LAPORAN PENDAHULUAN “STROKE”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktek Belajar Klinik Keperawatan Gawat Darurat Di Rumah Sakit RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat

DISUSUN OLEH :

LENI APRIANI 131 0721 024

PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA 2014

dimana secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) timbul gajala dan tanda yang sesuai dengan daerah fokal di otak yang terganggu.8 per 1000 penduduk. Mengetahui penyebab penyakit stroke d. Terdapat 13 provinsi dengan prevalensi stroke lebih tinggi dari angka nasional. Mengetahui klasifikasi penyakit stroke c. menjadi penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker.6%) dan terendah di Papua (3. Tujuan Khusus a. 2.8%). Mengetahui tanda dan gejala penyakit stroke e. penderita stroke meninggal pada fase akut. Tujuan 1. Mengetahui pengertian penyakit stroke b. LATAR BELAKANG Stroke menurut WHO adalah gangguan fungsi saraf akut yang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah otak. Mengetahui komplikasi penyakit stroke f. Tujuan Umum Tujuan umum dalam penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui teori tentang penyakit stroke serta asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit stroke. B.BAB I PENDAHULUAN A. Prevalensi stroke tertinggi dijumpai di NAD (16. Riset kesehatan dasar Depkes Indonesia tahun 2007 menunjukkan bahwa stroke merupakan penyebab kematian utama di rumah-rumah sakit di Indonesia dengan prevalensi 8. Mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit stroke . Berdasarkan prevalensi kejadian stroke yang masih tinggi di dunia dan Indonesia maka penulis tertarik untuk mengambil kasus stroke sebagai laporan pendahuluan dalam kegiatan praktik klinik Kegawatdaruratan di Rumah Sakit RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat. Mengetahui penatalaksanaan pasien dengan penyakit stroke g. sepertiga lagi mengalami stroke ulang dan dari sekitar 50% yang selamat mengalami kecacatan. Stroke merupakan masalah kesehatan mayor di dunia. serta menjadi peyebab kecacatan utama.

2. KLASIFIKASI Stroke terbagi menjadi dua : 1. B. 1992: 2).(Kowalak. (leila. 2003: W14). Perdarahan di dalam jaringan otak sendiri di kenal dengan sebutan perdarahan intraserebral dan terutama disebabkan oleh hipertensi. Otak kita bergantung kepada perbekalan darah yang kaya oksigen secara terus menerus. Perdarahan yang mengisi ruang-ruang antara otak dan tulang kranium dinamakan perdarahan subaraknoid. Penyumbatan ini dapat terjadi karena aterosklerosis atau pembentukan bekuan darah. . atau dapat menyebabkan kematian. penyebab infark yang paling sering. Infark merupakan daerah otak yang telah mati karena kekurangan oksigen. Stroke iskemik. Stroke iskemik Tipe stroke ini terjadi karena aliran darah tersumbat atau berkurang aliran darah ke daerah otak. merupakan keadaan aliran darah tersumbat atau berkurang di dalam arteri yang memperdarahi daerah otak tersebut. Stroke atau Cerebro Vascular Accident merupakan kematian mendadak jaringan otak yang disebabkan oleh kekurangan oksigen akibat pasokan darah yang terganggu. Ada dua cara kematian jaringan otak : 1.BAB II TINJAUAN TEORI A. Stroke hemoragik Stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan di dalam dan di sekitar otak. Stroke hemoragik terjadi karena perdarahan di dalam dan di sekitar otak yang menimbulkan kompresi dan cedera otak. bagian otak yang dibekali oleh nadi itu akan mati. Keadaan ini terjadi karena ruktur aneurisma malformasi arteiovenosa. yang dibawa oleh pembulu nadi (arteri). Jika darah berhenti misalnya karena bekuan darah. Cerebro Vascular Accident (CVA) merupakan peradaran darah ke otak yang putus sementara. 2. dan trauma kepala. disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. 2003: W13). PENGERTIAN WHO mendefinisikan stroke sebagai suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam. (Kowalak.

