You are on page 1of 32

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kanker adalah penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat, berdasarkan data WHO dan Worldbank tahun 2005 penyebab kematian tertinggi kedua di dunia adalah kanker (Rasjidi, 2009 ! Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada ser"ik uteri, suatu daerah pada organ reproduksi #anita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus dengan liang senggama ("agina ($ar#ono, 2005 ! Kanker ser"iks adalah kanker no % yang paling sering menyerang perempuan sekaligus kanker yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di dunia! Hal ini disebabkan keterlambatan diagnosis, keadaan umum yang lemah, status sosial ekonomi yang rendah, keterbatasan sumber daya dan keterbatasan sarana dan prasarana! Hampir &0' kasus kanker ser"iks berada di negara berkembang! (i )ndonesia, setiap hari ditemukan *% kasus baru dan 20 kematian sekaligus! +rosentase kejadian kanker ser"iks di )ndonesia men,apai %-,&5' dari seluruh kejadian kanker (./i/, 2005 ! (ari studi epidemiologi, kanker ser"iks skuamosa berhubungan kuat dengan perilaku seksual, seperti berganti 0 ganti mitra seks dan usia saat melakukan hubungan seks yang pertama (,oitar,he ! Risiko akan meningkat lebih dari sepuluh kali bila mitra seks enam atau lebih, atau bila hubungan seks yang pertama kali diba#ah usia %5 tahun! Risiko juga akan meningkat apabila berhubungan dengan pria berisiko tinggi yang mengidap kondilom akuminatum! +ria berisiko tinggi adalah pria yang melakukan hubungan seks dengan banyak mitra seks! 1aktor risiko lain yang di sebut juga sebagai penyebab terjadinya kanker ser"iks adalah Human +apilloma 2irus (H+2 ! 3erdapat sejumlah bukti yang menunjukkan Human +apilloma 2irus (H+2 sebagai penyebab neoplasia ser"ikal (Rasjidi, 2004 ! $krining yang umum digunakan untuk mendeteksi kanker ser"iks adalah pap smear dan )2.! (i negara maju, angka kejadian dan angka kematian kanker mulut rahim telah menurun karena suksesnya program pemeriksaan sel! .kan tetapi, se,ara umum kanker mulut rahim masih menempati posisi kedua terbanyak pada keganasan #anita

%

(setelah kanker payudara dan diperkirakan diderita oleh 500!000 #anita tiap tahunnya (Rasjidi, 200- ! $elain deteksi dini melalui pap smear dan )2. saat ini juga terdapat ,ara pen,egahan, yaitu melalui "aksinasi! 2aksinasi H+2 merupakan pen,egahan primer kanker ser"iks ("aksinasi pro5ilaksis H+2 tipe %4 dan %& ! +ap smear merupakan bagian dari pen,egahan sekunder! +en,egahan yang terbaik adalah dengan melakukan "aksinasi dan pap smear (untuk menjangkau in5eksi H+2 risiko tinggi lainnya , karena jangkauan perlindungan "aksinasi tidak men,apai %00' yaitu hanya 9&' (Rasjidi, 200- ! 6erdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka penulis ingin mengetahui lebih jauh bagaimana penatalaksanaan e5ekti5 yang dapat diberikan bagi pasien kanker ser"iks! 1.2 Tujuan Penulisan %!2!%! 3ujuan 7mum 8ahasis#a kebidanan diharapkan mampu memberikan pelayanan .suhan Kebidanan pada pasien dengan kanker ser"iks dan mendokumentasikannya dalam bentuk $O.+! %!2!2! 3ujuan Khusus 8ahasis#a pendidikan bidan hiharapkan mampu 9 %! 8engetahui tentang konsep kanker ,er"iks! 2! 8engetahui tentang manajemen asuhan kebidanan pada kanker ,er"iks! :! 8elakukan pengkajian subjekti5 dan data objekti5 pada pasien dengan kanker ,er"iks *! 8enganalisa data untuk menentukan diagnosis aktual dan diagnosis potensial yang mungkin timbul pada pasien dengan kanker ,er"iks! 5! 8enmberikn penatalaksanaan .suhan Kebidanan yang sesuai pada pasien dengan kanker ,er"iks! 4! 8enge"aluasi asuhan yang telah diberikan pada pasien dengan kanker ,er"iks! -! 8elakukan pendokumentasian hasil .suhan Kebidanan pasien dengan kanker ,er"iks &! 1.3 Manfaat 2

1.1.1. Manfaat Teoritis Hasil pembuatan asuhan kebidanan ini penulis mendapatkan masukan pengetahuan tentang penanganan kasus asuhan kebidanan pada pasien kanker ser"ik! 1.1.2. Manfaat Praktis +asien dengan kanker ser"ik mendapatkan penatalaksanaan dengan baik

:

! 2. #anita dengan partner seksual yang banyak dan #anita yang memulai hubungan seksual pada usia muda yaitu diba#ah usia %5 tahun akan meningkatkan risiko terkena kanker ser"iks! 7sia pertama melakukan hubungan seks > %4 tahun. menyatakan bah#a pada #anita yang melakukan hubungan seksual > 20 tahun. 200.. rasio rata<rata kasus.ak "agina (Rasjidi. ::. 5%.1.! 8enurut Rotkin yang menggabungkan hasil dari * penelitian.1 2.kontrol sebesar %. *5.om ! Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim. 200% ! Kandungan protein yang tinggi dalam semen dapat menyebabkan * . sedangkan usia ? %9 tahun memiliki risiko relati5 % (Rasidji.%&.ara seksual! ( Rasjidi. :%. risiko meningkat %4 kali. "irus yang menimbulkan proli5erasi pada permukaan epidermal dan mukosa! )n5eksi "irus papilloma sering terdapat pada #anita yang akti5 se.2 Etiologi +enyebab pasti dari kanker ser"iks belum diketahui! =amun.3 &aktor risiko a! Hubungan seksual pada usia dini atau perka#inan usia muda Kanker ser"iks diperkirakan sebagai penyakit yang ditularkan se. 52.5 (=ugraha. dan 5& sering ditemukan pada kanker dan lesi pra kanker! H+2 adalah (=. 2002.susternada!blogspot!. dimana beberapa bukti menunjukkan adanya hubungan antara ri#ayat hubungan seksual dengan penyakit ini! $esuai dengan etiologi in5eksinya.1 #anker $er%iks Pengertian Kanker ser"iks adalah tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal yang ada disekitarnya (http9.ara seksual. 5aktor etiologi yang perlu mendapat perhatian adalah in5eksi Human +apilloma 2irus (H+2 ! H+2 tipe %4. 54.1.! Kanker ser"iks biasanya menyerang #anita berusia :5<55 tahun!( Rasjidi. usia %4<%9 tahun risiko meningkat : kali. 200.1.200.ser"iks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada pun.BAB 2 TIN AUAN TE!"I 2. :5.

