BEBERAPA JENIS BEDAH-MIKRO TELINGA SERTA INDIKASINYA A.

Miringoplasti Bedah-milcro ini bertujuan untuk memperbaiki membranatimpani yang perforasi. Untuk tindakan ini diperlukan mikroskop agar dapat membersihkan-seluruh sel-sel epitel yang meliputi pinggir perforasi serta menempatkan graft dengan ba.ik. Indikasi : Perforasi membrana timpani akibat Otitis Media upuratif !ronik "OM !# atau akibat trauma. Perforasi membrana timpani yang tidak menutup secara spontan sebaiknya segera direkonstruksi$ %alaupun kadang kadang secara subyektif tidak terdapat gangguan pendengaran. !arena perforasi membrana timpani merupakanlokus resistensi untuk terjadinya infeksi ke telinga tengah. Infeksi yang berulang akan menyebabkan perforasi menjadi semakin besar$ dan keadaan patologis di telinga tengah menjadi bertambah berat$ &adi$ makin dini miringoplastik dikerjakan$ makin besar kemungkinan pendengaran menjadi normal kembali. B. Timpanoplastik Bedah-mikro inibertujuan menyembuhkan penyakit dan memperbaiki pendengaran yang telah rusak akibat OM !. Pada pembedahan ini$ seluruh jaringan patologis$ baik yang berada dalam rongga telinga tengah maupun yang berada dalam rongga mastoid harus dibersihkan. !emudian organ-organ yang telah rusak seperti tulang pendengaran$ dinding posterior liang telinga serta membrana timpani direkonstruksi. emua '( tindakan ini tidak mungkin dikerjakan tanpa bantuan mikroskop. Pembedahan ini berlangsung relatif lama$ ) -- * jam. +alaupun pembedahan sudah dikerjakan demikian lama$ namun ' buah tujuan pembedahan berupa sembuhnya penyakit dan perbaikan pendengaran kadang-kadang masih tidak dapat dicapai dari , kali operasi saja. Bila infeksi serta kelainan yang terjadi sudah demikian luas$ kadang-kadang diperlukan ' - ) kali pembedahan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. -idak jarang pula hasil yang maksimal tersebut hanya berupa sembuhnya penyakit$ telinga kering tetapi pendengaran tetap tidak berubah. ebaliknya$ bila timpanoplastik dik:erjakan pada telinga dengan kelainan tulang pendengaran yang masih ringan dan mukosa telinga tengah masih normal$ kedua tujuan dari pembedahan ini akan dicapai dengan hasil yang memuaskan. .uasnya kelainan yang terjadi banyak hubungannya dengan lamanya penyakit. Oleh karena itu$ makin dini timpanoplastik dikerjakan$ makin baik hasil yang dapat dicapai. !. Stap"#" to$i Pada pembedahan ini$ tulang pendengaran stapes diangkat dan diganti dengan prostesis. Mengingat kecilnya tulang tulang pendengaran serta adanya hubungan tulang stapes dengan cairan perilim$ tanpa bantuan mikroskop$ stapedektomi tidak akan membeukan hasil yang memuaskan. /i samping itu$ stapedektomi mempunyai resiko yang besar untuk terjadinya komplikasi seperti fistula labirir$ labirintitis$ meningitis dan lain-lain. Indikasi : otoskle rosis. /i dalam literatur dikatakan$ otosklerosis paling banyak ditemukan pada orang kulit putih$ satu di antara seratus penduduk ",0# . edangkan pada orang-orang kulit ber%arra "termasuk Indonesia$ Malaysia dan lain-lain# frekuensinya sangat rendah. /alam tahun ",12( -- ,121# di 3 4ipto Mangunkusumo5 6!-UI$ telah dilakukan stapedektomi terhadap '7 penderita dengan diagnosa klinis otosklerosis$ dan dari hasil pemeriksaan patologi anatomi dinyatakan positif sebagai otosklerosis. /ari '7 kasus tersebut terdui dari berbagai suku bangsa Indonesia dan juga dari suku bangsa keturunan 4ina$ 8rab dan Pakistan. D. Mastoi#" to$i Pembedahan ini dapat berupa mastoidektomi simpel$ mastoidektomi radikal atau mastoidektomi radikal modifikasi. &anis pembedahan in merupakan bedah telinga yang paling banyak dikerjakan oleh calon ahli -9- maupun oleh ahli -9- di Indonesia. !arena beberapa alasan$ umumnya pembedahan masih dilakukan tanpa menggunakan mikroskop. edangkan mastoidektomi tanpa mikroskop mempunyai resiko lebih besar untuk terjadinya komplikasi$ seperti paresis :.;II$ labirintitis$ meningitis dan lain-lain. /i samping itu$ mastoidektomi yang dikerjakan dengan mata telanjang tidak mungkin membersihkan jaringan patologis secara total$ terutama pada kasuskasus di mana jarir<gan patologis seperti kolesteatoma atau jaringan granulasi yang telah menyusup jauh mendekati organ-organ :er=us ;II$ duramater$ sinus lateralis dan lain-lain. ehingga tidak jarang kasus pasca mastoidektomi radikal masih tetap mengeluarkan sekret tanpa menjadi kering$ disebabkan adanya jaringan patologis yang tersisa. /i bagian -9- 3 . 4ipto Mangunkusumo56!-UI$ setiap minggunya rata-rata menerima calon mastoidektomi ) > ? penderita. Penyebab utama adalah OM ! yang sudah lama tanpa diobati atau tidak mendapat pera%atan dan pengobatan yang tepat. Untuk kasus-kasus seperti ini$ umumnya kita tidak mempunyai pilihan lain kecuali tindakan mastoidektomim radikal. edangkan penderita pasca mastoidektomi radikal masih mempunyai hambatan-hambatan seperti gangguan pendengaran$ sekret yang masih keluar hilang timbul$ tidak boleh berenang dan lain-lain yang tidak menyenangkan penderita. Oleh karena itu$ di negara-negara maju$ mastoidektomi radikal sudah mulai ditinggalkan. !alaupun terpaksa dilakukan dalam usaha membersihkan jaringan patologis$ pembedahan sekaligus dilanjutkan dengan bedah rekonstruksi. -eknik pembedahan ini tidak mungkin dapat dikerjakan tanpa bantuan mikroskop bedah.< elain nis bedah mikro telinga di atas$ masih ada bedah telinga yang dengan bantuan mikroskop$ antara lain: --Pembedahan tumor akustik neurinoma -- /ekompresi ner=us fasialis -- /ekompresi sakus endo limfatikus -- .abirintektomi --Pembedahan tumor ganas liang telinga