Teknik Pembentukan Kelompok Binaan Penyuluh Agama Oleh Drs. H. Nawawi. N, M.Pd.

I Widyaiswara Madya Balai Diklat Keagamaan Palembang A. Pendahuluan Penyuluh Agama adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama. Bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan yang menjadi tugas pokok penyuluh agama meliputi 4 (empat) unsur kegiatan ialah: Persiapan bimbingan atau penyuluhan; Pelaksanaan bimbingan atau penyuluhan; Pelayanan konsultasi agama dan pembangunan. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan bimbingan atau penyuluhan Di samping persyaratan formal, setiap penyuluh agama harus memiliki persepsi dan wawasan pengetahuan yang akurat tentang fungsi dan peranan yang mesti dijalankannya di tengah masyarakat. Persepsi dan wawasan dimaksud harus dibangun dengan dilandasi sepenuhnya oleh konsistensi penghayatan dan pengamalan ajaran agama serta sikap peduli terhadap problema yang aktual di dalam masyarakat. Setiap penyuluh agama juga dituntut agar memiliki mutu integritas kepribadian dan akhlak yang dapat dijadikan teladan di tengah masyarakat. Mohammad Natsir dalam bukunya Fiqhud Dakwah mengatakan, "Sudah banyak alat-alat modern yang dapat meringankan pekerjaan mubaligh (juru dakwah). Suara dapat disambung dengan mikrofon, disimpan dan digandakan; mimbar dapat disambung dengan pentas. Teknik dan retorika bisa ditambah melalui kuliah, seminar, perpustakaan dan di pasar buku. Semuanya dapat diperkaya dan didaya ciptakan oleh mubaligh sendiri. Akan tetapi, perkembangan jiwa pribadi, mental set-up seorang mubaligh (juru dakwah), tak ada alat-alat modern yang dapat melengkapinya, kecuali hanyalah dengan usaha dan latihan diri sendiri." Pada dasarnya tugas fungsional penyuluh agama adalah bersifat mandiri, Namun dalam rangka kelancaran dan keberhasilan tugasnya, seorang penyuluh agama harus melakukan sinergi dan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, instansi dan lembaga yang memiliki keterkaitan secara langsung ataupun tidak langsung dengan kegiatan penyuluhan agama. Kelompok sasaran adalah bagian tidak terpisahkan dari pencapaian tujuan bimbingan dan penyuluhan pada masyarakat yang dilakukan oleh penyuluh agama. Oleh karena itu, kelompok sasaran menurut sudut pandang tugas seorang penyuluh agama itu harus ada, karena tanpa kelompok sasaran seorang penyuluh agama dalam melaksanakan tugas tanpa target dan tujuan yang jelas sehingga apa yang telah dilaksanakan tidak akan membawakan hasil yang telah ditetapkan. Kelompok sasaran berdasarkan kenyataan di tengah masyarakat ada yang sudah terbentuk dan ada pula yang belum terbentuk. Bagi kelompok sasaran yang sudah terbentuk akan memudahkan seorang penyuluh agama memberikan bimbingan dan penyuluhan, tetapi apabila kelompok sasaran tersebut sudah ada pengelelolanya atau penyuluhnya, maka perlu dibentuk kelompok sasaran yang lain, selanjutnya dijadikan kelompok Binaan. Dalam ketentuan bahwa bagi penyuluh agama yang bertugas di wilayah yang padat penduduk harus mempunyai kelompok binaan sebanyak 20 kelompok ,

terdiri dari Majelis Taklim. Tahap Persiapan. nama kelompok pengajian jika diperlukan. 2. untuk pembentukan kelompok pengajian pemuda. Tahap berikutnya setelah penyuluh Agama Islam berhasil membentuk kelompok binaan dalam suatu organisasi. tetapi kelompok sasaran yang dibinanya adalah untuk jangka waktu yang panjang. Sebagai contoh. Langkah pembentukan kelompok pengajian pemuda dimulai dengan menetapkan susunan pengurus. Tahap Pembentukan. Dalam penentuan pengurus sebaiknya penyuluh agama hanya sebagai fasilitator. organisasi olah raga atau remaja masjid di lingkungan masyarakat tersebut. Seorang penyuluh agama dapat datang dan pergi karena tugasnya. mata pencaharian. Selanjutnya penyuluh agama mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan kelompok masyarakat yang menjadi objek sasaran penyuluhan. Kelompok pengajian pemuda yang baru itu dibentuk bukan bersifat sementara. dikelola