Karakteristik tanah

http://www.irwantoshut.net/klasifikasi_jenis_tanah.html

http://justkie.wordpress.com/2012/02/26/karakteristik-tanah-sebagai-media-tumbuh-secaraumum-dan-secara-khusus-pada-jenis-tanah-alfisol/

KLASIFIKASI JENIS TANAH

Jenis tanah merupakan salah satu faktor penting karena jenistanah mempengaruhi daritanah tersebut. Untuk dalam pertumbuhan tanaman perbedaan sifat-sifat memahami

hubungan antara jenis tanah , diperlukan pengetahuan yang mampu sistematik

mngelompokkan tanah secara

sehingga dikenal banyak sekali sistem klasifikasi mempelajari jenis tanah maka klasifikasi tanah dibagi menjadi yang berkembang. hubungan Untuk antar sistem sistem

klasifikasi alami dan sistem klasifikasi teknis (Sutanto, 2005).

Klasifikasi

alami

yakni

klasifikasi tanah yang

didasarkan

atas

sifat tanah yang

dimiliki

tanpa

menghubungkan sama sekali dengan tujuan penggunaannya. Klasifikasi ini memberikan gambaran dasar terhadap sifat fisik, kimia dan mineralogi tanah yang dimiliki masing-masing kelas dan selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan bagi berbagai penggunaantanah.

Klasifikasi teknis yakni klasifikasi tanah yang didasarkan atas sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kemampuan untuk penggunaan tertentu. Misalnya, untuk menanam tanaman

semusim, tanah diklasifikasikan atas dasar sifat-sifat tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman

Tanah intrazonal. yaitu :   Tanah zonal. subgroup. yakni tanah dengan faktor pembentuk tanah berupa iklim dan vegetasi. Kemudian dalam perkembangannya jenis tanah diklasifikasikan berdasarkan sifat tanah (taksonomi tanah).semusim seperti kelerengan. Sistem ini bersifat alami berdasarkan karakteristik tanah yang teramati dan terukur yang dipengaruhi oleh proses genesis. Keduabelas ordo . family dan seri. yakni tanah dengan faktor pmbentuk tanah berupa faktor lokal terutama bahan induk dan relief. Dalam praktiknya untuk mempelajari jenis tanah maka sistem klasifikasi yang digunakan adalah sistem klasifikasi alami. Pada edisi Taksonomi tanah tahun 1998 terdapat 12 ordo jenis tanah. Pada awalnya jenis tanah dikalsifikasikan berdasarkan prinsip zonalitas. Sistem ini pertama kali dikembangkan oleh USDA (United State Departement of Agriculture) pada tahun 1960 yang dikenal dengantujuh pendekatan dan sejak tahun 1975 dikenal dengan nama taksonomi tanah. yakni tanah yang belum mennjukkan perkembangan profil dan dianggap sebagai awal proses pembentukan tanah. pH dan lain-lain. Berdasarkan ada tidaknya horizon penciri dan sifat penciri lainnya maka dalam taksonomi tanah dibedakan atas enam kategori yakni ordo. greatgroup.  Tanah azonal. subordo. tekstur.

