You are on page 1of 16

ISSN : 1693-9883

Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. III, No. 3, Desember 2006, 127 - 142

PERBANDINGAN MUTU DAN HARGA


TABLET AMOKSISILIN 500 MG GENERIK
DENGAN NON GENERIK
YANG BEREDAR DI PASARAN
Harianto, Sabarijah W., Fitri Transitawuri
Departemen Farmasi FMIPA-Universitas Indonesia, Depok

ABSTRACT
Amoxiciilin is an antibiotic of penicillin. It has been used to treat bacterial
infections that caused by Gram negative bacteria and Gram positive bacteria. Most
of amoxicillin tablet has been sold with generic name and non generic name. This
research was proposed to compare quality and price of amoxicillin tablet 500 mg at
the drug store. Especially, for amoxicillin tablet 500 mg generic and non generic.
Determination of quality amoxicillin tablet could be showed from standard quality
of amoxicillin tablet was based at USP XXVI. Identification, dissolution and assay
were included standard quality of amoxicillin tablet. Identification test was per-
formed by TLC with mobile phase consist of methanol, chloroform, water and pyri-
dine (90:80:30:10). Assay of dissolution test was performed by HPLC with mobile
phase potassium dihydrogen phosphate buffer and acetonitrile (39:1). Assay of tablet
was performed by HPLC with mobile phase potassium dihydrogen phosphate buffer
and acetonitrile (96:4). The experiment was held to 15 brands of tablet which they
had consisted 3 brands of generic tablet and 12 brands of non generic tablet. The test
resulted that every brands of tablet fulfilled standard quality of amoxicillin tablet.
But in the test, there was variation of price, in ordinarily price of non generic tablet
was more expensive than generic tablet.
Key words : amoxicillin; generic; non generic; penicillin; standard quality.

PENDAHULUAN keras yang digolongkan ke dalam


Antibiotik adalah zat-zat kimia Daftar Obat Keras (Daftar G) yang
yang dihasilkan oleh fungi dan hanya dapat dibeli di apotik dengan
bakteri yang memiliki khasiat me- resep dokter. Antibiotik yang ber-
matikan atau menghambat pertum- edar di pasaran bermacam-macam,
buhan bakteri, sedangkan toksisi- baik bentuk sediaannya maupun
tasnya bagi manusia relatif kecil. kandungan zat aktifnya (anonim
Antibiotik dapat dibuat dengan cara 2005; anonim 2002).
fermentasi, semi sintetis dan sintesis. Antibiotik yang beredar di pa-
Antibiotik termasuk obat berkhasiat saran diantaranya adalah amoksisilin
Corresponding author : E-mail : harianto@farmasi.ui.ac.id.

127
yang merupakan antibiotik golongan rapa tablet amoksisilin 500 mg gene-
penisilin dan banyak digunakan rik dengan non generik yang beredar
dalam pengobatan karena harga di pasaran dan untuk
antibiotik golongan ini relatif murah. mengetahui ada atau tidak ada-
Amoksisilin yang beredar di pasaran nya perbedaan proporsi dalam hal
ada dalam berbagai bentuk sediaan, terpenuhinya syarat baku antara tab-
diantaranya dalam bentuk tablet. let amoksisilin 500 mg generik
Tablet amoksisilin yang beredar dengan non generik serta memban-
di pasaran diharapkan terjamin dingkan harga beberapa tablet amok-
mutunya. Mutu dijadikan dasar acuan sisilin 500 mg generik dengan non
untuk menetapkan kebenaran khasiat generik yang beredar di pasaran.
(efficacy) dan keamanan (safety). Tab-
let amoksisilin yang bermutu dapat
ditinjau dari berbagai aspek antara METODOLOGI
lain aspek teknologi yang meliputi
stabilitas fisik dan kimia dimana tab- Bahan yang digunakan dalam
let harus memenuhi kriteria yang penelitian ini adalah :
dipersyaratkan oleh Farmakope 1. Aquabidest (Ikapharmindo
(anonim 2005; anonim 2003). Putramas)
Tablet amoksisilin yang beredar 2. Metanol gradient grade for liquid
ada yang dipasarkan dengan nama chromatography (Malinckrodt)
generik atau dengan non generik 3. Kalium dihidrogen fosfat
(nama dagang). Tablet amoksisilin (Merck)
yang beredar di pasaran memiliki 4. Asetonitril gradient grade for
harga yang berbeda-beda (anonim liquid chromatography (Merck)
2002). Penyebab perbedaan harga 5. Piridin pa (Malinckrodt)
tablet amoksisilin ini adalah multi- 6. Kloroform pa (Merck)
faktorial. Oleh karena itu, perlu di- 7. Standar amoksisilin (Indo
lakukan penelitian apakah perbedaan Farma)
harga ada hubungannya dengan 8. Sampel tablet amoksisilin
perbedaan mutu. Jika terbukti bahwa generik dan non generik.
mutu tablet amoksisilin generik
setara dengan mutu tablet amoksisilin Alat-alat yang digunakan :
non generik, maka diharapkan dapat 1. HPLC Shimadzu model LC-6A
mendorong keberhasilan penggu- dengan detektor UV-Vis SPD,
naan tablet amoksisilin generik di 6AP
pelayanan kesehatan, baik sektor 2. Kolom Kromasil C18,
publik maupun swasta dan sebalik- 25cm x 4,6mm
nya. 3. Syringe (Hamilton Co)
Tujuan penelitian ini adalah 4. Filter fase gerak dan sampel
untuk membandingkan mutu bebe- 0,45 µm Whatman

