Darayani Amalia

LO.1.Memahami dan Menjelaskan Peranan Oksigen dalam Kehidupan Sel
Dalam tubuh manusia, oksigen diserap oleh aliran darah di paru-paru, lalu kemudian
diangkut ke sel-sel dimana proses perubahan penguraian terjadi.
Oksigen memainkan peran penting dalan proses pernapasan dan dalam metabolisme
organisme hidup.
Satu satunya makhluk hidup yang tidak membutuhkan oksigen adalah beberapa
bakteri anaerob yang mendapatkan energi dari proses metabolisme lain.
Senyawa nutrisi di dalam sel, dioksidasi melalui proses enzimatik yang kompleks.
Oksidasi ini adalah sumber energi dari sebagian besar hewan terutama mamalia.
Produknya adalah karbon dioksida dan air yang dieliminasi oleh tubuh manusia
melalui paru-paru.
Sumber: http://www.oxygen-review.com/human-body.html

1.1.Metabolisme Aerob
Respirasi aerob adalah
reaksi katabolisme yang
membutuhkan suasana
aerobik sehingga dibutuhkan
oksigen, dan reaksi ini
menghasilkan energi dalam
jumlah besar. Energi ini
dihasilkan dan disimpan
dalam bentuk energi kimia
yang siap digunakan, yaitu
ATP. Pelepasan gugus posfat
menghasilkan energi yang
digunakan langsung oleh sel
untuk melangsungkan reaksi-
reaksi kimia, pertumbuhan,
transportasi, gerak, reproduksi, dll. Reaksi respirasi aerob secara sederhana adalah :
C
6
H
12
O
6
+ 6O
2
6CO
2
+ 6H
2
O
Proses respirasi aerob berlangsung dalam 3 tahap yang berurutan, yaitu :
1. Glikolisis
Pemecahan molekul glukosa (C6) menjadi senyawa asam piruvat (C3)
2. Siklus Krebs
Reaksi reduksi molekul Asetil CoA menghasilkan asam sitrat dan oksaloasetat
3. Transpor elektron
Reaksi reduksi-oksidasi molekul-molekul NADH
2
dan FADH
2
menghasilkan H
2
O
dan sejumlah ATP.

Glikolisis
Glikolisis adalah peristiwa pemecahan satu molekul glukosa (senyawa beratom C 6
buah) menjadi 2 molekul asam piruvat (senyawa beratom C 3 buah). Peristiwa ini
berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma) sel hidup dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen
bebas) dikatalis oleh enzim-einzim antara lain: heksokinase, isomerase, fosfogliserokinase,
piruvatkinase, dehidrogenase. Tahap ini menghasilkan 2 molekul ATP dan 2 molekul
NADH
2
.
Untuk memecah molekul glukosa menjadi asam piruvat ternyata melalui tahapan
terbentuknya senyawa antara, berupa Phosfogliseraldehid (PGAL), yaitu senyawa beratom
C6 yang mendapat tambahan posfat yang berasal dari 2ATP, artinya perubahan molekul
glukosa memerlukan energi sebanyak 2 molekul ATP.

Pemecahan molekul PGAL menjadi asam piruvat akan melepaskan energi sebanyak 4
molekul ATP dan pelepasan 2 atom hidrogen yang berpotensi energi tinggi, selanjutnya
hidrogen yang dilepaskan ini akan ditangkap oleh kofaktor berupa NAD
+
dan membentuk
senyawa 2NADH
2
. Hasil akhir dari tahap Glikolisis menghasilkan 2 molekul asam piruvat,
2 molekul ATP, dan 2 molekul NADH
2
. Selanjutnya senyawa asam piruvat memasuki
membran mitokondria untuk tahap berikutnya.

Dekarboksilasi Oksidatif
Merupakan tahap antara Glikolisis dengan Siklus Krebs. Sebelum memasuki tahap
berikutnya, senyawa asam piruvat akan mengalami oksidasi berupa pelepasan gugus
karboksil (COOH) dalam suasana aerob yang disebut dekarboksilasi oksidatif dan
penambahan molekul Coenzim-A (Co-A). Peristiwa ini berlangsung di dalam membran
mitokondria dikatalisis oleh enzim piruvat-dehidrogenase dan menghasilkan Asetil Co-A,
2CO
2
, dan 2NADH
2
.
Siklus Krebs

Daur Krebs (Siklus Asam Sitrat)
Hans Krebs menemukan peristiwa pemecahan glukosa disederhanakan secara
perlahan di dalam sel secara siklus yang dikenal Daur Asam sitrat, selanjutnya dinamakan
Daur Krebs. Daur Krebs berlangsung di dalam matriks mitokondria secara anaeorob,
dikatalis oleh enzim-enzim antara lain : sitratsintetase, dehidrogenase.



