atas prosesus alveolaris dan mendukung elemen gigi tiruan. Tidak mudah aus/tergores b.  . Biaya. Tidak baik dipakai untuk prosesus alveoalris yang datar(resorbsi). Murah. Tidak dapat diasah e. Dapat berubah warna d. Mahal Fungsi basis: a. sehingga elemen gigi tiruan harus mempunyai retensi untuk pelekatnya terhadap basis bentuk retensi gigi tiruan porselen: undercur. Estetis kurang baik . Tidak dapat. Bila sadel letaknya: a. Kuat. baik sekali dipakai untuk prosesus alvolaris yang datar  Elemen gigi tiruan porselen: a. Antara gigi asli diseut bounded saddle b. Baik. terutama pada penderita yang mempunyai kekuatan kunyah yang kuat c. Untuk memberi retensi dari protesa. b. Lebih berat daripada akrilik f. Mudah dibentuk/diperkecil sesuai dengan ruangan f.  Elemen gigi tiruan resin akrilik: a. Posterior dari gigi asli disebut free end saddle 3. Dapat diasah dan dipoles h. Kurang. b.Harganya murah Beda basis akrilik dengan logam: Kriteria. Bahan dasar gigi tiruan dapat bermacam-macam. Kekuatan. Tempat melekatnya cengkeram d. terutama untuk gigi posterior yang ruang protesanya sempit.logam. Kurang. Sukar. yaitu:resin akrilik. Tidak luas. Penghantar panas. Dapat.Dapat dilapisi dan dicekatkan kembali dengan mudah . Dapat.Teknik pembuatan dan pemolesannya mudah . Mudah. Elemen gigi tiruan Adalah bagian dari gigi tiruan yang merupakan bentuk gigi tiruan dari gigi asli yang hilang. Perubahan warna. Luas basis. Karena sifat mudah aus. Lebih ringan dibanding gigi tiruan yang dari porselen dan logam g. pin. porselen.Relatif lebih ringan . Akrilik. Proses pembuatan. Perlekatannya dengan basis secara mekanis.

bentuk anatomis dan besarnya normal .untuk meneruskan beban kunyah ke gigi penjangkaran .tertanam dalam tulang alveolar dengan perbandingan mahkota akar 2:3 . yaitu bagian dari cengekaram kawat yang terletak di bagaian oklusal gigi.tidak ada kelainan periapikal . Sifat agak lentur.posisi dalam lengkung gigi normal .c. konus .  Fungsi cengkeram: . hypoplasia.sedapat mungkin tidak goyang  Cengkeram kawat Bagian-bagian dari cengkeram kawat: a. Sifat kaku. yaitu bagian dari lengan yang terleta di atas lingkaran terbesar dari gigi.jaringan periodonta sehat .untuk stabilisasi . harus kontak garis b. panjang ¡Ó1/3 lebar mesio-distal gigi. Cengkeram Disebut juga klammer.Syarat umum gigi penjangkaran: . Lengan. yaitu bagian dari cengkeram kawat yang terletak/melingkari bagian bukal/lingual gigi penjangkaran. jarak bagian jari ke servikal gigi: cengkeram paradental:1/2-1 mm cengekeram gingival:1 . karies. ujung jari tidak boleh menyinggung gigi tetangga dan tidak boleh tajam/harus dibulatkan d. Sifat kaku. berfungsi untuk retensi dan stabilisasi b. Bahu. Oklusal rest. Berfungsi untuk meneruskan beban kunyah ke gigi penjangkaran f. Badan/body. Sifat kaku dan berfungsi untuk stabilisasi yaitu menahan gaya-gaya bucco-lingual d. Misalnya: tambalan yang besar. yaitu bagian dari cengkeram kawat yang tertanam dalam basis akrilik  Syarat-syarat cengkeram kawat yang melingkari gigi: a.tidak ada kerusakan/kelainan.keadaan akar gigi: .-2 mm . dan berfungsi untuk stabilisasi yaitu menaha gaya-gaya antero-posterior e. Retensi dalam akrilik. Sifat lentur/fleksibel dan berfungsi untuk retensi c. bagian cengkeram yang melalui oklusal gigi tidak boleh mengganggu oklusi/artikulasi f. Jari.untuk retensi . Tahan terhadap daya kunyah yang besar/kuat 4. Terbuat dari kawat stainless steel/ logam tuang.bentuk ukurannya normal . tidak boleh menekan/harus pasif c.gigi vital atau non vital yang telah dilakukan PSA dengan sempurna . yaitu cengekaram kawat yang terletak di atas titik kontak gigi di daerah aproksimal. yang melingkari / memegang gigi penjangakaran. tidak ada lekukan bekas tang(luka)pada lengan cengkeram e. yaitu bagian dari lengan yang terletakdi bawah lingkaran terbesar gigi. Cengekram adalah bagian dari gigi tiruan lepas yang berbentuk bulat/gepeng.

