You are on page 1of 10

Tuberculosis

Diposkan oleh Ajeng Putri Pramestu

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang Penyakit Tuberkulosis Paru termasuk penyakit menular kronis. Waktu pengobatan yang panjang dengan jenis obat lebih dari satu menyebabkan penderita sering terancam putus berobat selama masa penyembuhan dengan berbagai alasan, antara lain merasa sudah sehat atau faktor ekonomi. Akibatnya adalah pola pengobatan harus dimulai dari awal dengan biaya yang bahkan menjadi lebih besar serta menghabiskan waktu berobat yang lebih lama. Alasan ini menyebabkan situasi Tuberkulosis Paru di dunia semakin memburuk dengan jumlah kasus yang terus meningkat serta banyak yang tidak berhasil disembuhkan, terutama negara-negara yang dikelompokkan dalam 22 negara dengan masalah Tuberkulosis Paru besar (high burden countries), sehingga pada tahun 1993 WHO/Organisasi Kesehatan Dunia mencanangkan Tuberkulosis Paru sebagai salah satu kedaruratan dunia (global emergency). Tuberkulosis Paru juga merupakan salah satu emerging diseases. Indonesia termasuk ke dalam kelompok high burden countries, menempati urutan ketiga setelah India dan China berdasarkan laporan WHO tahun 2009 dan penyakit nomor tiga di Indonesia setelah penyakit kardiovaskular dan penyakit saluran pernafasan, dan penyebab kematian nomor satu pada golongan penyakit infeksi/menular. Pada Riskesdas 2007 kasus Tuberkulosis Paru ditemukan merata di seluruh provinsi di Indonesia, kejadian tertinggi berada di perkotaan yaitu sebesar 564% dan kejadian tuberculosis lebih rendah yaitu sebesar 43,6%, sedangkan pada riskesdas tahun 2010 kasus Tuberculosis Paru ditemukan di Kepulauan Riau (64,2%), Maluku (66,2%), DKI Jakarta(66,3%) dan Nusa Tenggara Barat (65,1%). Riskesdas 2010 dikhususkan untuk mengumpulkan indikator MDG terutama yang berhubungan dengan kesehatan, termasuk Prevalensi Tuberkulosis Paru. Data WHO Global Report yang dicantumkan pada Laporan Triwulan Sub Direktorat Penyakit TB dari Direktorat Jenderal P2 & PL tahun 2010 menyebutkan estimasi kasus baru TB di Indonesia tahun 2006 adalah 275 kasus/100.000 penduduk/tahun dan pada tahun 2010 turun menjadi 244kasus/100.000 penduduk/tahun. (Kementrian kesehatan RI, 2010). Tujuan Tujuan Umum Tujuan dari penulisan makalah ini adalah diharapkan agar mahasiswa memahami proses patologi tuberculosis paru. Tujuan Khusus Adapun tujuan khususnya adalah diharapkam mahasiswa mampu : Menjelaskan anatomi dan fisiologi pernafasan Menjekaskan etiologi penyakit tuberculosis Menjelaskan patogenesis penyakit tuberculosis Menjelaskan proses terjadinya penyakit tuberculosis Menjelaskan manifestasi klinik penyakit tuberculosis Menjelaskan penatalaksanaan penyakit tuberculosis Menjelaskan komplikasi penyakit tuberculosis Menjelaskan prognosis penyakit tuberculosis Menjelaskan epidemiologi penyakit tuberculosis

B. 1.

2. a. b. c. d. e. f. g. h. i.