dan datang dengan muntah-muntah serta penurunan kesadaran. b.a. darah mengalir keluar diantara kedua selaput otak (meningen). 1988: 21). Perdarahan subaraknoid akan menimbulkan gejala nyeri kepala yang hebat. keluhan silau terhadap cahaya. pada keadaan ini. terjadi tiba-tiba skali. Kalau penderita dapat sadar kembali. Penderita dengan perdarahan hebat dan dalam keadaan yang sangat lemah bukan calon yang baik bagi tindakan pembedahan. kantong kecil ini terbentik akibat kelemahan atau peregangan pada pembulu darah tersebut.Jumlah perdarahan dapat sedikit atau banyak (luas) menurut ukuran pembuluh darah yang pecah dan keberhasilan penyumbatan tempat bocor itu oleh bekuan darah. . (Thomas.Keaadaan ini dinamakan aneorisma berry dan umumnya dapat disembuhkan dengan pembedahan. dan letaknya tepat dibawah tengkorak sehingga mudah diatasi dengan pembedahan. letak perdarahnya berbeda dengan perdarahan intraserebral. Perdarahan subaraknoid Pada perdarahan subaraknoid. dan pada kasus yang lebih ringan dapat ditemukan sedikit kelumpuhan. dalam keadaaan seperti ini diperlukan tindakan yang lebih koservatif.Para penderita pendarahan suburaknoid kerap kali sudah mempunyai benjolan atau kantong kecil (aneorisma) pada salah satu pembuluh otak. c. Perdarahan subdural Perdarahan ini disebabkan oleh cedera kepala. Pendarahan intraserebral (termasuk perdarahan kedalam sereberum atau otak kecil ) Perdarahan intraserebral atau perdarahan didalam otak (serebrum) ini terjadi kalau darah dari pembuluh darah yang pecah membanjiri jaringan otak dan merembes kedalamnya. Darah tersebut secara cepat menyebar pada permukaaan otak dan bukan merembes kedalamnya.kita akan menemukan gejala kaku kuduk.

Embolus. b. Pelebaran ini dapat menyebabkan ruptur vena tersebut. Embolus berjalan lewat aliran darah dan dapat menyumbat pembuluh arteri yang lebih kecil. Trombus atau bekuan darah. Malformasi arteriovenosa merupakan kelainan pembuluh darah otak dan disini arteri berhubungan langsung ke vena tanpa melewati jaringan kapiler (capillary bed). terbentuk pada permukaan kasar plak aterosklerotik yang terbentuk pada dinding arteri. Embolus (atau emboli jika berjumlah banyak) umumnya berasal dari jantung . Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan arteriol kecil pecah di dalam otak. Stroke iskemik a. Infark lakuner terjadi di dalam nukleus dan traktus spinalis otak dan menyerupai danau atau lubang kecil-kecil. b. c. (Kowalak. . 2. c. Aneurisme merupakan keadaan dinding arteri yang melemah sehingga menyebabkan arteri tersebut meregang dan menggelembung seperti balon. Biasanya aneurisme terjadi di tempat yang terdapat percabangan arteri. Hipertensi dapat pula menyebabkan infark lakuner. ETIOLOGI 1. tetapi memiliki skala yang lebih kecil. Stroke hemoragik a. Endapan ini dapat cukup besar untuk mempersempit lumen pembuluh arteri dan mengurangi aliran darah selain menyebabkan arteri tersebut kehilangan kemampuan meregang.C. 2003: W14). Darah yang dilepaskan di dalam jaringan otak akan menimbulkan tekanan pada arteriol sekitarnya sehingga arteriol tersebut ikut pecah dan menimbulkan perdarahan yang lebih luas. Tekanan darah yang datang dari arteri tersebut terlalu tinggi bagi vena sehingga membuat vena ini melebar sehingga dapat mengangkut darah dengan volume yang lebih besar. disini berbagai penyakit dapat menyebabkan pembentukan trombus. Aterosklerosis merupakan endapan kolesterol dan plak di dalam dinding arteri. Bentuk ini merupakan infark miniatur yang serupa dengan strok komplek. Trombus dapat membesar dan akhirnya menyumbat lumen arteri tersebut.