turun ke bukal melalui di bawah lingkaran terbesar. Cengkeram Jackson Desain cengkeram ini mulai dari palatal/lingual. Cengkeram S Desain cengkeram ini mulai dari bukal terus ke oklusal/insisal di atas titik kontak. terus ke oklusal di atas titik kontak. kemudian turun ke bawah masuk ke dalam akrilik Indikasi: Untuk kaninus rahang atas perlu diperhatikan agar letak cengkeram tidak mengganggu oklusi e. jackson paradental Desainnya mulai dari bukal terus ke oklusal di atas titik kontak.g. yang ada hanya rest di atas cingulum Indikasi: hanya untuk kaninus. Indikasi: gigi molar. masuk dalam akrilik. Cengkeram . turun ke lingual dan terus ke retensi akrilik Indikasi: gigi molar dan premolar gigi terlalu cembung sehingga cengkeram jackson sulit melaluinya ada titik kontak yang baik di anatar 2 gigi d.premolar yang mempunyai kontak yang baik di bagian mesial dan distalnya Bila gigi penjangkaran terlalu cembung. naik lagi ke oklusal di atas titik kontak. Indikasi: molar.oklusal rest . c.cengkeram paradental harus mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penjangkaran atau melalui titik kontak antara gigi penjangkaran dengan gigi tetangganya. bagian retensi dalam akrilik harus dibengkokkan  Macam-macam desain cengkeram Desain cengkeram menurut fungsinya dibagi dalam dua bagian: 1.Indikasi: gigi molar dan premolar b. turun ke lingual masuk retensi akrilik. Cengkeram paradental Yaitu cengkeram yang fungsinya selain dari retensi dan stabilisasi protesa. Cengkeram rush angker Desainnya mulai dari oklusal di aproksimal(daerah mesial/distal)terus ke arah lingual ke bawah. Fungsi: hanya untuk menerusan beban kunyah dan stabilisasi f.lengan bukal dan lingual . Macam-macam cengkeram paradental: a. Cengkeram 3 jari terdiri dari: . premolar yang mempunyai titik kontak yang baik. Fungsi: hanya untuk meneruskan beban kunyah protesa ke gigi penjangkaran dan sebagai retensi pada pembuatan splin .bahu . juga sebagai alat untuk meneruskan beban kunyah yang diterima gigi tiruan ke gigi penjangkarannya Jadi. seringkali cengkeram ini sulit masuk pada waktu pemasangan protesa.bagian retensi dalam akrilik . Bentuk cingulum harus baik. Cengkeram Kippmeider Tidak mempunyai lengan.body . turun ke lingual melalu atas cingulum.

maka cengkeram ini tidak mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penjangkaran. dengan memanfaatkan gerong retentif pada bagian distal dan mesiobukal. Fungsi: untuk tambahan retensi. Cengkeram vestibular finger Cengkeram ini berjalan mulai dari sayap bukal protesa ke arah undercut di vestibulum bagian labial. estetik tidak penting. Cengkram akers Merupakan bentuk dasar dari sirkumferensial. bisa diatas permukaan oklusal. Cengkram ini merupakan pilihan pertama untuk gigi molar dan premolar. 2.premolar dan kaninus d. Half and half clasp : Digunakan pada gigi premolar yang berdiri sendiri 6. Cengkeram . jacson paradental bedanya cengkeram ini melalui bagian proksimal dekat diastema dan di bagian lingual lurus ke bawah. Cengkram mengarah belakang (back action clasp) Jenis cengkram ini digunakan pada gigi posterior dengan retensi sedikit. Cengkeram gingival Yaitu cengkeram yang fungsinya hanya untuk retensi dan stabilisasi protesa. Cengkeram 2 jari panjang Desainnya seperti cengkeram 2 jari. ujungnya ditutupi akrilik. hanya tidak mempunyai rest. Cengkeram 2 jari Desainnya sama dengan cengkeram 3 jari. Cengkeram roach Desainnya mulai dari oklusal di daerah titik kontak aproksimal. seperti pada molar atas.g. premolar. cengkram ini terdiri dari lengan bukal. terutama bila gigi tidak miring. Cengkram multiple 9. dan sebuah sandaran oklusal. jacson Hampir sama dengan cengkeram . Cengkram kaninusCengkram akers ganda 7. Indikasi: gigi molar dan premolar b. Cengkram kail ikan : Merupakan kombinasi dari cengkram akers 3. karena tidak berfungsi untuk meneruskan beban kunyah yang diterima protesa ke gigi penjangkaran. 4. Jadi. Macam-macam cengkeram gingival: a. tetapi kurang efektif  Kelompok cengkram tuang oklusal 1. Reverse back action clasp 5. masuk dalam akrilik Indiksai:gigi molar dan premolar yang mempunyai konta yang baik. dan letak gerong retentif jauh dari daerah tak bergigi. c. turun ke bukal dan lingual terus ke aproksimal di daerah diastema. lengan lingual. dimana gigi yang deat diastema urang kuat(goyang 10). hanya disini melingkari 2 gigi berdekatan Iindikasi:gigi molar. Indikasi: gigi sisa hanya gigi anterior yangtidak dapat dilingkari cengkeram. dan bagian vestibulum labial harus mempunyai undercut yang cukup. 2. Cengkram embrassur 8. tetap di tepi lingual indikasi:gigi molar. Cengkram cincin .