Siklus Krebs diawali dengan masuknya Asetil CoA (beratom C2) yang bereaksi dengan asam
oksaloasetat (beratom C4) menghasilkan Asam Sitrat (beratom C6).

Secara bertahap Asam sitrat melepaskan 2 atom C nya sehingga kembali menjadi asam
oksaloasetat (beratom C4), peristiwa ini diikuti dengan reaksi reduksi (pelepasan elektron &
ion hidrogen) oleh NAD
+
dan FAD
+
menghasilkan 2 molekul NADH
2,
2 molekul FADH
2
, dan
2 molekul ATP. Dari seluruh rangkaian peristiwa siklus Krebs dihasilkan : 4 molekul CO
2
, 6
molekul NADH
2
, 2 molekul FADH
2
, dan 2 molekul ATP.

Transpor Elektron
Tahap akhir dari respirasi aerob adalah sistem transpor elektron sering disebut juga sistem
(enzim) sitokrom oksidase atau sistem rantai pernapasan yang berlangsung pada krista dalam
mitokondria. Pada tahap ini melibatkan donor elektron, akseptor elektron, dan reaksi reduksi
dan oksidasi (redoks). Donor elektron adalah senyawa yang dihasilkan selama tahap
glikolisis maupun siklus Krebs dan berpotensi untuk melepaskan elektron, yaitu NADH
2
dan
FADH
2
.

Akseptor elektron adalah senyawa yang berperan sebagai penerima elektron yang dilepaskan
oleh donor elektron, yaitu enzim sitokrom dan Oksigen.

Sebanyak 10 molekul NADH
2
dan 2 molekul FADH
2
dihasilkan selama tahap glikolisis dan
siklus Krebs. Seluruhnya akan memasuki reaksi redoks pada sistem transpor elektron. Setiap
pelepasan elektron akan menghasilkan energi berupa ATP, 1 molekul NADH
2
akan
menghasilkan 3 molekul ATP, dan 1 molekul FADH
2
akan menghasilkan 2 molekul ATP.

Mula-mula molekul NADH
2
memasuki reaksi dan dihidrolisis oleh enzim dehidrogenase
diikuti molekul FADH2 yang dihidrolisis oleh enzim flavoprotein, keduanya melepaskan ion
Hidrogen diikuti elektron, peristiwa ini disebut reaksi oksidasi.

Selanjutnya elektron ini akan ditangkap oleh Fe
+++
sebagai akseptor elektron dan dikatalis
oleh enzim sitokrom b, c, dan a. Peristiwa ini disebut reaksi reduksi. Reaksi reduksi dan
oksidasi ini berjalan terus sampai elektron ini ditangkap oleh Oksigen (O
2
) sehingga
berikatan dengan ion Hidrogen (H
+
) menghasilkan H
2
O (air). Hasil akhir dari sistem transpor
elektron ini adalah 34 molekul ATP, 6 molekul H
2
O (air).

Secara keseluruhan reaksi respirasi sel aerob menghasilkan 38 molekul ATP, 6 molekul H
2
O,
dan 2 molekul CO
2
.
Sumber: http://files.sman1-mgl.sch.id/files/Animasi/kelas12/bio/8/8.html

1.2.Metabolisme Anaerob

Definisi respirasi anaerobik menyatakan bahwa itu adalah jalur di mana oksidasi molekul
terjadi dalam ketiadaan oksigen untuk menghasilkan energi. Langkah pertama dalam
semua jalur respirasi sel adalah glikolisis yang berlangsung tanpa kehadiran molekul
oksigen. Jika ada oksigen dalam sel, maka secara otomatis berubah menjadi respirasi
aerobik dengan bantuan siklus asam Tricarboxylic (TCA). Siklus TCA membantu dalam
produksi energi yang dapat digunakan dalam bentuk ATP yang lebih tinggi dalam
kuantitas daripada proses respirasi anaerobik.