atau bila hubungan seks yang pertama kali diba#ah usia %5 tahun! Risiko akan meningkat apabila berhubungan dengan pria berisiko tinggi yang mengidap kondiloma akuminatum! +ria berisiko tinggi adalah pria yang melakukan hubungan seks dengan banyak mitra seks! (Rasjidi. 200.! Aumlah kelahiran dengan jarak pendek dan terlalu banyak (paritas Wanita yang pernah mengalami kehamilan aterm : kali atau lebih maka resiko kanker ser"iks akan meningkat! 6eberapa peneliti menghubungkannya dengan kondisi sistem imun ibu hamil yang melemah.perubahan pada lapisan terluar leher rahim yang berikutnya dapat berkembang menjadi prakanker! $uatu teori menyatakan bah#a suatu substansi dalam protein semen pria dapat berbahaya bila berkontak dengan leher rahim yang belum berkembang dengan sempurna! 3eori lain menyatakan bah#a substansi dalam . maka #anita yang behubungan se@ sebelum usia %& tahun akan berisiko terkena 5 kali lipat! Keduanya.tau jika mitra seksual merupakan pria berisiko tinggi yaitu pria yang mengidap kondiloma akuminatum dan pria yang melakukan hubungan seksual dengan banyak mitra seks (Rasidji.airan seminal. yang memba#a sperma yang penting untuk memungkinkan 5ertilisasi dari suatu telur mungkin juga dapat menurunkan kemampuan mela#an penyakit! Hal ini meningkatkan kemungkinkan #anita yang melakukan hubungan seksual tanpa proteksi terkena kanker ser"iks! Risiko akan meningkat jika #anita memiliki pasangan 2 atau lebih! 6ahkan peningkatan terjadi sepuluh kali jika mitra seksual 4 atau lebih! .! b! +asangan seksual yang berganti<ganti (ari studi epidemiologi. 200.ara se@ual dimana beberapa bukti menunjukan adanya hubungan antara ri#ayat hubungan se@ual dan risiko penyakit ini! $esuai dengan etiologi in5eksinya! Wanita dengan partner se@ual yang banyak dan #anita yang memulai hubungan se@ual pada usia muda akan meningkatkan risiko terkena kanker ser"iks! Karena sel kolumnar ser"iks lebih peka terhadap metaplasia selama usia de#asa. kanker ser"iks skuamosa berhubungan kuat dengan perilaku seksual. seperti berganti 0 ganti mitra seks dan usia saat melakukan hubungan seks yang pertama! Risiko meningkat lebih dari sepuluh kali bila mitra seks enam atau lebih. yang memungkinkan terjadinya in5eksi H+2 dan pertumbuhan kanker! 5 . baik usia saat pertama berhubungan maupun jumlah partner se@ual adalah 5aktor yang kuat untuk terjadinya kanker ser"iks! (Rasjidi. 200Kanker ser"iks diperkirakan sebagai penyakit yang ditularkan se.

5: kali. +enelitian yang melibatkan %-0:2 #anita. yaitu lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko relati5 %.sap rokok menghasilkan poly. memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara insiden kanker ser"iks (59 kasus dengan lama pemakaian kontrasepsi oral! 6eberapa penelitian sebelumnya yang menguji hubungan yang meyakinkan antara kontrasepsi oral dengan resiko neoplasia ser"iks membuktikan adanya hubungan positi5.d! +emakaian kontrasepsi oral Kontrasepsi oral dapat menurunkan kekebalan alami kita terhadap in5eksi dan dapat juga mempengaruhi . 200& menyatakan bah#a mekanisme terjadinya kanker ser"iks adalah pengaruh pil K6 terhadap perubahan epitel kolumnar menjadi epitel skuamosa atau proses e"ersi! Bpitel kolumnar yang berada di daerah e"ersi akan berada dalam "agina yang +Hnya rendah sehingga merangsang terjadinya metaplasia yang apabila terjadi dalam jangka #aktu lama (? 5 tahun akan berpotensi untuk berkembang menjadi ganas! +emakaian kontrasepsi oral dalam jangka panjang.stutik.y. WHO melaporkan risiko relati5 pada pemakaian kontrasepsi oral sebesar %.arbon 4 .u yang paling utama.u dan bias! +erilaku seksual dan skrinning pap smear merupakan peran.li. terutama untuk penggunaan kontarsepsi oral dalam jangka #aktu lama! 8eskipun beberapa hasil penelitian sulit untuk diinterpretasikan karena "ariasi kompleksitas metodologi penelitian termasuk adanya 5aktor peran. hydro. baik yang dihisap sebagai rokok atau yang dikunyah! .ara tubuh menggunakan asam 5olat (dan terdapat bukti yang menyatakan #anita dengan pap smear positi5 seringkali menderita de5isiensi asam 5olat ! .%9 kali dan meningkat sesuai dengan lamanya pemakaian! +ada penelitian 2essey dan +ainter (%9&4<200* yang meneliti hubungan pemakaian kontrasepsi oral dengan insiden kanker di Oxford Family Planning Association contraceptive study. aromati. namun dalam beberapa penelitian yang terkontrol ditemukan peningkatan insiden 2 kali lipat pada #anita yang mengkonsumsi kontrasepsi oral lebih dari 5 tahun! e! +erlukaan mulut rahim yang tidak mendapat pengobatan yang tepat 5! )n5eksi herpes genitalis atau in5eksi klamidia menahun g! Kondisi sosial<ekonomi rendah h! Hygiene hubungan seksual kurang i! 8erokok 3embakau mangandung bahan<bahan karsinogenik.

egah keguguran antara tahun %9*0<%9-%! Wanita yang ibunya mendapat (B$ selama kehamilan meningkatkan clear-cell adenokarsinoma "agina atau ser"iks lebih . hydra/ine.etuskan trans5ormasi maligna! 8enurut Rasjidi.y 2irus (H)2 meningkatkan angka kejadian kanker ser"iks prain"asi5 dan in"asi5! l! (iethylstilbestrol ((B$ (B$ merupakan obat hormonal yang diberikan pada #anita untuk men.arbon monoksida. beta karotin. aromati.hetero. sehingga menurunkan ketahanan ser"iks terhadap perubahan abnormal! 8erokok se.hlorida.un dan karsinogen seperti9 . sel epitel skuamosa dan bersama dengan in5eksi H+2 men.sap rokok mengandung gas dan partikel padat9 %! (alam gas asap rokok terdapat /at bera.ene.ara umum juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh! 8enurut +eters R1 yang dikutip oleh Rasidji (200.4<diben/anthra.kali lebih rentan terserang kanker. :<methyl.retinol dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker ser"iks! k! +erubahan sistem imun +erubahan sistem imun dihubungkan dengan meningkatnya risiko terjadinya karsinoma ser"iks in"asi5! Hal ini dihubungkan dengan penderita yang terin5eksi dengan Human )mmunode5i.hydro.seorang #anita yang merokok ? 5 batang perhari selama ? 20 tahun (dibandingkan > % tahun maka risiko relati5 sebesar *! .y.egah kanker! (ari beberapa penelitian. "itamin C.y. amine .4. .ien.li.li. aromati. ternyata de5isiensi terhadap asam 5olat. dan *0 batang setiap hari meningkatkan kerentanan %* kali daripada seorang yang tidak merokok! =ikotin dalam rokok masuk dalam lendir ser"iks yang menutupi leher rahim. ammonia.epat dari #anita partikel padat banyak terdapat karsinogen seperti9 poly. "inyl . nitrosamines! +ada #anita perokok konsentrasi nikotin pada getah ser"iks 54 kali lebih tinggi dibanding didalam serum! B5ek langsung bahan<bahan tersebut pada ser"iks adalah menurunkan status imun lokal sehingga dapat menjadi karsinogen in5eksi "irus! 6ahan karsinogenik spesi5ik dari tembakau dijumpai dalam lendir ser"iks #anita perokok! 6ahan ini dapat merusak (=.holanthrene .arbon dioksida.2.arbon (%.200. nitrosamine.karsinogen terlihat dalam sekresi leher rahim dalam jumlah sepuluh kali lipat daripada jumlahnya dalam darah! 8erokok 20 batang setiap hari menjadikan . aldehida 2! (alam j! =utrisi 6anyak sayur dan buah mengandung bahan<bahan antioksidan dan berkhasiat men. B.

normal! 3ipe kanker ini sangat jarang pada #anita yang tidak terpapar (B$! 3erdapat % kasus pada setiap %000 #anita yang ibunya mendapat (B$ selama kehamilan! Risiko mun.ul lebih besar pada #anita yang ibunya mendapat (B$ pada %4 minggu pertama kehamilan! m! Higine dan sirkumsisi 6erdasarkan penelitian ditemukan pada kelompok yahudi yang mempunyai kebiasaan melakukan sirkumsisi pada bayi pria yang baru lahir. ternyata insiden kanker ser"iks ditemukan sedikit pada istri<istri mereka! Higine yang kurang baik mempermudah terjadinya kanker ser"iks! & .