yaitu sinus . penatalaksanaan. penulis menggambil berbagai buku dari perpusatakaan sebagai bahan referansi sebagai acuan dalam pembuatan makalah. BAB II Tinjauan Teori terdiri dari: anatomi pernafasan. komplikasi. Anatomi Sistem Pernafasan Respirasi adalah suatu peristiwa tubuh kekurangan oksigen. 1. BAB V Penutup terdiri dari: kesimpulan dan saran. mengeluarkan karbondioksida yang terjadi dari sisa-sisa hasil pembakaran dibawa oleh darah yang berasal dari sel (jaringan). ke atas rongga hidung berhubungan dengan beberapa rongga yang disebut sinus paranasalis. Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung (konka nasalis). yang berjumlah 3 buah yaitu konka nasalis inferior (bagian bawah). berteriak dan menghasilkan suara (Syaifudin. lubang disebut koana. konka nasalis media ( bagian tengah). sebelah dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak. Sistematika Penulisan Penulisan makalah ini terdiri dari tiga bab yang terdiri dari: BAB I Pendahuluan terdiri dari: latar belakang. Meatus ini dilewati oleh udara pernapasan. patoflow. melindungi permukaan organ yang lembut. Hidung Hidung (nasal) merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai alat pernafasan (respirasi) dan indra penciuman (pembau). untuk pembentukan komunikasi seperti berbicara. Epitel vestibulum berisi rambut-rambut halus yang berguna untuk menyaring udara. patogenesis. mengatur udara dan mengubah permukaan saluran napas bawah (Syaifudin. (Syaifudin. Udara masuk dan menetap dalam sistem pernafasan dan masuk dalam pernafasan otot. 2011). prognosis.C. udara masuk dalam sistem pernafasan. dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi). dan pada keadaan tertentu bila tubuh kelebihan karbon dioksida maka tubuh berusaha untuk mengeluarkannya dari dalam tubuh dengan cara menghembuskan napas (ekspirasi) sehingga terjadi suatu keseimbangan antar oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh (Syaifudin. Guna pernafasaan yaitu mengambil oksigen dari luar masuk ke dalam tubuh. metode penulisan dan sistematika penulisan. beredar dalam darah. kemudian oksigen yang berada diluar tubuh dihirup (inspirasi) melalui organ-organ pernafasan. Trakea dapat melakukan penyaringan. Dalam keadaan normal. dan melembapkan udara yang masuk. bernyanyi. penyakit tuberkulosis terdiri dari etiologi. Dasar dari rongga hidung dibentuk oleh tulang rahang atas. BAB II LANDASAN TEORI A. meatus inferior ( lekukan bagian bawah ). Metode Penulisan Metode penulisan ini menggunakan metode study kepustakaan. Yang mempunyai 2 lubang (kavum nasi). tujuan penulisan. melalui rongga hidung. konka nasalis superior ( bagian atas). selanjutnya terjadi proses pembakaran dalam sel atau jaringan. D. Hantaran tekanan menghasilkan. Vestibulum rongga hidung berisi serabut-serabut halus. epidemiologi. penghangatan. Selanjutnya dikeluarkan melaluiorgan pernafasan Untuk melindungi sistem permukaan dari kekurangan cairan dan mengubah suhu tubuh. 2011). manifestasi klinik. Sistem respirasi berperan untuk menukar udara ke permukaan dalam paru. meatus medialis ( lekukan bagian tengah ). Diantara konka terdapat 3 buah lekukan meatus yaitu meatus superior (lekukan bagian atas). melindungi sistem pernafasan dari jaringan lain terhadap serangan patogenik. debu dan kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung. 2009). fisiologi pernafasan. 2002).

