LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (2014

)

Suhu Tubuh Manusia
L. Dianingtyas, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: lidiadianingtyas@gmail.com
Abstrak— Suhu tubuh adalah keseimbangan antara panas yang didapat dengan panas yang hilang. Manusia adalah makhluk berdarah panas dan suhunya dipertahankan pada 37oC. Peningkatan atau penurunan suhu satu derajat atau lebih mempengaruhi fungsi normal sistem saraf dan enzim. Dimana untuk mempertahankan suhu yang normal, manusia serta hewan melakukan proses homeostatis, dan mekanisme thermoregulasi. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui suhu tubuh manusia dengan beberapa faktor yang mempengaruhi serta penggunaan thermometer klinis, Hasil yang diperoleh yaitu Kata Kunci— Suhu, Thermometer, Homeostatis, Thermoregulasi

menggunakan lancet steril dan 1-2 tetes darah pertama dibuang. Strip glukotest dimasukkan pada glukometer dan ditunggu hingga terlihat gambar tetesan darah. Darah diteteskan pada tempat reagen di strip glukotest, ditunggu hinga nilai kadar glukosa darah tertera pada glukometer. II. Pengukuran kadar glukosa setelah beraktivitas Probandus pertama dan kedua melakukan olahraga berat (olahraga selama 10 menit). Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada ketiga probandus seperti langkah kerja sebelumnya. Kadar glukosa darah awal dibandingkan dengan setelah beraktivitas. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi hormon hormon endokrin, untuk mengetahui respon fisiologis.` manusia terhadap hormon endokrin, dan melakukan uji kadar glukosa darah menggunakan glukometer. Probandus disiapkan
Tabel 1. Hasil perbandingan kadar gula darah probandus

I. PENDAHULUAN Pemakaian energi oleh tubuh menghasilkan panas yang penting dalam pengaturan suhu tubuh. Manusia biasanya tinggal di lingkungan yang bersuhu lebih rendah dari pada suhu tubuh mereka sehingga manusia harus terus menerus menghasilkan panas secara internal untuk mempertahankan suhu tubuh mereka. Manusia juga harus memiliki mekanisme untuk menurunkan suhu tubuh apabila tubuh memperoleh terlalu banyak panas dari aktifitas otot rangka atau dari lingkungan eksternal yang panas. Suhu tubuh harus diatur karena kecepatan reaksi kimia sel – sel bergantung pada suhu tubuh dan panas yang berlebihan dapat merusak protein sel ( Sherwood, 1996 ) II. METODOLOGI A. Alat, Bahan, Waktu dan Lokasi Studi Alat-alat yang digunakan yaitu Thermometer klinis, Thermometer kamar, dan Thermometer auricle. Sedangkan bahan yang diperlukan adalah masing-masing 2 orang probandus lak-laki dan perempuan dengan berat badan tertinggi dan terendah, alkohol 70%, es batu, serta tissue Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Biologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Sukolilo Surabaya ITS pada tanggal 26 Maret 2014 pukul 07.30 WIB. B. Cara Kerja I. Pengukuran kadar glukosa awal Tiga probandus disiapkan dengan jenis kelamin sama dan berat badan hampr sama (selisih kurang lebih 3kg). Probandus pertama melakukan puasa minimal 8 jam sebelum pengambilan darah, probandus kedua dan ketiga makan dalam jumlah cukup kurang lebih 2 jam sebelum pengukuran kadar gula darah. Glukometer disiapkan dan strip glukotest. Ujung jari dibersihkan dengan kapas beralkohol dan dibiarkan mengering. Ujung jari kemudian

Berdasarkan data yang diperoleh setelah melakukan aktivitas yaitu dengan berolahraga selama 10 menit probandus pertama yang melakukan puasa mengalami peningkatan kadar gula darah. Hal ini dikarenakan selama aktivitas fisik , tubuh probandus berusaha mengembangkan suatu mekanisme kompleks dari mobilisasi hormon yang mengatur dan menyesuaikan jalur metabolisme ke suatu kondisi yang spesifik. Ketika melakukan aktivitas, kepekaan insulin meningkat yang menyebabkan penurunan kadar glukosa plasma. Oleh karena itu insulin mungkin tidak berperan dalam meningkatkan transpor glukosa ke dalam otot yang sedang bekerja. Selama latihan, glukosa dan asam lemak bersamaan dibutuhkan sebagai bahan bakar metabolisme, maka glukagon meningkat sedangkan insulin menurun. Sedangkan pada probandus kedua dan kedua mengalami penurunan. Hal ini mungkin disebabkan karena pada probandus 3, masih memiliki cadangan glukosa di dalam tubuhnya sehingga hormone insulin mengalami kesusahan dalam memproduksi glukosa yang baru. Dengan turunnya kadar glukosa plasma maka tubuh berusaha untuk mengembalikan kadar glukosa plasma yakni dengan mensekresi hormon glukagon. Hormon ini mempunyai peran yang berlawanan dengan fungsi dari hormon insulin. [5]

