Secara morfologi tubuh gunung Merapi dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu Kerucut Puncak, Lereng Tengah

dan Lereng Kaki dan Dataran Kaki. Kerucut puncak dibangun oleh endapan paling muda berupa lava dan piroklastik. Satuan lereng tengah dibangun oleh endapan lava, piroklastik dan lahar. Lereng kaki dan Dataran Kaki tersusun dari endapan piroklastik, lahar dan aluvial. Satuan dari bentuklahan vulkanik dapat dikelompokkan menjadi satuan-satuan yang lebih kecil, seperti satuan kepundan (VK), satuan kerucut parasiter (VKp), satuan lereng vulkan (VL), satuan kakilereng gunungapi (VLk) dan satuan dataran fluvial gunungapi (VDk). Keempat satuan tersebut akan dibahas satu persatu dalam sebuah penjabaran di bawah ini 1. Kerucut Kerucut puncak Merapi, sering disebut sebagai Gunung Anyar merupakan bagian Merapi yang paling muda. Disebut anyar karena keberadaannya yang baru, dalam bahasa jawa Anyar berarti baru. Baru karena menurut sejarah gunung ini gunung baru itu berusia 2000 tahun yang lalu hingga saat ini. Semua aktivitas Merapi terpusat pada puncak kerucut ini. Kawah utama Merapi saat ini berupa bukaan berbentuk tapal kuda yang mengarah ke barat-baratdaya. Morfologi kawah ini terbentuk sesudah letusan tahun 1961. Secara umum, dataran puncak Merapi tersusun dari kubah-kubah lava yang tidak terlongsorkan. Beberapa area di dataran puncak Merapi di luar kawah utama mengeluarkan banyak uap vulkanik yaitu di area Gendol dan Woro, bagian tenggara dataran puncak. Kemiringan lereng sangat curam : mencapai > 25° Elevasi : 2960 – 1800 m dpi. 2. Lereng Lereng adalah sisi atau bidang pada tanah yang landai atau miring, yang biasanya berdampingan dengan perbukitan atau gunung. Lereng Merapi pada bagian barat merupakan daerah aliran guguran dan piroklastik. Aliran piroklastik adalah salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan. Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius. Daerah ini merupakan daerah terbuka karena sering terlanda awanpanas. Daerah lereng timur sebagai bagian dari struktur Merapi Tua jarang terkena dampak aktivitas Merapi. Lereng ini lebih banyak tedutup dengan vegetasi. Morfologinya nampak dipisahkan dari kerucut-Merapi dengan sesar yang berbentuk tapal kuda yang melalui bawah Gunung ljo, lereng timur Merapi. Lereng kaki Merapi tersusun dari punggungan-punggungan radial yang diselingi dengan hulu-hulu sungai. Beberapa sungai penting yang berada di lereng barat yaitu Batang, Bebeng, Putih, Blongkeng, Sat, Lamat dan Senowo. Alur-alur pada hulu sungai tersebut yang sering mendapat tambahan material

Pada daerah kaki gunung ini merupakan tempat atau daerah yang memiliki potensi tanah yang subur dan kaya akan air. Elevasi 425 – 200 m dpl 4. kondisi tanah banyak mengandung air.sehingga daerah ini sangat banyak terdapat mata air dan baik untuk dimanfaatkan dalam berbagai keperluan seperti minum dan pengairan perkebuanan ataupun sawah. Dataran Kaki Dataran kaki merupakan sebuah bidang atau sisi yang berada dibawah kaki gunung. membentuk pola yang relatif annular sentrifugal dengan anak-anak sungai utama relatif sejajar. Berbicara mengenai tingkat curah hujan pada dataran tinggi sangatlah tinggi. daerah ini di manfaatkan sebagai tempat permukiman penduduk. sehingga sungai – sungaipun terus mengalari air sepanjang tahun. sehingga daerah ini cukup ideal untuk di manfaatkan sabagai area permukiman penduduk. dan seterusnya. Proses erosi dan denudasional yang bekerjasama sehingga membuat terbentuknya relief yang kasar dan topografi yang tinggi serta kemiringan lereng yang curam pada bagian lereng atas. Peta : Aliran Sungai Utama Di Wilayah Merapi . erosi – erosi tersebut mengalami sebuah proses. maupun tempat penanaman pakan ternak. kondisi tanahnya cenderung landai. kemudian bertemu pada tekuk lereng pertama. alhasil tarjadilah berbagai erosi di beberapa tempat. Kaki Gunung Kaki gunung adalah sebuah bidang atau sisi yang berada pada bawah dari lereng merapi. karena kondisinya yang sangat subur. kemiringan 10° – 5°. kondisi tanahpun sangat subur. Bentuk atau Pola aliran sungai yang terbentuk dari proses geomorfologi yang bekerja pada batuan di permukaan. kemudian terdapat tekuk lereng (break of slope) yang mencirikan munculnya mata air membentuk sabuk mata air (spring belt). kondisi morfologinya cenderung datar. lahan subur dan cukup aman dari ancaman gunung merapi. 