Gatot S utris no

control of infection, Plaque control reduce carbohydrate intake

Tooth brushing  clean before eating, after eating, before retiring

Frequent daily cleaning the using of fluoridated dentrifice is a must

Additional cleaning aids  - the correct use of interdental cleaning aids
- theurapeutic mouth rinse: chlorhexidine glouconate,

povidone iodine 1!,
avoid mouthrinse containing high
alcohol """
Further dehydration and
exacerbate the problems
#$% &ount ' ($) *ume, ++

Bereaksi secara langsung degan
email dan dentin dan
menghasilkan efek:
-
Membentuk senyawa Fluorapatit
(FA) yang tidak gampang larut
dibandingkan hidroksi apatit (HA)
ritikal pH FA : !"#
$ HA : #"#
-
Menghambat demineralisasi
-
Merangsang remineralisasi
-
Mengurangi %wettability&
permukaan gigi
-
Menghambat pembentukan plak
-
Menghambat metabolisme bakteri
'igi yang sehat tanpa suplementasi
fuoride mengandung ("# ppm ion
fluor
) umber:
-
Makanan $ minuman: sea food" teh"
bir
-
Fluoridasi pada air minum
-
*asta gigi dan obat kumur (+",,,
ppm ion fluor)
-
Aplikasi gel topical fluor  aplikasi
setiap hari selama (-! bulan akan
pengerasan dentin yang terekspos
remineralisasi yang bisa terlihat
seperti glass like te-ture
(hipermineralisasi)
B e aware!!!
*robable to-ic dose # mg.kg of body
weight $"
/ ,",0 mg.kg of body weight in
children fuorosis
#$% &ount ' ($) *ume, ++


,tiologi:
-
-nta.e .arbohidrat /
-
p* saliva 0 1e.strinsi. atau
intrinsi. 223
-
4ontrol pla. yang tida.
ade.uat
-
4ontrol mi.roflora yang
gagal
-
5efisiensi pada salivary
protection
-
4urangnya penggunaan ion
flouride
aetiology
prevention Oral hygiene measures
6* measures:
-
Fungsi .elen7ar saliva minor
-
4osistensi saliva tida. terstimulasi
-
p* saliva tida. terstimulasi
-
4ecepatan aliran saliva
-
4apasitas buffer saliva yang
terstimulasi
•8emeri.saan 9iofilm
-nta.e gula, asam, flouride, '
Fa.tor yang memodifi.asi
•Analisis 5iet dan )esi.o 4aries
•8emeri.saan saliva


Salivary protection:
- -on :a
+;
'86
<
+-
-
8eli.el
-
9uffer oleh .arbonat
-
Aliran saliva
-
Ting.at pembersihan
saliva
-
4andungan ion Fluoride
• -on Ca
2+
&PO
4
2-

tersaturasi dalam saliva
dan berperan dalam
remineralisasi
• Pelikel :
lapisan gli.oprotein
saliva yang terdapat
pada permu.aan gigi
berperan sebagai
barrier yang membatasi
difusi asam .e gigi
Remineralisation techniques

Anti-Cariogenic
Casein Phosphopeptides (CPP)
5airy 8roducts 1 mil., mil.
concetrate, po=ders, cheese3
mengandung casein, .alsium,
fosfat  anti cariogenik
activity$
1
Aplikasi intra oral pada manusia
menun2ukan: proses pencernaan
casein oleh tripsin meningkatkan
kemampuan protein menghambat
demineralisasi dibawah
permukaan email3
1
4**-A4* 2uga terlihat berikatan
dengan dentin yang terekspos dan
menutup tubuli dentin
1
,"#5 4**-A4* 6 #,,ppm Fluoride
 menghambat karies lebih tinggi
Sediaan:
-
) ugar - free chewing gum (7ecaldent
8M
)
-
8ooth mousse
8M
( '4 4orp3)
treatment: lesi fluorosis" white spot
setelah debanding perawatan ortho
#$% &ount ' ($) *ume, ++