perdarahan perrektal.2. se.ara lim5ogen melalui pembuluh getah bening Eumbal 6engkak pada tungkai dan daerah inguinal =yeri perut ba#ah Kandung kemih dan re. atau pada struktur kromosom +erbaikan (=.tum Hematuria.' Patofisiologi $er"iks normal )n5eksi H+2 $e.1. 1istel rekto"agi nal Hb turun O2 turun $esak 2ol . 1istel "esiko"agi nal. dan apoptosis tidak terjadi $iklus sel tidak terkontrol (isplasia 9 pertumbuhan akti5 disertai gangguan pematangan epitel ser"iks C)= ) < C)= )) < C)= ))) In%asif (an)er 1aktor Risiko a! Hubungan seksual pada usia > 20 tahun b! +asangan berganti<ganti seksual .airan $yok =eurogenik turun Hipo"olemik $yok Dangguan akti"itas 9 .! 8empunyai banyak anak d! +emakaian kontrasepsi oral ? 5 tahun e! +erlukaan rahim 5! pada mulut )n5eksi menular seksual g! $osial ekonomi rendah h! Higiene rendah +eradangan gland! ser"iks Hipersekresi )n5eksi dan nekrosis jaringan Keputihan berbau (is5ungsi seksual Bks5oliasi jaringan kanker Hiperplasia epitel ser"iks +embuluh darah terbuka +erdarahan abnormal )n5iltrasi sel tumor pada parametrium disertai akumulasi pus dalam ka"um uteri +ara aorta yang lebih tinggi =yeri epigastri um 8etastase.ara alami mengalami proses metaplasi (erosio akibat saling mendesaknya dua jenis epitel yang melapisi )nisiasi (perubahan bahan genetik sel pada (=.

H 6$O 8eno pause dini .+enatalaksanaan +embedahan Radioterapi Kemoterapi luka 3.emas Bksternal radiasi • Kulit merah • Datal • Kering • Warna lebih gelap )nternal radiasi 2agina menjadi kering $el<sel yang membelah .ernaan $el<sel pada akar rambut • 8ual • 8untah • Euka terbuka di mulut (saria#an Keron tokan rambut Dambar 2!% +ato5isiologi kanker ser"iks 2.1.epat (iskonti nuitas jaringan $el darah $pas me otot nyeri +ort de entry kuman in5eksi (ispau reni • mudah in5eksi • mudah lelah • mudah memar • perdarahan $el yang melapisi saluran pen.* Manifestasi #linis %0 .

dapat timbul hemoragi masi5! +enyebab perdarahan per"aginam adalah eks5oliasi jaringan kanker! b! =yeri pinggang.il atau tumor papilar! (engan progresi lesi. piuria hingga terbentuk 5istel sisto<"aginal! 6ila lesi mengin"asi ligamen . dari luar tampak nodul tidak beraturan. pus dalam ka"um uteri. sekret bertambah. disebakan hipersekresi! (engan progresi penyakit. regiogluteal atau sakrokoksigeal! =yeri abdomen ba#ah tengah mungkin disebabkan lesi kanker ser"iks atau parametrium disertai in5eksi atau akumulasi .%! Dejala Kanker ser"iks stadium dini dapat tanpa symptom yang jelas. dapat timbul polikisuria.airan. disuria! (engan progresi kanker dapat mengenai buli<buli. bila terjadi in5eksi. timbul hematouria. urgensi. yang menyebabkan uterus berkontraksi! =yeri kram intermiten abdomen ba#ah satu atau kedua sisi mungkin disebabkan oleh kompresi atau in"asi tumor sehingga ureter obstruksi dan dilatasi! . akhirnya timbul 5istel rekto"aginal! 5! Dejala sistemik9 semakin melemah. lanjut atau bila disertai in5eksi! $ering berlokasi di abdomen ba#ah. sering terjadi pas. mendesak atau in"asi ureter. letih. kaki 7mumnya pada stadium sedang.a koitus atau periksa dalam! (engan progresi penyakit. polipoid. sekret berbau busuk atau bersi5at purulen! d! Dejala saluran urinariusF sering kali karena in5eksi. dapat timbul lesi nodular. jaringan rapuh mudah berdarah dan bersekret9 bila tumor tumbuh endo5itik.ernaan9 ketika kanker ser"iks menyebar ke ligament .ardinal. tukak ke. %% . ligament sakral.er seperti air. dapat menekan rektum dapat timbul hematoke/ia. berbau amis. anemia. en.! Keputihan +ada stadium a#al dapat berupa keputihan yang bertambah banyak. disebabkan iritasi oleh lesi kanker atau peradangan glandula ser"iks. timbul hidrone5rosis. tumor eks5o5itik! 6erbentuk kembang kol. 5rekuensi dan "olume perdarahan tiap kali bertambah. papilar. mengurus. gejala yang utama adalah9 a! +erdarahan per"aginam +ada stadium a#al terjadi perdarahan sedikit pas. pada ser"iks dapat timbul erosi. demam. akhirnya menyebabkan uremia! 3idak sedikit pasien stadium lanjut meninggal akibat uremia e! Dejala saluran pen.ardinal. oedem! 2! 3anda 5isik +ada karsinoma in situ atau karsinoma in"asi5 stadium dini.a kontak.

eriksaan -iagnostik .pabila penderita mengalami gejala pedarahan di luar masa haid dan di. intra"agina! .siklus haid sampai masa premenstruasi!   $ebaiknya penderita tidak setelah menggunakan antisepti. bentuk luar ser"iks uteri terdestruksi. maka sediaan apusan harus dibuat saat itu. dan tidak setelah kontak seksual! (eteksi dini kanker ser"iks dengan +ap $mear harus memenuhi syarat<syarat tertentu! $yarat sample pap smear yang adek#at yaitu bila diperoleh sel<sel dari bagian tertentu dari organ genitalia #anita! 3arget pengambilan sample adalah sGuamo.urigai disebabkan kanker ser"iks. bila lesi in"asi5 dalam dan jaringan kanker banyak yang nekrosis dan lepas.+ a! +ap smear 8etode skrining sampai saat ini umumnya masih menggunakan pap smear! (eteksi dini kanker ser"iks dengan metode pap smear yang dilakukan dengan benar dan rutin menunjukkan man5aat yang sangat besar! $ekitar tahun 2005 angka kematian karena kanker ser"iks pada #anita di . tidak sedang dalam pengobatan di dalam rongga "agina. terbentuk rongga! 2.merika yang semula berada pada urutan pertama. agar diperoleh bahan yang representati"e diperlukan syarat<syarat kondisi penderita sebagai berikut9  $etiap #aktu di luar masa haid.il atau agak kedalam seperti ka#ah gunung berapi. #alaupun ada perdarahan! %2 Pe.1.olumnar jun. di permukaan dapat terdapat erosi. maka akan dapat menghentikan proses perjalanan kanker tersebut! +ap smear sebaiknya dilakukan se.mengin"asi kedalam.ara rutin setahun sekali pada #anita yang telah kontak seksual! +ap smear sebaiknya dilakukan saat tidak haid (keluar darah dari "agina . sekitar sesudah hari ke . perdarahan per"aginam relati5 sedikit9 bila tumor disertai in5eksi dapat timbul tukak ke.tion ( 3rans5ormation /one ! +engambilan sample +ap $mear . akan diperoleh sel<sel pelapis leher rahim (ser"iks ! (ilakukan pengamatan mikroskopis sel<sel tersebut! +ap $mear mampu mendeteksi kelainan pra kanker pada perjalanan kanker ser"iks. telah sangat berkurang dan telah turun menduduki urutan ke &! 3ehnik pulasan dari sample yang diperoleh dari ser"iks. bila pra kanker ditemukan dan dilakukan pengobatan tepat.