3. Elevasi : 1800 -1000 m dpl. disamping itu suhu udara relatif dingin sehingga sangat tepat jika lahan ini dimanfaatkan sebagai tempat perkebunan. Kemiringan lereng pada umumnya curam: mencapai 250 -15°. Pada kaki gunung ini telah terdapat sungai – sungai yang mengalir setiap saat karena telah memiliki mata air yang aktif.produk letusan. Kemudian beberapa sungai kembali bertemu pada tekuk lereng kedua. yang semakin menurun kerapatannya ke arah lereng bawah dan kaki lereng. Kerapatan aliran anak sungai ini umumnya tinggi pada lereng atas dan tengah. yakni proses erosi vertikal yang kuat pada bagian hulu akibat aliran lava/lahar dan curah hujan yang tinggi membentuk lembahlembah sungai yang curam dan rapat yang dibatasi langsung oleh igir-igir yang runcing dengan pola mengikuti aliran sungai-sungainya.

semakin ke bawah semakin halus. dan berangsur-angsur berkembang kegiatan vulkanisnya sepanjang sesar mendatar dari arah utara ke selatan. Vegetasi umumnya rapat berupa hutan lindung di bagian atas. pola agak teraturdan umumnya kenampakan fisik mempunyai pola yang kontinyu. karena kejadian dialam bersifat siklus dan akan berulang dengan interval yang berbeda (prinsip dasar geomorfologi). Permukiman dapat dijumpai mulai pada lereng tengah dengan kerapatan jarang ke arah bawah yang mempunyai kerapatan semakin padat. Kadang disebutkan bahwa Gunung Merapi terletak pada perpotongan dua sesar kwarter yaitu Sesar Semarang yang berorientasi utara-selatan dan Sesar Solo yang berorientasi barat-timur. hutan penyangga di tengah dan akhirnya menjadi lahan budidaya pertanian di bagian kaki lereng sampai dataran fluvialnya.Pola-pola kelurusan yang ada umumnya berupa igir-igir curam di kanan-kiri sungai. tekstur umumnya kasar tetapi seragam pada ketinggian atau klas lereng sama. Kelurusan vulkanik Ungaran-Merapi tersebut merupakan sesar mendatar yang berbentuk konkaf hingga sampai ke barat. sehingga pengembangan kawasan merapi kembali mengedepankan faktor – faktor keselamatan warga setempat dengan memperhatikan area – area yang telah terkena akan kedahsyatan merapi. pola kelurusan kontur yang melingkar serta break of slope yang berasosiasi dengan spring belt. seperti di lereng merapi. faktor keselamatan sangatlah penting untuk dikedepankan. . seperti tempat – tempat yang terkena wedus gembel. yang paling terpenting haruslah memperhatikan keselamatan warga yang terdapat pada kawasan yang rawan akan ancaman merapi. Bekas-bekas aliran lava cair akan tampak berupa garis-garis aliran di sekitar kepundan dan berhenti membentuk blok-blok dinding terjal akibat pembekuan di luar. dengan memperhatikan berbagai aspek tersebut diharapkan akan meminimalisir terjadinya korban jiwa. Dapat diurut dari utara yaitu Ungaran Tua berumur Pleistosen dan berakhir di selatan yaitu di Gunung Merapi yang sangat aktif hingga saat ini. Kenampakan dari foto udara. daerah yang terkena serangan lahar dan lava. FISIOGRAFI DAN MORFOLOGI Gunung Merapi tumbuh di atas titik potong antara kelurusan vulkanik Ungaran – Telomoyo – Merbabu – Merapi dan kelurusan vulkanik Lawu – Merapi – Sumbing – Sindoro – Slamet. Rencana Tata Ruang Rencana tata ruang pada area kawasan gunung merapi. Kenampakan yang khas adalah bahwa pada pusat kepundan akan terlihat suatu kerucut yang di sekitarnya terdapat hamparan hasil erupsi tanpa vegetasi penutup sedikitpun. rona agak gelap sampai gelap.