media. Pulmo Paru-paru terletak pada rongga dada datarannya menghadap ke tengah rongga dadakavum mediatinum. ke bawah terdapat 2 lubang. Panjang trakea 9-11 cm dan di belakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos. ke depan berhubungan dengan rongga mulut bernama istmus fausium. 2009). ke atas berhubungan dengan rongga hidung dengan perantara lubang koana. 2002). Bronkus terdapat pada ketinggian vertebrae torakalis IV dan V. yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berfungsu pada waktu kita menelan makanan menutupi laring. Trakea Trakea terbentuk oleh 16 s/d 20 cincin yang terdiri tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti huruf C. ke depan lubang laring. Banyaknya gelembung paru kurang lebih 700. Pita suara berjumlah 2 bah. Tiap lobus tersusun oleh 3. Pada mediastinum depan terletak jantung. 2011). Pulmo (paru) adalah sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung alveoli. Paru-paru kiri terdiri 2 lobus yaitu lobus superior dan inferior. Disebelahnya terdapat 2 tonsil.2. 6. Faring Merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan. sinus frontalis pada tulang dahi. Pleura terbagi 2 yaitu viseral dan parietal. Sel-sel bersilia berguna untuk mengeluarkan benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernafasan. . mempunyai 3 cabang. terdiri dari 6-8 cincin. Bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar dari pada bronkus kiri. 2009).000 buah (paru kiri dan kanan).000. dan sinus ethmoidalis pada rongga tulang tapis. (Syaifudin. (Syaifudin. Pada bronkioli tidak terdapat cincin lagi. Disebelah belakang konka bagian kiri kanan dan sebelah atas langit-langit terdapat satu lubang pembuluh yang menghubungkan rongga tekak dengan rongga pendengaran tengah saluran ini desebut tuba auditiva eustaki. Laring Merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea di bawahnya. Bronkus mempunyai struktur sama dengan trakea dan dilapisi oleh sejenis sel yang sama dengan trakea dan berjalan kebawah ke arah tampuk paru. Bronkus bercabang-cabang yang lebih kecil disebut bronkiolus (bronkioli). Pangal tenggorokan yang disebut epiglotis. Pada hidung dibagian mukosa terdapat serabut-serabut saraf atau reseptor-reseptor dari saraf penciuman disebut nervus olfaktorius. 4. 2002). Di bawah pita suara sejati yang membentuk suara disebut vokalis (Syaifudin. Dibawah selaput lendir terdapat jarngan ikan dan kumpulan getah bening yang dinamakan adenoid. Paru-paru kanan terdiri dari 3 lobus yaitu lobus superior. Pada bagian tengah itu terdapat tampuk paru-paru atau hilus. Di sebelah belakang terdapat epiglotis yang berfungsi menutup laring pada waktu menelan makanan (Syaifudin. inferior. di atas pita suara palsudan tidak mengeluarkan suara disebut ventrikularis. 2002). Terdapat dibawah dasar tengkorak. terdiri dari 9-12 cincin mempunyai 2 cabang. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina ( Syaifudin. ke belakang lubang esofagus. Laring dilapisi oleh selaput lendir. Bronkus Bronkus (cabang tenggorok) merupakan lanjutan dari trakea. Hubungan dengan rongga lain yaitu. sinus sfenoidalis pada rongga tulang baji. dan pada ujing bronkioli terdapat gelembung paru yang disebut alveoli (Syaifudin. di belakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher.kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang dilapisi oleh sel epitelium berlapis. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih ramping dari yang kanan. Paru-paru dibungkus oleh selaput bernama pleura. maksilaris pada rongga rahang atas. yang menghubungkan telinga tengah dengan faring dan laring. 5.

