You are on page 1of 8

J. Sains MIPA, April 2011, Vol. 17, No. 1, Hal.

: 35 - 42 ISSN 1978-1873

STUDI ANALISIS SPESIASI ION LOGAM Cr(III) DAN Cr(VI) DENGAN ASAM TANAT DARI EKSTRAK GAMBIR MENGGUNAKAN SPEKTROMETRI UV-VIS
R. Supriyanto
Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia 35145

E-mail : priyanto_5811@yahoo.com

ABSTRACT
Research of speciation analysis metal ion Cr(III) and Cr(VI) using isolated tannic acid from gambier extract with Ultraviolet-Visible Spectrophotometry has been performed. The research was carried to obtain the optimum condition of complex of metal ion chromium-tannic acid to pH, wavelength, concentration ratio, time of stability and the influence of ionic intruders. The result showed that the wavelength of optimum complex metal ion Cr(III)-tannic acid was 580.5 nm at pH 8, ratio of the best concentration of complex was 5 : 2, time needed to reach the stability was after 60th minutes, the ionic concentration of Mn(II) ≤ 1 ppm, Fe(II) ≤ 0.8 ppm, and Ni ≤ 0.6 ppm did not disturb the speciation analysis method. The speciation analysis method produced coefficient correlation (r) of 0,9997. The result also showed that the wavelength of optimum complex metal ion Cr(VI)-tannic acid was 486.1 nm at pH 10.5, ratio of the best concentration complex was 5 : 5, time needed to reach the stability was after 24 hour, the ionic concentration of Mn(II) ≤ 0.8 ppm, Fe(II) ≤ 0.4 ppm, and Ni ≤ 1 ppm did not disturb speciation analysis method. The speciation analysis also produced a smilar coefficient correlation (r) of 0.9997. Keywords: speciation analysis, Cr(III), Cr(VI), tannic acid, spectrophotometry UV-Vis

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian analisis spesiasi ion logam Cr(III) dan Cr(VI) dengan asam tanat dari ekstrak gambir menggunakan spektrofotometri UV sinar tampak. Penelitian dilakukan untuk memperoleh kondisi optimum dari kompleks ion logam kromium-asam tanat terhadap pH, panjang gelombang maksimum, perbandingan konsentrasinya, waktu untuk mencapai kestabilan dan pengaruh ion logam lain. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa panjang gelombang maksimum untuk ion logam Cr(III)-asam tanat pada 580.5 nm pada pH 8, perbandingan terbaik pada 5 : 2, waktu untuk memperoleh kestabilan 60 menit, dengan ion logam lain dengan masing-masing konsentrasi Mn(II) ≤ 1 ppm, Fe(II) ≤ 0,8 ppm, dan Ni ≤ 0,6 ppm tidak mengganggu analisis spesiasi, dengan menghasilkan koefisin korelasi sebesar 0,9997. Sedangkan untuk kompleks ion Cr(VI)-asam tanat berturut-turut diperoleh data untuk analisis yang sama sebesar: 486,1 nm, 10,5; 5 : 5; 24 jam, dengan ion logam lain dengan masing-masing konsentrasi Mn(II) ≤ 0,8 ppm, Fe(II) ≤ 0,4 ppm, and Ni ≤ 1 ppm tidak mengganggu analisis spesiasi, dengan menghasilkan koefisin korelasi juga sebesar 0,9997. Kata kunci: analisis spesiasi, Cr(III), Cr(VI), asam tanat, spektrofotometri UV-Vis

1. PENDAHULUAN