oleh. Tujuan pendekatan adalah untuk meyakinkan mereka terhadap manfaat pembinaan keagamaan secara teratur dan intensif melalui pembentukan kelompok sasaran (binaan) penyuluhan agama Islam. Data dan informasi yang penting diketahui ialah jumlah penduduk. kenyataan yang ada di lapangan dalam Kota Palembang rata-rata penyuluh agama membina 4-5 kelompok binaan. selama ini kelompok binaan itu di bawah naungan dan wilayah binaan Bidang Penamas/ Bidang Penerangan Agama Islam. tempat dan frekuensi kegiatan. Dengan penyampaian dakwah agama secara monoton. tetapi dirancang dan dibina untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Kelompok pengajian yang dibentuk harus dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat. sedangkan pimpinan pengurusnya diserahkan kepada para pemuda sendiri sehingga tidak timbul kesan bahwa kelompok pengajian yang dibentuk itu membawa misi dari luar. dari dan untuk kepentingan mereka sendiri. agama. maka untuk kelengkapan organisasi bagi kelompok sasaran (binaan) segera ditetapkan visi dan misi yang diterangkan di bawah ini. Jiwa pemuda yang kritis dan labil harus dibimbing dan digembleng dengan sentuhan dakwah seorang penyuluh agama yang cerdas dan simpatik.sedangkan di daerah pedesaan yang penduduknya jarang dan sedikit. Setelah langkah pendekatan membawa hasil yang positif. tokoh-tokoh masyarakat. jumlah kelompok binaannya sebanyak 10 kelompok. Sehubungan dengan hal tersebut. dan dukungan pendanaan. Taman Pendidikan al-Quran dan Rumah Ibadan termasuk dalamnya remaja masjid. Teknik Pembentukan Kelompok Binaan 1. maka langkah selanjutnya adalah mengadakan pertemuan untuk membentuk kelompok pengajian pemuda. pendekatan dilakukan terhadap organisasi pemuda. ulama dan kecenderungan masyarakat tersebut terhadap agama dan kegiatan keagamaan. Penyuluh agama terlebih dahulu mengadakan observasi atau studi lapangan di lingkungan masyarakat yang menjadi objek sasaran penyuluhan agama Islam. B. baik itu organisasi yang sederhana maupun organisasi yang rapi adalah menetapkan visi organisasi/kelompok . Setelah data dan informasi terkumpul dan dipelajari secara cermat maka penyuluh agama melakukan langkah pendekatan personal kepada unsur masyarakat yang memiliki pengaruh di lingkungannya.

pemuka masyarakat. Hasil rumusan ini sudah berbentuk rencana misi dan dikembalikan kepada tiap anggota kelompok untuk didiskusikan. Dalam rangka konsolidasi maka keberadaan kelompok pengajian pemuda perlu disosialisasikan dan dikomunikasikan sejak dini kepada segenap unsur dan lapisan masyarakat agar mereka memberi support (dukungan). Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana kelompok binaan harus dibawa agar tetap eksis. Hasilnya disusun dalam bentuk rumusan misi yang telah disepakati kelompok. maka penyuluh agama memfasilitasi penyusunan agenda kegiatan.binaan. Departemen Agama. b. Keanggotaan pengajian terdiri dari anggota tetap dan anggota lepas. tetapi kelompok yang terbuka. antisipatif dan inovatif. tiap anggota mengisi formulir misi dengan rumusan masing-masing. Kemudian diikuti dengan diskusi kelompok tentang misi yang ditulis masing-masing anggota sehingga menghasilkan rumusan bersama yang jelas. pemilihan tema pengajian yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta serta inventarisasi anggota pengajian. Memberikan kepastian kesinambungan kepemimpinan kelompok sasaran (binaan). Setelah kelompok pengajian pemuda resmi terbentuk. Kelompok di atas merupakan pihak-pihak yang terkait dengan organisasi pemerintah. Apa yang menjadi perhatian kita mengenai agama dan perekonomian umat yang mendasar ?. Tujuan Penetapan Visi Kelompok Binaan antara lain: Menggambarkan apa yang ingin dicapai oleh kelompok sasaran (binaan). media. Apa kepercayaan. Sasaran/ Binaan Penyuluh Agama Sasaran penyuluhan agama Islam dalam masyarakat Indonesia kontemporer (Pedoman Penyuluh Agama. Sesudah diadakan pengkajian mengenai pihak yang terkait. aspirasi dan prioritas filosofi kita. Memberikan arah dan tujuan strategi yang jelas. Dapat menimbulkan perekat dan pengatur dari berbagai gagasan strategi. Selanjutnya penetapan misi kelompok. Kelompok atau tim pengkaji semua unsur yang terkait dengan organisasi seperti ulama. Langkah-langkah dalam perumusan misi dimaksud dapat ditempuh sebagai berikut: a. LSM keagamaan. c. Kesan atau masukan tersebut bisa datang dari luar organisasi. Kelompok pengajian yang dibentuk bukanlah kelompok yang tertutup dan ekslusif. Berorientasi terhadap masa depan. Apa produk organisasi kita?. 3. Tahap Konsolidasi. 