Ras d. Jenis kelamin pria c. Keadaan ini terutama terjadi bila irama jantung menunjukan kelainan. (Thomas. dan perasaan lemas atau gangguan sensorik pada salah satu sisi tubuh.(Thomas. (Thomas.Serangan ini dianggap sebagai suatu ancaman strok. harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut. .tiga. Riwayat keluarga e. 1995: 114).D. Serangan iskemik sepintas memebrikan gejala seperti serangan strok yang ringan. Usia Merupakan faktor resiko paling penting terjadinya serangan strok. yang mungkin timbul setelah demam rematik.faktor-faktor lain yang disebutkan diatas dapat dihindari. FAKTOR RESIKO 1. Tidak dapat diubah a.karena ada gangguan penglihatan serta bicara. Setiap orang yang pernah merasakan gejala palpitasi (rasa berdeba-debar).atau emapat faktor resiko yang bergabung menjadi satu. Jadi. Permasalahan baru terjadi kalau penderita mempunyai dua. mempunyai kecendrungan untuk terjadinya trombus dalam jantung yang kemudian terbawa darah ke dalam otak. Penyakit jantung koroner Penderita penyakit katub jantung. faktor ini tidak akan banyak meningkat kemungkinan terjadinya permasalahan strok. b. 1995: 118). Gejala-gejala akan hilang dalam waktu 24jam. Riwayat TIA atau stroke Penderita yang pernah mengalami serangan iskemik otak sepintas (TIA) akan menghadapi resiko untuk terjadi suatu serangan strok. atau ketika diperiksa denyut nadinya teraba ketidakteraturan yang lebih dari sekedar denyutan ekstra yang kadang – kadang timbul. 1995: 117).Penelitian populasi menunjukan bilamana sesorangan hanya mempunyai satu faktor resiko pada dirinya. walaupun tidak dapat mengubah usia. f.

(Thomas. dan juga mengganggu pembekuan darah. 1995: 126). penurunan tekanan darah ternyata hanya memberikan pengaruh yang amat kecil terhadap upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya serangan jantung. Keadaan ini akan meningkatkan konsentrasi sel darah merah. Penyalah gunaan alkohol dan obat Alkohol dianggap memberikan pengaruh yang berbahaya bagi peredaran darah otak.\ . Namun. d. e. Penyakit diabetes yang kurang terkontrol dapat mengakibatkan penurunan volume plasma dalam peredaran darah. c. menggangu metabolisme hidratarang dan lemak dalam tubuh.Hal iniyang membuat sebagian wanita mendapatkan serangan strok. (Thomas.2. Yang menarik untuk diperhatikan. Diabetes mellitus Penderita diabetes mempunyai kecenderungan lebih besar untuk mendapatkan serangan strok daripada lainnya sehingga penyakit ini harus dikendalikan secermat mungkin. Merokok Rokok merupakan faktor resiko yang bermakna terjadi strok karena dianggap membahayakan pembuluh darah. (Thomas. 1995: 115). yaitu termasuk kemungkinan garam sebagai penyebabnya dan tekanan darah penduduk menurun bersamaan dengan berkurangnya kandungan garam dalam makanan setelah ditemukan lemari es untuk mengawetkan makanan. Kontrasepsi oral Pil kontrasepsi oral atau pil KB yang pertama kali digunakan mempunya kandungan hormon ekstrogen hormon yang tinggi. Dapat diubah a. pertama–tama merokok akan memeprcepat pengerasan pembuluh nadi (arteriosklerosis) dan kedua akan meningkatkan kecendrungan pembekuan darah. insidensi serangan stok sudah mulai terlihat berkurang sekalipun belum ditemukan obat darah tinggi yang efektif. b. Ada beberapa alasan yang menjelaskan penurunan insidensi ini. (Thomas. Hipertensi Hipertensi merupakan satu-satunya faktor resiko yang terpenting tapi dapat diobati karena pengobatan hipertensi dapat memperkecil kemungkinan terjadinya strok hingga separuhnya. Bahan ini dapat meningkatkan tekanan darah. 1995: 121). 1995: 126). (Thomas. 1995: 125).