Perkembangan dunia industri banyak memberikan dampak terhadap kehidupan manusia, baik yang positif maupun negatif. Dampak negatif yang dihasilkan adalah peningkatan konsentrasi bahan-bahan pencemar yang mengganggu lingkungan. Bahan pencemar yang sering menjadi perhatian adalah ion-ion logam berat. Hal ini disebabkan ion-ion logam berat bersifat toksik meskipun pada konsentrasi yang rendah (dalam ppm) dan umumnya sebagai polutan utama bagi lingkungan1). Logam kromium merupakan salah satu logam berat yang merupakan polutan. Dalam lingkungan air kromium terdapat dalam dua bentuk ion spesies, yaitu ion Cr(III) dan ion Cr(VI). Spesies ion Cr(III) merupakan suatu spesi yang ada dalam makanan yang digunakan untuk mengontrol metabolisme glukosa dan lipid dalam membran sel, sedangkan ion Cr(VI) memiliki sifat karsinogenik dan mutagenik serta sangat beracun bagi makhluk hidup2). Perbedaan sifat antara ion Cr(III) dan ion Cr(VI) yang sangat bertentangan menyebabkan adanya perbedaan pada analisis spesiasi ion logam kromium. Metode pengkompleksan menggunakan asam tanat © 2011 FMIPA Universitas Lampung 35

katechin. 2. 2:1.5.R.3. Analisis spesiasi adalah metode analitik yang dapat mengidentifikasi atau mengukur secara kuantitatif satu atau lebih individual spesiasi kimia dalam suatu sampel3. Isolasi Asam Tanat Sebanyak 100 gram sampel gambir yang diperoleh dari penjual umum. dan 1:6.4. Kemudian filtrat yang didapat dipekatkan kembali dengan menggunakan rotary evaporator. 3:1.1.2. 1:2. sehingga diperoleh asam tanat murni. Setelah tiga hari. Penentuan Stoikiometri dengan Variasi Konsentrasi Ion Logam Kromium. 1:3. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk digunakan dalam analisis ion logam kromium. 1:4. Penentuan ini dilakukan dengan cara mengukur kompleks ion logam Cr(III) dan Cr(VI) dengan asam tanat pada pH optimum dan panjang gelombang maksimum dengan perbandingan konsentrasi ion logam Cr : asam tanat yaitu 1:1. 5:1. 1:5. Filtrat hasil saringan dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Selain itu identifikasi juga dapat dilakukan dengan mereaksikan fraksi yang didapat dengan FeCl3 1%6). 2. Penentuan ini dilakukan dengan cara mengukur kompleks ion logam Cr(III) dan Cr(VI) dengan asam tanat pada pH optimum dan panjang gelombang maksimum dengan perbandingan konsentrasi ion logam Cr : asam tanat yaitu 1:1. Fasa metanol kemudian ditambahkan larutan NaCl 1% untuk mengendapkan asam tanat. sehingga dapat dikatakan asam tanat merupakan suatu ligan. Filtrat yang telah pekat dipartisi dengan etil asetat untuk memisahkan katekin dan kuersetin. 2. Supriyanto… Studi Analisis Spesiasi Ion Logam Cr(III) dan Cr(VI) merupakan suatu metode alternatif dalam analisis ion logam yang perlu dikembangkan. dan juga merupakan golongan tanin terhidrolisis. Masing-masing fraksi diidentifikasi menggunakan KLT. lemak. 2.5. baik pada gugus keton (pada keadaan polimer) dan gugus hidroksil (ketika ditambahkan basa atau asam pada saat pengaturan pH). Selain itu dilakukan juga penentuan panjang gelombang optimum dengan cara mencari panjang gelombang yang menghasilkan absorbansi maksimum menggunakan Spektrofotometer Ultraungu-Tampak dari kompleks ion logam kromiumasam tanat. 4:1. 