Pengendalian dan pengaturan secara kimia meliputi: frekuensi kecepatan dan dalamnya gerakan pernafasan. 2002). Didalam paru-paru karbondioksida merupakan hasil buangan menembus membran alveoli. 2002). (Syaifudin. Pengendalian pernafasan Mekanisme pernafasan diatur dan dikendalikan oleh 2 faktor utama yaitu kimiawi dan pengendalian saraf. Penegndalian oleh saraf. manusia sangat membutuhkan oksigen dalam hidupnya kalau tidak mendapatkan oksigen selama 4 menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan bisa menimbulkan kematian. Fisiologis Pernafasan Pernafasan paru-paru Merupakan pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi pada paru-paru. (Syaifudin. Kecepatan pernafasan Pada wanita lebih tinggi dari pada pria. 3. (Syaifudin.5-5 liter). Adanya faktor tertentu. 2009). 2002). Pernafasan jaringan Darah merah (hemoglobin) yang banyak mengandung oksigen dari seluruh tubuh masuk ke dalam jaringan akhirnya mencapai kapiler. pernafasan secara normal maka ekspirasi akan menyusul inspirasi dan kemudian istirahat. merangsang pusat pernafasan yang terletak di dalam medula oblongata. kalau penyediaan oksigen berkurang akan menimbulkan kacau pikiran dan anoreksia serebralis misalnya orang bekerja pada ruangan yang sempit. ruang kapal.000 ml (4. mengambil karbon dioksida untuk dibawa ke paru-paru dan di paru-paru terjadi pernafasan eksterna. diambi oleh sel darah merah dibawa ke jantung dan dari jantung dipompakan keseluruh tubuh. Implus ini menimbulkan kotraksi ritmik pada otot diagfragma dan interkostalis yang kecepatannya kirakira 15 kali setiap menit. ketel uap dan lain- . konsentrasi dalam darah mempengaruhi dan merangsang pusat pernafasan terdapat dalam otak untuk memperbesar kecepatan dalam pernafasan sehingga terjadi pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida lebih banyak.500 ml-5. (Syaifudin. Udaha yang diproses dalam paru-paru (inspirasi dan ekspirasi) hanya 10%. 2.disebut juga pernafasan terbalik. 6. 1. Daya muat paru-paru Besarnya daya muat udara dalam paru-paru 4. Pernafasan melalui paru-paru atau pernafasan eksterna. Diantara lobulus satu dengan yang lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh-pembuluh darah getah bening dan saraf-saraf (Syaifudin. alveoli memisahkan oksigen dari darah. ± 500 ml disebut juga udara pasang surut (tidal air) yaitu yang dihirup dan yang dihembuskan pada pernafasan biasa. darah mengeluarkan oksigen ke dalam jaringan. tertutup. 2002). 4.B. oksigen menembus membran. pada bayi ada kalanya terbalik. melalui radik saraf servikalis diantarkan ke diagfragma oleh saraf prenikus. Kebutuhan tubuh terhadap oksigen Oksigen dalam tubuh dapat diatur menurut keperluan. sehingga kadar alkali harus tetap dipertahankan. 2002). pusat pernafasan dalam sumsum sangat peka. Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida. kalau dirangsang mengeluarkan implus yang disalurkan melalui saraf spinalis ke otot pernafasan (otot diagfragma atau interkostalis). 5. karbondioksida adalah produksi asam dari metabolisme dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat pernafasan untuk mengirim keluar implus saraf yang bekerja atas otot pernafasan. Pengendalian secara kimia. Pusat otomatik dalam medula oblongata mengantarkan implus eferen ke otot pernafasan. lobulus. (Syaifudin. dari kapiler darah dikeluarkan melalui pipa bronkus berakhir sampai pada mulut dan hidung. oksigen diambil melalui mulut dan hidung pada waktu bernafas dimana oksigen masuk melalui trakea sampai ke alveoli berhubungan dengan darah dalam kapiler pulmonar. inspirasi istirahatekspirasi.

Basilus kemudian ditelan oleh magrofag dan diangkut ke kelenjar limfe regional. Konsep Dasar 1. Diseminasi dapat mengakibatkan tuberkulosis maningeal atau miliaris. kuman ini menyebabkan tuberculosis. (Harrison. yaitu penyakit dengan potensial terjadinya morbiditas dan mortalitas yang utama. terutama pada bayi dan anak kecil. Waktu ekspirasi serat otot diagfragma yang relaksasi muncul tinggi menuji diagfragma membebaskan ruang pelengkap diantara diagfragma dan dinding toraks. 3. (Harrison. Pengertian Tuberculosis Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri kronik yang disebabkan oleh micobacterium tuberculosis dan ditandai oleh pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi dan oleh hipersensitivitas yang diperantarai sel ( cell mediated hypersensitivity). (Harrison. C. lengan dan kaki disebut sianosis. tetapi dapat mengenai organ lain. Lipid permukaan pada mikobakterium dan komponen peptidoglikan dinding sel yang larut air merupakan tambahan yang penting yang dapat menimbulkan efeknya melalui kerja primernya pada makrofag penjamu. sebagian mungkin spesifik spesies tetapi yang lainnya secara nyata memiliki epitop yang luas di seluruh genus. walaupun tetap ada fokus potensial untuk reaktivasi selanjutnya. (Harrison. interleukin dan limfokin. Mikobakterium mengandung suatu kesatuan antigen polisakarida dan protein. Selama 2 hingga 8 minggu setelah infeksi primer. tekanan ini meningkat pada waktu inspirasi dan gerakan pernafasan ini dihasilkan oleh otot pernafasan. panas atau detergen biasanya diperlukan untuk menyempurnakan pewarnaan primer. Bersama dengan kuman berkrabat dekat. Dinamika pernafasan Tekanan udara mendesak melalui saluran pernafasan menekan paru-paru ke arah dinding torak. 