Retensi Daya perlawanan terhadap lepasnya protesa atau gigi tiruan. Bila memerlukan dua klamer atau lebih maka hendaknya dipilihkan gigi yang letaknya sejajar. d. adhesi. Kedudukan gigi tersebut hendaknya tegak lurus dengan prosesus alveolaris. Cengkram lengan panjang 11. Perlekatan gigi diatas ridge. Cengkram mesio-distal Faktor – faktor yang perlu diperhatikan menentukan disain GTS adalah sebagai berikut : 1. Gigi tiruan harus tampak asli dan pantas untuk tiap – tiap pasien meliputi warna dan inklinasi gigi. Gambaran counturing harus sesuai dengan keadaan pasien. contour. Akarnya panjang b. 3. TAHAPAN PEMBUATAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN A. Cengkram kombinasi  Kelompok cengkram tuang gingival 1. Penempatan klamer harus sedemikian rupa sehingga tidak terlihat dalam posisi bagaimanapun. landasan denture. Cengkram proksimal de van 2. 3. Estetika Dalam prostodonsia. tekanan atmosfer. Gigi pilar harus cukup kuat. Anamnesa Indikasi . Stagnasi ditentukan oleh tiga titik sandaran yang harus meliputi luas permukaan yang sebesar – besarnya agar beban yang diterima protesa setiap unit bisa sekecil. Tidak ada kelainan jaringan periodontal pada gigi penyangga. Makin banyak akar makin kuat d. b. dan surface tension. 4. 5. Faktor pemberi retensi antara lain kualitas klamer. Masuk kedalam prosesus alveolaris dalam dan tidak longgar c. Gigi pilar tidak boleh goyang e. Cengkram batang roach 3. Syarat – syarat pemilihan gigi abutmen yang digunakan sebagai pegangan klamer adalah : 1. oklusi. Stabilisasi Perlawanan atas ketahanan terhadap pemindahan tempat. 2. c. Gigi tersebut masih vital atau tidak mengalami perawatan.10. yang berhubungan dengan permukaan GTS adalah : a. oclusal rest . Bentuk mahkota sedapat mungkin sesuai dengan macam klamer yang digunakan. Kunjungan Pertama 1. gigi yang letaknya rotasi atau berputar tidak baik untuk pilar. a. 2.

kemudian sendok ditekan ke processus alveolaris. 3. setelah mencapai konsistensi tertentu dimasukkan ke dalam sendok cetak. tengah dan kelingking turut menekan sendok dari posterior ke anterior. Posisi operator di samping kanan belakang. Setelah posisinya benar sendok cetak ditekan ke atas.Metode mencetak : mucocompresi .Cara mencetak Rahang Atas : Bahan cetak diaduk. dilakukan muscle trimming supaya bahan mencapai lipatan mucobuccal. Di samping itu dilakukan muscle triming agar bahan cetak mencapai lipatan mukosa. polishing. Sebelumnya bibir dan pipi penderita diangkat dengan jari telunjuk kiri. . Kunjungan Kedua 1. Membuat Studi Model . Posisi dipertahankan sampai setting. Masukkan sendok cetak dan bahan cetak ke dalam mulut.2. wax elimination. kemudian sendok dikeluarkan dari mulut dan dibersihkan dari saliva.Bahan Cetak : Hyidrokoloid Irreversible (alginat) . kemudian dimasukkan ke dalam mulut pasien dan tekan posisi ke atas atau ke bawah sesuai dengan rahang yang dicetak. Pembuatan basis gigi tiruan dengan menggunakan malam merah yang dibuat sesuai dengan desain gigi tiruan. sehingga garis tengah sendok cetak berimpit dengan garis median wajah. setelah dicapai konsistensi yang tepat dimasukkan ke dalam sendok cetak dengan merata. finishing. processing deflasking. sedang jari manis. Membuat work model . 2. setelah mencapai konsistensi tertentu dimasukkan ke dalam sendok cetak. Pembuatan cangkolan yang akan digunakan untuk retensi gigi tiruan dengan melakukan survey model terlebih dahulu pada gigi yang akan dipakai sebagai tempat cangkolan berada nantinya. B. Hasil cetakan diisi dengan stone gips dan di-boxing. Pasien disuruh mengucapkan huruf U dan dibantu dengan trimming.Metode Mencetak : Mucostatik Posisi operator : rahang bawah : di kanan depan pasien Posisi pasien : rahang baawah : pasien duduk tegak dan bidang oklusal sejajar lantai posisi mulut setinggi siku operator. packing.Alat : Sendok cetak nomor dua . Posisi operator di samping kanan depan.Alat : sendok cetak fisiologis .Cara mencetak Mula-mula dibuat adonan sesuai dengan perbandingan P/W yaitu 3:1. Proses flasking. Pasien dianjurkan untuk membuang air ludah. .Bahan cetak : hyidrokoloid irreversible (alginat) . Posisi dipertahankan sampai setting. Rahang Bawah : Bahan cetak diaduk. Masukkan sendok cetak dan bahan cetak ke dalam mulut. Pasien diinstruksikan untuk menjulur lidah dan mengucapkan huruf U. 4.

