You are on page 1of 24

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN 2

PERCOBAAN III PERKEMBANGAN KECAMBAH DALAM GELAP DAN TERANG

NAMA NIM HARI/TANGGAL KELOMPOK ASISTEN

: ARINI PRASISKA : H411 12 008 : SELASA/ 25 MARET 2014 : V (LIMA) A : MAGFIRAH

LABORATORIUM BOTANI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2014

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pada setiap tahap dalam kehidupan suatu tumbuhan, sensitivitas terhadap lingkungan dan koordinasi respons sangat jelas terlihat. Tumbuhan dapat mengindera gravitasi dan arah cahaya dan menanggapi stimulus-stimulus ini dengan cara yang kelihatannya sangat wajar bagi kita. Seleksi alam lebih menyukai mekanisme respons tumbuhan yang meningkatkan keberhasilan reproduktif (Elisa, 2013). Tanaman merupakan bagian besar dari alam yang ada di bumi kita ini. Keberadaan tanaman di bumi ini sebagai produsen terbesar sangatlah penting, karena ia merupakan satu kesatuan dari rantai makanan yang terdapat dalam ekosistem. Ekosisitem terdiri dari teridiri dari dua macam komponen yaitu abiotik ,yang terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain : udara, gas, angin, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis (Latunra, 2011). Tumbuhan yang masih kecil, belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji, dinamakan

kecambah(plantula).Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi.Masa dormansi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai (Latunra, 2011). Oleh karena itu mengetahui pengaruh cahaya secara langsung atau tidak langsung terhadap perkecambahan, maka dilakukan percobaan ini.

Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari pengaruh cahaya terhadap perkembangan perkecambahan kacang hijau Phaseolus radiatus dalam gelap dan terang. . I.00 WITA di Laboratorium Botani. Universitas Hasanuddin.30 – 16.3 Waktu dan Tempat Percobaan Percobaan ini dilaksanakan pada hari Selasa. 25 Maret 2014.2. Makassar. pukul 14.1.Dan pengamatan dilakukan selama 5 hari. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Tiap substansi yang menghambat salah satu proses akan berakibat pada terhambatnya seluruh rangkaian proses perkecambahan. 2006). kulit biji maupun daging buah (Elisa.Zat penghambat dapat berada dalam embrio. Seleksi alam lebih menyukai mekanisme respon tumbuhan yang meningkatkan keberhasilan reproduktif. Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada setiap tahap dalam kehidupan suatu tumbuhan. yaitu akar lembaga/calon akar (radikula). namun ini mengimplikasikan tidak adanya perencanaan yang disengaja pada bagian dari tumbuhan tersebut (Elisa. namun lokasi penghambatannya sukar ditentukan karena daerah kerjanya berbeda dengan tempat di mana zat tersebut diisolir. daun lembaga (kotiledon). yaitu (Herliana. 2012). Tumbuhan dapat mengindera gravitasi dan arah cahaya serta menanggapi stimulus-stimulus ini dengan cara yang kelihatannya sangat wajar bagi kita. dan batang lembaga (kaulikulus)(Anton. endosperm. Perkecambahan biji adalah kulminasi dari serangkaian kompleks prosesproses metabolik. Beberapa zat penghambat dalam biji yang telah berhasil diisolir adalah soumarin dan lacton tidak jenuh. sensitivitas terhadap lingkungan dan koordinasi respon sangat jelas terlihat. Berdasarkan letak kotiledon pada saat berkecambah dikenal dua macam tipe perkecambahan. 2013) : . yang masing-masing harus berlangsung tanpa gangguan. 2011).

Cahaya merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis. pucat (Anton. Tumbuhan yang pada salah satu sisinya disinari oleh matahari maka pertumbuhannya akan lambat karena jika auksin dihambat oleh matahari tetapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari pertumbuhannya sangat cepat karena kerja auksin tidak . tipis. 2. tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah. Perkecambahan Epigeal Merupakan pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan pluma dan kotiledon terdorong kepermukaan tanah.tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan. Untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang gelap pertumbuhan tanamannya sangat cepat selain itu tekstur dari batangnya sangat lemah dan cenderung warnanya pucat kekuningan. hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin dihambat oleh sinar matahari.sedangkan untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang terang tingkat pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang diletakkan ditempat gelap. 2012). dimana dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah & daunnya berukuran lebih kecil. Kekuranagan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi. untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengga nggu proses fotosintesis & pertumbuhan.hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh sinar matahari.1. Perkecambahan Hipogeal Merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan.