7. biasa terjadi perjalanan penyakit yang kronik. 2002). 2002). lalu basilus tuberkel mencapai aliran darah dan menjadi diseminata menyembuh. Sebagai responsnya. Bovis. Limfosit yang cakap secara imunologik memasuki daerah infeksi. Hipersensitivitas yang diperantarai sel khas untuk tuberkulosis dan merupakan determinan yang penting pada patogenesis penyakit. yang membuatnya tahan asam sehingga warnanya tidak dapat dihilangkan dengan alkohol asam setelah diwarnai. basilus tuberkel. Dengan tidak adanya pengobatan yang efektif untuk penyakit yang aktif. dan berakhir dengan kematian.lain. Karena adanya lipid ini.2002). adalah satu diantara lebih dari 30 anggota genus mycobacterium yang dikenali dengan baik. timbul hipersensitivitas pada penjamu yang terinfeksi. (Syaifudin. 2. 2002). di situ limfosit menguraikan faktor kemotaktik. Patogenesis Jalan masuk awal bagi basilus tuberkel ke dalam paru atau tempat lainnya pada individu yang sebelumnya sehat menimbulkan respons peradangan akut nonspesifik yang jarang diperhatikan dan biasanya disertai dengan sedikit atau sama sekali tanpa gejala. Penyakit biasanya terletak diparu. Pada patogenesis tuberculosis adalah mengenali bahwa M. (Harrison . yaitu M. 2002). 2002). monosit masuk di daerah tersebut . Mikobakterium dibedakan dari lipid permukaanya. maupun banyak yang tidak tergolongkan. Etiologi Mycobacterium tuberculosis. telinga. tekanan dalam ruang pleura mencegah paru-paru menyusut dari dinding toraks dan memaksa paru-paru untuk mengikuti pergerakan pernafasan dinding toraks dan diagfragma. Tuberculosis mengandung banyak zat imunoreaktif. Bila oksigen tidak mencukupi maka warna darah merahnya hilang berganti kebiruan misalnya yang terjadi pada bibir. sebagaimana lesi paru primer. Bila penyebaran orgnisme tidak terjadi pada tingkat kelenjar limfe regional. saat basilus terus berkembang biak di lingkungan intraselulernya. (Syaifudin. 2009).

2002) 5. sementara pada laki-laki lebih sering pada usia yang lebih tua. 2002). Pada beberapa individu. pada kebanyakan orang. Pada anak di atas usia 1 atau 2 tahun sampai sekitar usia pubertas. antara lain meningitis dan tuberkulosis miliaris. seringkali dengan klasifikasi granuloma yang lambat kadang meninggalkan lesi sisa yang tampak pada foto rontgen paru. Diantara banyak keadaan. Penyakit tuberkulosis lebih sering pada perempuan dewasa muda. Tuberkulosis sebagai penyakit klinis timbul pada sebagian kecil individu yang tidak mengalami infeksi primer. tuberkulosis timbul dalam beberapa minggu setelah infeksi primer. 4. usia dapat dianggap sebagai faktor bermakna yang menentukan jalannya penyakit tuberkulosis. Pada bayi. Kombinasi lesi paru perifer terklasifikasi dan kelenjar limfe hilus dan terklasifikasi dikenal sebagai kompleks Ghon.dan mengalami perubahan bentuk menjadi makrofag dan selanjutnya menjadi sel histiosit yang khusus. 2002). lesi tuberkulosis primer hampir selalu menyembuh. namun multiplikasi dan penyebaran selanjutnya biasanya terbatas. Kemudian terjadi penyembuhan. Patoflow (Harrison. Manifestasi Klinik (Jhon. Individu yang terinfeksi pada masa dewasa memiliki risiko terbesar untuk terjadinya tuberkulosis dalam waktu sekitar 3 tahun setelah infeksi. infeksi tuberkulosis seringkali cepat berkembang menjadi penyakit. yang tersusun menjadi granuloma. (Harrison. Mikobakterium dapat bertahan dalam makrofag selama bertahun-tahun walaupun terjadi peningkatan pembentukan lisozim dalam sel ini. (Harrison. 2002). organisme tetap dormant selama bertahun-tahun sebelum memasuki fase multiplikasi eksponensial yang menyebabkan penyakit. sebagian besar akan menjadi tuberkulosis pada masa akil balig atau dewasa muda. . dan beresiko tinggi menderita penyakit diseminata.