mekanisme pelepasan gula simpanan glikogen dalam sel (atau dari glukoneogenesis) terbuka. pengetahuan. Tingkat gula darah tergantung pada kegiatan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal. jumlah latihan fisik. asupan makan. dan kedekatan terhadap sumber informasi. sehingga kadar normal tetap terpelihara. Bila gula darah tetap meninggi (>200 mg/dL) terjadi diabetes mellitus. Hal ini untuk mempertahankan kadar gula darah normal selama puasa atau makan. Peningkatan kadar glukosa darah menghambat pelepasan glukagon melalui mekanisme umpan balik negatif. maka semakin tinggi pula suhu tubuhnya . Disini kemudian mekanisme homeostatik bekerja. IV. Seeorang yang menderita penyakit karena virus atau bakteri tertentu. merangsang produksi hormone tertentu yang secara tidak langsung berpengaruh pada kadar gula darah. yaitu adrenalin d a n kortikosteroid. dimana mekanisme homeostatic berperan untuk memasukan glukosa ke dalam sel dan penggunaanya ke dalam tubuh. Sekresi glucagon dikendalikan oleh kadar gula darah dimana kadar gula darah yang rendah menstimulasi sel-sel alfa untuk memproduksi glucagon. berat badan. dengan demikian berperan dalam proses glycogenesis. Karena rata-rata kadar gula darah probandus berada diantara kisaran 70-110 mg/dL. Berdasarkan teori. Secara bersamaan. Sedangkan faktor eksternal antara lain yaitu pendidikan. Peningkatan kadar gula darah bertindak sebagai diuretic osmotik. Efek glukagon dan insulin berlawanan. stress. menyebabkan reseptor insulin pada target sel di seluruh tubuh kurang sensitif dan jumlahnya berkurang sehingga insulin dalam darah tidak dapat dimanfaatkan. serta perawatan tubuh. dan kadar gula darah jadinya naik secarampenruhi ga drastis. dan kor-tikosteroid akan menurunkannya kembali. maka kadar gula darah yang dimiliki pada ketiga probandus dinyatakan normal. [9] Sedangkan obesitas. Bila kadar gula tubuh menurun. Adrenalin akan memacu kenaikan kebutuhan gula darah. dan aktivitas. Adrenalin yang dipacu terus-menerus akan mengakibatkan insulin kewalahan mengatur kadar gula darah yang ideal. [11] Faktor lain yang dapat menyebabkan kenaikan kadar glukosa darah antara lain menurut [12] yaitu hormon. menyebabkan poliuria.LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (2014) Dari hasil yang telah didapat dapat diketahui bahwa hormon insulin digunakan secara nyata untuk mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan protein pada otot rangka. Hormon ini memudahkan penyerapan glukosa dan asam amino ke dalam otot rangka dan hati. Faktor internal meliputi penyakit dan stress. [10] Kadar gula darah sebagian tercantum pada apa yang dimakan dan oleh karenanyasewaktu makan diperlukan adanya keseimbanagan diet. kelainan genetik dan pola makan yang salah. Ketika kadar glukosa darah lebih besar dari 180 mg/dL. Mempertahankan kadar gula darah agar mendekati nilai normal dapat dilakukan dengan asupan makanan yang seimbang dengan kebutuhan. KESIMPULAN Mengacu pada hasil studi dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi suhu tubuh manusia yaitu antara lain jenis kelamin. Kadar guladarah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Menurut [7] nilai kadar gula darah normal adalah 60-100 mg/dL dan glukosa serum 70-110 mg/dL. sehingga glukosa darah meningkat. Faktor tesebut dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Sedangkan latihan fisik dapat meningkatkan sensivitas jaringan terhadap insulin. Peningkatan maupun penurun kadar gula darah seseorang juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hal ini juga didukung oleh pernyataan [8] bahwa kadar gula darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Glukagon menyebabkan pelepasan glukosa dari hati. Semakin besar berat badan seseorang. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL. insulin menghalangi pelepasan glukosa hati (glycogenolysis) dan produksi glukosa baru dari nutrien nonkarbohidrat (gluconeogenesis) [3] Sedangkan menurut [6] hormon glukagon mempengaruhi sekresi insulin melaluli peningkatan konsentrasi gula darah. dapat terjadi glukosuria (gula dalam urin).

W Bowers and M. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi Edisi 3. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Texbook of Medical Physiology) (9th Ed. New York: Lange Medical Book/ Mc Graw-Hill. Tengadi. Buku Pintar Kesehatan Diabetes. Scanlon. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. (1999) [9] R. LMA Ken Ariata Santoso dan Alex.G Leslie. Jakarta: Erlangga. Villee.” Clin Biochem. (1998) [4] V..I Ilyas Manfaat Latihan Jasmina Bagi Penyandang Diabetes. Review of Medical Physiology. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. PUSAT Diabetes dan Lipid RSUPN Dr.). 22th ed.). Hadibroto. Cipto Mangunkusuma. Ethel. Sukardji. Philadelphia: Saunders College. (2005) [2] W. Dalam Penatalaksaan Diabetes Melitus Terpadu. Wilcox. Terjemahan oleh Setiawati Irawan. Penatalaksanaan Gizi Pada Diabetes Melitus. Alam dan L. dalam S. Jakarta: FKIK (2002) [12] L. Sustrani. Jakarta: FKUI (2007) [11] K. Jakarta: EGC. Fox. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.L. (1996) [8] C. S. R. Foss. Jakarta: Arcan (1991) [10] E.F. (2004) .L.A. (2004) [7] J. Anatomi dan Fisologi Untuk Pemula.D. Penatalaksanaan Daibetes MelitusTerpadu.R Hayes. (1997) [6] S. (2005) [3] E. Soegondo. Ganong. The Pysiological Basis of Physical Education and Athletics (4th Ed. Zoologi Umum Edisi Keenam. Kee dan E.LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN (2014) Suhu Tubuh Probandus pada Suhu 16o 38 37 36 35 34 33 32 31 Suhu Tubuh DAFTAR PUSTAKA [1] G. (2007) [5] Guyton and Hall. “Insulin and Insulin Resistance. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Diabetes.