Fraktur radius distal adalah salah satu dari macam fraktur yang biasa terjadi pada pergelangan tangan

. Umumnya terjadi karena jatuh dalam keadaan tangan menumpu dan biasanya terjadi pada anak-anak dan lanjut usia. Bila seseorang jatuh dengan tangan yang menjulur, tangan akan tiba-tiba menjadi kaku, dan kemudian menyebabkan tangan memutar dan menekan lengan bawah. Jenis luka yang terjadi akibat keadaan ini tergantung usia penderita. Pada anak-anak dan lanjut usia, akan menyebabkan fraktur tulang radius.

Fraktur radius distal merupakan ! " dari seluruh kejadian fraktur pada dewasa. #braham $olles adalah orang yang pertama kali mendeskripsikan fraktur radius distalis pada tahun % & dan sekarang dikenal dengan nama fraktur $olles. '#rmis, ()))*. +ni adalah fraktur yang paling sering ditemukan pada manula, insidensinya yang tinggi berhubungan dengan permulaan osteoporosis pasca menopause. ,arena itu pasien biasanya wanita yang memiliki riwayat jatuh pada tangan yang terentang. '#pley - .olomon, //!* Biasanya penderita jatuh terpeleset sedang tangan berusaha menahan badan dalam posisi terbuka dan pronasi. 0aya akan diteruskan ke daerah metafisis radius distal yang akan menyebabkan patah radius 12 distal di mana garis patah berjarak ( cm dari permukaan persendian pergelangan tangan. Fragmen bagian distal radius terjadi dislokasi ke arah dorsal, radial dan supinasi. 0erakan ke arah radial sering menyebabkan fraktur a3ulsi dari prosesus styloideus ulna, sedangkan dislokasi bagian distal ke dorsal dan gerakan ke arah radial menyebabkan subluksasi sendi radioulnar distal '4eksoprodjo, //!* 5omok cedera tungkai atas adalah kekakuan, terutama bahu tetapi kadang-kadang siku atau tangan. 6ua hal yang harus terus menerus diingat 7 ' * pada pasien manula, terbaik untuk tidak mempedulikan fraktur tetapi berkonsentrasi pada pengembalian gerakan8 '(* apapun jenis cedera itu, dan bagaimanapun cara terapinya, jari harus mendapatkan latihan sejak awal. '#pley - .olomon, //!* 5elihat masih cukup tingginya angka kejadian fraktur $olles maka perlu diketahui insidensi fraktur $olles di 4.U6 .aras 9usada Purworejo, agar dapat dilakukan perawatan dan penanganan secara intensif pada tiap-tiap kasusnya. #. 6efinisi Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan1atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa. '.jamsuhidayat - de Jong, //%*. $edera yang digambarkan oleh #braham $olles pada tahun % & adalah fraktur melintang pada radius tepat di atas pergelangan tangan, dengan pergeseran dorsal fragmen distal. '#pley - .olomon, //!* B. #natomi dan ,inesiologi 4adius bagian distal bersendi dengan tulang karpus yaitu tulang lunatum dan na3ikulare ke arah distal, dan dengan tulang ulna bagian distal ke arah medial. Bagian distal sendi radiokarpal diperkuat dengan simpai di sebelah 3olar dan dorsal, dan ligament radiokarpal kolateral ulnar dan radial. #ntara radius dan ulna selain terdapat ligament dan simpai yang memperkuat hubungan tersebut, terdapat pula diskus artikularis, yang melekat dengan semacam meniskus yang berbentuk segitiga, yang melekat pada ligamen kolateral ulna. :igamen kolateral ulna bersama dengan meniskus homolognya dan diskus artikularis bersama ligament radioulnar dorsal dan 3olar, yang kesemuanya menghubungkan radius dan ulna, disebut kompleks rawan fibroid triangularis ';F$$ < triangular fibro cartilage comple=* '.jamsuhidayat - de Jong, //%* 0erakan sendi radiokarpal adalah fleksi dan ekstensi pergelangan tangan serta gerakan de3iasi radius dan ulna. 0erakan fleksi dan ekstensi dapat mencapai /) derajat oleh karena adanya dua sendi yang bergerak yaitu sendi radiolunatum dan sendi lunatum-kapitatum dan sendi lain di korpus. 0erakan pada sendi radioulnar distal adalah