1
*ada casein terdapat Tryptic
peptide dan multiple
phos phos eryl res idu
1
4** berperan menstabilkan
alsium fosfat pada fase
larutan : ACP (amorphous
calc ium phos pate
phas e :
4a
9",:00
(*;
!
)
(
(;H)
,"+0#!-
H
(
; )
1
4** akan berikatan dengan
A4* membentuk
nanoclus ter metastable
solution remineralisasi
1
*ada penelitian terhadap
email yang terekspos larutan
4**-A4* +5 terlihat
penurunan demineralisasi
email terhadap grp kontrol


preservation of natural tooth
structure & be limited to the removal of friable enamel & infected dentine.
enables their restoration with adhesive
materials

Removal of restorations
repair


8),8A)A>- 4A?-TA>
6@,* :
,@?-)A )6>A
T)->AA(AT- )-AAA -A5A)-

5,F-A->- 8),8A)A>-

>uatu tehni. pengurangan 7aringan gigi
yang mengalami .erusa.an agar dapat
menerima material bahan tambal 
mengembali.an .esehatan gigi, tms.
meng.ore.si esteti. sesuai bentu. dan
fungsi normalnya
>turdevantBs : Art and >cience of 6perative 5entistry

8),8A)A>- #-#-

:onventional preparation  restorasi
amalgam, gold, ceramic  membutuh.an
pembentu.an dinding, .edalaman, dan tepi-
tepi .avitas  sifat bahan restorasi

&odified preparation  restorasi composite,
glass-ionomer,  retensi dan resistensinya
diterima dari i.atan bonding
>turdevantBs : Art and >cience of 6perative 5entistry



4onsep dasar yang berhubungan dg
preparasi .onvensional maupun modifi.asi
adalah sama :
1$ Tida. ada stru.tur gigi rusa. yang tertinggal
+$ >eluruh .erusa.an dan .aries  dibuang
C$ >isa stru.tur gigi yang ada harus .uat
<$ &elindungi 7aringan pulpa di ba=ahnya
D$ 9ahan restorasi harus .uat, dan memenuhi
syarat estetis
>turdevantBs : Art and >cience of 6perative 5entistry


TE%EAA 8),8A)A>-
1$ &embuang sel 7ar rusa.  melindungi
pulpa
+$ &emperluas restorasi se.onservative
mung.in
C$ &embentu. preparasi shg te.anan .unyah
yang diterima gigi atau restorasi tida.
menyebab.an fra.tur atau lepasnya
restorasi tsb
<$ &embuat suatu restorasi yang memenuhi
esteti. atau fungsional

FA4T6) FAA# &,&8,A#A)E*-
8),8A)A>-

Fa.tor Emum
G
5iagnosa  desain preparasi dan pemilihan
bahan restorasi
G
8engetahuan anatomi gigi  arah enamel rod,
.etebalan enamel dan dentin, u.uran dan posisi
pulpa, hub gigi dan 7ar$pendu.ungnya
G
Fa.tor pasien  e.onomi, usia

>tru.tur #igi  ma.in sedi.it preparasi
ma.in .uat stru.tur gigi yg tersisa  minimal
extension 1faciolingual, pulpally3,
supragingiva margin, rounded internal line
angle

9ahan )estorasi

T,)&-A6@6#- 8),8A)A>- #-#-

>imple preparasi  melibat.an 1 perm
gigi  6

:ompound preparasi  melibat.an +
perm gigi  &6

complex preparasi  melibat.an lebih
dari C perm gigi  &65

T,)&-A6@6#- 8),8A)A>- #-#-

4@A>-F-4A>- 4A?-TA>

4elas - : pit dan fissure permu.aan o.lusal gigi 8
dan &, termasu. pit pd permu.aan facial dan
lingual gigi &
• &7or : modern concept in operative dentistry


4elas -- : pada permu.aan pro.simal gigi 8 dan &

4elas --- : pada permu.aan pro.simal gigi - dan :
dimana tepi insisal masih utuh
• &7or : modern concept in operative dentistry