Untuk proses perkecambahan banyak di pengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon. Sehingga hal ini akan menyebabkan ujung tanaman tersebut cenderung mengikuti arah sinar matahari atau yang disebut dengan fototropisme. yang mengandung banyak auksin. dan hormon. Banyak faktor yang mepengaruhi pertumbuhan di antaranya adalah faktor genetik untuk internal dan faktor eksternal terdiri dari cahaya. air. maka kemampan membentuk akar sering terjadi kembali (Salisbury dan Ross. Auksin juga memacu perkembangan akar liar pada batang. hal itu juga di sebabkan pengaruh hormon auxin yang aktif secara merata ketika terkena cahaya. kelembapan. Sehingga di hasilkan tumbuhan yang normal atau lurus menjulur ke atas (Soerga. Sedangkan di tempat yang perkecambahan akan terjadi relatif lebih lama. walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi. jika melakukan perkecambahan di tempat yang gelap maka akan tumbuh lebih cepat namun bengkok. telah membentuk primordia akar liar terlebih dahulu pada batangnya yang tetap tersembunyi selama beberapa waktu lamanya. hal itu disebabkan karena hormon auxin sangat peka terhadap cahaya. Menurut leteratur perkecambahan di pengaruhi oleh hormon auxin. dipangkas maka jumlah pembentukan akar sampling akan berkurang. Bila hilangnya organ tersebut diganti dengan auksin. Terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa auksin dari batang sangat berpengaruh pada awal pertumbuhan akar. dan akan tumbuh apabila dipacu dengan auksin. 1995). suhu.dihambat. jika pertumbuhannya kurang merata. Banyak spesies berkayu. Primordia ini sering terdapat di nodus atau bagian bawah cabang diantara nodus.Pada daerah . misalnya tanaman apel Pyrus malus. 2011). Bila daun muda dan kuncup. (Anonim. 2009).

pada batang apel. Cahaya mempengaruhi perkecambahan dengan tiga cara. Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu sama pada setiap tanaman.tersebut. Ada jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh dan ada pula yang memerlukan naungan untuk pertumbuhannya. sehingga tetap dalam kesinambungan neto karbon yang positif (pengikatan CO2 untuk fotosintesis lebih besar daripada jumlah yang dikeluarkan pada respirasi dan hasil karbohidrat) (Zhamal. . kualitas cahaya (panjang gelombang) dan fotoperiodisitas (panjang hari) (Elisa. yaitu dengan intensitas (kuantitas) cahaya. Fotosintesis dimaksimumkan untuk energi yang diterima. Karena itu sebagian besar dari daun akan berada pada intensitas cahaya yang kurang dari yang dibutuhkan. Cahaya memiliki banyak sekali peranan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. masing-masing mengandung sampai 100 primordia akar.(Salisbury dan Ross. Hal ini terjadi karena cahaya juga dapat menghalangi kerja hormon auksin (auksin tidak aktif) dan menghambat pertumbuhan (Elisa. Berarti diatas kanopi dan didalam komunitas yang kompleks sebagian besar daun tesebut tidak dapat mencapainya. 2006). dengan anggapan keadaan ini menjadi dibawah titik jenuh cahaya untuk fotosintesis normal. Begitu pula dengan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau yang akan mengalami perbedaan pertumbuhan dan perkembangannya jika diletakan ditempat yang intensitas cahayanya berbeda. 2006). 1995). 2011). Ekologi tanaman dalam kaitannya dengan intensitas cahaya diatur oleh dua hal yaitu penempatan daun dalam posisi dimana akan diterima intersepsi cahaya maksimum.