rifampin 600 mg. 2) Batuk Terjadi karena adanya infeksi pada bronkus. 2010). 6. 5) Malaise Dapat berupa anoreksia.5-2 mg dan juga mencangkup baik streptomisin 0. 2002). sakit kepala. Program pengobatan jangka pendek paling baik dianjurkan yang terdiri dari dua fase. . Gejala : 1) Demam Biasanya menyerupai demam influenza. dan pirazinamid 1. 7. Pasien mungkin tetap menginap di rumah sakit atau dibawah pengawasan sejenis karantina jika tingkat kepatuhan terhadap terapi medis cenderung rendah. obat yang lebih toksik akan diprogramkan. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh penderita dengan berat-ringannya infeksi kuman TBC yang masuk. a.5-2 g merupakan obat ketiga yang optimal. Individu yang memperlihatkan uji kulit tuberkulin positif setelah sebelumnya negatif. nyeri otot.75-1 g ataupun etambutol 15 mg/kg. Penatalaksanaan (Harrison. Pada negara berkembang yang harga obat merupakan faktor dari isoniazid 300 mg dan tioasetazon 150 mg selama 12 hingga 18 bulan memberikan regimen yang dapat mencapai angka penyembuhan 80 hingga 90 persen. c. Sifat batuk dimulai dari batuk kering kemudian setelah timbul peradangan menjadi batuk produktif (menghasilkan sputum).a. 3) Sesak nafas Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah setengan bagian paru. Pada keadaan lanjut berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah. tidak ada nafsu makan. Fase intensif dua bulan pertama dengan pemberian setiap hari harus meliputi isoniazid 300 mg. Terapi harian dengan regimen termasuk isoniazid dan rifampin selama 9 hingga 12 bulan mewakili pengobatan paling efektif yang tersedia dan mampu mencapai hasil yang baik pada 99 % pasien. Banyak ahli menambahkan obat ketiga pada awal pengobatan sampai uji sensitivitas tersedia. b. seperti: Tanda : Penurunan berat badan Anoreksia Dispneud Sputum purulen/hijau. 1) 2) 3) 4) Gejala-gejala dan tanda-tanda fisik penyebab tuberkulosa. mering. Komplikasi (Hasanah. keringat malam. Jika tuberkulosis resisten obat muncul. mukoid/kuning. dan etambutol 15 mg/kg juga efektif. b. Pengobatan tuberkulosis yang modern berdasarkan pemberian obat yang efektif. berat badan turun. Kebanyakan batuk darah pada ulkus dinding bronkus. d. 4) Nyeri dada Timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura (menimbulkan pleuritis). biasanya mendapat antibiotik selama 6-9 bulan untuk membantu respons imunnya dan meningkatkan kemungkinan eradikasi basil total. pirazinamid 1. bahkan jika individu tidak memperhatikan adanya gejala aktif.