maka terjadi kekurangan oksigen ke jaringan otot. sehingga jaringan yang terletak di dekatnya akan tertekan. MANIFESTASI KLINIS 1. Kelemahan ekstremitas yang unilateral 2. 1996: 179). Perdarahan intraksional biasanya disebabkan oleh ruptura arteri cerebri ekstravasasi darah terjadi di daerah otak atau subarachnoid. otak yang terletak di sekitar tempat bekuan dapat membengkak dan mengalami nekrosis. maka akan terjadi infark jaringan otak yang permanen. Patirasi pada salah satu sisi tubuh 4.(Sumber : DepKes 1993) . Gangguan penglihatan(diplopia. bekuan darah yang semua lunak akhirnya akan larut dan mengecil. hemianopsia. Darah ini sangat mengiritasi jaringan otak. sehingga mengakibatkan vasospasme pada arteri di sekitar pendarahan. Aliran/ suplai darah tidak disampaikan ke daerah tersebut oleh karena arteri yang bersangkutan tersumbat atau pecah. spasme ini dapat menyebaar ke seluruh hemisfer otak. Bila aliran darah ke otak berkurang sampai 24-30 ml/100 gr jaringan akan terjadi ischemia untuk jangka waktu yang lama dan bila otak hanya mendapat suplai darah kurang dari 16 ml/100 gr jaringan otak. ptosis 6. (Sumber : Hudak dan Gallo). Infark regional kortikal. Sakit kepala 5. PATOFISIOLOGI Aliran darah di setiap otak terhambat karena trombus atau embolus.E. Sebagai akibat keadaan tersebut bias terjadinya anoksia atau hypoksia. Kesulitan bicara 3. sub kortikal ataupun infark regional di batang otak terjadi karena daerah perdarahan suatu arteri tidak/ kurang mendapat aliran darah. kekurangan oksigen pada awalnya mungkin akibat iskemia imun (karena henti jantung atau hipotensi) hipoxia karena proses kesukaran bernafas suatu sumbatan pada arteri koroner dapat mengakibatkan suatu area infark (kematian jaringan). F. Perubahan tingkat kesadaran (Barbara. Kecemasan (ansietas) 8. Rasa pening atau dizziness 7.

panggul. 3. 4. dengan nyeri tekan pada otot betis. Dekubitus dapat menimbulkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan suatu infeksi sehingga kulit luka pada permukaannya dan kuman dapat masuk. Jika hal ini terjadi. KOMPLIKASI 1. Keadaan ini dapat mengakibatkan pembengkakan pada pergelangan kaki di sisi tersebut. gerakan kaki akan terganggu. tumit. pergelangan kaki. . 2. sendi bahu memerlukan kisaran gerakan yang penuh di sepanjang hari. Kadang-kadang seluruh tungkai dapat membengkak dan terasa nyeri atau pagal. Pneumonia Akibat gangguan pada gerakan menelan. lengan yang lumpuh merupakan beban yang sangat berat sehingga bila tidak tersangga akan mengakibatkan pembengkakkan.G. Gejalanya nyeri dada dan sesak napas. khususnya di daerah betis. maka dapat terjadi peradangan di dalam rongga dada dan kadang-kadang pneumonia. Karena adanya tambahan cairan di dalam tungkai. serta batuk yang parah setelah serangan stroke. Penyebab ketiga yang paling sering menimbulkan kekakuan bahu adalah kerusakan yang terjadi ketika penderita diangkat secara ceroboh dengan memgang ketiaknya-bagian sendi dapat robek dan mengalami inflamasi akibat pengangkatan ini. dekubitus selalu menjadi ancaman khususnya di daerah bokong. Bahu yang kaku Sebagian penderita struk akan menderita perasaan nyeri dan kaku pada bahu di sisi yang sakit. Ada tiga penyebab keadaan ini pertama. Trombosis vena provundus dan emboli pulmoner Suatu trombus atau bekuan darah sangat sering terbentuk di dalam pembuluh darah balik pada tungkai yang lumpuh. dan bahkan telinga. Kedua. mobilitas dan pengembangan paru. Dekubitus Karena penderita mengalami kelumpuhan dan kehilangan perasaanya. rasa nyeri serta kekakuan pada sendi tersebut. Kadang kala trombus dari pembuluh darah balik terlepas dan membentuk suatu embolus yang terbawa darah ke dalam paru dan kemudian menyumbat satu atau lebih arteri pulmonalis yang memperdarahi paru-paru. nyeri hebat dapat terasa ketika bahu tersebut digerakkan. Keadaan ini mengakibatkan kelainan emboli pulmoner yang kadang-kadanag dapat menimbulkan kematian setelah serangan stroke.