maka efek yang terjadi kemudian dipengaruhi oleh spektrum yang terakhir kali diberikan. thiourea dan asam giberelin (Elisa. Kebutuhan akan cahaya untuk pematahan dormansi juga dapat digantikan oleh zat kimia seperti KNO3.Kedua dormansi ini dapat dipatahkan dengan temperatur rendah (Elisa. sedangkan sinar infra merah (far red. dan hal ini disebut skotodormant.Hal ini tidak berlaku pada biji yang bersifat negatively photoblastic (perkecambahannya dihambat oleh cahaya). . jika penyinaran intensitas tinggi ini diberikan dalam durasi waktu yang pendek. Efek dari kedua daerah di spektrum ini adalah mutually antagonistic (sama sekali bertentangan): jika diberikan bergantian. 2006).Kuantitas cahaya Cahaya dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan perkecambahan pada biji-biji yang positively photoblastic (perkecambahannya dipercepat oleh cahaya). Dalam hal ini. Sebaliknya. biji mempunyai 2 pigmen yang photoreversible (dapat berada dalam 2 kondisi alternatif) (Elisa. 2006). 2006): Photoperiodisitas Kebutuhan akan cahaya untuk perkecambahan dapat diganti oleh temperatur yang diubah-ubah. biji yang bersifat negatively photoblastic menjadi photodormant jika dikenai cahaya. Kualitas cahaya Yang menyebabkan terjadinya perkecambahan adalah daerah merah dari spektrum (red. Biji positively photoblastic yang disimpan dalam kondisi imbibisi dalam gelap untuk jangka waktu lama akan berubah menjadi tidak responsif terhadap cahaya. 730 nm) menghambat perkecambahan. 650 nm).

3. 6. Menaruh 15 kacang hijauPhaseolus radiatusdi atas nampan dengan diberi jarak yang sama 5. 4. Menempatkan satu buah nampan pada tempat yang terang dan satu buah nampan pada tempat yang gelap. III.BAB III METODE PERCOBAAN III. biji kacang hijau Phaseolus radiatus.3 Cara Kerja 1. air. Memilih kacang hijauPhaseolus radiatus yang tidak mengapung di air yang menandakan kualitasnya baik dan cocok. Merendam 30 biji kacang hijauPhaseolus radiatus dalam air selama 5 menit.1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah nampan dan mistar. 2. III. Melakukan pengamatan selama seminggu untuk melihat perkembangan tanaman dan mencatat hasilnya. tissue dan kertas koran. .2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah air. Menyiapkan dua buah nampan yang telah berisi kertas koran basah di dasarnya.

5 2 3 4.5 9.5 10 10 0.1 12 0.3 5.5 5. 14 0.5 2 3 4.5 3 3.5 10 15 18 21.4 1.5 2 3 3.5 5.2 1.5 4.1.8 6 7.5 6.6 24 3 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.5 9 0.1 Tabel 1.5 14 19 21 23 4 1.3 5 11 15 17 21 22 15 1 5.2 5 11 16 19 21 23 13 1.5 6.5 11 0.5 11 16 18 11 24 10 1.5 9.5 3 4 6.3 2 3 4.5 1.5 11 16 18 21 24 9 1.5 1.5 7 8.5 5 6 9.5 4 0.5 16 19 21 24 6 1. Pengamatan Panjang Batang Kacang Hijau Phaseolus radiatus Tempat Terang Panjang batang ke.5 4 5.5 1.5 7.1.5 16 19 21 23 12 1.2 8 11 11 3 0.5 7.5 24 2 1.5 3.0 3 5.5 3 5 7 9.5 9.5 13 8 0.5 13 0.5 3 4.1 4.5 10 15 17 20 24 7 1.5 2.0 5 10 15 17 20 24 8 1.5 2.5 8.1 Hasil IV.4 1.5 5 11 15 17 20 22 14 1.8 5 7 9.5 2.3 2 3 .5 10 13 7 0.5 3 4 5.5 1.5 3 4 5 7.(cm) Hari 1 Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa 0.5 10 5 0.4 2 3 6 8.5 10 6 0.5 12 17 18 21 23 IV.5 2.4 5 9.5 2.5 7.3 6 12 15 17 20 24 11 1.5 5 6.5 11 15 0.5 5.(cm) Hari 1 Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa 1.5 9.5 10 15 19 21.5 5 6.5 2.0 4.1 2 0.3 1. Pengamatan panjang batang kacang hijau Phaseolus radiatus tempat gelap Panjang Kecambah ke.5 5 6.5 16 19 21 24 5 1 4 9.2 Tabel 2.5 5.