4@A>-F-4A>- 4A?-TA>

4elas -? :pada permu.aan pro.simal gigi - dan : 
tepi insisal terlibat

4elas ? : pada sepertiga gingival permu.aan bu.al
dan lingual semua gigi

4elas ?- : pada insisal edge gigi anterior atau cusp
o.lusal gigi posterior
• &7or : modern concept in operative dentistry



4lasifi.asi baru
• #raham %$ &ount : 8reservation and )estoration of Tooth structure


8)-A>-8 8),8A)A>-

>istemati.a 9lac. :
G
6utline form
G
)esistance and retention form
G
:onvenience form
G
)emoval of caries
G
Finishing
G
:avity toilet

&7or : modern concept in operative dentistry

8)-A>-8 8),8A)A>-

6utline form
G
&empertimbang.an .e.uatan cusp gigi
G
&empertimbang.an .e.uatan marginal ridge
G
&eminimal.an perluasan .avitas arah faciolingual
G
&enghubung.an + .erusa.an gg yg berde.atan
G
4edalaman preparasi dlm dentin max$ ,+ mm
untu. .aries pd pit dan fisureH ,+ G ,I mm untu.
dinding axial pd .aries perm halus gigi

8)-A>-8 8),8A)A>-

)esistance form
G
9entu. dan penempatan dinding preparasi yang
dapat mendu.ung restorasi dan gigi ut. bertahan
terhadap fra.tur dan te.$.unyah
G
9erbentu. box
G
5asar preparasi rata
G
-nternal line angle sedi.it membulat
G
&empunyai .etebalan yg cu.up untu. bahan
restorasi


8)-A>-8 8),8A)A>-

)etention form
G
Adlh bentu. dari conventional preparasi yang
menahan restorasi dari terlepas .arena te.anan
G
Tergantung dari material yang diguna.an
G
4elas - dan -- amalgam  .onvergen .e o.lusal
G
:omposite  micromechanical bond
G
5inding paralel axial dan undercut yang dibuat
dlm dentin  cara tradisional uJ mdpt.an retensi
uJ material plastis
G
Entu. material yang berbahan dasar resin 
retensi didapat dari i.atan .imia bonding dengan
gigi  enamel lebih dl dietching uJ mdpt.an bt.
irreguler scr mi.ros.opis

8)-A>-8 8),8A)A>-

:onvenience form
G
Adlh bentu. preparasi yang menyedia.an
.emudahan pandangan saat preparasi
atau merestorasi gigi
G
4elas -- amalgam  preparasi diperluas
di ba=ah titi. .onta.

8)-A>-8 8),8A)A>-

8embuangan 7aringan .aries

Finishing
G
5esain cavosurface angle : +K
o
 dalam
pra.te.nya, dibuat lebih .ecil dari +K
o
dg
.onse.uensi material margin angle tambalan m7d
lbh .ecil
G
4ehalusan dinding .avitas
G
Tu7uan :

&emberi.an .e.uatan me.anis antara gigi dan bhn
tambal

&emberi.an seal yang bai. ut. gigi

>bg batas tepi restorasi

&dpt.an sudut yang optimal terhadap gigi

8)-A>-8 8),8A)A>-

Finishing

8)-A>-8 8),8A)A>-

:avity toilet
G
&embersih.an .avitas yang telah di
preparasi sebelum direstorasi
G
5ebris, darah dan sisa G sisa hasil
preparasi dibersih.an dengan semprotan
air melalui syringe
G
@ang.ah tera.hir adlah mengering.an
.avitas dengan aliran udara

P R E P AR ASI !T"
R E ST#R ASI C#$ P #SI TE

-ndi.asi restorasi composite
1$ -nitial class -, --,
+$ )estorasi moderate-siLe class - dan --
C$ )estorasi class ?
<$ 4epentingan esteti.
D$ 8asien alergi atau sensitif terhadap
metal
>turdevantBs : Art and >cience of 6perative 5entistry

Type of composite tooth
preparation
1$ :onventional
+$ 9eveled conventional
C$ &odified
<$ 9ox only
D$ >lot preparation
>turdevantBs : Art and >cience of 6perative 5entistry

M1$ :onventional

-ndi.asi :
G
8reparasi pada perm a.ar 1 nonenamel
areas 3
G
)estorasi .elas - atau -- sedang atau luas


M+$9eveled conventional

>ama dg conventional preparation
tetapi dibevel pada enamel margin

-ndi.asi : restorasi .elas ---, -?, dan ?