. 3. Berikut prosedur kerja flasking : 1. gigi-gigi akan ikut pada flask bagian atas. Cara flasking ada 2. yang disebut packing through). Aduklah adonan gips. 6. Holding the casting: permukaan labial gigi-gigi ditutup stone/gips sehingga setelah boiling out akan terlihat seperti gua kecil. Setelah gips mengeras. Setelah stone mengeras. b. Pada waktu packing adonan akrilik harus melewaqti bagian bawah gigi untuk mencapai daerah sayap. finishing. Pulling the casting ialah seperti cara di atas: dimana setelah boiling out. 3. Posisi gigi ditentukan oleh kebutuhan untuk mendapatkan oklusi yang memuaskan dengan gigi asli atau gigi tiruan antagonis untuk mendapatkan derajat oklusi yang seimbang. Proses flasking. Try – in basis gigi tiruan akrilik dengan cangkolannya. 4. packing. Malam merah dilunakkan kemudian pasien diminta mengigit malam tersebut. Pemasangan model RA dan RB pada artikulator dengan memperhatikan relasi gigitan kerja yang telah kita dapatkan tadi. polishing. selama 15 menit untuk melunakkan malam. 2. kemudian letakkan di flask bagian bawah lalu model ditanam dalm flask tersebut. processing deflasking. Buatlah adonan stone dan kuaskan pada gigi-gigi dan malam geligi tiruan sambil digetarkan untuk mencegah terjadinya gelembung-gelembung udara. wax elimination. 7. yaitu: a. setelah gips agak mengeras dirapikan. Kunjungan Ketiga 1. dan malam dibuang.C. Sebelum flasking ulasilah seluruh bagian dalam flask dengan lapisan vaselin tipis dan plug bagian bawah flask diletakkan. buatlah adonan stone kedua dan tuangkan kedalam flask sampai penuh lalu flask ditutup dan ditaruh di bawah press (bagian-bagian flask kontak antar metal). Boiling Out Setelah flasking dilakukan. keuntungannya adalah memulaskan separating medium dan packingnya mudah. Malam dibentuk sesuai dengan kontur alami prosesus alveolar dan tepi gingiva. 5. 4. Bagian tepi/dasar model dikuas dengan separating medium (vaselin/ air sabun). lalu isikan stone kedalam flask sampai batas permukaan oklusal gigi-gigi. kemudian letakkan model dalam flask bagian bawah untuk memastikan bahwa flasknya cukup. bagian gips dicat dengan vaselin/ air sabun. karena seluruh mold terlihat. Pilih flask yang ukurannya sesuai dengan model. 5. Penyusunan gigi tiruan dimana pada kasus ini akan dipasang gigi posterior maka perlu diperhatikan bentuk dan ukuran gigi yang akan dipasang. Pasang flask bagian atas tanpa tutup. dan memisahkan kuvet. Flasking Flasking ialah suatu proses penanaman model dan “trial denture” malam dalam suatu flasfk/cuvet untuk membuat sectional mold. Pembuatan gigitan kerja yang digunakan untuk menetapkan hubungan yang tepat dari model RA dan RB sebelum dipasang di artikulator dengan cara : pada basis gigi tiruan yang telah kita buat tadi ditambahkan dua lapis malam merah dimana ukurannya kita sesuaikan dengan lengkung gigi pasien. mold harus betul-betul keras paling tidak kurang lebih 1 jam sebelum bagian kuvet dipisahkan. 2. Kuvet ditaruh pada dalam air yang mendidih dengan suhu 130oF.