2001) terdiri dari: . misi merupakan masa depan organisasi yaitu bagaimana organisasi ada. nilai. d. kelompok profesi. Menimbulkan komitmen seluruh jajaran dalam lingkungan kelompok sasaran (binaan). Visi adalah suatu gambaran yang menantang. Siapa customer kita?. Seorang ditetapkan untuk menghimpun hasrat aspirasi dan keinginan yang dihadapi organisasi. Misi harus dapat menjawab beberapa pertanyaan yaitu: Mengapa organisasi ada dan apa tujuannya? Apa yang unik dan berbeda dari organisasi? Apa yang kelihatannya akan berbeda mengenai kegiatan organisasi pada 3 sampai dengan 5 tahun mendatang?. generasi muda.

Lokalisasi Wanita Tuna Susila (WTS) dan Lembaga Pemasyarakatan (LP) 5). Oleh karena itu Departemen Agama RI pada tahun 2004 telah menerbitkan Pedoman Bimbingan Majelis Taklim. Namun pengajian Nabi Muhammad SAW yang berlangsung secara sembunyi-sembunyi dirumah . antara dakwah dan pembangunan berfungsi komplementer. terdiri dari: Masyarakat pedesaan dan Masyarakat transmigrasi b. Tujuan Majelis Taklim untuk membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan serasi antara manusia dan Allah SWT. TPA/TKA 4). Kelompok profesi. Rumah Sakit. Karang Taruna Pramuka 3). keduanya saling mengisi untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya. terdiri dari kelompok binaan: Majelis Taklim. Masyarakat sekitar kawasan industri c. Asrama. antara sesama manusia dan antara manusia dengan lingkunannya dalam rangka membina masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT. Lembaga Pendidikan Masyarakat (LPM). Masyarakat peneliti serta para ahli 2). meliputi kelompok binaan Pegawai/karyawan instansi pemerintah. Untuk mencapai manusia Indosesia seutuhnya diperlukan Dakwah dan pembangunan. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pada bagian Pendidikan Non Formal ditetapkan Majelis Taklim sebagai Lembaga Resmi dan Satuan Pendidikan Non Formal bercirikan Agama Islam. Majelis Taklim merupakan lembaga pendidikan tertua dalam Islam walaupun tidak disebut Majelis Taklim. Masyarakat gelandangan dan pengemis. Pondok Pesantren. d. teratur dan diikuti oleh jama’ah yang relatif banyak. Sosial. Binaan Khusus. Kelompok Sasaran Masyarakat khusus. Dasar. Masyarakat pasar. Kelompok sasaran masyarakat umum. Daerah Terpencil. terdiri dari kelompok binaan: Masyarakat Daerah Terpencil Komunitas Adat Terpencil. Masyarakat industri. Hakekat pembangunan Nasional adalah pembangunan manusia Indosesia seutuhnya.a. Kampus/masyarakat akademis. terdiri dari: 1). Masyarakat daerah rawan Karyawan instansi pemerintah/swasta tingkat Kabupaten/Propinsi. terdiri dari kelompok binaan: Panti Rehabilitasi/ Pondok. Sesuai dengan perkembangan masyarakat maka pelaksanaan dakwah saat mi harus dilakukan dengan berlapis-lapis untuk segmen masyarakat. Daerah pemukiman baru. Cendekiawan. Majelis Taklim adalah lembaga Pendikan Islam non formal yang memiliki kurikulum tersendiri. diselengarakan secara berkala. Real Estate. Majelis Taklim a). Lembaga Keagamaan Khusus 1). Masyarakat perkotaan terdiri dari: Komplek Perumahan. Saat ini Majelis Taklim telah tunibuh menjadi lembaga yang handal sebagai sarana internalisasi nilai-nilai agama kepada masyarakat. Pengertian dan Sejarah Dalam Undang-undang No. Salah satu sarana pokok dalam menyampaikan dakwah adalah melalui Majelis Taklim. Generasi muda terdiri dari kelompok binaan: Remaja Masjid.