128 MAJALAH ILMU KEFARMASIAN


5. Pengaduk ultrasonik Branson selama 10 menit. Lempeng disem-
3200 prot dengan larutan ninhidrin
6. pH meter dalam etanol dengan kadar 3 mg/
7. Alat disolusi tipe 2 ml, dan lempeng dikeringkan
8. Timbangan analitik (AND) dengan aliran udara hangat selama
9. Bejana 10 menit. Bercak dideteksi dengan
10. Labu takar dan alat-alat gelas menggunakan cahaya ultraviolet
lain pada panjang gelombang 366 nm.
- Harga Rf dari bercak larutan uji
dibandingkan dengan baku pem-
Cara Kerja : banding.

1. Pengambilan sampel 3. Uji disolusi (11)


Sampel yang akan diteliti adalah a. Pembuatan buffer pH 5,0
tablet amoksisilin 500 mg yang ber- Dilarutkan 27,7 g kalium dihi-
edar di pasaran yang terdiri atas 3 drogen fosfat dalam 3 liter aqua-
merek tablet generik dan 12 merek bidest, pH diatur hingga 5,0 ± 0,1
tablet non generik. Sampel tablet dengan ammonium hidroksida
amoksisilin 500 mg diambil dari pekat.
apotik dimana setiap sampel terdiri
atas 26 tablet. b. Pembuatan fase gerak
Dibuat campuran buffer pH 5,0
2. Identifikasi (11) dan asetonitril (39:1), kemudian
- Zat uji : dibuat larutan yang me- disaring dan dihilangkan udara
ngandung 1 mg/ml dalam asam dalam fase gerak dengan penga-
klorida 0,1 N. duk ultrasonik.
- Pembanding : dibuat larutan yang c. Pembuatan spektrum serapan
mengandung 1 mg/ml dalam asam Dibuat larutan standar amoksi-
klorida 0,1 N. silin dengan konsentrasi 10 µg/
- Zat uji dan pembanding sebanyak ml dan diukur serapannya
5 µl ditotolkan pada lempeng dengan spektrofotometer UV-
Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Vis pada panjang gelombang 200
- Lempeng dimasukkan ke dalam – 300 nm.
bejana yang telah dijenuhkan
dengan fase gerak metanol : klo- d. Pembuatan larutan standar
roform : air : piridin (90:80:30:10) Sejumlah lebih kurang 100 mg
hingga fase gerak merambat tiga amoksisilin ditimbang seksama,
per empat tinggi lempeng. dimasukkan ke dalam labu takar
- Lempeng diangkat, fase gerak 100,0 ml, dilarutkan dengan
dibiarkan menguap dan dikering- buffer pH 5,0 hingga batas tanda
kan dengan aliran udara hangat (larutan 1000 µg/ml). Dipipet

Vol. III, No.3, Desember 2006 129


10,0 ml larutan 1000 µg/ml ke g. Penetapan kadar ujji disolusi
dalam labu takar 100,0 ml, dien- tablet amoksisilin
cerkan dengan buffer pH 5,0 1) Media disolusi 900 ml aqua-
hingga batas tanda (larutan 100 dest ditempatkan dalam
µg/ml). Dipipet 10,0 ml larutan bejana dan dibiarkan men-
100 µg/ml ke dalam labu takar capai temperatur 37 o C ±
50,0 ml, diencerkan dengan 0,5oC.
buffer pH 5,0 hingga batas tanda
(diperoleh konsentrasi 20 µg/ 2) Satu tablet yang diuji dice-
ml). Kemudian dibuat larutan lupkan ke dalam bejana.
dengan konsentrasi 1, 2, 4, 6, 8, 3) Pengaduk diputar dengan
10 dan 12 µg/ml. kecepatan 75 rpm.
4) Pada waktu 90 menit contoh
e. Pembuatan kondisi analisis dari media diambil untuk
optimum dianalisis (larutan uji).
Spesifikasi kolom :
Kolom Kromasil C18, 5) Penetapan kadar hasil uji
25 cm x 4,6 mm disolusi
Detektor :
UV-Vis SPD, 6AP Larutan hasil disolusi disaring
Fase gerak : melalui penyaring Whatman.
Buffer kalium dihidrogen Kemudian dipipet 1,0 ml filtrat
fosfat pH 5,0 dan asetonitril ke dalam labu takar 10,0 ml,
(39:1) dilarutkan dengan aquabidest
Pelarut : hingga batas tanda (larutan a).
Buffer kalium dihidrogen Dipipet 1,0 ml larutan (a) ke
fosfat pH 5,0 dalam labu takar 10,0 ml, dila-
Panjang gelombang : 230 nm rutkan dengan aquabidest
Laju alir : 0,8 ml/menit hingga batas tanda dan dikocok
Volume injeksi : 10 µl homogen. Disuntikkan 10 ìl
larutan dan dicatat luas pun-
f. Pembuatan kurva kalibrasi caknya serta dihitung kadarnya.
larutan standar amoksisilin
untuk uji disolusi 4. Penetapan kadar tablet
Larutan dengan konsentrasi 1, 2, amoksisilin (11)
4, 6, 8, 10 dan 12 µg/ml masing - a. Pembuatan buffer pH 5,0
masing disuntikkan 10 µl ke Dilarutkan 13,6 g kalium dihi-
dalam kolom. Luas puncak yang drogen fosfat dalam 2 liter aqua-
diperoleh dicatat dan dibuat bidest, diatur pH hingga 5,0 ± 0,1
kurva perbandingan luas puncak dengan ammonium hidroksida
dengan konsentrasi larutan. pekat.