Dry method ialah cara mencampur monomer dan polimer langsung didalam mold. b.2-0. .Setelah pemisahan malam. Yang mempunyai dua metode yaitu: a. Jika separator tidak sengaja menutupi bagian denture gigi.006% hydroquinone untuk mencegah berlangsungnya polimerisasi selama penyimpanan.5% benzoyl peroksida Pigmen. Rubbery stage: kenyal seperti karet. Bahan akrilik heat cured 2. Dough/packing stage: adonan bersifat plastis. Wet method ialah cara mencampur monomer dan polimer di luar mold dan bila sudah mencapai dough stage baru dimasukkan ke dalam mold. Packing Acrylic Packing acrylic adalah proses mencampur monomer dan polimer resin akrilik. terutama pada permukaannya sehingga terjadi permukaan yang kasar. Stringy/sticky stage: adonan apabila disentuh dengan jari/alat bersifat lekat. apabila ditarik membentuk serat. Powder: polimer. Bahan ini berasal dari asam acrolain atau gliserin aldehida. 5. Stabiliser sekitar 0. 2. Mold yang telah dicuci ditinggalkan untuk pendinginan selama 10 menit. Panas membantu mempercepat penetrasi dalam pemisahan dental plaster dan mempercepat pengeringan. monomer bebas meresap ke dalam polimer. Penggunaannya adalah dengan mencampur kedua kemasan tersebut sampai didapatkan massa yang plastis agar dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Bahan akrilik self cured 3. Rigid stage: kaku dan keras. Wet sand/sandy stage: adoan seperti pasir 2. 4. 6. Pada tahap ini adonan telah menjadi keras dan getas pada permukaannya. maka material yang terkontaminasi dapat dihilangkan menggunakan sikat atau alat yang lain. sekitar 1% tercampur dalam partikel polimer. sedang keadaan dibagian dalam adukan masih kenyal. Pada tahap ini sifat lekat hilang dan adonan mudah dibentuk sesuai dengan bentuk yang kita inginkan. Initiator peroksida berupa 0. Cairan: monomer yaitu metil metakrilat. Macam-macam bahan akrilik adalah: 1. Resin akrilik adalah suatu polimer yang berbentuk bubuk dan monomer yang berbentuk cair. maka mold siap untuk pembuatan resin akrilik. Proses pencampuran monomer dan polimer mengalami 6 stadium: 1. Pada tahap ini telah banyak monomer yang menguap. Butir-butir polimer mulai larut. Setelah pemisahan kuvet telah mengering dan kuvet telah mengering dengan suhu yang sesuai dengan suhu kamar. Nama acrylic berasal dari bahasa latin yaitu acrolain yang berarti bau tajam. bagian mold dicuci dengan air panas hingga tidak terdapat lagi sisa residu. Bahan akrilik light cured Komposisi dari bahan polimerisasi: 1. Puddled sand: adonan seperti lumpur basah 3. polimetil metakrilat baik serbuk yang diperoleh dari polimerisasi metal metakrilat dalam air maupun partikel yang tidak teratur bentukannya yang diperoleh dengan cara menggerinda batangan polimer.

Komposit pertama yang dikeraskan oleh proses polimerisasi teraktivasi kimia. Curing Proses curing adalah polimerisasi antara monomer yang bereaksi dengan polimernya bila dipanaskan atau ditambah zat kimia lainnya. memasukkan bahan dan pembentukan bahan pembentukan kontur restorasi harus diselesaikan begitu tahap inisiasi selesai. Porositas dapat juga disebabkan oleh mold yang kurang terisi atau selama curing kurang di press sehingga terjadi shrinkage porosity. Jadi. Vapour heat : dipanaskan dengan uap panas 3. dan pasang kuvet antagonis. Pencampuran resin akrilik. Letakkan kertas selopan diatas resin akrilik. Masalah lain dengan cold curing adalah bahwa operator tidak memiliki pengendalian waktu kerja setelah bahan diaduk. Selama proses pengadukan. d. kadang kadang disebut sebagai cold curing. g. Packing resin akrilik yang sudah dough stage kedalam mold dengan jari telunjuk yang terbungkus kertas selopan. Oleh karena itu. pada tahap permulaan polimerisasi. proses . Dry heat : dipanaskan dengan udara kering 2. adonan siap dimasukkan kedalam mold. 3:1). Jadi. Jar dibuka dan bahan di tes dengan spatula. Secara thermis yang disebut heat curing 2. e. 1. b. f. Cold curing diawali dengan pengadukan kedua pasta. Dengan demikian panas yang timbul dari reaksi polimerisasi dapat dialihkan ke bahan investingnya. Gelembung udara ini mengandng oksigen yang menyebabkan penghambatan