. dizaman Makkah. Pengetahuan Umum Kemampuan menguasai pengetahuan umum memberikan wawasan dan bahan untuk keberhasilan berpidato. Jadi majelis taklim yang berada ditengah-tengah masyarakat merupakan salah satu benteng terpenting dalam menghadapi pengaruh negatif yang terjadi dalam masyarakat akibat globalisasi. Oleh karena berpidato selalu membaca ayat Al Qur’an atau Hadits. Sebagai sarana dialog berkesinambungan antara ulama. Bobot pidatonya relevan dengan masalah aktual. Penguasaan Teknik dan Sistematika Pidato Kemampuan ini mempengaruhi penampilan muballigh/muballighah berpidato. 4). 5).sahabat Arkam bin Abil Arqam RA. Penguasaan aspek-aspek tersebut diatas akan menentukan tingkat kepopuleran muballigh juga akan lebih memantapkan keberadaan majelis Taklim yang dipimpin oleh guru/para muballigh tersebut. Ilmu Al Qur’an Yaitu kemampuan membaca dengan fasih. Luas sempitnya uraian. Ilmu-ilmu tersebut menjadi bahan berpidato. tauhid atau akhlak. Kedudukan majelis taklim sebagai lembaga pendidikan non formal menjadi penting antara lain kalau berfungsi: 1). maka kemampuan membaca dengan benar menjadi syarat mutlak seorang guru. Sebagai taman rekreasi rohani. karena diselenggarakan dengan serius tapi santai. Keberadaan majelis taklim menjadi sangat penting karena ia berada ditengah-tengah masyarakat dan masyarakat adalah salah satu dari tiga lingkungan pendidikan di samping rumah tangga dan sekolah. majelis taklim harus memanfaatkan dampak positif globalisasi tersebut. dapat dianggap majelis taklim menurut pengertian sekarang. sangat bergantung pada ilmu yang dikuasainya. Materi Dakwah 1). Tetapi untuk menjaga eksistensi majelis taklim itu sendiri. 3). Setelah terang-terangan pengajian seperti itu terus berkembang ditempat-tempat lainnya yang diselengarakan secara terbuka. Ilmu Agama Yaitu kemampuan menguasai ilmu fiqh. 4). Membina dan mengembangkan Agama Islam dalam rangka membentuk masyarakat yang taqwa kepada Allah Yang Maha Esa. relevan dengan masalah yang dihadapi pendengar. Sebagai media penyampai gagasan moderenisasi yang bermanfaat bagi pembangunan umat. Sebagai ajang silaturrahmi yang dapat menghidup suburkan dakwah Islamiah. 3). 2). umara dan umat. isi pidatonya menjadi mudah difahami dan menarik pendengar. 2). Peranan Majelis Taklim Dalam Kehidupan Umat Keberadaan majelis taklim dalam era globalisasi sangat penting terutama dalam menangkal dampak negatif dan globalisasi tersendiri.