Problem kejiwaan Penderita sering mengalami depresi setelah serangan stroke. lidah yang tergigit. Dengan demikian neuron terlindungi dari kerusakan lebih lanjut akibat hipoksia berkepanjangan atau eksitotoksisitas yang dapat terjadi akibat jenjang glutamat yang biasanya timbul akibat sel neuron. Disamping rasa rendah diri yang bisa dipahami sebagai suatu reaksi emosional terhadap kemunduran kualitas keberadaan mereka. dalam batas-batas waktu tertentu sebagian besar cedera jariingan neuron dapat di pulihkan. Cara kerja metode ini adalah menurunkan aktivitas metabolisme dan tentu saja kebutuhan oksigen sel-sel neuro. pernapasan yang berisik. Penatalaksanaan medis a. Pendekatan lain untuk mempertahankan jaringan adalah pemakaian obat neuroprotektif. mulut yang berbuih. (Thomas. Terapi medis 1) Neuroproteksi 2) Antikoagulasi 3) Trombolisis intravena 4) Trombolisis intra arteri 5) Terapi perfusi 6) Neuroproteksi Pada stoke iskemik akut. PENATALAKSANAAN/ TERAPI 1. Kejang (konvulsi) Beberapa penderita stroke dapat mengalami serangan kejang pada hari-hari pertama setelah serangan. Serangan ini dapat berupa kedutan atau (twiching) atau kejang kaku (spasme) pada otot. 6. 1988: 46) H. Kemungkinan lain disebabkan oleh emboli serebral. Depresi merupakan penyebab utama yang menerangkan mengapa penderita tidak mampu bereaksi dengan kecepatan yang normal terhadap seyiap upaya remobilisasi. Hipotermi adalah terapi neuroprotektif yang sudah lama di gunakan pada kasus trauma otak dan terus di teliti pada stroke. Banyak riset . Mempertahankan fungsi jaringan adalah tujuan dari apa yang disebut sebagai strategi neuruprtektif. daripada serangan stroke yang mengenai struktur otak yang lebih dalam. inkontinensia dan kehilangan kesadaran dalam waktu yang singkat.5. Serangan ini lebih besar kemungkinannya terjadi bila korteks serebri sendiri telah terkena.