MC$ &odified

-ndi.asi : lesi .aries atau .avitas yang
.ecil

M$<$ 9ox -only

-ndi.asi : hanya 7i.a permu.aan
pro.simal rusa.  tida. ada lesi pd
perm o.lusal

9ag$pro.simal dipreparasi dg inverted
atau round bur  paralel dg sumbu p7g
gigi

-nitial proximal axial depth dipreparasi
,+mm . dalam 5,%


MD$ Facial or lingual slot

Entu. merestorasi lesi pro.simal pd
gigi posterior dimana a.ses dapat
dila.u.an dari arah facial atau lingual N
preparasi .elas --- gigi anterior

5iguna.an round bur .ecil

8reparasi diperluas .e arah
occlusogingivally dan faciolingually


Tehni. restorativ
1$ ,namel dan dentin bonding
+$ 8enempatan matrix
C$ -nserting the composite
<$ :ontouring and polishing


Tooth preparation : amalgam vs
composite
amalgam composite
6utline
-nclude fault
&ay extend to brea. proximal
contact
-nclude ad7acent susp$area
>ame
>ame
Ao
8ulpal depth
Eniform 1$Dmm Aot usually uniform
Axial depth
Eniform $+-$Dmm inside
5,%
Aot usually uniform
:avosurface
margin
:reate O
o
amalgam margin P O
o
bevels
none large preparation, esthetics

Tooth preparation : amalgam vs
composite
amalgam composite
Texture of prepared
=all
smoother rough
:utting instrument
burs 9urs or diamond
8rimary retention
form
:onvergence occlusally bonding
>econdary retention
form
groove 9ondingH grooves  very
large or root surface prep
)esistance form
Flat floor, rounded angles,
box-shaped
>ame for large preparation

A$ A%GA$
-ndi.asi 4linis:
-
)estorasi .ls - dan -- yang moderat G luas
1menerima beban .unyah yang besar, perluasan .e a.ar3$
-
)estorasi .ls ?
-
)estorasi sementara caries – control
1dila.u.an selama observasi .esehatan pulpa sebelum restorasi
tetap3
-
Foundation
1untu. mening.at.an resistensi dan retensi cro=n atau onlay logam

8rinsip
1$ 4edalaman 1pulpally or axially3
sama
+$ &ampu menahan amalgam dalam
gigi
C$ &embuat preparasi cavosurface
margin gigi men7adi margin
amalgam yang O

<$ @eta..an perluasan preparasi gigi
.e stru.tur gigi yang utuh di
daerah margin

--$ Final >tage

Membuang karies atau
restorasi yang lama :
perluasan margin preparasi
harus terletak pada struktur
gigi yang utuhg" dan penting
meggunakan liners dan base
1
Membuat bentuk retensi dan
resistensi skunder: dibutuhkan
untuk preparasi gigi yang
cukup besar
1
*rosedur akhir: Memastikan
seluruh 2aringan karies sudah
dibuang" margin membentuk
sudut yang benar" dan gigi
dalam keadaan bersih dari
debris
-$ -nitial stage:
- Out Line - )esistensi
- )etensi - :onvenience
forms

:onvenience Form
Bentuk yang mempermudah prosedur dan akses:
-
Mempermudah akses pembuangan karies
-
Mempermudah aplikasi matriks dan
amalgam" serta carving dan finishing
-
*erluasan margin proksimal untuk
memper2elas hubungan dengan gigi
sebelahnya

4edalaman yang ade.uat:
edalaman preparasi gigi
untuk bahan amalgam
terdapat pada <=>"
kecuali
(+)3 Bila email oklusal
sangat tipis
(()3 Bila preparasi meluas
ke bagian akar gigi" initial
depth:
1
*ulpally ,"(mm kedalam <=> .
+"#mm dari central groo?e3
1
Bagian aksial ,"(mm ke dalam
<=>" dan ,"#mm bila
menggunakan retenstion
locks3
1
edalam dinding aksial
terhadap permukaan akar
,"0#mm @ + mm