Spodosols. Ultisols. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah coklat (kemerahan) dan tanah arida (merah). Jenis ini tidak dijumpai di Indonesia 6. Tanah yang belum menunjukkan perkembangan horizon dan terjadi pada bahan aluvian yang muda. Gelisols. tetapi tidak menunjukkan adanya iluviasi. Tanah yang mengandung bahan organik dari permukaan tanah ke bawah. Andisols. Merupakan jenis tanah yang memiliki bahan organik tanah. 2. Tanah yang memiliki horizon spodik dan memiliki horizon eluviasi. Alfisols. podsolik merah kuning dan planosols. tanah rendzina. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah bog dan tanah gambut. Mollisols. 9. regosol dn tanah glei humus rendah. eluviasi dan pelapukan yang eksterm. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah podsolik. 5. Tanah yang memiliki horizon argilik dengan kejenuhan basa rendah (< 35%) yang menurun sesuai dengan kedalaman tanah. 11. Inceptisols. 8. Oxisols. Inceptisols. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah jenis tanah laterik. Histosols. Aridisol. 10. 3. 7. Tanah yang memiliki horizon oksik pada kedalaman kurang dari 2 meter dari permukaan tanah. Entisols. Tanah yang mempunyai warna kelam dengan horizon molik di wilyah stepa. Andisols. Aridisols. Tanah yang ekuivalen dengan tanah ini adalah tanah andosol. Oxisols. Gelisols. Pada umumnya tanah tidak kering. glei humik dan glei humik rendah. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah aluvial. Tanah yang sudah berkembang lanjut dibentangan . Tanah yang mempunyai epipedon okrik dan horzon argilik dengan kejenuhan basa sedang sampai tinggi.tersebut adalah Alfisols. Mollisols. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah half-bog. Entisols. Histosols. Jenis tanah ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah brown forest. paling tipis 40 cm dari permukaan. Tanah yang berada pada regim kelengasan arida atau tanah yang rgim kelengasan tanahnya kering. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah brunizem. 1. Spodosols. Merupakan jenis tanah di wilayah humida yang mempunyai horizon teralterasi. Ultisols dam Vertisols. 4. mempunyai sifat andik. Merupakan jenis tanah yang ketebalannya mencapai 60%.

terdiri dari : . Tekstur  Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separate) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relative antara fraksi pasir (sand). debu (silt). 12. 2) Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37. Sifat Fisika Tanah a.  Berikut ini merupakan Tabel Klasifikasi Ukuran Partikel : Sumber Soil separates Kerikil USDA ISSS USPRA BSI. Tanah lempung yang dapat mengembang dan mengerut. Andisols. Oksisols dan Spodosols. Jenis tanah yang paling banyak ditemui adalah jenis tanah Ultisols yang mencapai 16. dan liat (clay). Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah grumosol. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah laterik coklatkemerahan dan tanah podsolik merah. Inceptisols.kuning. Alfisols. Di Indonesia jenis tanah yang umumnya dijumpai adalah jenis tanah Mollisols. DIN  > 2mm pasir debu liat 2 mm–50 m > 2mm 2 mm-20 m > 2mm 2 mm-50 m > 2mm 2 mm-60 m 50 m-2 m 20 m-2 m 50 m-5 m 60 m-2 m < 2 m < 2 m < 5 m < 2 m Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi : 1) Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung. Vertisols. 2005).5% liat atau bertekstur liat.lahan yang tua.74% dari luas lahan yang ada di Indonesia (Sutanto. Ultisols. Dalam keadaan kering dijumpai retkan yang lebar dan dalam. liat berdebu atau liat berpasir (3 macam) 3) Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung. Vertisols. MIT.

yang mudah padat-kompak. sedangkan yang didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus. maka terbentuk tanah liat (tanah lempung berat). kuat)  Pada tanah jenis Alfisol memiliki struktur butir hingga tiang dan kemantapan agregatnya kuat. hifa jamur. yang mempunyai bentuk. sangat kasar) 3. lempung. Besarnya agregat  klas struktur (sangat halus. granuler. remah.  Pengamatan struktur tanah di lapangan (SSS. sedang. c. Struktur Merupakan gumpalan tanah yang berasal dari partikel-partikel tanah yang saling merekat satu sama lain karena adanya perekat misalnya eksudat akar. gumpal. ukuran. humus. dan fraksinya halus. pejal) 2. tiang. Kuat lemahnya bentuk agregat  derajad struktur (tidak beragregat. lemah. dan kemantapan (ketahanan) yang berbeda-beda. tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang) (agak poreus). kasa.  Pada tanah jenis Alfisol memiliki tekstur lempung liat berpasir hingga liat. lempung berdebu (Silty Loam) atau debu (Silt) (4 macam) (c) tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat ( Clay Loam) atau lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam) (3 macam)  Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro (besar) (disebut lebih poreus). Konsistensi  Adalah derajad kohesi dan adhesi antara partikel-partikel tanah dan ketahanan massa tanah terhadap perubahan bentuk oleh tekanan dan berbagai kekuatan yang mempengaruhi bentuk tanah  Konsistensi ditentukan oleh tekstur tanah dan struktur tanah  . b.  Ikatan partikel tanah berwujud sebagai agregat tanah yang membentuk dirinya. halus. sedang. dll. lempung (Loam). butir tunggal. 1975) terdiri dari : 1. Pengamatan bentuk dan susunan agregat tanah  tipe struktur (lempeng.(a) tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir (Sandy Loam) atau lempung berpasir halus (2 macam) (b) tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur lempung berpasir sangat halus.