130 MAJALAH ILMU KEFARMASIAN


b. Pembuatan fase gerak puncak dan dihitung koefisien
Dibuat campuran buffer pH 5,0 variasi.
dan asetonitril (96:4), kemudian
disaring dan dihilangkan udara f. Penetapan kadar tablet
dalam fase gerak dengan penga- amoksisilin
duk ultrasonik. Sejumlah 20 tablet ditimbang dan
dihitung bobot rata-ratanya,
c. Pembuatan kondisi analisis kemudian digerus hingga halus.
optimum Ditimbang seksama serbuk tab-
Spesifikasi kolom : let setara dengan 100 mg amok-
Kolom Kromasil C18, sisilin anhidrat dimasukkan ke
25cm x 4,6mm dalam labu takar 100,0 ml,
Detektor : UV-Vis SPD, 6AP dilarutkan dengan buffer pH 5,0
Fase gerak : hingga batas tanda dan dikocok
Buffer kalium dihidrogen homogen (larutan a). Dipipet 1,0
fosfat pH 5,0 dan asetonitril ml larutan (a) ke dalam labu
(96:4) takar 10,0 ml, diencerkan dengan
Pelarut : buffer pH 5,0 hingga batas tanda
Buffer kalium dihidrogen dan dikocok homogen (larutan
fosfat pH 5,0 b). Dipipet 1,0 ml larutan (b) ke
Panjang gelombang : 230 nm dalam labu takar 10,0 ml, dien-
Laju alir : 1,0 ml/menit cerkan dengan buffer pH 5,0
Volume injeksi : 10 µl hingga batas tanda dan dikocok
homogen (larutan c). Larutan
d. Pembuatan kurva kalibrasi disaring melalui penyaring
larutan standar amoksisilin Whatman dan digunakan filtrat
untuk penetapan kadar sebagai larutan uji. Disuntikkan
Larutan dengan konsentrasi 1, 2, 10 µl larutan uji dan dicatat luas
4, 6, 8, 10, 12 dan 14 µg/ml puncaknya dan dihitung kadar-
masing-masing disuntikkan 10 µl nya.
ke dalam kolom. Luas puncak
yang diperoleh dicatat dan di- 5. Uji perbedaan proporsi dalam
buat kurva perbandingan luas hal terpenuhinya syarat baku
puncak dengan konsentrasi antara tablet amoksisilin 500 mg
larutan. generik dan non generik.

e. Uji keterulangan (presisi) Definisi operasional :


Larutan dengan konsentrasi 2,6, a. Mutu tablet amoksisilin
dan 10 µg/ml disuntikkan seba- Mutu tablet amoksisilin berdasar-
nyak 10 µl, diulang sebanyak 5 kan pada terpenuhinya syarat
kali kemudian dicatat luas baku yang terdapat di USP XXVI.

Vol. III, No.3, Desember 2006 131


Kategori : Untuk mengetahui ada atau
1) Memenuhi syarat, jika tablet tidak adanya perbedaan pro-
memenuhi semua persya- porsi dalam hal terpenuhinya
ratan tablet amoksisilin yang syarat baku antara tablet amok-
terdapat di USP XXVI. sisilin 500 mg generik dengan
2) Tidak memenuhi syarat, jika non generik dilakukan pengujian
tablet tidak memenuhi satu dengan menggunakan uji Fisher.
atau lebih persyaratan tab-
let amoksisilin yang terdapat 6. Perbandingan harga jual tablet
di USP XXVI. amoksisilin 500 mg generik dan
non generik.
b. Harga jual di apotik
Harga jual di apotik adalah harga Harga tablet amoksisilin 500 mg
jual tablet amoksisilin yang disusun berdasarkan urutan harga
dikategorisasikan berdasarkan dari yang termurah hingga yang
patokan harga tablet amoksisilin termahal kemudian ditentukan harga
generik yang termahal. rata-ratanya.
Dari urutan harga jual dapat
Kategori : diperbandingkan antara harga jual
1) Murah, bila harga tablet tablet amoksisiln generik dengan tab-
amoksisilin sampel < 300% let amoksisilin non generik.
dari harga tablet amoksisilin
generik yang termahal.
2) Mahal, bila harga tablet HASIL DAN PEMBAHASAN
amoksisilin sampel > 300%
dari harga tablet amoksisilin 1. Pengambilan sampel
generik yang termahal.
Sampel yang digunakan untuk
c. Status registrasi tablet penelitian sebanyak 15 merek sampel
amoksisilin dimana setiap merek sampel terdiri
Status tablet amoksisilin berda- atas 26 tablet. Dari 15 merek sampel
sarkan pada kelompok registrasi tersebut diantaranya 3 merek sampel
obat. tablet amoksisilin generik dan 12
merek sampel tablet non generik.
Kategori : Sampel diperoleh dari beberapa
1) Tablet generik, bila sediaan apotik dimana dipilih berdasarkan
terdaftar dengan nama ge- pertimbangan kelengkapan ter-
nerik. sedianya tablet amoksisislin 500 mg
2) Tablet non generik, bila generik dan non generik (purposive
sediaan terdaftar dengan sampling). Profil sampel selengkapnya
nama dagang. dapat dilihat pada Lampiran 1.