2. Penentuan Stoikiometri dengan Variasi Konsentrasi Asam Tanat. dan lendir dengan persentase yang lebih kecil. Kandungan asam tanat dalam gambir sebesar ± 70%5). akurat dan cepat bila dibandingkan dengan metode konvensional lain. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai September 2009 di Laboratorium Kimia Instrumentasi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. hasil maserasi disaring dengan menggunakan glass woll sehingga terpisah antara padatan dan filtrat. Pasangan elektron bebas ini dapat didonorkan kepada ion logam kromium yang memiliki orbital kosong. Asam tanat bila ditinjau dari strukturnya merupakan senyawa yang memiliki pasangan elektron bebas. diukur absorbansinya dengan menggunakan Spektrofotometer Ultraungu-Tampak pada panjang 36 © 2011 FMIPA Universitas Lampung . dimaserasi (direndam) dengan menggunakan pelarut metanol sebanyak 1500 mL. Hal ini dikarenakan Spektrofotometer Ultraungu-Tampak merupakan instrumen yang mampu menganalisis kestabilan senyawa kompleks yang terbentuk pada panjang gelombang maksimum yang berbeda antara Cr(III) dan Cr(VI). Analisis kromium yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan kompleks kromium dengan ligan secara Spektrofotometri Ultraungu-Tampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi asam tanat dari ekstrak gambir dan pembentukkan kompleks ion logam kromium dengan asam tanat serta mendapatkan kondisi analisis kompleks yang optimum. Metode ini juga dapat bekerja secara selektif. seperti titrimetri atau gravimetri4) Asam tanat adalah komponen senyawa kimia penyusun terbesar dalam gambir. Proses maserasi diulangi hingga pelarut berwarna jernih. Penentuan Waktu Kestabilan Kompleks Ion Logam Kromium-Asam Tanat Penentuan waktu kestabilan kompleks dilakukan dengan perbandingan konsentrasi terbaik yang diperoleh. kuersetin. dan 6:1. 2. Ekstrak ini kemudian akan difraksinasi menggunakan kolom yang berisi adsorben Sephadex LH-20 yang dielusi dengan menggunakan metanol dan didapat beberapa fraksi. Penentuan pH dan Panjang Gelombang Optimum Kompleks Penentuan ini dilakukan dengan cara mencampurkan 500µL ion logam Cr(III) dan Cr(VI) dengan 500µL asam tanat pada variasi pH 1 sampai 10 dengan skala kenaikan 0.

April 2011. Masing-masing fraksi diidentifikasi menggunakan KLT dan dibandingkan dengan standar asam tanat. kemudian diukur absorbansi masing-masing larutan menggunakan Spektrofotometer Ultraungu-Tampak pada kondisi pH optimum. Katekin dan kuersetin akan tertarik ke fasa organik (etil asetat) dan asam tanat yang berada dalam fasa air (metanol) ditambahkan larutan NaCl 1% untuk mengendapkan asam tanat6). Hasil uji KLT dari fraksi hasil isolasi asam tanat dari gambir [S = Standar asam tanat.J.6. Penentuan Kadar Logam Kromium dalam Sampel Kadar logam kromium dalam sampel ditentukan dengan cara membuat larutan standar logam kromium(III) dan (VI) dari 0-10 ppm.1. kemudian 500µL dari larutan standar tersebut ditambahkan 500µL larutan asam tanat dengan konsentrasi optimum. Sains MIPA. masing-masing larutan kompleks standar diukur absorbansinya. 2. Penentuan Pengaruh Ion Pengganggu Pengaruh ion-ion pengganggu dengan membuat larutan Mn(II). HASIL DAN PEMBAHASAN 3. hasil maserasi disaring menggunakan glass woll sehingga terpisah antara padatan dan filtrat. 