9entu. )etensi 8rimer
Amalgam memerlukan retensi secara mekanis" melalui:
-
Mechanical locking dari ketidakteraturan
permukaan preparasi
-
*reparasi dinding ?ertikal yang kon?ergen
ke oklusal
-
7etensi khusus: locks" groo?es" co?es"
slots" pins" steps" atau amalgam pins3

9entu. )esistensi 8rimer
&encegah restorasi dan gigi fra.tur .arena daya
.unyah
Terhadap & i& i'
1
Mempertahankan 2aringan
sehat sebanyak mungkin (cusp
$ marginal ridge)
1
<inding pulpa dan dinding gusi
dipreprasi tegak lurus terhadap
daya kunyah
1
) udut preparasi yang
membulat
1
Membuang struktur gigi yang
lemah dan tidak terdukung
1
7esistensi skunder: pin yang
dimasukan ke dalam gigi
Terhadap Amal& am'
1
etebalan amalgam yang
adekuat" (+"#-( mm di daerah
oklusal dan ,"0#mm didaerah
aksial)
1
Margin amalgam A B,
,
1
Bentuk preparasi seperti kotak
ketebalan amalgam yang
sama
1
Cine angles aksiopulpa pada
kls ( yang membulat

<isain *reparasi
A3 on?ensional
B3 Bo-
43 8unnel


Te.ni. )estorasi
8eleta.an matri.s:
Mudah di aplikasikan dan dibuka" meluas ke bawah margin gusi"
dan ke atas marginal ridge" serta tahan terhadap deformasi saat aplikasi bahan
ontak dan kontur restorasi yang baik $ membatasi bahan restorasi
Triturasi
Apli.asi Amalgam
-ondensasi lateral arah fasial dan lingual
penting pada boks proksimal
-
Amalgam yang dikondensasi pertama kali
-
adalah dalam porsi kecil porsi yang lebih
besar3
-
Dni memungkinkan Cine angle internal terisi$
:arving
1
Area ;klusal: groo?es" pit" cusp
inclines menggunakan instrumen
berukuran bundar
1
Are Fasial dan Cingual:
Membentuk kecembungan kontur
dengan panduan bagian oklusal dan
gingi?al gigi yang tidak dipreparasi
1
Area =mbrasur *roksimal
Hubungan amalgam dan gigi halus"
tidak o?erhang konfirmasi
menggunakan dental floss

1
*reparasinya meliputi pit dan fissure yang rusak" yang dimulai dari
membuka 2aringan karies terdalam menggunakan carbide bur
no3(!# dengan arah paralel sumbu pan2ang mahkota gigi
dindin& (u)al dan lin& ual )onver& en
1
*embuatan is thmus sebaiknya / diameter bur  mencegah
fraktur
1
*erluasan ke arah distal atau mesial marginal ridge" dilakukan
dengan memiringkan bur +,
,
" sehingga dindin&

mes ial * dis tal
diver& en+
etebalan marginal ridge harus di2aga +"E-
(mm3
FF 2angan membentuk undermine$
8reparasi 4ls -


Gamun" pada kondisi tertentuH

1
Itk fissure yang kedalamannya J K atau +.9
email
1
8api sering gagal karena edge strength
amalgam kurang3
Alternati?e bila ter2adi kegagalan:
- 8idak merubah out line
-
Memperluas ke marginal ridge bila terletak lebih
ke lingual dari kontak
-
*reparasi kls DD

B entu) , (entu) a)hir
preparas i

8reparasi 4ls --
1
;cclusal outline
*embuangan dimulai dari pit
yang rusak  fissure pit
yang lain3 *it yang lain
dipertahankan bila" masih
dalam keadaan sehat $
terdapat ridge trans?ersa yang
utuh retensi didapat dari
pembuatan dove tail" atau
perluasan mengikuti lekuk
fissure
& Dove tail tidak memerlukan
oklusal step