sehingga lekat di tangan dan mudah digulung serta dibentuk cincin. gembur. Struktur tanah 3. Porositas  Porositas atau pori-pori tanah adalah bagian yang tidak terisi bahan padat tanah (terisi oleh air dan udara). Sedangkan dilihat dari kondisi basah. dipengaruhi pula oleh teksturnya yang dominan lempung liat berpasir hingga liat.  Tanah dengan banyak pori-pori kasar (pasir) sulit menahan air sehingga tanaman mudah kekeringan. keras) Kondisi lembab keteguhan (lepas. lunak.  Pori-pori tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori kasar (makro pore) dan pori-pori halus (micro pore). Tanah-tanah pasir mempunyai pori-pori kasar lebih banyak daripada tanah liat. porositasnya rendah menyebabkan penetrasi akar dangkal karena tekstur lempung hingga liat memiliki pori-pori mikro yang tidak poreus selain itu strukturnya padat-kompak sulit ditembus akar untuk berpenetrasi. Tekstur tanah  Pada tanah jenis Alfisol memiliki tekstur yang dominan lempung hingga liat. Warna tanah  . e. Sedangkan untuk tanah-tanah liat dapat menahan air dengan baik hanya saja sistem perakarannya lebih dangkal dibandingkan tanah dominan pasir. Batas Lekat (BL). tetapi sistem perakarannya dalam. tanah Alfisol memiliki konsistensi lekat dan plastis. lembab dan basah (2) laboratorium : Angka-angka Atterberg  Penentuan di lapangan : Kondisi kering : kekerasan (lepas. d. Kandungan bahan organik 2.  Porositas tanah dipengaruhi oleh : 1. teguh) Kondisi basah : kelekatan dan plastisitas  Penentuan di laboratorium : menentukan Batas Cair (BC). Batas Gulung (BG) dan Batas Berubah Warna (BBW) Batas Cair : kadar air yang dapat ditahan oleh tanah Batas Lekat adalah kadar air dimana tanah tidak melekat ke logam Batas Berubah Warna adalah batas air dimana air sudah tidak dapat diserap oleh akar tanaman karena terikat kuat oleh tanah  Pada tanah jenis Alfisol memiliki konsistensi yang teguh dalam kondisi lembab karena dipengaruhi tekstur dominan liat yang membentuk agregat padat-kompak.Cara penentuan konsistensi tanah yaitu : (1) lapangan : memijit tanah dalam kondisi kering.