Proses respirasi anaerobik selular adalah siklus tunggal untuk produksi energi bagi bakteri
anaerob banyak. Sel eukariotik Banyak juga beralih pada proses respirasi anaerobik
mereka dalam kasus pasokan oksigen rendah. Contoh terbaik untuk proses respirasi
anaerob dalam sel eukariotik adalah otot manusia. Mari saya jelaskan ini melalui contoh
berikut:
Contoh Proses Respirasi anaerobik dalam Otot

Ketika kita berolahraga, keluar tubuh merespon otot-otot bekerja dengan menyediakan
lebih banyak oksigen. Dalam kehadiran oksigen, glukosa dipecah menjadi karbon
dioksida dan air. Tetapi ketika kita mengikuti kegiatan asing, tingkat oksigen dalam
jaringan otot menurun. Hal ini karena pasokan tidak memenuhi tuntutan. Ini oksigen
tingkat rendah, hasil dalam respirasi anaerobik sel dan ada kelebihan asam laktat
membangun untuk menyediakan sangat dibutuhkan molekul ATP untuk fungsi selular.
Hal ini membuat otot Anda lelah dan menderita kram.

Persamaan Respirasi Anaerobik

Dalam proses respirasi anaerob, yang glikolisis langkah pertama adalah respirasi sel
aerobik. Langkah ini menghasilkan 2 molekul ATP. Produk dari glikolisis adalah piruvat,
digunakan dalam fermentasi respirasi anaerobik. Ini fermentasi respirasi anaerobik
membantu dalam produksi etanol dan nicotinamide adenine dinucleotide (NAD +) atau
untuk produksi laktat dan NAD +. Produksi NAD + sangat diperlukan sebagai glikolisis
menggunakannya dan jika ada penipisan NAD +, hal itu akan menyebabkan kematian sel.
Proses respirasi anaerob mengikuti siklus Krebs dan terjadi dalam cairan sitoplasma.
Hasil energi utama dari respirasi aerobik terjadi di mitokondria. Banyak energi pergi
limbah dalam bentuk molekul etanol dan laktat sebagai sel tidak dapat memanfaatkannya.
Sebaliknya mereka mengeluarkan produk ini sebagai limbah. Respirasi anaerob terjadi
dalam bentuk dua jalur, yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat. Berikut ini
adalah persamaan respirasi anaerobik kimia.

Rumus Respirasi Anaerobik

2ATP "+ C 6H 1.206 Enzim 2CH3CH2OH + 2CO2 + 4ATP

Respirasi anaerob penuh semangat kurang efisien daripada respirasi aerobik. Ini semua
tentang respirasi anaerob singkatnya. Ada banyak enzim dan molekul yang terlibat dalam
jalur anaerobik. Artikel ini mencoba untuk meringkas proses respirasi anaerob
singkatnya. Saya harap Anda menemukan informasi dalam artikel ini pada apa yang
respirasi anaerobik akan berguna.
Sumber: http://www.biologi-sel.com/2013/03/respirasi-anaerobik.html

2. Memahami dan Menjelaskan Hemoglobin
2.1.Struktur Hemoglobin
Molekul hemoglobin manusia terbina daripada empat subunit protein berbentuk globul
(iaitu hampir berbentuk sfera). Oleh sebab satu subunit dapat membawa satu molekul
oksigen, maka secara efektifnya setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul
oksigen. Setiap subunit pula terdiri daripada satu rantai polipeptida yang mengikat kuat
sebuah molekul lain, dipanggil heme.
Struktur heme adalah lebih kurang sama dengan klorofil. Ia terdiri daripada satu molekul
bukan protein berbentuk cincin yang dinamai porphyrin, dan satu atom besi (Fe) yang terletak
di tengah-tengah molekul porphyrin tadi. Di sinilah oksigen akan diikat semasa darah melalui
peparu.
Terdapat dua keadaan pengoksidaan atom Fe iaitu +2 dan +3 (ion Fe
2+
dan Fe
3+
masing-
masing). Hemoglobin dalam keadan normal membawa ion Fe
2+
, tetapi adakalanya ion ini
dioksidakan kepada Fe
3+
. Hemoglobin yang membawa ion Fe
3+
dipanggil methemoglobin.
Methemoglobin tidak mampu mengikat oksigen, jadi ion Fe
3+
ini perlu diturunkan kepada
Fe
2+
. Proses ini memerlukan NADH, iaitu sebuah koenzim pembawa hidrogen, dan
dimangkin oleh enzim NADH cytochrome b5 reductase
Terdapat beberapa jenis hemoglobin. Dalam darah manusia dewasa, hemoglobin yang
paling banyak ialah hemoglobin A (HbA), yang terdiri daripada dua subunit α dan dua
subunit β. Konfigurasi ini dinamai α
2
β
2
. Setiap subunit terdiri daripada 141 dan 146 molekul
asid amino masing-masing.
Oksihemoglobin terbentuk apabila molekul oksigen diikat kepada hemoglobin. Proses ini
berlaku di kapilari darah di dalam peparu. Oksihemogloin berwarna merah terang. Setelah
oksigen digunakan oleh tubuh, hemoglobin dipanggil deoksihemoglobin. Ia berwarna merah
gelap.
Sumber: http://blog.uin-malang.ac.id/alan/2011/01/10/hemoglobin-kadar-struktur-cara-
mengukur-dll/