kondisi yang tampak pada gambar diatas terkesan gersang namun perlu diketahui daerah ini terdapat sangat banyak sabuk – sabuk mata air. hal ini di tujukan disamping untuk memberikan lapangan perkerjaan dan pemasukan pendapatan asli daerah juga di peruntukan agar kali gendol kembali kepada kondisi semula. berada pada kecamatan Cangkringan. Merapi memberikan barokah tersendiri dengan mengeluarkan banyak sekali pasir dan batu. Kawasan di lereng merapi lebih baik jika di manfaatkan untuk kawasan konservasi lahan. sehingga jika sewaktu – waktu diminta untuk pindah maka harus pindah. namun tak sedikit pula merapi meluluh lantakkan rumah – rumah penduduk dan menelan korban jiwa. maka kali gendol dapat mengalirinya tanpa harus meluberkan material ke permukiman ataupun jalan – jalan yang terdapat disisi kali. Jika telah terdapat permukiman maka penduduknya harus siap siaga karena berada pada kawasan waspada. terutama untuk dijadikan kawasan hutan lindung. desa Kepuhrejo yang diperkirakan berjarak+ 10 KM dari gunung merapi.Rencana pada kubah merapi ialah dengan cara membiarkan saja daerah tersebut. Pengembangan kawasan di kali gendol tempat penambangan pasir. kegiatan penamabangan ini di legalkan oleh pemerintah setempat. . jika sewaktu – waktu merapi kembali meletus dan mengeluarkan meterialnya. karena tidak ada yang bisa hidup pada daerah yang lerengnya sangat terjal. disamping membantu penjagaan dan penyerapan air juga dimanfaatkan untuk menghambat laju turunyya wedus gembel ataupun lava akibat muntahan merapi. karena jika ditanami pohon masih belum bisa hidup karena kondisi tanah yang cenderung masih panas dan merusak akar pohon itu sendiri. keadaan banyaknya pepohonan mati dikarenakan terkena wedus gembel beberapa waktu yang lalu. di samping itu juga diatas tidak bisa tumbuh – tumbuhan karena tidak pernah di sentuh air hujan. foto di bawah ini diambil pada tahun 2011. sehingga lahan cukup subur. Sehingga lahan tersebut dibiarkan saja. demi keselamatan bersama. Terlihat pada gambar disamping bahwa terdapatnya kegiatan penambangan pasir pada kali Gendol. sehingga lahan ini juga alangkah baiknya di biarkan sehingga tumbuh semak – semak yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. sehingga penduduk di bawahnya masih dapat menyelamatkan diri dengan cepat.

Perencanaan kawasan pada kaki gunung dan dataran kaki gunung. batu dan gas yang bertekanan tinggi. yang perlu diperhatikan pada kawasan ini adalah agar tidak membangun bangunan pada bantaran kali karena jika sewaktu – waktu merapi kembali mengeluarkan materialnya dan mengalir ke kali – kali maka dikawatirkan akan berdampak pada peluberan dari material yang tidak dapat mengikuti alur sungai yang berkelok – kelok. Sebagai aliran suspensi material abu. Awanpanas menyapu dan membakar daerah yang dilaluinya. oleh karena itu para ahli menetapkan jarak minimal untuk permukiman pada bantaran kali yang berhulu di merapi berjarak 100 meter dari bibir kali. lemparan material letusan dan abu letusan. Suhu yang tinggi. ketersediaan air juga banyak. asap awanpanas mengikuti aliran materialnya dan dapat membubung tinggi mencapai 1-2 kilometer. Sebagai ilustrasi. baratdan barat laut. Walaupun material awanpanas mengalir menyusuri alur hulu sungai. mencapai 3000C merupakan faktor yang paling berbahaya dari awanpanas. cukup baik dijadikan kawasan permukiman. Bahaya sekunder yaitu lahar. kerusakan rumah dan tempat tinggal dan bahkan kekurangan pangan. awanpanas biasanya lebih tidak berisik dari pada guguran biasa. Sampai saat ini ancaman awanpanas masih ke arah sektor selatan. bahaya sekunder merupakan bahaya yang secara tidak langsung disebabkan oleh letusan atau produk letusan. jarak 5 kilometer dari puncak akan tercapai oleh awanpanas pada waktu 3-4 menit. Karena awanpanas Merapi terutama berasal dari kubah lava maka alur yang paling mungkin