meningkatkan ratio positi5 dan akurasi hasil biopsi! .tahap. merupakan pemeriksaan dengan pembesaran.urigakan.ision +ro.ara "isual binokular langsung melalui kolposkop mengamati lesi diser"iks uteri dan "agina merupakan salah satu . pembuluh darah setelah pemberian asam asetat! +emeriksaan kolposkopi tidak hanya terbatas pada ser"iks. dapat dilakukan biopsi dilokasi men. karsinoma in situ dengan mikroin"asi! $ehingga seringkali terjadi over treatment pada H+2.2 yang sangat berbeda penatalaksanaannya! Cara pemeriksaan kolposkopi9 di ba#ah .urigaan mikroin"asi.aan histologi pada tepi sayatan akibat pembakaran! Keuntungan lain adalah tindakan EBB+ dapat dilakukan pada saat melakukan kolposkopi ( ee and !reat etting ! +rosedur ini memberi keuntungan #aktu dan biaya! +ada mulanya untuk melakukan terapi lesi =)$ diperlukan tiga langkah. karena konisasi dapat membedakan stadium ).edure Bksisi jaringan lesi abnormal dan sekitarnya (bagian jaringan sehat dengan menggunakan metal #ire loops! Keuntungan EBB+ adalah selain untuk terapi juga untuk diagnosis! Karena jaringan yang dieksisi dengan EBB+ akan dapat die"aluasi se.ara histologi! 3etapi kadang kala terdapat gangguan pemba.% atau stadium ).al B@.a pembesar se.ara penunjang penting untuk diagnosis dini karsinoma uteri dan lesi prakankernya! 3erhadap pasien dengan hasil sitologik abnormal atau ke. ataupun pembuluh darah yang abnormal! Kelainan yang sukar dibedakan antara lain antara =)$ ) dengan H+2.trosurgi. melihat kelainan epitel ser"iks.! Bksisi EBB+ (Eoop Ble. $ebelum melaksanakan pengambilan sample +ap $mear hendaknya penderita memperoleh penjelasan perihal man5aat dan prosedur pemeriksaan! b! Kolposkopi +emeriksaan kolposkopi merupakan pemeriksaan standart bila ditemukan pap smear yang abnormal! +emeriksaan dengan kolposkop.urigaan klinis perlu dilakukan kolposkopi! +emeriksaan ini dapat menemukan lesi preklinis yang tak tampak dengan mata telanjang. tetapi pemeriksaan meliputi "ul"a dan "agina! Kelainan dari =)$ ) sampai =)$ ))) sangat berbeda pada derajat atau peningkatan ketebalan dari epitel putih (aceto-white epithelium setelah diberikan asam asetat! $elain itu juga melihat adanya pungtasi.ahaya kuat dan ka. tetapi juga under treatment pada =)$ )))! $ensiti"itas kolposkopi dilaporkan berkisar 49<95' dengan spesi5itas 4-<9:'! 3indakan konisasi harus dilakukan bila terdapat in5ormasi adanya ke. tahap %: .

maka penggunaan EBB+ saat ini sangat meluas dan berkembang! d! Konisasi (. disebut juga epitel putih! Aika makin putih dan makin jelas. bahkan juga akan meningkatkan osmolaritas . kejadian perdarahan pada konisasi berkisar %*<22'.old<kni5e . makin tinggi kelainan histologiknya! (emikian pula. kemudian bila dijumpai kelainan histologik dilakukan terapi! +rosedur ini dapat dipersingkat.paramedis mengamati ser"iks yang telah diberi asam asetat. lokasi lesi ataupun perluasan lesi.sam .ara inspekulo dan dilihat dengan penglihatan mata langsung (mata telanjang ! +emberian asam asetat itu akan mempengaruhi epitel abnormal. tetapi dipantulkan keluar sehingga permukaan epitel abnormal akan ber#arna putih.pertama pap smear. kesenjangan antara pap smear dengan histologi biopsi dan adenodisplasia! Komplikasi konisasi yang sering terjadi adalah perdarahan. sinar tersebut tidak akan diteruskan ke stroma.ara keseluruhan baik lesi ke.bidan.airan intraseluler sehingga membran akan kolaps dan jarak antar sel akan semakin dekat! $ebagai akibatnya. melakukan eksisi untuk diagnosis histologik dan terapi! Keuntungan dari eksisi dengan EBB+ adalah dapat dilakukan kombinasi eksisi EBB+ di beberapa tempat sampai lesi abnormal tidak tampak lagi. kuret endoser"iks yang positi5. dengan demikian bedah eksisi EBB+ tidak dipengaruhi oleh 5aktor luas lesi. karena lesi yang meluas ke dalam endoser"iks pun dapat dilakukan eksisi menyerupai eksisi konisasi! Keberhasilan eksisi EBB+ se. semakin tajam %* . ()nspeksi 2isual . histologi biopsi yang menyatakan mikroin"asi. tetapi dengan teknik yang baik umumnya perdarahan dapat diatasi! Komplikasi lain dari konisasi adalah stenosis osteum! $edangkan keberhasilan konisasi untuk terapi konser"ati5 H$)E berkisar -0<92'! e! )2.setat )nspeksi 2isual . bila dijumpai kelainan dilakukan tahap ke dua yaitu kolposkopi.asam .sam . jika permukaan epitel mendapatkan sinar.il ataupun lesi luas berkisar 90'! Karena banyak keuntungannya. tahap pertama dilakukan pap smear.one 6eberapa indikasi konisasi pisau antara lain pemeriksaan kolposkopi yang tidak memuaskan.airan ekstraseluler! Cairan ekstraseluler yang bersi5at hipertonik ini akan menarik .uka :< 5' se. bila dijumpai kelainan kemudian dilakukan kolposkopi dan biopsi.setat adalah pemeriksaan yang pemeriksanya (dokter.

ara akurat mendapatkan jaringan kanker! 3api untuk kanker yang disertai in5eksi sekunder. harus dilakukan biopsi dari multipel titik. biopsi harus dilakukan lebih dalam. darah. H+29 telah dipastikan in5eksi H+2 merupakan kausa utama karsinoma ser"iks dan lesi prakankernya! +emeriksaan H+2 risiko tinggi merupakan salah satu . deteksi (=. tujuannya adalah untuk menghilangkan kotoran.a terapi karsinoma ser"iks dan C)=! h! 6iopsi ser"iks uteri dan kerokan kanalis ser"ikalis9 tujuannya adalah memastikan diagnosis C)= dan karsinoma ser"iks uteri! Karsinoma ser"iks stadium dini lesinya tidak jelas.airan. 3C3 memiliki keunggulan jelas dalam mendeteksi kelainan epitel ser"iks uteri.ara lain untuk membantu pengambilan sampel biopsi! +ada kanker ser"iks stadium sedang dan lanjut lesinya jelas. perbatasan epitel skuamo< %5 . dan untuk pemantauan pas. barulah dapat diperoleh jaringan kanker segar! +ada #anita menopause. H+2 yang dikombinasikan dengan pemeriksaan sitologik dapat memprediksi tingkat risiko pasien yang diperiksa. dapat se. lampu 5luorosensi "agina. kolposkopi dan .batasnya semakin tinggi derajat kelainan jaringannya! (ibutuhkan #aktu %<2 menit untuk dapat melihat perubahan<perubahan pada epitel! 5! $itologi pulasan tipis (3C3H thinprep cytologict test biasa disebut thin-prep atau E6C ("i#uid $ased %ytology adalah metode pap smear yang dimodi5ikasi yaitu mengumpulkan sel usapan ser"iks di dalam . teknik ini mengurangi hasil negati5 semu.ara menapis karsinoma ser"iks dan lesi prakankernya! (e#asa ini. nekrosis.ara akurat. kini sering digunakan reagen iodium.ara terpisah diperiksa patologinya! 7ntuk meningkatkan akurasi biopsi. lendir serta memperbanyak sel ser"iks yang dikumpulkan sehingga akan meningkatkan sensiti"itas! (ibandingkan pulasan pemeriksaan sitologi ser"iks uteri kon"ensional. meningkatkan sensiti"itas dan spesi5isitas identi5ikasi! (igunakan untuk penapisan dan deteksi dini karsinoma ser"iks uteri dan lesi prakanker! Dambar 2!2 EiGuid<6ased Cytology g! (eteksi (=. menetapkan inter"al #aktu pemeriksaan penapis. se. untuk dapat memperoleh jaringan kanker se.