Dalam hal ini. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi. Dalam keadaan tidak ada cahaya. sedangkan pada kecambah yang tumbuh di tempat . dan berwarna hijau. kecambah yang tumbuh di tempat gelap mengalami etiolasi.IV. kurus. Dalam keadaan tidak ada cahaya.2 Pembahasan Tumbuhan membutuhkan cahaya.Laju tumbuh memanjang pada tumbuhan dengan segera berkurang sehingga batang lebih pendek. Pada perkecambahan di tempat terang hormon auksin yang terhambat menyebabkan pertumbuhan rata-rata dalam tujuh hari pada titik primernya yaitu 11 cm . dan daunnya tidak berkembang. namun tumbuhan lebih kokoh. dalam keadaan banyak cahaya. daun berkembang sempurna. Umumnya. cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormon pertumbuhan). Hal ini dapat kita lihat pada tumbuhanyang berada di tempat gelap akan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang berada di tempat terang. auxin mengalami kerusakan sehingga pertumbuhan tumbuhan terhambat. sedangkan pada titik tumbuh primer kecambah yang diletakkan ditempat gelap sebesar 23 cm.Sebaliknya. auksin merangsang pemanjangan sel-sel sehingga tumbuhan tumbuh lebih panjang. Banyaknya cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. auksin merangsang perpanjangan sel-sel sehingga kecambah di tempat gelap tumbuh lebih panjang namun dengan kondisi pucat kekuningan karena kekurangan klorofil . Berdasarkan table pengamatan dapat disimpulkan bahwa pengamatan kami lakukan pada hari ke-7 menyatakan proses pertumbuhan yang dialami oleh kecambah di tempat terang berlangsung lambat.

ph dan yang lainnya. Dalam keadaan banyak cahaya. daun berkembang sempurna. auksin mengalami kerusakan sehingga pertumbuhan kecambah terhambat.terang mengalami hal sebaliknya. Laju tumbuh memanjang pada kecambah tersebut dengan segera berkurang sehingga batang lebih pendek. dan berwarna hijau. . walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi seperti suhu. namun tumbuh lebih kokoh. Perkecambahan banyak dipengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon.

2 Saran Sebaiknya bahan dan alat yang digunakan untuk praktikum disediakan oleh laboratorium agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. daun berkembang sempurna.BAB V PENUTUP V. kondisi tumbuhan yang baik akan dialami oleh kacang hijau dengan pengaruh cahaya lebih banyak yaitu tumbuh lebih kokoh. Dengan itu. dan berwarna hijau namun batang lebih pendek. dapat disimpulkan bahwa kacang hijauPhaseolus radiatus yang di tempatkan di daerah bersintesis cahaya kurang atau gelap akan memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibangdinkan dengan kacang hijau yang diletakkan di tempat bersintesis cahaya banyak atau terang. hormon auksin yang dipengaruhi sedikit atau tanpa cahaya matahari akan merangsang perpanjangan sel-sel pada titik tumbuh primer.1 Kesimpulan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. V. . Namun.