terkena adalah daerah yang ada lurus di bawah lidah kubah lava aktif dan disebelah kanan-kiri dari alur tersebut. pasir. Awanpanas dari longsoran kubah lava aktif sangat berbahaya karena dapat terjadi sewaktu-waktu. Ancaman dan Masalah Bahaya gunung Merapi dapat dibedakan menjadi bahaya primer dan bahaya sekunder. Kubah lava Merapi mempunyai orientasi yang bervariasi dari waktu ke waktu sehingga tingkat resiko . Sedangkan. Awanpanas saat ini merupakan kejadian yang paling berbahaya di Merapi. Asap yang bergulung-gulung dapat membakar daerah sekitar jalur aliran. barat daya. dan morfologi tanah landai hingga datar. Bahaya primer yaitu awanpanas letusan. tanah subur. Material panas hancuran dari kubah lava meluncur menyusuri lereng dengan asap yang membubung tinggi bergulung-gulung dengan kecepatan luncur yang dapat mencapal 90 kilometer per jam. Bahaya primer merupakan bahaya yang timbul sebagai akibat langsung dari letusan. Bahaya awanpanas hanya bisa dihindari dengan tidak terlalu dekat dengan jalur-jalur awanpanas yaitu hulu-hulu sungai yang ada di lereng Merapi. kerikil. kawasan ini masih cukup aman dari ancaman merapi. Kalau awan panas sudah atau sedang terjadi penanggulangannya sangat sulit.

Itulah sebabnya pada saat status Merapi dalam tingkat “Siaga” dianjurkan untuk tidak melakukan pendakian. Iritasi tenggorokan merupakan kejadian yang paling sering dialami oleh penduduk yang terkena hujan abu. Dua unsur penyusun lahar yaitu material lahar yang berupa endapan hasil erupsi yang berada di lereng Merapi dan air yang berasal dari hujan. Bahaya in! juga mengancam para pendaki yang sedang melakuka. . Merapi pada saat aktivitas Merapi sedang giat-giatnya.bahaya di suatu daerah juga tergantung kondisi kubah pada saat itu. Masker penutup hidung (dari kain) sudah cukup untuk mengurangi dampak negatif abu vulkanik. Lahar merupakan aliran lumpur dan batu dari material hasil erupsi yang oleh karena adanya tambahan air dari hujan terbawa turun dan mengalir sebagai aliran pekat. Lontaran bahan letusan hanya terjadi pada saat letusan mengarah vertikal atau jenis letusan vulkanian dan plinian. Material lahar yang sangat berpotensi adalah material hasil erupsi yang masih baru dan belum terpadatkan.n pendakian di G. Itulah sebabnya resiko lahar cukup tinggi apabila terjadi hujan lebat dalam beberapa hari/minggu sesudah letusan. juga berbahaya bagi kampungkampung yang berada pada posisi dekat. Abu pada beberapa kasus dapat mematikan tanaman pertanian penduduk. Selama ini aliran pada umumnya mengalir di alur-alur sungai yang berhulu di Merapi. Abu letusan. Rekomendasi Rekomendasinya adalah agar para penduduk dilereng merapi senantiasa selalu waspada. dan siap untuk mendengarkan perintah dari ahli vulkanologi jika diminta untuk mengungsi maka harus mau dan siap untuk diungsikan. seperti pada gambar dibawah ini. dan berusaha mencari tempat tinggal yang relatif lebih aman pada lereng merapi tersebut. Cara penanggulangan lahar saat yang paling sederhana adalah dengan menghindari alur sungai pada saat terjadi hujan lebat di lereng Merapi terutama yang masih terdapat material lepasnya. Lontaran bahan letusan. walaupun saat ini jarang terjadi. Namun demikian bagi para pendaki yang berada di puncak Merapi dan terlalu dekat dengan solfatara tetap acta resiko untuk terserang keracunan gas vulkanik. bukan merupakan bahaya yang besar bagi penduduk. Demikian sehingga bahaya lahar mengancam terutama para penambang pasir di alur sungai di lereng Merapi. kurang dari 3 kilometer dari Merapi. Gas beracun di Merapi hampir tidak ada. atau hujan abu. Dianjurkan untuk menggunakan masker gas atau paling tidak saputangan yang dibasahi air untuk menutup hidung pada saat berada di daerah solfatara Merapi di puncak. Disamping bahayanya lahar juga bermanfaat karena menurunkan material pasir ke ketinggian yang lebih rendah.