2.2.Fungsi Hemoglobin
Fungsi hemoglobin yang paling utama adalah mengikat oksigen. Hemoglobin di dalam darah
membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali
karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Mioglobin
berperan sebagai reservoir oksigen: menerima, menyimpan dan melepas oksigen di dalam
sel-sel otot. Sebanyak kurang lebih 80% besi tubuh berada di dalam hemoglobin (Sunita,
2001).
Menurut Depkes RI adapun fungsi hemoglobin antara lain:
 Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan- jaringan
tubuh.
 Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan- jaringan
tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar.
 Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke
paru-paru untuk di buang, untuk mengetahui apakah seseorang itu kekurangan darah atau
tidak, dapat diketahui dengan pengukuran kadar hemoglobin. Penurunan kadar hemoglobin
dari normal berarti kekurangan darah yang disebut anemia (Widayanti, 2008).
Sumber: http://www.psychologymania.com/2012/09/fungsi-hemoglobin.html

3. Memahami Hipoksia terhadap kematian sel
3.1.Definisi
Hipoksia adalah kandungan oksigen abnormal rendah pada organ dan jaringan tubuh.
Sumber: http://kamuskesehatan.com/arti/hipoksia/
3.2.Penyebab
 Maternal Hypertension
 Maternal Hypotension
 Merokok
 Penurunan aliran darah plasenta
 DM
 Preeklampsia
 Postmaturitas
 Anemia
 Uterus hipertonik < lilitan talipusat dll
Sumber: http://www.rumahsakitmitrakemayoran.com/asfiksia-hipoksia-janin/

3.3.Jenis Hipoksia
 Hipoksia Hipoksik, adalah keadaan hipoksia yang disebabkan karena kurangnya
oksigen yang masuk paru-paru. Sehingga oksigen tidak dapat mencapai darah, dan
gagal untuk masuk dalam sirkulasi darah. Kegagalan ini bisa disebabkan adanya
sumbatan / obstruksi di saluran pernapasan, baik oleh sebab alamiah atau oleh
trauma/kekerasan yang bersifat mekanik, seperti tercekik, penggantungan, tenggelam
dan sebegainya.
 Hipoksia Anemic, yakni keadaan hipoksia yang disebabkan karena darah
(hemoglobin) tidak dapat mengikat atau membawa oksigen yang cukup untuk
metabolisme seluler. Seperti, pada keracunan karbon monoksida (CO), karena afinitas
CO terhadap hemoglobin jauh lebih tinggi dibandingkan afinitas oksigen dengan
hemoglobin.
 Hipoksia Stagnan, adalah keadaan hipoksia yang disebabkan karena darah
(hemoglobin) tidak mampu membawa oksigen ke jaringan oleh karena kegagalan
sirkulasi, seperti pada heart failure atau embolisme, baik emboli udara vena maupun
emboli lemak.
 Hipoksia histotokok, ialah keadaan hipoksia yang disebabkan karena jaringan yang
tidak mampu menyerap oksigen, salah satu contohnya pada keracunan sianida.
Sianida dalam tubuh akan menginaktifkan beberapa enzim oksidatif seluruh jaringan
secara radika, terutama sitokrom oksidase dengan mengikat bagian ferric heme group
dari oksigen yang dibawa darah.
Sumber: http://lampung.tribunnews.com/2012/04/25/hipoksia-terbagi-menjadi-
empat-jenis

Related Interests