0) untuk pasien stroke yang memiliki katub prostetik mekanis. yang mengisyaratkan kecendrungan perdarahan d) Adanya pembuluh dan luka yang belum sembuh dari trauma atau pemebdaha yang baru terjadi e) Tekanan darah diastolik yang sangat tinggi. berorientasi terhadap waktu. Perubahan pada tingkat kesadaran atau responivitas yang dibuktikan dengan gerakan. ASUHAN KEPERAWATAN 1. hilangnya auturegulasi adalah suatu resiko besar I. e. 8) Trombolisis intravena Resiko terbesar menggunakan terapi trombolitik adalah perdarahan intraserebrum. PENGKAJIAN a. Pembukaan mata. pernapasan. tonus otot. Dengan demikian terapi harus digunakan hanya bagi pasien yang telah di saring secara cerna dan yang tidak memenuhi satupun dari kriteria eksklusi berikut : a) Gambaran perdarahan intrakranium berupa masa yang besar pada CT. atau memperkecil respon hipereksitatorik yang merusak dari neuron-neuron di penumbra iskemik yang mengelilingi daerah infark pada stroke. Warna wajah dan ekstremitas. Kualitas dan frekuensi nadi. Kekakuan atau flaksiditas leher. 7) Antikoagulasi Diperlukan antikoagulasi dengan derajat yang lebih tinggi (INR 3. suhu dan kelembaban kulit. gas darah arteri sesuai indikasi. c. f. suhu tubuh dan tekanan arteri. ukuran pupil komparatif.04. d. dan posisi kepala. postur tubuh. menolak terhadap perubahan posisi dan respon terhadap stimulasi. tempat dan orang b.stroke yang meneliti obata yang adapat menurunkan metabolisme neuron mencegah pelepasan zat-zat toksik dari neuron yang rusak. b) Angiogram yang negativ untuk adanya bekuan c) Peningkatan waktu protrombin/INR. Ada atau tidaknya gerakan volunteer atau involunter ekstremitas. dan reaksi pupil terhadap cahaya dan posisi okular. .

Kriteria Hasil : 1) Perfusi jaringan yang adekuat didasarkan pada tekanan nadi perifer 2) kehangatan kulit 3) urine output yang adekuat dan tidak ada gangguan pada respirasi . Kerusakan mobilitas fisik NOC : Ambulasi/ROM normal dipertahankan. DIAGNOSA KEPERAWATAN a. INTERVENSI KEPERAWATAN a. Kriteria Hasil : 1) Sendi tidak kaku 2) Tidak terjadi atropi otot NIC : 1) Terapi latihan Mobilitas sendi 2) Jelaskan pada klien&kelg tujuan latihan pergerakan sendi. Kurang perawatan diri 3. Perfusi jaringan cerebral tidak efektif NOC: perfusi jaringan cerebral. 2. 8) Ubah posisi klien tiap 2 jam. Perfusi jaringan tidak efektif c. 3) Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama latihan 4) Gunakan pakaian yang longgar 5) Kaji kemampuan klien terhadap pergerakan 6) Encourage ROM aktif 7) Ajarkan ROM aktif/pasif pada klien/keluarga.g. Kerusakan mobilitas fisik b. 9) Kaji perkembangan/kemajuan latihan b. Kemampuan untuk bicara h. Volume cairan yang diminum dan volume urin yang dikeluarkan setiap 24 jam.

. tekstur dan turgor lakukan dokumentasi yang tepat pada setiap perubahan 6) Dukung untuk konsumsi diet seimbang. penekanan pada protein untuk pembentukan system imun. melaporkan jika temperature lebih dari 380C 3) Menggunakan thermometer elektronik atau merkuri untuk mengkaji suhu 4) Catat dan laporkan nilai laboratorium 5) Kaji warna kulit.NIC : 1) Perawatan sirkulasi 2) Peningkatan perfusi jaringan otak 3) Aktifitas : a) Monitor status neurologic b) monitor status respitasi c) monitor bunyi jantung 4) letakkan kepala dengan posisi agak ditinggikan dan dalam posisi netral 5) kelola obat sesuai order 6) berikan Oksigen sesuai indikasi c. hangat. kelembaban kulit. seperti kemerahan. Resiko infeksi NOC : Risk Control Kriteria Hasil : 1) Klien bebas dari tanda-tanda infeksi 2) Klien mampu menjelaskan tanda&gejala infeksi NIC : Cegah infeksi 1) Mengobservasi & melaporkan tanda & gejala infeksi. rabas dan peningkatan suhu badan 2) Mengkaji suhu klien netropeni setiap 4 jam.