baik ibadah mahdhah seperti shalat. Pengajian ditekankan pada membaca dan memahami Al-Qur’an. perlengkapan dan pertamanan. Pembinaan Rumah Ibadah Rumah ibadah seperti masjid. mempelajàri akidah. tadarus Al Qur’an maupun ibadah sosial seperti pendidikan. sekretaris. Walaupun begitu pengurus masjid dapat membedakan tentang adanya jamaah tetap dan jamaah tidak tetap. Administrasi jamaah masjid tidak mudah diterapkan bagi masjid yang dikunjungi 50-100 jamaah. Pengajian Anak-Anak. Salah satu tugas pengurus adalah mengelola administrasi masjid atau mushalla. Untuk mengisi waktu di luar waktu belajar di sekoah perlu diselenggarakan pengajian remaja (usia antara 15-20 tahun) Tujuannya adalah untuk memperdalam ajaran againa Islam secara teori dan praktek. Surat yang banyak perlu dicatat sebaik mungkin agar memudahkan mencarinya. a. yang sebagian jamaahnya sering berganti-ganti. mushalla atau langgar adalah suatu tempat untuk melaksanakan kegiatan ibadah. Jurnal Masjid. Bendahara. apabila masjid tersebut berada di pusat kota. yaitu seksi idarah. Jurnal niasjid ini ia1ah ikhtisar kegiatan masjid. baik dalam shalat rawatib atau hanya shalat jum’at selalu datang di masjid. Hal-hal yang perlu diadministrasikan adalah 1). Pembinaan Idarah (Pengorganisasian). baik oleh pimpinan. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membimbing anak-anak agar mampu membaca AlQur’an dan menghayati ajaran-ajaran agama dengan baik. sebagai akibatnya jumlah surat akan makin banyak. Kemanfaatannya ialah sebagai suatu rekaman kegiatan untuk bahan . Untuk mengelola masjid dengan baik diperluan adanya pengurus sekurang-kurangnya terdiri dan ketua. Jamaah tetap ialah. mereka yang tinggal di sekitar masjid dan secara tetap. seksi imarah yang mencakup peribadatan. Taman Pendidikan Al-Quran. Pengajian anak-anak inierupakan kegiatan pendidikan agama untuk melengkapi pendidikan agama di sekolah.2. syariah dan akhlak serta masalah-masalah kemasyarakatan. 2). Jamaah. Untuk administrasi jamaah ini perlu adanya satu buku yang memuat nama dan data anggota jamaah serta data kehadiran jamaah. Surat Menyurat. pendidikan dan kegiatan kemasyarakatan dan seksi ri’ayah yang mencakup bidang pemeliharaan sarana fisik. bidang-bidang atau siapa saja di dalam pengurus masjid. a. 3). Pengajian Remaja. Suatu masjid tentu pernah menerima surat atau juga mengirim surat atau membalas surat. koperasi dan sebagainya. 3. Kalau pengurus masjid semakin aktif. b.

karpet atau permadani. Hendaknya ada petugas khusus untuk mengatur/mengawasi anak-anak tersebut sehingga mereka tidak gaduh. c).. Pemberitahuan khatib dilakukan seminggu sebelumnya. Shalat Jum`at a). Khatib Untuk pengaturan khatib diperlukan: a. Pengumumanpengumuman yang dianggap penting untuk diumumkan kepada jama’ah disampaikan sebelum khatib naik mimbar. Tadarus Al Qur’an dan lain-lain.evaluasi atau penilaian di kemudian hari. b). Shalat tarawih yang biasa dilakukan ada dua macam. Shalat Sunnat. . sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati dengan khatib yang bersangkutan. sebaiknya ada dua imam dan dua pembaca shalawat. Jama’ah. mimbar. Pernbinaan penbadatan dalam suatu masjid perlu diperhatikan masalah shalat fardhu. Caranya sebagai berikut : pada mulanya jamaah shalat bersamasama sampai dengan rakaat ke delapan. Imam dan Muadzin. Jurnal juga berguna untuk menyusun laporan bagi pengurus masjid. Hendaknya shaf tersebut sudah diatur sebelum khutbah Jum’at/ shalat dimulai. Penyusunan daftar khatib sebaiknya direncanakan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Keuangan. qabliyah dan ba’diyah. yaitu 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. 2). 1). shalat Sunat. shalat Jum’at. Menyiapkan muadzin dan imam shalat lima waktu. Khatib. c). mengecek alat-alat elektronik seperti pengeras suara dan alat perekam. membersihkan tempat wudhu dan wc. b. b). bagus suaranya dan mempunyai akhlak yang baik. Shalat sunnat rawatib. Tema khutbah. misalnya untuk satu kuartal atau bahkan untuk masa satu tahun. b. Menjelang shalat Jum’at disiapkan tikar. Mengadakan shalat berjama’ah. Dalam hal shalat fardhu agar diperhatikan a). 4). yang satu untuk mereka yang shalat tarwih 8 rakaat dan yang lainnya untuk mereka yang shalat shalat tarawih 20 rakaat. Anak-anak diatur di belakang orang tua. Membagikan buku pedoman shalat. Shalat Fardhu. Dalam hal ini diatur terlaksananya: a). Apabila suatu masjid atau mushalla terdapat dua macan pengikut tarawih tersebut. Imam dan muadzin hendaknya orang yang fasih bacaannya. Sarana. Jamaah diatur dalam shaf-shaf yang rapat dan lurus. b). 5). d). Hal tersebut dimaksud agar dapat di cari penggantinya apabila khatib yatg bersangkutan berhalangan. Pembinaan Imarah (Kemakmuran). Bagi yang melaksanakan shalat tarawih 8 rakaat. menyediakan sejadah bagi imam. membersihkan mihrab. 3). d). Daftar khatib. Adzan setiap waktu. mereka meneruskan dengan shalat witir 3 rakaat.