Salisbury.27 WITA. Soerga. terhadap Konsumsi Oksigen (O2) dalam proses Respirasi TumbuhanJurnal Morfologi Tumbuhan.Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. .Gadjah Mada University Press.ugm. 2012.B. pukul 20.. F. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau. 3 :(1). 2009. http://elisa.F. N.. diakses pada tanggal26 Maret 2014. Jurusan Biologi.com.Yogyakarta. dan Cleon W. R.Pengaruh Perbedaan Berat Kecambah Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L. Herliana.wordpress. 1995.ac. diakses pada tanggal 26 Maret 2014 pukul 21:22 WITA.Dormansi danPerkecambahan Biji. Elisa.2013. 2006. Bandung.DAFTAR PUSTAKA Anton. Zhamal. http://elisa. Vol.id/.ac. Pola Pertumbuhan Tanaman.ugm. Elisa.).. Dormansi dan Perkecambahan Biji.id/. Karakteristik tanaman kacang hijau. diakses pada tanggal 26 Maret 2014 pukul 21:10 WITA. diakses pada tanggal 26 Maret 2014pukul 21:05 WITA. http://soearga. Hal : 4.com/.blogspot. 2011. ITB Press. Universitas Siliwangi. 2013.http:// catatanzhamal.

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN 2 PERCOBAAN VI CAHAYA DAN PERTUMBUHAN NAMA NIM HARI/TANGGAL KELOMPOK ASISTEN : ARINI PRASISKA : H411 12 008 : SELASA/ 01 April 2014 : V (LIMA) A : MAGFIRAH LABORATORIUM BOTANI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2014 .

cahaya tampak. Sedangkan faktor mikro meliputi media tumbuh dan kandungan O2 dan CO2 yang ada di udara.BAB I PENDAHULUAN I. respirasi.1 Latar Belakang Cahaya matahari merupakan sumber utama energi bagi kehidupan. Sehubungan dengan itu maka dilakukan percobaan ini untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap morfologi tanaman. suhu. awan. terutama fotosintesis.Dengan demikian pengertian intensitas yang dimaksud sudah termasuk lama penyinaran. Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman. tanpa adanya cahaya matahari kehidupan tidak akan ada. kelembaban. Pada dasarnya intensitas cahaya matahari akanberpengaruh nyata terhadap sifat morfologi tanaman.Intensitas cahaya adalah banyaknya energi yang diterima oleh suatu tanaman per satuan luas dan per satuan waktu (kal/cm2/hari). angin. Bagi pertumbuhan tanaman ternyata pengaruh cahaya selain ditentukan oleh kualitasnya ternyata ditentukan intensitasnya. Tidak semua radiasi matahari mampu diserap tanaman. yaitu lama matahari bersinar dalam satu hari. Yang termasuk dalam faktor makro adalah: cahaya matahari. . serta pencemaran udara. 1988). Lukitasari (2010) menyatakan bahwa secara umum terdapat dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Hal ini dikarenakan intensitas cahaya matahari dibutuhkan untuk berlangsungnya penyatuan CO2 dan air untuk membentuk karbohidrat (Suryowinoto. yaitu faktor makro dan faktor mikro. dan transpirasi Cahaya matahari ditangkap daun sebagai foton.

01 April 2014. Makassar.3 Waktu dan Tempat Percobaan Percobaan ini dilaksanakan pada hari Selasa. . 2 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap morfologi jagung Zea mays maupun kondisi naungan terhadap morfologi kacang hijau Phaseolus radiatus. Universitas Hasanuddin. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.30– 16. pukul 14.I.00 WITA di Laboratorium Botani. I.Dan pengamatan dilakukan selama 14 hari.

Proses ini terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan bersifat meristematik. pertambahan tinggi batang dan jumlah daun ( Lukitasari. dan tinggi) serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula).Percobaan dengan menggunakan spectrum infra merah dengan panjang gelombang 730nm meberikan pengaruh yang berlawanan.Pertumbuhan terjadi karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel. massa. namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya. sehingga ketersediaan cahaya matahari menentukan tingkat produksi tanaman. Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantarnya volume. dan perkecambahan tanaman. yaitu berkaitan dengan panjang gelombangnya. Menurut Salisbury dan Ross (1992) cahaya matahari mempunyai peranan besar dalam proses fisiologi tanaman seperti fotosintesis. metabolisme tanaman hijau. Cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah dengan panjang gelombang 660nm.Substansi yang merspon spectrum cahaya adalah fitakram suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom khusus yang mengabsorpsi cahaya (Afria. Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) menggunakan auksanometer. pertumbuhan dan perkembangan. 2012). respirasi. Contoh. Tanaman hijau memanfaatkan cahaya matahari melalui proses fotosintesis. . menutup dan membukanya stomata. 2010).