)).. atau menggunakan kuret ke.1. C)= . ini membantu penentuan stadium dan terapi! +emeriksaan C3 atau 8R)9 untuk mengetahui ada atau tidaknya in"asi. kanker ser%iks $ebelum masuk ke kanker ser"iks ada tahapan yang dinamakan dengan =eoplasia $er"iks )ntraepitelial (cervical intraepitelial neoplasia.apit harus dimasukkan ke dalam kanalis ser"ikalis untuk biopsi. bila perlu dilakukan biopsi dinding buli<buli untuk memastikan dan menentukan stadium! Kolorektoskopi9 sesuai untuk pasien dengan gejala saluran pen. harus dilakukan pemeriksaan sistoskopi untuk memastikan terkena atau tidaknya mukosa dan otot buli<buli.il untuk mengerok kanalis ser"ikalis. ))) menggambarkan luasnya kelainan selular di dalam epitel ser"iks! a! C)= ) $el<sel epitel pada %. barulah dapat memperoleh jaringan kanker! Dambar 2!: +engambilan sampel untuk pemeriksaan biopsi i! +emeriksaan penunjang khusus9 pemeriksaan sistoskopi9 kanker ser"iks uteri stadium sedang dan lanjut bila disertai gejala sistem urinarius.tum terkena! +ielogra5i inter"ena9 untuk mengetahui apakah segmen ba#ah ureter terdesak atau terin"asi hingga obliterasi oleh kanker atau tidak.urigai kolon.: bagian ba#ah tidak mengalami di5erensiasi atau maturasi sitoplasma! %4 . metastasis di lokasi terkait dengan ser"iks uteri dan jalur penyebaran kanker ser"iks uteri! 2. maka #aktu pengambilan sampel pen. re. merupakan istilah yang men. $ta-iu.akup seluruh kelainan pada ser"iks! )stilah ini telah menggantikan istilah sebelumnya yaitu IdisplasiaI dan Ikarsinoma in situI ser"iks! +embagian C)= ).kolumnal bergeser ke dalam.ernaan ba#ah atau di.

% ). tetapi tidak sampai dinding panggul atau %.ara klinis lesi berukuran * .akup 2.inoma +roses terbatas pada ser"iks #alaupun ada perluasan ke korpus uteri Karsinoma mikroin"asi5 Kedalaman in"asi stroma tidak lebih dari : mm dan perluasan hori/ontal tidak lebih dari .b! C)= )) +erubahan pada C)= ) men.ara klinis lesi berukuran lebih dari * .m pada dimensi terbesar 3umor menyebar ke luar dari ser"iks.%9-/ $ta-iu.: epitel! . &I0! #ategori 3umor primer tidak bisa digambarkan 3idak ada bukti adanya tumor primer Carsinoma in situ (prein"asi"e .2 3%a2 )6 3%b )6% 3%b% )62 )) 3%b2 32 .m atau kurang pada dimensi terbesar $e.: ba#ah "agina %TNM 3J 3O 3is 3% 3%a 3%a% 0 ) ).ar.2 atau 3%a2 $e. ).mm Kedalaman in"asi stroma lebih dari : mm dan tidak lebih dari 5 mm dan perluasan hori/ontal mm atau kurang $e.! C)= ))) +erubahan ini terdapat pada seluruh ketebalan epitel! (iagnosis C)= dibuat berdasarkan biopsi pada spesimen abnormal sebagai bagian dari pemeriksaan skrining pap smear! 3erapi bergantung pada tingkat keparahan kelainan yang terlihat pada spesimen dan berbagai "ariabel klinis lainnya! 3abel 2!% 3ingkat keganasan klinik menurut 1)DO.ara klinis sudah diduga adanya tumor mikroskopik lebih dari ).

sitologi pulasan ser"iks uteri! 2.: ba#ah "agina. radioterapi dan kemoterapi! (e#asa ini radioterapi dan operasi menjadi metode terapi umum! +emilihan pengobatan %& . %. 3umor mengin"asi mukosa buli<buli .3anpa in"asi parametrium )) 6 (engan in"asi parametrium ))) 3umor menyebar ke dinding panggul dan./ % 2 : * Diagnosa Ban-ing +eradangan ser"iks uteri9 erosi ser"iks uteri. 3umor menyebar %. 32a 32b 3: 3:a 3:b 3* 8% 2. )mam. seperti leukorrhea. perdarahan irreguler per "aginam! (apat dibedakan dengan kanker ser"iks uteri dari biopsi histologi. polip in5lamasi ser"iks uteri Eeiomioma submukosa ser"iks dan uterus! +apiloma.1 Penatalaksanaan 8etode terapi kanker ser"iks uteri terdapat operasi. 200. rektum dan ke luar panggul )2 6 8etastase jauh (Rasjidi.1.: ba#ah "agina yang menyebabkan hidrone5rosis atau penurunan 5ungsi ginjal ))) . 36 ser"iks uteri. melanoma ser"iks uteri! Karsinoma metastasik ser"iks uteri9 umumnya dari karsinoma "agina dan karsinoma endometrium! +enyakit diatas sering memiliki gejala seperti kanker ser"iks uteri. tetapi tidak sampai ke dinding panggul ))) 6 3umor menyebar ke dinding panggul menyebabkan penurunan 5ungsi ginjal )2 .1.! )) .

dilakukan histerektomi dan pengangkatan struktur di sekitarnya (prosedur ini disebut histerektomi radikal serta kelenjar getah bening! +ada #anita muda. penderita masih bisa memiliki anak! Karena kanker bisa kembali kambuh.tum dan "agina ♦ Kerusakan kandung kemih dan rektum ♦ O"arium berhenti ber5ungsi! :! Kemoterapi Aika kanker telah menyebar ke luar panggul. usia. dianjurkan untuk menjalani histerektomi! +ada kanker in"asi5. dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang dan +ap smear setiap : bulan selama % tahun pertama dan selanjutnya setiap 4 bulan! Aika penderita tidak memiliki ren.! Radiasi internal 9 /at radioakti5 terdapat di dalam sebuah kapsul dimasukkan langsung kedalam ser"iks! Kapsul ini dibiarkan selama %<: hari dan selama itu penderita dira#at di rumah sakit! +engobatan ini bisa diulang beberapa kali selama %<2 minggu! B5ek samping dari terapi penyinaran adalah9 ♦ )ritasi re. seluruh kanker seringkali dapat diangkat dengan bantuan pisau bedah ataupun melalui EBB+! (engan pengobatan tersebut.untuk kanker ser"iks tergantung kepada lokasi dan ukuran tumor.am radioterapi9 b! Radiasi eksternal 9 sinar berasal dari sebuah mesin besar! +enderita tidak perlu dira#at di rumah sakit.ana penderita untuk hamil lagi! %! +embedahan +ada karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan ser"iks paling luar . kadang dianjurkan untuk menjalani kemoterapi! +ada kemoterapi digunakan obat<obatan untuk membunuh sel<sel kanker! Obat anti<kanker bisa diberikan melalui suntikan intra"ena atau melalui mulut! %9 .minggu selama 5<4 minggu! .da 2 ma. penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 hari. stadium penyakit.ana untuk hamil lagi. o"arium (indung telur yang normal dan masih ber5ungsi tidak diangkat! 2! 3erapi penyinaran 3erapi penyinaran (radioterapi e5ekti5 untuk mengobati kanker in"asi5 yang masih terbatas pada daerah panggul! +ada radioterapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel<sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya! . keadaan umum penderita dan ren.

a operasi! Histerektomi pas. biasanya diobati dengan terapi kemoradiasi primer. lalu dilakukan pengobatan.a radiasi bukan merupakan tindakan yang umum dianjurkan! 20 .< para<aortik juga dilakukan se. biasanya diterapi dengan histerektomi radikal! +ada prosedur ini dilakukan pengangkatan jaringan parametrium pada dinding samping pel"is. diselingi dengan pemulihan.a operasi sebagai bentuk risiko tinggi dari penyakit ini (metastase nodus lim5e. diterapi dengan biopsi konus atau histerektomi sederhana jika tidak ditemukan hal<hal yang menunjukkan adanya risiko tinggi! $tadium )a2.isplatin dan radiasi sinar eksternal (teleterapi seminggu sekali yang diikuti dengan implan radiasi lokal (brakiterapi ! Histerektomi radikal juga dapat dilakukan. yang bisa dikombinasikan dengan kemoterapi! $edangkan menurut Brrol =or#it/. . namun sebagian besar pasien akan membutuhkan kemoradiasi pas.)2a.)))b. serta reseksi L : bagian ligamentum uterosakrum untuk memperoleh margin negati5! Eim5adenektomi panggul M. diobati dengan kemoradiasi primer karena sangat ke. reseksi arteri uterina pada bagian asalnya.< radiasi terarah! b! 3erapi aju"an +asien dengan penyakit stadium a#al berisiko tinggi (nodus lim5e terlibat.)))a. )b%.: bagian atas "agina. begitu seterusnya! *! 3erapi biologis +ada terapi biologis digunakan /at</at untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam mela#an penyakit! 3erapi biologis dilakukan pada kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya! Kang paling sering digunakan adalah inter5eron. in"asi dalam akan mendapatkan man5aat dengan kemoradiasi pas. artinya suatu periode pengobatan diselingi dengan periode pemulihan.))a.il kemungkinannya untuk dapat melakukan operasi dengan aman dalam memperoleh margin negati5! 5 Kanker ser"iks )2b diobati dengan tujuan paliati5 dengan menggunakan kemoterapi M. penatalaksanaan kanker ser"iks adalah sebagai berikut a! 3erapi primer menurut stadium % 2 $tadium )a%. in"asi ser"iks bagian dalam ! * $tadium ))b.Kemoterapi diberikan dalam suatu siklus.ara rutin! $tadium )b2. pengangkatan %.