Emfisema paru didefinisikan sebagai suatu distensi abnormal ruang udara di luar bronkhiolus terminal dengan kerusakan dinding alveoli. limpa. Keadaan ini juga dapat terjadi sekalipun penyakit tuberkulosis sudah tidak aktif lagi. tetapi meninggalkan banyak jaringan parut. aspergiloma dan aspergilosis invasif. jaringan lunak. sarkoidosis. Hal ini mengakibatkan rasa sakit pada dada secara akut dan tiba-tiba pada bagian itu bersamaan dengan sesak nafas ini dapat berlanjut menjadi suatu empiema tuberkulosis. b. pleuritis karena bakteri piogenik. pleuritis tuberkulosa. air dan tumbuhan yang mengalami pembusukan dan spesies aspergillus yang sering menyebabkan infeksi pada manusia yaitu aspergillus fumigatus.a. Prognosis Kematian sudah pasti bila penyakit TB tidak diobati. dan pleuritis karena parasit. Pleuritis dan empiema Pleuritis adalah peradangan pada pleura disebabkan penumpukan cairan dalam rongga pleura. Laringitis kronik adalah proses inflamasi pada mukosa pita suara dan laring yang terjadidalam jangka waktu lebih dari 3 minggu. Kor pulmonale Merupakan gagal jantung kongesif karena ada tekanan balik akibat kerusakan paru. Sayangnya . dan abses miokardium. Pleuritis terbagi ke dalam beberapa jenis. yaitu: pleuritis karena virus atau mikoplasma. dapat terjadi bila terdapat destruksi paru yang amat luas. makin besar kemungkinan pasien sembuh tanpa kerusakan serius yang menetap. Laringitis kronik terjadi karena pemaparan oleh penyebab yang terus menerus. Penyakit yang mendasarinya bisa berupa TB (paling sering) atau proses infeksi dengan nekrosis. yang menyebabkan empatsindrom. Pada pasien yang imunokompromais aspergilosis juga dapat menyebar ke berbagai organ menyebabkan endoftalmitis. Makin baik kesadaran pasien ketika pengobatan dimulai. Pengobatan dini terhadap penyakit tuberkulosis dengan jelas dapat mengurangi komplikasi ini. Kebanyakan pada kasus laringitis tuberkulosis hanya terdapat beberapa gejala ringan dari tuberkulosis paru atau sama sekali tidak menunjukkan gejala tuberkulosis paru sebelumnya. Chronic Necrotizing Pneumonia Aspergillosis (CNPA). hingga tulang. Aspergiloma merupakan fungus ball (misetoma) yang terjadi karena terdapat kavitas di parenkim akibat penyakit paru sebelumnya. Umumnya aspergillus akan menginfeksi paru-paru. e. makin baik prognosisnya. Makin dini penyakit ini di diagnosis dan di obati. Pleuritis dapat juga disebut sebagai komplikasi dari efusi pleura atau penyakit pada efusi pleura. Laringitis tuberkulosis hampir selalu merupakan komplikasi dari tuberkulosis paru. angka kejadian dari laringitis tuberkulosis menjadi jarang. selain cairan dapat pula terjadi karena penumpukan pus atau darah. Aspergiloma Aspergillosis merupakan infeksi yang disebabkan moulds sphrophyte dari genus aspergillus dapat ditemukan di tanah. yakni Allergic Bronchopulmonary Aspergillosis (ABPA). pleuritis karena fungi. c. ginjal. fibrosiskistik dan bula emfisema.Sejak ditemukannya pengobatan untuk tuberkulosis. hepar. Bila pasien dalam keadaan koma. d. Laringitis kronik dapat dibedakan menjadi laryngitis kronik non spesifik dan laryngitis kronik spesifik ( laryngitis tuberkulosa dan laryngitis luetika). Pneumothoraks spontan Terjadi bila udara memasuki rongga pleura sesudah terjadi robekan pada kavitas tuberkulosis. 8. prognasis untuk sembuh sempurna sangat buruk. Laringitis tuberkulosis Laringitis merupakan peradangan pada laring yang dapat menyebabkan suara parau. endokarditis.