oksigen selama polimerisasi. c. tuang monomer kedalam mixing jar porselen yang bersih dan masukkan polimer sampai semua cairan terserap dalam bubuk (polimer:monomer. Pemberian panas dapat secara : 1. temperature air harus dijaga jangan terlalu tinggi. Polimerisasi ada 2 cara yaitu. lepas kertas selopan. Water heat : dipanaskan dengan air panas yang biasa digunakan di laboratorium Pemberian panas ini harus teratur karena reaksi kimia antara monomer dan polimer itu sendiri bersifat exsothermis. Adonan dipacking satu arah untuk menghindari terjebaknya hawa udara antar resin akrilik dan mold.Prosedur kerja packing: a. Secara khemis (zat kimianya sudah ditambah dengan monomer) yang disebut dengan cold/self curing. dan pemanasan yang berlebihan sehingga monomer mendidih akan mengakibatkan terjadinya porositas pada hasil curing. kemudian press dan pasang baut. Aduk campuran dengan spatula stainless steal sampai monomer dan polimer tercampur dengan baik. Bila polimerisasi telah dimulai maka temperature resin akrilik akan jauh lebih tinggi dari airnya dan monomernya akan mendidih pada temperature 1000C. jika sudah lunak dan tidak lengket (dough stage). Pasang tutup mixing jar untuk mencegah menguapnya monomer saat polimerisasi dan diamkan selama waktu yang dianjurkan pabrik. hampir tidak mungkin mencegah masuknya gelembung udara kedalam adukan. Press dan buang kelebihan sebanyak 2 kali.

4. Finishing dan Polishing Finishing Finishing merupakan proses atau tahap penyelesaiaan geligi tiruan dari menyempurnakan bentuk akhir geligi tiruan dengan membuang sisa-sisa resin akrilik di sekitar gigi. jika geligi tiruan malam telah di wax contouring dengan seksama sesuai dengan bentuk yang diinginkan.polimerisasi terus menerus terganggu sampai operator telah menyelesaikan proses pembentukan kontur restorasi. Setelah kuvet dingin. Tonjolan tonjolan akrilik pada permukaan landasan geligi tiruan akibat dari processing. Selain itu. Gelembung air atau bahan asing lainnya yang terjebak dibawah permukaan stone akan membentuk ruang kosong didalam mould. buka dan lepaskan model dari kuvet. Panaskan kuvet hingga air mendidih dan pertahankan selama 15 menit. Masukkan kuvet dan air di dalam panci (air yang masih dingin) 2. Dengan mempertimbangkan kekurangan resin cold curing. Periksalah geligi tiruan dengan jari tangan terhadap gelembung resin akrilik dan hati-hati buanglah bila ada dengan stone/bur bulat kecil. Tekanan yang digunakan waktu prosedur packing dapat menyebabkan resin akrilik patah didalam ruang kosong tersebut dan akan terlihat sebagai gumpalan/nodul diperukaan geligi tiruan yang telah diproses. . Alat dan bahan curing: 1. proses penyelesaian yang diperlukan akan lebih sederhana. 3. Polishing Pemolesan geligi tiruan terdiri dari menghaluskan dan mengkilapkan geligi tiruan tanpa mengubah konturnya . adalah bahwa bahanbahan dengan pengerasan sinar memiliki keuntungan dengan memungkinkan operator menyelesaikan baik pemasukan bahan dan pembentukan kontur restorasi sebelum pengerasan dimulai.aka flash hamya sedikit sekali. Air Prosedur kerja curing: 1. garis luar geligi tiruan dengan mudah dapat ditentukan. Tujuan ini dicapai dengan menggunakan sumber sinar untuk mengaktifkan system inisiator. Alat perebus cuve (panci dan kompor) 2. Berhati-hatilah membuang flash dan sisa stone yang berada disekitar leher gigi dengan sebuah cungkil kecil/pahat yang tajam. buanglah flash dari geligi tiruan de ngan menekan sedikit batas geligi tiruan pada arbon band yang berputar perlahan lahan. Bersihkan sisa gips yang masih melekat pada gigi tiruan akrilik. Timer 3. jika cetakan telah diboxing dengan baik dan geligi malam/ trial denture telah diwaxing dengan baik. Matikan api dan biarkan kuvet dalam panci sampai dingin. Untuk mengatasi masalah ini. Waktu proses penyelesaian berhati-hatilah melindungi batas dan kontur geligi tiruan . bahan-bahan yang tidak memerlukan pengadukan mulai dikembangkan. Flash adalah resin akrilik yang menonjol keluar atara kedua mould karena tekanan yang dilakukan selama prosedur processing . 5. Jika geligi tiruan ditrial packing dengan hati hati .