 Diukur dengan menggunakan standar warna (Soil Munsell Color Chart)  Warna tanah dapat meliputi putih. misal informasi subsoil drainase. Pada tanah alkalis kandungan OH.Secara langsung mempengaruhi penyerapan sinar matahari dan salah satu faktor penentu suhu tanah. Di dalam tanah kation-kation tersebut terlarut di dalam air tanah atau dijerap oleh koloid-koloid tanah. Sifat Kimia Tanah a. kelabu. merah. dan hitam. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hydrogen (H+) di dalam tanah. semakin masam tanah tersebut. H+. b.  Secara tidak langsung berhubungan dengan sifat-sifat tanah. coklat. kandungan bahan organik surface horizon. kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. coklat.maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH=7. 2. dan bercak (rust). kerapkali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot. disebut karatan (mottling). Kapasitas Tukar Kation (KTK)  Kation adalah ion bermuatan positif seperti Ca2+. dan sebagainya.  Banyaknya kation (dalam miliekivalen) yang dapat dijerap oleh tanah per satuan berat tanah (biasanya per 100 gr) dinamakan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Mg+. Na+.. sehingga kemungkinan terjadinya toksisitas unsur mikro tertekan.  Pentingnya pH tanah adalah untuk : 1) Menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap oleh tanaman 2) Menunjukkan kemungkinan adanya unsure-unsur beracun 3) Mempengaruhi perkembangan mikroorganisme  pH optimum untuk ketersediaan unsur hara tanah adalah sekitar 7. Warna tanah disebabkan oleh adanya bahan organik. Reaksi Tanah (pH Tanah)  Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. dan atau status oksidasi senyawa besi dalam tanah. Bila kandungan ion H+ sama dengan OH.  Pada tanah jenis Alfisol memiliki warna coklat kemerahan hingga merah gelap. pembeda antar horison. kuning. NH4+. Menunjukkan bahwa tanah tersebut mengandung sedikit bahan organik tanah. Kapasitas tukar kation dinyatakan dalam satuan kimia yaitu  . Hal ini berbanding terbalik dengan ion OH.di dalam tanah. Al3+. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tak murni tetapi campuran kelabu.lebih banyak dari H+. Semakin tinggi kadar ion H+di dalam tanah.0 karena pada pH ini semua unsur hara makro tersedia secara maksimum kecuali Mo. K+.

 Kapasitas tukar kation merupakan sifat kimia yang sangat erat hubungannya dengan kesuburan tanah. c. Cu. makin tidak efisien karena makin tidak tersedian bagi tanaman. Jumlah unsur hara esensial ada 17 yaitu :  Unsur makro : C. B. Na (kejenuhan basa tinggi) dapat meningkatkan kesuburan tanah. Mg. Kapasitas Pertukaran Anion (KTA)  Proses pertukaran anion berperan penting dalam kaitannya dengan ketersediaan 3 anion hara makro yang diserap tanaman. Unsur hara mikro adalah unsur hara yang diperlukan dalam jumlah yang sedikit. dan Co  Unsur hara makro adalah unsur hara yang diperlukan dalam jumlah banyak. kalsit (Ca2+) dan dolomite (Ca2+ dan Mg2+) juga makin tidak efisien karena mudah tercuci/hilang dari tanah. tanaman tidak dapat tumbuh optimal. Tanah dengan KTK tinggi bila didominasi oleh kation basa. yaitu nitrat.miliekivalen per 100 gr (me/100 gr).. P. Mn. .  Makin tinggi nilai KTA berarti makin tinggi daya jerap (fiksasi) tanah terhadap anion. K. yang secara alami dihasilkan dari dekomposisi bahan organic dan pelapukan mineral tanah. K. dan tingkat kejenuhan basa yang tinggi di seluruh profil tanah. sehingga pemberian pupuk pelepas anion seperti TSP (H2PO4-). Mo. Mg. ammonium nitrat (NO3-). Unsur-unsur Hara Esensial  Unsur-unsur hara esensial merupakan unsure hara yang diperlukan oleh tanaman dan fungsinya dalam tanaman tidak dapat digantikan oleh unsur lain. Zn. Begitu juga akibatnya pada daya tolak terhadap kation-kation juga makin tinggi. d. Mg-dd dari sedang hingga tinggi. sehingga bila tidak terdapat dalam jumlah yang cukup di dalam tanah. dan sulfat. KTK dari sedang hingga sangat tinggi dan unsur mikro (Fe dan Zn) yang tinggi. atau tanah. Tanah dengan KTK tinggi mampu menjerap dan menyediakan unsure hara lebih baik daripada tanah dengan KTK rendah. O. K-dd dari rendah hingga tinggi.  Sifat kimia tanah pada jenis tanah Alfisol secara keseluruhan yaitu cenderung memiliki pH basa. N. Ca-dd dari sedang hingga sangat tinggi. fosfat. Unsur-unsur hara ini dapat berasal dari udara. Satu ekivalen adalah suatu jumlah yang secara kimia setara dengan 1 gr hydrogen. Ca. air. Ca. Karena unsureunsur hara terdapat dalam kompleks jerapan koloid maka unsure-unsur hara tersebut tidak mudah hilang tercuci oleh air. dan ammonium sulfat (SO42-). sehingga pemupukan pelepas kation sperti KCl (K+). P-tersedia dari sangat rendah hingga sedang. Cl. H. dan S  Unsur mikro : Fe.