kali ini berada pada dataran fluvial. terutama di pinggiran kali atau sungai maka yang perlu diperhatikan adalah kesiap siagaan masyarakat tersebut dalam mewaspadai bencana banjir. Sehingga dataran ini biasanya dilalui sungai – sungai yang biasanya membawa materi akibat letusan merapi pada daerah hilir sungai atau bagian selan merapi. dtaran inilah yang kini menjadi permukiman yang padat penduduk dan berkembang. kawasan Gunung Merapi bagian selatan merupakan lereng gunungapi yang ke arah selatan mempunyai elevasi semakin kecil dan akhimya berubah menjadi dataran fluvio-vulkanik di Yogyakarta. Rencana tata ruang pada dataran fluvial. Dalam hal ini kita ambil contoh kali Code. dengan begitu mereka akan lebih tanggap dan siap siaga setiap saat. . pusat pemerintahan terdapat pada kota Yogyakarta yang merupakan dataran fluvial vulkanik. disamping itu pula. yang berasal dari letusan gunung merapi.Gambar : Tingkat keamanan masing – masing dusun Dengan memperhatikan area – area yang aman dan tidak aman berdasarkan para ahli maka akan dapat meminimalisir terjadinya kerugian dan bahkan korban jiwa. seperti yang terdapat pada kota Yogyakarta yakni sungai Code. terutama jika terjadi hujan yang berkepanjangan pada daerah dataran tinggi atau merapi. di samping itu juga masyarakat disekitar merapi harus sadar betul dimana posisi mereka berada dan pada ring atau kawasan apa mereka tinggal. dataran fluvial ini terbentuk akibat endapan dari materi – materi endapan piroklastik. Dataran Fluvial Vulkanik berkaitan dengan tulisan diatas bahwasanya secara morfologi. sungai Winongo dan sungai Gajahwong.

Ancaman dan Masalah Ancaman yang terdapat pada kawasan pinggir kali ini adalah banjir akibat dari curah hujan yang tinggi pada dataran tinggi atau daerah gunung merapi. ada beberapa kreteria rumah yang mestinya di terapkan pada rumah – rumah di bantaran kali demi mengantisipasi datangnya bencana. Namun pada saat ini sangat banyak rumah – rumah yang berdiri di bantaran sungai code seperti yang tampak pada gambar diatas. disamping itu juga perlu memperhatikan aliran drainase yang baik agar tidak mencemari kali dan merusak habitat ataupun kehidupan yang ada dibawahnya. Gambar disamping berada pada dataran fluvial. sehingga perlu melakukan antisipasi – antisipasi dini dengan cara mengembangkan wawasan bahaya bencana di bantaran kali dengan berbagai kegiatan penyuluhan dan sebagainya. terjadinya banjir lahar dingin. kerikil dan bom atau batu – batu besar yang terbawa oleh arus deras. yakni berjarak 100 meter dari bibir sungai. Rekomendasi Dalam pengembangan kawasan di bantaran kali haruslah memperhatikan banyak aspek terutama aspek – aspek kebencanaan. rentan terhadap spill over material vulkanik seperti pasir. kreterianya adalah Memiliki pondasi yang kuat dan kokoh Memiliki struktur rangka dan dinding yang kuat Membuat bangunan yang siap ditinggikan Beberapa kreteria diatas merupakan hal yang perlu diperhatikan bagi rumah – rumah yang berada pada bantaran kali. . Idealnya pada sempadan sungai. terutama sungai – sungai yang berhulu di merapi harus memiliki sempadan sungai yang jelas. terjadinya sedimentasi atau pendangkalan yang diakibatkan dari turunnya material merapi yang terbawa oleh arus sungai.Pada gambar disamping dapat dilihat banyaknya permukiman padat pada sempadan sungai.