dengan angka kasus 10. dengan 10 juta kasus baru terjadi setiap tahu. yaitu angka kasus menaik sampai 15. Orangorang hispanik. Gejala dari penyakit tuberculosis paru yaitu. rata-rata kasus diantara orang-orang kulit hitam cenderung dua kali lebih besar daripada kulit putih. Bakteri yang jarang sebagai penyebab. di amerika serikat dilaporkan 26. haiti. sputum purulen/hijau. dan imigran asia tenggara mempunyai rata-rata kasus yang sama tingginya dengan individu dari negara asal merekadan pada individu-individu ini frekuensi penyakit yang terjadi di antara individu mudanya menunjukan kejadiaan penyakit ini pada anak-anak muda di negara mereka. anoreksia. BAB III PENUTUP A.4 per 100. Pada segala umur.000 pertahun. mukoid/kuning.4 persen dari tahun 1985 sampai 1990. Pada tahun 1991. New york telah diserang penyakit tuberculosis dengan kenaikan 30. 2010). Oleh karena akibat dari penyakit ini sangat fatal bila tidak terdiagnosis. TB paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan batang aerobic tahan asam yang tumbuh lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar UV.pada 10%-30% pasien yang dapat bertahan hidup terdapat beberapa kerusakan menetap. demam. penduduk kota yang miskin. yaitu bakteri tahan asam yang ditularkan melalui udara yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi. dispneu. tetapi kurang dari 1 persen anak-anak amerika yang menunjukan reaksi terhadap tuberkulin. 2002). 9. sesak nafas. Kuman TB dari fokus primer memasuki kelenjar getah bening regional. Gejala klinis tidak ditemukan tetapi uji tuberkulin positif. malaise. batuk. Droplet infeksius secara inhalasi masuk ke alveolus menimbulkan bronkopneumonia non spesifik yang merupakan fokus primer. dan pasien AIDS. dan bahwa 3 juta orang meninggal akibat tuberkulosis setiap bulan. Epidemiologi (Harrison.283 kasus tuberkulosis. Namun sejak tahun 1985 arahnya berbalik. bahwa terdapat 30 juta kasus tuberkulosis aktif didunia.tuberkulosis. dari golongan kecil. Penyebaran secara geografis di amerika serikat mencerminkan penyebaran populasi yang sudah lazim dengan penyakit ini. (Hasanah. . Penyakit tuberkulin di amerika utara cenderung menjadi penyakit pada orang tua. selanjutnya melalui aliran limfatik memasuki sirkulasi sistemik. nyeri dada. Perkiraan yang beralasan tentang besarnya angka tuberkulosis di dunia adalah bahwa sepertiga populasi dunia terinfeksi dengan M. Kuman Tuberkulosis hidup dan berkembang biak pada tekanan O2 sebesar 140 mm H2O diparu dan dapat hidup di luar paru dalam lingkungan mikro aerofilik. penurunan berat badan. Diperkurakan bahwa 10 juta orang amerika mempunyai hasil ter tuberkulin yang positif. Avium. Tuberkulosis mungkin menyebabkan 6 persen dari seluruh kematian di seluruh dunia. Kesimpulan Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun pada paru yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis. Tanda dari penyakit tuberculosis paru yatu. Tuberkulosis berlanjut sebagai penyebab kematian yng penting. tetapi pernah terjadi adalah M. Bovis dan M.8 persen selama 5 tahun. Angka kasus telah menuruh hingga setingkat 5 sampai 6 persen per tahun.

Buku Saku Patofisiologi. Harrison. http: /www. (2009). DAFTAR PUSTAKA Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Sebagian besar penderita infeksi TB paru primer sembuh dan berbentuk granuloma. (2002). Jakarta : EGC. Syaifudin. kelompok diharapkan dapat memahami dan menguasai materi tersebut. (2011). C. Riskesda Tuberculosis di Indonesia tahun 2010 : /www. Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Saran Adapun saran yang ingin penulis sampaikan. Anatomi Fisiologi. Syaifudin. Edisi 2. Mahasiswa diharapkan dapat lebih menggunakan waktu sebaik-baiknya. Jakarta: Widya Medika. 2. Edisi 4. Jakarta : EGC. Elizabeth. (2010). Hasanah. Mahasiswa diharapkan banyak membaca buku dari berbagai banyak sumber. 1. Edisi 2. Struktur & Komponen Tubuh Manusia. (2002). keadaan ini tergantung pada beberapa keadaan seperti jumlah kuman yang masuk sedikit dan telah terbentuk daya tahan tubuh yang spesifik terhadap basil tuberkulosis. (2002). Penyebaran limfohematogen mengakibatkan TB milier dan TB ektra pulmonar. Tuberkulosis Klinis. ( 11 Juli 2012 ). editor edisi bahasa indonesia. Jakarta : Salemba Medika. . (2010). Tuberculosis Paru.com ( 15 Juli 2012 ).com. Edisi 3. Sebesar 5% dari penderita infeksi TB primer berkembang menjadi penyakit paru progresif dengan gejala klinik dan radiologik sesuai TB paru. Jakarta: EGC. Edisi 13.google. John. Jakarta : Widya Medika. Anatomi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan. C.B. (2009).google. 3. Syaifudin. khususnya pada mahasiswa Akper Fatmawati : Dalam membuat makalah.