2.7. No. sehingga asam tanat dalam gambir dapat terekstrak dengan menggunakan pelarut metanol7). Filtrat ini yang akan difraksinasi menggunakan kolom yang berisi adsorben Sephadex LH-20. panjang gelombang maksimum dan waktu kestabilan yang telah diperoleh. Flavonoid dalam gambir didominasi oleh asam tanat. Pemilihan pelarut metanol dalam proses ekstraksi karena gambir mengandung flavonoid yang banyak mengandung gugus –OH. Vol. Filtrat yang dihasilkan dipekatkan kembali dengan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh padatan berwarna kuning kecoklatan. © 2011 FMIPA Universitas Lampung 37 . 17. Fe(II). 1-7 = Fraksi 1-7]. dan Ni(II) 0-0. Filtrat pekat yang diperoleh kemudian dipartisi dengan etil asetat. S 1 2 3 4 567 Gambar 1. Tujuan dilakukan partisi dengan etil asetat adalah untuk memisahkan katekin dan kuersetin yang mungkin ikut terekstrak pada saat proses maserasi dikarenakan kedua senyawa tersebut memiliki sifat yang sama dengan asam tanat. Ekstrak pekat ini kemudian disaring untuk memisahkan kristal dengan filtrat. Isolasi Asam Tanat Sebanyak 100 gram sampel gambir yang diperoleh dari penjual umum dan telah ditumbuk halus kemudian dimaserasi dengan menggunakan pelarut metanol pro analisis sebanyak 1500 mL. Kadar logam kromium(III) dan (VI) dalam sampel dapat dihitung dengan cara mensubstitusikan absorbansi sampel ke persamaan regresi linier yang diperoleh.1 ppm yang masing-masing ditambahkan dengan kompleks ion logam Cr-asam tanat dengan konsentrasi terbaik ion logam Cr(III) dan asam tanat serta Cr(VI) dan asam tanat. 1 gelombang optimum kompleks dan pH optimum kompleks dari 0 menit sampai 120 menit dengan skala kenaikan 10 menit. Proses maserasi dilakukan sebanyak tiga kali. yaitu bersifat polar. hal ini dikarenakan pelarut yang digunakan terlihat mulai jernih. Filtrat hasil maserasi kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Larutan sampel sebanyak 500µL ditambahkan 500µL larutan asam tanat dengan konsentrasi optimum kemudian diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotometer Ultraugu-Tampak pada kondisi pH dan panjang gelombang optimum kompleks serta waktu kestabilan kompleks yang telah ditentukan. Padatan ini kemudian dilarutkan dengan pelarut metanol sehingga kation Na+ yang sebelumnya berikatan dengan asam tanat akan lepas dan membentuk endapan NaOH berwarna putih. Setelah tiga hari. 3.

R.263 dan untuk fraksi ke 4 hasil isolasi (diencerkan 25 kali) adalah sebesar 1. yaitu fraksi ke 1 dan 4. Grafik optimasi pH kompleks ion logam kromium-asam tanat [Cr(VI)] Dari Gambar 2 di atas dapat dilihat bahwa pembentukan kompleks ion logam Cr(III)-asam tanat terkoordinasi secara optimum pada pH basa.010. pH dan panjang gelombang optimum kompleks dapat dilihat dari nilai absorbansi maksimum. Kemungkinan serapan absorbansi yang besar merupakan serapan dari ion logam Cr(VI) yang masih berlebih atau belum terikat dengan ligan asam tanat. dilakukan pengukuran standar asam tanat yang telah diketahui konsentrasinya pada panjang gelombang optimumnya serta pengukuran fraksi ke 4 hasil