0ambar b memperlihatkan sudut normal yang dibentuk tulang ulna terhadap sendi radiokarpal. '.rauma yang menyebabkan fraktur di daerah pergelangan tangan biasanya merupakan trauma langsung.imon . .oenigsknecht. Fraktur yang melibatkan angulasi 3entral umumnya berhasil baik dalam fungsi. '..endi radiokarpal normalnya memiliki sudut . karena kegagalan atau reduksi inkomplit yang tidak memperhitungkan angulasi akan menyebabkan hambatan pada gerakan tangan oleh ulna.udut normal yang dibentuk oleh ulna terhadap sendi radiokarpal .de Jong. Patofisiologi .udut normal sendi radiokarpal di bagian 3entral 'tampak lateral* 0ambar b. yaitu jatuh pada permukaan tangan sebelah 3olar atau dorsal.gerak rotasi. .(2 derajat pada bagian palmar '3entral* seperti diperlihatkan pada gambar a. /%?* $. //%* 0ambar a.jamsuhidayat . yaitu ! 2) derajat. tidak seperti fraktur yang melibatkan angulasi dorsal sendi radiokarpal yang pemulihan fungsinya tidak begitu baik bila reduksinya tidak sempurna. >3aluasi terhadap angulasi penting dalam perawatan fraktur lengan bawah bagian distal. Jatuh pada permukaan tangan sebelah 3olar menyebabkan dislokasi fragmen fraktur sebelah distal ke arah dorsal. 6islokasi ini menyebabkan bentuk lengan bawah dan tangan .

ulang mengalami fraktur pada sambungan kortikokanselosa dan fragmen distal remuk ke dalam ekstensi dan pergeseran dorsal. '#pley . //%* Benturan mengena di sepanjang lengan bawah dengan posisi pergelangan tangan berekstensi.ipe +++B 7 Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radioulnar .rauma1. .ipe ++# 7 Fraktur radius distal yang mengenai sendi radiokarpal .elainan yang Berhubungan Fraktur ekstensi radius distal sering terjadi berbarengan dengan trauma atau luka yang berhubungan.jamsuhidayat .ipe +++# 7 Fraktur radius distal yang mengenai sendi radioulnar .bila dilihat dari samping menyerupai garpu.. //!* 0aris fraktur berada kira-kira 2 cm proksimal prosesus styloideus radii.lasifikasi #da banyak sistem klasifikasi yang digunakan pada fraktur ekstensi dari radius distal. Posisi fragmen distal miring ke dorsal.ipe ++B 7 Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radiokarpal . '. antara lain 7 .ipe +AB 7 Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radiokarpal dan sendi radioulnar >.ipe +# 7 Fraktur radius ekstra artikuler . @amun yang paling sering digunakan adalah sistem klasifikasi oleh Frykman.oenigsknecht.de Jong. ()))* 6.olomon.imon . . sehingga secara klasik digambarkan seperti garpu terbalik 'dinner fork deformity*. Berdasarkan sistem ini maka fraktur $olles dibedakan menjadi & tipe berikut 7 '.ipe +A# 7 Fraktur radius distal yang mengenai sendi radiokarpal dan sendi radioulnar . /%?* . .. '#rmis. o3erlapping dan bergeser ke radial.ipe +B 7 Fraktur radius dan ulna ekstra artikuler .

ecara klinis dengan mudah dapat dibuat diagnosis patah tulang $olles.jamsuhidayat . sedangkan instabil bila patahnya kominutif.. Pada keadaan tipe tersebut periosteum bagian dorsal dari radius 12 distal tetap utuh. Bila fraktur terjadi tanpa dislokasi fragmen patahannya.erdapat fraktur radius melintang pada sambungan kortikokanselosa.adang-kadang fragmen distal mengalami peremukan dan kominutif yang hebat '#pley .oenigsknecht. '. 4uptur tendon fleksor B.de Jong.linis . 5anifestasi .'. Fraktur collum ulna 2.ubluksasi radioulnar distal !. Fragmen radius ' * bergeser dan miring ke belakang. Pada gambaran radiologis dapat diklasifikasikan stabil dan instabil. 6iagnosis 6iagnosis fraktur dengan fragmen terdislokasi tidak menimbulkan kesulitan. '(* bergeser dan miring ke radial. . dan pembengkakan di daerah yang terkena. //!*. 4uptur ner3us medianus dan ulnaris F..tabil bila hanya terjadi satu garis patahan.ita dapat mengenali fraktur ini 'seperti halnya $olles jauh sebelum radiografi diciptakan* dengan sebutan deformitas garpu makan malam. //!* .imon . //%* Pemeriksaan radiologik juga diperlukan untuk mengetahui derajat remuknya fraktur kominutif dan mengetahui letak persis patahannya '.jamsuhidayat . .elain itu juga didapatkan kekakuan. . Pada pasien dengan sedikit deformitas mungkin hanya terdapat nyeri tekan lokal dan nyeri bila pergelangan tangan digerakkan.olomon. //%*. Fraktur prosesus styloideus 'B) "* (. gerakan yang bebas terbatas. '#pley .olomon. dan prosesus stiloideus ulnar sering putus. dengan penonjolan punggung pergelangan tangan dan depresi di depan. dan '2* terimpaksi. . Fraktur carpal &. 6inner fork deformity 0. '4eksoprodjo. //!* . diagnosis klinis dibuat berdasarkan tanda klinis patah tulang.de Jong. /%?* . . 0ambar 2.