dinamakan kecambah (plantula). evaporasi dari semai dapat dikurangi.Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormasi. 2004). 2011). 2011). belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji. Tumbuhan yang masih kecil.Pada waktu masih muda memerlukan cahaya dengan intensitas rendah dan menjelang sapihan mulai memerlukan cahaya dengan intensitas tinggi (Widiastuti.Masa dormasi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Hasil fotosintesis digunakan lebih banyak untuk keperluan vegetatif Hasil ekonomis tanaman berupa bagian vegetatif tanaman. Berakhirnya masa dormasi ditandai dengan masuknya air kedalam biji suatu tumbuhan yang disebut dengan proses imbibisi. dapat dikatakan tidak ada LAI optimum (Hamsatul. Tiap tanaman atau jenis pohon mempunyai toleransi yang berlainan terhadap cahaya matahari. Beberapa spesies lain menunjukkan perilaku yang berbeda.Naungan berhubungan erat dengan temperatur dan evaporasi.Ada tanaman yang tumbuh baik ditempat terbuka sebaliknya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada tempat teduh/bernaungan. Imbibisi terjadi karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji .Ada pula tanaman yang memerlukan intensitas cahaya yang berbeda sepanjang periode hidupnya. grafik hub antara kerapatan dengan hasil berbentuk asimtotik. Beberapa spesies dapat hidup dengan mudah dalam intensitas cahaya yang tinggi tetapi beberapa spesies tidak (Hamsatul.Oleh karena adanya naungan. Jarak tanam dibuat serapat mungkin supaya penyerapan radiasi maksimum cepat tercapai.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. terdapat dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. kami termotivasi untuk melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan biji jagung di dua tempat berbeda. Yang termasuk dalam faktor makro adalah: cahaya . yaitu: 1) Heliofit. Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Cahaya kelihatannya merupakan petunjuk utama yang memberitahu benih bahwa ia telah menembus tanah. Kita dapat menipu biji jagung. Berdasarkan ekologi terhadap kemampuan penerimaan cahaya dinyatakan bahwa secara garis besar tanaman dapat dibedakan menjadi dua tipe. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan pada endosperma atau kotiledon. yaitu akar lembaga/calon akar (radikula). 1996). dan nutrient-nutriennya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh (Lakitan. tanaman yang tumbuh baik jika terkena cahaya matahari penuh. yaitu faktor makro dan faktor mikro. Secara umum. 1996).yang kering. tanaman yang tumbuh baik pada intensitas cahaya yang rendah.Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian. salah satunya yaitu faktor cahaya. 1996). yaitu tempat gelap dan tempat terang (Lakitan. sehingga biji tersebut bertingkah laku seolah-olah ia masih tetap terkubur dengan cara mengecambahkan biji dalam kegelapan. dan 2) Skiofit.Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolic pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Dari keadaan tersebut. daun lembaga (kotiledon) dan batang lembaga (kaulikulus) (Lakitan.

kelembaban. angin. internodia menjadi lebih pendek.matahari. Fotosintesis : sebagai sumber energi bagi reaksi cahaya. perluasan daun. f. Cahaya yang diserap daun 1-5% untuk fotosintesis. 2004). fotosistesi lambat. 2012): a. dan transpirasi. Sedangkan faktor mikro meliputi media tumbuh dan kandungan O2 dan CO2 yang ada di udara (Lukitasari. e. susunan pembuluh kayu lebih sempurna. Beberapa efek dari cahaya matahari penuh yang melebihi kebutuhan optimum akan dapat menyebabkan layu. terutama fotosintesis. . awan. d. Faktor esensial pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 75-85% untuk memanaskan daun dan transpirasi. g. daun lebih tebal tetapi ukurannya lebih kecil dibanding dengan tanaman yang terlindung. Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman. b. perpanjangan batang. cahaya tampak. Beberapa proses dalam perkembangan tanaman dikendalikan oleh cahaya seperti perkecambahan. gerakan batang. suhu. sintesis klorofil. Secara umum pengaruh cahaya terhadap tanaman (Abuhaniyyah. gerakan daun dan dominasi tunas. 2010). Tanaman yang mendapatkan cahaya matahari dengan intensitas yang tinggi menyebabkan lilit batang tumbuh lebih cepat. Cahaya matahari ditangkap daun sebagai foton . respirasi. fotolisis air menghasilkan daya asimilasi (ATP dan NADPH2). laju respirasi meningkat tetapi kondisi tersebut cenderung mempertinggi daya tahan tanaman (Widiastuti. c. serta pencemaran udara. dengan panjang gelombang 400 s/d 700 nm. Tidak semua radiasi matahari mampu diserap tanaman.