isolasi pada panjang gelombang optimumnya. Kedua fraksi ini kemudian direaksikan dengan FeCl3 1% yang akan menghasilkan warna biru apabila terdapat asam tanat. Dari Gambar 2 di atas dapat dilihat bahwa pada pH asam kompleks yang terbentuk belum terkoordinasi secara optimum walaupun absorbansi yang dihasilkan menunjukkan serapan absorbansi yang besar. Supriyanto… Studi Analisis Spesiasi Ion Logam Cr(III) dan Cr(VI) Dari hasil uji KLT pada Gambar 1. [Cr(III)] Gambar 2. Dari reaksi menggunakan FeCl3 1% dapat dilihat bahwa hanya fraksi ke 4 yang mengalami perubahan warna menjadi biru seperti standar. Hal ini sesuai dengan reaksi kesetimbangan asam tanat yang pada pH basa cenderung ke bentuk ion8). Panjang gelombang optimum untuk kompleks ion logam Cr(III)-asam tanat yang diperoleh adalah 580.2.025 mM. Sehingga pH optimum untuk pembentukan kompleks dengan ligan asam tanat adalah pada pH basa. Penentuan ini dilakukan dengan cara memvariasikan pH kompleks antara larutan Cr(III) dan Cr(VI) dengan asam tanat dengan skala kenaikan pH adalah 0. 3. Penentuan pH dan Panjang Gelombang Optimum Kompleks Ion Logam Kromium-Asam Tanat. Kemudian masing-masing kompleks yang telah diatur pH nya diukur menggunakan Spektrofotometer Ultraungu-Tampak untuk mendapatkan panjang gelombang optimum dari kompleks yang menghasilkan nilai absorbansi maksimum. reaksi ini juga dibandingkan dengan menggunakan standar asam tanat murni6).5.5 nm dengan absorbansi maksimum sebesar 0. Pada pH basa ion logam Cr(VI) sudah membentuk kompleks degan ligan asam tanat yang dapat dilihat dari pergeseran panjang gelombang ke arah yang lebih panjang menuju panjang gelombang Visible. Selain itu. dalam reaksi kesetimbangan asam tanat pada pH basa cenderung ke bentuk ion sedangkan pada pH asam cenderung ke bentuk molekulnya8). Dari data tersebut melalui perhitungan Hukum LambertBeer diperoleh konsentrasi fraksi ke 4 hasil isolasi adalah sebesar 192.5. Grafik hubungan antara pH dengan absorbansi untuk kompleks Cr(III)-asam tanat dan untuk kompleks Cr(VI)-asam tanat pada Gambar 2. dari pH 1 sampai 10.028 pada pH 8. Fraksi ke 4 ini (asam tanat murni hasil isolasi) yang kemudian akan digunakan sebagai ligan dalam membentuk kompleks dengan ion logam Cr(III) dan Cr(VI). diperoleh dua fraksi yang hanya memiliki 1 spot dan nilai Rf yang sama dengan standar. Panjang gelombang 38 © 2011 FMIPA Universitas Lampung . Pada penelitian ini juga dilakukan pembentukan kompleks ion logam Cr(III) dan Cr(VI) dengan asam tanat tanpa pengaturan pH sehingga dapat dibandingkan serapan yang terjadi sebelum dilakukan pengaturan dan sesudah pengaturan pH. sehingga untuk kompleks ion logam Cr(VI)-asam tanat rentang pengaturan pH diubah dari pH 1-11. sedangkan pada fraksi ke 4 hanya terdapat asam tanat. Kemungkinan pada fraksi ke 1 masih terdapat senyawa lain yang memiliki berat molekul lebih besar dari asam tanat sehingga ikut keluar bersama dengan asam tanat. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai absorbansi untuk asam tanat dengan konsentrasi 2 mM adalah sebesar 0. Untuk mengetahui besarnya konsentrasi asam tanat dari hasil isolasi.