Bila gigi-giginya dari akrilik. lateral. Gunakan rag wheel (putih) dan pumice halus untuk memoles tepi permukaan lingual dan palatal geligi tiruan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : 1. Gigi tiruan tidak boleh menunjukkan pergeseran pada saat tes ini. diperoleh dari relasi yang erat antara basis gigi tiruan dengan membarana mukosa di bawahnya. Oklusi Yaitu pemeriksaan aspek oklusi pada saat posisi sentrik. 2. maka tidak boleh menyentuh permukaan fasial geligi tiruan. Pada keadaan normal terlihat warna yang tersebar . Suatu rag wheel khusus dan brush wheel harus difunakan dengan salah satu bahan poles. semua guratan dan daerah kasar harus dibuang. Rag wheel harus dibiarkan lembut dan basah dan digunakan dengan pumice basah untuk mencegah panas yang berlebihan dari landasan geligi tiruan. Stabilisasi terlihat dalam keadaan berfungsi. Retensi mekanik terutama diperoleh dari lengan traumatic yang menempati undercut gigi abutment.Untuk mengkilapkan resin akrilik. Stabilisasi Yaitu perlawanan atau ketahanan GTS terhadap gaya yang menyebabkan perpindahan tempat/gaya horizontal. misal pada saat mastikasi. Roda-roda ini tidak boleh digunakan secara bergantian dengan bahan abrasive yang berbeda. Pada permukaan fasial digunakan tekanan seringan mungkin dan putaran roda serendah mungkin. Kunjungan Keempat Dilakukan insersi yaitu pemasangan GTS lepasan dalam mulut pasien. sehingga alat-alat abrasive harus digunakan untuk menghasilkan permukaan geligi tiruan ang licin dan mengkilap. 4. Retensi gigi tiruan ujung bebas di dapat dengan cara : .Retensi fisiologis. Retensi Yaitu kemampuan GTS untuk melawan gaya pemindah yang cenderung memindahkan gigi tiruan ke arah oklusal. caranya dengan memakai kertas artikulasi yang diletakkan di bawah gigi atas dan bawah. Permukaan landasan geligi tiruan yang berhadapan dengan jaringan tidak boleh dipoles. Hilangkan semua kekasaran dari permukaan fasial yang distain dengan brush wheel putih dan bubuk pumice halus yang basah.Retensi mekanik. Karena rag wheel dapat merusak kontur asli dan stain pada permukaan fasial. Setelah itu kertas artikulasi diangkat dan dilakukan pemeriksaan oklusal gigi. sehingga anatomi gigi tidak akan rusak. D. dan anteroposterior. . 3. Pemeriksaan stabilisasi gigi tiruan dengan cara menekan bagian depan dan belakang gigi tiruan secara bergantian. Setelah itu kertas artikulasi pasien diminta melakukan gerakan mengunyah. kemudian pasien diminta melakukan gerakan mengunyah. Part of insertion and part of removement Hambatan pada permukaan gigi atau jaringan yang dijumpai pada saat pemasangan dan pengeluaran gigi tiruan dapat dihilangkan dengan cara pengasahan permukaan gigi tiruan (hanya pada bagian yang perlu saja). diperoleh dari bagian gigi tiruan yang bergesekan dengan struktur anatomi. maka pada waktu pemolesan gigi-gigi akrilik tersebut harus dilindungi dengan menutupi gigi-gigi akrilik tersebut dengan tape.