Pengurus LP2A Kecamatan diangkat dan diberhentikan oleh Camat atas usul Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pengurus LP2A Kecamatan. membina dan menyelenggarakan perpustakaan dan seni budaya yang bernafaskan Islam. Kepala Desa/Lurah dan Ketua MUI Kelurahan karena jabatannya adalah Penasehat LP2A Desa/Kelurahan. dan Desa/Lurah. Sedangkan Tujuan LP2A adalah terwujudnya masyarakat Islam yang mampu melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar. Pembina. LP2A Mempunyai susunan organisasi : LP2A Pusat. Ketua dan Wakil Ketua. 4. Badan I Dinas Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan dan Suku Dinas Pendidikan Kecamatan karena jabatannya adalah Pembina LP2A Kecamatan. Provinsi. Bendahara dan Bagian-bagian sesuai dengan kebutuhan. Sekretaris LP2A Kecamatan adalah Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat Kantor Urusan Agama Kecamatan/Pemuka Agama Islam. Ketua. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut LP2A mempunyai usaha-usaha sebagai berikut : a. Sekretaris. c. Kecamatan. d. 4). Lembaga Penerangan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 513 Tahun 2003 Tentang Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Organisasi LP2A berasaskan Islam dan Pancasila. membina. e. paling tidak sekali seminggu setiap malam Jum’at. Sekretaris. Anggota Pengurus lainnya dapat ditunjuk dan Cendikiawan dan Pemuka Agama Islam serta Pejabat Pemerintah dan LSM Keagamaan Tingkat Kecamatan. Bendahara dan Anggotaanggota. sedangkan Ketua LP2A Desa/Kelurahan adalah Penyuluh Agama Islam/Pemuka Agama Islam. Di luar bulan Ramadhan. Kabupaten/Kota. Pengurus LP2A Desa/Kelurahan diangkat dan diberhentikan oleh Ketua LP2A Kecamatan atas usul Kepala Desa/Lurah. Demikianlah yang selama ini dilaksanakan di masjid-masjid. Ketua LP2A Kecamatan adalah Penyuluh Agama Islam/Pemuka Agama Islam. aktif dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. serta Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan. masjid dan mushalla juga . Camat dan Ketua MUI Kecamatan karena jabatannya Penasehat LP2A Kecamatan. harusnya perlu diramaikan dengan Tadarus Al-Qur’an. menyelenggarakan dan membina pendidikan agama Islam di masyarakat. mengkoordinasikan dan memberdayakan penyuluh agama Islam baik fungsional maupun honorer. . menyelenggarakan dan mendorong usaha pembangunan dan pengembangan ekonoini masyarakat/umat. Pengurus LP2A Desa /Kelurahan terdiri dan: Penasehat.Sementara itu. Pengurus LP2A Kecamatan terdiri dan: Penasehat. yang akan melasanakan shalat tarawih 20 rakaat dapat meneruskan setelah shalat witir kelompok pertama selesai. Tadarus Al Qur’an. menyelenggarakan dakwah pada kelompok masyarakat khusus. Tadarus Al Qur’an umumnya diadakan pada bulan Ramadhan. b.