l. Kebutuhan intensitas cahaya berbeda untuk setiap jenis tanaman. naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja. diatasi dengan naungan. Pengaruh naungan terhadap tanaman secara umum (Abuhaniyyah. Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok. Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi. e. C4. C3 memiliki titik kompensasi cahaya rendah. Tanaman yang mendapat banyak cahaya umumnya berdaun hijau muda. semua jenis tanaman tidak tahan IC penuh. Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan. Pada tanaman kelompok C3. fotorespirasi dengan menaikkan suhu. butuh 30-40%. CAM k. C4 memiliki titik kompensasi cahaya tinggi. stomatanya akan berjumlah banyak namun berukuran kecil dengan pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dengan perakaran yang lebat. transpirasi stomater yaitu dalam mekanisme bukaan stomata. dibatasi oleh tingginya fotorespirasi. j. i. b. tidak dibatasioleh fotorespirasi . Peranan cahaya dalam transpirasi. 2012): a. Pada fase bibit. . d. sampai cahaya terik.h. Peranan cahaya dalam respirasi. c. juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma. dikenal tiga tipe tanaman C3. m. tetapi sepanjang siklus hidup tanaman.

air. 2. Mengecambahkan terlebih dahulu benih tanaman jagung Zea mays dan kacang hijau Phaseolus radiatus dalam nampan yang berisi kertas yang sudah dirobek dan dibasahi dan meletakkan pada tempat yang sama. Melakukan pengamatan selama 2 minggu 5. 4. III. memindahkan kecambah kacang hijau Phaseolus radiatusdankecambah jagung Zea mays pada polybag yang berbeda yang telah diisi tanah. polybag dan tissue. 3. Setelah kecambahnya tumbuh. kertas. III. Meletakkan 3 biji kecambah kacanng hijau Phaseolus radiatus di bawah naungan sedangkan kecambah jagung 3 biji Zea mays di bawah cahaya matahari. Mencatat perubahan dan perbedaan yang terjadi. .METODE PERCOBAAN III. 3 Cara Kerja Prosedur kerja dari percobaan ini adalah : 1. jagung Zea mays. 2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah kacang hijau Phaseolus radiatus. 1 Alat Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah nampan.

Dasar-dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Radiasi Surya. Lakitan.DAFTAR PUSTAKA Abuhaniyyah. L.T. Hamsatul. Pusat penelitian dan pengembangan tanaman pangan. Afria. Grafindo Persada. M.F.B. Suryowinoto. Ekologi Tumbuhan. N. dan Ross. Madiun Sallisbury. Company Belmont. pukul 20:49 WITA. Institut Pertanian Bogor.. Jakarta. Gramedia. Bogor. California. 2004. http://www. Pengaruh Intensitas Cahaya dan Kadar Daminosida terhadap Iklim Mikro dan Pertumbuhan Tanaman Krisan dalam Pot.Diakses pada tanggal 21 Maret 2012.Wadsworth Publishing. Widiastuti. B.W. Jakarta.. Jurnal Ilmu Pertanian. Erlangga. . Vol : 2(11) Hal: 34. Lukitasari. 2010. Bogor. 1992.isyarathati. P..wordpress. S. Diktat Kuliah.Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman.Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tumbuhan Kacang Hijau. 2012. Ekologi Tumbuhan. Jakarta. S. L. 1996.com.C. Plant Physiology. 2012. IKIP PGRI Press. 1988. 2011.