132 MAJALAH ILMU KEFARMASIAN


2. Identifikasi dengan konsentrasi diperoleh
persamaan kurva kalibrasi y =
Dari hasil identifikasi terhadap 12749x + 5011,7 dengan koefisien
15 merek sampel tablet amoksisilin korelasi r = 0,9997.
500 mg diperoleh bentuk bercak dan
nilai Rf yang serupa dengan standar. d. Uji keterulangan (presisi)
Dari uji keterulangan pada ketiga
3. Uji disolusi konsentrasi larutan standar
amoksisilin memberikan nilai
a. Pembuatan spektrum yang presisi dengan koefisien
serapan variasi yaitu kurang dari 2%.
Dari hasil pengukuran serapan
standar amoksisilin 10 µg/ml e. Penetapan kadar uji disolusi
diperoleh panjang gelombang tablet amoksisilin
maksimum pada 230 nm. Panjang Dari hasil penelitian terhadap 3
gelombang tersebut yang digu- merek sampel tablet generik dan
nakan untuk analisis amoksisilin 12 merek sampel tablet non ge-
pada KCKT. nerik ternyata semuanya meme-
b. Pembuatan kondisi analisis nuhi persyaratan uji disolusi
optimum yang tertera pada USP XXVI.
Kondisi analisis yang digunakan Data selengkapnya dapat dilihat
untuk hasil uji disolusi adalah pada Tabel 1 dan 2.
sebagai berikut :
Spesifikasi kolom :
Kolom Kromasil C18, 4. Penetapan kadar tablet
25cm x 4,6mm. amoksisilin
Detektor : UV-Vis SPD, 6AP.
Fase gerak : a. Pembuatan kondisi analisis
Buffer kalium dihidrogen optimum
fosfat pH 5,0 dan asetonitril Kondisi analisis yang digunakan
(3900:100). untuk penetapan kadar tablet
Pelarut : amoksisilin adalah sebagai
Buffer kalium dihidrogen berikut :
fosfat pH 5,0 Spesifikasi kolom :
Panjang gelombang : 230 nm Kolom Kromasil C18,
Laju alir : 0,8 ml/menit. 25cm x 4,6mm.
Volume injeksi : 10 µl. Detektor : UV-Vis SPD, 6AP.
Fase gerak :
c. Pembuatan kurva kalibrasi Buffer kalium dihidrogen
Dengan menggunakan metode fosfat pH 5,0 dan asetonitril
regresi linier antara luas puncak (96:4).

Vol. III, No.3, Desember 2006 133


Tabel 1. Kadar hasil uji disolusi tablet amoksisilin 500 mg generik
Kadar hasil disolusi (%)
Amoxicillin Amoxicillin Amoxicillin
No. (Indo Farma) (Kimia Farma) (Phapros)

1. 106,24 104,74 104,90


2. 107,80 105,76 107,72
3. 100,04 103,96 106,70
4. 108,90 105,92 103,02
5. 104,28 105,06 107,18
6. 107,18 104,43 104,36

Tabel 2. Kadar hasil uji disolusi tablet amoksisilin 500 mg non generik

Kadar hasil disolusi (%)


No. Bintamox Corsamox Dexymox Farmoxyl Bellacid Kalmoxilin
1. 95,72 96,90 94,00 111,48 97,69 95,66
2. 98,63 95,49 94,71 113,44 99,10 95,26
3. 97,53 96,67 94,86 111,56 97,38 97,69
4. 97,76 96,28 94,08 112,04 96,90 93,69
5. 97,06 97,30 94,00 111,48 96,20 94,08
6. 98,55 96,28 93,54 112,98 97,06 95,18

Kadar hasil disolusi (%)


No. Lapimox Ethimox Opimox Ospamox Robamox Wiamox

1. 98,08 103,02 102,55 102,08 102,32 101,92


2. 94,24 100,12 106,62 102,47 102,47 104,98
3. 97,92 101,29 101,38 106,16 106,16 100,90
4. 96,82 100,43 104,36 98,39 98,39 100,82
5. 100,44 102,08 107,02 102,55 102,55 107,42
6. 95,88 99,49 103,10 99,41 99,41 102,48

Pelarut : b. Pembuatan kurva kalibrasi


Buffer kalium dihidrogen Dengan menggunakan metode
fosfat pH 5,0 regresi linier antara luas puncak
Panjang gelombang : 230 nm dengan konsentrasi diperoleh
Laju alir : 1,0 ml/menit. persamaan kurva kalibrasi y =
Volume injeksi : 10 µl. 10414x + 3832,1 dengan koefisien
korelasi r = 0,9996.