Penentuan Waktu Kestabilan Kompleks Ion Logam Kromium-Asam Tanat Untuk penentuan waktu kestabilan kompleks ion logam Cr(III)-asam tanat dilakukan dengan stokiometri kompleks 5 : 2 pada pH optimum adalah 8 dan diukur pada panjang gelombang optimum 580. Grafik waktu kestabilan kompleks ion logam kromium-asam tanat Dari Gambar 4 dapat dikatakan bahwa pembentukkan kompleks ion logam Cr(III)-asam tanat mengalami kestabilan setelah menit ke 60 menit. 3. Grafik hubungan antara waktu dengan absorbansi pada kompleks Cr(III)-asam tanat ditunjukkan dalam Gambar 4. Sedangkan untuk penentuan waktu kestabilan kompleks ion logam Cr(VI)-asam tanat dilakukan dengan stoikiometri kompleks 5 : 5 pada pH optimum adalah 10.1 nm. walaupun masih mengalami kenaikan serapan absorbansi. © 2011 FMIPA Universitas Lampung 39 . Dari Gambar 4 dapat dikatakan bahwa pembentukkan kompleks ion logam Cr(VI)-asam tanat mengalami kestabilan setelah 24 jam dengan nilai absorbansi yang sama pada menit ke 110 menit.5 dan diukur pada panjang gelombang 486.3. Waktu kestabilan kompleks ion logam Cr(VI)-asam tanat sulit diperoleh dikarenakan Cr(VI) terlebih dahulu membentuk kompleks kation dengan ligan –OH dari basa dan setelah itu membentuk kompleks dengan asam tanat.1 nm dengan absorbansi maksimum sebesar 0. Penentuan Stoikiometri Kompleks Ion Logam Cr(III)-Asam Tanat Dari hasil penelitian diperoleh perbandingan konsentrasi terbaik untuk kompleks Cr(III)-asam tanat adalah 5 :2 sedangkan untuk kompleks Cr(VI)-asam tanat adalah 5 : 5 yang dapat dilihat pada grafik dalam Gambar 3. Sains MIPA. No. 17. Vol.J. [Cr(III)] Gambar 3. Sehingga dapat diasumsikan bahwa setelah 24 jam kompleks ion logam Cr(VI)-asam tanat yang terbentuk cukup stabil.5. 1 optimum untuk kompleks ion logam Cr(VI)-asam tanat yang diperoleh adalah 486. Hasil penentuan waktu kestabilan kompleks untuk ion logam kromium-asam tanat sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa waktu untuk menyempurnakan formasi kompleks tanin dari 15 menit sampai 24 jam9). Grafik stoikiometri kompleks Cr(III)-asam tanat [Cr(VI)] 3. Sehingga dapat diasumsikan bahwa setelah menit ke 60 menit kompleks ion logam Cr(III)-asam tanat yang terbentuk cukup stabil.565 pada pH 10.4. April 2011. [Cr(III)] [Cr(VI)] Gambar 4. dengan nilai absorbansi tetap.5 nm.

8 ppm dan ion Fe(II) pada konsnetrasi ≥ 1 ppm memberikan pengaruh terhadap analisis kompleks Cr(III)asam tanat. Sehingga dapat dikatakan bahwa konsentrasi ≤ 1 ppm untuk ion Mn(II) dan ≤ 0.6 ppm untuk ion Ni(II) tidak mengganggu metode analisis kompleks Cr(III)-asam tanat pada stoikiometri yang diperoleh. Selain itu ion Ni(II) juga memiliki jari-jari ion yang lebih kecil dibandingkan dengan ion Cr(III). Sehingga dapat dikatakan untuk ion Ni(II) ≤ 1 ppm. Fe(II). untuk ion Mn(II) ≤ 0. dan Ni(II) dengan menggunakan stoikiometri kompleks Cr(III)-asam tanat yang diperoleh dan memvariasikan konsentrasi logam-logam tersebut. Penentuan