Gigi tiruan tersebut harus tahan lama 2. FAKTOR KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN GTSL  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan GTS adalah : 1. 2. Kondisi rongga mulut pasien 3. o Pada malam hari atau bila tidak digunakan. o Jangan dipakai untuk makan makanan yang keras dan lengket. Gigi tiruan tersebut tidak boleh merugikan pasien dalam bentuk apapun 4.secara merata pada permukaan gigi. Kooperatifan pasien. o Kontrol seminggu berikutnya setelah insersi. Pemeriksaan objektif o Melihat keadaan mulut dan jaringan mulut o Melihat keadaan GTS lepasan baik pada plat dasar gigi tiruannya maupun pada mukosa di bawahnya. Pengecekan oklusi ini dilakukan sampai tidak terjadi traumatik oklusi.\Apabila timbul rasa sakit setelah pemasangan pasien harap segera kontrol. protesa dilepas dan direndam dalam air dingin yang bersih agar gigi tiruan tersebut tidak berubah ukurannya. Kunjungan Kelima Kontrol dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi. pasien diminta memakai gigi tiruan tersebut terus menerus selama beberapa waktu agar pasien terbiasa. retensi. o Melihat keadaan gigi abutment dan jaringan pendukungnya. Ukuran. o Kebersihan gigi tiruan dan rongga mulut harus selalu dijaga. Gigi tiruan tersebut harus mempunyai konstruksi dan desain yang harmonis. Pemeriksaan subjektif Pasien ditanya apa ada keluhan rasa sakit atau rasa mengganjal saat pemakaian gigi tiruan tersebut. warna. bentuk gigi dan gusi yang cocok . dan stabilisasi gigi tiruan. Retensi dan stabilisasi GTS yang berasal dari cengkram dan anatomi rongga mulut pasien. Instruksi yang harus disampaikan kepada pasien o Mengenai cara pemakaian gigi tiruan tersebut. Tindakan yang perlu dilakukan : 1. 5. 2. Kemampuan tekniker 4. Gigi tiruan tersebut harus dapat mempertahankan dan melindungi gigi yang masih ada serta jaringan yang sekitarnya. o Melihat posisi cangkolan. Bila terlihat warna yang tidak merata pada oklusal gigi maka dilakukan pengurangan pada gigi yang bersangkutan dengan metode selective grinding.  Keberhasilan pembuatan GTS adalah 1. E. o Memperhatikan oklusi. Selective grinding yaitu pengrindingan gigi-gigi menurut hukum MUDL (pengurangan bagian mesial gigi RA dan distal RB) dan BULL (pengurangan bagian bukal RA dan lingual RB). 3. Sebelum dipakai sebaiknya gigi tiruan disikat sampai bersih.

hubungan sentris dan eksentris serta hubungan tonjol yang kurang seimbang 4. Pada akhirnya pembuatan GTS sangat tergantung pada peran serta pasien untuk mau dan dapat beradaptasi dalam pemakaiannya. Jika pasien sadar akan arti pentingnya GTS maka hal ini akan sangat mendukung keberhasilan dari perawatan tersebut. Mudah dipreparasi bila ada kerusakan. Plak gigitiruan mengakibatkan dampak yang tidak diinginkan terhadap gigi penyangga yang sangat penting perannya terhadap perawatan gigitiruan sebagian lepasan. Untuk mendapatkan GTS yang baik dalam memenuhi fungsinya maka pengetahuan yang dimiliki operator harus memadai disamping itu perlu kerjasama yang baik dengan pasien. Daya horizontal dari bibir. pipi dan lidah pada gigi-gigi dan sayap geligi tiruan. Salah satu KERUGIAN pemakaian gigitiruan sebagian lepasan yaitu dapat merusak jaringan mulut yang tersisa. Gigitiruan sebagian lepasan harus didesain untuk dapat mengurangi penumpukan sisa makanan serta plak pada gigi dan tepi gingiva dari gigi penyangga.6. Perluasan landasan geligi tiruan yang tidak memenuhi syarat atau landasan geligi tiruan yang tidak cermat. Hal – hal yang mempengaruhi stabilitas : .Letak sandaran oklusal yang tidak tepat  Kegagalan Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan : 1.1. 3. . 2. Desain kerangka gigitiruan sebagian lepasan juga berperan dalam perkembangan bakteri pada rongga mulut dan pembentukan plak. 3. Manipulasi yang salah: mencetak dan permukaan oklusal yang tidak balance oclution 2. Harganya relatif murah jika dibandingkan dengan GTC. Hal ini disebabkan terhambatnya aksi selfcleansing oleh cangkolan yang terdapat pada gigitiruan sebagian lepasan. Sifat dan material yang hampir sama dengan kondisi mulut 7. Oklusi yang tidak layak yaitu relasi sentris. Desain kerangka gigitiruan sebagian lepasan meningkatkan penumpukan sisa makanan pada bagian yang berkontak dengan permukaan gigi asli.Sayap gigitiruan yang kepanjangan/tebal .2 Keuntungan dan Kerugian Keuntungan perawatan gigitiruan sebagian lepasan dibandingkan dengan gigitiruan cekat adalah biaya yang lebih terjangkau dan prosedur pemeliharaan kebersihan yang lebih mudah dilakukan karena gigitiruan jenis ini dapat dibuka pasang. 2. Penumpukan plak pada gigi penyangga lebih banyak daripada gigi asli yang lain. dimensi vertical dan kontak premature yang salah. jika gigitiruan tidak bergerak _stabilitas baik. Stabilisasi :caranya dengan menekan gigitiruan pada bagian depan dan belakang serta kanan dan kiri secara bergantian. KEUNTUNGAN GTS LEPASAN adalah : 1. Pasien dapat memakai dan melepas sendiri sehingga mudah dan cepat dalam membersihkannya. yang mengganggu aksi selfcleansing oleh lidah dan bukal selama proses pengunyahan.