Fraktur tak bergeser 'atau hanya sedikit sekali bergeser*. 'f* slab yang dibalutkan dan reduksi dipertahankan hingga gips mengeras :engan tetap ditinggikan selama satu atau dua hari lagi8 latihan bahu dan jari segera dimulai setelah pasien sadar. 'b* slab gips yang basah. '.imon . #pakah melibatkan sendi radioulnar C 2. .angan dipegang dengan erat dan traksi diterapkan di sepanjang tulang itu 'kadang-kadang dengan ekstensi pergelangan tangan untuk melepaskan fragmen8 fragmen distal kemudian didorong ke tempatnya dengan menekan kuat-kuat pada dorsum sambil memanipulasi pergelangan tangan ke dalam fleksi. 4eduksi 7 'a* pelepasan impaksi.Fraktur yang bergeser harus direduksi di bawah anestesi.oenigsknecht.elain itu. de3iasi ulnar dan pronasi. 0ambar !. . sekalipun manipulasi berhasil. .alau posisi memuaskan. e3aluasi sudut radiokarpal dan sudut radioulnar juga diperlukan untuk memastikan perbaikan fungsi telah lengkap. . harus tidak ada keragu-raguan untuk membuka pembalut. . #pakah melibatkan sendi radiokarpal C Proyeksi lateral perlu die3aluasi untuk konfirmasi adanya subluksasi radioulnar distal.) hari dilakukan pengambilan sinar D yang baru8 pergeseran ulang sering terjadi dan biasanya diterapi dengan reduksi ulang8 sayangnya. . membentang dari tepat di bawah siku sampai leher metakarpal dan (12 keliling dari pergelangan tangan itu. /%?* 9. 'b* pronasi dan pergeseran ke depan. Penatalaksanaan . . Posisi kemudian diperiksa dengan sinar D. Posisi de3iasi ulnar yang ekstrim harus dihindari8 cukup () derajat saja pada tiap arah. 'a* deformitas garpu makan malam. 'c* Pergeseran ke belakang dan ke radial Proyeksi #P dan lateral biasanya sudah cukup untuk memperlihatkan fragmen fraktur. 'c* de3iasi ulnar Pembebatan 7 'd* penggunaan sarung tangan. . 'b* fraktur tidak masuk dalam sendi pergelangan tangan. dipasang slab gips dorsal. 6alam e3aluasi fraktur.alau jari-jari membengkak.lab ini dipertahankan pada posisinya dengan pembalut kain krep.0ambar &. #dakah fraktur ini juga menyebabkan fraktur pada prosesus styloideus ulna atau pada collum ulna C (. fraktur dibebat dalam slab gips yang dibalutkan sekitar dorsum lengan bawah dan pergelangan tangan dan dibalut kuat dalam posisinya. pergeseran ulang sering terjadi lagi. mengalami sianosis atau nyeri.etelah ?. beberapa pertanyaan berikut perlu dijawab7 .