Pengaruh Ion Penggangu pada Kompleks Cr(VI)-Asam Tanat Pada penelitian ini dilakukan uji selektivitas kompleks Cr(VI)-asam tanat terhadap logam-logam Mn(II).8 ppm dan ion Fe(II) ≤ 0.6 ppm dan ion Mn(II) ≥ 1 ppm memberikan pengaruh terhadap analisis kompleks Cr(VI)-asam tanat. Kadar logam Cr(III) dalam sampel dapat diperoleh dengan cara mensubstitusikan nilai absorbansi sampel pada persamaan y = a + bx = (-9.4857 x 10-3)x. Fe(II). dan Ni(II) dengan menggunakan stoikiometri kompleks Cr(VI)-asam tanat yang diperoleh dan memvariasikan konsentrasi logam-logam tersebut. [Cr(III)] Gambar 5. Supriyanto… Studi Analisis Spesiasi Ion Logam Cr(III) dan Cr(VI) 3. Hal ini dapat dijelaskan karena ion Fe(II) memiliki jari-jari ion yang lebih kecil dibandingkan dengan ion Cr(VI).7.5238 x 10-5) + (4.93 ± 0.5238 x 10-5) + (4. Semakin besar muatan kation.R.5. Pengaruh yang sama ion Fe(II) pada konsentrasi ≥ 1 ppm.6. 3. Kurva kalibrasi larutan standar Cr(III) [Cr(VI)] Berdasarkan Gambar 8. Harga r menunjukkan bahwa kurva kalibrasi tersebut memiliki keakuratan dalam penentuan konsentrasi Cr(III) sebesar 99. 3. sehingga ion Fe(II) akan mudah masuk dan berikatan dengan asam tanat bersama dengan ion Cr(VI)10). Pengaruh yang sama juga diberikan oleh ion Mn(II) pada konsentrasi ≥ 1 ppm. diperoleh persamaan garis linear yaitu y = a + bx = (-9.97 % dan kurva tersebut sesuai dengan hukum Lambert-Beer dimana kurva hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi merupakan garis lurus. Penentuan Kadar Logam Kromium Dalam Sampel Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat dibuat kurva kalibrasi larutan standar Cr(III) dan Cr(VI) pada Gambar 5.8 ppm untuk ion Fe(II) serta ≤ 0.9997. dan diperoleh kadar logam Cr(III) dalam sampel sebesar 4. Hal ini menyebabkan ion Ni(II) pada konsentrasi ≥ 0. sehingga ion Ni(II) akan mudah masuk dan berikatan dengan asam tanat bersama dengan ion Cr(III). Hal ini dapat dijelaskan karena ion Ni(II) memiliki muatan kation yang lebih besar dibandingkan Mn(II) dan Fe(II). 40 © 2011 FMIPA Universitas Lampung . Dari hasil penelitian terjadi perubahan absorbansi kompleks Cr(VI)-asam tanat dengan adanya ion Mn(II) pada konsentrasi 1 ppm dan ion Fe(II) pada konsentrasi 0. Hal ini menyebabkan ion Fe(II) pada konsentrasi ≥ 0. Penentuan Pengaruh Ion Penggangu Pada Kompleks Cr(III)-Asam Tanat Pada penelitian ini dilakukan uji selektivitas kompleks Cr(III)-asam tanat terhadap logam-logam Mn(II). maka semakin besar medan listriknya dan kompleks yang terbentuk semakin stabil10).4 ppm tidak menggangu metode analisis kompleks Cr(VI)-asam tanat pada stoikiometri yang diperoleh.4857 x 10-3)x yang merupakan hubungan antara konsentrasi (x) larutan standar dengan absorbansi (y).6 sampai 1 ppm.001 ppm. Dari hasil penelitian terjadi perubahan absorbansi kompleks Cr(III)-asam tanat dengan adanya ion Ni(II) pada konsentrasi 0. dengan harga koefisien korelasi (r) sebesar 0.8 dan 1 ppm.