134 MAJALAH ILMU KEFARMASIAN


Tabel 3. Kadar rata-rata Amoksisislin dalam tablet generic dan non generic

No Nama Sampel Tablet Pabrik Kadar rata-rata (%)


1 Amoksisilin Indofarma 100,42
2 Amoksisilin Kimia Farma 100,06
3 Amoksisilin Phapros 98,34
4 Bintamol Bintang Toedjoe 103,27
5 Corsamox Corsa 96,12
6 Dexymox Dexa Medika 105,60
7 Farmoxyl Fahrenheit 109,99
8 Bellacid Soho 96,84
9 Kalmoxillin Kalbe Farma 102,18
10 Lapimex Lapi 95,76
11 Ethimox Ethica 104,28
12 Opimox Otto 93,88
13 Ospamox Novartis 99,80
14 Robamox Combiphar 102,37
15 Wiamox Landson 97,75

c. Uji keterulangan (presisi) Dari 15 merek sampel tablet


Dari uji keterulangan pada ketiga amoksisilin 500 mg yang dilakukan
konsentrasi larutan standar identifikasi, uji disolusi dan pene-
amoksisilin memberikan nilai tapan kadarnya tenyata semuanya
yang presisi dengan koefisien memenuhi syarat baku yang tertera
variasi yaitu kurang dari 2%. pada USP XXVI. Dengan meng-
gunakan test Fisher, diperoleh hasil
d. Penetapan kadar tablet yang menunjukkan tidak adanya
amoksisilin perbedaan proporsi dalam hal ter-
Dari hasil penelitian terhadap 15 penuhinya syarat baku antara tablet
merek sampel tablet amoksisilin amoksisilin 500 mg generik dengan
500 mg ternyata semuanya me- non generik.
menuhi syarat baku kadar yang Data selengkapnya dapat dilihat
tertera pada USP XXVI. Data pada Tabel 4.
selengkapnya dapat dilihat pada
(Tabel 3) (A + B)!(C + D)!(A + C)!(B + D)!
p= N!A!B!C!D!
5. Uji perbedaan proporsi dalam Jika p < 0,05 maka ada perbedaan
hal terpenuhinya syarat baku proporsi
antara tablet amoksisilin 500 mg p > 0,05 maka tidak ada
generik dan non generik. perbedaan proporsi

Vol. III, No.3, Desember 2006 135


Tabel 4. Hasil uji Fisher
Tabel silang hubungan antara status registrasi obat dengan terpenuhinya syarat
baku antara tablet amoksisilin 500 mg generik dan non generik.
Syarat Baku
Status Registrasi
Obat Tidak memenuhi Jumlah
Memenuhi syarat syarat

Generik 3 (A)
0 (B)
3

Non generik 12 (C)


0 (D)
12

Jumlah 15 0 15

Test Fisher : non generik termahal : Rp.


3!12!15! 0! 3.345,00
p =
15!3!0!12!0! Harga tablet amoksisilin 500 mg
=1 non generik rata-rata : Rp.
p = 1 > α = 0,05, maka dapat disim- 2.729,83
pulkan tidak ada perbedaan proporsi Dari data harga dapat terlihat
dalam hal terpenuhinya syarat baku bahwa harga tablet amoksisilin 500
antara tablet amoksisilin 500 mg mg non generik relatif jauh lebih
generik dengan non generik. mahal dibandingkan harga tablet
amoksisilin 500 mg generik.
6. Perbandingan harga jual tablet Kelangkaan informasi obat gene-
amoksisilin 500 mg generik dan rik dapat menjadi penyebab utama
non generik. timbulnya berbagai masalah, teru-
a. Harga tablet amoksisilin 500 mg tama dalam hal tanggapan masya-
generik rakat dan praktisi medik terhadap
Harga tablet amoksisilin 500 mg nilai kepentingan dan kebutuhan
generik termurah : Rp. 360,00 obat generik. Oleh karena harga obat
Harga tablet amoksisilin 500 mg generik murah, masyarakat meng-
generik termahal : Rp. 500,00 anggap kalau obat generik tidak
Harga tablet amoksisilin 500 mg berkhasiat, tidak sekhasiat obat-obat
generik rata-rata : Rp. 406,67 paten. Informasi obat generik saat ini
b. Harga tablet amoksisilin 500 mg sangat diperlukan sehingga perlu
non generik diperluas dan ditingkatkan dengan
Harga tablet amoksisilin 500 mg maksud untuk lebih membuka dan
non generik termurah : Rp. meningkatkan kesadaran dan pema-
810,00 haman masyarakat tentang obat
Harga tablet amoksisilin 500 mg generik.