+mmobilisasi fraktur yang tak bergeser selama &-B minggu.) menit atau sampai fragmen disimpaksi. .Fraktur menyatu dalam B minggu dan. dengan pen proksimal yang mentransfiksi radius dan pen distal.) pon digantungkan pada siku selama !. meskipun telah dirawat dengan baik. 4eduksi dengan traksi manipulasi.Fraktur kominutif berat dan tak stabil tidak mungkin dipertahankan dengan gips8 untuk keadaan ini sebaiknya dilakukan fiksasi luar.emudian lakukan penekanan fragmen distal pada sisi 3olar dengan menggunakan ibu jari. 'b* gerakan-gerakan yang perlu dipraktekkan oleh pasien secara teratur .olomon. sedangkan angulasi . sekalipun tak ada bukti penyatuan secara radiologi. . '#pley . !. 0ambar B. :akukan tindakan di bawah anestesi regional (. sebagai berikut 7 E . :engan bawah sebaiknya dibalut dengan selapis Febril diikuti dengan pemasangan anteroposterior long arms splint B. 6alam perawatannya. sedangkan untuk fraktur yang bergeser membutuhkan waktu B. :akukan pemeriksaan radiologik pasca reduksi untuk memastikan bahwa telah tercapai posisi yang benar. sampai (2 derajat di sebelah palmar. maka beban dapat diturunkan. :engan bawah sebaiknya diimobilisasi dalam posisi supinasi atau midposisi terhadap pergelangan tangan sebanyak ! derajat fleksi dan () derajat de3iasi ulna.etelah reduksi. 2. dan juga pemeriksaan pada saraf medianusnya ?. :atihan gerak pada jari-jari dan bahu sebaiknya dilakukan sedini mungkin dan pemeriksaan radiologik pada hari ketiga dan dua minggu pasca trauma.arena itulah hanya fraktur $olles tipe +# atau +B dan tipe ++# yang boleh ditangani oleh dokter +06. //!* Fraktur $olles. ada 2 hal prinsip yang perlu diketahui.udut ini dapat dengan mudah dicapai. dan sisi dorsal tekanan pada segmen proksimal menggunakan jari-jari lainnya. seringnya tetap menyebabkan komplikasi jangka panjang.angan bagian ekstensor memiliki tendensi untuk menyebabkan tarikan dorsal sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran fragmen E #ngulasi normal sendi radiokarpal ber3ariasi mulai dari dorsal tidak E #ngulasi normal sendi radioulnar adalah ! sampai 2) derajat.( minggu. Bila posisi yang benar telah didapatkan.elebihnya harus dirujuk sebagai kasus darurat dan diserahkan pada ahli orthopedik. . . Beban seberat %. tangan harus tetap dalam keadaan terangkat selama ?( jam untuk mengurangi bengkak. &. maka beberapa hal berikut dapat dilakukan 7 . 'a* Film pasca reduksi. . Jari-jari ditempatkan pada $hinese finger traps dan siku diele3asi sebanyak /) derajat dalam keadaan fleksi.. slab dapat dilepas dengan aman dan diganti dengan pembalut kain krep sementara. tapi sulit dipertahankan untuk waktu yang lama sampai terjadi proses penyembuhan kecuali difiksasi Bila kondisi ini tidak dapat segera dihadapkan pada ahli orthopedik. sebaiknya mentransfiksi dasar-dasar metakarpal kedua dan sepertiga.

.alau hal ini terjadi. . . kalau tidak diatasi. pada saat gips dilepas tangan akan kaku dan nyeri serta terdapat tanda-tanda ketidakstabilan 3asomotor.irkulasi darah pada jari harus diperiksa8 pembalut yang menahan slab perlu dibuka atau dilonggarkan $edera saraf jarang terjadi. tetapi prosesus styloideus ulnar sering hanya diikat dengan jaringan fibrosa saja dan tetap mengalami nyeri dan nyeri tekan selama beberapa bulan. dan deformitas radius dikoreksi dengan osteotomi. . Pada umumnya terapi tidak diperlukan. Penampilannya buruk. baik karena reduksi tidak lengkap atau karena pergeseran dalam gips yang terlewatkan. tetapi untungnya ini jarang berkembang lengkap menjadi keadaan atrofi .omplikasi 6ini . 5ungkin terdapat pembengkakan dan nyeri tekan pada sendi-sendi jari. kelemahan dan hilangnya rotasi dapat bersifat menetap.! cm bagian bawah ulna dapat dieksisi untuk memulihkan rotasi. 6istrofi refleks simpatetik mungkin amat sering ditemukan. dapat mengakibatkan kekakuan dan pengecilan tangan dengan perubahan trofik yang berat. 4eduksi pada fraktur $olles +.udeck . adalah komplikasi yang sering ditemukan. Penyatuan lambat dan non-union pada radius tidak terjadi.0ambar ?.udeck. dan yang mengherankan tekanan saraf medianus pada saluran karpal pun jarang terjadi. karena kelalaian.inar D memperlihatkan osteoporosis dan terdapat peningkatan akti3itas pada scan tulang :anjut 5alunion sering ditemukan. ligament karpal yang melintang harus dibelah sehingga tekanan saluran dalam karpal berkurang.ekakuan pergelangan tangan dapat terjadi akibat pembebatan yang lama. . . (.ekakuan pada bahu. waspadalah jangan sampai melalaikan latihan setiap hari. Bila ketidakmampuan hebat dan pasiennya relatif lebih muda. #trofi . Pada sekitar ! " kasus.

//!* . '#pley .4uptur tendon 'pada ekstensor polisis longus* biasanya terjadi beberapa minggu setelah terjadi fraktur radius bagian bawah yang tampaknya sepele dan tidak bergeser.olomon.. Pasien harus diperingatkan akan kemungkinan itu dan diberitahu bahwa terapi operasi dapat dilakukan.