Bagian Perpustakaan dan Tamaddun. d. Melalui tukar pengalaman yang teratur dalam forum konsultasi tersebut diharapkan dapat tercipta persamaan persepsi mengenai masalahrnasalah yang dihadapi serta ditemukan konsepsi-konsepsi kegiatan untuk mengatasinya. Forum Komunikasi Lembaga Dakwah ( FKLD ) Untuk memantapkan komunikasi Lembaga-lembaga Dakwah terutama dalam menghadapi perkembangan masyarakat yang terus berubah. maka kehadiran Forum Komunikasi menjadi strategis. Kehadiran FKLD dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar Lembaga Dakwah dan antara Lembaga Dakwah dengan pemerintah. Forum Komunikasi Lembaga Dakwah dapat didayagunakan sebagai wahana untuk membangun persepsi yang sama terhadap berbagai permasalahan dakwah dan wadah yang berfungsi sebagai filter pengamanan yang ampuh. 5. terwujudnya organisasi kemasyarakatan yang mampu memberikan pendidikan kepada masyarakat ke arah makin mantapnya kesadaran kehidupan bermasyarakat. terwujudnya organisasi kemasyarakatan yang mandiri dan mampu berperan secara berdaya guna sebagai sarana untuk berorganisasi guna menyalurkan aspirasinya dalam pembangunan nasional. e. Forum tersebut sebagai sarana untuk memungkinkan terjadiriya saling tukar fikiran. Kedua. f. / b. Forum ini tidak merupakan induk dari organisasi Lembaga Dakwah yang ada. c. FKLD dibentuk di tingkat Pusat dan di seluruh propinsi. Bagian Pendidikan Agama. Kepengurusan LP2A Tingkat Pusat sampai dengan Tingkat Kecamatan dilengkapi dengan a. Pembentukan FKLD diarahkan semata-mata untuk lebih mengefektifkan kegiatan dakwah khususnya dan pembangunan bangsa pada umumnya. Disinilah arti penting kehadiran Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD). Bagian Usaha dan Pengembangan ekonoini. . tumbuhnya gairah dan dorongan yang kuat pada manusia dan masyarakat untuk ikut serta secara aktif dalam pembangunan nasional. LP2A mempunyal hubungan organisasi yang bersifat vertikal. Oleh karena itu FKLD diarahkan bukan untuk mematikan atau membatasi ruang gerak kegiatan Lembaga Dakwah yang sudah berjalan selama ini tetapi justeru membantu pelaksanaan program-program Lembaga Dakwah. Keberadaan Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) adalah juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 yang secara jelas menyebutkan antara lain “Mengingat pentingnya organisasi kemasyaraka tan sehingga pengaturadan pembinaan perlu diarahkan kepada pencapaian dua sasaran pokok” yaitu Pertama.Anggota Pengurus lainnya dapat ditunjuk dan Pemuka Agama Islam atau karyawan yang berdomisili di Desa/Keurahan. Bagian Sekretariat. tukar pengalaman dan kerjasama untuk mengembangkan pelaksanaan dakwah yang sebaikbaiknya. Bagian Pendidikan Masyarakat Khusus. Adanya wadah komunikasi dan konsultasi lembagalembaga dakwah itu juga akan menyederhariakan hubungan dan mekanisme konsultasi antara Lembaga-lembaga Dakwah dengan aparatur pemerintah yang terkait. berbangsa dan bernegara. Bagian Pendidikan Masyarakat Desa.

3. Fungsi konsultatif. yakni sebagai forum untuk saling membina dan membimbing ke arah pengembangan dakwah yang berkualitas. yakni sebagai forum untuk tukar menukar informasi mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan dakwah. Fungsi edukatif. yakni sebagai forum untuk membina saling pengertian dan kepercayaan guna memupuk ukhuwah Islamiah dan persaudaraan sesama Lembaga Dakwah khususnya umat Islam pada umumnya. yang ada hanya hubungan yang bersifat koordinatif.Pengelolaan FKLD di tingkat Pusat ditangani oleh Lembaga-lembaga Dakwah di tingkat Pusat. . 2. Fungsi komunikatif. Adapun di tingkat propinsi dibentuk dan dikelola oleh Lembaga-lembaga Dakwah yang ada di propinsi yang bersangkutan. Fungsi Forum Komunikasi Lembaga Dakwah di tingkat Pusat dan Daerah adalah sebagai berikut 1. sekaligus mengembangkan sistem informasi dakwah. Tidak ada garis komando antara FKLD di tingkat Pusat dengan FKLD di tingkat daerah.