EVALUASI Tahap evaluasi merupakan perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan. 5. atau tindakan untuk mencegah masalah kesehatan yang muncul dikemudian hari. tindakan untuk memperbaiki kondisi. Menurut Craven dan Hirnle (2000) Evaluasi didefenisikan sebagai keputusan dari efektifitas asuhan keperawatan antara dasar tujuan keperawatan klien yang telah ditetapkan dengan respon prilaku klien yang tampil. 1995). 1994. kemampuan dalam hubungan interpersonal. faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan keperawatan. pendidikan untuk klien-keluarga.4. dan kegiatan komunikasi. dan keterampilan dalam melakukan tindakan. Evaluasi dalam keperawatan merupakan kegiatan dalam menilai tindakan keperawatan yang telah ditentukan. pengobatan. Proses pelaksanaan implementasi harus berpusat kepada kebutuhan klien. Ukuran intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien terkait dengan dukungan.. strategi implementasi keperawatan. dalam Potter & Perry. IMPLEMENTASI Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon. (Kozier et al. perawat harus mempunyai kemampuan kognitif (intelektual). untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan klien secara optimal dan mengukur hasil dari proses keperawatan. dilakukan berkesinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya. 1997). Untuk kesuksesan pelaksanaan implementasi keperawatan agar sesuai dengan rencana keperawatan. .

. Data penelitian mengenai pengobatan stroke hingga kini masih belum memuaskan walaupun telah banyak yang dicapai. Jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahunnya. maka yang harus kita ubah mulai sekarang adalah pola hidup dan pola makan yang sehat dan teratur. SARAN Mencegah lebih baik daripada mengobati. Agaknya pengobatan awal/dini seperti pencegahan sangat bermanfaat. Jika kita membiasakan hidup sehat. B. maka kita tidak akan mudah terserang penyakit. Stroke merupakan satu masalah kesehatan paling serius dalam kehidupan modern saat ini.BAB III PENUTUP A. akan tetapi harus disertai dengan pengenalan dan pemahaman stroke pada semua lapisan dan komjunitas dalam masyarakat. hasil akhir pengobatan kalau tidak meninggal hampir selalu meninggalkan kecacatan. untuk mencegah terjadinya stroke. bukan hanya menyerang mereka yang berusia tua. Oleh karena itu. Istilah ini sudah sangat lumrah di kalangan kita. KESIMPULAN Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. tetapi juga orang-orang muda pada usia produktif.

Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan. Henderson Leila. Stroke Panduan Perawatan. EMS. Gramedia Pustaka Utama. Keperawatan Medikal Bedah. Thomas D. Neurologi Klinis Dasar . 1996. Jakarta: Salemba. 2006. Buku Ajar Patofisiologi. 1995. Widjaja Winardi. Keperawatan Medikal Bedah. Muttaqin Arif. Price Sylvia. Price. Gleadle. Jakarta.E. EGC.M. Jakarta: PT. 2008. Stroke dan Pencegahannya. Surabaya: IDASI. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit.T Dian Rakyat. Listiono L. Jakarta: Arcan.EGC. Pengantar Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Sistem Peryarafan. Jakarta. Djoko. Patofisiologi.. Ilmu Bedah Saraf Satyanegara Edisi III. Jakarta: EGC. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik. Sidharta Priguna.A. Doengoes. 2005. E (2001) Buku Saku Patofisiologi. Jonathan. S. Jakarta: EGC. 2005. 2003. 2000. 1992. EMS. C. Jakarta: EGC Carpenito Lynda Juall. Jakarta . 2002. M. I.. Drs (2002) Buku Ajaran Keperawatan Medical Bedah Vol2 Jakarta: EGC Carwin. Kapita Selekta Kedokteran Edisi ketiga Jilid Kedua. 1995. 1999. . P. Kowalak. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. 1998. 2001. Brunner. Jakarta. 2000. L. dan Wilson. 2003.. Masjoer Arif. Jakarta: Arcan. J. Simposium Tatalaksana Stroke 1992. Jakarata: Media Aesculapius.. Gleadle. EGC. Jakarta EGC. Jakarta. S dan Suddarnth. Long Barbara. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik.J. Jonathan.DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth. Jakarta: EGC. Mardjono Mahar. Jakarta..