Dsthmus dibuat sesempit
mungkin (/ +.9 2arak inter
cusp)
) ebelum memperluas
preparasi ke arah marginal
ridge" perlu dilakukan
?isualisasi lokasi akhir dinding
fasial dan lingual $
hubungannya dengan titik
kontak
7e?erse cur?e pada outline
oklusal di perluasan proksimal
untuk mendapatkan dinding
yang se2a2ar dengan enamel
rod $ melindungi cusp
I nitial Preparation'

1
Membuang karies" email
yang undermine dan
bahan restorasi yang
lama
1
Membentuk ca?osurface
margin yang B,
,
1
Membuat 2arak yang J,"#
mm dengan permukaan
proksimal yang
bersebelahan
#utline Pro)s imal

,$ 8embuangan sisa email 7angan
mengguna.an bur +<D, tapi hand
instrumen
F$ :learance ,D mm
#$ 5imensi fasio-lingual 8ro.simal ditch P
gingival$ 5r arah o.lusal
A$ 9agian bur terlihat di permu.aan
pro.simal pada dinding gingiva

A$ 8osisi 9ur saat pembuatan ditch cut
9$ 5itch cut mengarah .e gingival
:$ 8erluasan axiogingival lineH 1a3$
&inimalH 1b3$ &oderateH 1c3$ #ingival
margin pada sementum
5$ 8ro.simal ditch cut sampai pada
permu.aan .ontur terluar pro.simal

7etensi tambahan

9entu.-bentu. preparasi

8ersiapan untu. penambalan

-ed& e

1
I ndi)as i
*ermukaan distal 4 7a
$ 7b
-
*reparasi dengan
keterlibatan fasial
yang minimal
-
Margin gingi?a
yang meliputi
sementum
-
Moisture control
is difficult
8reparasi
4ls ---



1
I ndi)as i
>eluruh gigi, terutama yang diguna.an
sebagai denture abutment resisten
terhadap penggunaan clasp
8reparasi
4ls ?

B entu) Retens i'
A3 Bur no L <ipersiapkan untuk
pembuatan gingi?al groo?e
B3 'roo?e gingi?al dipreparasi
sepan2ang line angle" sehingga
memisahkan dinding gingi?a dan
aksial3 Ddealnya" arah preparasi
lebih ke arah gingi?a
dibandingkan ke arah pulpa
4$<3 edalaman groo?e ,"( mm ke
arah <=> dengan kedalaman
,"(#mm
=3 Arah fasial
F3 *otongan incisogigi?al-/ arah
kedalaman groo?e yang lebih ke
gingi?al dan hanya sedikit ke
pulpa
'3 *otongan mesiodistal

Amalgam diindikasikan untuk puncak cusp gigi posterior
karena wear resistance nya
8eknik:
-
<engan menggunakan bur fisur kecil" preparasi
diperluas" samapi ca?osurface line angle didukung oleh
dentin yang utuh
-
<inding preparasi bisa dibuat di?ergen ke arah oklusal
untuk mendapatkan margin ca?osurface yang B,
,
-
edalam preparasi +"#mm material strength
-
7etensi: under kecil disepan2ang line angle internal
8reparasi
4ls ?-

R E ST#R ASI %#GA$
C#R
-nitial 8reparation
-
&embentu. box pro.simal
yang divergen .e arah .e
o.lusal
-
9ur yang diguna.an +K1, 1QO@
-
8embuatan bevel pada cavo
surface angle mengguna.an
bur IIQ+

6.lusal >tep:
-
>umbu pan7ang bur JJ sb
pan7ang gigi, dengan initial
depth 1,Dmm$

9ox 8ro.simal terbentu.
divergen .e arah o.lusal
Final )estoration
8embuangan 7aringan .aries, dan
perlindungan thd pulpa 1base
' liner3
Dnlay l)
DD





PREPARAS I !T" #!%A.

6nlay memili.i bevel
di margin preparasi
terluar dan dianngap
sebagai secondary
flaring dengan sudut
C


5ila.u.an
pengurangan
permu.aan o.lusal