136 MAJALAH ILMU KEFARMASIAN


Amoksisilin adalah antibiotik generik di pelayanan kesehatan, baik
yang umum digunakan dalam pengo- sektor publik maupun swasta.
batan infeksi. Para dokter sering kali Pengujian mutu dilakukan berda-
memberikan resep amoksisilin non sarkan kriteria yang telah dipersya-
generik kepada pasien sebagai pi- ratkan oleh Farmakope. Literatur
lihan untuk pengobatan. Pada umum- yang digunakan sebagai acuan untuk
nya, apotik lebih suka menjual amok- pengujian mutu tablet amoksisilin
sisilin non generik karena dapat pada penelitian ini terdapat di dalam
memperoleh keuntungan yang lebih USP XXVI. Hal ini dikarenakan di
besar. Padahal harga amoksisilin non dalam Farmakope Indonesia tidak
generik jauh lebih mahal daripada terdapat syarat baku untuk tablet
amoksisilin generik, sehingga bagi amoksisilin. Mutu tablet amoksisilin
pasien yang tidak mampu sering yang tertera pada USP XXVI ditinjau
membeli setengah obat resep dokter. dari terpenuhinya syarat identifikasi,
Hal ini sangat berbahaya, antibiotik uji disolusi dan penetapan kadar
tidak boleh dikonsumsi setengah (anonim 1995; anonim 2003)
resep karena dapat menyebabkan Pada tahap awal penelitian dila-
resistensi. kukan kegiatan optimasi kondisi
Mutu dijadikan dasar acuan metode analisis. Kondisi analisis yang
untuk menetapkan kebenaran khasiat digunakan untuk penelitian ini
(efficacy) dan keamanan (safety). Mutu mengacu pada kondisi yang terdapat
suatu sediaan obat dapat ditinjau dari di dalam USP XXVI dengan menga-
berbagai aspek antara lain aspek lami sedikit penyesuaian.
teknologi yang meliputi stabilitas Pada identifikasi, tahap awal
fisik dan kimia dimana sediaan obat yang dilakukan adalah mencari lama-
(tablet, kapsul dan sediaan lainnya) nya waktu penjenuhan eluen yang
harus memenuhi kriteria yang diper- optimal untuk pemisahan sampel.
syaratkan Farmakope (anonim 1995). Pada percobaan ini, waktu yang di-
Penelitian ini dilakukan untuk gunakan untuk menjenuhkan bejana
membandingkan mutu dan harga tab- yang berukuran 23cm x 8,5cm x
let amoksisilin 500 mg serta untuk 22,5cm selama 4 jam. Setelah dilaku-
mengetahui ada tidaknya perbedaaan kan penjenuhan eluen, maka dapat
proporsi dalam hal terpenuhinya dilakukan elusi terhadap lempeng
syarat baku antara tablet amoksisilin yang telah ditotolkan zat uji dan baku
500 mg generik dengan non generik. pembanding. Setelah dilakukan elusi,
Pengujian mutu tablet amoksi- lempeng diangkat dan eluen dibiar-
silin ini dilakukan untuk dapat mem- kan menguap dan dikeringkan
buktikan bahwa mutu tablet amok- dengan aliran udara hangat selama
sisilin generik setara dengan non 10 menit. Kemudian lempeng disem-
generik, sehingga dapat mendorong prot dengan larutan ninhidrin dalam
keberhasilan penggunaan amoksisilin etanol 3mg/ml. Setelah disemprot