uterus.airan en. penderita tidak akan mengalami menstruasi lagi! Histerektomi biasanya tidak mempengaruhi gairah seksual dan kemampuan untuk melakukan hubungan seksual! 3etapi banyak penderita yang mengalami gangguan emosional setelah histerektomi! +andangan penderita terhadap seksualitasnya bisa berubah dan penderita merasakan kehilangan karena dia tidak dapat hamil lagi! $elama menjalani radioterapi..3ing 3engo4atan $elain membunuh sel<sel kanker. akti"itas penderita harus dibatasi agar penyembuhan berjalan lan. 2% .urkan sel<sel kanker pada permukaan ser"iks sama dengan metode yang digunakan untuk mengobati lesi prakanker! B5ek samping yang timbul berupa kram atau nyeri lainnya. pengobatan juga menyebabkan kerusakan pada sel< sel yang sehat sehingga seringkali menimbulkan e5ek samping yang tidak menyenangkan! B5ek samping dari pengobatan kanker sangat tergantung kepada jenis dan luasnya pengobatan! $elain itu.a radiasi dengan penyakit panggul sentral! d! 3erapi paliati5 $ebagian besar pasien dengan kanker ser"iks rekuren bukan merupakan kandidat untuk eksenterasi akibat penyakit di dinding samping atau metastasis jauh! Kombinasi .kti"itas normal (termasuk hubungan seksual biasanya bisa kembali dilakukan dalam #aktu *<& minggu! $etelah menjalani histerektomi.ar! .isplatin dan topotekan merupakan regimen kemoterapi paliati5 yang paling e5ekti5! Radioterapi regional mungkin e5ekti5 untuk mengurangi gejala nyeri yang disebabkan oleh lesi di luar bidang radiasi yang sebenarnya! 2. rektum. reaksi dari setiap penderita juga berbeda<beda! 8etoda untuk membuang atau menghan. dan struktur lain yang terlibat merupakan satu<satunya pilihan untuk sembuh dari kasus kekambuhan pas.er dari "agina! 6eberapa hari setelah menjalani histerektomi.! +enyakit rekuren +asien yang mengalami kekambuhan setelah pembedahan saja merupakan kandidat untuk terapi radiasi! Bkstenterasi panggul (pengangkatan kandung kemih. penderita bisa mengalami nyeri di perut bagian 7ntuk ba#ah! 7ntuk mengatasinya air bisa diberikan bisa obat pereda nyeri! kateter! +enderita juga mungkin akan mengalami kesulitan dalam berkemih dan buang air besar! membantu pembuangan kemih dipasang 6eberapa saat setelah pembedahan. perdarahan atau keluar .12 Efek sa.

penderita akan mengalami kerontokan rambut. selama menjalani radioterapi penderita tidak boleh melakukan hubungan seksual! Kadang setelah radiasi internal. terutama seminggu sesudahnya! )stirahat yang . muntah atau luka terbuka di mulut! 3erapi biologis bisa menyebabkan gejala yang menyerupai 5lu.11 Pen)ega5an 2aksinasi H+2 merupakan pen. selain itu penderita juga bisa mudah memar dan mengalami perdarahan! 2. tetapi harus terlindung dari sinar matahari dan penderita sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang bisa mengiritasi daerah yang disinari! 6iasanya. mudah memar dan mengalami perdarahan serta kekurangan tenaga! $el<sel pada akar rambut dan sel<sel yang melapisi saluran pen. e5ek sampingnya pada setiap penderita berlainan! 6iasanya obat anti<kanker akan mempengaruhi sel<sel yang membelah dengan . mual. mual.epat. sering terjadi kerontokan rambut di daerah yang disinari dan kulit menjadi merah. demam.penderita mudah mengalami kelelahan yang luar biasa. na5su makannya berkurang. penderita akan lebih mudah mengalami in5eksi. yaitu menggigil.ukup merupakan hal yang penting.apai %00' (9&' 22 .egahan primer kanker ser"iks ("aksinasi pro5ilaksis H+2 tipe %4 dan %& ! +ap smear merupakan bagian dari pen. membantu pembekuan darah atau mengangkut oksigen ke seluruh tubuh ! Aika sel darah terkena pengaruh obat anti<kanker.ukup.ernaan juga membelah dengan . muntah dan diare! Kadang timbul ruam.egahan yang terbaik adalah dengan melakukan "aksinasi dan pap smear (untuk menjangkau in5eksi H+2 risiko tinggi lainnya . penderita diajari untuk menggunakan dilator dan pelumas dengan bahan dasar air! +ada radioterapi juga bisa timbul diare dan sering berkemih! B5ek samping dari kemoterapi sangat tergantung kepada jenis dan dosis obat yang digunakan! $elain itu.epat! Aika sel<sel tersebut terpengaruh oleh kemoterapi. tetapi dokter biasanya menganjurkan agar penderita sebisa mungkin tetap akti5! +ada radiasi eksternal. karena jangkauan perlindungan "aksinasi tidak men. na5su makan berkurang. nyeri otot. termasuk sel darah (yang ber5ungsi mela#an in5eksi. lemah. sehingga bisa menyebabkan nyeri ketika melakukan hubungan seksual! 7ntuk mengatasi hal ini. "agina menjadi lebih sempit dan kurang lentur. kering serta gatal<gatal! 8ungkin kulit akan menjadi lebih gelap! (aerah yang disinari sebaiknya mendapatkan udara yang .egahan sekunder! +en.

%&. tidak dapat mendiagnosis in5eksi H+2 risiko tinggi! (iagnosis H+2 risiko tinggi dapat diketahui dengan pemeriksaan HC atau +CR! +emeriksaan skrining in5eksi H+2 sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan e5ekti"itas "aksinasi H+2! +emberian "aksin pada #anita yang telah terin5eksi H+2 atau =)$ tidak merugikan penderita tetapi mempunyai e5ekti"itas penangkalan in5eksi H+2 yang lebih rendah! 2: .%& dan Guadri"alent (%4.%&! 2aksinasi tidak bertujuan untuk terapi! Eama proteksi "aksin bi"alent bisa sampai 5: bulan (5.h usia 29 tahun.egah in5eksi H+2 tipe %4. tetapi e5ekti5itasnya lebih rendah! +emberian "aksin sebaiknya dilakukan pada #anita yang belum terin5eksi H+2! +opulasi target tergantung usia a#al hubungan seksual (di negara 7ni Bropa usia %5 tahun. "aksin dapat diberikan pada #anita usia %0<24 tahun (rekomendasi 1(.%% ! H+2 tipe %4 dan %& merupakan H+2 risiko tinggi sedangkan H+2 tipe 4 dan %% merupakan H+2 risiko rendah! b! 3ujuan "aksinasi 8en.! )ndikasi • Wanita yang belum terin5eksi H+2 tipe %4 dan %&! • Wanita yang belum melakukan hubungan seksual (dapat diberikan pada usia %0< 55 tahun ! d! B5ekti"itas +emberian "aksinasi pada populasi. menurunkan kejadian in5eksi H+2 %4.a! Aenis "aksin 6i"alent (%4. )talia usia 20 tahun.5 tahun ! . +ortugal usia %& tahun ! 2aksinasi pada pria belum menghasilkan e5ekti"itas yang memuaskan! 5! (eteksi H+2 +emeriksaan pap smear dapat mendiagnosis in5eksi H+2 se.ara umum.<7$ ! +enelitian memperlihatkan "aksin dapat diberikan sampai usia 55 tahun.4.%& berkisar &5<%00'! e! +opulasi target 2aksin mulai dapat diberikan pada #anita usia %0 tahun! 6erdasarkan pustaka. di C/e.