K. Sorption of Trivalent Chromium from Tannery Waste by Moss.025 mM. A.ua/nauka/speciation. 7.8 dan ion Ni(II) ≤ 0. Medical Sciences. pada tanggal 16 November 2008. 5.9048 x 10-4) + (9.9997. Diakses melalui http://www.1 nm. No. Enrichment of Trace Metals in Water on Activated Carbon. Vanderborght.4 dan ion Ni(II) ≤ 1 ppm. 3. agar waktu kestabilan yang diperoleh tidak terlalu lama.E. 2000. New Jersey. Vol. Wicaksono. Humana Press. B. dan diperoleh kadar logam Cr(VI) dalam sampel sebesar 4. 221. 2000.ecotest. S. Hakkinen. terutama untuk pembentukkan kompleks ion logam Cr(VI)-asam tanat.J.5 nm.pada tanggal 16 November 2008.9048 x 10-4) + (9. Gajah Mada University Press. Environmetal Technology. April 2011. Kuopio University Publications D. 3rd ed. C.97 % dan kurva tersebut sesuai dengan hukum Lambert-Beer dimana kurva hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi merupakan garis lurus. Perbandingan konsentrasi terbaik adalah 5 : 5 dengan waktu kestabilan kompleks adalah 24 jam. Tan. 4. 93 pages.univ. ion Fe(II) ≤ 0. R.4714 x 10-3)x. Chem. 2..5 dan panjang gelombang optimum 486. 8. Pembentukkan senyawa kompleks ion logam Cr(III)-asam tanat terbentuk pada pH optimum 8 dan panjang gelombang optimum 580. Enviromental Pollutan. 2003.. Bandar Lampung. Anal. Low. Juga perlu dilakukan pengamatan untuk melihat pengaruh penambahan katalis dalam penentuan waktu kestabilan pembentukkan kompleks ion logam kromium-asam tanat.chromiummetal/useindustrial. Methods in Biotechnology Natural Products Isolation. © 2011 FMIPA Universitas Lampung 41 . Fahn. 1981. ion Fe(II) ≤ 0. 17. Tidak terjadi interferensi untuk konsentrasi ion Mn(II) ≤ 1 ppm. Perbandingan konsentrasi terbaik adalah 5 : 2 dengan waktu kestabilan kompleks pada menit ke 60. Untuk penelitian selanjutnya disarankan melakukan pengamatan untuk melihat struktur kompleks yang terbentuk antara ion logam kromium dengan asam tanat seperti analisis menggunakan Spektrofotometer IR. and Van Grieken. Pembentukkan senyawa kompleks ion logam Cr(VI)-asam tanat terbentuk pada pH optimum 10.G. 1998. 2000.4714 x 10-3)x yang merupakan hubungan antara konsentrasi (x) larutan standar dengan absorbansi (y). diperoleh persamaan garis linear yaitu y = a + bx = (-1. Harga r menunjukkan bahwa kurva kalibrasi tersebut memiliki keakuratan dalam penentuan konsentrasi Cr(VI) sebesar 99. Kotaz. 49 (2): 311–316. 6.html. O. Sains MIPA. 1977. J. 18: 449-454.K. Cannel. Flavonols and Phenolic Acids in Berries and Berry Products. Hyphenated Techniques in Speciation Analysis of Metal in Natural Waters. 1997.. 4.98 ± 0. Diakses melalui http://www. R.6 ppm. Lee. SIMPULAN DAN SARAN Asam tanat murni hasil isolasi dari ekstrak gambir menggunakan pelarut metanol diperoleh pada fraksi 4 dengan konsentrasi 192.002 ppm. dengan harga koefisien korelasi (r) sebesar 0. Doctoral Dissertation.8 ppm. DAFTAR PUSTAKA 1. Studi Pembentukan Kompleks Au3+ dengan Tanin secara Spektrofotometri. Anatomi Tumbuhan. Skripsi Universitas Lampung. U. Tidak terjadi interferensi untuk konsentrasi ion Mn(II) ≤ 0. Zaporozhets. S. Yogyakarta. Dengan diperolehnya kadar logam kromium dalam sampel menunjukkan bahwa logam kromium dalam suatu sampel dapat ditentukan kadarnya dengan menggunakan ligan pengkompleks asam tanat dari hasil isolasi ekstrak gambir. Kadar logam Cr(VI) dalam sampel dapat diperoleh dengan cara mensubstitusikan nilai absorbansi sampel pada persamaan y = a + bx = (-1.M.S. 1 Berdasarkan Gambar 8.

163 hal. and Gucer. Kimia Koordinasi. 2005. S.. Selective Determination of Aluminium Bound with Tannin in Tea Infusion.R. 1992. Jakarta. S. 21: 1005-1008. B. Sukardjo. Analytical Sciences. 42 © 2011 FMIPA Universitas Lampung . Rineka Cipta. Supriyanto… Studi Analisis Spesiasi Ion Logam Cr(III) dan Cr(VI) 9. 10. Endermoglu.