Vol. III, No.3, Desember 2006 137


dengan larutan ninhidrin, lempeng ngan panjang 25cm x 4,6mm sedang-
dikeringkan dengan aliran udara kan pada USP XXVI kolom yang
hangat selama 10 menit. Hasil bercak digunakan berukuran 30cm x 3,9mm.
yang terdeteksi setelah disemprot Hal ini dilakukan karena mengguna-
dengan larutan ninhidrin berupa kan kolom yang tersedia di lokasi
bercak bulat memanjang berwarna penelitian. Perbedaan panjang kolom
kuning tipis, sehingga agak sulit dapat menyebabkan perbedaan
untuk menghitung nilai Rf. Oleh waktu retensi dan makin panjang
karena itu untuk menghitung nilai Rf kolom dapat menghasilkan pemi-
digunakan cahaya ultraviolet dengan sahan yang lebih baik (Snydner dkk.
panjang gelombang 254 nm dan 366 1997). Pada percobaan ini digunakan
nm untuk mendeteksi bercak. Ter- laju alir 0,8 ml/menit sedangkan
nyata bercak yang terdeteksi oleh pada USP XXVI digunakan laju alir
cahaya ultraviolet pada panjang ge- kurang lebih 0,7 ml/menit. Tidak
lombang 366 nm terlihat lebih jelas digunakan laju alir 0,7 ml/menit
dibandingkan dengan cahaya ultra- karena bentuk puncak yang terde-
violet pada panjang gelombang 254 teksi pada respon detektor kurang
nm, sehingga perhitungan nilai Rf baik, sedikit berpunggung dan tidak
dilakukan dengan melihat bercak tajam. Bentuk puncak pada laju alir
dari pendeteksian dengan cahaya 0,8 ml/menit lebih baik dan lebih
ultraviolet pada panjang gelombang tajam dibandingkan dengan laju alir
366 nm. Semua sampel memenuhi 0,7 ml/menit. Oleh karena tekanan
persyaratan uji identifikasi yang kolom yang sudah tinggi pada laju
tertera di dalam USP XXVI yaitu me- alir 0,8 ml/menit, maka kondisi
miliki bercak dan nilai Rf yang serupa dengan laju alir 0,9 ml/menit tidak
dengan baku pembanding. dilakukan karena dikhawatirkan
Uji disolusi dilakukan dengan akan merusak kolom. Sebelum dila-
menggunakan 6 tablet dari masing- kukan penetapan kadar hasil uji
masing sampel selama 90 menit disolusi, terlebih dahulu dilakukan
dengan menggunakan alat uji disolusi pembuatan kurva kalibrasi. Dari
tipe 2 yaitu dengan pengaduk ber- pembuatan kurva kalibrasi, diperoleh
bentuk dayung. Setelah dilakukan uji persamaan kurva kalibrasi yaitu y =
disolusi, kadar hasil disolusi tersebut 12749x + 5011,7 dengan koefisien
diperiksa dengan menggunakan korelasi r = 0,9997. Setelah itu dila-
KCKT dengan kondisi analisis opti- kukan uji keterulangan untuk melihat
mum yang terpilih. Pada pemilihan keterulangan hasil penyuntikkan
kondisi analisis untuk uji kadar hasil larutan standar amoksisilin. Dari uji
disolusi mengacu pada USP XXVI keterulangan diperoleh koefisien
dengan mengalami sedikit penye- variasi kurang dari 2 %. Untuk uji
suaian. Pada penelitian ini, kolom disolusi, semua sampel memenuhi
yang digunakan adalah kolom de- persyaratan uji disolusi yang tertera

138 MAJALAH ILMU KEFARMASIAN


di dalam USP XXVI yaitu dalam dimana 20 tablet untuk penetapan
waktu 90 menit harus larut tidak kadar dan 6 tablet untuk uji disolusi.
kurang dari 80% amoksisilin an- Untuk identifikasi digunakan serbuk
hidrat, dari jumlah yang tertera pada sampel yang telah digerus yang di-
etiket. gunakan untuk penetapan kadar.
Menurut USP XXVI, untuk pene- Untuk penetapan kadar yang dilaku-
tapan kadar digunakan kondisi kan terhadap 15 merek sampel tab-
analisis dengan fase gerak buffer ka- let amoksisilin ternyata semua sampel
lium dihidrogen fosfat dan asetonitril memenuhi persyaratan yang tertera
(96:4), spesifikasi kolom 4 mmx 25 pada USP XXVI (kadar amoksisilin
cm, laju alir kurang lebih 1,5 ml/ dalam tablet tidak boleh kurang dari
menit. Pada percobaan ini, dilakukan 90,0% dan tidak boleh lebih dari
penyesuaian terhadap kondisi kolom 120,0%).
yang tersedia. Laju alir yang digu- Sampel tablet amoksisilin 500 mg
nakan 1,0 ml/menit karena dirasakan yang terdiri dari 15 merek sampel
sudah cukup optimal untuk meng- dikategorikan menurut status regis-
hasilkan bentuk puncak yang tajam trasi obat yaitu generik dan non ge-
dan pemisahan yang baik. Tidak nerik. Yang termasuk kategori gene-
dilakukan laju alir yang lebih tinggi rik ada 3 merek sampel sedangkan
dari 1,0 ml/menit karena pada yang termasuk dalam kategori non
kondisi ini tekanan kolom sudah generik ada 12 merek sampel. Sampel
sangat tinggi sehingga dikhawatirkan tablet amoksisilin 500 mg dikategori-
dapat merusak kolom. sasikan lagi menurut harga jualnya
Sebelum dilakukan penetapan yaitu murah dan mahal. Kategori
kadar tablet amoksisilin 500 mg, murah ada 4 sampel dan kategori
terlebih dahulu dilakukan pembuatan mahal ada 11 sampel. Data yang
kurva kalibrasi. Dari pembuatan diperoleh diolah dengan uji Fisher
kurva kalibrasi, diperoleh persamaan untuk mengetahui ada atau tidak
kurva kalibrasi yaitu y = 10414x + adanya perbedaan proporsi dalam
3832,1 dengan koefisien korelasi r = hal terpenuhinya syarat baku antara
0,9996. Setelah itu dilakukan uji tablet amoksisilin 500 mg generik
keterulangan untuk melihat keter- dengan non generik (Siegel S 1994).
ulangan hasil penyuntikkan larutan Berdasarkan uji Fisher, hasil menun-
standar amoksisilin. Dari uji keter- jukkan tidak ada perbedaan proporsi
ulangan diperoleh koefisien variasi dalam hal terpenuhinya syarat baku
kurang dari 2 %. antara tablet amoksisilin 500 mg
Sampel yang digunakan untuk generik dengan yang non generik.
pengujian mutu tablet amoksisilin 500 Perbandingan harga tablet
mg dalam penelitian ini berjumlah 15 amoksisilin 500 mg generic dan non
merek sampel dan untuk setiap generik dilakukan dengan menyusun
merek sampel digunakan 26 tablet harga tablet amoksisilin 500 mg