diare dan 5ebris! 2. penemuan. PEN0#A IAN DATA =o! Register 3anggal +engkajian 3empat +engkajian a.%.5 .ahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.4 (dianjurkan pemberian tidak melebihi #aktu % tahun ! i! +emberian booster Respon antibodi pada pemberian "aksin sampai *2 bulan.a. muntah. untuk menilai e5ekti"itas "aksin diperlukan deteksi respon antibodi! 6ila respon antibodi rendah dan tidak mempunyai e5ek penangkalan maka diperlukan pemberian booster! j! B5ek samping =yeri pel"is.! (iberikan tiga kali pada bulan 0.atan. nyeri sendi. nyeri lambung. belum direkomendasikan! 6egitu juga pada #anita yang memiliki hipersensiti"itas! h! Cara pemberian 2aksin diberikan se.2 #!N$EP MANA EMEN A$UHAN #EBIDANAN PADA (A $E"6I#$ 8enejemen kebidanan adalah proses peme. sebaiknya "aksinasi diberikan setelah persalinan! $edangkan untuk ibu yang menyusui. nyeri otot..ara suntikan intramuskuler 0. mual. Data $u47ektif %! 6iodata =ama 9 =ama klien dan suami ditanyakan untuk mengenal dan memanggil penderita dan agar tidak keliru dengan penderita lain (Christina. %99:9* 7mur 9 usia yang rentan terjadinya kanker adalah diatas *0 tahun! 2* .g! Kontraindikasi 2aksinasi pada ibu hamil tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan kematian janin atau ke. keterampilan dan rangkaian atau tahapan logis untuk pengambilan suatu keputusan yang ber5okus pada klien! Konsep manajemen yang digunakan melalui pendekatan manajemen 2arney! I.

ing manis (gejala9 sering minum. tekanan darah tinggi. diare lebih dari % bulan.ial ekonomi penderita agar nasehat yang diberikan sesuai! (Christina.ing .gama 9 (itanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh terhadap kebiasaan kesehatan klien! (engan mengetahui kebiasaan klien. sering berganti<ganti pasangan.. diare lebih dari % bulan. ber#arna hijau. mengandung darah atau hitam serta berbau busuk! :! Ri#ayat Kesehatan $ekarang (itanyakan untuk mengetahui apakah ibu menderita penyakit ken.airan yang en. menular seksual seperti H)2<. 20059%** 2! Keluhan 7tama Dejala kanker leher rahim ()bu mengatakan mengeluarkan darah saat atau setelah berhubungan seksual. DO (pengeluaran . .airan dari alat kelamin ber#arna hijau.ing .airan dari alat kelamin ber#arna hijau.airan . DO (pengeluaran .lamat 9 (ikaji untuk mengetahui bagaimana tara5 hidup dan so. bidan mengetahui tempat tinggal pasien dan linkungannya! (6obak.)($ (66 turun drastis. tidak enak badan .ing manis (gejala9 sering minum. sering ken. lebih lama dan lebih banyak. na5su makan berkurang. syi5ilis (ada borok sebesar uang logam jika ditekan mengeluarkan . sering makan. sering ken. endometritis (keluar . maka akan memudahkan bidan melakukan pendekatan didalam melaksanakan asuhan kebidanan! . berbau .oklat.airan berbau dari kemaluan.gama ini ditanyakn berhubungan dengan pera#atan penderita! (Christina.airan dari alat kelamin ber#arna kuning kehijauan *! Ri#ayat Kesehatan yang lalu (itanyakan untuk mengetahui apakah ibu menderita penyakit ken. tekanan darah tinggi ( menular seksual seperti H)2<. sering makan. keluar . 25 . na5su makan berkurang. %99&9&& +endidikan 9 (ikaji untuk menyesuaikan dalam memberi pengetahuan sesuai dengan tingkat pendidikannya! 3ingkat pendidikan mempengaruhi sikap dan perilaku kesehatan seseorang! +ekerjaan .)($ (66 turun drastis. tidak enak badan . %9&99&5 9 (ikaji untuk maksud mempermudah hubungan bila dalam keadaan mendesak! (engan diketahui alamat tersebut.er. keputihan yang menetap dengan .

ebok yang benar b! +ola Kebiasaan lain 8erokok (Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan #anita bukan perokok . dan ni5as yang lalu! (itanyakan jumlah anak (banyak anak menjadi 5a.u tumbuhnya sel kanker ! Kanker $er"iks9 terlalu lama menggunakan K6 yang mengandung esterogen b! Data !47ektif %! +emeriksaan 7mum  Keadaan 7mum 9 6aik. saat hamil pernah mengalami Ketuban +e. tidak 9 tampak konjungti"a pu.pakah sering berganti<ganti pasangan (5a. $amnolen 9 ? %:0. persalinan.tor predisposisi kanker .lera kuning . sering berganti<ganti pasangan.ara .berbau . sedang. setelah 6.airan dari alat kelamin ber#arna kuning kehijauan 5! Ri#ayat haid (itanyakan untuk mengetahui menar.at . tidak 24 9 Composmentis. endometritis (keluar .ah (ini (berhubungan dengan adanya in5eksi organ genital -! +ola Kebiasaan $ehari<hari a! +ola +ersonal Hygiene 3erutama pada alat kelamin.90 mmHg • Denetalia (Ca! Cer"iks 9 . H+H3. .patis.at dan s.6 . lemah  Kesadaran  3ekanan (arah 2! +emeriksaan 1isik • 8uka • 8ata 9 pu. lama haid.! +ola $eksual . banyaknya.tor predisposisi &! Ri#ayat K6 3erutama pengguna K6 suntik dan pil (terlalu lama pengguna hormonal dapat memi.u terjadinya kanker Ri#ayat Kehamilan. syi5ilis (ada borok sebesar uang logam jika ditekan mengeluarkan . keluhan! 4! Ri#ayat +ernikahan 7sia pertama menikah (menikah usia muda atau hubungan seksual yang terlalu dini memi.he.K dan 6.airan .

ada rabas.an 9 setelah di oles asam asetat 5' ada ber.airan kuning kehijauan berbau busuk. ada darah inspekulo 9+ada portio tampak kemerahan. dan ada masa seperti bunga kol yang berdungkul<dungkul dan mudah berdarah :! +emeriksaan +enunjang 3es )2.an! 8R) 9 $uatu magnet yang kuat yang dihubungkan ke sebuah komputer digunakan untuk membuat gambar<gambar yang mendetail dari pel"is dan perut +@! 8R) dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar! 7$D 9 $uatu alat ultrasound diletakkan pada perut atau dimasukkan ke dalam "agina! Dambar yang dihasilkan dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar +emeriksaaan lab darah lengkap! II.)nspeksi 9kotor. +ap smear J<ray dada C3 $.airan berbau dan ber#arna kehijauan • )nspekulo +ada portio tampak kemerahan dan mudah berdarah. atau di mana saja dalam tubuh dapat terlihat pada C3 $.ak putih pada portio 9 menunjukkan sel<sel abnormal 9 J<ray sering kali dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar ke paru<paru! 9 $uatu mesin J<ray yang dihubungkan ke sebuah komputer mengambil suatu rentetan dari gambar<gambar yang mendetail dari organ<organ +@! +emeriksaan ini area<area normal lebih mudah untuk dilihat! $uatu tumor di hati. keluar .a . paru<paru. berdungkul seperti bunga kol! • +emeriksaan penunjang 9 7$D. biopsi 2- .bNdengan . DIA0N!$A DAN MA$ALAH (@ 9 +N!.er"iks stadiumN! (s 9 Ca Cer"iks • ibu mengatakan mengeluarkan darah saat berhubungan seksual • ibu merasa dari kemaluan keluar keputihan yang berbau (o 9 Ca Cer"iks • )nspeksi "agina 8engeluarkan .