dank arena akar menembus ke lapisan tanah yang dalam maka bila membusuk menjadi sumber humus tidak hanya dilapisan atas tetapi juga dilapisan yang lebih dalam. Fauna Tanah Dibedakan menjadi makrofauna dan mikrofauna 1) Makrofauna Hewan-hewan besar (makrofauna) penghuni tanah dapat dibedakan menjadi : (a) hewan-hewan besar pelubang tanah. Protozoa berperan dalam menghambat daur ulang (recycling) unsureunsur hara. merusak akar tanaman. 2) Mikrofauna Hewan-hewan mikrofauna dalam tanah yang terpenting adalah protozoa dan nematoda. memakan hewan-hewan tanah. Sifat biologi tanah a. (c) arthropoda dan moluska. memakan sisa-sisa bahan organic. . ataupun menghambat berbagai proses dalam tanah yang melibatkan bakteri.3. b. Nematoda berdasarkan jenis makanannya dibedakan menjadi : (a) omnivorous. Akar-akar tanaman meningkatkan agregasi tanah. dan lebih mudah ditembus akar. membantu memperbaiki tata udara tanah dengan membuat lubang-lubang kecil pada tanah tersebut. Flora Tanah Dibedakan menjadi makroflora dan mikroflora 1) Makroflora Tanaman-tanaman tinggi merupakan makroflora sebagai produsen primer bahan organic dan penyimpanan energy surya. misalnya tikus. (b) predaceous. (b) cacing tanah. berfungsi mengaduk dan mencampur tanah dan memperbaiki tata udara tanah sehingga infiltrasi menjadi lebih baik. (c) parasitic. kelinci yang lebih sering merugikan karena memakan dan menghancurkan tanaman.

Bakteri autotroph dalam tanah terpenting adalah bakteri nitrifikasi yang dapat mengoksidasi ammonia nitrit (oleh nitrosomonas) dan nitrit nitrat (oleh nitrobacter). tetapi bakteri mempunyai fungsi lain yang lebih penting.2) Mikroflora Mikroflora dalam tanah sangat beraneka ragam. dan unsur-unsur hara) 3. fungi. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama & penyakit tanaman. dan actinomycetes membantu pembentukan struktur tanah yang mantap karena tumbuhan mikro ini dapat mengeluarkan (sekresi) zat perekat yang tidak mudah larut dalam air. 3. Dalam hal pembentukan struktur tanah ini. Dua fungsi tanah yang utama yaitu : . dan algae dapat ditemukan pada setiap contoh tanah. fungi dan actinomycetes jauh lebih efisien (lebih 17 kali lebih efisien) daripada bakteri. actinomycetes. Sebagai habitat biota tanah. FUNGSI DAN PERANAN TANAH Beberapa fungsi Tanah sebagai media tumbuh. dan asam-asam organik. Sehingga. karena jenis tanah Alfisol memiliki BOT yang rendah padahal BOT adalah makanan organisme tanah. Bakteri autotroph bermanfaat bagi manusia mempengaruhi sifat-sifat tanah sehubungan dengan cara bakteri tersebut untuk mendapatkan energy. yaitu : 1. vitamin. baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut. antibiotik dan toksin anti hama. khusunya cacing tanah. Bakteri. fungi. akibat keberadaan BOT tersebut mempengaruhi pula keberadaan organisme dalam tanah yang banyak membawa pengaruh pada kesuburan tanah itu sendiri.  Sifat biologi tanah pada jenis tanah Alfisol secara keseluruhan yaitu memiliki kehidupan organisme tanah yang rendah. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran 2. Bakteri. baik fauna tanah maupun flora tanah. udara. Penyedia kebutuhan primer tanaman (air. enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara) 4.

1. Sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan 2. Sebagai matriks tempat akar tumbuhan berjangkar dan air tanah tersimpan Kedua fungsi tersebut dapat me .

Related Interests