Vol. III, No.3, Desember 2006 139


berdasarkan urutan harga dari yang KESIMPULAN
termurah hingga yang termahal Dari hasil penelitian yang dila-
kemudian ditentukan harga rata- kukan dapat diambil kesimpulan
ratanya. Dari hasil perbandingan sebagai berikut:
harga tablet amoksisilin 500 mg dapat 1. Semua tablet amoksisilin 500 mg
dilihat bahwa harga tablet amok- generik dan non generik yang di-
sisilin non generik relatif jauh lebih periksa memenuhi syarat baku menu-
mahal dibandingkan dengan harga rut USP XXVI.
tablet amoksisilin generik. 2. Tidak ada perbedaan proporsi
Hasil penelitian ini menunjukkan dalam hal terpenuhinya syarat baku
harga tidak menentukan mutu. Tab- antara tablet amoksisilin 500 mg
let amoksisilin generik memiliki mutu generik dengan non generik.
yang setara dengan tablet amoksisilin 3. Harga tablet amoksisilin 500 mg
non generik dalam hal terpenuhinya non generik relatif jauh lebih mahal
syarat baku menurut USP XXVI. dibandingkan dengan tablet amok-
Dengan demikian, para dokter diha- sisilin 500 mg generik.
rapkan tidak meragukan lagi mutu
dari amoksisilin generik dan dapat SARAN
menjadikan amoksisilin generik Diharapkan para dokter tidak
menjadi pilihan untuk penulisan perlu ragu lagi dalam memberikan
antibiotik dalam resep. resep tablet amoksisilin 500 mg
generik karena tidak ada perbedaan
mutu antara tablet amoksisilin 500 mg
generik dengan non generik dalam
hal terpenuhinya syarat baku menu-
rut USP XXVI.

140 MAJALAH ILMU KEFARMASIAN


Lampiran 1
Profil sampel tablet amoksisilin 500 mg yang diperiksa

Nama Tanggal Register Harga per Kategori


No Nama Pabrik Apotik
Obat kadaluarsa Obat tablet (Rupiah) Harga

1. Amoxicillin Indo Farma Juni 2010 Generik Bersama 360 Murah


2. Amoxicillin Kimia Farma Maret 2009 Generik Bersama 360 Murah
3. Amoxicillin Phapros Januari 2010 Generik Hade Farma 500 Murah
4. Bintamox Bintang Toedjoe September 2009 Non generik Bersama 810 Murah
5. Ospamox Novartis Juli 2008 Non generik Bersama 2401 Mahal

Vol. III, No.3, Desember 2006


6. Farmoxyl Fahrenheit Juni 2008 Non generik Bersama 2722 Mahal
7. Lapimox Lapi Maret 2008 Non generik Bersama 2722 Mahal
8. Opimox Otto September 2008 Non generik Bersama 2722 Mahal
9. Dexymox Dexa Medica September 2008 Non generik Bersama 2784 Mahal
10. Wiamox Landson Desember 2008 Non generik Bersama 2970 Mahal
11. Corsamox Corsa Juni 2009 Non generik Pusaka Arta 3000 Mahal
12. Ethimox Ethica Maret 2008 Non generik Bersama 3094 Mahal
13. Kalmoxilin Kalbe Farma November 2009 Non generik Bersama 3094 Mahal
14. Robamox Combiphar Februari 2008 Non generik Bersama 3094 Mahal
15. Bellacid Soho Juni 2008 Non generik Bersama 3345 Mahal

141
DAFTAR PUSTAKA Siegel S, Statistik Nonparametrik :
Anonim. Obat Generik Berlogo vol. 01. Untuk Ilmu-ilmu Sosial. PT Gra-
Ikatan Sarjana Farmasi Indone- media Pustaka Utama. Jakarta.
sia. 2005: 9. 1994:120-121.
Anonim. Farmakope Indonesia Edisi IV. Snydner, L.R, Kirkland, J.J ,Practical
Departemen Kesehatan Republik HPLC Method Development,
Indonesia. 1995: 95-96,1004, 1083- Second Edition, John Wiley Sons
1085. Inc.New York, 1997 : 685.
Anonim. The United States Pharma- Tjay,T.H.,Obat Obat Penting Khasiat,
copeia 26. US Pharmacopeial Con- Penggunaan dan Efek Efek Sam-
vention Inc. 2003: 142-143. pingnya, Elex Media Kompu-
Anonim. Informasi Spesialite Obat In- tindo, 2002 : 63-68.
donesia Edisi Farmakoterapi.
Ikatan Sarjana Farmasi Indone-
sia. 2002:50-64.

142 MAJALAH ILMU KEFARMASIAN