DIA0N!$A DAN MA$ALAH P!TEN$IAL $e.emas dan merasa tenang Kanker dapat ditangani sesuai dengan pengobatannya 8asalah yang mungkin terjadi pada pasien dengan Ca Cer"i@ dan penanganannya! %! 3erjadi anemia !u&uan' 8ampu mengenali dan menangani anemia pen. penyempitan saluran kemih! I6. lim5oedema. #EBUTUHAN $E0E"A Kolaborasi dengan dokter dalam men. obstruksi usus.ara .ara umum komplikasi yang terjadi pada kanker adalah syok neurologi.a ser"iks sesuai stadiumnya 4! 8emberikan K)B tentang nutrisi dan personal hygiene 9 +N!.epat! − +antau dan atur ke. INTE"6EN$I (@ 3ujuan KH )nter"ensi %! Aelaskan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga 2! Aelaskan pada ibu jenis kanker yang dialami ibu :! Aelaskan pada ibu beberapa tindakan yang mungkin akan dilakukan di Rumah $akit *! Aelaskan pada ibu bah#a dukungan keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan ibu 5! Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi untuk .egah metastase sel kanker 6.airan se. in5eksi.egahan terhadap terjadinya komplikasi perdarahan! (ntervensi ' − Kolaborasi dalam pemeriksaan hematokrit dan Hb serta jumlah trombosit! − 6erikan .bNdengan Ca ser"iks stadium ! ! ! ! ! ! ! ! 9 )bu mengerti dan memahami tentang penyakit yang dideritanya 9 )bu tidak . perdarahan penyebaran sel kanker ke kelenjar getah bening. in5eksi luka dan dehisensi.III.epatan in5us! − Kolaborasi dalam pemberian in5us 2! Dangguan pemenuhan nutrisi 2& ..

njurkan pasien beristirahat sesuai kebutuhan! Kolaborasi dalam pemeriksaan kultur dan pemberian antibiotika! +otensial in5eksi menurun dan tidak terdapat tanda<tanda in5eksi! *! Dangguan pemenuhan istirahat akibat keletihan sekunder (anemia dan pemberian kemoterapi !u&uan' (ntervensi' − − − − − Kaji pola istirahat serta adanya keletihan pasien! .njurkan kepada pasien untuk mempertahan pola istirahat atau tidur sebanyak mungkin dengan diimbangi akti5itas! 6antu pasien meren.ukupi kebutuhan tubuh! (ntervensi' − Kaji adanya pantangan atau adanya alergi terhadap makanan tertentu! − Kolaborasi dengan ahli gi/i dalam pemberian menu yang sesuai dengan diet yang ditentukan! − +antau masukan makanan oleh klien! − .njurkan agar memba#a makanan dari rumah jika dipelukan dan sesuai dengan diet! − Eakukan pera#atan mulut sebelum makan sesuai ketentuan! :! Risiko tinggi terhadap in5eksi !u&uan' (ntervensi ' − − − − − +antau tanda "ital setiap * jam atau lebih sering bila diperlukan! 3empatkan pasien pada lokasi yang tersedia! 6antu pasien dalam menjaga hygiene perorangan .anakanakti5itas berdasarkan pola istirahat atau keletihan yang dialami! .!u&uan' 8asukan yang adekuat serta kalori yang men.njurkan kepada klien untuk melakukan latihan ringan! Obser"asi kemampuan pasien dalam malakukan akti5itas! +asien dapat mengungkapkan dampak dari diagnose kanker terhadap +asien mampu mempertahankan tingkat akti5itas yang optimal! 5! +erubahan konsep diri !u&uan ' (ntervensi ' 29 perannya dan mendemontrasikan kemampuan untuk menghadapi perubahan peran! .

u pada inter"ensi 6II. IMPLEMENTA$I 8enga.u pada kriteria hasil :0 . E6ALUA$I 8enga.− − − 6antu pasien untuk mengedinti5ikasi peran yang bisa dilakukan didalam keluarga dan komunitasnya! 6antu pasien untuk mengidenti5ikasi perubahan 5isik yang spesi5ik yang dibutuhkan sehubungan dengan penyakitnya! (iskusikan dengan keluarga untuk berkompensasi terhadap perubahan peran anggota yang sakit! 4! Kurangnya pengetahuan tentang penatalaksanaan pengobatan !u&uan' +asien dapat mengungkapkan peren. 2006I.anaan pengobatan tujuan dari pemberian terapi! (ntervensi' − − − 6aringkan pasien diatas tempat tidur! Obser"asi tentang reaksi yang dialami pasien selama pengobatan Aelaskan pada pasien e5ek yang mungkin dapat terjadi! ( Capernito.

om.pril 20%2 dari http9. an )llustrated Colour 3e@t! 7$.s and Dynae.###!. $ub 6agian Onkologi 1K 7)! Cermin (unia Kedokteran =o!%::! :% ..kosmo!"i"ane#s!.9 Blse"ier $.om. (iunduh 2& .er!org .gung $eto! Roem $udoko. (epartemen Obstetri dan Dinekologi.indonesia.! Aakarta9 1K7)! Aoan +itkin.hari.ology.DA&TA" PU$TA#A ! 200-! )anker serviks! (iunduh 2& . )mam! 2009! 3eteksi 3ini dan Pencegahan )anker pada 4anita ! Aakarta9 C2 $agung $eto! Rasjidi! )mam! 200-! 5uman Papiloma 6irus dan 2radikasi )anker +ulut 7ahim ! Aakarta9 C2 $agung $eto! Rasjidi! )mam! 200-! )emoterapi kanker ginekologi dalam praktek sehari..read./i/.susternada!blogspot!.dam! 2009! )anker serviks incar wanita usia produktif! http9.edisi .O 6rian 8ago#an! 200:.ne#s. )mam! 200&! +anual prakanker serviks! Aakarta9 C2 $agung $eto! Rasjidi. 2004! Onkologi ginekologi' 1uku acuan nasional! Aakarta9 Kayasan 6ina +ustaka $ar#ono +ra#irohardjo! Aaparies. +rasto#o! 2005! !umor ganas alat genital dalam (lmu kandungan! Aakarta 9 Kayasan 6ina +ustaka $ar#ono +ra#irohardjo! Otto!B.pril 20%2 dari http9.ndrijono!20%%!*ournal of the (ndonesian +edical .an. ! Aakarta9 C2! .kankerser"iks!html ! 2009! %ervical cancer what are the risk factors for cervical cancer.$ar#ono dkk!200-!(lmu )andungan 2disi )edua!Kayasan 6ina +ustaka $ar#ono +ra#irohardjoFAakarta! Rasjidi. $oedoko $! 200%! Penanggulangan kanker masa kini! $urabaya9 Kayasan Kanker Wisnu#ardhana! $arjadi! %995! Patologi ginekolog! Aakarta9 Hipokrates! $jamsuddin! 200%! Pencegahan dan deteksi dini kanker serviks./00 . )mam! 200-! +anduan penatalaksanaan kanker ginekologi 1erdasarkan evidence 1ased! Aakarta9 BDC! Rasjidi.2:90-kankerPser"iksPin. 8 1arid.. Obstetri.lison +eattie. Willie! 200&! $uku a&ar onkologi klinis.arP#anitaPusiaPproduk ti5 8ardjikoen. 1akultas Kedokteran 7ni"ersitas )ndonesia!digitaljournals!org .200-. $usy W.e Eimited! Eubis dan .ien..0-. . $hirley! 2002! $uku saku keperawatan onkologi! BDC9 Aakarta! +ra#irohardjo.

Dani! %995! 3iagnosis dan tatalaksana sepuluh &enis kanker ter1anyak di (ndonesia. BDC9 Aakarta! 7tama! Hendra! 20%0! Pedoman tatalaksana kanker 2disi (! 1K7)9 Aakarta! :2 .3ambunan! W.